Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Anapanasati = vayo kasina; anapanasati = vipassana  (Read 1242 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline abhassara

  • Teman
  • **
  • Posts: 93
  • Reputasi: -3
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Anapanasati = vayo kasina; anapanasati = vipassana
« on: 23 December 2017, 10:08:16 AM »
Adakah yang berlatih meditasi pernapasan? Hampir semua meditator. Tetapi adakah yang mencapai jhana dengan meditasi ini? Hampir dipastikan jawabannya senyap.
Mari kita kunjungi MN 10. Adakah di akhir atau di awal atau dipertengah sutta itu (MN 10) membahas jhana? Dengan cukup terasing ..... hingga jhana ke empat? Tidak ada! Adakah sutta lain tentang meditasi pernapasan juga jhana mengikuti dalam penjelasan? Saya pikir tidak ada. Adakah komentar di sutta menyatakan meditasi pernapasan menghasilkan jhana? Kita kesampingkan hal ini dulu karena Buddhaghosa mengatakan ada sekitar 20 meditasi dapat menghasilkan jhana.

Jika kita baca MN 10, kita akan melihat di sana dibahas Perhatian Benar dan Pandangan Terang. Apa itu Perhatian Benar? Ada 4 yaitu: berdiam merenungkan 1. jasmani sebagai jasmani, 2. perasaan sebagai perasaan, 3. pikiran sebagai pikiran, 4. objek-objek pikiran sebagai objek-objek pikiran, tekun, penuh perhatian dan kewaspadaan setelah meninggalkan kerinduan akan dunia. Ini disebut Perhatian Benar. Dan apakah Konsentrasi benar? jhana 1 hingga 4. Ini disebut konsentrasi benar. Adakah ini dibahas di sana? di MN 10? Tidak ada! Yang dibahas pandangan Terang.

Perenungan Jasmani
1. Perhatian pada Pernafasan
“Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu berdiam merenungkan jasmani sebagai jasmani? Di sini, seorang bhikkhu, pergi ke hutan atau ke bawah pohon atau ke sebuah gubuk kosong, duduk; setelah duduk bersila, menegakkan tubuhnya, dan menegakkan perhatian di depannya, penuh perhatian ia menarik nafas, penuh perhatian ia mengembuskan nafas. Menarik nafas panjang, ia memahami: ‘Aku menarik nafas panjang’; atau mengembuskan nafas panjang, ia memahami: ‘Aku mengembuskan nafas panjang.’ Menarik nafas pendek, ia memahami: ‘Aku menarik nafas pendek’; atau mengembuskan nafas pendek, ia memahami: ‘Aku mengembuskan nafas pendek.’ Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan menarik nafas dengan mengalami keseluruhan tubuh’; ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan mengembuskan nafas dengan mengalami keseluruhan tubuh.’ Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan menarik nafas dengan menenangkan bentukan jasmani’; Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan mengembuskan nafas dengan menenangkan bentukan jasmani.’ Bagaikan seorang pekerja bubut yang terampil atau muridnya, ketika melakukan putaran panjang, memahami: ‘Aku melakukan putaran panjang’; atau ketika melakukan putaran pendek, memahami: ‘Aku melakukan putaran pendek’; demikian pula, menarik nafas panjang, seorang bhikkhu memahami: ‘Aku menarik nafas panjang’ … ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan mengembuskan nafas dengan menenangkan bentukan jasmani.’

Pandangan Terang
“Dengan cara ini ia berdiam merenungkan jasmani sebagai jasmani secara internal, atau ia berdiam merenungkan jasmani sebagai jasmani secara eksternal, atau ia berdiam merenungkan jasmani sebagai jasmani secara internal dan eksternal. Atau ia berdiam merenungkan sifat munculnya dalam jasmani, atau ia berdiam merenungkan sifat lenyapnya dalam jasmani, atau ia berdiam merenungkan sifat muncul dan lenyapnya dalam jasmani. Atau penuh perhatian bahwa ‘ada jasmani’ muncul dalam dirinya hanya sejauh yang diperlukan bagi pengetahuan dan perhatian. Dan ia berdiam tanpa bergantung, tidak melekat pada apapun di dunia ini. Itu adalah bagaimana seorang bhikkhu berdiam merenungkan jasmani sebagai jasmani.
https://suttacentral.net/id/mn10

Adakah dibahas jhana? Tidak. Yang ada dibahas Perhatian Benar dan pandangan Terang.
Kesimpulan saya:
1. pembahasan ini diberikan kepada mereka yang tidak mampu mencapai 4 jhana atau lebih, atau biasanya yang hanya memiliki 1-3 jhana
2. Dengan perhatian benar dam pandangan teranglah mereka mencapai anagami atau arahat, bagi mereka yang sudah lulus jhana namun tidak bisa maju hingga 8 pencapaian.
3. Jika mencapai Arahat maka mereka akan melatih ini dan muncullah istilah Arahat tanpa jhana. Ketika menjadi Arahat, ia akan meninggalkan jhananya, dengan hanya fokus pada pernapasan.

