Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: J KrishnaMurti  (Read 103943 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
J KrishnaMurti
« on: 09 April 2008, 04:38:55 PM »
minta pendapat rekan2...
menurutku pararelnya Buddhisme...

Quote from: semar00 [at
kaskus]
[size=+1]J. Krishnamurti
(1895 – 1986)
[/size]

Nama Jiddu Krishnamurti tidak asing lagi bagi para pejalan spiritual. Ia dilahirkan pada tahun 1895 di Madanapalle, India, anak ke delapan dari sebuah keluarga brahmana. Pada usia 14 tahun, ia “ditemukan” oleh C.W. Leadbeater, seorang pemimpin Teosofi, yang melihat anak itu “memiliki aura sangat luar biasa, tanpa sedikit pun sikap mementingkan diri sendiri”. Sejak itu Krishnamurti dididik oleh para pemimpin Teosofi dan disiapkan untuk menjadi “wahana” bagi “Guru Dunia” (Lord Maitreya)—yang dipercaya oleh kaum Teosofi pada waktu itu akan datang kembali ke dunia 2000 tahun setelah kedatangannya yang terakhir sebagai Yesus Kristus. Untuk menyambut peristiwa itu dibentuklah Tarekat Bintang di Timur [The Order of the Star in the East], di mana ia menjadi ketuanya. Perkumpulan itu kemudian diubah namanya menjadi Tarekat Bintang.

Namun ternyata kemudian Krishnamurti menempuh jalan-nya sendiri, menyimpang dari garis yang ditetapkan oleh Teosofi. Pada tahun 1922, dalam usia 27 tahun, ia mengalami proses Pencerahan yang berlangsung selama 3 hari, di mana ia mengalami kesadaran yang berubah:
[indent]“... Ada seseorang tengah memperbaiki jalan, orang itu adalah aku; beliung yang dipegangnya adalah aku; batu yang tengah dipecahnya adalah bagian dariku; helai rumput yang rapuh adalah aku; dan pohon di samping orang itu adalah aku.”[/indent]
Dan pada akhir proses Pencerahan itu ia menyatakan:
[indent]“Aku sangat berbahagia karena aku telah melihat. Tak ada yang akan kembali seperti dulu lagi. Aku telah minum air yang jernih dan murni dari sumber mata air kehidupan, dan dahagaku telah terpuaskan. Tak akan pernah lagi aku berada dalam kegelapan; aku telah melihat Cahaya itu. ... Aku telah menyentuh Welas Asih yang menyembuhkan segenap kesedihan dan penderitaan; itu bukan untukku sendiri, melainkan untuk dunia. Sumber Kebenaran telah terbuka bagiku dan kegelapan telah lenyap. Cinta dalam seluruh kemegahannya telah memabukkan hatiku; hatiku tak akan pernah tertutup lagi. Aku telah minum dari pancuran Sukacita dan Keindahan abadi. ”[/indent] Ia menggambarkan dirinya “mabuk Illahi”.

Pada tahun 1929 dibubarkannya Tarekat Bintang dengan berkata:
[indent]“Saya nyatakan bahwa kebenaran adalah wilayah tanpa jalan [Truth is a pathless land[/b]], dan kalian tak dapat mendekatinya melalui jalan apa pun, melalui agama apa pun, melalui sekte apa pun. Itulah sudut pandangku, dan saya berpegang pada itu secara mutlak dan tanpa syarat.
Kebenaran, yang tanpa batas, tak terkondisi, tak dapat didekati melalui jalan apa pun, tak dapat diorganisir; tidak semestinya dibentuk suatu organisasi untuk menuntun atau memaksa orang menempuh suatu jalan tertentu. ... Anda mungkin membentuk tarekat-tarekat lain, Anda akan terus masuk organisasi lain untuk mencari kebenaran. ... Aku tidak ingin masuk organisasi spiritual apa pun; harap pahami ini. Jika suatu organisasi dibentuk untuk tujuan itu, itu akan menjadi tongkat penopang, kelemahan, belenggu, dan pasti akan melumpuhkan manusia, dan menghalanginya tumbuh, untuk menegakkan keunikannya, yang terletak pada penemuannya sendiri akan Kebenaran mutlak yang tak terkondisi. ... Aku tidak menginginkan pengikut. Pada saat kalian mengikuti seseorang, kalian tidak lagi mengikuti Kebenaran. ... Oleh karena aku bebas, tak terkondisi, utuh, bukan bagian, bukan relatif, melainkan seluruh kebenaran yang abadi, aku menghendaki mereka yang ingin memahamiku, untuk bebas pula, bukan mengikutiku, bukan membuat dariku sebuah kurungan, yang akan menjadi sebuah agama, sebuah sekte. ... Kini aku telah memutuskan untuk membubarkan Tarekat ini, karena kebetulan aku menjadi Ketuanya. Kalian boleh membentuk organisasi-organisasi lain dan mengharapkan orang lain. Aku tak peduli dengan itu, tidak pula dengan menciptakan kurungan-kurungan baru, dan hiasan-hiasan baru untuk kurungan itu. Satu-satunya minatku hanyalah membuat manusia bebas secara mutlak, tanpa terkondisi.”[/indent]

