Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: J KrishnaMurti  (Read 128145 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: J KrishnaMurti
« Reply #75 on: 16 April 2008, 09:11:26 PM »
Gak di sini ;D
Sudah melenceng dari topik.

Sedikit quote dari SN. Goenka http://www.buddhanet.net/bvk_study/bvk22b.htm :

Quote
Vipassana is the practical teachings of Lord Buddha, that J Krishnamurti got something from the Buddha - is a different thing
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.397
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: J KrishnaMurti
« Reply #76 on: 16 April 2008, 09:12:52 PM »
Quote from: hudoyo
Jadi sekarang ini di Indonesia ada beberapa versi meditasi vipassana:

1. versi Mahasi Sayadaw
2. versi Goenka
3. versi Pa-Auk Sayadaw (didahului dengan anapanasati untuk mencapai jhana)
4. versi MMD

Tambah satu lagi Pak Hud nomor 5, versi saya.
saya ada versi saya sendiri persinggungan antara anapanasati sutta dan bahiya sutta, hasil pengalaman saya berbeda dengan guru2x mainstream yang ada, sejalan dengan MMD sejauh ini. Cuma sejauh ini baru 1 orang yg tahu  :))

Pak Hud, mungkin bisa buat thread baru, Meditasi MMD di board "Meditasi" supaya bahasan kita bisa fokus di JK.  _/\_
There is no place like 127.0.0.1

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: J KrishnaMurti
« Reply #77 on: 16 April 2008, 09:22:13 PM »
Ya, jangan di Perbandingan Buddhisme dengan Agama, Kepercayaan, Tradisi, dan Filsafat Lain  ;D

Kelihatannya topik ini sangat "Buddhis" sekali  ;D
Di sini kelihatannya cocoknya membahas "label"  ;D

Hayooo siapa mau buat topik baru? Sumedho? Tesla? Bond? Lily?
Aye turut campur aja deh ;D
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

nyanabhadra

  • Guest
Re: J KrishnaMurti
« Reply #78 on: 16 April 2008, 09:29:30 PM »

Sorry numpang nimbrung samanera, terkadang tulisan samanera yg berniat mengajak sering kali disalah tafsirkan sebagai menegasikan pernyataan awal walaupun saya yakin niat samanera tidak demikian.  _/\_

Jadi salah siapa dung? yang menulis atau yang membaca?
atau salah bahasa hahaha...
tapi kasus terakhir itu kan beda dgn yg ini :)
anyway, menjadi masukan bagus bagi si "penulis" :)

utk Karuna:
barangkali kita perlu mempertajam meraba "label" dan "konsep"oke, kembali ke topik utama...

bow and respect,

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: J KrishnaMurti
« Reply #79 on: 16 April 2008, 09:33:48 PM »
Memang "pathless" atau "kebenaran" atau apapun labelnya tidak jadi masalah, yang penting adalah keadaan sesungguhnya, terbebas dari konsep.

1. Bagaimana seseorang yang sudah "melihat" menjelaskan kepada yang "belum melihat" tanpa mempergunakan "konsep", atau "abstraksi", atau "penjabaran"? Bagaimana seseorang "melek" bisa mentransfer penglihatan kepada "orang buta"?
Di sini saya melihat perlunya "konsep/label", bukan untuk yang telah "melihat", tetapi kepada kami yang "orang buta".
Buddha Gotama konon telah "melihat", tetapi beliau mempergunakan "konsep" untuk menuntun "orang buta" agar bisa melihat,
walaupun ada contoh bahasa yang digunakan bukanlah "konsep", tetapi tidak dipergunakan untuk semua.

'Konsep', 'ajaran' adalah fungsi pikiran; tanpa pikiran tidak ada 'konsep', 'ajaran'. Vipassana adalah mengamati pikiran itu sendiri. Jadi vipassana tidak kompatibel dengan 'konsep', 'ajaran' apa pun.