Pertanyaan: dikatakan bodhisatta Gotama mencapai jhana dengan anapanasati saat berusia sekitar 7 tahun, duduk di bawah pohon jambu?
Coba kita gali lebih dalam, selama 6 tahun bodhisatta Gotama melakukan praktek ekstrim, ia memiliki 8 pencapaian namun tidak menggunakan satu jhana pun! Apa yang beliau gunakan selama 6 tahun? Saya berasumsi, beliau menggunakan meditasi pernapasan! Tidak menghasilkan jhana, hanya berupa ketenangan.
Di MN 36 tentang Saccaka, Beliau mengatakan saat praktik ekstrim beliau ttetap tidak tergoyahkan oleh praktik ekstrim itu, sementar beliau tidak menggunakan satu jhana pun. Dengan begitu, memungkinkan jika beliau menggunakan anapanasati sebagai meditasi tanpa jhana. Atau bisa juga dikatakan sebagai jhana kering.
Mengenai pencapaian jhana di bawah pohon jambu itu, saya berasumsi seperti judul di atas: anapanasati = vayo kasina (unsur udara). Artinya anapanasati yang dipakai adalah udara nafas. Coba kita pertimbangkan meditasi kasina udara: meditator duduk di bawah pohon merasakan angin yang datang, menuju tubuhnya atau pohon. Tetapi, kadang angin tidak datang, bagaimana ia melanjutkan meditasinya? Saya berasumsi ia menggunakan udara nafas masuk-keluar itu sembari menunggu angin.
Seperti halnya 32 organ tubuh, itu menurut saya tidaklah menghasilkan jhana, karena objeknya hingga 32. Menurut saya di sana meditator mengembangkan salah satu dari kasina warna atau unsur. Misalnya: kulit sebagai warna kuning; tulang sebagai warna putih, biru untuk rambut (rambut = biru kehitaman); merah: daging dan darah. 32 organ tubuh itu adalah Pandangan Terangnya.

Yang bisa menghasilkan jhana hanyalah 10 kasina. Selebihnya adalah untuk pandangan Terang. Kalau kita lihat, anapanasati masuk kategori perenungan, yaitu subjek perenungan, bukan objek. Objek yang tepat adalah 10 kasina

Bagaimana tanggapan teman-teman? Ini hanya asumsi saya mengatakan anapanasati sebenarnya adalah pandangan terang dan jika udara yang digunakan maka adalah vayo kasina (kasina angin).
« Last Edit: 23 December 2017, 10:20:40 AM by abhassara »
Buddhisme awal = theravada, bukan sekte ekayana/buddhayana. Baca Mahavamsa dan Dipavamsa. Jangan biarkan sejarah terkubur. jangan biarkan fiksi buddhis menutup nonfiksi. tdk ada yg perlu disembunyikan. sadhu 3x
KBTI (keluarga Buddhayana Tsu chi indonesia). STI (Sangha Theravada Indonesia) #SaveSTI

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Anapanasati = vayo kasina; anapanasati = vipassana
« Reply #1 on: 23 December 2017, 10:29:33 AM »
Anapanasati bisa menghasilkan jhana seperti dalam SN 54.8:

“Oleh karena itu, para bhikkhu, jika seorang bhikkhu menghendaki: ‘Semoga aku, dengan terasing dari kenikmatan indria, terasing dari kondisi-kondisi tidak bermanfaat, masuk dan berdiam dalam jhāna pertama, yang disertai dengan pemikiran dan pemeriksaan, dengan sukacita dan kebahagiaan yang muncul dari keterasingan,’ maka konsentrasi melalui perhatian pada pernapasan yang sama ini harus ditekuni dengan sungguh-sungguh.

“Oleh karena itu, para bhikkhu, jika seorang bhikkhu menghendaki: ‘Semoga aku, dengan meredanya pemikiran dan pemeriksaan, masuk dan berdiam dalam jhāna ke dua, yang memiliki keyakinan internal dan keterpusatan pikiran, tanpa pemikiran dan pemeriksaan, dan memiliki kegembiraan dan kebahagiaan yang muncul dari konsentrasi,’ maka konsentrasi melalui perhatian pada pernapasan yang sama ini harus ditekuni dengan sungguh-sungguh.

