Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: 3 x 8 = 23  (Read 64569 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #60 on: 03 February 2012, 08:13:03 AM »
Jadi bagaimana memutuskan bijak/kurang bijak cerita diatas? Jika konteksnya tidak tahu?
Saya tidak meminta 100 arahat tapi hanya 100 orang buta. Orang buta tidak bisa melihat jadi tidak akan tahu apakah dia di rel yang salah atau bukan. Jika bro adalah penjaga rel tersebut, apakah masih memakai prinsip yang sama seperti sebelumnya?Yang berada pada rel yang benar lebih punya hak untuk hidup.



daripada sibuk menimbang2, lebih baik si penjaga berteriak sambil memukul2 kentongan atau membunyikan sirene dan menyuruh orang2 menyingkir dari rel.

Offline bawel

  • Sebelumnya: Comel
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.755
  • Reputasi: 71
  • Gender: Male
  • namanya juga bawel ;D
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #61 on: 03 February 2012, 11:29:16 AM »
:hammer:

bagaimana kalau misalnya kondisinya tidak mendukung bagi kita untuk memberi tahu, misalnya jarak yang terlalu jauh. om kainyn?
dari komen2 yang sebelumnya, sepertinya akan dijawab biarkan saja mereka yang menjadi korban karena kesalahannya sendiri. :)
tanya lagi yah, bagaimana kalo misalnya 10 orang yang lalai itu adalah anggota keluarga kita ataupun orang2 yang kita sayangi?
apakah akan tetap mengorbankan mereka om kainyn?

lah kok saya malah di :hammer: ? ;D
jadi sebenarnya untuk apa confusius menyelamatkan si pembeli kalo hanya akan membuat kehidupan si pembeli menjadi lebih memprihatinkan? ;D
apakah confusius mendukung perjudian? ;D apalagi taruhannya nyawa? ;D di cerita lainnya confusius bisa menghentikan tradisi penguburan manusia hidup-hidup untuk menemani bangsawan yang meninggal, tapi kenapa di cerita ini confusius tidak menolak perjudian itu? ;D

Offline bawel

  • Sebelumnya: Comel
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.755
  • Reputasi: 71
  • Gender: Male
  • namanya juga bawel ;D
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #62 on: 03 February 2012, 11:32:09 AM »
Di Rusia juga ada ungkapan: "Дурака́ учи́ть — то́лько по́ртить." (Mengajari orang bodoh hanyalah memanjakannya.) Jikapun dimodali 3x8=24, belum tentu seorang tolol menggunakannya dengan benar, apalagi jika dimodali keyakinan 3x8=23.

oh ternyata memang ada yah ungkapan seperti itu ;D.

Di tempat saya, 4x8x8=84.000, sedangkan 20x25=37.500.

apakah 4x8x8=84.000 dan 20x25=37.500 itu? ;D

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.219
  • Reputasi: 43
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #63 on: 03 February 2012, 11:48:32 PM »
daripada sibuk menimbang2, lebih baik si penjaga berteriak sambil memukul2 kentongan atau membunyikan sirene dan menyuruh orang2 menyingkir dari rel.

Kalau bro Indra jadi penjaga rel kereta kasus-nya harus diubah. Misalnya dicampur tuna netra dengan tuna rungu. Atau kentongannya tidak ada dan kebetulan sirene rusak.  =))

Spoiler: ShowHide
Halo bos,apa kabar? GRP donk  ;D

PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.219
  • Reputasi: 43
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #64 on: 03 February 2012, 11:58:57 PM »
mungkin maksud bro Kainyn menggunakan contoh 'mahluk suci Arahat' saja harus terima resiko berada ditempat yg salah, apalagi mahluk lainnya (manusia : orang buta, bayi, orantg tua, orang cacat fisik dsb)

semoga salah ! :))

Maksud bro Kainyn mungkin, lakukan saja yang terbaik untuk menyelamatkan tanpa ada pikiran untuk membunuh atau mengorbankan. Selanjutnya serahkan saja pada kamma masing-masing orang. Kalau kamma baiknya berbuah maka akan selamat tapi kalau kamma buruknya berbuah maka parinibbana atau cacat.
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #65 on: 04 February 2012, 12:18:00 AM »
Kalau bro Indra jadi penjaga rel kereta kasus-nya harus diubah. Misalnya dicampur tuna netra dengan tuna rungu. Atau kentongannya tidak ada dan kebetulan sirene rusak.  =))

gue akan membiarkan kereta berada di jalur yg benar, kemudian lari sekencang2nya sambil teriak ke orang2 itu. si tuna netra akan mendengar teriakan gue, dan gue lompat dengan mengerahkan ginkang untuk mendorong si tuna rungu. gue mungkin saja gagal menyelamatkan beberapa orang, tapi namanya juga usaha.