Quote
2. Bagaimana kita bisa mengetahui ada "jalan", ataukah "tidak ada jalan", atau "semua jalan sama"? Bagi saya, ada 2 macam skeptis. Yang satu mempertanyakan/meragukan segala macam, sedangkan yang satu meneliti dengan hati-hati, meskipun masih buta, sama seperti seseorang mempercayai dokter, walaupun dia tidak meneliti bagaimana dokter tersebut mengambil ijazah, bagaimana dokter tersebut bisa mengambil kesimpulan, bagaimana dokter menulis resep, bagaimana dokter begini, begitu, dll.
Tentu saja bukan berarti semua dokter sama, ada "dokter" yang cuma mengambil keuntungan, ada "dokter" yang berkhayal, ada "dokter" yang cuma ikut-ikutan (seperti new age, dll), tetapi kata perawat yang mengikuti "dokter asli", begini loh obat yang diresepkan, dan konon cuma ada 1 dokter pada saat sekarang, konon hanya bisa mengikuti resep itu (tetapi bisa ada orang yang mendapatkan resep sendiri ketika tidak ada resep dokter, walaupun bahan-bahannya intinya sama). Saya mengikuti resep yang dianjurkan bukan tanpa alasan, di luar itu saya tidak "meyakini" kebenarannya, saya anggap tidak perlu.

'Jalan' selalu ada selama orang punya 'tujuan'/'goal' yang ingin dicapai di 'masa depan'. Yang punya tujuan jelas adalah 'si aku'. Kalau gerak-gerik si aku ini disadari, maka 'lenyap pula segala pikiran ke masa depan', lenyap segala 'tujuan/goal', dan lenyap segala 'jalan'. Tidak perlu 'resep' apa-apa dari orang lain, karena 'resep'-nya cuma sadar/eling. Tentang "cuma ada satu dokter pada saat sekarang" itu tidak lebih dari kepercayaan/iman Theravada, yang tidak ada dalam Mahayana dan Vajrayana.

Quote
3. Jika tanpa label, bagaimana kita bisa memilih resep yang baik? Bagaimana kita tahu itu resep asli atau palsu? Tentu kita bandingkan resep tertentu dengan resep yang konon asli.
Yang sering terjadi adalah seseorang memalsukan resep, menggunakan resep bukan pada tempatnya, sendiri tidak tahu resep asli atau tidak, mencampuraduk segala macam bahan jadi satu, atau mengatakan segala macam bahan adalah resep.
Beberapa perawat atau bahkan pasien berusaha mati-matian menjaga label yang konon adalah resep asli, dengan tujuan agar hal-hal di atas tidak terjadi. Bukan karena resep yang lain salah, atau tidak ada resep lain, tetapi agar resep asli tidak hilang begitu saja.

Apakah hal di atas tidak baik?

Sesungguhnya tidak perlu resep apa pun, kecuali sadar/eling terhadap gerak-gerik badan & batinnya sendiri. Sadar/eling tidak perlu dipelajari dari orang lain; cuma perlu diingatkan. Tinggal praktik.

Salam,
hudoyo

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.115
  • Reputasi: 128
Re: J KrishnaMurti
« Reply #80 on: 16 April 2008, 09:35:19 PM »
PS: Saya mengajar vipassana kepada teman-teman non-Buddhis tanpa didahului dengan teori-teori Buddha Dhamma sama sekali.

Mungkin ini bagus untuk didiskusikan.

Salam,
Hudoyo

MMD , apakah samatha atau vipasana pa hudoyo?
apakah setelah MMD, banyak individu2 yg jadi ingin tahu konsep kebahagian?
Samma Vayama

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: J KrishnaMurti
« Reply #81 on: 16 April 2008, 09:42:21 PM »
Melekat sudah jelas terjadi, namun tergantung sebera "mahir" guru untuk menghilangkan secara bertahap kemelekatan itu, atau sama2 terjebak, apakah bisa dibilang K takut terjun ke dalam hubungan guru dan murid yang dia merasa memberatkan dirinya sendiri?
Kita memang sudah terikat oleh berbagai macam karma dan konsep pikiran, dll, JK mengajar dan yg mendengar adalah murid, dan hanya sebatas "announcement" saja dari JK mengatakan bahwa tidak mau terikat dalam hubungan guru dan murid, padahal hubungan guru dan murid pasif (tidak formal) terjadi JK mengajar dan yg lain mendengar, apakah demikian?

bow and respect,

Hubungan guru-murid yang ditolak K adalah di mana murid bergantung pada guru untuk pencerahannya, di mana guru diperlakukan bahkan lebih tinggi dari orang tua sendiri, sebagaimana kita lihat dalam banyak tradisi dalam Buddhisme.

