Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Anapanasati = vayo kasina; anapanasati = vipassana  (Read 1252 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.219
  • Reputasi: 43
Re: Anapanasati = vayo kasina; anapanasati = vipassana
« Reply #15 on: 19 January 2019, 12:25:50 PM »
Anapanasati bisa menghasilkan jhana seperti dalam SN 54.8:

“Oleh karena itu, para bhikkhu, jika seorang bhikkhu menghendaki: ‘Semoga aku, dengan terasing dari kenikmatan indria, terasing dari kondisi-kondisi tidak bermanfaat, masuk dan berdiam dalam jhāna pertama, yang disertai dengan pemikiran dan pemeriksaan, dengan sukacita dan kebahagiaan yang muncul dari keterasingan,’ maka konsentrasi melalui perhatian pada pernapasan yang sama ini harus ditekuni dengan sungguh-sungguh.

“Oleh karena itu, para bhikkhu, jika seorang bhikkhu menghendaki: ‘Semoga aku, dengan meredanya pemikiran dan pemeriksaan, masuk dan berdiam dalam jhāna ke dua, yang memiliki keyakinan internal dan keterpusatan pikiran, tanpa pemikiran dan pemeriksaan, dan memiliki kegembiraan dan kebahagiaan yang muncul dari konsentrasi,’ maka konsentrasi melalui perhatian pada pernapasan yang sama ini harus ditekuni dengan sungguh-sungguh.

“Oleh karena itu, para bhikkhu, jika seorang bhikkhu menghendaki: ‘Semoga aku, dengan meluruhnya sukacita, berdiam dengan seimbang dan, penuh perhatian dan memahami dengan jernih, semoga aku mengalami kebahagiaan dengan jasmani; semoga aku masuk dan berdiam dalam jhāna ke tiga yang dikatakan oleh para mulia: “Ia berdiam seimbang, penuh perhatian, seorang yang berdiam dengan bahagia,”’ maka konsentrasi melalui perhatian pada pernapasan yang sama ini harus ditekuni dengan sungguh-sungguh.

“Oleh karena itu, para bhikkhu, jika seorang bhikkhu menghendaki: ‘Semoga aku, dengan meninggalkan kesenangan dan kesakitan, dan dengan pelenyapan sebelumnya kegembiraan dan ketidak-senangan, masuk dan berdiam dalam jhāna ke empat, yang bukan-menyakitkan juga bukan-menyenangkan dan termasuk pemurnian perhatian oleh keseimbangan,’ maka konsentrasi melalui perhatian pada pernapasan yang sama ini harus ditekuni dengan sungguh-sungguh.

Ini Baru bahasa yang bisa di mengerti oleh gelombang pendek.terima kasih.
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.219
  • Reputasi: 43
Re: Anapanasati = vayo kasina; anapanasati = vipassana
« Reply #16 on: 19 January 2019, 09:00:10 PM »
Bentukan jasmani lenyap pada jhana 4.

Intinya, saya ragu anapanasati menghasilkan jhana, daripada pusing-pusing meditasi anapanasati, lebih baik meditasi kasina saja, lebih mudah karena anapanasti nafas itu gak tentu. Atau latih saja kasina hingga dapat satu jhana baru transit ke anapanasati, ckckck. terutama kasina warna, tinggal persepsikan saja warna itu, print bentuk bulat atau beli kain warna atau bunga. Kalau bisa beli bunga (mungkin cowok agak malu) yang hidup, biar bisa lihat langsung ketidakkekalan, seberapa cantik/rupawan, Anda akan layu juga sampai mati. Atau jika tidak ya beli bunga mati, lebih hemat uang, trus duduk perepsikan saja sesuai warna apa yang kamu ingingkan. Waktu luang, trus persepsikan, lagi tidur juga persepsikan. Dengan begitu hayalan akan semakin berkurang.

