Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Jenggot  (Read 12345 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline fran

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 312
  • Reputasi: 8
  • Omitofo
Jenggot
« on: 15 December 2008, 11:36:17 AM »
Namo Buddhaya,


Para penghuni Forum yg berbahagia,
Bolehkah seorg Bhikkhu berjenggot ?



_/\_
Trims


Apa yg bisa saya "lepaskan" jika saya memilih agama Buddha ?

Offline Reenzia

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.199
  • Reputasi: 50
  • Gender: Female
  • The Wisdom ~
Re: Jenggot
« Reply #1 on: 15 December 2008, 11:51:11 AM »
 [at] fran

gak sekalian tanyain bolehkan seorg bikkhu berambut? :))

kalo bikkhu sih saia gak tau, karena emank gak terlalu tahu mengenai peraturan mengenai bikkhu
tapi setau saia sih bikkhu juga dibotakin karena ingin melepaskan keterikatan terhadap penampilan

emank buat apaan kl bikkhu berjenggot?

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: Jenggot
« Reply #2 on: 15 December 2008, 11:52:09 AM »
Bukan pada masalah ia berjenggot apa tidak tetapi pada masalah apakah ia melekat pada jenggotnya itu? ada orang yang punya jenggot dan melekat tiap hari disisir dan dirawat pertumbuhannya sehingga waktunya lebih banyak habis di jenggot daripada habis di Dhamma.

Orang yang telah melepas keduniawiaan dan telah memiliki tingkat lebih tidak akan mempermasalahkan tubuh ini karena jenggot adalah hal yang alami tumbuh,sama seperti pubic hair anda sendiri,bila anda berkata oh jenggot ini menyebalkan,harus dicukur dan dia tumbuh lagi dan tumbuh lagi,bisakah kamu melewati kemelekatan kamu akan cukur jenggot? atau jenggot telah tumbuh kamu berkata oh ini akan jadi bagus,harus dipelihara dan sebagainya?apakah kamu sudah melewati kemelekatan akan perawatan jenggot itu sendiri?

Lalu sesungguhnya boleh apa tidah boleh? bukan itu yang dipermasalahkan tapi apakah kamu melekat atau tidak melekat akan hal jenggot itu sendiri.
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline Reenzia

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.199
  • Reputasi: 50
  • Gender: Female
  • The Wisdom ~
Re: Jenggot
« Reply #3 on: 15 December 2008, 11:54:11 AM »
 =D> applaus buat bro nyanadhana

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: Jenggot
« Reply #4 on: 15 December 2008, 12:56:39 PM »
Bukan pada masalah ia berjenggot apa tidak tetapi pada masalah apakah ia melekat pada jenggotnya itu? ada orang yang punya jenggot dan melekat tiap hari disisir dan dirawat pertumbuhannya sehingga waktunya lebih banyak habis di jenggot daripada habis di Dhamma.

Orang yang telah melepas keduniawiaan dan telah memiliki tingkat lebih tidak akan mempermasalahkan tubuh ini karena jenggot adalah hal yang alami tumbuh,sama seperti pubic hair anda sendiri,bila anda berkata oh jenggot ini menyebalkan,harus dicukur dan dia tumbuh lagi dan tumbuh lagi,bisakah kamu melewati kemelekatan kamu akan cukur jenggot? atau jenggot telah tumbuh kamu berkata oh ini akan jadi bagus,harus dipelihara dan sebagainya?apakah kamu sudah melewati kemelekatan akan perawatan jenggot itu sendiri?

Lalu sesungguhnya boleh apa tidah boleh? bukan itu yang dipermasalahkan tapi apakah kamu melekat atau tidak melekat akan hal jenggot itu sendiri.

Hi Bro Nyanadhana,

Mantep jawaban bro............

Saya lagi mikir............ apakah juga ada org yg
melakukan POLYGAMI.............. dan mengatakan.....

anda2 yg pikirannya kotor............
gw polygami.....(udah melampauin)....
dari pada dia tidak ada yg ngerawat, kesepian....
ya gw berikan tempat teduh yg lebih baik....