“Oleh karena itu, para bhikkhu, jika seorang bhikkhu menghendaki: ‘Semoga aku, dengan meluruhnya sukacita, berdiam dengan seimbang dan, penuh perhatian dan memahami dengan jernih, semoga aku mengalami kebahagiaan dengan jasmani; semoga aku masuk dan berdiam dalam jhāna ke tiga yang dikatakan oleh para mulia: “Ia berdiam seimbang, penuh perhatian, seorang yang berdiam dengan bahagia,”’ maka konsentrasi melalui perhatian pada pernapasan yang sama ini harus ditekuni dengan sungguh-sungguh.

“Oleh karena itu, para bhikkhu, jika seorang bhikkhu menghendaki: ‘Semoga aku, dengan meninggalkan kesenangan dan kesakitan, dan dengan pelenyapan sebelumnya kegembiraan dan ketidak-senangan, masuk dan berdiam dalam jhāna ke empat, yang bukan-menyakitkan juga bukan-menyenangkan dan termasuk pemurnian perhatian oleh keseimbangan,’ maka konsentrasi melalui perhatian pada pernapasan yang sama ini harus ditekuni dengan sungguh-sungguh.
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline abhassara

  • Teman
  • **
  • Posts: 93
  • Reputasi: -3
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Anapanasati = vayo kasina; anapanasati = vipassana
« Reply #2 on: 23 December 2017, 10:59:01 AM »
Anapanasati bisa menghasilkan jhana seperti dalam SN 54.8:

“Oleh karena itu, para bhikkhu, jika seorang bhikkhu menghendaki: ‘Semoga aku, dengan terasing dari kenikmatan indria, terasing dari kondisi-kondisi tidak bermanfaat, masuk dan berdiam dalam jhāna pertama, yang disertai dengan pemikiran dan pemeriksaan, dengan sukacita dan kebahagiaan yang muncul dari keterasingan,’ maka konsentrasi melalui perhatian pada pernapasan yang sama ini harus ditekuni dengan sungguh-sungguh.

“Oleh karena itu, para bhikkhu, jika seorang bhikkhu menghendaki: ‘Semoga aku, dengan meredanya pemikiran dan pemeriksaan, masuk dan berdiam dalam jhāna ke dua, yang memiliki keyakinan internal dan keterpusatan pikiran, tanpa pemikiran dan pemeriksaan, dan memiliki kegembiraan dan kebahagiaan yang muncul dari konsentrasi,’ maka konsentrasi melalui perhatian pada pernapasan yang sama ini harus ditekuni dengan sungguh-sungguh.

“Oleh karena itu, para bhikkhu, jika seorang bhikkhu menghendaki: ‘Semoga aku, dengan meluruhnya sukacita, berdiam dengan seimbang dan, penuh perhatian dan memahami dengan jernih, semoga aku mengalami kebahagiaan dengan jasmani; semoga aku masuk dan berdiam dalam jhāna ke tiga yang dikatakan oleh para mulia: “Ia berdiam seimbang, penuh perhatian, seorang yang berdiam dengan bahagia,”’ maka konsentrasi melalui perhatian pada pernapasan yang sama ini harus ditekuni dengan sungguh-sungguh.

“Oleh karena itu, para bhikkhu, jika seorang bhikkhu menghendaki: ‘Semoga aku, dengan meninggalkan kesenangan dan kesakitan, dan dengan pelenyapan sebelumnya kegembiraan dan ketidak-senangan, masuk dan berdiam dalam jhāna ke empat, yang bukan-menyakitkan juga bukan-menyenangkan dan termasuk pemurnian perhatian oleh keseimbangan,’ maka konsentrasi melalui perhatian pada pernapasan yang sama ini harus ditekuni dengan sungguh-sungguh.
SN 54.6
“Aku telah meninggalkan keinginan indria terhadap kenikmatan indria di masa lalu, Yang Mulia, aku telah meninggalkan keinginan indria terhadap kenikmatan indria di masa depan, dan aku telah sepenuhnya menyingkirkan persepsi ketidaksenangan terhadap hal-hal secara internal dan secara eksternal. Penuh perhatian aku menarik nafas, penuh perhatian aku mengembuskan nafas. Dengan cara inilah, Yang Mulia, aku mengembangkan perhatian pada pernafasan.”
“Itu adalah perhatian pada pernafasan, Ariṭṭha, Aku tidak mengatakan sebaliknya. Tetapi sehubungan dengan bagaimana perhatian pada pernafasan dipenuhi secara terperinci, Ariṭṭha, dengarkan dan perhatikanlah,
Aku akan menjelaskan.”
“Baik, Yang Mulia,” Yang Mulia Ariṭṭha menjawab. Sang Bhagavā
berkata sebagai berikut:
“Dan bagaimanakah, Ariṭṭha, perhatian pada pernafasan dipenuhi secara terperinci? Di sini, Ariṭṭha, setelah seorang bhikkhu pergi ke hutan, ke bawah pohon, atau ke gubuk kosong, duduk. Setelah duduk bersila, menegakkan tubuhnya, dan membangun perhatian di depannya, penuh perhatian ia menarik nafas, penuh perhatian ia mengembuskan nafas…. Ia berlatih sebagai berikut: ‘Merenungkan pelepasan, aku akan menarik nafas’; ia berlatih sebagai berikut: ‘Merenungkan pelepasan, aku akan mengembuskan nafas.’
“Dengan cara inilah, Ariṭṭha, bahwa perhatian pada pernafasan
dipenuhi secara terperinci.”