Pada tahun 1930 ia keluar dari Perhimpunan Teosofi.

Sejak itu ia berkelana ke banyak kota di berbagai benua, berbicara kepada setiap orang yang mau mendengarkannya. Kehidupan seperti itu dijalaninya sampai ia meninggal dunia pada tahun 1986, dalam usia 91 tahun, di Ojai, California. Puluhan judul buku diterbitkan di seluruh dunia berisikan ceramah, dialog dan tulisannya. Beberapa sekolah yang menyelenggarakan pendidikan berdasarkan ajarannya didirikan di India, Inggris dan California.

Dalam sebuah tulisan singkat pada tahun 1980, ia menguraikan intisari ajarannya, yang disebutnya The Core of the Teachings[/i]:
[indent]“Intisari ajaran Krishnamurti terkandung dalam pernyataan yang dibuatnya pada tahun 1929, ketika ia berkata, ‘Kebenaran adalah wilayah tanpa jalan’. Manusia tidak bisa sampai ke situ melalui organisasi apa pun, melalui kepercayaan apa pun, melalui dogma, pendeta atau ritual apa pun, tidak pula melalui pengetahuan filosofis atau teknik psikologis. Ia harus menemukannya melalui cermin relasi, melalui pemahaman akan isi batinnya sendiri, melalui pengamatan dan bukan melalui analisis intelektual atau pembedahan introspektif. Manusia telah membangun di dalam dirinya citra-citra [images] sebagai pagar keamanan—religius, politis dan pribadi. Ini terwujud sebagai simbol, ide dan kepercayaan. Beban citra-citra ini mendominasi pemikiran, relasi dan kehidupan sehari-hari manusia. Citra-citra inilah penyebab dari masalah-masalah kita, oleh karena citra-citra ini memisahkan manusia dari manusia. Persepsinya mengenai kehidupan dibentuk oleh konsep-konsep yang telah tertanam dalam batinnya. Isi kesadarannya adalah seluruh eksistensinya. Isi ini sama bagi seluruh kemanusiaan. Individualitas adalah nama, wujud dan budaya superfisial yang diperolehnya dari tradisi dan lingkungan. Keunikan manusia bukan terletak pada yang superfisial, melainkan pada kebebasan sepenuhnya dari isi kesadarannya, yang sama bagi seluruh umat manusia. Jadi ia bukanlah individu.

Kebebasan bukanlah reaksi, kebebasan bukanlah pilihan. Hanyalah anggapan manusia saja yang merasa bebas karena ia mempunyai pilihan. Kebebasan adalah pengamatan murni tanpa arah, tanpa takut akan hukuman dan ganjaran. Kebebasan adalah tanpa motif; kebebasan bukan terletak pada akhir evolusi manusia, melainkan pada langkah pertama dari eksistensinya. Dalam pengamatan orang mulai menemukan tidak adanya kebebasan. Kebebasan ditemukan dalam kesadaran tanpa-memilih akan eksistensi dan kegiatan kita sehari-hari.

