//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Buddha adalah seorang dukun  (Read 32530 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline dato' tono

  • Sebelumnya: dhanuttono
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.612
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
  • Namo Buddhaya...
Re: Buddha adalah seorang dukun
« Reply #15 on: 26 April 2011, 09:17:34 PM »
Setau saya,saat itu buddha berkunjung kembali ke kampung halaman dan sadar bahwa jika Buddha bersujud dihadapan Ayahnya(sebagai tanda pernghormatan) maka kepala ayahnya akan terbelah menjadi tujuh bagian,untuk menggantikan rasa hormatnya maka dia mengalihkan perhatian seluruh orang yang ada saat itu dengan menunjukan kemampuan batin itu,sang Buddha tak sembarangan mengeluarkan kemampuan batin untuk hal2 tak penting dan didasari kebodohan,kebencian dan keserakahan seperti Dukun pada umumnya

satu hal yg harus di garis bawahi, kemampuan bathin seperti itu, didunia ini hanya bisa dilakukan oleh seorang samma sambuddha...
Sesuai benih yang ditabur, demikian lah buah yang di tuai, penanam kebajikan akan memperoleh kebahagiaan.

Offline Peacemind

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 970
  • Reputasi: 74
Re: Buddha adalah seorang dukun
« Reply #16 on: 26 April 2011, 10:03:38 PM »
Pada jaman Buddha, beberapa orang bahkan mengatakan Sang Buddha adalah seorang tukang sulap. Wajar lah kalau orang ini beranggapan kalau Sang Buddha adalah dukun karena ia hanya BERPIKIR PIKIR. ;D

Offline whatthe

  • Teman
  • **
  • Posts: 94
  • Reputasi: -10
  • Gender: Male
Re: Buddha adalah seorang dukun
« Reply #17 on: 26 April 2011, 10:08:41 PM »
Maaf saya baca-baca dulu komen dari teman2
Sebagai informasi saya bukan simpatisan maitreya ataupun mencari kelemahan dari agama Buddha. Saya hanya tidak mempercayai hal gaib. itu saja
What is the world mean? It's unlimited, unrecognized. So why you stucking here?

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.118
  • Reputasi: 128
Re: Buddha adalah seorang dukun
« Reply #18 on: 26 April 2011, 10:10:50 PM »
Setelah berpikir2 dalam kurun waktu tertentu, tidak pernah aku melihat sebatang hidung pun bhikkhu yang bisa menunjukkan kekuatan gaibny secara konkret dimana dia menunjukkan gerakan meditasi yang menurut umat sangat hebat.
berarti anda belum bertemu dgn saya.  :))
Samma Vayama

Offline blood_demon

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 371
  • Reputasi: 15
  • Gender: Male
  • Om guru lian shen sidhi hum
Re: Buddha adalah seorang dukun
« Reply #19 on: 26 April 2011, 10:23:50 PM »
wih topicnya bakal hot....  :o saran saya belajar lah pada Ko Indra/atau Kwaci..
Om guru lian shen sidhi hum

Offline No Pain No Gain

  • Sebelumnya: Doggie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.796
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
  • ..............????
Re: Buddha adalah seorang dukun
« Reply #20 on: 26 April 2011, 10:26:56 PM »
wih topicnya bakal hot....  :o saran saya belajar lah pada Ko Indra/atau Kwaci..

 :)) :)) :))
No matter how dirty my past is,my future is still spotless

Offline blood_demon

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 371
  • Reputasi: 15
  • Gender: Male
  • Om guru lian shen sidhi hum
Re: Buddha adalah seorang dukun
« Reply #21 on: 26 April 2011, 10:28:53 PM »
kok ketawa... ko indra dan kwaci kan mereka memiliki pengetahuan tentang sutta, disana bs jadi patokan agar bs menjelaskan permasalahan ini  ;D . ntar org salah paham pula NPWP. haiz. haha
Om guru lian shen sidhi hum

Offline No Pain No Gain

  • Sebelumnya: Doggie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.796
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
  • ..............????
Re: Buddha adalah seorang dukun
« Reply #22 on: 26 April 2011, 10:32:24 PM »
kok ketawa... ko indra dan kwaci kan mereka memiliki pengetahuan tentang sutta, disana bs jadi patokan agar bs menjelaskan permasalahan ini  ;D . ntar org salah paham pula NPWP. haiz. haha

gak lah..kita semua sdh dewasa..yang di forum ya ditinggal di forum saja..demon kan uda liat favorite saya ko indra termasuk jg kan? om kwaci jg termasuk jg :)
No matter how dirty my past is,my future is still spotless

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.750
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: Buddha adalah seorang dukun
« Reply #23 on: 27 April 2011, 12:49:10 AM »
Setelah berpikir2 dalam kurun waktu tertentu, tidak pernah aku melihat sebatang hidung pun bhikkhu yang bisa menunjukkan kekuatan gaibny secara konkret dimana dia menunjukkan gerakan meditasi yang menurut umat sangat hebat. Setelah berpikir apakah itu yang disebut sotapana, sakadagami, anagami, arahat, semuanya menurut saya hanya sebuah peringkat tidak lain adalah dogma dari sebuah kepercayaan.