Komentar nomor 294:  Spk: Ariṭṭha telah menjelaskan (pencapaian)nya atas jalan yang-tidak-kembali [Spk-pṭ: karena ia secara tidak langsung mengatakan tentang pelenyapan lima belenggu yang lebih rendah], tetapi Sang Buddha menjelaskan praktik pandangan terang untuk mencapai jalan Kearahatan.

Spk-pt mengatakan bhikkhu Arittha menyatakan anagami dilihat dari "meninggalkan kenikmatan indria di masa lalu dan masa depan dan sepenuhnya telah menyingkirkan persepsi ketidaksenangan = tidak lagi memiliki nafsu indria". Pada kasus sakadagami; sakadagami juga demikian telah meninggalkan kenikmatan indria di masa lalu dan masa depan namun persepsi ketidaksenangan belum terjadi maka nafsu indria yang tersembunyi masih dapat tumbuh, nafsu sakadagami telah melemah.

Lihat, Sang Buddha kembali mengajarkan anapanasati itu kepada yang memiliki jhana, bukan kepada yang tanpa jhana.

SN 54.8 itu adalah untuk mendapatkan konsentrasi kapanpun dapat masuk dengan mudah jika digabungkan jhana + anapanasati. Jika hanya jhana, meditator kadang butuh waktu untuk masuk atau tak mampu keluar sesuai tekad sebelumnya, dengan anapanasatilah jhana itu diperkuat. atau itu dikatakan sehungan dengan vayo kasina.
« Last Edit: 23 December 2017, 11:04:50 AM by abhassara »
Buddhisme awal = theravada, bukan sekte ekayana/buddhayana. Baca Mahavamsa dan Dipavamsa. Jangan biarkan sejarah terkubur. jangan biarkan fiksi buddhis menutup nonfiksi. tdk ada yg perlu disembunyikan. sadhu 3x
KBTI (keluarga Buddhayana Tsu chi indonesia). STI (Sangha Theravada Indonesia) #SaveSTI

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Anapanasati = vayo kasina; anapanasati = vipassana
« Reply #3 on: 23 December 2017, 11:46:15 AM »
Dalam EA 17.1 yang merupakan padanan MN 62 dalam Ekottarika Agama, dikatakan setelah menjalankan instruksi anapanasati dari Sang Buddha, Rahula mencapai jhana2 melalui latihan anapanasati dan menjadi seorang Arahant....
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Anapanasati = vayo kasina; anapanasati = vipassana
« Reply #4 on: 23 December 2017, 12:34:38 PM »
MN 119 Kāyagatāsati Sutta juga menjelaskan pencapaian jhana melalui perhatian pada pernafasan.

jika tidak tertulis dalam 1 sutta kita sebaiknya tidak terburu2 menyimpulkan tidak ada, melainkan crosscheck dulu dengan sutta-sutta lain.

Offline Arya Karniawan

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 284
  • Reputasi: 16
  • Gender: Male
  • Hooaaammmm..... :3
Re: Anapanasati = vayo kasina; anapanasati = vipassana
« Reply #5 on: 23 December 2017, 05:27:06 PM »
Adakah yang berlatih meditasi pernapasan? Hampir semua meditator. Tetapi adakah yang mencapai jhana dengan meditasi ini? Hampir dipastikan jawabannya senyap.
Mari kita kunjungi MN 10. Adakah di akhir atau di awal atau dipertengah sutta itu (MN 10) membahas jhana? Dengan cukup terasing ..... hingga jhana ke empat? Tidak ada! Adakah sutta lain tentang meditasi pernapasan juga jhana mengikuti dalam penjelasan? Saya pikir tidak ada. Adakah komentar di sutta menyatakan meditasi pernapasan menghasilkan jhana? Kita kesampingkan hal ini dulu karena Buddhaghosa mengatakan ada sekitar 20 meditasi dapat menghasilkan jhana.

