Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Hati koe di penuhi kebencian  (Read 10578 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline hemayanti

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.477
  • Reputasi: 186
  • Gender: Female
  • Appamadena Sampadetha
Re: Hati koe di penuhi kebencian
« Reply #60 on: 03 June 2011, 04:56:52 PM »
cc yang sabar yah..  :)
emang g mudah menahan dan mengendalikan amarah, tapi itu bukan berarti g mungkin cc..  :)
cc landy pasti bisa.. pasti bisa...  ;D
"Sekarang, para bhikkhu, Aku mengatakan ini sebagai nasihat terakhir-Ku: kehancuran adalah sifat dari segala sesuatu yang terbentuk. Oleh karena itu, berjuanglah dengan penuh kesadaran."

Offline hemayanti

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.477
  • Reputasi: 186
  • Gender: Female
  • Appamadena Sampadetha
Re: Hati koe di penuhi kebencian
« Reply #61 on: 03 June 2011, 07:45:14 PM »
saya baru saja membaca cerita yang ditulis oleh Ajahn Brahm..
semoga dapat membantu cc..  :)
dibaca yah cc.. dengan perlahan..  ;D

Hal-hal tidak menyenangkan, seperti duduk di peringkat terbawah di kelas kita, terjadi dalam kehidupan. Hal-hal itu dapat terjadi pada setiap orang. Perbedaan antara orang yang bahagia dan tertekan hanyalah pada bagaimana mereka bereaksi terhadap kemalangan.

Bayangkan anda baru saja mengalami suatu sore yang indah di pantai bersama seorang teman. Ketika anda kembali ke rumah, anda mendapati gundukan pupuk kandang tepat di depan pintu rumah anda. Ada 3 hal untuk diketahui sehubungan dengan gundukan pupuk kandang ini :
1. Anda tidak memesannya. Ini bukan kesalahan anda.
2. Anda merasa habis akal.Tak ada yang melihat siapa yg menimbunnya di situ, jadi anda tak dapat menelpon pelakunya utk menyingkirikannya.
3. Pupuk itu kotor dan semerbak memenuhi seluruh rumah anda. Sungguh tak tertahankan.

Pada perumpamaan ini, gundukan pupuk kandang di depan rumah anda melambangkan pengalaman2 traumatik yg menimpa kita dalam kehidupan. Seperti halnya dg gundukan pupuk kandang itu, ada 3 hal untuk diketahui sehubungan dengan tragedi dalam kehidupan kita.

1. Kita tak memesannya. Kita berkata : “Kenapa saya ?”
2. Kita merasa habis akal. Tak seorangpun, sekalipun teman terbaik kita dapat menyingkirikannya (meski mereka mencoba)
3. Tragedi itu sangat menyakitkan menghancurkan kebahagiaan kita, dan rasa sakit yang ditimbulkannya menghantui sepanjang hidup kita. Sungguh tak tertahankan.

Ada 2 cara merespon timpaan gundukan pupuk kandang itu. Cara pertama adalah membawa kotoran itu ke mana-mana bersama kita. Kita taruh segenggam di saku kita, sebagian di tas kita dan sebagian lagi di baju kita. Kita bahkan juga menaruhnya di celana panjang kita. Kita dapati, ketika kita membawa kotoran itu ke mana-mana, kita kehilangan teman! Bahkan teman2 terbaik pun tampaknya tak begitu senang lagi dekat2 dg kita.

Membawa kotoran ke mana2 adalah perumpamaan untuk keadaan tenggelam dalam depresi, hal-hal negatif, atau amarah. Itu adalah sebuah respon terhadap kemalangan yang lumrah dan dapat dimaklumi. Tetapi kita kehilangan banyak teman, karena lumrah dan dapat dimaklumi pula jika teman2 kita tidak suka berada di samping kita yang selalu merasa depresi. Lagipula, dengan cara ini gundukan kotoran itu sendiri tak menjadi berkurang, tapi baunya malah bertambah busuk.