Kalau begitu gimana?

Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: Jenggot
« Reply #5 on: 15 December 2008, 01:16:48 PM »
wah itu konteksnya berbeda lagi bro tapi it's a good question.saya akan buka dengan quote yang pernah saya dengar...Buddha berkata sex adalah racun paling berbahaya dibandingkan semua racun yang ada. dan kita akui sendiri, orang bisa melepas judi atau apa aja tapi kebutuhan satu ini tentu agak susah apalagi kalau sudah menjadi kebiasaan.

Mengenai konteks polygami dan merawat orang,sebenarnya ada juga alternatif lain seperti membantu kehidupan keluarganya tanpa harus menikah dengannya sekarang apa manfaatnya kalo wanita yang ibaratnya perlu perlindungan,kekurangan ini harus dinikahkan dengan pria dengan alasan ia akan lebih sejahtera? lalu si pria ini akan terus mencari istri baru dan berkata wanita ini kurang....jadi dia mesti jadi istriku agar bahagia,kalau begitu si pria ini tidak adil karena ia menikah pilih2 harusnya kalo demi cinta kasih,tidak peduli dia gendut,kurus,jelek,cantik,nenek2 yang penting dia memerlukan perlindungan dan segala macamnya,maka nikahkan lah dia.seharusnya begitu bukan perlakuan yang adil terhadap semua wanita.

Fakta poligami perempuan sudah dipilih sebelumnya,jadi keadilan hanya jatuh di satu pihak.lalu apakah adil untuk istri pertamanya,lantas bagaimana kalo ia diduakan lagi? dan coba kasih contoh sebuah keluarga yang harmonis dan baik di mata masyarakat bila si anak ketika ia besar ia berkata,saya anak dari ayah dengan ibu ke sekian.

Nah, konteks berpikir poligami tentunya kembali ke Dhamma.
1. apakah poligami menghasilkan keluarga yang bahagia seperti yang dianjurkan Buddha?yaitu sama sila,sama panna,sama - sama....(sori agak lupa ini,kalo member tahu tambahin ya)
2. apakah di mata masyarakat,seseorang itu akan mendapat nilai plus,ketika si anak tumbuh besar dengan malu mengatakan saya anak orang ini?
3. lalu apakah orang ini benar2 menikahkan istrinya karena dia merasa kasihan atau haus akan sesuatu yang baru?
4. apakah fondasi keluarga dapat berdiri dalam cinta kasih dan kebijaksanaan?
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline Gunawan

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 374
  • Reputasi: 28
  • Gender: Male
  • Siswa Berbaju Putih
Re: Jenggot
« Reply #6 on: 15 December 2008, 01:23:49 PM »
Quote
1. apakah poligami menghasilkan keluarga yang bahagia seperti yang dianjurkan Buddha?yaitu sama sila,sama panna,sama - sama....(sori agak lupa ini,kalo member tahu tambahin ya

 [at] Bro Nyanadhana=Samma Saddha , Samma Caga , Samma Sila dan Samma Panna

 [at] Mas Fran= Setahu saya dalam Vinaya tidak diperbolehkan memeihara Janggut tapi kalau tetap mau ya berarti Kamma di tanggung sama si Bhikkhu , Contohnya ada yaitu Sukong..... ^:)^  No offense yach..... ^:)^
 _/\_
Thanks & Best Regards
Gunawan S S
« Last Edit: 15 December 2008, 01:26:20 PM by Gunawan »
Yo kho Vakkali dhamma? passati so ma? passati; yo ma? passati so dhamma? passati.
Dhammañhi, vakkali, passanto ma? passati; ma? passanto dhamma? passati"