Pikiran adalah waktu. Pikiran lahir dari pengalaman dan pengetahuan, yang tidak terpisah dari waktu dan masa lampau. Waktu adalah musuh psikologis manusia. Tindakan kita didasarkan pada pengetahuan dan dengan demikian pada waktu, sehingga manusia selalu menjadi budak masa lampau. Pikiran selalu terbatas dan dengan demikian kita hidup dalam konflik dan pergulatan terus-menerus. Tidak ada evolusi psikologis.

Bila manusia sadar akan gerak pikirannya sendiri, ia akan melihat pemisahan antara si pemikir dan pikirannya, antara si pengamat dan yang diamati, antara yang mengalami dan yang dialami. Ia akan menemukan bahwa pemisahan ini ilusi. Maka hanya di situlah terdapat pengamatan murni, yang adalah pencerahan tanpa secercah bayangan dari masa lampau atau dari waktu. Pencerahan tanpa-waktu
[timeless] ini menghasilkan perubahan mendalam dan radikal dalam batin.

Negasi total adalah esensi dari yang positif. Bila terdapat negasi dari semua hal yang telah dibuat oleh pikiran secara psikologis, maka hanya di situlah terdapat cinta
[love], yakni welas asih [compassion] dan kecerdasan [intelligence].

[Bold dan underline dari semar.][/indent]
Salam,
semar

Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline HokBen

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.525
  • Reputasi: 100
  • Gender: Male
Re: J KrishnaMurti
« Reply #1 on: 09 April 2008, 04:50:26 PM »
Inget nama J K , inget Pak Hudoyo..

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: J KrishnaMurti
« Reply #2 on: 09 April 2008, 04:54:42 PM »
^apa hubungannya ben?
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: J KrishnaMurti
« Reply #3 on: 09 April 2008, 04:59:53 PM »
Quote from: semar di kaskus;27650475
[size=+1]
Kelekatan Adalah Pelarian Diri[/color][/b][/size]

[indent]Cobalah sekadar menyadari keterkondisian Anda. Anda hanya dapat mengetahuinya secara tidak langsung, dalam hubungan dengan sesuatu yang lain. Anda tidak dapat menyadari keterkondisian Anda sebagai suatu abstraksi, oleh karena ia lalu menjadi sekadar kata-kata, tanpa banyak arti. Kita hanya bisa menyadari adanya konflik. Konflik muncul apabila tidak terdapat keterpaduan antara tantangan dan respons. Konflik ini adalah akibat dari keterkondisian kita. Keterkondisian adalah kelekatan: kelekatan pada kerja, pada tradisi, pada harta benda, pada orang, pada gagasan, dan sebagainya. Jika tidak terdapat kelekatan, apakah ada keterkondisian? Tentu tidak. Jadi mengapa kita melekat? Saya melekat kepada negaraku oleh karena dengan identifikasi seperti itu saya punya arti. Saya mengidentifikasikan diri saya dengan pekerjaan saya, dan pekerjaan itu menjadi penting. Aku adalah keluargaku, harta bendaku; saya melekat kepadanya. Obyek kelekatan itu memberikan kepada saya cara untuk melarikan diri dari kehampaan diri saya sendiri. Kelekatan adalah pelarian diri, dan pelarian diri itulah yang memperkuat pengkondisian.[/indent]

[Dari: J. Krishnamurti - The Book of Life[/b]]

Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: J KrishnaMurti
« Reply #4 on: 09 April 2008, 05:14:21 PM »
Ada hubungannya dengan Buddhisme? Kalau ada coba dijelaskan.
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: J KrishnaMurti
« Reply #5 on: 09 April 2008, 05:31:43 PM »
Ada hubungannya dengan Buddhisme? Kalau ada coba dijelaskan.

bro... jgn delete cepat2 yah...

kebanyakan yg dipost di thread lain di sub forum ini berlabel Buddha tetapi secara content tidak. yg gua post di sini tidak berlabel Buddha tetapi content Buddhisme. memang tidak ada 4 kebenaran ariya, jalan utama beruas 8, kamma & rebirth...

contentnya adalah anatta & nibbana...
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

nyanabhadra

  • Guest
Re: J KrishnaMurti
« Reply #6 on: 09 April 2008, 05:48:06 PM »
Ada hubungannya dengan Buddhisme? Kalau ada coba dijelaskan.

bro... jgn delete cepat2 yah...

kebanyakan yg dipost di thread lain di sub forum ini berlabel Buddha tetapi secara content tidak. yg gua post di sini tidak berlabel Buddha tetapi content Buddhisme. memang tidak ada 4 kebenaran ariya, jalan utama beruas 8, kamma & rebirth...

contentnya adalah anatta & nibbana...