Untunglah, ada cara kedua. Ketika kita tertimpa gundukan pupuk kandang, kita menghela napas, dan setelah itu mulai bekerja. Ambil gerobak dorong, garu dan sekop. Kita garu kotoran itu ke gerobak dorong, membawanya ke belakang rumah dan menguburnya di kebun kita. Memang ini sulit dan melelahkan, tetapi kita tahu tak ada pilihan lain. Kadang kita hanya mampu mengatasi separuh gerobak saja dalam sehari, namun kita melakukan sesuatu yang menyelesaikan masalah, daripada hanya mengeluh saja dan terbenam dalam depresi. Dari hari ke hari, kita menggaru dan mengubur kotoran itu. Dari hari ke hari gundukannya menjadi semakin berurang. Kadang diperlukan waktu beberapa tahun, namun pagi yang cerah tiba juga ketika gundukan kotoran di depan rumah kita tak berbekas lagi. Selanjutnya, sebuah keajaiban terjadi di belakang rumah kita. Bunga-bunga di kebun kita bermekaran dengan warna-warni memenuhi setiap sudut. Keharuman menyebar sampai ke jalan, sehingga para tetangga bahkan orang lewat pun tersenyum bahagia karenanya. Lalu pohon buah yang tumbuh di sudut tanaman hampir rubuh karena begitu tergelayuti oleh buah-buahnya. Dan buahnya sungguh manis. Anda tak dapat membeli buah seperti itu. Ada begitu banyak buah, bahkan orang2 yg lewat pun dapat ikut menikmati sedapnya rasa buah ajaib itu.

“Mengubur kotoran” adalah perumpamaan untuk menyambut datangnya tragedi sebagai penyubur bagi kehidupan kita. Itu pekerjaan yang harus kita lakukan sendiri, tak ada yang dapat membantu kita. Namun dengan menguburnya di taman hati kita, dari hari ke hari, gundukan rasa sakit itu semakin berkurang. Bisa saja itu membutuhkan beberapa tahun, namun pagi yang cerah akan tiba tatkala kita melihat tak ada lagi rasa sakit di dalam hidup kita dan di dalam hati kita, sebuah keajaiban telah terjadi. Bunga2 kebajikan bermekaran memenuhi seluruh tempat, dan harumnya cinta menyebar sampai jauh, ke para tetangga kita, teman kita, dan bahkan sampai juga ke orang2 yang tidak kita kenal. Lalu pohon kebijaksanaan yang tumbuh di sudut taman hati kita menjadi tergelayut karena saratnya buah pencerahan akan hakikat kehidupan. Kita dapat membagi-bagikan buah2 yang enak itu dengan gratis, bahkan kepada orang2 yang tdk kita kenal, tanpa sengaja merencanakannya.

Ketika kita telah mengenal rasa sakit yang tragis, pelajarilah pelajaran yang diberikannya, dan tumbuhkan taman kita, lalu kita dapat merangkulkan lengan kita dalam tragedi yang dalam dan berkata dengan lembut, “ Aku tahu”. Mereka akan tahu bahwa kita telah paham. Belas kasih dimulai. Kita tunjukkan pada mereka gerobak dorong, garu, sekop dan dorongan semangat tanpa batas. Jika kita belum dapat menumbuh kembangkan taman kita sendiri, semua ini tak dapat kita lakukan.

Barangkali moral dari cerita ini adalah, jika anda ingin melayani dunia, jika anda ingin mengikuti jalan belas kasih, maka bila suatu ketika tragedi terjadi dalam hidup anda, anda dapat berkata, “Cihui ! Aku dapat banyak pupuk untuk taman saya”.
"Sekarang, para bhikkhu, Aku mengatakan ini sebagai nasihat terakhir-Ku: kehancuran adalah sifat dari segala sesuatu yang terbentuk. Oleh karena itu, berjuanglah dengan penuh kesadaran."

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: Hati koe di penuhi kebencian
« Reply #62 on: 04 June 2011, 10:14:28 PM »
saya baru saja membaca cerita yang ditulis oleh Ajahn Brahm..
semoga dapat membantu cc..  :)
dibaca yah cc.. dengan perlahan..  ;D

Hal-hal tidak menyenangkan, seperti duduk di peringkat terbawah di kelas kita, terjadi dalam kehidupan. Hal-hal itu dapat terjadi pada setiap orang. Perbedaan antara orang yang bahagia dan tertekan hanyalah pada bagaimana mereka bereaksi terhadap kemalangan.