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: Jenggot
« Reply #7 on: 15 December 2008, 01:46:02 PM »
coba sebut satu sila Vinaya mengenai bhikkhu harus mencukur rambut
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.409
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Jenggot
« Reply #8 on: 15 December 2008, 01:54:12 PM »
Seperti cerita zen seorang bhiku yang memikirkan kenapa gurunya menggendong perempuan =))
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: Jenggot
« Reply #9 on: 15 December 2008, 02:06:50 PM »
namun cerita ini bisa menjadi bumerang bagi orang yang belum mengenal Dhamma merasa Sila tidak penting.di tatanan awal Sila Vinaya akan dijaga penuh.
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.409
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Jenggot
« Reply #10 on: 15 December 2008, 02:15:58 PM »
namun cerita ini bisa menjadi bumerang bagi orang yang belum mengenal Dhamma merasa Sila tidak penting.di tatanan awal Sila Vinaya akan dijaga penuh.
apa sila tidak akan jadi bentuk kemelekatan baru Om :)
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: Jenggot
« Reply #11 on: 15 December 2008, 02:21:51 PM »
namun cerita ini bisa menjadi bumerang bagi orang yang belum mengenal Dhamma merasa Sila tidak penting.di tatanan awal Sila Vinaya akan dijaga penuh.
apa sila tidak akan jadi bentuk kemelekatan baru Om :)

eits lihat dulu kontek saya berbicara,saya berkata untuk tatanan orang awam yang belum mengenal Dhamma maka Sila diperuntukkan untuk mereka, bagi yang memahami Dhamma tentunya akan bisa menilai diri sendiri terjebak dalam kemelekatan atau tidak,cerita ini akan kembali lagi pada cerita saya soal jenggot,apakah mesti cukur atau biarkan sama2 punya taraf kemelekatannya sendiri. tapi siswa Sang Buddha meskipun telah Arahat masih memegang teguh Vinaya(meskipun di tahap mereka,pegang atau tidak pegang,batin sudah otomatis terkendali),jadi mereka bisa dijadikan satu contoh teladan.
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline fran

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 312
  • Reputasi: 8
  • Omitofo
Re: Jenggot
« Reply #12 on: 15 December 2008, 05:15:01 PM »
Quote
1. apakah poligami menghasilkan keluarga yang bahagia seperti yang dianjurkan Buddha?yaitu sama sila,sama panna,sama - sama....(sori agak lupa ini,kalo member tahu tambahin ya

 [at] Bro Nyanadhana=Samma Saddha , Samma Caga , Samma Sila dan Samma Panna

 [at] Mas Fran= Setahu saya dalam Vinaya tidak diperbolehkan memeihara Janggut tapi kalau tetap mau ya berarti Kamma di tanggung sama si Bhikkhu , Contohnya ada yaitu Sukong..... ^:)^  No offense yach..... ^:)^
 _/\_
Thanks & Best Regards
Gunawan S S

Maksudnya Sukong menanggung kamma apa ? Tolong dijabarkan lebih cerah..


Apa yg bisa saya "lepaskan" jika saya memilih agama Buddha ?

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: Jenggot
« Reply #13 on: 15 December 2008, 07:14:02 PM »
iya itu minta diperjelas apa buah kamma dari bhikkhu yang tidak memotong rambutnya apalagi setaraf sukong.
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.237
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: Jenggot
« Reply #14 on: 15 December 2008, 07:43:16 PM »
Quote
1. apakah poligami menghasilkan keluarga yang bahagia seperti yang dianjurkan Buddha?yaitu sama sila,sama panna,sama - sama....(sori agak lupa ini,kalo member tahu tambahin ya

 [at] Bro Nyanadhana=Samma Saddha , Samma Caga , Samma Sila dan Samma Panna

 [at] Mas Fran= Setahu saya dalam Vinaya tidak diperbolehkan memeihara Janggut tapi kalau tetap mau ya berarti Kamma di tanggung sama si Bhikkhu , Contohnya ada yaitu Sukong..... ^:)^  No offense yach..... ^:)^
 _/\_
Thanks & Best Regards
Gunawan S S
Kalau gk salah Bhante Ashin tuh ada jenggot...

Salam hangat,
Riky
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...