Setelah mempelajari buddhis dgn benar dan tepat, barulah bisa membedakan antara pandangan buddhis maupun non-buddhis.

memang ada kandungan shunyata, anattha, prajna........bahkan Agaman Hindu juga terdapat kemiripan dengan ajaran Buddha, karena Buddha mengajarkan hal yang universal, kebenaran sejati, jadi wajar ada persamaan, namun Tesla jg perlu mengetahui fokus jalur di mana. jika tidak fokus pada satu jalur, perpencarahan batin dan penggabungan (mixture) konsep non-buddhis bisa bercampur, entah hasilnya seperti apa?? saya tidak tahu.

memang kebenaran tertinggi / kebenaran sejati tidak mengenal pembatas antara pandangan buddhis dan non buddhis, mereka share the truth to certain level, sisanya saya tidak berani komen, apalagi setelah membandingkan pikiran, ucapan, dan tindakan JK.....apakah terdapat suatu keselarasan???
coba periksa ucapan dan tindakan Buddha Shakyamuni, apakah selaras?

naskah2 seperti ini, karya JK, Anad Krhisna, dll...boleh juga dilirik, namun saya pribadi enggan melihat terlalu banyak, namun terserah anda, kalau tertarik yah silakan memperdalam.

semoga menjadi bahan renungan bersama,

bown and respect,

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: J KrishnaMurti
« Reply #7 on: 09 April 2008, 06:11:50 PM »
Setelah mempelajari buddhis dgn benar dan tepat, barulah bisa membedakan antara pandangan buddhis maupun non-buddhis.
bagaimana mempelajari Buddhist dg "benar dan tepat"?
bagaimana saya tahu yg saya pelajari itu sudah "benar & tepat?" ---> rasanya ini kembali ke masing2 individu atau aliran yah... Samanera memilih jalur Tibetan Buddhist, tentu saja telah memiliki pandangan Tibetan Buddhist lah yg "benar & tepat". tapi hal itu belum tentu sama bagi individu lain ;)

Quote
memang ada kandungan shunyata, anattha, prajna........bahkan Agaman Hindu juga terdapat kemiripan dengan ajaran Buddha, karena Buddha mengajarkan hal yang universal, kebenaran sejati, jadi wajar ada persamaan, namun
pernyataan yg menarik...
terus terang dari pengalaman hidup saya sekarang saya baru menemukan konsep anatta kedua kalinya di sini sehingga saya mungkin menjadi terlalu bersemangat. terima kasih sudah memberitahukan informasi ini kepada saya.

Quote
Tesla jg perlu mengetahui fokus jalur di mana. jika tidak fokus pada satu jalur, perpencarahan batin dan penggabungan (mixture) konsep non-buddhis bisa bercampur, entah hasilnya seperti apa?? saya tidak tahu.
secara content memang tidak selengkap ajaran Buddha, tetapi sampai saat ini saya belum menemukan yg non-buddhist :) Buddhist ataupun Non-Buddhist itu sendiri pun adalah konsep yg tak penting. lebih penting bagi saya adalah memilah mana yg benar dan mana yg salah :)
seandainya saya menemukan sesuatu yg salah dalam tulisan J Krishnamurti ini (atau dalam ajaran Buddha) tentu saja tidak akan saya ikutin. saya menyadari bahwa pada taraf tertentu saya juga belum bisa membedakan mana yg benar dan salah. saya masih umat perumahtangga, oleh karena itu masih butuh bimbingan terutama oleh anggota sangha ;)

alangkah baiknya bila samanera bersedia menunjukkan mana yg salah, agar saya tidak binggung :)

Quote
memang kebenaran tertinggi / kebenaran sejati tidak mengenal pembatas antara pandangan buddhis dan non buddhis, mereka share the truth to certain level, sisanya saya tidak berani komen, apalagi setelah membandingkan pikiran, ucapan, dan tindakan JK.....apakah terdapat suatu keselarasan???

coba periksa ucapan dan tindakan Buddha Shakyamuni, apakah selaras?
apakah ada makna terselubung di tulisan samanera? atau murni hanya sebuah dorongan agar saya selalu ber-ehipassiko?