Bayangkan anda baru saja mengalami suatu sore yang indah di pantai bersama seorang teman. Ketika anda kembali ke rumah, anda mendapati gundukan pupuk kandang tepat di depan pintu rumah anda. Ada 3 hal untuk diketahui sehubungan dengan gundukan pupuk kandang ini :
1. Anda tidak memesannya. Ini bukan kesalahan anda.
2. Anda merasa habis akal.Tak ada yang melihat siapa yg menimbunnya di situ, jadi anda tak dapat menelpon pelakunya utk menyingkirikannya.
3. Pupuk itu kotor dan semerbak memenuhi seluruh rumah anda. Sungguh tak tertahankan.

Pada perumpamaan ini, gundukan pupuk kandang di depan rumah anda melambangkan pengalaman2 traumatik yg menimpa kita dalam kehidupan. Seperti halnya dg gundukan pupuk kandang itu, ada 3 hal untuk diketahui sehubungan dengan tragedi dalam kehidupan kita.

1. Kita tak memesannya. Kita berkata : “Kenapa saya ?”
2. Kita merasa habis akal. Tak seorangpun, sekalipun teman terbaik kita dapat menyingkirikannya (meski mereka mencoba)
3. Tragedi itu sangat menyakitkan menghancurkan kebahagiaan kita, dan rasa sakit yang ditimbulkannya menghantui sepanjang hidup kita. Sungguh tak tertahankan.

Ada 2 cara merespon timpaan gundukan pupuk kandang itu. Cara pertama adalah membawa kotoran itu ke mana-mana bersama kita. Kita taruh segenggam di saku kita, sebagian di tas kita dan sebagian lagi di baju kita. Kita bahkan juga menaruhnya di celana panjang kita. Kita dapati, ketika kita membawa kotoran itu ke mana-mana, kita kehilangan teman! Bahkan teman2 terbaik pun tampaknya tak begitu senang lagi dekat2 dg kita.

Membawa kotoran ke mana2 adalah perumpamaan untuk keadaan tenggelam dalam depresi, hal-hal negatif, atau amarah. Itu adalah sebuah respon terhadap kemalangan yang lumrah dan dapat dimaklumi. Tetapi kita kehilangan banyak teman, karena lumrah dan dapat dimaklumi pula jika teman2 kita tidak suka berada di samping kita yang selalu merasa depresi. Lagipula, dengan cara ini gundukan kotoran itu sendiri tak menjadi berkurang, tapi baunya malah bertambah busuk.

Untunglah, ada cara kedua. Ketika kita tertimpa gundukan pupuk kandang, kita menghela napas, dan setelah itu mulai bekerja. Ambil gerobak dorong, garu dan sekop. Kita garu kotoran itu ke gerobak dorong, membawanya ke belakang rumah dan menguburnya di kebun kita. Memang ini sulit dan melelahkan, tetapi kita tahu tak ada pilihan lain. Kadang kita hanya mampu mengatasi separuh gerobak saja dalam sehari, namun kita melakukan sesuatu yang menyelesaikan masalah, daripada hanya mengeluh saja dan terbenam dalam depresi. Dari hari ke hari, kita menggaru dan mengubur kotoran itu. Dari hari ke hari gundukannya menjadi semakin berurang. Kadang diperlukan waktu beberapa tahun, namun pagi yang cerah tiba juga ketika gundukan kotoran di depan rumah kita tak berbekas lagi. Selanjutnya, sebuah keajaiban terjadi di belakang rumah kita. Bunga-bunga di kebun kita bermekaran dengan warna-warni memenuhi setiap sudut. Keharuman menyebar sampai ke jalan, sehingga para tetangga bahkan orang lewat pun tersenyum bahagia karenanya. Lalu pohon buah yang tumbuh di sudut tanaman hampir rubuh karena begitu tergelayuti oleh buah-buahnya. Dan buahnya sungguh manis. Anda tak dapat membeli buah seperti itu. Ada begitu banyak buah, bahkan orang2 yg lewat pun dapat ikut menikmati sedapnya rasa buah ajaib itu.

