Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Re: [help]Sebenarnya saya sakit apa, Dok?  (Read 6807 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Kang_Asep

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 528
  • Reputasi: -14
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: [help]Sebenarnya saya sakit apa, Dok?
« on: 14 January 2012, 04:15:26 PM »
Tabib terakhir yang saya datangi namanya Pak Yoyo yang tinggal di wilayah Cicalengka.

Hal yang menakjubkan dari keahlian pa Yoyo adalah dia mampu membaca dan mendeteksi penyakit sebelum pasien menceritakan apapun padanya.

Berobat ke manapun, biasanya tabib atau dokter selalu bertanya, "kenapa?" atau "sakit apa?" yah, mungkin itu prosedurnya. Tapi kadang-kadang agak menjengkelkan juga. karena tampaknya sebagian besar dokter hanya membuat kesimpulan dan memberi resep hanya berdasarkan cerita saya saja.

"coba ceritakan, seperti apa keluhannya!" kata seorang dokter.

"ini dok, saya sering pingsan. tiba-tiba jantung saya berdebar kencang, trus saya limbung. sehabis itu saya lemas seharian, gak ada tenaga.  dst.... " trus, dokter mulai menyimpulkan kalau saya sakit jantung.  kadang-kadang dokter langsung memberikan resep obat jantung atau vitamin untuk jantung, kadang-kadang melakukan pemeriksaan EKG dulu. ini juga merupakan bagian yang terasa menjengkelkan. karena saya baca di internet, EKG itu hanya bisa mendeteksi penyakit jantung ketika jantung mengalami kritis. tapi kalau ktirisnya sudah lewat, maka akan dideteksi sebagai kondisi yang normal. ketika saya berkonsultasi ke dokter, umumnya ketka kondisi kritis lewat. karena ketika terjadi serangan jantung itu di rumah, saya tidak dapat bergerak sama sekali, dan tidak mau diangkat oleh orang lain. karena, ketika tubuh bergerak, terasa jantung semakin sakit. Ketka perasaan yang menyesakan dada itu agak berkurang, barulah saya membolehkan adik saya untuk mengangkat saya ke UGD. prosedurnya selalu sama, EKG. dan hasilnya selalu sama, yaitu normal. Tapi dokter gak bosan, tiap kali saya ada keluhan jantung, EKG lagi EKG lagi.

saya protes, "Dok, sudah berkali-kali saya di EKG, hasilnya normal. gak ada cara lain buat periksa jantung saya."

dokter menjawab, "kalo kemarin hasil EKG normal, hari ini belum tentu. setiap waktu setiap jam, setiap menit, kondisi jantung itu bisa berubah."

Uh, kesel banget. mending kalau gratis. sekal priksa EKG kan bayar Rp. 60.000. tapi apa boleh buat, masa pasien mau berdebat dengan dokter.

tapi kalau selagi pemeriksaan saya bersendawa berkali-kali, kadang wajah dokter yang tadinya tampak bingung dlaam mendiagnosa penyakit saya menjadi sumringah, dan lekas-lekas menulis resep obat maag. sampai-sampai saya dapat menebak apa yang akan diberikan oleh dokter. dengan keluhan yang sama, "asal saya tidak sendawa" atau "menahan diri dari sendawa", dokter akan ngasih obat jantung. tapi kalau saya sendawa, maka pastilah saya diberi obat maag. jadi, ternyata "sendawa" dan "tidak sendawa" tampaknya menjadi patokan buat dokter, obat apa yang akan mereka berikan kepada pasien.

Ketika berobat ke Tabib Yoyo, baru saja saya hendak membuka mulut untuk menjelaskan apa yang saya rasakan, pak Yoyo sudah mendahuluinya, "Energi pada solar Pleksus selalu bergerak ke atas, mendesak jantung, sehingga jantung sakit, anda sering pusing, merasa khawatir dan merasa takut. pasokan oksigen ke otak kurang, ada hambatan oksigen di bahu dan leher. Dan oh, ternyata semua ini disebabkan oleh faktor x. Batin Anda melawan untuk diobati."

sungguh luar biasa. tak satupun dapat mendiagnosa apa yang saya rasakan hingga hal terkecil dan rahasia. tapi Pa Yoyo dapat mengetahui seolah dia seseorang yang menyaksikan hidup sehari-hari saya. 
« Last Edit: 14 January 2012, 04:19:24 PM by Kang_Asep »

Offline bluppy

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.163
  • Reputasi: 65
  • Gender: Female
Re: Re: [help]Sebenarnya saya sakit apa, Dok?
« Reply #1 on: 14 January 2012, 07:04:59 PM »
jadi apa saran Tabib Yoyo agar anda
tidak menderita jantung sakit tersebut?

Offline Kang_Asep

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 528
  • Reputasi: -14
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Re: [help]Sebenarnya saya sakit apa, Dok?
« Reply #2 on: 15 January 2012, 06:56:26 PM »
jadi apa saran Tabib Yoyo agar anda
tidak menderita jantung sakit tersebut?

