Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: 3 x 8 = 23  (Read 64589 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline M14ka

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.821
  • Reputasi: 94
  • Gender: Female
  • Live your best life!! ^^
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #30 on: 31 January 2012, 11:26:28 AM »
Objek itu netral, tapi setiap objek memang berbeda. Misalnya Sis Terwelu pegang ember dan setrika panas, walaupun objeknya netral, kalau dipegang hasilnya beda.

Begitu juga objek dari kamma, walaupun niatnya sama, jika dilakukan terhadap orang yang memiliki moralitas tinggi, perbuatan baik maupun buruk, menghasilkan lebih banyak. Menurut teori kamma begitu.

menurutku penjaga rel tugasnya memastikan kereta api dapat lewat dengan selamat, kalau 1 org itu kenapa di atas rel, n kl dgr suara kereta api mgkn aja dgn refleks bs menghindar, jd mgkn semuanya bs selamat....menurut kk?

Offline CHANGE

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 598
  • Reputasi: 63
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #31 on: 31 January 2012, 11:32:44 AM »
Mungkin ini pertanyaan yang timbul dari cerita dibawah ini,

PENGAMBILAN KEPUTUSAN


Sekelompok anak kecil sedang bermain di dekat dua jalur kereta api. Jalur yang pertama adalah jalur aktif (masih sering dilewati KA), sementara jalur kedua sudah tidak aktif. Hanya seorang anak yang bermain di jalur yang tidak aktif (tidak pernah lagi dilewati KA), sementara lainnya bermain di jalur KA yang masih aktif.

Tiba-tiba terlihat ada kereta api yang mendekat dengan kecepatan tinggi. Kebetulan Anda berada di depan panel persimpangan yang mengatur arah KA tersebut. Apakah Anda akan memindahkan arah KA tersebut ke jalur yang sudah tidak aktif dan menyelamatkan sebagian besar anak kecil yang sedang bermain??? Namun hal ini berarti Anda mengorbankan seorang anak yang sedang bermain di jalur KA yang tidak aktif. Atau Anda akan membiarkan kereta tersebut tetap berada di jalur yang seharusnya?

Mari berhenti sejenak dan berpikir keputusan apa yang sebaiknya kita ambil??? lihat ke bawah ini....
Sebagian besar orang akan memilih untuk memindahkan arah kereta dan hanya mengorbankan jiwa seorang anak. Anda mungkin memiliki pilihan yang sama karena dengan menyelamatkan sebagian besar anak dan hanya kehilangan seorang anak adalah sebuah keputusan yang rasional dan dapat disyahkan baik secara moral maupun emosional.

Namun sadarkah Anda bahwa anak yang memilih untuk bermain di jalur KA yang sudah tidak aktif, berada di pihak yang benar karena telah memilih untuk bermain di tempat yang aman? Disamping itu, dia harus dikorbankan justru karena kecerobohan teman-temannya yang bermain di tempat berbahaya.

Dilema semacam ini terjadi di sekitar kita setiap hari. Di kantor, di masyarakat, di dunia politik dan terutama dalam kehidupan demokrasi, pihak minoritas harus dikorbankan demi kepentingan mayoritas. Tidak peduli betapa bodoh dan cerobohnya pihak mayoritas tersebut.

Nyawa seorang anak yang memilih untuk tidak bermain bersama teman-temannya di jalur KA yang berbahaya telah dikesampingkan. Dan bahkan mungkin tidak kita tidak akan menyesalkan kejadian tersebut.

Seorang teman yang men-forward cerita ini berpendapat bahwa dia tidak akan mengubah arah laju kereta karena dia percaya anak-anak yang bermain di jalur KA yang masih aktif sangat sadar bahwa jalur tersebut masih aktif. Akibatnya mereka akan segera lari ketika mendengar suara kereta mendekat.

Jika arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif maka seorang anak yang sedang bermain di jalur tersebut pasti akan tewas karena dia tidak pernah berpikir bahwa kereta akan menuju jalur tersebut.

Disamping itu, alasan sebuah jalur KA dinonaktifkan kemungkinan karena jalur tersebut sudah tidak aman. Bila arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif maka kita telah membahayakan nyawa seluruh penumpang di dalam kereta. Dan mungkin langkah yang telah ditempuh untuk menyelamatkan sekumpulan anak dengan mengorbankan seorang anak, akan mengorbankan lagi ratusan nyawa penumpang di kereta tersebut.

Kita harus sadar bahwa HIDUP penuh dengan keputusan sulit yang harus dibuat. Dan mungkin kita tidak akan menyadari bahwa sebuah keputusan yang cepat tidak selalu menjadi keputusan yang benar.

"Ingatlah bahwa sesuatu yang benar tidak selalu populer.........dan sesuatu yang populer tidak selalu benar".

