Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Pandangan Buddhist Terhadap Pandangan Nasrani pada Buddhisme  (Read 124320 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #30 on: 26 October 2011, 04:56:43 PM »
ha ha ha  :)) :)) :)) :))

waduh kok pada jadi ngomongin instan..

btw, itu sejujurnya gw juga punya keinginan mengkonvert beberapa teman ke buddhism.
tapi sepertinya kurang bijaksana ya? lagian juga setiap bertemu ato lagi ngumpul gak pernah ngomongin agama tertentu.
akhirnya gw putusin membuang keinginan tersebut.
kecuali kalo dari mereka ada yang bertanya tentang ajaran buddha, rasanya juga merupakan kewajiban menjawab sebisa mungkin dengan pemahaman gw tentang ajaran buddha. supaya teman ini tidak punya pandangan yang salah seperti artikel diatas.
saya juga pernah kepikiran seperti itu sebelumnya...
kepingin ngajak temen2 saya untuk masuk buddhis...
tapi terakhirnya keinginan itu akhirnya musnah sendiri, karena tidak ada kesempatan, plus timbul pemahaman dari saya, bahwa tidak semua orang mampu mendengar dhamma...
  _/\_
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline Mr. Wei

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.074
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #31 on: 26 October 2011, 05:12:42 PM »
Agama K bilang Buddhisme itu sadis karena membiarkan manusia lahir-mati terus menerus?

Yang bener aja, mana yang lebih sadis.... disiksa di neraka selamanya atau bisa 'mati' di neraka dan terlahir kembali di alam yg lebih baik dan berkesempatan untuk menghentikan penderitaan (mencapai nibbana)?

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #32 on: 26 October 2011, 05:16:02 PM »
Agama K bilang Buddhisme itu sadis karena membiarkan manusia lahir-mati terus menerus?

Yang bener aja, mana yang lebih sadis.... disiksa di neraka selamanya atau bisa 'mati' di neraka dan terlahir kembali di alam yg lebih baik dan berkesempatan untuk menghentikan penderitaan (mencapai nibbana)?

itulah persepsi bagi yg belum mengerti dan memahami ajaran buddha, lahir dan mati bertujuan apa ? untuk memperbaiki atau untuk semakin memperburuk? ;D
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #33 on: 26 October 2011, 08:07:39 PM »
Agama K bilang Buddhisme itu sadis karena membiarkan manusia lahir-mati terus menerus?

Yang bener aja, mana yang lebih sadis.... disiksa di neraka selamanya atau bisa 'mati' di neraka dan terlahir kembali di alam yg lebih baik dan berkesempatan untuk menghentikan penderitaan (mencapai nibbana)?

itulah g enaknya jadi umat K, hidup berbuat jahat cuma 70 tahun uda dapat karcis free ke neraka SELAMANYA..
tapi kalo jadi orang baik, hidup berbuat baik cuma 70 tahun, udah dapat tiket gratis ke surga....
makanya, kalau mau jadi umat K, mending jadi orang benar2 baik aja...
kalo mau buat nakal2 mending jangan masuk deh, neraka abadi loh...  :)) :)) :))
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline Predator

  • Sebelumnya: Radi_muliawan
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 585
  • Reputasi: 34
  • Gender: Male
  • Idealis tapi realistis dan realistis walau idealis
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #34 on: 26 October 2011, 09:34:59 PM »
Jadi ingat buku "From Buddha to esJus" sampai ada diskusi di commentnya (yg saya liat sangat cukup memberi wawasan)

http://kkholimi.wordpress.com/2010/06/12/from-buddha-to-jes us/  (sepasinya di ilangin dulu yak)

agak melelahkan juga posting yang menyangkut kata band content.. ilang seketika ;D

itulah g enaknya jadi umat K, hidup berbuat jahat cuma 70 tahun uda dapat karcis free ke neraka SELAMANYA..
tapi kalo jadi orang baik, hidup berbuat baik cuma 70 tahun, udah dapat tiket gratis ke surga....
makanya, kalau mau jadi umat K, mending jadi orang benar2 baik aja...
kalo mau buat nakal2 mending jangan masuk deh, neraka abadi loh...  :)) :)) :))

« Last Edit: 26 October 2011, 09:37:50 PM by Radi_muliawan »
susah dan senang, sakit dan sehat selalu silih berganti

