//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Lagi Lagi Anatta  (Read 9079 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline lucky

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 230
  • Reputasi: -7
Lagi Lagi Anatta
« on: 30 September 2011, 02:14:32 PM »
Kawan kawan seperjuangan,
mari kita disini luruskan pandangan sesat atta.
Kita Buddhist tentu menganut konsep TIADA ROH, TIADA AKU, TIADA ATTA.

Mari kita berbagi satu sama lain, betapa teori dan konsep ini merupakan senjata pamungkas kita yang menyatakan bahwa pikiran kita lebih maju daripada yang lain yang percaya ada pribadi. Mari berbagi pengalaman manfaat nyata dari konsep anatta.

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Lagi Lagi Anatta
« Reply #1 on: 30 September 2011, 08:00:58 PM »
nah lo...
di diskusi lain anda mengataan anda tidak percaya pada anatta..
sekarang anda dengan bangganya memamerkan ajaran anatta sebagai "Senjata pamungkas" kita..
ini apa maksudnya??
« Last Edit: 30 September 2011, 08:09:51 PM by will_i_am »
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline lucky

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 230
  • Reputasi: -7
Re: Lagi Lagi Anatta
« Reply #2 on: 01 October 2011, 08:18:15 AM »
Kak Wiliam, dalam Buddhisme kita sangat baik menjalankan tradisi diskusi, jadi disini kita coba mendiskusikan anatta, apakah jika tidak percaya ataupun percaya lantas dibiarkan aja ?
Yah terserah sih, cuman disini kan kita lihat tujuannya yaitu mendiskusikan anatta. Bukannya mendiskusikan saya percaya atau tidak percaya.

Nah, anatta
apakah dengan percaya teori anatta akan menjamin kita terhindar dari kelahiran di alam rendah ?

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Lagi Lagi Anatta
« Reply #3 on: 01 October 2011, 08:55:13 AM »
"percaya" yg menjamin adalah konsep ajaran agama lain non-Buddhisme. dalam Buddhisme tidak ada apa pun yg dapat dicapai hanya dengan percaya.

Offline lucky

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 230
  • Reputasi: -7
Re: Lagi Lagi Anatta
« Reply #4 on: 01 October 2011, 01:13:45 PM »
Kemudian, lebih lanjut, apakah fungsi teori Anatta ?

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: Lagi Lagi Anatta
« Reply #5 on: 01 October 2011, 02:57:42 PM »
sebelumnya maaf, saya awam, teori anatta itu apa ya? dan fungsinya itu apa? dan siapa yang menjamin? xie2  _/\_
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Lagi Lagi Anatta
« Reply #6 on: 01 October 2011, 03:26:56 PM »
Kawan kawan seperjuangan,
mari kita disini luruskan pandangan sesat atta.
Kita Buddhist tentu menganut konsep TIADA ROH, TIADA AKU, TIADA ATTA.

Mari kita berbagi satu sama lain, betapa teori dan konsep ini merupakan senjata pamungkas kita yang menyatakan bahwa pikiran kita lebih maju daripada yang lain yang percaya ada pribadi. Mari berbagi pengalaman manfaat nyata dari konsep anatta.

anda sendiri saja masih percaya akan adanya pribadi, sehingga anda tidak yakin akan anatta..
kalau begitu berarti anda tidak lebih unggul daripada umat lain lah...
logikanya begitu bukan??
kalau anda mengejek agama lain saat ini mengenai anatta, kemudian mereka bertanya "kamu sendiri sudah memahami anatta belum??"
dan anda menjawab "belum"...
pasti anda akan ditertawakan....

the point is, jangan mengatakan anatta sebagai "senjata pamungkas" kita, kalaukita saja belum memahami anatta...
kalau seperti itu, anda sama saja seperti orang yang dengar orang lain ngomong kalau new york itu sejuk, dan anda juga mengatakan new york itu sejuk, padahal anda belum pernah kesana sekalipun...

satu lagi, jujur, saya tidak berniat memberi thanks pada post anda tetapi etekan, jadi yah apa boleh buat...
wkakakak
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline lucky

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 230
  • Reputasi: -7
Re: Lagi Lagi Anatta
« Reply #7 on: 02 October 2011, 03:33:07 PM »
Justru disini kita berusaha menggali apa sih anatta. Jika kak william mengatakan hal yang diatas, berarti jelas, anatta sesuai apa yg saya yakini, itu adalah tidak eksis bagi kita. Mengenai tanda terima kasih pada komentar, maksudnya apa ? Saya ngga paham. Kemudian kenapa tidak memberi tanda tsb dikatakan jujur ? Bingung saya.

