Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Paham vegetarian sesuai dengan asas Budhist  (Read 57363 times)

0 Members and 3 Guests are viewing this topic.

Offline nayrexus

  • Teman
  • **
  • Posts: 79
  • Reputasi: 2
  • Gender: Male
  • Nyalakan lilin kebahagiaan orang di sekitar Anda.
Paham vegetarian sesuai dengan asas Budhist
« on: 23 September 2013, 12:10:57 PM »
”Di dalam
beberapa sutra, Sang Buddha
menjelaskan bahwa kalian tidak
boleh makan daging dari para
makhluk hidup. Tetapi, pada awal
dari ajaran-Nya, Dia mengizinkan
orang untuk makan tiga jenis daging
yang dimurnikan. Itu berarti, kalian
tidak membunuhnya sendiri; kalian
tidak mendengar jerit tangis
hewannya pada saat hendak
dibunuh; dan hewan-hewan yang
mati dikarenakan penyakit atau mati
secara alami pada usia tua, kalian
boleh memakannya. Tetapi,
kemudian di dalam Sutra
Surangama, Dia mengatakan kepada
para biarawan, 'Sekarang kalian
telah maju dan tumbuh dewasa,
jangan makan daging lagi.' Dan di
dalam Sutra Nirwana, kitab suci
lainnya, seorang biarawan bertanya
kepada Sang Buddha, 'Jika seseorang
menawarkan kita makanan dan di
dalamnya terdapat daging, apa yang
harus kita lakukan?' Maka, Sang
Buddha berkata, 'Cucilah bagian
yang terkena daging dan makanlah.'
Jadi, jika Dia menyuruh murid-Nya
untuk tidak makan daging, Dia
sendiri mestinya juga tidak makan.
Dan di dalam kitab suci lain, Sutra
Lankavatara, Sang Buddha
mengatakan, 'Makan daging akan
menghasilkan pengaruh yang sangat
buruk di dunia; akan menimbulkan
perang dan menciptakan beberapa
jenis hantu pemakan daging serta
hantu pengisap darah.'"
Di dalam buku contoh-Nya, Guru
juga menjelaskan bahwa yang
dimakan Sang Buddha bukanlah
daging babi, tetapi sejenis jamur
yang disebut “kaki babi”, atau
“kesukaan babi”. Jamur ini tidak bisa
ditemukan di atas tanah; jamur ini
tumbuhnya di bawah tanah. Jika
orang ingin menemukannya, mereka
harus mencarinya dengan bantuan
seekor babi tua yang sangat suka
memakan jamur jenis ini. Babi
mendeteksinya dengan menggunakan
penciuman mereka, dan ketika
menemukannya, mereka
menggunakan kakinya untuk
menggali dalam lumpur untuk
menemukan dan memakannya.
Itulah mengapa jamur jenis ini
disebut “kesukaan babi” atau “kaki
babi”. Tetapi, karena diterjemahkan
secara gegabah dan orang tidak
sungguh-sungguh memahami asal
mulanya, ini telah membuat
generasi berikutnya menjadi salah
paham dan salah mengira bahwa
Sang Buddha adalah seorang
pemakan daging. Ini sungguh
merupakan hal yang sangat
disesalkan.
Beberapa orang juga berpikir bahwa
karena mereka tidak membunuh
daging di pasar oleh tangan mereka
sendiri, maka boleh memakannya.
Tetapi, pembunuhan sebenarnya
dilakukan secara tidak langsung
untuk mereka, maka prinsip yang
benar adalah “Tidak ada permintaan,
tidak ada pembunuhan.”
Sebagian orang bahkan berpikir
bahwa tidaklah penting untuk
bervegetarian dipandang dari segi
spiritual. Tetapi, telah dinyatakan
dengan sangat jelas dalam Sutra
Avatamsaka: “Semua Buddha dan
Bodhisatwa pada dasarnya berlatih
prinsip welas asih agung.
Penderitaan dari makhluk hidup
menimbulkan welas asih agung
Mereka. Dari welas asih agung ini
menimbulkan kebijaksanaan agung,
dan dengan kebijaksanaan agung ini
Mereka mencapai pencerahan
tertinggi.” Guru menguraikannya
lebih lanjut: “Di dalam Sutra
Surangama, Buddha Sakyamuni
mengatakan, "Praktisi spiritual yang
makan daging makhluk hidup, paling
tinggi hanya dapat mencapai tingkat
raja Maya." Itu tidak berarti bahwa
kita dapat menjadi raja Maya dengan
makan daging! Artinya adalah
tingkat kita begitu rendah dan
begitu tidak berwelas asih sehingga
kita hanya berhak untuk menjadi
raja Maya. Diet vegetarian tidak
membuat manusia menjadi Buddha,
tidak juga diet daging membuat
manusia menjadi setan. Ini hanya
menunjukkan bahwa orang yang
masih bisa makan daging atau yang