Offline dato' tono

  • Sebelumnya: dhanuttono
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.612
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
  • Namo Buddhaya...
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #35 on: 26 October 2011, 09:46:56 PM »
klo berbicara instant, yg dato' tau, agama nasrani itu agama 'mie instan' apapun kegiatannya, yg penting ada 'mie instan'

apa itu 'mie instan' ? dalam KBDT (Kamus Besar Dato' Tono) disebutkan, proses mie instan adalah proses dimana mie tinggal di rendam dengan air panas dalam waktu singkat, udah siap dimakan, walau sebenarnya tidak bergizi...

apa relasi nya dengan nasrani ? dalam AD/RT DT (Anggaran Dasar/Rumah Tangga Dato' Tono) disebutkan, mie instan = percaya, cukup sebut kata percaya, niscaya dalam waktu singkat pintu surga akan terbuka dan konon kata nya dosa serta kesalahan2 seseorang akan lenyap, walau sebenarnya diragukan kebenarannya...

logika nya :

1. seseorang setiap saat melakukan perbuatan baik, hidup dengan berhati-hati, penuh kewaspadaan, takut melakukan kesalahan, selalu menolong dan membantu orang lain, namun di usia 59 tahun, karena kesabaran nya habis ketika di istri nya diperkosa preman, ia membunuh si preman, di usia 60 tahun ia meninggal, maka dalam AD/RT DT (Anggaran Dasar/Rumah Tangga Dato' Tono) pasal Nasrani, orang ini akan masuk ke neraka...

2. seseorang setiap saat melakukan perbuatan baik, hidup dengan berhati-hati, penuh kewaspadaan, takut melakukan kesalahan, selalu menolong dan membantu orang lain, namun sampai usia 60 tahun ia meninggal, ia masih belum bisa percaya gusti brewok, maka dalam AD/RT DT (Anggaran Dasar/Rumah Tangga Dato' Tono) pasal Nasrani, orang ini akan masuk ke neraka...

3. seseorang setiap saat melakukan perbuatan buruk, hidup dengan ketidak hati-hati-an, kurang kewaspadaan, tidak takut melakukan kesalahan, tidak suka menolong dan membantu orang lain, namun di usia 59 tahun, ia membantu menyelamatkan nenek-nenek yang mau dibunuh preman, di usia 60 tahun ia meninggal,   maka dalam AD/RT DT (Anggaran Dasar/Rumah Tangga Dato' Tono) pasal   Nasrani, orang ini akan masuk ke surga...

4. seseorang setiap saat melakukan perbuatan buruk, hidup dengan ketidak   hati-hati-an, kurang kewaspadaan, tidak takut melakukan kesalahan,   tidak suka menolong dan membantu orang lain, namun sampai usia 60 tahun ia meninggal, ia percaya gusti brewok,  maka dalam AD/RT DT (Anggaran Dasar/Rumah Tangga Dato' Tono) pasal   Nasrani, orang ini akan masuk ke surga...

5. seseorang, setiap hari nya melakukan kesalahan dan kebaikan... sampai usia 60 tahun ia meninggal dan percaya gusti brewok, maka dalam AD/RT DT (Anggaran Dasar/Rumah Tangga Dato' Tono) pasal   Nasrani, orang ini akan masuk ke surga...

6. seseorang, setiap hari nya melakukan kesalahan dan kebaikan... sampai   usia 60 tahun ia meninggal dan tidak percaya gusti brewok, maka dalam AD/RT   DT (Anggaran Dasar/Rumah Tangga Dato' Tono) pasal   Nasrani, orang ini akan masuk ke neraka...

lihat !!!

betapa ngeri nya agama nasrani, begitu sempit nya pola pikir mereka... 'mie instan' lebih hebat dari pada harus berbuat baik... ini lah kelebihan agama nasrani... 'mie instan' adalah segala-gala nya, perbuatan tidak akan diperhatikan oleh para gusti, trutama si brewok...

jika tidak suka dengan tulisan dato' tono, boleh klik 'report to moderator' dan berikan sanggahan...
jika suka dengan tulisan dato' tono,, hati-hati bakal masuk neraka...
Sesuai benih yang ditabur, demikian lah buah yang di tuai, penanam kebajikan akan memperoleh kebahagiaan.