“Mengubur kotoran” adalah perumpamaan untuk menyambut datangnya tragedi sebagai penyubur bagi kehidupan kita. Itu pekerjaan yang harus kita lakukan sendiri, tak ada yang dapat membantu kita. Namun dengan menguburnya di taman hati kita, dari hari ke hari, gundukan rasa sakit itu semakin berkurang. Bisa saja itu membutuhkan beberapa tahun, namun pagi yang cerah akan tiba tatkala kita melihat tak ada lagi rasa sakit di dalam hidup kita dan di dalam hati kita, sebuah keajaiban telah terjadi. Bunga2 kebajikan bermekaran memenuhi seluruh tempat, dan harumnya cinta menyebar sampai jauh, ke para tetangga kita, teman kita, dan bahkan sampai juga ke orang2 yang tidak kita kenal. Lalu pohon kebijaksanaan yang tumbuh di sudut taman hati kita menjadi tergelayut karena saratnya buah pencerahan akan hakikat kehidupan. Kita dapat membagi-bagikan buah2 yang enak itu dengan gratis, bahkan kepada orang2 yang tdk kita kenal, tanpa sengaja merencanakannya.

Ketika kita telah mengenal rasa sakit yang tragis, pelajarilah pelajaran yang diberikannya, dan tumbuhkan taman kita, lalu kita dapat merangkulkan lengan kita dalam tragedi yang dalam dan berkata dengan lembut, “ Aku tahu”. Mereka akan tahu bahwa kita telah paham. Belas kasih dimulai. Kita tunjukkan pada mereka gerobak dorong, garu, sekop dan dorongan semangat tanpa batas. Jika kita belum dapat menumbuh kembangkan taman kita sendiri, semua ini tak dapat kita lakukan.

Barangkali moral dari cerita ini adalah, jika anda ingin melayani dunia, jika anda ingin mengikuti jalan belas kasih, maka bila suatu ketika tragedi terjadi dalam hidup anda, anda dapat berkata, “Cihui ! Aku dapat banyak pupuk untuk taman saya”.

nice post, kasih bonus dah......wahhh salut deh DD sekarang bijaksana sekali.... :lotus:

iya ya....udah baca cerita ini kok masih lupa juga.....jadi malu nihh....soalnya sy juga merasa kalo sering cerita2 dg kesulitan atau kesedihan sy..... ^-^
« Last Edit: 04 June 2011, 10:16:21 PM by pannadevi »

Offline hemayanti

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.477
  • Reputasi: 186
  • Gender: Female
  • Appamadena Sampadetha
Re: Hati koe di penuhi kebencian
« Reply #63 on: 04 June 2011, 10:49:31 PM »
nice post, kasih bonus dah......wahhh salut deh DD sekarang bijaksana sekali.... :lotus:

iya ya....udah baca cerita ini kok masih lupa juga.....jadi malu nihh....soalnya sy juga merasa kalo sering cerita2 dg kesulitan atau kesedihan sy..... ^-^
_/\_ makasih cici..
saya cuma kebetulan aja baca tentang cerita itu, saya pikir pas buat dibaca sama cc landy juga..  :)
hehehe..
sebenarnya saya juga sempat lupa tentang cerita ini sih, pas ketemu lagi baru inget..  ;D
"Sekarang, para bhikkhu, Aku mengatakan ini sebagai nasihat terakhir-Ku: kehancuran adalah sifat dari segala sesuatu yang terbentuk. Oleh karena itu, berjuanglah dengan penuh kesadaran."

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: Hati koe di penuhi kebencian
« Reply #64 on: 04 June 2011, 10:53:52 PM »
_/\_ makasih cici..
saya cuma kebetulan aja baca tentang cerita itu, saya pikir pas buat dibaca sama cc landy juga..  :)
hehehe..
sebenarnya saya juga sempat lupa tentang cerita ini sih, pas ketemu lagi baru inget..  ;D

sama2 DD...

iya nih, sy itu punya bukunya juga, tapi lupa, wkt baca postingan ini jadi keinget lagi. memang kadang perlu diingetkan lagi....itulah gunanya teman, bisa saling mengisi...

Offline hemayanti

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.477
  • Reputasi: 186
  • Gender: Female
  • Appamadena Sampadetha
Re: Hati koe di penuhi kebencian
« Reply #65 on: 04 June 2011, 11:16:28 PM »
sama2 DD...

iya nih, sy itu punya bukunya juga, tapi lupa, wkt baca postingan ini jadi keinget lagi. memang kadang perlu diingetkan lagi....itulah gunanya teman, bisa saling mengisi...
_/\_
"Sekarang, para bhikkhu, Aku mengatakan ini sebagai nasihat terakhir-Ku: kehancuran adalah sifat dari segala sesuatu yang terbentuk. Oleh karena itu, berjuanglah dengan penuh kesadaran."

