Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana  (Read 41179 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #30 on: 19 February 2011, 08:42:36 PM »
3.   PENERIMA DANA.

Kualitas penerima dana dari kita sangat menentukan besarnya pahala yang dihasilkan.

Di Dalam Velamaka Sutta, urutan daripada buah jasa yang diperoleh sesuai dengan tingkat-tingkat si penerima dan sesuai dengan hakikat / sifat perbuatan Dana tersebut adalah sebagai berikut :

1. Memberikan makanan kepada seseorang yang telah mencapai kesucian tingkat Sotapanna (tingkat kesucian pertama), akan menghasilkan buah jasa yang lebih banyak daripada memberikan Dana ke-empat jurusan, yang dilakukan oleh Brahmana Velamaka selama 7 tahun, 7 bulan dan 7 hari.

2. Memberikan makanan sekali kepada seorang Sakadagami (tingkat kesucian kedua) akan lebih banyak menghasilkan buah daripada 100 orang Sotapana.

3. Kepada seorang Anagami ( tingkat kesucian ketiga ) akan menghasilkan buah jasa lebih banyak daripada 100 orang Sakadagami.

4. Kepada seorang Arahat (tingkat kesucian keempat/terakhir) akan menghasilkan buah jasa yang lebih banyak daripada 100 orang Anagami. 

5. Kepada seorang Pacceka Buddha  akan menghasilkan buah jasa yang lebih banyak daripada 100 orang Arahat.( Pacceka Buddha yang tidak mengajarkan Dharma tetapi hanya mengabdikan dirinya kepada semua makhluk yang menderita ).

6. Kepada seorang Samma Sambuddha  akan menghasilkan buah jasa yang jauh lebih banyak daripada 100 orang Pacekka Buddha. Samma Sambuddha adalah guru tertinggi para dewa dan manusia yang tiada tandingannya dalam mengajarkan Dharma yang Agung, dan ini adalah tingkatan Buddha yang tertinggi. Sang Buddha Gotama/ Sakyamuni Buddha adalah salah satunya.

7. Pemberian kepada Sangha (Pesamuan para Bhikkhu), akan menghasilkan buah jasa jauh lebih banyak daripada Samma-Sambuddha.

8. Pemberian sebuah Catudisa Sanghika Vihara menghasilkan buah jasa yang jauh lebih banyak. Ini adalah pemberian berupa dana materi yang tertinggi.

9. Lebih menghasilkan buah jasa yang besar adalah Berlindung kepada Sang Tiratana ( Tri Ratna ) yakni Buddha, Dhamma dan Sangha..

10. Lebih menghasilkan buah jasa yang besar adalah mematuhi / melaksanakan Pancasila Buddhis ( lima peraturan ).

11. Lebih menghasilkan buah jasa yang besar adalah melatih Samatha Bhavana ( meditasi ketenangan bathin)  untuk beberapa saat.

12. Lebih menghasilkan buah jasa yang besar adalah melatih Vipassana Bhavana ( Meditasi Pandangan Terang ).

 _/\_


dari uraian yg disampaikan sangat lengkap sekali tapi saya pernah baca tentang Dana yang diberikan kepada Sangha yang beranggotakan putujhana (segenap anggota Sangha yang belum mencapai kesucian) dan Sangha Ariya.

Bagaimanakah penjelasaanya ?



salam nubie
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline icykalimu

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 121
  • Reputasi: 4
  • Gender: Male
  • from zero to hero
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #31 on: 01 July 2011, 09:54:16 PM »
DN 23 Pāyāsi Sutta

...
31. ‘Pangeran, jika pengorbanan dilakukan dengan menyembelih sapi, kambing, unggas, atau babi, atau berbagai makhluk dibunuh,[18] dan para pesertanya [353] memiliki pandangan salah, pikiran salah, ucapan salah, perbuatan salah, penghidupan salah, usaha salah, perhatian salah, dan konsentrasi salah, maka pengorbanan itu tidak akan menghasilkan buah atau manfaat, tidak cemerlang dan tidak bersinar. Bagaikan, Pangeran, seorang petani pergi ke hutan membawa bajak dan benih, dan di sana, di tanah tanpa humus yang belum diolah yang mana tunggul-tunggul belum dicabut, ia menanam benih yang telah rusak, layu, hancur terkena angin dan panas, basi, dan tidak ditanam dengan baik di tanah, dan dewa hujan tidak menurunkan hujan pada waktunya – akankah benih ini bertunas, tumbuh dan berkembang, dan akankah petani itu mendapatkan panen yang berlimpah?’ ‘Tidak, Yang Mulia Kassapa.’