Quote
naskah2 seperti ini, karya JK, Anad Krhisna, dll...boleh juga dilirik, namun saya pribadi enggan melihat terlalu banyak, namun terserah anda, kalau tertarik yah silakan memperdalam.

semoga menjadi bahan renungan bersama,

bown and respect,

bow and respect
« Last Edit: 09 April 2008, 06:17:29 PM by tesla »
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: J KrishnaMurti
« Reply #8 on: 09 April 2008, 06:43:32 PM »
Quote from: semar00;27651566
Bunga luar biasa yang tak pernah layu ini

Pernahkah Anda bertanya kepada diri sendiri, mengapa umat manusia tidak memiliki ini? Mereka punya anak, bersanggama, kelembutan, berbagi sesuatu bersama dalam pertemanan, persahabatan, perkawanan, tetapi yang ini, mengapa mereka tidak memilikinya? Pernahkah Anda bertanya, dengan santai ketika Anda tengah berjalan sendirian di sebuah jalan yang kotor, atau duduk dalam sebuah bus, atau berlibur di tepi pantai, atau berjalan di hutan dengan banyak burung, pepohonan, sungai kecil dan binatang liar -- pernahkah Anda bertanya, mengapa manusia, yang telah hidup berjuta-juta tahun, tidak memiliki ini, bunga luar biasa yang tak pernah layu ini? ...

J Krishnamurti - Freedom from the Known, 123

[Dari: JKrishnamurti.org - Daily Quote]

Buddha mengajarkan kepada kita 3 corak umum, salah satunya adalah: sabbe sankhara anicca
semua yg terkondisi adalah tidak kekal. Bunga yg tidak pernah layu yg dimaksud menurut saya memiliki nama "nibbana" (hanya nibbana lah yg tidak termasuk dalam objek berkondisi, oleh karena itu corak anicca tidak berlaku hanya pada nibbana) di Buddhisme...
« Last Edit: 09 April 2008, 06:50:15 PM by tesla »
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.115
  • Reputasi: 128
Re: J KrishnaMurti
« Reply #9 on: 09 April 2008, 10:45:51 PM »
 :)) selamat menyelami bro tesla..
memang kenapa bro telsa??
apa yg ingin anda pertanyakan ttg Jiddu Krishnamurti?
saya belum paham.
Samma Vayama

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: J KrishnaMurti
« Reply #10 on: 09 April 2008, 11:08:10 PM »
:)) selamat menyelami bro tesla..
memang kenapa bro telsa??
apa yg ingin anda pertanyakan ttg Jiddu Krishnamurti?
saya belum paham.

pertama cuma ingin share...
menurutku sangat selaras dgn ajaran Buddha (padahal tidak melalui path Buddha (jalan beruas 8)... hanya meditasi (samadhi)...)
bro andry tahu banyak tentang J Krishnamurti ini?
apa J Krishnamurti ini punya background Buddhisme atau pencapaiannya adalah hasil meditasi yg mirip vipassana (pengamatan bathin) ??
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.115
  • Reputasi: 128
Re: J KrishnaMurti
« Reply #11 on: 09 April 2008, 11:33:57 PM »
:)) selamat menyelami bro tesla..
memang kenapa bro telsa??
apa yg ingin anda pertanyakan ttg Jiddu Krishnamurti?
saya belum paham.