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Lagi Lagi Anatta
« Reply #8 on: 02 October 2011, 04:17:48 PM »
soal thanksnya, tidak usah dipedulikan lagi..
dan silahkan anda membahas anatta disini kalau anda ingin mengetahuinya lebih lanjut...  ;D ;D ;D
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Lagi Lagi Anatta
« Reply #9 on: 02 October 2011, 04:27:36 PM »
sori cuman copas dr uraian bhante Pannya (dicuplik dari dawai No:43, http://dhammacitta.org/perpustakaan/dawai-43-2/):

...
Yang membuat seseorang menjadi umat Buddha itu adalah cara berpikirnya, bukan upacaranya. Kalau Saudara yang siap menjadi umat Buddha, Saudara harus siap mengubah cara berpikir yang tidak sesuai dengan Dhamma.

Saya pernah mencontohkan demikian. Kalau Anda ingin makan pisang goreng, Anda harus punya pisang. Kalau tidak punya pisang apa yang akan digoreng? Jika punya pisang tapi tidak punya minyak, mau menggoreng dengan apa? Apakah dengan air? Tidak hanya punya pisang, harus punya minyak, tepung, gula, air, wajan, kompor, minyak kompor, sumbu kompor, korek api, ada manusia dan manusia itu mau menggoreng pisang goreng. Dua belas sebab/faktor untuk bisa makan pisang goreng. Nah, kalau beli kan tidak usah 12 sebab/faktor, Bhante?

Kalau beli, sebabnya lebih banyak lagi. Saudara mau beli pisang goreng dengan apa? Dengan duit. Duitnya dari mana? Ya, minta dari ibu. Khan harus punya ibu. Minta dari kenalan khan harus punya kenalan. Saudara punya kenalan sebabnya bagaimana. Saya kenal dengan dia itu sebabnya panjang. Kan begitu. Itulah Paticcasamuppada. Itulah Dhamma.

Saya tidak berbangga hati. Saudara boleh belajar dari sistem-sistem yang lain apakah Saudara akan menemui pelajaran seperti ini? Sulit. Inilah penemuan Sang Buddha yang luar biasa. Yang membuat kita terbuka, pandai, bijaksana, tidak hanya sekedar menjadi baik.

Dari pelajaran ini, kita menarik kesimpulan, tidak ada alasan untuk sombong. Anda bisa membuat pisang goreng, yang membantu itu banyak sekali, dan semuanya itu yang Saudara tidak bisa buat sendiri. Ada orang lain yang membuat kompor, penggorengan, ada orang lain yang menjual minyak, ada orang lain yang membuat terigu, gula, ada orang lain yang menjual gula. Bagaimana Saudara bisa mengatakan hal ini pisang gorengku. Aku membuat pisang goreng ini sendirian. Tidak masuk akal Saudara.

Demikian juga misalnya Saudara menolong orang sakit, Saudara mencarikan obat, kemudian memberikannya kepada orang sakit itu.
Kalau ditanya, "Siapa yang menolong, yang memberikan obat kepada dia? O... saya.”

Untuk berbicara sehari-hari, boleh. Siapa yang membuat pisang goreng ini. Kok enak? Saya. Untuk berbicara sehari- hari, boleh. Saudara tidak usah menjelaskan: 'Pisang goreng ini bukan saya sendiri yang buat. Saya sebagian, yang lain ada minyak, ada air, ada tepung, ada gula. Yang bikin gula, tepung, orang lain'. Sudah beragama Buddha, kok jadi sinting.

Lalu apa gunanya Bhante menjelaskan begitu? Gunanya untuk mendidik mental kita, mengerti siapa kita sesungguhnya, agar kita tidak sombong. Yang menolong orang sakit itu, bukan Saudara. Saudara adalah sebagian faktor dari perbuatan menolong. Tidak ada aku yang menolong, yang ada hanya proses menolong. Ini lebih tinggi lagi. Bila Saudara tidak mengerti yang ini, tidak usah pusing, tinggalkan saja. Ingat-ingat pisang goreng saja.

Mengapa hanya ada proses menolong, tidak ada aku yang menolong? Bagaimana Saudara bisa mengatakan aku yang menolong, karena bukan Saudara sendiri yang menolong. Kalau tidak ada orang yang akan Saudara tolong, Saudara mau menolong siapa? Ada orang sakit, ada Saudara, Saudara ingin menolong, ada obat; nah, terjadilah pertolongan.

Jadi siapa yang berbuat baik Saudara? Ya, bareng-bareng. Yang sakit, obatnya, dan orang yang menolong itu. Itulah Anatta. Yang ada hanya kebaikan, tidak ada AKU yang berbuat baik; karena Saudara tidak bisa berbuat baik sendirian. Bagaimana Saudara bisa berbuat baik sendirian, sedangkan itu harus punya pasangan. Mengerti
Saudara?