masih menikmati makan daging para
makhluk hidup mempunyai sedikit
welas asih dalam hati mereka.
Walaupun mereka masih bisa
menikmati hidup sambil makan
daging, tidaklah mungkin bagi Sifat
Kebuddhaan mereka tewujud
sepenuhnya dalam diri mereka! Jika
Sifat Kebuddhaan mereka telah
berkembang penuh, maka mereka
akan terganggu saat melihat daging;
mereka akan merasakan penderitaan
makhluk hidup, dan mereka tidak
akan berani atau berharap untuk
makan daging. Akan menjadi sangat
menderita bagi mereka untuk
menelan daging; mereka tidak bisa
memakannya. Tubuh dan pikiran
mereka tidak akan bisa
menerimanya. Mata mereka akan
menolak untuk memandangnya dan
mulut mereka akan menolak untuk
mencicipinya; itu akan menjadi
reaksi otomatis.” (Disampaikan oleh
Maha Guru Ching Hai pada meditasi
kelompok di Taipei, Formosa, 14 April
1989)
Beberapa orang berkata bahwa
sewaktu mereka makan daging harus
melepaskan kemelekatan terhadap
daging, jadi mereka mengatakan
bahwa para vegetarian yang makan
tiruan ikan, ayam, dan daging babi,
dsb. menunjukkan bahwa mereka
masih mengidamkan daging.
Pemahaman saya adalah bahwa
pengganti daging dibuat menarik
untuk memuaskan mereka yang
terbiasa dengan rasa daging dan
membantu mereka untuk berpindah
ke diet vegetarian dengan lebih
mudah; yang terpenting, ini tidak
ada hubungannya dengan
pembunuhan sungguhan dan
membantu kasih kita tumbuh
dengan alami.
Tidak diragukan bahwa vegetarian
sesuai dengan asas Buddhis.
Mengapa Sang Buddha
mencantumkan “Tidak membunuh”
sebagai sila pertama dari Lima Sila
jika Dia tidak vegetarian dan jika
Dia tidak meminta murid-muridnya
untuk berdiet vegetarian?
Berikut ini adalah beberapa
instruksi dari Buddha Sakyamuni
tentang diet vegetarian:
Sutra Brahmajala
“Orang yang makan daging merusak
bibit maha welas asih dari Sifat
Kebuddhaan mereka sendiri, dan
makhluk hidup mana pun yang
melihat mereka akan meninggalkan
mereka. Oleh karena itu, semua
Bodhisatwa harus menghindari
makan daging dari makhluk hidup
mana pun, karena hal ini akan
mendatangkan dosa yang tiada
batasnya.”
Sutra Surangama
“Orang yang makan daging akan
terjatuh ke jalan yang mengerikan
dari transmigrasi dan menderita
kesakitan yang tiada batasnya.”
“Orang yang makan daging tidak
akan pernah sukses dalam
mendapatkan berkah apa pun atau
jasa yang mereka doakan.”
“Pemakan daging menyebabkan
makhluk surgawi menghindari
mereka dan makhluk hidup lainnya
takut terhadap mereka.”
Sutra Lankavatara
“Semua orang suci tidak suka makan
darah atau daging…. para makhluk
Surgawi tidak pernah mendekati
orang yang makan daging karena
mulut mereka selalu mempunyai bau
busuk…. Daging adalah tidak bagus,
daging tidak bersih; pemakan
daging menimbulkan setan dan
menghancurkan pahala dan berkah.
Para suci mencela makan daging!”
“Pada suatu tempat, saya melarang
orang untuk makan sepuluh jenis
daging dan mengizinkan mereka
untuk makan tiga jenis daging
murni, untuk membantu mereka
berhenti makan daging secara
berangsur-angsur dan kemudian
memulai latihan spiritual. Sekarang
saya berkata: saya melarang semua
jenis daging, tanpa menghiraukan
apakah binatangnya mati secara
alami atau dibunuh. Saya tidak
pernah mengizinkan murid-murid
saya untuk makan daging, dan saya
tidak akan mengizinkannya saat ini
atau masa yang akan datang.”
“Semua makhluk hidup datang dari
sumber yang sama. Melalui banyak
reinkarnasi, semua makhluk hidup
telah menjadi saudara satu sama
lainnya. Bagaimana bisa kita makan
daging dari saudara kita?”
Sutra Nirwana
Kasyapa bertanya kepada Sang
Buddha: “Mengapa sebelumnya Guru
mengizinkan para biksu untuk
makan ‘tiga daging murni’ atau
bahkan ‘sembilan daging murni’?”
Sang Buddha berkata, “Adalah suatu
kebiasaan untuk mengikuti
kebutuhan dari suatu kesempatan,
dan sebagai langkah yang berangsur-
angsur dalam pemisahan
sesungguhnya dari makan daging.”