*Untuk yang berlatih nila kasina, ingat bukan yang warna biru atau biru terang, tetapi warna nila (biru gelap). Pelangi ada 7 warna, yang warna nomor 6, itulah nila. Harus dibedakan dengan blue
Khayalan berkurang tapi jika tidak beruntung berkembang jadi halusinasi.Faktor kesesuaian termasuk dalam kamus keberuntungan.
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.219
  • Reputasi: 43
Re: Anapanasati = vayo kasina; anapanasati = vipassana
« Reply #17 on: 19 January 2019, 09:18:16 PM »
Langkah keempat anapanasati berbunyi:  Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan menarik nafas dengan menenangkan bentukan jasmani’; ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan mengembuskan nafas dengan menenangkan bentukan jasmani’
Di sini padanan Agama nya menyebutkan 'Aku akan menarik/menghembuskan nafas dengan menghentikan bentukan jasmani’
Menurut komentar tradisi Theravada (Visudhimagga) maupun Sarvastivada (Mahavibhasa), langkah keempat ini menunjuk pada pencapaian jhana keempat di mana bentukan jasmani (yaitu napas masuk dan keluar) lenyap.
Pertanyaannya: bagaimana mungkin bisa bermeditasi pada objek napas jika napasnya udah lenyap? Komentar menjelaskan: walaupun napas berhenti, namun tanda/ciri napas masuk keluar sudah digenggam dalam pikiran dan tanda itulah yang menjadi objeknya.

Selengkapnya bisa dibaca di buku Mindfulness in Early Buddhism: https://books.google.co.id/books?id=aAl9AgAAQBAJ&pg=PA73&lpg=PA73&dq=how+mindfulness+on+breathing+lead+to+jhana&source=bl&ots=mmnnXjkgX4&sig=NDBY3SDb5d788tGrE2LyRWwC0CA&hl=en&sa=X&ved=0ahUKEwiAhp-t56bYAhXCto8KHYXVD8kQ6AEIZTAJ#v=onepage&q&f=false
Langkah keempat anapanasati berbunyi:  Ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan menarik nafas dengan menenangkan bentukan jasmani’; ia berlatih sebagai berikut: ‘Aku akan mengembuskan nafas dengan menenangkan bentukan jasmani’
Di sini padanan Agama nya menyebutkan 'Aku akan menarik/menghembuskan nafas dengan menghentikan bentukan jasmani’
Menurut komentar tradisi Theravada (Visudhimagga) maupun Sarvastivada (Mahavibhasa), langkah keempat ini menunjuk pada pencapaian jhana keempat di mana bentukan jasmani (yaitu napas masuk dan keluar) lenyap.
Pertanyaannya: bagaimana mungkin bisa bermeditasi pada objek napas jika napasnya udah lenyap? Komentar menjelaskan: walaupun napas berhenti, namun tanda/ciri napas masuk keluar sudah digenggam dalam pikiran dan tanda itulah yang menjadi objeknya.

Selengkapnya bisa dibaca di buku Mindfulness in Early Buddhism: https://books.google.co.id/books?id=aAl9AgAAQBAJ&pg=PA73&lpg=PA73&dq=how+mindfulness+on+breathing+lead+to+jhana&source=bl&ots=mmnnXjkgX4&sig=NDBY3SDb5d788tGrE2LyRWwC0CA&hl=en&sa=X&ved=0ahUKEwiAhp-t56bYAhXCto8KHYXVD8kQ6AEIZTAJ#v=onepage&q&f=false



Bisakah di bantu menjelaskan arti kata lenyap?apakah nafas itu tidak ada atau berhenti bekerja? Atau fokusnya teralih ke areal khayalan?apa yang dimaksud digenggam itu seperti bernafas cuma di pikiran?Atau perhatian  sudah beralih mengamati lebih jauh sehingga terkadang terlihat begitu banyak gerakan nafas seperti ada beberapa orang yang sedang bernafas di tempat dan dengan posisi yang sama?
« Last Edit: 19 January 2019, 09:20:26 PM by Sostradanie »
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)