//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Kontradiksi sehubungan dengan perumah tangga yang mencapai kesucian Arahat  (Read 35519 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Maaf OOT ...
TS: silahkan OOT...

Kontradiksi yg lain:

Bagaimana dengan seorang yg bahkan mencapai Kebuddhaan dan masih tinggal serumah dengan bini, hanya yg ini masih hidup
Tolong dibedakan Buddha dan badut merk Buddha kostum bhiksu. Kalau sudah bisa dibedakan, maka sudah tidak kontradiktif lagi.
Wah.. Diperhalus dong Bro.. Cosplayer lebih tepatnya. Kan lagi ngetren sekarang ;)

badut merk Buddha kostum bhiksu

setuju bro Kainyn_Kutho atas posting yg poolll mantep, karna umatnya sangat terhibur dan malah minta nambah!... =))
kalau badut sih masih harus angkat topi sama yg ini, karna topi nya jauh lebih banyak...  =))
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Quote
dijaman sang Buddha :
1. masa menjalani latihan sebagai samaneri 2 tahun,
2. setelah 2 tahun harus ditahbiskan menjadi Bhikkhuni,
3. setelah 10 vassa disebut Theri,
4. setelah 20 vassa disebut Maha Theri.

Kalau dulu jaman sang Buddha ada
kenapa sekarang gak pernah dengar?

kenapa bisa begitu sis Pannadevi ?  ;D

apakah di duni ada yg pakai pangkat Maha Theri ?

 [at] johan:

Krn pd zaman sekarang Sangha Bhikkhuni sudah punah (setidaknya dlm tradisi Theravada) walaupun bbrp berusaha membentuk kembali Sangha bg para wanita ini.

bro Saceng yang baik,
udah dijawab dg bro Seniya jadi ga perlu saya ulang ya....

ttg pangkat Maha Theri, walau dia Mahayana, jika telah menjadi bhikkhuni 20 vassa, maka beliau adalah Maha Theri. hanya beliau2 tidak mencantumkan ke-Maha Theri-an nya, contoh Ven.Bhikkhuni Chen Yeng (Buddha Tsu Zhi) bukankah beliau udah lebih dari 20vassa, nah berarti beliau Maha Theri. tetapi apakah beliau mencantumkan atau tidak. lalu Ven.Jetsunma Tenzin Palmo, dari nama udah terlihat, karena Jetsunma artinya Maha Theri (saya baca di salah satu newletters/buletin bulanan nya, dulu selalu masuk ke email saya, entah sekarang tidak pernah lagi). jadi jelas beliau mencantumkan ke-MahaTheri-an nya. ini dilangsungkan dg upacara resmi dari YM.Dalai Lama. sebenarnya saya mendapat bea siswa kesana tapi menjelang keberangkatan sy, ternyata saya tidak mendpt ijin, ya udahlah belum kamma baik saya, padahal saya benar2 ingin memperdalam meditasi dg beliau bagaimana cara mengatasi badai salju sendirian di puncak himalaya selama 12 thn, entah kapan saya bisa kesana (semoga beliau masih mau menerima saya lagi). kita semua tidak ada yg tahu apa yg akan terjadi dimasa mendatang.

mettacittena,

The vassa retreat has largely been given up by Mahayana Buddhists, as Mahayana Buddhism has typically flourished in regions without a rainy season. However for Mahayana schools such as Zen and Tibetan Buddhism other forms of retreat are common.

sumber:
http://www.buddhistchannel.tv/index.php?id=6,9375,0,0,1,0

kalau tidak menjalankan vassa bagaimana menghitung 10 atau 20 vassa?

thanks bro Indra yang baik,
udah dibantu melengkapi jawaban.

kalau tdk ada masa vassa, mereka berpatokan dari upasampadanya. silahkan menambahkan jika ada yang lain, saya perlu belajar juga. thanks seblm n sesdhnya.

mettacittena,

apakah seorang bhikkhu/ni yg telah 20 tahun sejak upasampada berhak menyandang gelar Maha Thera/i, walaupun tidak pernah menjalankan masa vassa?

sekilas info
di Thailand, semua Bhikkhu hanya Thera tidak ada Mahathera seperti di Indonesia
saya lebih setuju seperti Thailand karena tidak ada perbedaan.
 _/\_
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
OOT juga ahh...