pertama cuma ingin share...
menurutku sangat selaras dgn ajaran Buddha (padahal tidak melalui path Buddha (jalan beruas 8)... hanya meditasi (samadhi)...)
bro andry tahu banyak tentang J Krishnamurti ini?
apa J Krishnamurti ini punya background Buddhisme atau pencapaiannya adalah hasil meditasi yg mirip vipassana (pengamatan bathin) ??
Wah saya tidak tahu banyak bro, maaf..
sejauh yang saya ketahui, sama seperti post anda di awal..
Krishnamurti lebih ke penyelaman dalam diri..
melihat ke dalam dimana tiada dualitas..
di krishnamurti memang tidak diberikan step2.. untuk pembebasan batin, tidak seperti di buddhis kita diberikan jalur arya beruas delapan, sejauh yang saya ketahui pula, J.K hanya melihat apa adanya..(mirip kan dgn vipasana bhavana?)
pencarian anda,penyelaman anda, tidak ada yang dapat membantu anda, hanya diri anda sendiri yang dapat membantunya..

Selamat menyelam bro tesla,
 _/\_
Samma Vayama

Offline uwi

  • Teman
  • **
  • Posts: 98
  • Reputasi: 8
  • Gender: Male
Re: J KrishnaMurti
« Reply #12 on: 10 April 2008, 01:06:35 AM »
:)) selamat menyelami bro tesla..
memang kenapa bro telsa??
apa yg ingin anda pertanyakan ttg Jiddu Krishnamurti?
saya belum paham.

pertama cuma ingin share...
menurutku sangat selaras dgn ajaran Buddha (padahal tidak melalui path Buddha (jalan beruas 8)... hanya meditasi (samadhi)...)
bro andry tahu banyak tentang J Krishnamurti ini?
apa J Krishnamurti ini punya background Buddhisme atau pencapaiannya adalah hasil meditasi yg mirip vipassana (pengamatan bathin) ??

jk background nya theosophy. ambil dari kaskus ya? coba ikuti thread mmd pak semar disana. ya inget jk inget pak hudoyo, karena pak hudoyo giat menyebarkan uraian jk, salah satunya di milis-spiritual pada yahoogroups, silahkan mampir :).
"Etam mama, eso hamasmi, eso me atta 'ti."

nyanabhadra

  • Guest
Re: J KrishnaMurti
« Reply #13 on: 10 April 2008, 01:39:48 AM »
Setelah mempelajari buddhis dgn benar dan tepat, barulah bisa membedakan antara pandangan buddhis maupun non-buddhis.
bagaimana mempelajari Buddhist dg "benar dan tepat"?
bagaimana saya tahu yg saya pelajari itu sudah "benar & tepat?" ---> rasanya ini kembali ke masing2 individu atau aliran yah... Samanera memilih jalur Tibetan Buddhist, tentu saja telah memiliki pandangan Tibetan Buddhist lah yg "benar & tepat". tapi hal itu belum tentu sama bagi individu lain ;)


Silakan cari, cara pertama adalah studi, kemudian renungkan berulang kali, setelah itu meditasikan, dan terapkan, rasakan sendiri manisnya gula, namun bukan aku yang makan terus kamu yang menberi deskripsi manis, makan sendiri tuh gula :)

terus kita ngomong benar dan tepat, kita butuh ruang yg lebih luas utk berbicara aspek studi, perenungan, dan meditasi, maaf terlalu panjang utk nulis di sini.

Anda bukanlah saya, bagaimana anda bisa tahu kalau saya memandang Tibetan Mahayana yang tepat dan benar? terlalu cepat menurunkan kesimpulan seperti ini tesla, jangan menilai buku dari sampulnya :)

Saya belajar filsafat mahayana secara umum, dan saya juga mempelajari Theravada. jadi semuanya dalam proses eksplorasi, dan fokus sy memang di mahayana tibetan, namun bukan berarti ini yg tepat dan benar....maaf....saya terpaksa menolak kesimpulan darimu ;)

bow and respect,

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.382
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: J KrishnaMurti
« Reply #14 on: 10 April 2008, 05:25:28 AM »
hmm semar itu pak hudoyo hupudio koq. awalnya dikasih tahu mas uwi, lalu belakangan pak hud sendiri yang ngaku. Sekarang emang dia sedang getol maen di kaskus. kalo pada mau tahu lebih banyak tentang hubungan JK dan Buddhisme, nanti aye undang kesini deh :)
« Last Edit: 10 April 2008, 05:27:02 AM by Sumedho »
There is no place like 127.0.0.1