Offline Predator

  • Sebelumnya: Radi_muliawan
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 585
  • Reputasi: 34
  • Gender: Male
  • Idealis tapi realistis dan realistis walau idealis
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #36 on: 26 October 2011, 10:01:34 PM »
proses mie instan adalah proses dimana mie tinggal di rendam dengan air panas dalam waktu singkat, trus air panasnya dari mana ?

hmm a'a tono memberikan pilihan yang sulit kalau tidak klik 'report to moderator' bisa masuk neraka ;D

klo berbicara instant, yg dato' tau, agama nasrani itu agama 'mie instan' apapun kegiatannya, yg penting ada 'mie instan'

apa itu 'mie instan' ? dalam KBDT (Kamus Besar Dato' Tono) disebutkan, proses mie instan adalah proses dimana mie tinggal di rendam dengan air panas dalam waktu singkat, udah siap dimakan, walau sebenarnya tidak bergizi...

apa relasi nya dengan nasrani ? dalam AD/RT DT (Anggaran Dasar/Rumah Tangga Dato' Tono) disebutkan, mie instan = percaya, cukup sebut kata percaya, niscaya dalam waktu singkat pintu surga akan terbuka dan konon kata nya dosa serta kesalahan2 seseorang akan lenyap, walau sebenarnya diragukan kebenarannya...

logika nya :

1. seseorang setiap saat melakukan perbuatan baik, hidup dengan berhati-hati, penuh kewaspadaan, takut melakukan kesalahan, selalu menolong dan membantu orang lain, namun di usia 59 tahun, karena kesabaran nya habis ketika di istri nya diperkosa preman, ia membunuh si preman, di usia 60 tahun ia meninggal, maka dalam AD/RT DT (Anggaran Dasar/Rumah Tangga Dato' Tono) pasal Nasrani, orang ini akan masuk ke neraka...

2. seseorang setiap saat melakukan perbuatan baik, hidup dengan berhati-hati, penuh kewaspadaan, takut melakukan kesalahan, selalu menolong dan membantu orang lain, namun sampai usia 60 tahun ia meninggal, ia masih belum bisa percaya gusti brewok, maka dalam AD/RT DT (Anggaran Dasar/Rumah Tangga Dato' Tono) pasal Nasrani, orang ini akan masuk ke neraka...

3. seseorang setiap saat melakukan perbuatan buruk, hidup dengan ketidak hati-hati-an, kurang kewaspadaan, tidak takut melakukan kesalahan, tidak suka menolong dan membantu orang lain, namun di usia 59 tahun, ia membantu menyelamatkan nenek-nenek yang mau dibunuh preman, di usia 60 tahun ia meninggal,   maka dalam AD/RT DT (Anggaran Dasar/Rumah Tangga Dato' Tono) pasal   Nasrani, orang ini akan masuk ke surga...

4. seseorang setiap saat melakukan perbuatan buruk, hidup dengan ketidak   hati-hati-an, kurang kewaspadaan, tidak takut melakukan kesalahan,   tidak suka menolong dan membantu orang lain, namun sampai usia 60 tahun ia meninggal, ia percaya gusti brewok,  maka dalam AD/RT DT (Anggaran Dasar/Rumah Tangga Dato' Tono) pasal   Nasrani, orang ini akan masuk ke surga...

5. seseorang, setiap hari nya melakukan kesalahan dan kebaikan... sampai usia 60 tahun ia meninggal dan percaya gusti brewok, maka dalam AD/RT DT (Anggaran Dasar/Rumah Tangga Dato' Tono) pasal   Nasrani, orang ini akan masuk ke surga...