Pertama, dia menyarankan agar saya beraktifitas seperti biasanya.
    "Penyakit tersebut melemahkan smangat, sehingga pengaruhnya membuat anda ingin diam saja tidak melakukan aktifitas apapun. hal itu harus dilawan dengan cara lakukan aktifitas yang mmbutuhkan gerak fisik. misalnya, kalau pagi hari bantu istri menyapu, mencuci, dll." Demikian kata Tabib Yoyo.

Kedua, dia menyarankan agar saya berkonsulasi kepada guru spiritual yang dahulu saya pernah berguru kepadanya.
     Menurut tabib Yoyo, memang merupakan penyakit medis dan bisa dibantu diobati dengan pengobatan medis pula. tetapi, akar dari penyakit medis itu sebenarnya adalah sesuatu yang non medis, yang oleh Pak Yoyo disebut faktor x. oleh karena itu, Pak Yoyo menyuruh saya untuk berkonsultasi ke guru spiritual, seolah guru spiritual saya itu bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada saya.

Dari apa yang telah dijelaskan oleh pak Yoyo, kemudian saya merenungkan dan menyimpulkan bahwa saya tidak dapat lagi mengandalkan orang lain untuk sembuh. saya harus berjuang sendiri untuk bisa sembuh.

Ketika saya sedang bekerja di sebuah RS. (karena kebetulan saya juga seorang karyawan RS), penyakit saya kambuh. biasanya saya segera lagi ke UGD, dokter dan teman-teman di UGD yang sudah pada kenal dengan saya segera akan memberikan pertolongan medis. tapi ketika itu, saya tidak lari ke UGD, melainkan lari ke taman. di sana saya bermeditasi dengan tidak menghiraukan orang-orang yang berlalu lalang.

kendatipun sakit dan merasa mau pingsan, saya bertekad untuk bermeditasi. "apapun yang terjadi, tak ada pilihan lain bagi saya, kecuali bermeditasi. seandainya tubuh fisik saya tidak dapat disembuhkan, paling tidak kebahagiaan batin tidak terenggut". Demikian pikir saya.

Meditasi itu kemudian melahirkan efek ketenangan, merasakan sukhha ketika tarikan dan hembusan nafas. di tengah-tengah kesakitan yang dirasakan, ternyata ada sukkha yang bisa dinikmati. semakin terfokus, rasa sukkha tadi berkembang menjadi perasaan gembira.

mulailah bervipassana, mengamati tubuh pada tubuh, rasa pada rasa, kesadaran pada kesadaran, dan mengamati bentuk-bentuk mental. dan kemudian mulai melihat tiga corak kehidupan, di mana salah satunya adalah pengetahuan langsung akan "tiadanya aku". disitulah tubuh-batin mulai dapat difahami sebagaimana adanya.

tubuh memang dalam keadaan sakit. terasa benar bahwa jantung ini sakit "nyuut! nyuut!" tertekan dan seperti dicubit-cubit. Tetapi kemudian disadari bahwa hanya jantung itulah yang sakit, dan bukan "aku". sehingga "aku" tidak mengalami penderitaan. meditasi tersebut memang tidak atau belum menyembuhkan kesakitan pada jasmani, tapi telah menyembuhkan kesakitan pada "aku". untuk sampai pada kesadaran ini, bukanlah perjalanan yang mudah, tapi beratlah perjuangan yang dilalui, tapi kemudian berbuah kebahagiaan karena tiada melekat dan tiada melihat "aku" yang menderita. inilah awal kesembuhan itu.

hari-hari berikutnya, saya semakin giat bermeditasi. tetapi, meditasi ini akan selalu menemui kegagalan apabila saya tidak menjaga moralitas dalam hidup sehari-hari. karena konsentrasi butuh landasan. adapun landasan konsentrasi ini adalah moralitas. maka, langkah pertama untuk membangun landasan konsentrasi ini adalah "menjaga mulut". dalam mengungkapkan isi hati, baik melalui media tulisan maupun lisan, haruslah hati-hati. sebab, "salah berucap" atau "kata-kata buruk" berarti "hambatan meditasi". Inilah hal yang saya alami.

semakin hari, maka saya semakin melihat korelasi antara moralitas dalam hidup sehari-hari dengan meditasi. selengkap apapun teori meditasi yang kita miliki, apabila landasan konsentrasinya (moralitas) rapuh, maka kita tidak akan mampu mencapai "keheningan mulia" dalam meditasi, di mana keheningan mulia ini sangat diperlukan untuk memberikan waktu kepada tubuh dan jasmani untuk istirahat dari hidup yang sangat menyakitkan. Dengan demikian, rahasia dari segala kesembuhan itu adalah moralitas itu sendiri.