Hubungan yang diinginkan oleh K adalah hubungan orang yang setara sebagai kalyana mitra. Itu jelas terlihat dalam ceramah-ceramahnya, di mana ia selalu mengundang dialog.

Saya rasa, ini tidak perlu diperpanjang, karena jelas tidak bisa dipertemukan. Silakan yang merasa punya guru dan punya murid. Tradisi guru-murid akan tetap berjalan; mereka yang menolaknya juga akan tetap berjalan.

Salam,
Hudoyo

nyanabhadra

  • Guest
Re: J KrishnaMurti
« Reply #82 on: 16 April 2008, 09:42:52 PM »
Ya, itu "rahasia" anatta. Dalam Visuddhi-magga dikatakan:

"Ada penderitaan, tapi tidak ada yang menderita,
Ada jalan, tapi tidak ada yang menempuhnya,
Ada nibbana, tapi tidak ada yang mencapainya."

*****
[...]

Salam,
hudoyo

Ada penderitaan, tapi tidak ada yang menderita
menurut opini pribadiku, "ada penderitaan" fisik terjadi, namun orang tersebut sudah tidak tergoyahkan lagi, maka penderitaan fisik tidak mengakitbatkan penderitaan mental, oleh karena itu "tidak ada yang menderita"

"Ada Jalan", jalan perlu disampaikan melalui kata-kata, yg bisa dikomunikasikan, maka bisa didengar oleh telinga, dimengerti oleh batin, dsb, oleh karena itu "Ada Jalan".
"tapi tidak ada yang menempuhnya", bagi mereka yg sudah merealisasi "Jalan" maka mereka sudah tidak perlu menempuhnya lagi, ngapain harus jalan 2x padahal hasilnya sudah sama dan perfect:), maka itu "tidak ada yang menempuhnya"

"Ada Nibbana", karena Buddha telah mengajarkan tentang konsep Nibbana kepada kita, keadaan "padam"-nya seluruh nafsu, keadaan damai yang murni, juga kebahagiaan tertinggi, jadi Nibbana bisa dimengerti dan dipahami, dengan demikian "Ada Nibbana"

"tapi tidak ada yang mencapainya", mereka yang sudah merealisasi Nibbana yang sesungguhnya, yang sudah "padam", sudah tidak ada lagi yang bisa dipadamkan, mereka sudah merealisasi kebahagiaan sejati, bagi mereka "Tidak ada yang perlu dicapai lagi"

Kepada siapa syair itu dilontarkan??

ini interpretasi personal saja, semoga bisa jadi bahan pertimbangan

bow and respect,

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.115
  • Reputasi: 128
Re: J KrishnaMurti
« Reply #83 on: 16 April 2008, 09:47:40 PM »
Quote from: chingik on Today at 05:34:42 PM
Prinsip ajaran JK dan Sai Baba sama ga ya?

Oh, seperti bumi dan langit bedanya. Cheesy

Sai Baba secara terang-terangan menyatakan dirinya sebagai Avatara (titisan Tuhan di dunia). Jadi, bayangkan sendiri bagaimana hubungan kita seharusnya dengan seorang "titisan Tuhan". Smiley
 QUOTE

Tapi pak, setahu saya, saya pernah membaca dia (baba) harus melakukan hal tersebut karena memang demikian misinya..
dia datang ke dunia memang untuk "merangkul" dgn cara yang ia lakukan maka (maaf) manusia2 yg masih melihat nafsu itu enak- akan terangkul dan lambat laun akan di rubah
 _/\_
Samma Vayama

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: J KrishnaMurti
« Reply #84 on: 16 April 2008, 09:55:42 PM »
1. Timbulnya nyana ada pada saat khanika samadhi, magga dan phala (serta 1 nyana lagi) timbul dalam jhana
2. Timbul pengetahuan
3. Memang tidak ada, hanya metode latihan

 ;D kelihatannya topik sudah beralih ke dry insight apakah bisa atau tidak. Ini memang topik yang lumayan hangat. Setahu saya di Tipitaka (menurut Mahavihara) tidak ada dry insight, paling tidak dalam konsentrasi khanika samadhi.