6. seseorang, setiap hari nya melakukan kesalahan dan kebaikan... sampai   usia 60 tahun ia meninggal dan tidak percaya gusti brewok, maka dalam AD/RT   DT (Anggaran Dasar/Rumah Tangga Dato' Tono) pasal   Nasrani, orang ini akan masuk ke neraka...

lihat !!!

betapa ngeri nya agama nasrani, begitu sempit nya pola pikir mereka... 'mie instan' lebih hebat dari pada harus berbuat baik... ini lah kelebihan agama nasrani... 'mie instan' adalah segala-gala nya, perbuatan tidak akan diperhatikan oleh para gusti, trutama si brewok...

jika tidak suka dengan tulisan dato' tono, boleh klik 'report to moderator' dan berikan sanggahan...
jika suka dengan tulisan dato' tono,, hati-hati bakal masuk neraka...
susah dan senang, sakit dan sehat selalu silih berganti

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #37 on: 26 October 2011, 10:13:37 PM »
proses mie instan adalah proses dimana mie tinggal di rendam dengan air panas dalam waktu singkat, trus air panasnya dari mana ?

hmm a'a tono memberikan pilihan yang sulit kalau tidak klik 'report to moderator' bisa masuk neraka ;D
engga juga kok...
itu liad di pasalnya aa tono...
kalo sekarang buat jahat gpp, yang penting nanti kalo udah mau meninggal baru tobat...
pasti masuk surga...
amen...  :)) :)) :))
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.847
  • Reputasi: 268
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #38 on: 27 October 2011, 09:09:31 AM »
Saya mau coba berpendapat juga supaya tidak jadi fitnah, khususnya no. 3 di mana Dato menyebutkan keselamatan yang sebetulnya tidak ada.

[...]
3. seseorang setiap saat melakukan perbuatan buruk, hidup dengan ketidak hati-hati-an, kurang kewaspadaan, tidak takut melakukan kesalahan, tidak suka menolong dan membantu orang lain, namun di usia 59 tahun, ia membantu menyelamatkan nenek-nenek yang mau dibunuh preman, di usia 60 tahun ia meninggal,   maka dalam AD/RT DT (Anggaran Dasar/Rumah Tangga Dato' Tono) pasal   Nasrani, orang ini akan masuk ke surga...

[...]
Yang benar adalah seberapa pun orang berbuat baik, apakah di awal, di tengah, dan/atau di ujung kehidupan, tanpa iman terhadap Kr1stus, maka tetap masuk neraka jahanam. Ini karena keselamatan bukan didapat dari perbuatan, namun lewat iman.


Galatia 2:16
"Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat."

Catatan: Hukum Taurat adalah 10 perintah Allah yang mencakup tidak membunuh, mencuri, berzinah, dan bersaksi dusta (4 dari 5 kemoralan yang sama dengan Buddhisme).


Lalu apakah kemudian kita harus mengembangkan iman sebagaimana Buddhis mengembangkan saddha, supaya dapat diselamatkan? TIDAK. Iman itu bukanlah usaha kita, namun karunia Allah.

Efesus 2:8
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,"

Paham ini juga dikuatkan oleh doktrin bahwa segala sesuatu memang sudah ditentukan. Ada yang memang diciptakan untuk diselamatkan, dan ada yang diciptakan khusus untuk memeriahkan neraka.

Yohanes 17:12
"Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci."

Demikianlah dari saya, agar jangan mengganti yang tidak kejam menjadi kejam atau yang kejam menjadi tidak kejam atau keduanya, sebab itu menjurus pada fitnah.

Offline Rico Tsiau

  • Kebetulan terjoin ke DC
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.976
  • Reputasi: 117
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #39 on: 27 October 2011, 09:38:26 AM »
ada orang yang ditanya, kamu agama apa?
trus dijawab "saya sejak dari kandungan sudah beragama is**m / kr1sten"

ckckckck...

trus dari umur batita or balita sudah diajarkan ajaran dimaksud, tanpa pilihan untuk menelaah ajaran agama lainnya, bahkan dijejali pengertian salah pada ajaran agama lainnya.
dari kecil sudah ditakut2i dengan neraka yang kekal dan amarah tuhan
diimingi surga yang indah seindah-indahnya.
jadinya sudah mendarah daging, setiap nafasnya berbunyi kuasa tuhan, setiap desir darahnya mengalir doktrin2 agamanya, setiap pemikirannya tidak lepas dari dogma2 agamanya, baginya tidak ada kebenaran lain selain agamanya.
jika orang ini akhirnya bisa melepas dan menolak semua yang telah mendarah daging tersebut, itu suatu hal yang langka.
makanya gw cendrung jadi gak mau mengenalkan ajaran buddha pada orang jenis ini. bukan memandang rendah mereka, namun merasa sia2 mengenalkan anatta pada mereka ini.