Semoga para makhluk tidak menyakiti dirinya sendiri dengan niat buruk, pikiran buruk, ucapan dan perbuatan buruk.
Dengan berlandaskan pada moraliltas yang baik, semoga para makhluk dapat hidup sehat dan berbahagia.
« Last Edit: 15 January 2012, 06:59:47 PM by Kang_Asep »

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Re: [help]Sebenarnya saya sakit apa, Dok?
« Reply #3 on: 15 January 2012, 07:47:53 PM »
guru spiritualnya sudah ditemui?
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline Kang_Asep

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 528
  • Reputasi: -14
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Re: [help]Sebenarnya saya sakit apa, Dok?
« Reply #4 on: 15 January 2012, 08:31:31 PM »
guru spiritualnya sudah ditemui?


sudah, tapi jawaban beliau tidak dapat saya fahami kebenarannya. akhirnya saya cari jalan sendiri.

Kepada guru saya menyampaikan bahwa menurut Tabib Yoyo saya harus berkonsultasi kepadanya. Kemudian guru saya bermaksud mengajak saya kepada pa Toto, seorang Tabib di Garut. boleh dikata, pak Toto ini adalah gurunya guru saya.

"Seperti saya bilang sejak pertama, bahwa apa yang kamu alami itu bukan sakit jantung, tapi merupakan proses matangnya ilmu, sebagaimana yang saya alami dulu." Demikian kata guru saya. Beliau menceritakan bahwa dulupun beliau mengalami hal seperti yang saya alami. Beliupun diangkut ke RS, karena memang membutukan pertolongan medis. Beliau lemas, tak bertenaga sama seperti yang saya alami. Perbedaannya, di seluruh tubuh beliau muncul benjolan-bejolan merah seperti terkena ulat. Dan beliau sembuh setelah beristirahat selama sebulan. Bedanya lagi, setelah 3 bulan, saya masih sering kambuh, sehingga sayapun tidak sepenuhnya yakin bahwa inti penyakit yang beliau alami adalah persis dengan apa yang saya alami.

Apabila penyakit saya kambuh atau saya pingsan, saya dibawa ke UGD. sore harinya sudah diperkenan pulang. butuh waktu sekitar 5 hingga 8 jam untuk bisa pulih kembali setelah mengalami suatu serangan. dan kadang-kadang lemas selama berhari-hari. Akunpuntur, obat-obatan medis terasa cukup membantu. terutama apabila berhari-hari tidak dapat tidur, obat penenang dari dokter membantu saya untuk dapt tidur, tapi tidak menghilangkan rasa lemas. Berbeda halnya bila saya segera datng kepada guru, beliau hanya mengusap saya, maka seketika itu juga rasa lemas itu hilang. dan sayapun mampu berlari kencang. seperi sulap "abra kadabra", langsung sembuh. tapi sayangnya hal itu tidak bertahan lama. jarak 3 atau 5 jam kemudian, serangan itu terjadi lagi.

Hal yang membingungkan saya dari guru saya itu katanya bahwa sakit saya itu "gara-gara" istri saya. "Istri kamulah yang menyebabkan kamu sakit begini." ini hal yang membingungkan. Karena, pertama beliau mengatakan bahwa sakitnya saya diakibatkan oleh "proses matangnya ilmu", tapi kemudian dikatakan "gara-gara istri". Kedua, istriku itu sangatlah baik. ia sabar dan baik hati. selama sakit, banyaklah harta benda yang telah dia keluarkan, mulai dari tabungannya hingga perhiasannya dia jual, semua itu untuk mengobati saya. Sebelum saya sakitpun tidak adalah perbuatan yang sungguh membuat saya marah atau jengkel. sebaliknya saya merasa, sayalah yang "agak nakal" kepada istri. seandainya istri saya punya kesalahan pada saya, maka saya pikir, kesalahan saya kepadanya jauh lebih banyak lagi.  Ketiga, jika benar sakit saya karena persoalan psikologis yang disebabkan oleh istri saya, maka selemah apa saya ini, begitu rapuhnya sehingga menjadi jatuh sakit karena perilaku istri yang salah. sehingga saya berkata kepada guru, "Istri saya tidak mempunyai guru spiritual. Filsafat dan moralitas apapun, sayalah yang mengajarkan kepadanya. sedangkan saya adalah murid anda yang dilatih ssecara fisik, emangat dan mental sejak saya kecil, apakah mungkin saya serapuh itu sehingga jatuh sakit karena perangai istri yang kurang baik?"

"Kamu terlalu menyayangi istri kamu, sehingga membutakan matamu, tidak dapat melihat kesalahannya." Demikian kata guruku. "apakah kamu mengakui bahwa istrimu itu kurang hormat kepada kamu dan orang tuamu?"

saya mengangguk. saya juga teringat bahwa ibu saya pernah menangis karena perangai istri saya yang kurang baik pada ibuku. kemudian saya memintakan maaf kepada ibuku dan berjanji ntuk menasihati istriku. Dan saya juga ingat, bahwa istriku dulu sering merendahkan penghasilanku yang jauh lebih kecil di banding dengan penghasilannya. tapi saya telah memaafkan semuanya, dan berpikir bahwa semua itu adalah kesalahanku sendiri. rasanya tidaklah mungkin persoalan itu yang membuatku jatuh sakit.