Saya pernah membaca suatu cerita dimana Sang Buddha menunjukkan kehebatannya (kekuatan gaib) dengan memunculkan air dan api secara bersamaan. Bukankah itu seperti dukun yang kala hanya cerita saja tetapi tidak dapat ditunjukkan.
kita bisa melihat cerita-cerita dari ajaran lain, ttg si avatara mengangkat bukit dengan satu tangan, si nabi dikatakan membelah bulan atau si tuhan kecil yg jalan di atas air. cerita-cerita seperti itu, termasuk cerita buddhis, tidak akan bisa pernah dibuktikan, bertentangan dengan akal sehat dan ilmu alam. dokumentasinya pun susah dibuktikan validitasnya, karena dicatat dan dibikin secara subjektif pengikutnya dan besar kemungkinan terjadi distorsi. percaya cerita keajaiban itu sangat sedikit manfaatnya, kalo tidak bisa dikatakan gak ada, selain memperbesar ego penganutnya...

menurut saya, kalo seseorang belajar buddhism disebabkan oleh cerita tentang keajaiban-keajaiban maka saya pikir orang itu belajar buddhism dengan alasan yg salah, seperti orang yg masuk kandang ayam memunguti tai ayam ketimbang telurnya. saya pikir keistimewaan buddhism terletak pada kebebasan berpikirnya, kebebasan untuk meragukan segala sesuatu. bukannya beriman pada cerita-cerita ataupun doktrin-doktrin yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya, buddhism dipelajari dengan mikir dan mengalami sendiri. saya tidak bisa membuktikan iddhi viddhi, gak masalah, skip. 31 alam tidak terbukti, skip. gak bisa melihat rebirth, skip. tingkat-tingkat kesucian, skip.

buddhisme menyediakan solusi pada sebuah problem: dukkha, dan ajaran ini dapat diselami manusia biasa seperti siddharta, saya dan anda di dalam batin masing-masing, di sini, di saat ini. gak perlu menunggu mukjijat, gak perlu menunggu maha dewa turun dari langit, gak perlu menunggu diselamatkan, gak perlu menunggu tumpukan karma baik, gak perlu menunggu seorang guru datang ngasih pencerahan...

*ini pendapat pribadi. jawaban ini mungkin bukan jawaban buddhis mainstream dan saya tidak mewakili pendapat dari manapun*
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Buddha adalah seorang dukun
« Reply #24 on: 27 April 2011, 06:19:00 AM »
at bro whatte,
Buddha itu 'dukun penyakit tumimbal lahir'
Andaikan ada mahluk yang ingin bebas dari kelahiran prakteklah 'ilmu dukun' dari Buddha
sudah terbukti jutaan mahluk yang bebas dari kelahiran  :)

dijamin sembuh  :jempol:

« Last Edit: 27 April 2011, 06:22:18 AM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline Lex Chan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.435
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
  • Love everybody, not every body...
Re: Buddha adalah seorang dukun
« Reply #25 on: 27 April 2011, 09:20:50 AM »
yang sakti belum tentu suci...
 yang suci sudah pasti sakti...  ;D

ah masa? ada penjelasan? 8)
“Give the world the best you have and you may get hurt. Give the world your best anyway”
-Mother Teresa-

Offline kuswanto

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 399
  • Reputasi: 16
  • kematian bisa saja menghampiriku hari ini..
Re: Buddha adalah seorang dukun
« Reply #26 on: 27 April 2011, 10:00:59 AM »
Setelah berpikir2 dalam kurun waktu tertentu,

coba di pikir2 lagi dalam kurun waktu yang berbeda., nanti bisa berubah loh pendapat anda sendiri  ;D ;D

Offline tuwino gunawan

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 272
  • Reputasi: 8
  • Gender: Male
Re: Buddha adalah seorang dukun
« Reply #27 on: 27 April 2011, 10:59:49 AM »

Andaikan ada mahluk yang ingin bebas dari kelahiran prakteklah 'ilmu dukun' dari Buddha
sudah terbukti jutaan mahluk yang bebas dari kelahiran



buktinya mana??? :whistle:

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Buddha adalah seorang dukun
« Reply #28 on: 27 April 2011, 11:04:55 AM »
buktinya mana??? :whistle:

7. “Selain dari Guru Gotama, adakah seorang bhikkhu lainnya, siswa Guru Gotama, yang dengan menembusnya untuk dirinya sendiri dengan pengetahuan langsung di sini dan saat ini masuk dan berdiam dalam kebebasan pikiran dan kebebasan melalui kebijaksanaan yang tanpa noda dengan hancurnya noda-noda?”

“Bukan hanya seratus, Vaccha, atau dua atau tiga atau empat atau lima ratus, melainkan jauh lebih banyak dari itu para bhikkhu, para siswaKu, yang dengan menembusnya untuk diri mereka sendiri dengan pengetahuan langsung di sini dan saat ini masuk dan berdiam dalam kebebasan pikiran dan kebebasan melalui kebijaksanaan yang tanpa noda dengan hancurnya noda-noda.”