menjadi bhikkhuni?

selama saya tinggal disini saya mungkin akan tetap samaneri. saya mencintai kehidupan monastik yg penuh religius dan metta. di arama saya selama ini saya rasakan hal demikian. sejak saya masuk arama ini th.2006 hingga sekarang. bahkan sponsor saya adalah sepupu wakil kepala arama saya. yang saya cari adalah dhamma bro. bukan titel. bukan. tapi kita semua tidak ada yg tahu masa depan. entah saya mau jadi apa kelak, yang pasti sekarang adalah sy ingin hidup dalam dhamma dan mati di jalan dhamma. saya tidak ingin yang lain nya (sorry bukan sentimentil). itulah sebabnya sy ada di DC karena sy ingin belajar dhamma dg kalian semua yang jauh lebih ahli dibanding saya.semoga anda tidak salah paham.

mettacittena,
Betul, Samaneri atau Bhikkhuni hanyalah titel saja. Menurut saya, yang terpenting adalah cara menjalani hidup itu sendiri.


Walaupun katanya hanya 'titel' kita janganlah meremehkan.
tetaplah beda Bhikkhu/i dengan Samanera/i praktek Sila yang dijalankan.
karena kondisi praktek sila tetap mendukung seseorang utk berprilaku yang baik, jujur, benar dan patut karena ada batas.

Dan saya lebih setuju siapapun yang mempraktekkan Dhamma dan melatih Dhamma dengan serius ini yang penting atau katanya menjalani hidup itu sendiri seperti diatas

 _/\_
« Last Edit: 25 August 2010, 06:22:48 AM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
bro Kainyn yang baik,
benar sekali bro, di nunnery (arama) saya sini, beliau2 telah lanjut usia semua, diatas 60thn, bahkan ada yg 90 thn, masih kuat mencuci jubah sendiri, melakukan aktivitas religius sehari2 dg semangat, padahal udah amat sangat lanjut sekali usianya, rata2 mereka sejak usia dini memasuki dunia monastik, padahal mereka adalah dasasilamata (setara dg samaneri namun jubahnya beda tanpa jahitan yg membentang sawah magadha/bentuk jahitan potongan jubah bhikkhu, hanya polos biasa). mereka hidup amat religius dan penuh metta. saya amat tersentuh sekali dg kehidupan mereka, padahal disini semua amat sederhana sekali, bisa dibilang hanya saya satu2nya nun yg agak modern, bawa laptop (pdhal pemberian teman sekelas), online internet (mereka tidak mau menyentuh hal2 demikian). kelak sayapun juga akan lepaskan semua ini. karena kalau mau sungguh2 terjun total ya jangan online lagi (petapa gadungan...***sorry bro, pinjam istilah***).

mettacittena,
Kalau pendapat saya, online di internet bukan berarti pasti kemelekatan. Kembali lagi ke motifnya. Justru jika dimanfaatkan dengan baik, internet bisa jadi alat komunikasi yang baik. Jadi biarpun Sis Pannadevi sudah lebih maju lagi dalam kehidupan petapa, saya harap tetap online dan berbagi di internet (khususnya di DC). Saya sendiri sangat merasakan manfaatnya yaitu bisa bertanya dan belajar banyak dari Bhante Uttamo lewat e-mail, karena sebelumnya saya tidak tahu Buddhisme dan tidak kenal komunitas Buddhis sama sekali.

Saya pikir semua petapa yang belum arahat, pasti banyak melakukan kesalahan karena kemelekatannya. Justru mereka menjadi petapa karena menyadari hal tersebut dan berjuang melepaskannya. Namun yang saya sebut "petapa gadungan" adalah jenis yang tidak mau menyadari dan malah membenarkan kesalahannya. Saya pribadi melihat Sis Pannadevi tidak begitu. (Dan semoga tidak akan pernah demikian selamanya, sampai mencapai kebebasan.) :)


Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Maaf OOT ...
TS: silahkan OOT...

Kontradiksi yg lain:

Bagaimana dengan seorang yg bahkan mencapai Kebuddhaan dan masih tinggal serumah dengan bini, hanya yg ini masih hidup
Tolong dibedakan Buddha dan badut merk Buddha kostum bhiksu. Kalau sudah bisa dibedakan, maka sudah tidak kontradiktif lagi.
Wah.. Diperhalus dong Bro.. Cosplayer lebih tepatnya. Kan lagi ngetren sekarang ;)
OK, ralat.