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #32 on: 31 January 2012, 11:33:18 AM »
menurutku penjaga rel tugasnya memastikan kereta api dapat lewat dengan selamat, kalau 1 org itu kenapa di atas rel, n kl dgr suara kereta api mgkn aja dgn refleks bs menghindar, jd mgkn semuanya bs selamat....menurut kk?
Itu spekulasi. Tapi intinya kalau memang yakin bisa menyelamatkan semuanya, lakukanlah. Tapi kalau menurutku, jangan mengorbankan satupun orang yang tidak bersalah demi menyelamatkan banyak orang yang memang bersalah.

Offline M14ka

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.821
  • Reputasi: 94
  • Gender: Female
  • Live your best life!! ^^
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #33 on: 31 January 2012, 11:37:35 AM »
Itu spekulasi. Tapi intinya kalau memang yakin bisa menyelamatkan semuanya, lakukanlah. Tapi kalau menurutku, jangan mengorbankan satupun orang yang tidak bersalah demi menyelamatkan banyak orang yang memang bersalah.

Tp dari cerita kk kayanya hrsnya jangan mengorbankan banyak orang yang tidak bersalah demi satu orang yang salah (main di atas rel?)  :P  ;D

Offline kakao

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.197
  • Reputasi: 15
  • Gender: Male
  • life is never sure, but die is certain
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #34 on: 31 January 2012, 11:38:30 AM »
intinya jangan maen di rel kereta api, udah bahaya masih aja maen di rel, maen tuh di Mall, di waterboom, pasar ikan
celaka resiko sendiri, karma milik sendiri, mati pun milik sendiri, kan ada salah satu sutta mengatakan kita berhubungan, hidup sesuai karma sendiri,..makanya belajar abhidhama ;D
nanti akan tau kenapa begini, kenapa begitu ;D
sekali lagi intinya jangan pernah membiarkan anak2 maen di rel kereta api (titik) 8)
"jika kau senang hati pegang jari, jika kau senang hati pegang jari dan masukan kehidungmu !!"
[img]http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/c/c3/Sailor_moon_ani.gif[img]

Offline Yani Puk

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.208
  • Reputasi: 37
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #35 on: 31 January 2012, 11:50:14 AM »
Susah amat sih kyk begini. Jawabnya panjang kali lebar

Utk rel kereta: udah nasib satu orang itu mati karena karma buruk dia sudah berbuah
Utk confusius: tuh pembeli belum waktunya buat mati jadi dibelain sama confusius :))

Case CLOSED!

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #36 on: 31 January 2012, 01:55:18 PM »
Tp dari cerita kk kayanya hrsnya jangan mengorbankan banyak orang yang tidak bersalah demi satu orang yang salah (main di atas rel?)  :P  ;D
Cerita saya yang mana? Di cerita saya ada 100 orang yang main di rel yang salah, dan ada 1 orang yang main di rel yang benar. Dari cerita saya, sebaiknya tidak mengorbankan 1 yang benar, walaupun hanya satu, karena adalah haknya dia untuk hidup. Sedangkan 100 itu, walaupun banyak, jikapun tertabrak adalah karena kesalahannya sendiri. Kita boleh mengusahakannya, tapi tidak dengan mengorbankan yang tidak bersalah.

Offline cumi polos

  • Sebelumnya: Teko
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.129
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
  • mohon transparansinya
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #37 on: 31 January 2012, 03:02:30 PM »
apakah tindakan bijaksana menyuruh mereka berkelahi?  ???


kenapa tidak di beri jawaban yg sebenarnya saja sambil memberi masukan serta penjelasan dan menjadi penengah agar muridnya tidak memenggal kepala orang tersebut, dan si murid pastinya tidak akan emosi atau melakukan pembunuhan

utk murid2 SMA yg suka berkelahi, sebaiknya disediakan ring tinju dgn perlengkapan ya aman...

dari pada berpedangan  :P
merryXmas n happyNewYYYY 2018

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.219
  • Reputasi: 43
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #38 on: 31 January 2012, 03:03:07 PM »


Hanya membandingkan saja. Walaupun suatu perkataan menyenangkan, tapi bukan kebenaran, tidak akan dikatakan oleh Tathagata.
Tahtagata hanya mengatakan hal yang bermanfaat untuk mendorong menuju pencerahan. Dan menyampaikan dengan cara yang sesuai dengan tingkat batin dan kecenderungan si pendengar.

Quote
Dalam kisah ini, Confucius memang menyelamatkan nyawa si bodoh, tapi ia jelas 'memerkosa' hak jabatan si Yan Hui. Ini adalah tindakan yang tidak adil. Kita boleh menyelamatkan orang lain dengan usaha kita, atau bahkan mengorbankan diri kita, namun kita tidak berhak mengorbankan orang lain untuk menyelamatkan orang lain lagi.