kalo gue memindahkan jalur kereta dan orang2 yg tidak bersalah mati karena itu, maka gue telah melakukan pembunuhan dengan sengaja, secara sila saya memilih untuk tidak melakukan pembunuhan walaupun dengan dalih untuk menyelamatkan orang lain. tentu saja hal ini tidak mutlak benar, kembali lagi kepada pilihan kita masing2.

Spoiler: ShowHide
GRP granted

« Last Edit: 04 February 2012, 12:22:05 AM by Indra »

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.219
  • Reputasi: 43
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #66 on: 04 February 2012, 12:33:34 AM »
gue akan membiarkan kereta berada di jalur yg benar, kemudian lari sekencang2nya sambil teriak ke orang2 itu. si tuna netra akan mendengar teriakan gue, dan gue lompat dengan mengerahkan ginkang untuk mendorong si tuna rungu. gue mungkin saja gagal menyelamatkan beberapa orang, tapi namanya juga usaha.

kalo gue memindahkan jalur kereta dan orang2 yg tidak bersalah mati karena itu, maka gue telah melakukan pembunuhan dengan sengaja, secara sila saya memilih untuk tidak melakukan pembunuhan walaupun dengan dalih untuk menyelamatkan orang lain. tentu saja hal ini tidak mutlak benar, kembali lagi kepada pilihan kita masing2.

Spoiler: ShowHide
GRP granted



Kalau saya lebih memilih memindahkan jalur kereta. Karena lebih mudah dan tidak repot untuk keluarkan ginkang mengurus 100 orang cacat. Berhubung yang berada di rel itu hanya ada 1 orang penjahat.  =))
Memangnya ada yang salah jika dipindahkan jalur rel kereta tersebut? Yang namanya rel kereta itu tempat kereta berjalan bukan tempat meditasi atau yang lainnya. Jadi mau jalur aktif atau tidak menurut saya siapapun yang berada disana adalah salah.

Spoiler: ShowHide
Makasih...

PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Landy Chua

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 678
  • Reputasi: 29
  • Gender: Female
  • Berkelana untuk belajar Dhamma ^^
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #67 on: 04 February 2012, 09:22:10 AM »
bukannya kereta api itu hanya "kisah motivasi FIKSi" ,   di tarik tarik ampe panjang lebar mana ada ujung nya?::)
toh yang penting bukan story tapi esensi ceritanya nyampe di pembaca.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #68 on: 04 February 2012, 10:37:49 AM »
Kalau saya lebih memilih memindahkan jalur kereta. Karena lebih mudah dan tidak repot untuk keluarkan ginkang mengurus 100 orang cacat. Berhubung yang berada di rel itu hanya ada 1 orang penjahat.  =))
Memangnya ada yang salah jika dipindahkan jalur rel kereta tersebut? Yang namanya rel kereta itu tempat kereta berjalan bukan tempat meditasi atau yang lainnya. Jadi mau jalur aktif atau tidak menurut saya siapapun yang berada disana adalah salah.



oh, rel tidak aktif biasanya tidak lagi dalam maintenance, resiko yg dihadapi bisa jadi lebih besar, misalnya rel anjlok dan kereta terguling. tapi baik, saya tidak akan memperdebatkan soal pindah rel ini. Tapi Sis lebih memilih untuk membunuh walaupun dengan dalih untuk menyelamatkan orang banyak?

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.963
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #69 on: 04 February 2012, 11:18:22 AM »
oh, rel tidak aktif biasanya tidak lagi dalam maintenance, resiko yg dihadapi bisa jadi lebih besar, misalnya rel anjlok dan kereta terguling. tapi baik, saya tidak akan memperdebatkan soal pindah rel ini. Tapi Sis lebih memilih untuk membunuh walaupun dengan dalih untuk menyelamatkan orang banyak?

umat buddhis yg benar tetep menghindari pembunuhan walaupun nyamuk
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.219
  • Reputasi: 43
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #70 on: 04 February 2012, 11:38:40 AM »
oh, rel tidak aktif biasanya tidak lagi dalam maintenance, resiko yg dihadapi bisa jadi lebih besar, misalnya rel anjlok dan kereta terguling. tapi baik, saya tidak akan memperdebatkan soal pindah rel ini. Tapi Sis lebih memilih untuk membunuh walaupun dengan dalih untuk menyelamatkan orang banyak?