 [at]  Indra
Tolong dibedakan antara Buddha dan Cos-player Buddha. Kalau sudah bisa dibedakan, maka sudah tidak kontradiktif lagi.

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Walaupun katanya hanya 'titel' kita janganlah meremehkan.
tetaplah beda Bhikkhu/i dengan Samanera/i praktek Sila yang dijalankan.
karena kondisi praktek sila tetap mendukung seseorang utk berprilaku yang baik, jujur, benar dan patut karena ada batas.

Dan saya lebih setuju siapapun yang mempraktekkan Dhamma dan melatih Dhamma dengan serius ini yang penting atau katanya menjalani hidup itu sendiri seperti diatas

 _/\_
Perkataan saya bahwa hal tersebut hanya titel, sama sekali bukan untuk meremehkan. Saya pun tahu ada banyak hal yang membedakannya, selain banyaknya sila yang dijalankan. Namun saya mengatakannya karena meninjau dari sudut pandang berbeda.

Seperti kondisi sekarang ini, seandainya ada wanita yang ingin menjadi bhikkhuni Theravada. Kita tahu Sangha Bhikkhuni Theravada sudah tidak diakui lagi. Oleh karena itu, ia menjadi seorang samaneri, namun berusaha hidup dalam dhamma secara penuh, berjuang mencapai pembebasan dan menaati ke-311 vinaya bhikkhuni. Apakah menurut Bro adi lim dalam hal moralitas secara pribadi, status "bhikkhuni/samaneri" memberikan perbedaan?


Offline Jerry

  • Sebelumnya xuvie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.212
  • Reputasi: 124
  • Gender: Male
  • Suffering is optional.. Pain is inevitable..
Maaf OOT ...
TS: silahkan OOT...

Kontradiksi yg lain:

Bagaimana dengan seorang yg bahkan mencapai Kebuddhaan dan masih tinggal serumah dengan bini, hanya yg ini masih hidup
Tolong dibedakan Buddha dan badut merk Buddha kostum bhiksu. Kalau sudah bisa dibedakan, maka sudah tidak kontradiktif lagi.
Wah.. Diperhalus dong Bro.. Cosplayer lebih tepatnya. Kan lagi ngetren sekarang ;)
OK, ralat.

 [at]  Indra
Tolong dibedakan antara Buddha dan Cos-player Buddha. Kalau sudah bisa dibedakan, maka sudah tidak kontradiktif lagi.

Nah klo dah pada setuju gini kan enak. Berikutnya ada kontes cosplay kita bisa daftarkan foto2 cosplay beliau. :D
appamadena sampadetha

Offline yasavaddhano

  • Teman
  • **
  • Posts: 84
  • Reputasi: 7
  • Gender: Male
  • Ini pun akan berubah
Quote
dijaman sang Buddha :
1. masa menjalani latihan sebagai samaneri 2 tahun,
2. setelah 2 tahun harus ditahbiskan menjadi Bhikkhuni,
3. setelah 10 vassa disebut Theri,
4. setelah 20 vassa disebut Maha Theri.

Kalau dulu jaman sang Buddha ada
kenapa sekarang gak pernah dengar?

kenapa bisa begitu sis Pannadevi ?  ;D

apakah di duni ada yg pakai pangkat Maha Theri ?

 [at] johan:

Krn pd zaman sekarang Sangha Bhikkhuni sudah punah (setidaknya dlm tradisi Theravada) walaupun bbrp berusaha membentuk kembali Sangha bg para wanita ini.

bro Saceng yang baik,
udah dijawab dg bro Seniya jadi ga perlu saya ulang ya....