Confucius sudah mengenali sifat dan pola pikir Yan Hui. Menurut saya jabatan itu tidak terlalu penting bagi Yan Hui, karena Yan Hui tipe orang yang suka belajar dan orang baik jadi menurut saya kekecewaan-nya terbesar karena melihat guru-nya tiba-tiba menjadi orang bodoh.

Jika Yan Hui punya pola pikir panjang maka dia akan bertanya pada guru-nya,"Kenapa jawabannya begitu?"
Tapi tidak terjadi seperti itu karena Yan Hui tipe orang yang emosi dulu baru pikir kemudian.


Quote
Sementara untuk kisah2 berikutnya (petir & hampir bunuh orang) sebetulnya adalah kasus yang berbeda sama sekali untuk 'menggiring opini' bahwa Confucius ini bijak & 'mahatahu' sehingga tindakannya tidak mungkin keliru, pasti untuk kebaikan semua orang.



Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata: “Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?” Confusius berkata: “Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon.. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh”.
Yan Hui berkata: “Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum.”

Menurut saya sih bukan menggiring opini tapi memang suatu perkiraan yang mungkin terjadi. Yang menunjukkan confusius mengenal gejala alam sama seperti mengenal muridnya.



PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #39 on: 31 January 2012, 04:24:07 PM »
Tahtagata hanya mengatakan hal yang bermanfaat untuk mendorong menuju pencerahan. Dan menyampaikan dengan cara yang sesuai dengan tingkat batin dan kecenderungan si pendengar.
Betul, dan tidak ada kebohongan yang bermanfaat bagi pengembangan bathin, maka Tathagata tidak pernah mengucapkan hal yang tidak benar.

Quote
Confucius sudah mengenali sifat dan pola pikir Yan Hui. Menurut saya jabatan itu tidak terlalu penting bagi Yan Hui, karena Yan Hui tipe orang yang suka belajar dan orang baik jadi menurut saya kekecewaan-nya terbesar karena melihat guru-nya tiba-tiba menjadi orang bodoh.
Bukan masalah penting atau tidak penting. Walaupun Yan Hui hanya kehilangan uang 1 sen, tetap itu bukan hal yang sepantasnya.

Quote
Jika Yan Hui punya pola pikir panjang maka dia akan bertanya pada guru-nya,"Kenapa jawabannya begitu?"
Tapi tidak terjadi seperti itu karena Yan Hui tipe orang yang emosi dulu baru pikir kemudian.
Siapa yang tidak emosi jika dipermalukan di depan umum sampai harus menyerahkan topi jabatan dan ditertawakan oleh orang bodoh?

Harusnya si guru yang mencari waktu untuk menjelaskan pada muridnya, karena dalam hal ini, si Yan Hui tidak salah. Saya sendiri kalau punya guru begitu, andaikata tidak emosi pun akan berpikir dia orang yang pikun dan akan saya tinggalkan.


Quote
Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata: “Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?” Confusius berkata: “Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon.. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh”.
Yan Hui berkata: “Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum.”

Menurut saya sih bukan menggiring opini tapi memang suatu perkiraan yang mungkin terjadi. Yang menunjukkan confusius mengenal gejala alam sama seperti mengenal muridnya.
Mungkin ia memang mampu melihat hal seperti itu, namun kemampuannya tersebut adalah satu hal, sementara berkata yang tidak benar adalah hal lain.

Sekarang kalau mau kita analisa ceritanya:
Awalnya: si pembeli tolol mengatakan 3x8 =23
Kejadian terjadi.
Hasilnya: si tolol tetap pada pandangan tololnya (3x8=23), bahkan diangkat jadi pejabat.
Buat si Yan Hui: mendapat pelajaran bahwa demi tujuan yang dianggap mulia, kebenaran boleh diganti jadi kebohongan.

Kebenaran memang tidak selalu harus dipertahankan secara keras kepala (seperti halnya si Yan Hui berkeras 3x8=24, dalam cerita ini), namun bukan berarti kebenaran kemudian boleh dibelok-belokkan (seperti halnya Confucius menyatakan 3x8=23 adalah benar, dalam cerita ini).