Sumber: http://kontaktuhan.org/news/news176/eLetter/vg_54.htm
Jangan Berbuat Jahat,
Banyaklah Berbuat Baik,
Sucikan Hati dan Pikiran,
Inilah Ajaran Para Budha.

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.750
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: Paham vegetarian sesuai dengan asas Budhist
« Reply #1 on: 23 September 2013, 12:44:25 PM »
yah, mulai lagi deh....
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Paham vegetarian sesuai dengan asas Budhist
« Reply #2 on: 23 September 2013, 12:57:58 PM »
kadang jenuh juga baca thread macam begini..
dan begitu susahnya melihat orang lain tidak vegetarian..
dan begitu sangat ingin mengubah orang lain agar mengikuti apa maunya..

Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline kiyomi

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 142
  • Reputasi: 11
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Paham vegetarian sesuai dengan asas Budhist
« Reply #3 on: 23 September 2013, 01:05:35 PM »
kadang jenuh juga baca thread macam begini..
dan begitu susahnya melihat orang lain tidak vegetarian..
dan begitu sangat ingin mengubah orang lain agar mengikuti apa maunya..

Positif thinking aja, agama Buddha kan bukan hanya 1 aliran bukan? dan tempatnya juga di subtopik vegetarian.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Paham vegetarian sesuai dengan asas Budhist
« Reply #4 on: 23 September 2013, 01:16:12 PM »
raja Maya =))

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Paham vegetarian sesuai dengan asas Budhist
« Reply #5 on: 23 September 2013, 01:19:28 PM »
Positif thinking aja, agama Buddha kan bukan hanya 1 aliran bukan? dan tempatnya juga di subtopik vegetarian.
walau subtopik vegetarian, apakah harus diisi dengan hanya "propaganda vegetarian" ?
saya pikir terlalu monoton jika isinya hanya propaganda vegetarian.
pertanyaan saya : apakah tidak bisa thread lain selain propaganda vegetarian ?
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Paham vegetarian sesuai dengan asas Budhist
« Reply #6 on: 23 September 2013, 01:25:43 PM »
jadi intinya motivasi bervegetarian itu apa sih? saya jadi bingung bacanya?

untuk kesucian?
untuk welas asih?
untuk ikut2 Sang Buddha? (karena Buddha jg "vegetarian" (?))
untuk mencegah perang?
untuk mencegah ada hantu penghisap darah?
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline nayrexus

  • Teman
  • **
  • Posts: 79
  • Reputasi: 2
  • Gender: Male
  • Nyalakan lilin kebahagiaan orang di sekitar Anda.
Re: Paham vegetarian sesuai dengan asas Budhist
« Reply #7 on: 23 September 2013, 01:28:02 PM »
Ada sgt banyak pintu Dharma. Silahkan pilih yang cocok dgn karakter diri kt masing2. Toh ujungnya satu kesatuan..Tanpa saling mengolok2 ajaran lain. yg paling penting pembinaan ke dalam..
Segala sesuatu menjadi cermin atau refleksi tuk diri sendiri bkn menghakimi.

salam damai.^^
Jangan Berbuat Jahat,
Banyaklah Berbuat Baik,
Sucikan Hati dan Pikiran,
Inilah Ajaran Para Budha.