‘Pangeran, sama halnya dengan pengorbanan yang dilakukan dengan menyembelih sapi, ... dan para pesertanya memiliki pandangan salah, ..., konsentrasi salah. Tetapi jika tidak ada makhluk yang dibunuh dan para pesertanya memiliki pandangan benar, pikiran benar, ucapan benar, perbuatan benar, penghidupan benar, usaha benar, perhatian benar, dan konsentrasi benar, maka pengorbanan itu akan menghasilkan buah dan manfaat besar, cemerlang dan bersinar. Bagaikan, Pangeran, seorang petani pergi ke hutan membawa bajak dan benih [354], dan di sana, di tanah berhumus yang telah diolah yang mana tunggul-tunggul telah dicabut, ia menanam benih yang tidak rusak, layu, hancur terkena angin dan panas, basi, dan ditanam dengan baik di tanah, dan dewa hujan menurunkan hujan pada waktunya – akankah benih ini bertunas, tumbuh dan berkembang, dan akankah petani itu mendapatkan panen yang berlimpah?’ ‘Ia akan mendapatkannya, Yang Mulia Kassapa.’

‘Demikian pula, Pangeran, pada pengorbanan di mana tidak ada sapi yang disembelih, ... dan para pesertanya memiliki pandangan benar, pikiran benar, ucapan benar, perbuatan benar, penghidupan benar, usaha benar, perhatian benar, dan konsentrasi benar, maka pengorbanan itu akan menghasilkan buah dan manfaat besar, cemerlang dan bersinar.’

32. Kemudian Pangeran Pāyāsi memberikan persembahan kepada para petapa dan Brahmana, para pengemis dan kaum miskin. Dan di sana makanan yang diberikan adalah dari beras berkualitas rendah dengan bubur yang asam, dan juga pakaian kasar berlubang-lubang.[19] Dan seorang Brahmana muda bernama Uttara bertanggung jawab dalam hal pembagian persembahan.[20] Merujuk pada hal ini, ia berkata: ‘Melalui persembahan ini, aku bergabung dengan Pangeran Pāyāsi di dunia ini, tetapi tidak di dunia berikutnya.’

Dan Pangeran Pāyāsi mendengar kata-katanya, [355] maka ia memanggilnya dan bertanya apakah ia memang mengatakan hal itu. ‘Ya, Tuanku.’ ‘Tetapi mengapa engkau mengatakan hal itu, Sahabat Uttara? Tidakkah kita yang ingin memperoleh jasa mengharapkan imbalan atas persembahan kita?’

‘Tetapi, Tuanku, makanan yang engkau berikan – beras kualitas rendah dengan bubur asam – engkau tidak akan sudi menyentuhnya dengan kakimu, apalagi memakannya! Dan pakaian kasar berlubang-lubang – engkau tidak akan sudi menginjakkan kakimu di atasnya, apalagi memakainya! Tuanku, engkau baik dan lembut kepada kami, jadi bagaimana kami dapat menggabungkan kebaikan dan kelembutan dengan keburukan dan kekasaran?’ ‘Baiklah, Uttara, engkau aturlah persembahan makanan seperti yang kumakan dan pakaian seperti yang kupakai.’ ‘Baiklah, Tuanku,’ jawab Uttara, dan ia melakukan hal itu.[21] [356]

Dan Pangeran Pāyāsi, karena ia telah menyelenggarakan persembahan dengan enggan, tidak dengan kedua tangannya, dan tanpa perhatian yang selayaknya, seperti membuang sesuatu, setelah kematiannya, saat hancurnya jasmani, terlahir kembali di tengah-tengah Empat Raja Dewa, di dalam istana kosong Serīsaka. Tetapi Uttara yang telah menyelenggarakan persembahan tidak dengan enggan, dengan kedua tangannya, dan dengan perhatian yang selayaknya, tidak seperti membuang sesuatu, setelah kematiannya, saat hancurnya jasmani, terlahir kembali di alam bahagia, di alam surga, di tengah-tengah Tiga-Puluh-Tiga Dewa.