Jika kita baca MN 10, kita akan melihat di sana dibahas Perhatian Benar dan Pandangan Terang. Apa itu Perhatian Benar? Ada 4 yaitu: berdiam merenungkan 1. jasmani sebagai jasmani, 2. perasaan sebagai perasaan, 3. pikiran sebagai pikiran, 4. objek-objek pikiran sebagai objek-objek pikiran, tekun, penuh perhatian dan kewaspadaan setelah meninggalkan kerinduan akan dunia. Ini disebut Perhatian Benar. Dan apakah Konsentrasi benar? jhana 1 hingga 4. Ini disebut konsentrasi benar. Adakah ini dibahas di sana? di MN 10? Tidak ada! Yang dibahas pandangan Terang.

Perenungan Jasmani
1. Perhatian pada Pernafasan
“Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu berdiam merenungkan jasmani sebagai jasmani? Di sini, seorang bhikkhu, pergi ke hutan atau ke bawah pohon atau ke sebuah gubuk kosong, duduk; setelah duduk bersila, menegakkan tubuhnya, dan menegakkan perhatian di depannya, penuh perhatian ia menarik nafas, penuh perhatian ia mengembuskan nafas. Menarik nafas panjang, ia memahami: ‘Aku menarik nafas panjang’; atau mengembuskan nafas panjang, ia memahami: ‘Aku mengembuskan nafas panjang.’ Menarik nafas pendek, ia memahami: ‘Aku menarik nafas pendek’; atau mengembuskan nafas pendek, ia memahami: ‘Aku mengembuskan nafas pendek.’ Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan menarik nafas dengan mengalami keseluruhan tubuh’; ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan mengembuskan nafas dengan mengalami keseluruhan tubuh.’ Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan menarik nafas dengan menenangkan bentukan jasmani’; Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan mengembuskan nafas dengan menenangkan bentukan jasmani.’ Bagaikan seorang pekerja bubut yang terampil atau muridnya, ketika melakukan putaran panjang, memahami: ‘Aku melakukan putaran panjang’; atau ketika melakukan putaran pendek, memahami: ‘Aku melakukan putaran pendek’; demikian pula, menarik nafas panjang, seorang bhikkhu memahami: ‘Aku menarik nafas panjang’ … ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan mengembuskan nafas dengan menenangkan bentukan jasmani.’

Pandangan Terang
“Dengan cara ini ia berdiam merenungkan jasmani sebagai jasmani secara internal, atau ia berdiam merenungkan jasmani sebagai jasmani secara eksternal, atau ia berdiam merenungkan jasmani sebagai jasmani secara internal dan eksternal. Atau ia berdiam merenungkan sifat munculnya dalam jasmani, atau ia berdiam merenungkan sifat lenyapnya dalam jasmani, atau ia berdiam merenungkan sifat muncul dan lenyapnya dalam jasmani. Atau penuh perhatian bahwa ‘ada jasmani’ muncul dalam dirinya hanya sejauh yang diperlukan bagi pengetahuan dan perhatian. Dan ia berdiam tanpa bergantung, tidak melekat pada apapun di dunia ini. Itu adalah bagaimana seorang bhikkhu berdiam merenungkan jasmani sebagai jasmani.
https://suttacentral.net/id/mn10

Adakah dibahas jhana? Tidak. Yang ada dibahas Perhatian Benar dan pandangan Terang.
Kesimpulan saya:
1. pembahasan ini diberikan kepada mereka yang tidak mampu mencapai 4 jhana atau lebih, atau biasanya yang hanya memiliki 1-3 jhana
2. Dengan perhatian benar dam pandangan teranglah mereka mencapai anagami atau arahat, bagi mereka yang sudah lulus jhana namun tidak bisa maju hingga 8 pencapaian.
3. Jika mencapai Arahat maka mereka akan melatih ini dan muncullah istilah Arahat tanpa jhana. Ketika menjadi Arahat, ia akan meninggalkan jhananya, dengan hanya fokus pada pernapasan.

Dalam keadaan apa dia melihat bentukan jasmani lenyap? :)
#Jhindra

Offline Sukma Kemenyan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.840
  • Reputasi: 109
Re: Anapanasati = vayo kasina; anapanasati = vipassana
« Reply #6 on: 24 December 2017, 08:04:30 AM »
Apa sih yg sebenernya mengkondisikan faktor2 Jhāna?