Offline kiyomi

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 142
  • Reputasi: 11
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Paham vegetarian sesuai dengan asas Budhist
« Reply #8 on: 23 September 2013, 01:42:17 PM »
walau subtopik vegetarian, apakah harus diisi dengan hanya "propaganda vegetarian" ?
saya pikir terlalu monoton jika isinya hanya propaganda vegetarian.
pertanyaan saya : apakah tidak bisa thread lain selain propaganda vegetarian ?

monoton/tidak itu subjektif ya menurut saya, bukankah waktu itu kita sudah sepakat vegetarian=tidak mendukung penjagalan yang menyediakan daging adalah kebenaran universal? Ato bro ada ide bagus thread apa yang tidak monoton?

Offline nayrexus

  • Teman
  • **
  • Posts: 79
  • Reputasi: 2
  • Gender: Male
  • Nyalakan lilin kebahagiaan orang di sekitar Anda.
Re: Paham vegetarian sesuai dengan asas Budhist
« Reply #9 on: 23 September 2013, 01:47:30 PM »
Hm sbtulny sy mw edit  lg yg mengenai mkan daging. tp trnyta ud ga bs edit.. td lgsg copas, lupa disaring.hehe

saudara/i,bila ad yg dirasa krg berkenan dpt diabaikan saja.
Jangan Berbuat Jahat,
Banyaklah Berbuat Baik,
Sucikan Hati dan Pikiran,
Inilah Ajaran Para Budha.

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Paham vegetarian sesuai dengan asas Budhist
« Reply #10 on: 23 September 2013, 01:53:55 PM »
monoton/tidak itu subjektif ya menurut saya, bukankah waktu itu kita sudah sepakat vegetarian=tidak mendukung penjagalan yang menyediakan daging adalah kebenaran universal? Ato bro ada ide bagus thread apa yang tidak monoton?
apa hubungannya kesepakatan dengan thread ini ?

saya mengatakan monoton, karena terus terang saja, apa bro / sis kiyomi tidak jenuh mengenai perdebatan vege non vege yang tidak berakhir ? cobalah lihat, kebanyakan thread seperti ini ujung2nya berakhir seperti apa ? tidak bosan ? ;D

Sisi lain, posting lah yang lebih bermanfaat yang tidak hanya mengundang debat kusir saja. Contoh agar tidak monoton ? banyak hal yang bisa dilakukan, saya kasih contoh,
1. salah satunya, bisa post resep vegetarian bukan ? perbanyak saja resep vegetarian yang ada, atau
2. anda bisa share di mana restoran vegetarian yang enak.. mungkin akan saya mampir ke sana.. daripada postingan2 yang seperti ini yang ujung2nya mengundang kontroversi..
3. kaum vegetarian selalu mencap peternakan sebagai sumber global warming. jika kalian peduli dengan global warming, cobalah posting hal2 yang berhubungan dengan perbaikan lingkungan. Misal trik memanfaatkan barang2 yang tidak terpakai, diolah menjadi kerajinan tangan, sebagai salah satu wujud perbaikan lingkungan..

sudah saya kasih sample posting, saya tunggu sepak terjang kiyomi dkk sharing resep / trik kerajinan tangan yang mantap
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: Paham vegetarian sesuai dengan asas Budhist
« Reply #11 on: 23 September 2013, 01:54:22 PM »
Quote
Kasyapa bertanya kepada Sang Buddha: “Mengapa sebelumnya Guru mengizinkan para biksu untuk makan ‘tiga daging murni’ atau bahkan ‘sembilan daging murni’?”

Sang Buddha berkata, “Adalah suatu kebiasaan untuk mengikuti kebutuhan dari suatu kesempatan, dan sebagai langkah yang berangsur-angsur dalam pemisahan sesungguhnya dari makan daging.”

Dengan adanya gambaran Buddha yang begitu diplomatis dan angin-anginan seperti politikus begini, mungkin di masa depan bisa diharapkan ada sutra yang mengizinkan seks bebas.


Sudinna bertanya kepada Sang Buddha: “Mengapa sebelumnya Guru melarang seks bebas?”