"kalau kau mau sembuh, kau harus sanggup untuk mendidik istrimu agar memiliki rasa hormat pada suami dan orang tua. sanggupkah?" kata guruku.

"mudah-mudahan saya bisa." Demikian jawabku. jawabanku agak ragu, karena merasa bahwa aku malu pada istriku. akulah yang harus lebih banyak memperbaiki diri. kesetiaan istriku, kesabaran dan pengorbanannya, semua itu rasanya sudah cukup bagiku. aku malu menuntut istriku untuk berperilaku lebih baik, sementara aku tidak menjadi lebih baik. kupikir, aku harus sanggup menjadi lebih baik, agar tidak malu mendidik istri.

rupanya guruku tidak senang mendengar jwaban yang mudah-mudahan dan terdengar ragu. beliau mengulangi pertanyaannya, "Sanggup atau tidak?"

"Sanggup!" jawab saya.

sepulang dari rumah guru, sepanjang jalan saya merenung, "rasanya tak masuk akal, kalau sakit saya gara-gara perangai istriku. lagi pula, seandainya istriku yang jelek perangainya, kenapa harus aku yang sakit. bukankah setiap orang menerima karma nya masing-masing dan tidak menanggung karma orang lain." Demikian pikirku, bingung. "Tapi ya sudahlah.  tidak ada hal lain yang diharapkan oleh orang yang sakit, kecuali kesembuhan. dan sekarang, kalau aku harus menasihati istriku, apa salahnya."

sesampainya di rumah, saya berkata kepada istriku, "Istriku, sesungguhnya aku bukanlah orang yang suka dilayani. Jika aku hendak makan atau minum, aku tidak menyuruhmu, aku mengambilnya sendiri. akupun tidak suka seperti suami lain yang suka tangannya dicium oleh istri. aku tidak suka engkau mencium tanganku. tidak seperti suami yang lain, yang menganggap istri harus tunduk patuh pada suami dan harus melayani suami, aku sama sekali tidak memiliki pandangan itu. aku tidak berpikir engkau harus patuh dan melayani aku. Tetapi, mungkin orang tuaku atau guruku mengharapkan engkau bersikap hormat kepada mereka dan juga kepada suamimu. maka tunjukanlah rasa hormat kepada mereka, semata untuk membuat hari mereka menjadi senang. Adapun guruku, itu sama halnya seperti orang tuaku, beliau menganggap apabila engkau tidak mencium tangannya, maka dianggapnyalah engkau tidak memiliki rasa hormat kepada beliau. sesungguhnya aku bukan orang yang suka dengan tradisi cium tangan. tapi demi menyenangkan hati para orang tua, maukah engkau melakukannya?" demikian aku pada istriku.

istriku mendengarkan kata-kataku dengan khidmat dan kemudian ia berkata, "Baiklah, aku akan melakukannya, jika semua itu memang merupakan hal yang baik."

sejak saat itu, saya masih sering sakit-sakitan. tapi jalan kesmbuhan semakin terbuka, mulai dengan bantuan akupuntur, pengobatan oleh pa Yoyo, hingga usaha meditasi. semua itu membantu kesembuhan.

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Re: [help]Sebenarnya saya sakit apa, Dok?
« Reply #5 on: 15 January 2012, 09:32:57 PM »
emang guru spiritualnya ngajarin apa sih??
kok rasanya ngeri banget efek sampingnya...

terus, atanya kemarin sudah sembuh, apakah sekarang sering kambuh lagi?
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline Kang_Asep

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 528
  • Reputasi: -14
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Re: [help]Sebenarnya saya sakit apa, Dok?
« Reply #6 on: 16 January 2012, 09:14:20 AM »
emang guru spiritualnya ngajarin apa sih??
kok rasanya ngeri banget efek sampingnya...

terus, atanya kemarin sudah sembuh, apakah sekarang sering kambuh lagi?


sudah sembuh. tapi masih berpotensi untuk kambuh. oleh karena itu saya harus selalu menjaga pola hidup sehat setiap hari, mulai dari cara makan, makanan yang dikonsumsi, cara berperilaku, olah raga dan jadwal istirahat. bila keseimbangan hal-hal tersebut tidak dijaga, penyakit tersebut dapat kambuh lagi.

pengobatan akupuntur itu telah membuat saya jauh labih sehat. Tetapi, akunputur itu bukanlah faktor utama kesembuhan itu. walaupun terus menerus diakupuntur, bila saya tidak dengan giat menjaga keseimbangan pola hidup, maka akupuntur itu menjadi tidak ada gunanya. akupuntur ataupun obat dari dokter ibarat upaya pertolongan pertama saja.

seperti halnya oksigen. ke mana-mana saya membawa oksigen. apabila terjadi gejala hipoxia (kekurangan oksigen), dalam keadaan darurat saya menggunakan oksigen tersebut. selanjutnya, apabila sudah keluar dari kondisi kritis, saya harus menyelidiki apa yang menyebabkan saya mengalami hipoxia dan menjaga agar penyebab itu tidak muncul kembali sehingga penggunaan oksigen tidak diperlukan lagi.