Seandainya saya tahu bahwa ada rel yang putus disekitar saya. Menurut bro apakah saya berani mengambil keputusan itu? Sekalipun rel itu tidak aktif bukan berarti dalam keadaan rusak kan? Dan apakah masinis yang mengendalikan kereta api itu tidak akan berhenti melihat keramaian dan melihat jalur dipindahkan? Jadi panjang rel kereta yang digunakan juga hanya sampai kereta berhenti.

Membunuh atau tidak menurut saya sih tergantung apa yang dipikirkan dan tindakan yang dilakukan. Misalnya: walaupun kereta tetap pada jalur. Dan orang itu tidak melakukan apapun hanya berpikir,"Aduh mudah-mudahan orang-orang ini pada kelindas." Itu sudah termasuk membunuh menurut saya. Tapi dalam pikirannya. Objek di pikiran yang terbunuh.

Sama seperti ketika bro Indra mengerahkan ginkang untuk menyelamatkan dan tidak berhasil menyelamatkan seluruhnya. Apakah yang tidak berhasil diselamatkan itu memang sengaja bro Indra bunuh karena dalih kereta harus tetap berada pada jalur yang benar?
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.219
  • Reputasi: 43
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #71 on: 04 February 2012, 11:46:07 AM »
umat buddhis yg benar tetep menghindari pembunuhan walaupun nyamuk

Kisah apa yah yang menginjak semut karena buta itu. Saya tidak ingat namanya. Apakah dia menghindari pembunuhan karena keterbatasannya? Tidakkan? dia tetap membunuh karena keterbatasannya jika hanya dipandang dari prinsip yang bro ajukan.
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline freedom

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 100
  • Reputasi: 7
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #72 on: 04 February 2012, 11:47:55 AM »
Hi rekan Hemayanti :)

Thanks postingannya ya :)

Numpang posting ya :)

Banyak hal yang bisa saya pelajari dalam kisah ini.

1.   Menurut saya , kemungkinan pembeli kain bukanlah orang sembarangan,
Nabi KongZi sangat terkenal kepandaiannya dan kebijaksanaan Beliau. Pembeli kain pasti tahu bahwa 3x8 =24 dan saya rasa dia juga tahu bahwa Nabi KongZi juga tahu, namun sepertinya pembeli kain yakin Nabi KongZi akan memenangkan dia dibandingkan YanHui, murid Nabi KongZi. (Apakah hanya karena keberuntungan ternyata Nabi KongZi memilih pembeli kain yang menang ? maybe yes/maybe no)

2.   Dalam kisah ini, diceritakan Nabi KongZi dapat memprediksi kejadian2 selanjutnya dari YanHui, Nah, apa ya kira2 prediksi Nabi KongZi setelah memenangkan pembeli kain (padahal menurut kita, Nabi KongZi memenangkan pihak yang salah ?)

3.   CMIIW, salah satu keterbatasan para Buddha adalah tidak bisa menolong mahluk yang tak berjodoh, dan juga mungkin Nabi KongZi sudah memprediksi bahwa YanHui dapat memperoleh Pencerahan terlebih dahulu, untuk itu bimbingan Nabi KongZi kepada YanHui sangat keras (walaupun menurut pemikiran kita, adalah tak benar ? )

4.   CMIIW, Para Buddha tak mau melakukan suatu SEBAB karena telah Sadar akan AKIBAT dari SEBAB. Nah “mungkin” Nabi KongZi ingin mengajari YanHui agar sabar dan berhati2 bertindak untuk  menjadi SEBAB dari AKIBAT suatu tindakan.

5. Saya suka kalimat, “Mundur selangkah, malah yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang”.

Mohon bimbingan rekan Hemayanti dan Senior2 DC.

Semoga Semua Mahluk Berbahagia 

~Peace
Freedom

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.219
  • Reputasi: 43
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #73 on: 04 February 2012, 12:06:30 PM »
Hi rekan Hemayanti :)

Thanks postingannya ya :)

Numpang posting ya :)

Banyak hal yang bisa saya pelajari dalam kisah ini.