kemaren ada teman yang karena liat gw baca teks print out tentang meditasi, bertanya tentang agama buddha.
walau gw pegang kertas hvs tentang meditasi, namun dia tidak tanya tentang meditasi. dia tanya sebenarnya apa sih inti ato point pokok ajaran agama buddha?
gw cuman jawab ajaran buddha mengajarkan banyak point penting tentang kehidupan, namun kalau mau diringkas ajaran buddha mengajarkan tentang adanya ketidakpuasan atau penderitaan, sebab timbulnya ketidakpuasan atau penderitaan, dan lenyapnya, beserta jalan untuk melenyapkannya.
trus gw bilang dari segi moral ajaran ini menuntun umatnya untuk tidak melakukan kejahatan, tidak melanggar norma2, dan berusaha untuk melakukan kebaikan, dan penting untuk membina pikiran yang bersih dari pandangan salah.
jawaban gw mungkin kurang tepat ato tidak mengena, karena sepertinya dia mau berdiskusi dan membandingkan dengan ajarannya. tapi gw tidak kasih kesempatan, dengan segera mengalihkan pembicaraan. karena gw tidak mau terlibat dengan debat yang sia2 dan menurut gw juga gak ada manfaatnya.

menurut gw sebaiknya kita jangan kesal dengan mereka, jangan benci ato marah ato tersinggung. lagian rata2 orang yang mau mengenalkan ajaran mereka pada kita adalah gak jauh2 dari sobat ato kerabat kita juga, jarang sekali ada orang yang tidak dikenal yang melakukan ini.
so santai aja lah... toh kita-kita temanan kan?
kalo mereka mulai, bilang aja (tentu dengan nada friendly) "ahh... sok alim luh" "loe aja nenggak bir sampe mabok2, sekarang mo ajarin agama ke gw" sebisa mungkin tempatkan kondisi loe merokok so jangan ajarin gw jangan merokok
walau memang tidak selalu kita diberi kesempatan pada kondisi bisa mengacuhkan mereka, so pandai pandai aja lah  ;D

Offline Rico Tsiau

  • Kebetulan terjoin ke DC
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.976
  • Reputasi: 117
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #40 on: 27 October 2011, 09:52:24 AM »
Saya mau coba berpendapat juga supaya tidak jadi fitnah, khususnya no. 3 di mana Dato menyebutkan keselamatan yang sebetulnya tidak ada.
Yang benar adalah seberapa pun orang berbuat baik, apakah di awal, di tengah, dan/atau di ujung kehidupan, tanpa iman terhadap Kr1stus, maka tetap masuk neraka jahanam. Ini karena keselamatan bukan didapat dari perbuatan, namun lewat iman.


Galatia 2:16
"Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat."

Catatan: Hukum Taurat adalah 10 perintah Allah yang mencakup tidak membunuh, mencuri, berzinah, dan bersaksi dusta (4 dari 5 kemoralan yang sama dengan Buddhisme).


Lalu apakah kemudian kita harus mengembangkan iman sebagaimana Buddhis mengembangkan saddha, supaya dapat diselamatkan? TIDAK. Iman itu bukanlah usaha kita, namun karunia Allah.

Efesus 2:8
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,"

Paham ini juga dikuatkan oleh doktrin bahwa segala sesuatu memang sudah ditentukan. Ada yang memang diciptakan untuk diselamatkan, dan ada yang diciptakan khusus untuk memeriahkan neraka.

Yohanes 17:12
"Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci."

Demikianlah dari saya, agar jangan mengganti yang tidak kejam menjadi kejam atau yang kejam menjadi tidak kejam atau keduanya, sebab itu menjurus pada fitnah.

intinya?
T A K D I R

uraiannya?
semua sudah direncanakan oleh tuhan, kita hanya menjalani saja.

jadinya?
begitu lahir kalo loe dah ditakdirkan masuk nereka ya ke neraka lah, itukan rencana tuhan untuk kamu.
begitu lahir kalo loe dah direncanakan masuk surga, ya pasti loe beriman dan sudah menjadi rencana tuhan buat kamu.