Offline Yani Puk

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.208
  • Reputasi: 37
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Re: [help]Sebenarnya saya sakit apa, Dok?
« Reply #7 on: 16 January 2012, 11:36:25 AM »
koq Ada ya penyakit gitu? Itu antara kombinasi darah rendah dan kemungkinan alergi sesuatu

Darah rendah mudah pingsan dan kekurangan oksigen seketika. Tidak peduli dimana, kapan dan jam berapa

Untuk gejala lain nya sih seperti perut kembung,dll itu waktu itu pernah karena alergi antobiotik. Sekali makan antibiotik maka akan perut kembung, muntah, lemas dan pingsan. Bahkan parahnya badan bisa bengkak.

Pendapat saya mengenai nasehat guru anda, maaf bukan menyepelekan nasehat beliau
Tapi buat apa juga menyalahkan istri anda. Harusnya anda koreksi diri sendiri dan cek penyebabnya apa yang anda lakukan belakangan ini sebelum terserang penyakit tsb.

Apa pernah ke hutan? dan membuang sesuatu? atau pernah menghina mahluk tertentu? Atau tidak sopan ke siapa yang mengakibatkan orang tersebut dendam?! Itu juga perlu di cek sih.. Tapi bukan maksud saya  buat bawa2 masalah spiritual kesini. Ya jaga2 saja siapa tau emang ada kemungkinan gitu sih...

Untuk kesehatan sih, emang kita perlu jaga dari dulu. Dari pola makan, waktu tidur dan olahraga yang cukup.
Niscaya anda sehat selalu

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Re: [help]Sebenarnya saya sakit apa, Dok?
« Reply #8 on: 16 January 2012, 11:40:48 AM »
emang guru spiritualnya ngajarin apa sih??
kok rasanya ngeri banget efek sampingnya...
yang ini?
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline bluppy

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.163
  • Reputasi: 65
  • Gender: Female
Re: Re: [help]Sebenarnya saya sakit apa, Dok?
« Reply #9 on: 16 January 2012, 01:03:14 PM »
mulailah bervipassana, mengamati tubuh pada tubuh, rasa pada rasa, kesadaran pada kesadaran, dan mengamati bentuk-bentuk mental. dan kemudian mulai melihat tiga corak kehidupan, di mana salah satunya adalah pengetahuan langsung akan "tiadanya aku". disitulah tubuh-batin mulai dapat difahami sebagaimana adanya.

 

"Seperti saya bilang sejak pertama, bahwa apa yang kamu alami itu bukan sakit jantung, tapi merupakan proses matangnya ilmu, sebagaimana yang saya alami dulu." Demikian kata guru saya. Beliau menceritakan bahwa dulupun beliau mengalami hal seperti yang saya alami. Beliupun diangkut ke RS, karena memang membutukan pertolongan medis. Beliau lemas, tak bertenaga sama seperti yang saya alami. Perbedaannya, di seluruh tubuh beliau muncul benjolan-bejolan merah seperti terkena ulat. Dan beliau sembuh setelah beristirahat selama sebulan. Bedanya lagi, setelah 3 bulan, saya masih sering kambuh, sehingga sayapun tidak sepenuhnya yakin bahwa inti penyakit yang beliau alami adalah persis dengan apa yang saya alami.

Berbeda halnya bila saya segera datng kepada guru, beliau hanya mengusap saya, maka seketika itu juga rasa lemas itu hilang. dan sayapun mampu berlari kencang. seperi sulap "abra kadabra", langsung sembuh. tapi sayangnya hal itu tidak bertahan lama. jarak 3 atau 5 jam kemudian, serangan itu terjadi lagi.


emang guru spiritualnya ngajarin apa sih??
kok rasanya ngeri banget efek sampingnya...

numpang tanya sama Kang Asep
metode vipassana nya cuma belajar dari 1 guru saja?
kok ngk pernah dengar efek samping vipassana seperti ini?
dan "proses matangnya ilmu" gejalanya seperti ini?

yang saya tahu vipassana itu intinya mengamati keadaan apa adanya, teorinya sudah sama kayanya.
hanya metode latihannya agak sedikit berbeda2
contoh metode vipassana yg lebih terkenal di Indonesia
: Mahasi Sayadaw, Pa Auk Sayadaw, SN Goenka

saran aja buat Kang Asep  ;D
coba di cross check dengan guru Vipassana yg berbeda
atau dengan Bhante yang berlatih meditasi Vipassana
agar bisa mendapat second opinion
jangan hanya berpatok pada 1 guru anda saja 
mungkin bisa mendapat masukan yg berbeda
« Last Edit: 16 January 2012, 01:05:51 PM by bluppy »

