//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Perlukah Melihat rupa kalapa dalam vipasana?  (Read 11842 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline No Pain No Gain

  • Sebelumnya: Doggie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.796
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
  • ..............????
Re: Perlukah Melihat rupa kalapa dalam vipasana?
« Reply #30 on: 13 February 2011, 02:51:56 PM »
Yah, lebih kurang mendekati seperti itu.

Pada intinya nanti setelah 4 unsur dalam tubuh ini menjadi seimbang, maka tubuh akan menjadi tenang dan gampang dikendalikan, sehingga sewaktu tubuh ini diajak untuk meditasi 1-2 jam, akan dengan gampangnya mempertahankan postur tubuh ini tanpa bergerak.

Apalagi bila mampu mengatasi 4 unsur pembentuk rupa ini sampai tahap tanpa rupa (arupa), badan ini akan lebih enak lagi didiamkan berlama-lama bermeditasi tanpa terganggu.

sepertinya bro dragonhung uda nyampe tahap arupa ya?
No matter how dirty my past is,my future is still spotless

Offline EVO

  • Sebelumnya Metta
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.369
  • Reputasi: 60
Re: Perlukah Melihat rupa kalapa dalam vipasana?
« Reply #31 on: 14 February 2011, 12:11:37 PM »
Masih wajar itu, sepertinya harus ngucapin selamat untuk bro daimond, biasanya  gejala demikian muncul sewaktu batin dan badan jasmani sedang mengarah ke keseimbangan.

Setahu yg pernah saya alami dan pelajari, keadaan demikian adalah PROSES.

Proses kepada apa?

Proses badan jasmani ini menuju KESEIMBANGAN unsur2 dalam tubuh (air, api, tanah dan angin). Manusia terdiri dari batin dan jasmani, nah unsur pembentuk jasmani pada manusia adalah 4 unsur ini yaitu air, api, tanah dan angin. Umumnya setiap orang lemah terhadap satu atau dua unsur diatas, atau kadang2 ada unsur yg terlalu dominan.
Nah, pada saat meditasi, ketika badan jasmani ini berusaha menyeimbangkan ke-4 unsur ini akan muncul gejala2 seperti berikut:
- Unsur tanah : badan terasa kaku, badan terasa lemas, badan terasa membesar/mengecil, badan merasa sakit.
- Unsur air : keringat berlebihan, air ludah tidak terkontrol, perasaan selalu ingin buang air kecil.
- Unsur api : badan terasa sangat panas atau kedinginan
- Unsur angin : badan bergerak tidak terkontrol, badan serasa berputar2, badan merasa ringan seakan melayang.



boleh tanya ini ada rujukan sutta nya tidak
karna saya ingin tau juga,
berdasarkan pengalaman pribadi
jika seseorang bermeditasi banyak keluar air belum tentu unsur airnya dominan,
bisa saja karna unsur panas atau api yang dominan maka akan mengeluarkan keringgat secara berlebihan
saya ingin mengetahui lebih dalam bisa di bantu, dan jika bisa rujukannya dari sutta saja

anumodanna

Offline DragonHung

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 963
  • Reputasi: 57
  • Gender: Male
Re: Perlukah Melihat rupa kalapa dalam vipasana?
« Reply #32 on: 14 February 2011, 01:11:34 PM »
boleh tanya ini ada rujukan sutta nya tidak
karna saya ingin tau juga,
berdasarkan pengalaman pribadi
jika seseorang bermeditasi banyak keluar air belum tentu unsur airnya dominan,
bisa saja karna unsur panas atau api yang dominan maka akan mengeluarkan keringgat secara berlebihan
saya ingin mengetahui lebih dalam bisa di bantu, dan jika bisa rujukannya dari sutta saja

anumodanna


Gak ada rujukannya bro dalam sutta.  Biasanya dalam sutta banyak membahas tentang gejala2 yg terjadi dalam batin, tapi sedikit sekali yg membahas yg terjadi pada badan jasmani.

Hal ini saya ketahui dari penjelasan guru saya dan pengalaman meditasi sendiri.

Umumnya hal ini akan terlihat jelas apabila menguasai objek meditasi 4 unsur, di sana akan terlihat jelas, mana yg merupakan unsur api, air, angin atau tanah.