Apakah dikarenakan objek nya?
Atau pikiran yg berdiam nya?
Atau pengkondisian munculnya faktor?

terasing dari kenikmatan indria,
terasing dari yg tidak bermanfaat,
Memikirkan dan memeriksa,
bersukacita dan bahagia yang muncul dari keterasingan.

Lalu, apakah berdiam
...menantikan nafas,
...memeriksa nafas (keluar? masuk? panjang? pendek?)
...dengan sukacita dan bahagia atas nafas,
tidak dikatakan sebagai Jhāna Pertama ?

« Last Edit: 24 December 2017, 08:26:02 AM by Kemenyan »

Offline abhassara

  • Teman
  • **
  • Posts: 93
  • Reputasi: -3
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Anapanasati = vayo kasina; anapanasati = vipassana
« Reply #7 on: 24 December 2017, 09:28:39 AM »
Dalam keadaan apa dia melihat bentukan jasmani lenyap? :)
Bentukan jasmani lenyap pada jhana 4.

Intinya, saya ragu anapanasati menghasilkan jhana, daripada pusing-pusing meditasi anapanasati, lebih baik meditasi kasina saja, lebih mudah karena anapanasti nafas itu gak tentu. Atau latih saja kasina hingga dapat satu jhana baru transit ke anapanasati, ckckck. terutama kasina warna, tinggal persepsikan saja warna itu, print bentuk bulat atau beli kain warna atau bunga. Kalau bisa beli bunga (mungkin cowok agak malu) yang hidup, biar bisa lihat langsung ketidakkekalan, seberapa cantik/rupawan, Anda akan layu juga sampai mati. Atau jika tidak ya beli bunga mati, lebih hemat uang, trus duduk perepsikan saja sesuai warna apa yang kamu ingingkan. Waktu luang, trus persepsikan, lagi tidur juga persepsikan. Dengan begitu hayalan akan semakin berkurang.

*Untuk yang berlatih nila kasina, ingat bukan yang warna biru atau biru terang, tetapi warna nila (biru gelap). Pelangi ada 7 warna, yang warna nomor 6, itulah nila. Harus dibedakan dengan blue
« Last Edit: 24 December 2017, 09:36:39 AM by abhassara »
Buddhisme awal = theravada, bukan sekte ekayana/buddhayana. Baca Mahavamsa dan Dipavamsa. Jangan biarkan sejarah terkubur. jangan biarkan fiksi buddhis menutup nonfiksi. tdk ada yg perlu disembunyikan. sadhu 3x
KBTI (keluarga Buddhayana Tsu chi indonesia). STI (Sangha Theravada Indonesia) #SaveSTI

Offline Arya Karniawan

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 284
  • Reputasi: 16
  • Gender: Male
  • Hooaaammmm..... :3
Re: Anapanasati = vayo kasina; anapanasati = vipassana
« Reply #8 on: 24 December 2017, 12:19:08 PM »
Bentukan jasmani lenyap pada jhana 4.

Intinya, saya ragu anapanasati menghasilkan jhana, daripada pusing-pusing meditasi anapanasati, lebih baik meditasi kasina saja, lebih mudah karena anapanasti nafas itu gak tentu. Atau latih saja kasina hingga dapat satu jhana baru transit ke anapanasati, ckckck. terutama kasina warna, tinggal persepsikan saja warna itu, print bentuk bulat atau beli kain warna atau bunga. Kalau bisa beli bunga (mungkin cowok agak malu) yang hidup, biar bisa lihat langsung ketidakkekalan, seberapa cantik/rupawan, Anda akan layu juga sampai mati. Atau jika tidak ya beli bunga mati, lebih hemat uang, trus duduk perepsikan saja sesuai warna apa yang kamu ingingkan. Waktu luang, trus persepsikan, lagi tidur juga persepsikan. Dengan begitu hayalan akan semakin berkurang.

*Untuk yang berlatih nila kasina, ingat bukan yang warna biru atau biru terang, tetapi warna nila (biru gelap). Pelangi ada 7 warna, yang warna nomor 6, itulah nila. Harus dibedakan dengan blue

Lalu apakah bentukan jasmani itu? :)
#Jhindra

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Anapanasati = vayo kasina; anapanasati = vipassana
« Reply #9 on: 24 December 2017, 01:55:08 PM »
Bentukan jasmani lenyap pada jhana 4.