Offline Kang_Asep

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 528
  • Reputasi: -14
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Re: [help]Sebenarnya saya sakit apa, Dok?
« Reply #10 on: 16 January 2012, 06:13:37 PM »
koq Ada ya penyakit gitu? Itu antara kombinasi darah rendah dan kemungkinan alergi sesuatu

secara medis, saya memang mempunyai penyakit maag, darah rendah dan alergi terhadap antibiotik. masalahnya, penyakit tersebut sudah saya derita sejak dua tahun lalu, tapi penyakit yang dialami belakangan ini rasanya sangat berbeda dari gejala sebelumnya. ada sesuatu yang tiba-tiba membuat saya jatuh pingsan. ketika diperiksakan ke dokter, maka penyakit yang terdeteksi adalah penyakit medis yang dulu saya derita.

setiap kali berobat ke dokter, mereka bertanya, "Apakah anda perokok?"

saya jawab "tidak". memang saya bukan perokok. dokter pun memutar otak, untuk mencari penyebab lain dari penyakit saya.  tapi saya yakin, seandainya saya perokok, maka pastilah rokok itu yang akan dijadikan kambing hitam. seperti kawan saya, dia seorang kepala sekolah, dia pernah terkena serangan jantung. dan dokter meyakinkan kawan saya itu bahwa penyakit jantung yang dia alam akibat kebiasaannya merokok. sejak saat itu kawan saya itu berhenti merokok dan aktif menjadi penulis "anti rokok".

selain saya, ibu saya juga memiliki penyakit maag. banyak gejala yang dialami ibu saya, mirip dengan gejala yang saya alami. masalahnya, dia tidak mengalami kejadian "halusinasi" seperti yang saya alami. hal mengerikan yang saya alami, yang menyertai penyakit saya ini adalah apabila penyakit saya ini kambuh, maka saya melihat wajah setiap orang itu pucat pasi, semua orang tampak seperti mayat dan seolah-olah saya melihat setiap orang itu bagaimana dan oleh karena apa mereka meregang nyawa. karena melihat semua itu, yang mungkin itu adalah halusinasi, maka rasanya hidup saya jadi mencekam.

ketika melihat seorang ibu menuntun anaknya, aku lihat seperti mayat menuntun mayat. aku melihat ibu tersebut dipatuk ular belang, dan ia meregang nyawa. ada yang mati karena usia tua, ada yang mati karena tabrakan, ada yang mati bunuh diri, semua itu tergambar seperti film tiga dimensi. semua kejadian ini tidak pernah saya ceritakan kepada dokter. saya memang bermaksud untuk mendatangi psikolog, tapi urung. karena saya pikir, pastilah nanti saya akan diberi obat penenang di satu sisi itu memang membantu, tapi sebenarnya itu tidak menyelesaikan masalah. maka yang menjadi pertanyaan saya, apakah lumrah penyakit maag bisa membuat orang berhalusinasi seperti itu?

Quote
Darah rendah mudah pingsan dan kekurangan oksigen seketika. Tidak peduli dimana, kapan dan jam berapa

ya. sebelum kejadian serangan jantung itu, tekanan darah saya memang sangat rendah. tapi saya tidak pernah mengalami pusing, mual, pendeknya tak ada keluhan. setelah kejadian sernagan jantung yang pertama, tekanan darah saya naik jadi 140/100. tapi besoknya sudah normal kembali, yaitu 120/80. kadar sel darah merah sel darah putih pun di periksa hasilnya normal. tapi gejala kekurangan oksigen itu masih terjadi. sehingga tidak dapat disimpulkan bahwa kekurangan oksigen tersebut karena kurang darah atau tekanan darah rendah.

Quote
Untuk gejala lain nya sih seperti perut kembung,dll itu waktu itu pernah karena alergi antobiotik. Sekali makan antibiotik maka akan perut kembung, muntah, lemas dan pingsan. Bahkan parahnya badan bisa bengkak.

selama pengobatan, tidak dokter yang memberi antibiotik. seandainya ada yang memberi antibiotik tentu saya akan bilang, "dok, saya alergi antibiotik". biasanya, bila saya menelan antibiotik gejala yang muncul adalah gatal diseluruh tubuh, atau bengkak pada jari jemari.

Quote
Pendapat saya mengenai nasehat guru anda, maaf bukan menyepelekan nasehat beliau
Tapi buat apa juga menyalahkan istri anda. Harusnya anda koreksi diri sendiri dan cek penyebabnya apa yang anda lakukan belakangan ini sebelum terserang penyakit tsb.

saya setuju dengan hal tersebut. saya tidak suka menyalahkan istri saya. saya pikir, lebih baik saya koreksi diri.