33. Pada saat itu, Yang Mulia Gavampati[22] biasa mengunjungi istana kosong Serīsaka untuk beristirahat siang. Dan Dewa Pāyāsi menjumpai Yang Mulia Gavampati, memberi hormat kepadanya, dan berdiri di satu sisi. Dan Yang Mulia Gavampati berkata kepadanya, selagi ia berdiri di sana: ‘Siapakah engkau, teman?’ ‘Yang Mulia, aku adalah Pangeran Pāyāsi.’ ‘Teman, bukankah engkau adalah orang yang mengatakan: “Tidak ada alam lain, tidak ada makhluk-makhluk yang terlahir spontan, tidak ada buah atau akibat dari perbuatan baik atau buruk”?’ ‘Ya, Yang Mulia, aku adalah orang yang mengatakan hal itu, tetapi aku [357] telah berubah dari pandangan salah itu oleh Yang Mulia Kumāra-Kassapa.’ ‘Dan di manakah Brahmana muda Uttara yang bertanggung jawab dalam pembagian persembahanmu itu, terlahir kembali?’

‘Yang Mulia, ia yang memberikan persembahan dengan tidak merasa enggan ... terlahir kembali di antara Tiga-Puluh-Tiga Dewa, tetapi, aku, yang memberikan dengan enggan, ... terlahir kembali di sini di istana Serīsaka yang kosong. Yang Mulia, mohon, saat engkau kembali ke bumi, katakan kepada orang-orang untuk memberi tanpa enggan ... dan beritahukan mereka tentang bagaimana Pangeran Pāyāsi dan Brahmana muda Uttara terlahir kembali.’

34. Dan demikianlah Yang Mulia Gavampati, setelah kembali ke bumi, menyatakan: ‘Engkau harus memberi tanpa enggan, dengan kedua tanganmu sendiri, dengan perhatian yang selayaknya, tidak dengan sembrono. Pangeran Pāyāsi tidak melakukan hal ini, dan setelah meninggal dunia, saat hancurnya jasmani, ia terlahir kembali di tengah-tengah Empat Raja Dewa di dalam istana Serīsaka yang kosong, sedangkan pelaksana persembahannya, Brahmana muda Uttara, yang memberi tanpa enggan, dengan kedua tangannya, dengan perhatian yang selayaknya dan tidak dengan sembrono, terlahir kembali di tengah-tengah Tiga-Puluh-Tiga Dewa.’
...

Offline joeraygaul

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 15
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #32 on: 14 September 2012, 11:06:43 AM »
Namaste untuk suhu di sini dan semua senior di sini  _/\_

Mengenai donor organ ketika kita sudah meninggal nanti, akan tergolong sebagai jenis dana apakah perbuatan ini?

Offline Candra Taruna

  • Teman
  • **
  • Posts: 51
  • Reputasi: -4
  • Gender: Male
  • Nice to be Important But More Important to be Nice
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #33 on: 28 March 2013, 10:06:14 AM »
3.   PENERIMA DANA.

Kualitas penerima dana dari kita sangat menentukan besarnya pahala yang dihasilkan.

Di Dalam Velamaka Sutta, urutan daripada buah jasa yang diperoleh sesuai dengan tingkat-tingkat si penerima dan sesuai dengan hakikat / sifat perbuatan Dana tersebut adalah sebagai berikut :

1. Memberikan makanan kepada seseorang yang telah mencapai kesucian tingkat Sotapanna (tingkat kesucian pertama), akan menghasilkan buah jasa yang lebih banyak daripada memberikan Dana ke-empat jurusan, yang dilakukan oleh Brahmana Velamaka selama 7 tahun, 7 bulan dan 7 hari.

2. Memberikan makanan sekali kepada seorang Sakadagami (tingkat kesucian kedua) akan lebih banyak menghasilkan buah daripada 100 orang Sotapana.

3. Kepada seorang Anagami ( tingkat kesucian ketiga ) akan menghasilkan buah jasa lebih banyak daripada 100 orang Sakadagami.

4. Kepada seorang Arahat (tingkat kesucian keempat/terakhir) akan menghasilkan buah jasa yang lebih banyak daripada 100 orang Anagami. 

5. Kepada seorang Pacceka Buddha  akan menghasilkan buah jasa yang lebih banyak daripada 100 orang Arahat.( Pacceka Buddha yang tidak mengajarkan Dharma tetapi hanya mengabdikan dirinya kepada semua makhluk yang menderita ).