ttg pangkat Maha Theri, walau dia Mahayana, jika telah menjadi bhikkhuni 20 vassa, maka beliau adalah Maha Theri. hanya beliau2 tidak mencantumkan ke-Maha Theri-an nya, contoh Ven.Bhikkhuni Chen Yeng (Buddha Tsu Zhi) bukankah beliau udah lebih dari 20vassa, nah berarti beliau Maha Theri. tetapi apakah beliau mencantumkan atau tidak. lalu Ven.Jetsunma Tenzin Palmo, dari nama udah terlihat, karena Jetsunma artinya Maha Theri (saya baca di salah satu newletters/buletin bulanan nya, dulu selalu masuk ke email saya, entah sekarang tidak pernah lagi). jadi jelas beliau mencantumkan ke-MahaTheri-an nya. ini dilangsungkan dg upacara resmi dari YM.Dalai Lama. sebenarnya saya mendapat bea siswa kesana tapi menjelang keberangkatan sy, ternyata saya tidak mendpt ijin, ya udahlah belum kamma baik saya, padahal saya benar2 ingin memperdalam meditasi dg beliau bagaimana cara mengatasi badai salju sendirian di puncak himalaya selama 12 thn, entah kapan saya bisa kesana (semoga beliau masih mau menerima saya lagi). kita semua tidak ada yg tahu apa yg akan terjadi dimasa mendatang.

mettacittena,

The vassa retreat has largely been given up by Mahayana Buddhists, as Mahayana Buddhism has typically flourished in regions without a rainy season. However for Mahayana schools such as Zen and Tibetan Buddhism other forms of retreat are common.

sumber:
http://www.buddhistchannel.tv/index.php?id=6,9375,0,0,1,0

kalau tidak menjalankan vassa bagaimana menghitung 10 atau 20 vassa?

thanks bro Indra yang baik,
udah dibantu melengkapi jawaban.

kalau tdk ada masa vassa, mereka berpatokan dari upasampadanya. silahkan menambahkan jika ada yang lain, saya perlu belajar juga. thanks seblm n sesdhnya.

mettacittena,

apakah seorang bhikkhu/ni yg telah 20 tahun sejak upasampada berhak menyandang gelar Maha Thera/i, walaupun tidak pernah menjalankan masa vassa?
Justru gelar Maha Thera/i didapat berdasarkan lamanya masa vassa. Jadi meskipun sudah lebih dari 20 tahun sejak upasampada, tetapi masa vassa belum mencapai 20 tahun, tidak mendapat gelar Maha Thera/i.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Walaupun katanya hanya 'titel' kita janganlah meremehkan.
tetaplah beda Bhikkhu/i dengan Samanera/i praktek Sila yang dijalankan.
karena kondisi praktek sila tetap mendukung seseorang utk berprilaku yang baik, jujur, benar dan patut karena ada batas.

Dan saya lebih setuju siapapun yang mempraktekkan Dhamma dan melatih Dhamma dengan serius ini yang penting atau katanya menjalani hidup itu sendiri seperti diatas

 _/\_
Perkataan saya bahwa hal tersebut hanya titel, sama sekali bukan untuk meremehkan. Saya pun tahu ada banyak hal yang membedakannya, selain banyaknya sila yang dijalankan. Namun saya mengatakannya karena meninjau dari sudut pandang berbeda.

Seperti kondisi sekarang ini, seandainya ada wanita yang ingin menjadi bhikkhuni Theravada. Kita tahu Sangha Bhikkhuni Theravada sudah tidak diakui lagi. Oleh karena itu, ia menjadi seorang samaneri, namun berusaha hidup dalam dhamma secara penuh, berjuang mencapai pembebasan dan menaati ke-311 vinaya bhikkhuni. Apakah menurut Bro adi lim dalam hal moralitas secara pribadi, status "bhikkhuni/samaneri" memberikan perbedaan?


IMO
beda
 _/\_
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
at. Bro Kainyn

Bhikkhuni menjalankan 311 sila, Sesuai Vinaya
Samaneri menjalankan 10 Sila, OK
Karena Bhikkhuni sudah tidak ada lagi kemudian Samaneri menjalankan 311 sila ! terkesan mubajir dan tidak perlu.
 _/\_
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
at. Bro Kainyn

Bhikkhuni menjalankan 311 sila, Sesuai Vinaya
Samaneri menjalankan 10 Sila, OK
Karena Bhikkhuni sudah tidak ada lagi kemudian Samaneri menjalankan 311 sila ! terkesan mubajir dan tidak perlu.
 _/\_
Kalau masalah jumlah sila, para bhikkhu patimokha 227 sila juga mubazir karena beberapa sila adalah berkenaan dengan bhikkhuni, sementara bhikkhuninya sendiri sudah tidak ada. Jadi menurut saya bukan soal mubazir atau tidak, namun adalah pada perenungan kehidupan petapaan di bawah Buddha Gotama itu sendiri.