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: Hati koe di penuhi kebencian
« Reply #66 on: 05 June 2011, 06:48:15 AM »
Hati aku skrg di penuhi oleh kebencian.. ,  pikiran dan hati serta mulut aku seperti menyimpan sebuah BOM nuklir yg siap meledak kapan saja , bila kebencian ini tumpah ruah maka yg keluar adalah kata2 "biadaD" ala hewani *maap*

Aku mencoba sampai batas klimaksnya kesabaran seorang manusia ,

yuk senior beri aku siraman rohani .. biar adem nih otak ~  :)

lebih cepat pakai siraman voucher, discount, free ticket.... makan gratis bareng....

gimana ? setuju ?

boleh tau masalahnya apa ya ? koq jadi marah sampai begitu ? jelasin kronologi kejadiannya dulu yaa :P
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: Hati koe di penuhi kebencian
« Reply #67 on: 05 June 2011, 07:04:23 AM »
makasih senior saya merasa terbantu ,


ketika saya merasa kepala saya mulai dingin , dengan itikad baik datang menyelesaikan masalah , tapi apa yg saya dapati? perlakuan ala "rimba" n nyeret2 polisi .. dgn bangganya dia berkata "saya hebat pny byk teman polisi , emangnya seperti kau?" ... lalu dgn tidak kalah marahnya saya jg membalas (untuk pertama kalinya) .. " untuk apa punya banyak teman tapi di campakkan suami , pny teman tp tidak punya suami n keluarga harmonis , bnr2 kasian"


sumpah saya belum merasa puas , masih banyak yg mau saya keluarkan .. sebatang besi pun di asah terus menerus bisa menjadi pisau , apa saya masih krg sabar atas semua perlakuan ia pada keluarga saya?

~ benarkah melawan anjing gila harus pake cinta kasih ? , ntr kalau di gigit bisa ikutan kena rabies  :))



kalau "tante" yg kesepian ini mendapat teman pria sejati yg baru...
semoga marah2 ke lingkungannya akan reda...

jadi kalau ada yg bisa ulurkan tangan utk membantu... apa salahnya ?
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: Hati koe di penuhi kebencian
« Reply #68 on: 05 June 2011, 09:09:41 AM »
kalau "tante" yg kesepian ini mendapat teman pria sejati yg baru...
semoga marah2 ke lingkungannya akan reda...

jadi kalau ada yg bisa ulurkan tangan utk membantu... apa salahnya ?

hmmm....bro saceng lama ga muncul, tiba2 tebar pesona ama sis Landy....hayooo....

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: Hati koe di penuhi kebencian
« Reply #69 on: 05 June 2011, 09:31:14 AM »
hmmm....bro saceng lama ga muncul, tiba2 tebar pesona ama sis Landy....hayooo....
supaya hatinya gak dipenuhin kebencian sis.... 

gimana kalau ajak tante join di forum ini ? biar mendptkan berita yg berimbang ?
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: Hati koe di penuhi kebencian
« Reply #70 on: 05 June 2011, 09:41:25 AM »
supaya hatinya gak dipenuhin kebencian sis.... 

gimana kalau ajak tante join di forum ini ? biar mendptkan berita yg berimbang ?

husshhh...sembarang...sis landy khan belum tante....masih imut kok...... :-t

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: Hati koe di penuhi kebencian
« Reply #71 on: 05 June 2011, 09:48:40 AM »
husshhh...sembarang...sis landy khan belum tante....masih imut kok...... :-t

maksudnya tante yg membuat sis landy naik darah itu lhooo
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline hemayanti

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.477
  • Reputasi: 186
  • Gender: Female
  • Appamadena Sampadetha
Re: Hati koe di penuhi kebencian
« Reply #72 on: 06 June 2011, 04:22:55 PM »
cc ini saya dapat satu artikel lagi.. di baca yah...  :)

Memadamkan api kemarahan lewat kearifan Buddhis

by Thich Nhat Hanh

Ketika seseorang mengatakan atau melakukan sesuatu yang membuat kita marah, tentu saja kita menderita.