Ini sudah kelas tinggi. Itulah Dhamma, sangat mendalam sekali. Orang yang mengerti Dhamma dengan benar, kebijaksanaannya akan tinggi sekali. Meskipun Saudara berkeluarga, berumah tangga, masih muda, orang sakti tidak dapat mengukur sampai di mana kebijaksanaan Saudara. Mungkin sudah tinggi, mungkin masih rendah. Dan zaman yang modern seperti ini, kebijaksanaan yang saya sebutkan tadi sangat perlu. Kita tidak hanya sekedar pasang dupa, pasang lilin, minta selamat, minta rejeki, itu tidak cukup. Saudara harus punya kebijaksanaan. Dunia semakin maju, persaingan semakin keras, Saudara tidak boleh menjadi bodoh, tapi harus bijaksana.
« Last Edit: 02 October 2011, 04:31:15 PM by Mas Tidar »
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline lucky

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 230
  • Reputasi: -7
Re: Lagi Lagi Anatta
« Reply #10 on: 03 October 2011, 06:05:17 AM »
Kalau yang ada hanya proses menolong, apakah dengan demikian proses menolong bukan merupakan sesuatu yang terbentuk dari berbagai macam faktor ?

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Lagi Lagi Anatta
« Reply #11 on: 03 October 2011, 08:29:25 AM »
aku  coba menjawab bbrp yah
Anatta = tampa aku, tampa diri, dll
bbrp org mengatakan ini konsep... boleh
tp yg lebih tepatnya inilah corak dunia... kondisi dunia... (bersama dgn 2 kondisi lainnya Dukkha, anicca)
Anatta di beritahukan agar kita lebih mengenal kondisi dunia...
dlam kehidupan nyata.. tak ada yg benar2 milik ku, bahkan panca khandha bukan termasuk milik ku..alias anatta
kenapa demikian...
jika itu menurpakan milik ku, diri ku... maka semuanya ada dalam kekuasaan kita..
adakah di antara kalian..benar2 memiliki sesuatu??
pancakhanda..terbagi atas 2... jasmani dan batin..
kita lihat jasmani... secara kasar...saat kita mau berjalan..kita berjalan..kaki ini milik kita....tp secara kasar, nanti saat lumpuh atau tua.. baru bisa di rasakan ternyata kaki pun bukan milik kita...
begitu juga dgn yg lain.. saat muncul sakit, pegal, tidak puas dgn suatu bentuk tubuh.. hanya dgn menginginkan..tgn jgn sakit  maka tangan tidak sakit, atau hidung ku majulah dikit...biar mancung, atau rambut ku jgn panjang lagi,  mata ku jgn ngantuk, mataku jgn minus.... dll...kita tidak bisa..krn jasmani itu bukan milik kita... anatta
skrg batin..
apakah ada yg dpt mengusai pikiran, perasaan,kesadaran, presepsi nya..dgn hanya berkata..pikiran ku jgn begini..aku ga mau pikiran ttg ini mucul..maka pikiran ttg hal tsb hilang, begitu juga dgn perasaan  dll
itulah anatta... bahkan batin pun di luar kekuasaan kita..krn batin itu bukan diri
krn sesuatunya adalah anatta..bukan milik kita... dan sebagai manusia awam..selalu melekat kepada bbrp objek.. dan menganggapnya itu milik ku..yg sebenarnya bukan miliknya
apakah yg terjadi saat sesuatu yg sebelumnya di anggap itu milik ku, dan akhirnya lepas juga (anicca..tidak kekal)... ya..org tsb merasakan Dukkha
maka lengkaplah 3 kondisi...

nah selanjutnya yg di harapkan kepada org yg bijaksana, yg terampil, dan memiliki tekad kuad...
muncul pemikirannya.. jika segala sesuatu yg berkondisi itu Dukkha, dan segala sesuatu yg bekondisi adalah tidak kenal...
maka Dukkha pun tidak kekal..
dgn demikian...dgn mengikuti jalan yg telah di tunjukan,,,dia melatih diri agar terlepas dari Dukkha...

gitu menurut ku
...

Offline Rico Tsiau

  • Kebetulan terjoin ke DC
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.976
  • Reputasi: 117
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Lagi Lagi Anatta
« Reply #12 on: 03 October 2011, 11:44:56 AM »
gak gitu paham tentang anatta sih.
so sangat mengharapkan petuah2 dari para sifu  ;D

Offline lucky

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 230
  • Reputasi: -7
Re: Lagi Lagi Anatta
« Reply #13 on: 03 October 2011, 11:57:02 AM »
Pak Ronald,
Jadi dengan demikian, siapa yang memahami anatta ?

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Lagi Lagi Anatta
« Reply #14 on: 03 October 2011, 01:44:15 PM »
Klo cuma paham.. Kurasa banyak yg paham.. Aku salah satunya yg paham..
apa yg bro lucky ga paham ttg anatta??
« Last Edit: 03 October 2011, 01:47:06 PM by The Ronald »
...