3 hal yang Pak Hudoyo sebutkan juga menurut saya bukan itu intinya yang diajarkan, tetapi hanya "resep" untuk mencapai penyadaran. Tapi soal "resep', apakah Goenka, Mahasi, Pa Auk, atau MMD, saya tidak berkomentar. Bahkan Zen saya tidak berkomentar.

Ada satu yang berbeda mendasar: yaitu konsentrasi (samadhi). Ini adalah bagian dari Jalan Mulia Berfaktor Delapan. Ini tidak ada dalam ajaran K. Dan juga tidak ada dalam Bahiya-sutta & Malunkyaputta-sutta:

"Bahiya, lakukan ini: di dalam yang terlihat hanya ada yang terlihat, di dalam yang terdengar hanya ada yang terdengar, di dalam yang tercerap dengan indra-indra yang lain hanya ada yang tercerap, di dalam yang muncul dalam batin (ingatan) hanya ada ingatan. Bila kamu bisa lakukan itu, maka KAMU TIDAK ADA. Itulah, dan hanya itulah, akhir dukkha."

Ini perbedaan yang mendasar antara vipassana yang diajarkan dalam Bahiya-sutta (yang diikuti oleh K) dengan vipassana yang diajarkan dalam Mahasatipatthana-sutta atau Anapanasati-sutta.

Salam,
Hudoyo

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: J KrishnaMurti
« Reply #85 on: 16 April 2008, 10:06:09 PM »
Sedikit quote dari SN. Goenka http://www.buddhanet.net/bvk_study/bvk22b.htm :

Quote
Vipassana is the practical teachings of Lord Buddha, that J Krishnamurti got something from the Buddha - is a different thing

Itu opini dari Goenka. Sementara saya tidak melihat tekniknya (mengamati vedana secara sistematik) tercantum dalam Tipitaka.

Apa yang diajarkan K sama dengan Bahiya-sutta. Dan saya tidak punya petunjuk bahwa ia belajar dari Agama Buddha. Berarti K menemukan kembali apa yang ditemukan Buddha 2500 tahun lalu.

Tapi harap dipahami bahwa dengan membandingkan ini saya tidak hendak mengklaim bahwa ada yang benar dan ada yang salah. Silakan kalau orang mau menggunakan teknik Goenka/U Ba Khin; saya sendiri tidak menggunakan teknik apa-apa, sesuai Bahiya-sutta.

Salam,
Hudoyo

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: J KrishnaMurti
« Reply #86 on: 16 April 2008, 10:18:14 PM »
Tambah satu lagi Pak Hud nomor 5, versi saya.
saya ada versi saya sendiri persinggungan antara anapanasati sutta dan bahiya sutta, hasil pengalaman saya berbeda dengan guru2x mainstream yang ada, sejalan dengan MMD sejauh ini. Cuma sejauh ini baru 1 orang yg tahu  :))

Pak Hud, mungkin bisa buat thread baru, Meditasi MMD di board "Meditasi" supaya bahasan kita bisa fokus di JK.  _/\_

Ya, saya memang berniat membuka thread "MMD" di 'Meditasi'. Nanti menunggu diskusi di thread ini agak mereda. Biasalah, orang baru dengan "ide baru" selalu menimbulkan keramaian. :)  - Di Kaskus, sekarang thread "MMD" dan thread "Krishnamurti" mengalir tenang-tenang saja. Dulu, mah, jauh lebih "hebat" daripada di sini. :)

Saya tertarik dengan versi ke-5 Anda. :) Barangkali ada yang bisa saya adopsi untuk diajarkan. Nanti bisa kita diskusikan panjang lebar di sana.

Salam,
Hudoyo

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: J KrishnaMurti
« Reply #87 on: 16 April 2008, 10:32:19 PM »
Kelihatannya topik ini sangat "Buddhis" sekali  ;D
Di sini kelihatannya cocoknya membahas "label"  ;D

Label "K" memang tidak bisa dibedakan dengan label "Buddhis" kalau orang membatasi diri pada 'vipassana' dan 'anatta'. Menurut saya pribadi, ajaran K adalah ESSENSI ajaran Agama Buddha, yaitu 'vipassana' dan 'anatta', yang unik di dunia. Hal-hal lain di luar itu dalam Agama Buddha tidak esensial bagi pembebasan.

