Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Peresmian Sekolah Tzu Chi PIK Jakarta Utara  (Read 3738 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline F.T

  • Sebelumnya: Felix Thioris, MarFel, Ocean Heart
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.135
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • • Save the Children & Join with - Kasih Dharma Peduli • We Care About Their Future • There Are Our Next Generation.
Peresmian Sekolah Tzu Chi PIK Jakarta Utara
« on: 12 July 2011, 07:41:35 PM »
Hari Jumat, 5 Februari 2010 lalu merupakan hari pertama peletakan batu
pertama TK dan SD sekolah Tzu Chi yang berada di Tzu Chi Center (Aula
Jing Si) Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Setelah 17 bulan melewati
masa perjalanan pembangunan dan persiapan, akhirnya Sekolah Tzu Chi
resmi dibuka pada tanggal 10 Juli 2011 dan sekolah ini sudah dapat
dipergunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Peresmian ini sendiri
dihadiri oleh sekitar 1.200 peserta yang terdiri dari Menteri
Pendidikan Nasional (Mendiknas) Republik Indonesia
Prof.Dr.Ir.KH.Mohammad Nuh, Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu,
Menteri Perindustrian MS. Hidayat, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, para orang
tua murid, donatur serta relawan Tzu Chi. Franky
O. Widjaja, selaku Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia
mengatakan, “Mendidik anak itu tidak gampang, penuh dengan
tantangan-tantangan. Kita sudah memiliki infrastruktur atau hardware
yang bagus yang sudah didonasikan dari para donatur. Kita dari
yayasan (Tzu Chi) dan pendidik harus betul-betul pegang tangguh, terus
mempertahankan mutu untuk bisa mencapai semua tujuan dari Master Cheng
Yen, donatur, pemerintah serta orang tua murid.” Pada
peresmian ini, Yang Yue Feng, perwakilan dari Tzu Chi Taiwan mengatakan
bahwa pendidikan harus dimulai dari pondasi yang paling awal dan
dasar, yaitu TK dan SD. “Sebuah pohon yang besar berasal dari pohon
yang kecil  dan sebuah pohon yang kecil harus dimulai dari sebuah
benih yang tepat untuk ditanam, demikian pula benih ini, harus menjadi
besar melalu akar yang kuat sehingga membuat pohon tersebut kokoh dan
tidak diterpa angin. Kami pun memiliki filosofi bahwa akar ini harus
menyatu dengan bumi yang artinya semua yang dipelajari harus dapat
dipraktikkan,” ucap Yang Yue Feng yang juga merupakan Kepala Sekolah SD
Tzu Chi Taiwan. Â

Menteri Pendidikan Nasional
Republik Indonesia,Prof.Dr.Ir.KH.Mohammad Nuh juga hadir memberikan
sambutan pada peresmian ini. Ia mengatakan bahwa pendidikan itu
kompleks, menantang sekaligus mulia karena yang diurus adalah manusia
dan berkaitan dengan masa depan. “Pendidikan mulia karena memanusiakan
manusia, oleh karena itu, meskipun berat, banyak persoalan dan penuh
dengan tantangan, kita harus tetap optimis bisa menyelesaikan persoalan
tersebut,” kata Mendiknas RI Prof.Dr.Ir.KH.Mohammad Nuh. Salah
satu acara bersejarah bagi insan Tzu Chi ini juga diwarnai dengan
persembahan tarian dan isyarat tangan mulai dari murid-murid Sekolah
Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng,  murid-murid kelas budi pekerti Tzu
Chi, relawan muda-mudi Tzu Chi (Tzu Ching), hingga para guru Sekolah
Tzu Chi. Â Acara ini mencapai puncak setelah Mendiknas Prof. Dr.
Mohammad Nuh menandatangani prasasti Sekolah Tzu Chi dan bersama dengan
segenap relawan Tzu Chi lainnya membuka papan nama Sekolah Tzu Chi
dengan bersama-sama menarik pita merah. Memulai Aktivitas Sekolah

Tanggal 11 Juli 2011, Sekolah Tzu Chi akan memulai tahun ajaran
baru 2011-2012. Tahun ajaran pertama ini sekolah Tzu Chi telah memiliki
jumlah murid TK dan SD mencapai 500 murid. Salah satu orang tua murid
yang hadir pada acara ini, Tjin Pak Tjung, menyekolahkan anaknya di
kelas 2 SD sekolah Tzu Chi. Ia memilih menyekolahkan anaknya di sekolah
ini karena ia mengetahui karakter pendidikan Tzu Chi yang menekankan
pendidikan budi pekerti. Dengan menyekolahkan anaknya di sekolah ini, ia
berharap anaknya menjadi anak yang pintar, memiliki budi pekerti serta
kelakuan yang baik untuk ke depannya, “karena anak jaman sekarang
cenderung lebih ke arah teknologi, game dan pergaulan yang memberikan
pengaruh yang kurang baik bagi mereka,” ucapnya. Â

Begitu
pula dengan Jonny Susanto yang juga memilih Sekolah Tzu Chi bagi
pendidikan anaknya.  “Tzu Chi mengajar anak-anak mungkin lebih bagus
dari yang lain, karena mengajarkan anak-anak agar lebih mengerti dan
lebih taat dengan orangtua, nah itu yang kita mau,” jelas
Jonny. Ia pun berharap setelah besar nanti anaknya juga dapat ikut
bersumbangsih membantu orang lain. Master
Cheng Yen mengatakan, “Anak-anak ibarat sepetak sawah, sedangkan guru
bagaikan seorang petani, jadi boleh dikatakan di dalam hati setiap
orang selalu terdapat sepetak sawah. Jika dibiarkan terbengkalai tidak
terurus, petak sawah dalam hati ini akan ditumbuhi oleh rumput liar,
derajat keasaman tanah akan meningkat dan untuk dapat merehabilitasi
kondisi tanahnya akan menjadi sangat sulit.” Sekolah Tzu Chi memiliki
keyakinan menjadi sekolah terbaik di Indonesia, yang dapat mencetak
murid-murid yang berbudi pekerti luhur serta memiliki kemampuan
akademis yang berdaya saing global yang berguna bagi nusa dan bangsa.


Save the Children & Join With :
Kasih Dharma Peduli ~ Anak Asuh
May all Beings Be Happy


Contact Info : Kasihdharmapeduli [at] yahoo.com