8. “Selain dari Guru Gotama dan para bhikkhu, adakah seorang bhikkhunī lainnya, siswi Guru Gotama, yang dengan menembusnya untuk dirinya sendiri dengan pengetahuan langsung di sini dan saat ini masuk dan berdiam dalam kebebasan pikiran dan kebebasan melalui kebijaksanaan yang tanpa noda dengan hancurnya noda-noda?”

“Bukan hanya seratus, … atau lima ratus, melainkan jauh lebih banyak dari itu para bhikkhunī, para siswiKu, yang dengan menembusnya untuk diri mereka sendiri dengan pengetahuan langsung di sini dan saat ini masuk dan berdiam dalam kebebasan pikiran dan kebebasan melalui kebijaksanaan yang tanpa noda dengan hancurnya noda-noda.”

9. “Selain dari Guru Gotama dan para bhikkhu dan para bhikkhunī, adakah seorang umat awam laki-laki lainnya, siswa Guru Gotama, berpakaian putih menjalani kehidupan selibat yang dengan hancurnya lima belenggu yang lebih rendah, akan muncul kembali secara spontan [di Alam Murni] dan di sana mencapai Nibbāna akhir tanpa pernah kembali di dunia ini?”

“Bukan hanya seratus, … atau lima ratus, melainkan jauh lebih banyak dari itu para umat awam laki-laki, para siswaKu, berpakaian putih menjalani kehidupan selibat yang dengan hancurnya lima belenggu yang lebih rendah, [491] akan muncul kembali secara spontan [di Alam Murni] dan di sana mencapai Nibbāna akhir tanpa pernah kembali di dunia ini.”

10. “Selain dari Guru Gotama dan para bhikkhu dan para bhikkhunī, adakah seorang umat awam laki-laki lainnya, siswa Guru Gotama, berpakaian putih menikmati kenikmatan indria, yang menjalankan instruksi Beliau, menaati nasihat Beliau, telah melampaui keragu-raguan, menjadi terbebas dari kebingungan, memperoleh keberanian, dan menjadi tidak bergantung pada yang lain dalam Pengajaran Sang Guru?”

“Bukan hanya seratus, … atau lima ratus, melainkan jauh lebih banyak dari itu para umat awam laki-laki, para siswaKu, berpakaian putih menikmati kenikmatan indria, yang menjalankan instruksiKu, menaati nasihatKu, telah melampaui keragu-raguan, menjadi terbebas dari kebingungan, memperoleh keberaninan, dan menjadi tidak bergantung pada yang lain dalam Pengajaran Sang Guru.”

11. “Selain dari Guru Gotama dan para bhikkhu dan para bhikkhunī dan para umat awam laki-laki berpakaian putih, baik yang menjalani kehidupan selibat maupun yang menikmati kenikmatan indria, adakah seorang umat awam perempuan, siswi Guru Gotama, berpakaian putih menjalani kehidupan selibat yang dengan hancurnya lima belenggu yang lebih rendah, akan muncul kembali secara spontan [di Alam Murni] dan di sana mencapai Nibbāna akhir tanpa pernah kembali di dunia ini?”

“Bukan hanya seratus, … atau lima ratus, melainkan jauh lebih banyak dari itu para umat awam perempuan, para siswiKu, berpakaian putih menjalani kehidupan selibat yang dengan hancurnya lima belenggu yang lebih rendah, akan muncul kembali secara spontan [di Alam Murni] dan di sana mencapai Nibbāna akhir tanpa pernah kembali di dunia ini.”

12. “Selain dari Guru Gotama dan para bhikkhu dan para bhikkhunī dan para umat awam laki-laki berpakaian putih, baik yang menjalani kehidupan selibat maupun yang menikmati kenikmatan indria, dan umat awam perempuan yang menjalani kehidupan selibat, adakah seorang umat awam perempuan lainnya, siswi Guru Gotama, berpakaian putih menikmati kenikmatan indria, yang menjalankan instruksi Beliau, menaati nasihat Beliau, telah melampaui keragu-raguan, menjadi terbebas dari kebingungan, memperoleh keberaninan, dan menjadi tidak bergantung pada yang lain dalam Pengajaran Sang Guru?”

“Bukan hanya seratus, … atau lima ratus, melainkan jauh lebih banyak dari itu para umat awam perempuan, para siswiKu, berpakaian putih menikmati kenikmatan indria, yang menjalankan instruksiKu, menaati nasihatKu, telah melampaui keragu-raguan, menjadi terbebas dari kebingungan, memperoleh keberaninan, dan menjadi tidak bergantung pada yang lain dalam Pengajaran Sang Guru.”

sumber: MN 73  Mahāvacchagotta Sutta

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.750
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: Buddha adalah seorang dukun
« Reply #29 on: 27 April 2011, 11:47:13 AM »
a: si j memerintahkan topan badai berhenti dan berhasil
b: buktinya mana?
a: buku karangan pengikut j, bab anu, paragraf 7, kalimat 2.

*buku itu sendiri bukanlah bukti yg objektif untuk menjelaskan keajaiban. yg objektif harus dicari diluar buku itu, penelitian yg valid dan peer review dari kalangan yg berbeda.*
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path