PS: Selamat datang kembali, Sis Sriyeklina. :)

Offline M14ka

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.821
  • Reputasi: 94
  • Gender: Female
  • Live your best life!! ^^
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #40 on: 31 January 2012, 05:17:28 PM »
Cerita saya yang mana? Di cerita saya ada 100 orang yang main di rel yang salah, dan ada 1 orang yang main di rel yang benar. Dari cerita saya, sebaiknya tidak mengorbankan 1 yang benar, walaupun hanya satu, karena adalah haknya dia untuk hidup. Sedangkan 100 itu, walaupun banyak, jikapun tertabrak adalah karena kesalahannya sendiri. Kita boleh mengusahakannya, tapi tidak dengan mengorbankan yang tidak bersalah.

ooo maap aku salah baca kk, kirain 10 orang itu penumpang kereta ternyata main di rel jg ya... :)) ^:)^ ^:)^ ^:)^

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #41 on: 31 January 2012, 05:39:04 PM »
ooo maap aku salah baca kk, kirain 10 orang itu penumpang kereta ternyata main di rel jg ya... :)) ^:)^ ^:)^ ^:)^
Iya, bukan penumpang, tapi yang lagi mabuk2an di rel. :)

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.219
  • Reputasi: 43
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #42 on: 31 January 2012, 06:00:15 PM »
Bukan masalah penting atau tidak penting. Walaupun Yan Hui hanya kehilangan uang 1 sen, tetap itu bukan hal yang sepantasnya.
Siapa yang tidak emosi jika dipermalukan di depan umum sampai harus menyerahkan topi jabatan dan ditertawakan oleh orang bodoh?
Saya kurang tahu juga tentang cerita ini?Apakah ini sebuah sejarah?Karena kalau dari jalan cerita diatas tidak dinyatakan di depan umum.

Quote
Mungkin ia memang mampu melihat hal seperti itu, namun kemampuannya tersebut adalah satu hal, sementara berkata yang tidak benar adalah hal lain.

Sekarang kalau mau kita analisa ceritanya:
Awalnya: si pembeli tolol mengatakan 3x8 =23
Kejadian terjadi.
Hasilnya: si tolol tetap pada pandangan tololnya (3x8=23), bahkan diangkat jadi pejabat.
Buat si Yan Hui: mendapat pelajaran bahwa demi tujuan yang dianggap mulia, kebenaran boleh diganti jadi kebohongan.

Kebenaran memang tidak selalu harus dipertahankan secara keras kepala (seperti halnya si Yan Hui berkeras 3x8=24, dalam cerita ini), namun bukan berarti kebenaran kemudian boleh dibelok-belokkan (seperti halnya Confucius menyatakan 3x8=23 adalah benar, dalam cerita ini).

Mungkin pertanyaan dan jawaban kreativitas. Sama seperti saya pernah ditanya ketika melamar kerja dulu. 4x6=24.
Sesuatu yang benar menurut saya benar tapi saya tidak lulus. Karena yang dicari bukan orang yang  menjawab seperti itu. Ada yang menjawab 4x6=2000.Malah itu yang diterima.

Alasannya 2000 karena jawaban itu yang didapat jika kita tanya ke tukang cuci foto  ;D
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline bawel

  • Sebelumnya: Comel
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.755
  • Reputasi: 71
  • Gender: Male
  • namanya juga bawel ;D
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #43 on: 31 January 2012, 06:25:59 PM »
yang jelas pada saat itu si pembeli tidak mati konyol. :)
cerita ini bukan masalah matematika, bukan masalah benar atau salah, tapi lebih ke perikemanusiaan. :)

 :))

memang tidak mati konyol di tanga yan hui ;D. tapi nantinya akan mati lebih konyol di tangan orang lain ;D.
nona hema pernah mendengar pepatah, 'kalo orang bodoh didukung terus kebodohannya, maka selanjutnya semuanya akan menjadi lebih bodoh lagi'? ;D pasti belom pernah kan? ;D karena itu pepatah made in bawel :)).

benar itu memang bukan masalah matematika, karena di pasar sering terjadi 4x5=16 karena dapet diskon 20% :)). tapi kalo orang memaksakan kehendak supaya dapet 16 bukannya 20 maka siap-siap aja terjadi seperti yang dialami pembeli durian di tangerang ;D. ditebas sama goloknya tukan duren :P.

Offline cumi polos

  • Sebelumnya: Teko
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.129
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
  • mohon transparansinya
Re: 3 x 8 = 23
« Reply #44 on: 31 January 2012, 06:39:49 PM »
Saya kurang tahu juga tentang cerita ini?Apakah ini sebuah sejarah?Karena kalau dari jalan cerita diatas tidak dinyatakan di depan umum.
Mungkin pertanyaan dan jawaban kreativitas. Sama seperti saya pernah ditanya ketika melamar kerja dulu. 4x6=24.
Sesuatu yang benar menurut saya benar tapi saya tidak lulus. Karena yang dicari bukan orang yang  menjawab seperti itu. Ada yang menjawab 4x6=2000.Malah itu yang diterima.

Alasannya 2000 karena jawaban itu yang didapat jika kita tanya ke tukang cuci foto  ;D

belajarlah menggunakan jenis barang dan unit yg mengikutinnya....

gula 100 derajat + air 100 derajat... apakah sama dengan 200 derajat ?

nah itu celcius atau fahrenheit atau kelvin... jadi derajat aja juga gak cukup jelas....

detail
detail

 ;D
merryXmas n happyNewYYYY 2018