Mengenai perenungan kehidupan petapaan, menurut saya adalah tergantung bathin masing-masing, bukan tergantung pada statusnya. Ingat kisah Raja Pukkusati yang setelah mengetahui ajaran Buddha, merenungkan dhamma, mencapai jhana dan meninggalkan kerajaan dan hidup sebagai bhikkhu walaupun belum ditahbiskan (dan bahkan belum pernah bertemu Buddha)? Dari sisi tekad dan perenungan dan cara hidupnya itu, saya pribadi menilai tidak ada perbedaan antara Pukkusati dengan Samanera/Bhikkhu lainnya. Dari sisi itulah yang saya maksudkan.

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Maaf OOT ...
TS: silahkan OOT...

Kontradiksi yg lain:

Bagaimana dengan seorang yg bahkan mencapai Kebuddhaan dan masih tinggal serumah dengan bini, hanya yg ini masih hidup
Tolong dibedakan Buddha dan badut merk Buddha kostum bhiksu. Kalau sudah bisa dibedakan, maka sudah tidak kontradiktif lagi.
Wah.. Diperhalus dong Bro.. Cosplayer lebih tepatnya. Kan lagi ngetren sekarang ;)
OK, ralat.

 [at]  Indra
Tolong dibedakan antara Buddha dan Cos-player Buddha. Kalau sudah bisa dibedakan, maka sudah tidak kontradiktif lagi.

[at] Bro Kainyn

Ini sepertinya salah quote. Yang bertanya itu sepertinya Sam Pannadevi deh...

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Justru gelar Maha Thera/i didapat berdasarkan lamanya masa vassa. Jadi meskipun sudah lebih dari 20 tahun sejak upasampada, tetapi masa vassa belum mencapai 20 tahun, tidak mendapat gelar Maha Thera/i.

Gelar ini cuma status formil para bhikkhu di Indonesia saja. Jika sudah menyelesaikan 10 vassa, maka diberi gelar Thera. Jika sudah menyelesaikan 20 vassa, maka diberi gelar Maha Thera. Melewati vassa tidak selalu menyelesaikan vassa. Sebab ada kalanya seorang bhikkhu melewati vassa namun tidak berhasil menyelesaikan vassa; jadi vassa ini tidak dihitung.

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Maaf OOT ...
TS: silahkan OOT...

Kontradiksi yg lain:

Bagaimana dengan seorang yg bahkan mencapai Kebuddhaan dan masih tinggal serumah dengan bini, hanya yg ini masih hidup
Tolong dibedakan Buddha dan badut merk Buddha kostum bhiksu. Kalau sudah bisa dibedakan, maka sudah tidak kontradiktif lagi.
Wah.. Diperhalus dong Bro.. Cosplayer lebih tepatnya. Kan lagi ngetren sekarang ;)
OK, ralat.

 [at]  Indra
Tolong dibedakan antara Buddha dan Cos-player Buddha. Kalau sudah bisa dibedakan, maka sudah tidak kontradiktif lagi.

[at] Bro Kainyn

Ini sepertinya salah quote. Yang bertanya itu sepertinya Sam Pannadevi deh...
Tidak salah, Bro Upasaka. Itu Bro Indra ber-OOT tentang Buddha hidup yang masih serumah dengan bini. Saya bilang Buddha <> Badut merk Buddha. Lalu Bro Jerry bilang seharusnya diperhalus jangan "badut" tapi Cos-player.  :D


Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Justru gelar Maha Thera/i didapat berdasarkan lamanya masa vassa. Jadi meskipun sudah lebih dari 20 tahun sejak upasampada, tetapi masa vassa belum mencapai 20 tahun, tidak mendapat gelar Maha Thera/i.

Gelar ini cuma status formil para bhikkhu di Indonesia saja. Jika sudah menyelesaikan 10 vassa, maka diberi gelar Thera. Jika sudah menyelesaikan 20 vassa, maka diberi gelar Maha Thera. Melewati vassa tidak selalu menyelesaikan vassa. Sebab ada kalanya seorang bhikkhu melewati vassa namun tidak berhasil menyelesaikan vassa; jadi vassa ini tidak dihitung.

ini pendapat pribadi atau ada rujukan resmi dari lembaga berwenang, Bro?

 

anything