Sang Buddha berkata, “Adalah suatu kebiasaan Buddha untuk lihat-lihat kebutuhan dan kesempatan, dan sebagai langkah yang berangsur-angsur dalam pemisahan sesungguhnya dari kehidupan selibat ke seks pilih-pilih sampai menjadi seks tanpa pilih-pilih.”

Ajaran yang tidak konsisten dan maknanya bisa di-patch-update sewaktu-waktu adalah ajaran yang tidak bisa diandalkan.


Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Paham vegetarian sesuai dengan asas Budhist
« Reply #12 on: 23 September 2013, 01:59:48 PM »
Ada sgt banyak pintu Dharma. Silahkan pilih yang cocok dgn karakter diri kt masing2. Toh ujungnya satu kesatuan..Tanpa saling mengolok2 ajaran lain. yg paling penting pembinaan ke dalam..
Segala sesuatu menjadi cermin atau refleksi tuk diri sendiri bkn menghakimi.

salam damai.^^

sebelum Rekan Dilbert muncul, saya mau bertanya dulu, dari mana sumber pernyataan anda tentang "Ada sgt banyak pintu Dharma" itu? tolong minta referensinya.

Offline kiyomi

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 142
  • Reputasi: 11
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Paham vegetarian sesuai dengan asas Budhist
« Reply #13 on: 23 September 2013, 02:00:36 PM »
apa hubungannya kesepakatan dengan thread ini ?

saya mengatakan monoton, karena terus terang saja, apa bro / sis kiyomi tidak jenuh mengenai perdebatan vege non vege yang tidak berakhir ? cobalah lihat, kebanyakan thread seperti ini ujung2nya berakhir seperti apa ? tidak bosan ? ;D

Sisi lain, posting lah yang lebih bermanfaat yang tidak hanya mengundang debat kusir saja. Contoh agar tidak monoton ? banyak hal yang bisa dilakukan, saya kasih contoh,
1. salah satunya, bisa post resep vegetarian bukan ? perbanyak saja resep vegetarian yang ada, atau
2. anda bisa share di mana restoran vegetarian yang enak.. mungkin akan saya mampir ke sana.. daripada postingan2 yang seperti ini yang ujung2nya mengundang kontroversi..
3. kaum vegetarian selalu mencap peternakan sebagai sumber global warming. jika kalian peduli dengan global warming, cobalah posting hal2 yang berhubungan dengan perbaikan lingkungan. Misal trik memanfaatkan barang2 yang tidak terpakai, diolah menjadi kerajinan tangan, sebagai salah satu wujud perbaikan lingkungan..

sudah saya kasih sample posting, saya tunggu sepak terjang kiyomi dkk sharing resep / trik kerajinan tangan yang mantap

Perdebatan itu sapa yang mulai dulu ya, bukankah yang tidak setuju vegetarian yang memaksakan pemikirannya dulu? Jadi tidak adil juga kalau hanya mengatakan Thread Starter yang memulai perdebatan.

Offline nayrexus

  • Teman
  • **
  • Posts: 79
  • Reputasi: 2
  • Gender: Male
  • Nyalakan lilin kebahagiaan orang di sekitar Anda.
Re: Paham vegetarian sesuai dengan asas Budhist
« Reply #14 on: 23 September 2013, 02:03:51 PM »
jadi intinya motivasi bervegetarian itu apa sih? saya jadi bingung bacanya?

untuk kesucian?
untuk welas asih?
untuk ikut2 Sang Buddha? (karena Buddha jg "vegetarian" (?))
untuk mencegah perang?
untuk mencegah ada hantu penghisap darah?

Bagi saya pribadi untuk;
1.Mengurangi pmbunuhan mkhluk hidup, menjalin jooh baik dgn  smw makhluk.
klo kaitanny dgn perang, jalinan jodoh yg buruk antar makhluk krn hukum karma. byk prmintaan pasti akan byk pmbunuhan. org yg membunuh trutama, memiliki jalinan jodoh yg buruk dgn bnatang yg dbunuh.. apabila d khdpn brikutnya brtemu sbg manusia.. mgkn saja akan timbul kebencian dr manusia yg sblmny adlah bnatang yg dbunuh.

2.menyayangi bumi. (mencegah global warming). gas rumah kaca di dunia trbesar brasal dr industri peternakan.

Jangan Berbuat Jahat,
Banyaklah Berbuat Baik,
Sucikan Hati dan Pikiran,
Inilah Ajaran Para Budha.