Quote
Apa pernah ke hutan? dan membuang sesuatu? atau pernah menghina mahluk tertentu? Atau tidak sopan ke siapa yang mengakibatkan orang tersebut dendam?! Itu juga perlu di cek sih.. Tapi bukan maksud saya  buat bawa2 masalah spiritual kesini. Ya jaga2 saja siapa tau emang ada kemungkinan gitu sih...

ini adalah bagian yang sebenarnya dulu tidak berani untuk saya ceritakan. apalagi pada dokter yang tentu bukan ahlinya dibidang mistik. tapi hal ini pernah saya ceritakan kepada pa Yoyo, karena beliau sendiri yang pertama-tama mampu mengidentifikasi bahwa terdapta unsur-unsur non medis dalam penyakit yang saya alami.

dulu, saya pernah berseteru dengan dua orang makhluk halus. ceritanya amat panjang. tapi singkatnya, mereka berdua dapat saya kalahkan. walaupun demikian, mereka menyimpan dendam dan mengancam akan mencelakai saya, ketika saya lengah. ketika serangan jantung yang pertama itu, itu sebenarnya hadir dua makhluk itu di hadapan saya dan menyatakan bahwa kesakitan yang saya alami adalah perbuatan mereka. tapi saya tidak mau menggubrisnya. karena saya pikir, belum tentulah penyakit yang saya alami itu hasil perbuatan makhluk halus itu. bisa jadi itu hanyalah penyakit medis, tapi si makhluk halus itu mengaku-ngaku bahwa itu perbuatan mereka agar saya takut dan tunduk pada mereka. maka saya benar-benar mengabaikan semua perkataan makhluk halus itu.

Quote
Untuk kesehatan sih, emang kita perlu jaga dari dulu. Dari pola makan, waktu tidur dan olahraga yang cukup.
Niscaya anda sehat selalu

sebelumnya, saya adalah seorang olahragawan. hampir setiap hari saya melakukan olahraga, paling sedikit lari sejauh 1 km, sit up, push up, dan scot jump. itu adalah rutinitas saya sehari-hari. khusus pada hari minggu, saya berolah raga selama kurang lebih 6 jam. mulai dari jam 8  pagi hingga jam 2 siang. oleh karena itu, ketika kawan-kawan dan saudara saya mendengar bahwa saya jatuh sakit, hampir semua orang tidak percaya. mereka berkata, "Ah, bagaimana kamu bisa sakit, kan kamu olahragawan?" atau mereka berkata,"seumur-umur, baru sekarang mendengar kang Asep jatuh sakit."

oleh karena itu, saya jadi agak jengkel ketika dokter puskesmas menasihati saya, dia bilang, "Kemungkinan bapak itu jarang olahraga ya. olah raga itu harus pa, minimal seminggu dua kali. cobalah kalau pagi, jalan kaki. kalau setiap hari pergi kantor pulang kantor, gak pernah olahraga, ya begini jadinya, sakit-sakitan."

saya menjawab, "bu dokter, saya ini olahragawan, olahraga lari saya lakukan setiap hari, fitnes saya lakukan seminggu sekali. dan saya juga atlet beladiri. tapi bagaimana saya bisa jatuh sakit seperti ini dok? sedangkan istri saya tidak pernah olahraga, kecuali nyuci, nyetrika dan melakukan pekerjaan rumah sehari-hari sebagai ibu rumah tangga, tapi istri saya sehat walafiat. jadi, rasanya tidak mungkin kalau sakit saya ini akibat kurang berolahraga."

dokter puskesma itu menjawab, "Setiap orang kan beda-beda. istri anda bisa sehat walaupun tidak olahraga, anda tidak bisa seperti itu. sekarang, lakukan saran saya, coba jalan kaki setiap pagi. jangan dulu lari. bertahap aja dulu!"

karena ingin sembuh, sayapun melakukan apa yang disarnkan dokter puskesmas. setiap pagi jalan kaki menmpuh jarak kurang lebih 5 km, tapi makin hari tubuh saya malah semakin lemah rasanya.

Offline Kang_Asep

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 528
  • Reputasi: -14
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Re: [help]Sebenarnya saya sakit apa, Dok?
« Reply #11 on: 16 January 2012, 06:28:03 PM »

numpang tanya sama Kang Asep
metode vipassana nya cuma belajar dari 1 guru saja?
kok ngk pernah dengar efek samping vipassana seperti ini?
dan "proses matangnya ilmu" gejalanya seperti ini?

guru saya itu tidak mengajarkan saya meditasi vipassana.
saya belajar vipassana ya dari forum ini, dari ebook dan dari buku-buku meditasi yang saya beli di gramedia. sangat mungkin praktik vipassana yang saya jalani banyak kesalahan, karena tidak berguru secara langsung kepada ahlinya.

adapun guru saya itu mengajarkan aliran kebatinan. tapi saya tidak ingin membahas lebih jauh mengenai beliau dan ilmu yang beliau ajarkan. khawatir nanti dianggap sombong. yang jelas, menurut beliau bahwa dalam sejarah perguruannya, para guru perguruan kami memang memiliki musuh bebuyutan dari bangsa makhluk halus. setiap orang yang akan menjadi pewaris aliran kebatinan tersebut akan selalu berhadapan dengan musuh bebuyutan tersebut. entahlah ini benar atau salah. Tapi nasi sudah menjadi bubur, sekarang saya harus menghadapi segala sesuatunya.