cukup kasian juga jadi manusia.  :'(

Offline DeNova

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.065
  • Reputasi: 106
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #41 on: 27 October 2011, 09:57:21 AM »
Kalau menurut saya bukan berarti selama hidup di dunia melakukan kejahatan lalu jika mau meninggal dikatakn mengucapkan saya percaya "seseorang" atau menyebutkan 2 kalimat syahadat menurut agama m****m trus masuk surga atau gag percaya kepada Y masuk neraka.... itu adalah pandangan yang sangat SALAH, sebagai orang yang juga dibesrkan dengan lingkungan pergaulan kr*****ni kental tidak ada dari satupun ajaran Y yang mengajarkan seperti itu....
Sayangnya semua ajaran Y sudah disalah artikan dan diterjemahkan seenaknya oleh oknum2 yang berusaha mengeruk materi dari org2 yang memang beragama itu... toh tidak saja agama kr*****ni saja yang melakukan ini banyak juga sekarang agama yang ada tak sesuai dengan ajaran aslinya, seharusnya setiap orang yang mengomentari seorang "yang tercerahkan" (siapapun dan menurut agama manapun tak terkecuali) membaca dan belajar dulu ajaran aslinya bukan lalu menerjemahakan "mentah2" apa yang mereka dengar dari "oknum2 bermasalah itu"
Trims.... _/\_ _/\_ _/\_
Life is must learning,  trying and never giving up to all problem that come to our life.
If life give you one hundred reason to beat you down then find one thousand reason to revive again and again.

Offline Rico Tsiau

  • Kebetulan terjoin ke DC
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.976
  • Reputasi: 117
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #42 on: 27 October 2011, 10:20:31 AM »
Kalau menurut saya bukan berarti selama hidup di dunia melakukan kejahatan lalu jika mau meninggal dikatakn mengucapkan saya percaya "seseorang" atau menyebutkan 2 kalimat syahadat menurut agama m****m trus masuk surga atau gag percaya kepada Y masuk neraka.... itu adalah pandangan yang sangat SALAH, sebagai orang yang juga dibesrkan dengan lingkungan pergaulan kr*****ni kental tidak ada dari satupun ajaran Y yang mengajarkan seperti itu....
Sayangnya semua ajaran Y sudah disalah artikan dan diterjemahkan seenaknya oleh oknum2 yang berusaha mengeruk materi dari org2 yang memang beragama itu... toh tidak saja agama kr*****ni saja yang melakukan ini banyak juga sekarang agama yang ada tak sesuai dengan ajaran aslinya, seharusnya setiap orang yang mengomentari seorang "yang tercerahkan" (siapapun dan menurut agama manapun tak terkecuali) membaca dan belajar dulu ajaran aslinya bukan lalu menerjemahakan "mentah2" apa yang mereka dengar dari "oknum2 bermasalah itu"
Trims.... _/\_ _/\_ _/\_

anda sangat bijak sis dan untuk hal ini saya setuju dengan anda.

namun jika kita menghadapi oknum yang sis maksud yang mengsalah artikan dan atau menfitnah ajaran orang lain, terlebih mempublikasikannya, maka pilihannya ada 3
1. abaikan
2. beri sanggahan dengan benar
3. counter balik

menurut saya, point no 3 sebaiknya tidak dilakukan. gak ada manfaatnya.
mengabaikan juga tidaklah bijak, kecuali kondisi mengharuskan kita mengabaikan.
nah adalah penting jika kita memberi sanggahan atas fitnahnya. jika memungkinkan tidak ada salahnya dan atau ada baiknya kita memberi sanggahan atas fitnahnya, beri pemahaman yang benar.

suatu ketika jika ada pihak tertentu menfitnah ajaran sang buddha, dan jika ada kesempatan adalah cukup bijak jika kita mengatakan dan menjawab ini salah, ini lho yang benar benar, ini tidak sesuai dengan ajaran buddha, ini lah yang sesuai dengan ajaran buddha.