Kita cenderung mengatakan atau melakukan sesuatu kembali untuk membuat orang tersebut menderita juga, dengan harapan bahwa penderitaan kita akan berkurang.

Kita berpikir "Aku ingin menghukum kamu, aku ingin membuat kamu menderita karena kamu telah membuat aku menderita dan ketika aku melihat kamu sangat menderita aku akan merasa lebih baik"

Kenyataan yang sebenarnya adalah, ketika kamu membuat orang lain menderita, dia akan mencoba mencari kelegaan dengan membuat kamu lebih menderita lagi. Hasilnya adalah bertambahnya penderitaan di kedua belah pihak.

Pada saat kamu menjadi marah, kamu cenderung percaya bahwa kesengsaraanmu telah disebabkan oleh orang lain.

Kamu menyalahkan dia atas semua penderitaanmu. Banyak orang lain, yang dihadapkan pada situasi yang sama, tidak akan menjadi marah seperti dirimu. Mereka mendengar kata-2 yang sama, mereka melihat situasi yang sama, namun mereka mampu tetap tenang dan tidak terbawa. Kenapa kamu menjadi marah dengan begitu mudah?

Kamu mungkin begitu mudah marah karena benih kemarahanmu terlalu kuat, dan karena kamu tidak berlatih metode-2 untuk merawat kemarahanmu dengan baik, benih kemarahan itu telah terlalu sering disirami pada masa lalu.

Kita semua punya benih kemarahan dalam kesadaran kita. Tapi dalam diri beberapa orang, benih kemarahan itu lebih besar daripada benih-2 kita yang lain spt:" Cinta kasih" atau "welas asih". Benih kemarahan itu mungkin lebih besar karena kita tidak pernah berlatih pada masa lalu.

Ketika kita mulai mengembangkan energi perhatian penuh kesadaran, pengertian pertama yang akan kita dapatkan adalah bahwa penyebab utama dari penderitaan kita, kesengsaraan kita, bukanlah orang lain - ia adalah benih kemarahan dalam diri kita sendiri.

Pada saat itu kita akan berhenti menuding orang lain sebagai penyebab semua penderitaan. Kita sadar bahwa dia hanyalah suatu penyebab sekunder. Kamu mendapat banyak kelegaan ketika kamu memiliki pengertian ini, dan kamu mulai merasa lebih baik.

Buddha tidak pernah menasehati kita untuk menekan kemarahan kita, beliau mengajarkan kita untuk kembali ke diri sendiri dan merawatnya dengan baik.

Seperti organ-2 kita, kemarahan kita juga merupakan bagian dari diri kita. Ketika kita marah, kita harus kembali pada diri kita sendiri dan merawat kemarahan kita dengan baik. Kita tidak bisa berkata :" Pergilah kemarahan, kamu harus pergi. Aku tidak menginginkanmu"

Ketika kamu sakit perut, kamu tidak berkata "Aku tidak menginginkanmu perut, pergilah" ...TIDAK, kamu merawatnya.

Dengan cara yang sama, kita harus merangkul dan merawat kemarahan kita dengan baik. Kita mengenalinya sebagaimana adanya, merangkulnya, dan tersenyum. Energi yang membantu kita melakukan hal-2 ini adalah perhatian penuh kesadaran, perhatian penuh kesadaran dalam berjalan dan perhatian penuh kesadaran dalam bernapas.

Latihan perhatian penuh kesadaran menghasilkan konsentrasi dan pengertian.

Pengertian adalah hasil dari latihan yang bisa membantu kita untuk memaafkan, untuk mencintai.

Dalam waktu lima belas menit, atau setengah jam, latihan perhatian penuh kesadarn, konsentrasi dan pengertian dapat membebaskan dirimu dari kemarahanmu dan menjadikan kamu seorang yang penuh dengan cinta.

Itu adalah kekuatan dharma, keajaiban dharma.
"Sekarang, para bhikkhu, Aku mengatakan ini sebagai nasihat terakhir-Ku: kehancuran adalah sifat dari segala sesuatu yang terbentuk. Oleh karena itu, berjuanglah dengan penuh kesadaran."