Quote
yang saya tahu vipassana itu intinya mengamati keadaan apa adanya, teorinya sudah sama kayanya.
hanya metode latihannya agak sedikit berbeda2
contoh metode vipassana yg lebih terkenal di Indonesia
: Mahasi Sayadaw, Pa Auk Sayadaw, SN Goenka

saran aja buat Kang Asep  ;D
coba di cross check dengan guru Vipassana yg berbeda
atau dengan Bhante yang berlatih meditasi Vipassana
agar bisa mendapat second opinion
jangan hanya berpatok pada 1 guru anda saja 
mungkin bisa mendapat masukan yg berbeda

terima kasih atas sarannya. forum ini merupakan referensi saya dalam belajar vipassana. saya sudah melwati banyak percobaan meditasi "try" & "error". Banyak sekali permasalahan meditasi yang saya hadapi. tapi kadang-kadang apabila dikonsultasikan, malah sering menjadi fitnah. mungkin saya tidak terlalu pandai mendeskripsikan permasalahan-permasalahan itu. oleh karena itu sekarang saya memilih diam saja, dan mencoba menyelami sendiri tulisan teman-teman di forum ini tentang vipassana.

saya pikir, kawan-kawan di sini adalah para pakar dan ahli teori di dalam meditasi. tapi bila saya ingin mengkonsultasikan masalah-masalah meditatif, seperti saya harus menggunakan bahasa yang tekstual. kalau tidak, malah akan menimbulkan masalah tersendiri.

Offline bluppy

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.163
  • Reputasi: 65
  • Gender: Female
Re: Re: [help]Sebenarnya saya sakit apa, Dok?
« Reply #12 on: 16 January 2012, 06:54:26 PM »
terima kasih atas sarannya. forum ini merupakan referensi saya dalam belajar vipassana. saya sudah melwati banyak percobaan meditasi "try" & "error". Banyak sekali permasalahan meditasi yang saya hadapi. tapi kadang-kadang apabila dikonsultasikan, malah sering menjadi fitnah. mungkin saya tidak terlalu pandai mendeskripsikan permasalahan-permasalahan itu. oleh karena itu sekarang saya memilih diam saja, dan mencoba menyelami sendiri tulisan teman-teman di forum ini tentang vipassana.

saya pikir, kawan-kawan di sini adalah para pakar dan ahli teori di dalam meditasi. tapi bila saya ingin mengkonsultasikan masalah-masalah meditatif, seperti saya harus menggunakan bahasa yang tekstual. kalau tidak, malah akan menimbulkan masalah tersendiri.

dianjurkan anda tidak mencari ahli teori meditasi
tapi ahli dalam praktek sekaligus teori meditasi
sulit menjelaskan dengan tulisan di forum,
sering terjadi kesalah pahaman
apalagi di forum terbuka,
mungkin akan mendapat banyak judgement dari banyak org

lebih baik kalau bisa konsultasi face to face
agar komunikasi lebih efektif
dengan bhikkhu/guru yang berpengalaman dalam meditasi vipassana
kalau ada waktu, bisa sekalian ikut retreat meditasi
atau ikut one day mindfulness pada hari minggu
jadi bisa bertemu langsung dengan Bhante yg mengajar meditasi

reference untuk one day mindfulness, retreat lainnya
http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=20976.0
http://yasati.com/panelProgram
http://www.indonesian.dhamma.org/schjavaid.htm
http://hadayavatthufoundation.blogspot.com/

« Last Edit: 16 January 2012, 07:07:58 PM by bluppy »

Offline Kang_Asep

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 528
  • Reputasi: -14
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Re: [help]Sebenarnya saya sakit apa, Dok?
« Reply #13 on: 16 January 2012, 09:48:42 PM »
dianjurkan anda tidak mencari ahli teori meditasi
tapi ahli dalam praktek sekaligus teori meditasi
sulit menjelaskan dengan tulisan di forum,
sering terjadi kesalah pahaman
apalagi di forum terbuka,
mungkin akan mendapat banyak judgement dari banyak org

lebih baik kalau bisa konsultasi face to face
agar komunikasi lebih efektif
dengan bhikkhu/guru yang berpengalaman dalam meditasi vipassana
kalau ada waktu, bisa sekalian ikut retreat meditasi
atau ikut one day mindfulness pada hari minggu
jadi bisa bertemu langsung dengan Bhante yg mengajar meditasi

reference untuk one day mindfulness, retreat lainnya
http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=20976.0
http://yasati.com/panelProgram
http://www.indonesian.dhamma.org/schjavaid.htm
http://hadayavatthufoundation.blogspot.com/



sejak dulu, saya sangat berharap bisa belajar meditasi vipassana secara langsung dari para guru yang ahli dibidangnya.

terima kasih atas saran dan informasinya.

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Re: [help]Sebenarnya saya sakit apa, Dok?
« Reply #14 on: 17 January 2012, 09:58:44 PM »
yah! kita pakai filosofi masih untung,

masih untung tidak jadi gila karena salah ilmu.