Intinya, saya ragu anapanasati menghasilkan jhana, daripada pusing-pusing meditasi anapanasati, lebih baik meditasi kasina saja, lebih mudah karena anapanasti nafas itu gak tentu. Atau latih saja kasina hingga dapat satu jhana baru transit ke anapanasati, ckckck. terutama kasina warna, tinggal persepsikan saja warna itu, print bentuk bulat atau beli kain warna atau bunga. Kalau bisa beli bunga (mungkin cowok agak malu) yang hidup, biar bisa lihat langsung ketidakkekalan, seberapa cantik/rupawan, Anda akan layu juga sampai mati. Atau jika tidak ya beli bunga mati, lebih hemat uang, trus duduk perepsikan saja sesuai warna apa yang kamu ingingkan. Waktu luang, trus persepsikan, lagi tidur juga persepsikan. Dengan begitu hayalan akan semakin berkurang.

*Untuk yang berlatih nila kasina, ingat bukan yang warna biru atau biru terang, tetapi warna nila (biru gelap). Pelangi ada 7 warna, yang warna nomor 6, itulah nila. Harus dibedakan dengan blue

ini mungkin pengalaman pribadi, orang lain tentu punya pengalaman berbeda

Offline Alucard Lloyd

  • Sebelumnya: a.k.agus
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 529
  • Reputasi: 13
  • Gender: Male
  • buddho
Re: Anapanasati = vayo kasina; anapanasati = vipassana
« Reply #10 on: 25 December 2017, 03:41:00 PM »
Bentukan jasmani lenyap pada jhana 4.

Intinya, saya ragu anapanasati menghasilkan jhana, daripada pusing-pusing meditasi anapanasati, lebih baik meditasi kasina saja, lebih mudah karena anapanasti nafas itu gak tentu. Atau latih saja kasina hingga dapat satu jhana baru transit ke anapanasati, ckckck. terutama kasina warna, tinggal persepsikan saja warna itu, print bentuk bulat atau beli kain warna atau bunga. Kalau bisa beli bunga (mungkin cowok agak malu) yang hidup, biar bisa lihat langsung ketidakkekalan, seberapa cantik/rupawan, Anda akan layu juga sampai mati. Atau jika tidak ya beli bunga mati, lebih hemat uang, trus duduk perepsikan saja sesuai warna apa yang kamu ingingkan. Waktu luang, trus persepsikan, lagi tidur juga persepsikan. Dengan begitu hayalan akan semakin berkurang.

*Untuk yang berlatih nila kasina, ingat bukan yang warna biru atau biru terang, tetapi warna nila (biru gelap). Pelangi ada 7 warna, yang warna nomor 6, itulah nila. Harus dibedakan dengan blue

Jhana ke 4 tidak menghilangkan jasmani.
Jhana ke 4 hanya tidak melekat pada jasmani lagi.
Jadi sensasi jhana ke 4 tetap dapat di rasakan bila ada kontak,... Katakan ada org yang memanggil nama nya, atau ada yang menyentuh tubuhnya maka bahtin yang berada di jhana ke 4 masih dapat merasakannya. Dalam kata lain jasmani bentukan jasmani masih ada hanya tidak melekat....

Anapanasati jangan di anggap tidak berguna tidak semua bahtin manusia sama level nya. Ada yang sebagian orang justru bisa karena anapanasati bukan yang lain... Cuma banyak di luar sana latihan anapanasati yang di terjemahkan dengan salah.

Latihan anapanasati justru alat termudah karena semua org bisa selama masih bernafas. Tidak semua orang jago dalam bervisualisasi. Inti dari latihan meditasi buddhist adalah mengerti akan km4 dan mendapat pengembangan kepribadian yang lebih baik lagi,... Maka itu mereka bisa disebut para pemasuk arus.
Agama ku tidak bernama
Karena guru ku telah parinibbana
Yang tertinggal hanyalah dahmma
Agar aku dapat mencapai nibbana

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: Anapanasati = vayo kasina; anapanasati = vipassana
« Reply #11 on: 26 December 2017, 09:55:53 AM »
Dalam EA 17.1 yang merupakan padanan MN 62 dalam Ekottarika Agama, dikatakan setelah menjalankan instruksi anapanasati dari Sang Buddha, Rahula mencapai jhana2 melalui latihan anapanasati dan menjadi seorang Arahant....

Terlepas dari "menurut sutta, Anapanasati bisa masuk jhana" yang tak perlu diperdebatkan lagi oleh orang-orang normal, sebetulnya soal kondisi anapanasati di jhana 4 ini menarik juga sebab mengacu pada AN.9.31 (anupubbanirodhasutta), nafas berhenti di jhana 4. Objek konsentrasinya tidak ada lagi, lalu apa yang terjadi?