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.847
  • Reputasi: 268
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #43 on: 27 October 2011, 10:36:30 AM »
Kalau menurut saya bukan berarti selama hidup di dunia melakukan kejahatan lalu jika mau meninggal dikatakn mengucapkan saya percaya "seseorang" atau menyebutkan 2 kalimat syahadat menurut agama m****m trus masuk surga atau gag percaya kepada Y masuk neraka.... itu adalah pandangan yang sangat SALAH, sebagai orang yang juga dibesrkan dengan lingkungan pergaulan kr*****ni kental tidak ada dari satupun ajaran Y yang mengajarkan seperti itu....
Sayangnya semua ajaran Y sudah disalah artikan dan diterjemahkan seenaknya oleh oknum2 yang berusaha mengeruk materi dari org2 yang memang beragama itu... toh tidak saja agama kr*****ni saja yang melakukan ini banyak juga sekarang agama yang ada tak sesuai dengan ajaran aslinya, seharusnya setiap orang yang mengomentari seorang "yang tercerahkan" (siapapun dan menurut agama manapun tak terkecuali) membaca dan belajar dulu ajaran aslinya bukan lalu menerjemahakan "mentah2" apa yang mereka dengar dari "oknum2 bermasalah itu"
Trims.... _/\_ _/\_ _/\_
Kalau dibilang tidak ada ajaran seperti itu, sebetulnya keliru juga. Ajaran tersebut berkembang dari Injil Lukas tentang saat penyaliban. Kita tahu bahwa hukuman salib itu adalah khusus bagi penjahat kelas berat. Seperti telah dinubuatkan juga bahwa Mesias akan terhitung di antara orang-orang berdosa, maka Yesus memang disalib bersama dengan 2 orang penjahat kelas berat.

Bagi penganut Kathol1k, mungkin ada yang pernah dengar tentang Santo Dysmas, yaitu salah satu penjahat yang disalib bersama Yesus dan bertobat. Dikatakan oleh Yesus bahwa ia pun akan masuk ke dalam Firdaus pada hari itu juga. Berdasarkan kisah ini, maka memang ada paham di mana 'seumur hidup berbuat jahat, tetap bisa selamat kalau mau bertobat.' Hal ini menurut saya sangat bagus, jadi memberikan harapan bagi mereka yang mau bertobat. Sayangnya dengan konsep 'hidup hanya sekali' dan kekekalan surga/neraka, dan lain-lain, maka akan menjadi tidak adil bagi mereka yang berbuat baik sepanjang hidup namun tidak diselamatkan.

Terakhir, kenapa saya sebut dari Injil Lukas adalah karena walaupun keempatnya menyatakan ada 2 penjahat yang disalib bersama Yesus, namun hanya di Injil Lukas menyatakan 'pertobatan' demikian. Di injil lain tidak ada, bahkan pada Matius 27:44 dikatakan: "Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian juga."


Offline Rico Tsiau

  • Kebetulan terjoin ke DC
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.976
  • Reputasi: 117
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #44 on: 27 October 2011, 10:42:08 AM »
Kalau dibilang tidak ada ajaran seperti itu, sebetulnya keliru juga. Ajaran tersebut berkembang dari Injil Lukas tentang saat penyaliban. Kita tahu bahwa hukuman salib itu adalah khusus bagi penjahat kelas berat. Seperti telah dinubuatkan juga bahwa Mesias akan terhitung di antara orang-orang berdosa, maka Yesus memang disalib bersama dengan 2 orang penjahat kelas berat.

Bagi penganut Kathol1k, mungkin ada yang pernah dengar tentang Santo Dysmas, yaitu salah satu penjahat yang disalib bersama Yesus dan bertobat. Dikatakan oleh Yesus bahwa ia pun akan masuk ke dalam Firdaus pada hari itu juga. Berdasarkan kisah ini, maka memang ada paham di mana 'seumur hidup berbuat jahat, tetap bisa selamat kalau mau bertobat.' Hal ini menurut saya sangat bagus, jadi memberikan harapan bagi mereka yang mau bertobat. Sayangnya dengan konsep 'hidup hanya sekali' dan kekekalan surga/neraka, dan lain-lain, maka akan menjadi tidak adil bagi mereka yang berbuat baik sepanjang hidup namun tidak diselamatkan.

Terakhir, kenapa saya sebut dari Injil Lukas adalah karena walaupun keempatnya menyatakan ada 2 penjahat yang disalib bersama Yesus, namun hanya di Injil Lukas menyatakan 'pertobatan' demikian. Di injil lain tidak ada, bahkan pada Matius 27:44 dikatakan: "Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian juga."

hmm cukup mendalam juga ya pengetahuan bro kainyn tentang agama tentangga ini.
klo saya hanya paham kulit luarnya saja.
tentang tuhan dan keselamatan doank  ;D

apa latar belakang bro dari sono ya?