Salam,
Hudoyo

Offline asunn

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 212
  • Reputasi: 13
Re: J KrishnaMurti
« Reply #88 on: 16 April 2008, 10:46:10 PM »
Tambah satu lagi Pak Hud nomor 5, versi saya.
saya ada versi saya sendiri persinggungan antara anapanasati sutta dan bahiya sutta, hasil pengalaman saya berbeda dengan guru2x mainstream yang ada, sejalan dengan MMD sejauh ini. Cuma sejauh ini baru 1 orang yg tahu  :))

Pak Hud, mungkin bisa buat thread baru, Meditasi MMD di board "Meditasi" supaya bahasan kita bisa fokus di JK.  _/\_

Ya, saya memang berniat membuka thread "MMD" di 'Meditasi'. Nanti menunggu diskusi di thread ini agak mereda. Biasalah, orang baru dengan "ide baru" selalu menimbulkan keramaian. :)  - Di Kaskus, sekarang thread "MMD" dan thread "Krishnamurti" mengalir tenang-tenang saja. Dulu, mah, jauh lebih "hebat" daripada di sini. :)

Saya tertarik dengan versi ke-5 Anda. :) Barangkali ada yang bisa saya adopsi untuk diajarkan. Nanti bisa kita diskusikan panjang lebar di sana.

Salam,
Hudoyo

saya juga tertarik dengan pengalaman spiritual sumedho yg satu itu semoga bisa didiskusikan bersama2... btw salam pak hud... kita ketemu lagi di sini :)

asunn

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: J KrishnaMurti
« Reply #89 on: 16 April 2008, 10:48:43 PM »
MMD , apakah samatha atau vipasana pa hudoyo?

MMD (vipassana menurut Bahiya-sutta & ajaran K) berarti bebas dari segala konsep & teknik meditasi, jadi sebetulnya tidak bisa diberi label "samatha" dan "vipassana". Tapi kita bisa juga bersikap positif, dengan melihat bahwa "samatha" & "vipassana" kedua-duanya terdapat tanpa terpisahkan dalam MMD.

Seperti dikatakan oleh K, yang saya hafal betul sebagai "definisi" meditasi:

"Meditasi adalah pengosongan batin dari segala sesuatu yang diciptakan oleh pikiran (pemadaman si aku). ... Bila orang bisa berjalan sejauh itu, maka ia akan masuk ke dalam keheningan yang mendalam. ... Hanya di situ, mungkin muncul Gerak dari Yang Mahaluas."

Nah, jadi "samatha" & "vipassana" kedua-duanya terdapat dalam MMD, bukan?


Quote
apakah setelah MMD, banyak individu2 yg jadi ingin tahu konsep kebahagian?

Setelah MMD, jika orang memahami batinnya sendiri, ia akan melihat bahwa kebahagiaan yang dirasakan oleh si aku tidak bisa lepas dari ketidakbahagiaan. Oleh karena itu, tidak mungkin orang mendapatkan kebahagiaan tanpa menerima pula ketidakbahagiaan.

Jika si aku ini dipahami, maka lepaslah keinginan untuk mencapai kebahagiaan apa pun. Ini akan terjadi bila si aku ini padam, mati. Itulah arti 'nibbana' yang sesungguhnya, yaitu "padam", seperti padamnya api lilin.

Jika si aku benar-benar padam, maka batin orang itu bebas dari kebahagiaan dan ketidakbahagiaan, bebas dari keterkondisian, bebas dari harapan, pemuasan dan kekecewaan. Itulah sesungguhnya yang disebut "kebahagiaan tertinggi", ketika si aku ini tidak ada lagi, ketika orang tidak lagi berkata "Ini milikku, ini aku, ini diriku". (N'etam mama, n'eso hamasmi, n'eso me atta'ti.) - Kebahagiaan tanpa-aku ini lain sekali dengan kebahagiaan yang biasa kita bayangkan; tapi bisa dicicipi di dalam keheningan, ketika si aku tidak ada untuk sementara, yaitu keheningan meditasi vipassana.

Salam,
hudoyo



« Last Edit: 17 April 2008, 04:41:39 AM by hudoyo »