Offline abhassara

  • Teman
  • **
  • Posts: 93
  • Reputasi: -3
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Anapanasati = vayo kasina; anapanasati = vipassana
« Reply #12 on: 26 December 2017, 10:13:40 AM »
ini mungkin pengalaman pribadi, orang lain tentu punya pengalaman berbeda
mungkin demikianlah
Buddhisme awal = theravada, bukan sekte ekayana/buddhayana. Baca Mahavamsa dan Dipavamsa. Jangan biarkan sejarah terkubur. jangan biarkan fiksi buddhis menutup nonfiksi. tdk ada yg perlu disembunyikan. sadhu 3x
KBTI (keluarga Buddhayana Tsu chi indonesia). STI (Sangha Theravada Indonesia) #SaveSTI

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Anapanasati = vayo kasina; anapanasati = vipassana
« Reply #13 on: 26 December 2017, 11:43:27 AM »
Terlepas dari "menurut sutta, Anapanasati bisa masuk jhana" yang tak perlu diperdebatkan lagi oleh orang-orang normal, sebetulnya soal kondisi anapanasati di jhana 4 ini menarik juga sebab mengacu pada AN.9.31 (anupubbanirodhasutta), nafas berhenti di jhana 4. Objek konsentrasinya tidak ada lagi, lalu apa yang terjadi?


Langkah keempat anapanasati berbunyi:  Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan menarik nafas dengan menenangkan bentukan jasmani’; ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan mengembuskan nafas dengan menenangkan bentukan jasmani’
Di sini padanan Agama nya menyebutkan 'Aku akan menarik/menghembuskan nafas dengan menghentikan bentukan jasmani’
Menurut komentar tradisi Theravada (Visudhimagga) maupun Sarvastivada (Mahavibhasa), langkah keempat ini menunjuk pada pencapaian jhana keempat di mana bentukan jasmani (yaitu napas masuk dan keluar) lenyap.
Pertanyaannya: bagaimana mungkin bisa bermeditasi pada objek napas jika napasnya udah lenyap? Komentar menjelaskan: walaupun napas berhenti, namun tanda/ciri napas masuk keluar sudah digenggam dalam pikiran dan tanda itulah yang menjadi objeknya.

Selengkapnya bisa dibaca di buku Mindfulness in Early Buddhism: https://books.google.co.id/books?id=aAl9AgAAQBAJ&pg=PA73&lpg=PA73&dq=how+mindfulness+on+breathing+lead+to+jhana&source=bl&ots=mmnnXjkgX4&sig=NDBY3SDb5d788tGrE2LyRWwC0CA&hl=en&sa=X&ved=0ahUKEwiAhp-t56bYAhXCto8KHYXVD8kQ6AEIZTAJ#v=onepage&q&f=false
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: Anapanasati = vayo kasina; anapanasati = vipassana
« Reply #14 on: 27 December 2017, 09:58:37 AM »
Langkah keempat anapanasati berbunyi:  Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan menarik nafas dengan menenangkan bentukan jasmani’; ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan mengembuskan nafas dengan menenangkan bentukan jasmani’
Di sini padanan Agama nya menyebutkan 'Aku akan menarik/menghembuskan nafas dengan menghentikan bentukan jasmani’
Menurut komentar tradisi Theravada (Visudhimagga) maupun Sarvastivada (Mahavibhasa), langkah keempat ini menunjuk pada pencapaian jhana keempat di mana bentukan jasmani (yaitu napas masuk dan keluar) lenyap.
Pertanyaannya: bagaimana mungkin bisa bermeditasi pada objek napas jika napasnya udah lenyap? Komentar menjelaskan: walaupun napas berhenti, namun tanda/ciri napas masuk keluar sudah digenggam dalam pikiran dan tanda itulah yang menjadi objeknya.

Selengkapnya bisa dibaca di buku Mindfulness in Early Buddhism: https://books.google.co.id/books?id=aAl9AgAAQBAJ&pg=PA73&lpg=PA73&dq=how+mindfulness+on+breathing+lead+to+jhana&source=bl&ots=mmnnXjkgX4&sig=NDBY3SDb5d788tGrE2LyRWwC0CA&hl=en&sa=X&ved=0ahUKEwiAhp-t56bYAhXCto8KHYXVD8kQ6AEIZTAJ#v=onepage&q&f=false
Info yang menarik.  :jempol:
Buat saya ini tetap tidak menjawab masalah karena berarti awalnya dia memusatkan perhatian pada objek satu (nafas keluar-masuk), kemudian tiba2 pindah ke objek lain ('tanda' nafas yang bukan nafas itu sendiri). Tapi saya cukup puas juga dengan bahasannya. Thanks.