Mengenai keringat itu jelas unsur air yg dominan.  Kebetulan saya termasuk orang yg unsur apinya dominan.  Kalo gejala gangguannya dari unsur api bukan keringat, tapi terasa gerah atau panas.
Jika lingkungannya sedikit gerah saja, biasanya saya sudah mulai gelisah, sulit untuk berkonsentrasi.  Perasaan gerah itu tanpa dibarengi dengan keluar keringat.
Banyak berharap, banyak kecewa
Sedikit berharap, sedikit kecewa
Tidak berharap, tidak kecewa
Hanya memperhatikan saat ini, maka tiada ratapan dan khayalan

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Perlukah Melihat rupa kalapa dalam vipasana?
« Reply #33 on: 14 February 2011, 01:59:03 PM »
boleh tanya ini ada rujukan sutta nya tidak
karna saya ingin tau juga,
berdasarkan pengalaman pribadi
jika seseorang bermeditasi banyak keluar air belum tentu unsur airnya dominan,
bisa saja karna unsur panas atau api yang dominan maka akan mengeluarkan keringgat secara berlebihan
saya ingin mengetahui lebih dalam bisa di bantu, dan jika bisa rujukannya dari sutta saja

anumodanna


setau saya, panas-dingin (suhu) itu emg bagian dari elemen (unsur) api kok.
sedangkan, elemen air itu adalah dari gaya tarik menarik & tolak menolak.

api = suhu dari suatu materi
air = tarik menarik / tolak menolak suatu materi thd materi lain
angin = gerakan suatu materi
tanah = bentuk kepadatan dari materi

cmiiw
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline EVO

  • Sebelumnya Metta
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.369
  • Reputasi: 60
Re: Perlukah Melihat rupa kalapa dalam vipasana?
« Reply #34 on: 15 February 2011, 05:55:34 AM »
at.dragonhung. anumodanna atas diskusinya.tapi saya masih ada keraguan.ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi.saya menyakini seseorg pada saat berkeringat setelah meditasi tdk semua karna mengandung unsur dominan air.bs juga karna mengandung unsur panas. saya elemen lain tdk masalah.mungkin untuk kondisi pengalaman pribadi ini saya mesti lebih ber ehipasikko untuk mengetahui jelas perbedaan keyakinan saya akan kasus ini.bukan saya meragukan pernyataan dragon hanya saya melihat.merasakan sendiri.org yg dominan unsur panasnya ketika racun dalam tubuhnya keluar dalam bentuk keringat.   btw saya sebelumnya minta maaf saya mungkin teman diskusi yg baik karna dalam dekat ini saya akan berangkat lg untuk belajar buddha dhamma.salam bahagiah semoga kita mengalami kemajuan dalam diskusi walau rentan waktu yang singkat.

at.ko tesla  anumodanna atas infonya 

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Perlukah Melihat rupa kalapa dalam vipasana?
« Reply #35 on: 19 February 2011, 08:24:07 PM »
Dalam hal kita bermeditasi vipasana dimana salah satunya mengamati sifat-sifat alami jasmani beserta karateristik tilakhana. Perlukah sampai melihat rupa kalapa sebagai salah satu syarat sebelum ke tahap berikutnya atau tidak perlu sama sekali?

Silakan dibahas.

Metta


perlu untuk sampai melihat rupa kalapa dalam aras Rupa / Jasmani.
badan / tubuh jasmani ini secara fisik tampak mata tetapi pada saat yogi/meditator diarahkan untuk melihat rupa kalapa bagian2 terkecil dari unsur penysun jasmani yogi/meditator diajak untuk melihat:
- timbul dan lenyap-nya rupa kalapa tsb (dukkha)
- melihat sendiri apakah ada "AKU" disana ?
- dst
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.666
  • Reputasi: 189
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: Perlukah Melihat rupa kalapa dalam vipasana?
« Reply #36 on: 09 April 2011, 05:41:32 PM »
saya sih belum punya dapet rujukan sutta yg menginstruksikan demikian, jadi imo sih kgk perlu. Tapi kalau menilai dari sudut pandang sebuah ajarah tehnik tertentu, yah i dono kasino indro.

Rujukannya di mahasatipatana sutta dimana 4 objek dijadikan objek investigasi salah satunya kayanupasana-->rupa. Rupa kalapa adalah bagian dari rupa yang dijelaskan lebih detil di Abhidhamma.
« Last Edit: 09 April 2011, 06:05:12 PM by bond »
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline hendrako

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.244
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
Re: Perlukah Melihat rupa kalapa dalam vipasana?
« Reply #37 on: 09 April 2011, 07:46:02 PM »
Apakah ada hubungan dengan petikan Sutta berikut?:

Dīãgha Nikàāya 2: Sàmannaphala Sutta

83. ‘Dan demikianlah, dengan pikiran terkonsentrasi, dimurnikan dan dibersihkan, tidak ternoda, bebas dari kekotoran,113 lentur, mudah dibentuk, kokoh, dan setelah mendapatkan kondisi tanpa-gangguan, ia mengarahkan dan mencondongkan pikirannya ke arah mengetahui dan melihat, dan ia mengetahui: “Jasmaniku ini adalah materi, tersusun dari empat unsur utama, lahir dari ibu dan ayah, mendapatkan makanan berupa nasi dan bubur, tidak kekal, dapat mengalami luka dan usang, rusak dan hancur, dan ini adalah kesadaranku yang melekat padanya dan bergantung padanya.”’114
84. ‘Bagaikan sebuah permata, sebutir beryl,115 murni, indah, dipotong dengan baik dalam delapan sisi, jernih, cemerlang, tanpa cacat, sempurna dalam segala sudut, diikat dengan rantai biru, kuning, putih, atau jingga. Seseorang yang berpandangan baik, memegangnya dengan tangannya dan memeriksanya, akan mampu menjelaskannya demikian. Demikian pula, Baginda,
Buah Kehidupan Tanpa Rumah 51
seorang bhikkhu dengan pikiran terkonsentrasi, murni dan bersih, … mengarahkan pikirannya ke arah mengetahui dan melihat. Dan ia mengetahui: “Jasmaniku ini adalah materi, tersusun dari empat unsur utama, … [77] dan ini adalah kesadaranku yang melekat padanya dan bergantung padanya.” Ini adalah buah dari kehidupan tanpa rumah,
yaa... gitu deh

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.666
  • Reputasi: 189
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: Perlukah Melihat rupa kalapa dalam vipasana?
« Reply #38 on: 10 April 2011, 09:58:23 AM »
 [at] hendrako

Ya sutta itu juga salah satunya. Jika kita terjemahkan dalam bahasa abhidhamma hal diatas adalah sebab dari munculnya rupakalapa yakni cittajakalapa, kammajakalapa, utujakalapa, aharakalapa. Kemudian ketika mengetahui penyebabnya tadi maka ada korelasi dengan cittanupasana, dhammanupasana dll dan paticasamupada.

Dan pada vipasana bisa melihat rupakalapa ini bukanlah metode Paauk Sayadaw semata, tetapi mengajarkan apa yang pernah diajarkan Sang Buddha bahkan murid2 dari generasi Ajahn Mun - Ajahn Sao ada membahas hal ini hanya tidak menggunakan bahasa teknis detil seperti di  abhidhamma(hal ini pernah saya tanyakan dalam interview pribadi) biasanya mereka mengatakan sel/partikel terkecil. Sehingga dan memang yang benar2 menggunakan bahasa teknis secara detil dan gamblang adalah Paauk Sayadaw(ini adalah salah satu kelebihan beliau dalam menjabarkan Dhamma) dan ada perbedaan cara mengajar bhikkhu2 hutan dari Thai dan bhikkhu hutan di Myanmar. Intinya sama.

metta
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline wirya

  • Teman
  • **
  • Posts: 65
  • Reputasi: -9
  • Gender: Male
  • damai terbit di hati dengan semangat
Re: Perlukah Melihat rupa kalapa dalam vipasana?
« Reply #39 on: 29 November 2014, 09:09:20 AM »

perlu untuk sampai melihat rupa kalapa dalam aras Rupa / Jasmani.
badan / tubuh jasmani ini secara fisik tampak mata tetapi pada saat yogi/meditator diarahkan untuk melihat rupa kalapa bagian2 terkecil dari unsur penysun jasmani yogi/meditator diajak untuk melihat:
- timbul dan lenyap-nya rupa kalapa tsb (dukkha)
- melihat sendiri apakah ada "AKU" disana ?
- dst

1. Perlu
2. Setelah bisa melihat harus bisa memecahnya
   Disana kekuatan parami terlihat.
   Sampai dimana kemampuan jhana yg dimiliki.
3. Jika mampu mengatasi jhana 8 kemudian turun ke
   1, 2 , 3 , 4. Di jhana 4 anda akan menemukan pengalaman yang berbeda
    Dengan orang biasa yang hanya sampai di jhana4.
4. Ini bukan dono kasino indro warkop dki.
   Sembarangan.


Offline bendungan

  • The Clone of Betet Agung
  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 25
  • Reputasi: -7
Re: Perlukah Melihat rupa kalapa dalam vipasana?
« Reply #40 on: 04 April 2015, 03:11:10 AM »

perlu untuk sampai melihat rupa kalapa dalam aras Rupa / Jasmani.
badan / tubuh jasmani ini secara fisik tampak mata tetapi pada saat yogi/meditator diarahkan untuk melihat rupa kalapa bagian2 terkecil dari unsur penysun jasmani yogi/meditator diajak untuk melihat:
- timbul dan lenyap-nya rupa kalapa tsb (dukkha)
- melihat sendiri apakah ada "AKU" disana ?
- dst

tidak perlu
cukup lewat saja, sekedar tahu saja
pertimbangkan sisa umur yg sehat.