1.   Menurut saya , kemungkinan pembeli kain bukanlah orang sembarangan,
Nabi KongZi sangat terkenal kepandaiannya dan kebijaksanaan Beliau. Pembeli kain pasti tahu bahwa 3x8 =24 dan saya rasa dia juga tahu bahwa Nabi KongZi juga tahu, namun sepertinya pembeli kain yakin Nabi KongZi akan memenangkan dia dibandingkan YanHui, murid Nabi KongZi. (Apakah hanya karena keberuntungan ternyata Nabi KongZi memilih pembeli kain yang menang ? maybe yes/maybe no)
Menurut saya jika kita sungguh ingin benar-benar pasti, maka kita harus menciptakan mesin waktu dan menonton langsung kejadiannya. Jika bisa diwawancara maka kita wawancara langsung. Karena hal itu tidak memungkinkan, jadi kita hanya bisa mengambil pelajaran saja menurut pandangan sendiri-sendiri.

Quote
2.   Dalam kisah ini, diceritakan Nabi KongZi dapat memprediksi kejadian2 selanjutnya dari YanHui, Nah, apa ya kira2 prediksi Nabi KongZi setelah memenangkan pembeli kain (padahal menurut kita, Nabi KongZi memenangkan pihak yang salah ?)
Karena si pembeli kain hanya pemain figuran jadi tidak ada kelanjutannya. Namanya juga figuran.

Quote
3.   CMIIW, salah satu keterbatasan para Buddha adalah tidak bisa menolong mahluk yang tak berjodoh, dan juga mungkin Nabi KongZi sudah memprediksi bahwa YanHui dapat memperoleh Pencerahan terlebih dahulu, untuk itu bimbingan Nabi KongZi kepada YanHui sangat keras (walaupun menurut pemikiran kita, adalah tak benar ? )
Bagi bro mungkin kelihatan keras tapi bagi Yan Hui mungkin tidak. Atau kalau memang ternyata keras berarati Yan Hui merasa cocok dengan cara keras. Karena jika tidak cocok pasti dia tidak akan belajar pada guru-nya itu.

Quote
5. Saya suka kalimat, “Mundur selangkah, malah yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang”.

Tergantung situasinya. Bagaimana seandainya bro anggota KPK dan tahu segerombolan koruptor telah melakukan korupsi begitu banyak? Dan bro punya kesempatan untuk mengungkapkannya sehingga mereka tertangkap. Apakah karena prinsip mundur 1 langkah, maka bro memilih tidak melakukannya karena menimbang begitu banyak yang harus dipenjarakan dan begitu banyak keluarga yang akan terlantar jika para pelaku dipenjarakan?
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline freedom

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 100
  • Reputasi: 7
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #74 on: 04 February 2012, 01:34:47 PM »
Hi rekan Sriyekline :)

Menurut saya jika kita sungguh ingin benar-benar pasti, maka kita harus menciptakan mesin waktu dan menonton langsung kejadiannya. Jika bisa diwawancara maka kita wawancara langsung. Karena hal itu tidak memungkinkan, jadi kita hanya bisa mengambil pelajaran saja menurut pandangan sendiri-sendiri.
Ya, rekan Sriyekline, setuju. Mari kita ambil pelajaran menurut pandangan sendiri :)

Bagi bro mungkin kelihatan keras tapi bagi Yan Hui mungkin tidak. Atau kalau memang ternyata keras berarati Yan Hui merasa cocok dengan cara keras. Karena jika tidak cocok pasti dia tidak akan belajar pada guru-nya itu..
Ya, rekan Sriyekline, setuju lagi.

Tergantung situasinya. Bagaimana seandainya bro anggota KPK dan tahu segerombolan koruptor telah melakukan korupsi begitu banyak? Dan bro punya kesempatan untuk mengungkapkannya sehingga mereka tertangkap. Apakah karena prinsip mundur 1 langkah, maka bro memilih tidak melakukannya karena menimbang begitu banyak yang harus dipenjarakan dan begitu banyak keluarga yang akan terlantar jika para pelaku dipenjarakan?
Ya, rekan Sriyekline, setuju lagi2.

Terimakasih bimbingan rekan Sriyekline :)

Semoga Semua Mahluk Berbahagia :)

~Peace
Freedom