6. Kepada seorang Samma Sambuddha  akan menghasilkan buah jasa yang jauh lebih banyak daripada 100 orang Pacekka Buddha. Samma Sambuddha adalah guru tertinggi para dewa dan manusia yang tiada tandingannya dalam mengajarkan Dharma yang Agung, dan ini adalah tingkatan Buddha yang tertinggi. Sang Buddha Gotama/ Sakyamuni Buddha adalah salah satunya.

7. Pemberian kepada Sangha (Pesamuan para Bhikkhu), akan menghasilkan buah jasa jauh lebih banyak daripada Samma-Sambuddha.

8. Pemberian sebuah Catudisa Sanghika Vihara menghasilkan buah jasa yang jauh lebih banyak. Ini adalah pemberian berupa dana materi yang tertinggi.

9. Lebih menghasilkan buah jasa yang besar adalah Berlindung kepada Sang Tiratana ( Tri Ratna ) yakni Buddha, Dhamma dan Sangha..

10. Lebih menghasilkan buah jasa yang besar adalah mematuhi / melaksanakan Pancasila Buddhis ( lima peraturan ).

11. Lebih menghasilkan buah jasa yang besar adalah melatih Samatha Bhavana ( meditasi ketenangan bathin)  untuk beberapa saat.

12. Lebih menghasilkan buah jasa yang besar adalah melatih Vipassana Bhavana ( Meditasi Pandangan Terang ).

 _/\_

saya menyangsikan kalimat dari Velamaka Sutta ini, terutama di bagian point nomor 11 dan 12, sepertinya ada kesengajaan yang dibuat oleh orang-orang yang pikirannya tertutup oleh Mara sehingga mendiskreditkan Samattha Bhavana dan menonjolkan Vipassana, dan merubah kalimat aslinya, sepertinya kalimat asli dari Sang Buddha tidak akan seperti itu, seingat saya, saya pernah membaca dulu, bagian ini isinya adalah : "Metta Bhavana" (nomor 11) dan "Perenungan Terhadap Kematian" (nomor 12), sedangkan Velamaka Sutta ini naskahnya sulit dicari, dalam Jataka 40 diterangkan Velamaka 'Sutta ini berhubungan dengan hal.234 dari Sumaṅgala-Vilāsini, namun tidak dikenal oleh para ahli dari Eropa' saya sudah berusaha Googling tapi tidak ketemu......

adakah yang bisa menampilkan teks asli dari Velamaka Sutta sebagai Bukti sehingga tidak ngawur dan simpang siur?
yg saya baca, Velamaka Sutta ini dimulai dengan : "...memberi makan binatang memberikan buah 100 X lipat, memberikan pada orang jahat berbuah 1000 X lipat, kepada orang Baik (= yang tidak melanggar Pancasila) berbuah 1000 X 1000 X 1000 X lipat...... dst "

Mungkin Bro Indra sebagai Pakar Sutta atau Wirajhana Eka bisa membantu?

Thanks

Note : Disini manggil nama orang ga' bisa diketik biru yach?
Kalo gitu gimana caranya biar orang yang dimaksud tau?

[gmod]Sayangnya memang di sini ga bisa "biruin" seperti di FB, jadi memang harus orangnya baca. Supaya orangnya tahu, bisa PM saja.[/gmod]
« Last Edit: 30 March 2013, 12:07:57 PM by Kainyn_Kutho »

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #34 on: 28 March 2013, 11:48:06 AM »
saya menyangsikan kalimat dari Velamaka Sutta ini, terutama di bagian point nomor 11 dan 12, sepertinya ada kesengajaan yang dibuat oleh orang-orang yang pikirannya tertutup oleh Mara sehingga mendiskreditkan Samattha Bhavana dan menonjolkan Vipassana, dan merubah kalimat aslinya, sepertinya kalimat asli dari Sang Buddha tidak akan seperti itu, seingat saya, saya pernah membaca dulu, bagian ini isinya adalah : "Metta Bhavana" (nomor 11) dan "Perenungan Terhadap Kematian" (nomor 12), sedangkan Velamaka Sutta ini naskahnya sulit dicari, dalam Jataka 40 diterangkan Velamaka 'Sutta ini berhubungan dengan hal.234 dari Sumaṅgala-Vilāsini, namun tidak dikenal oleh para ahli dari Eropa' saya sudah berusaha Googling tapi tidak ketemu......

adakah yang bisa menampilkan teks asli dari Velamaka Sutta sebagai Bukti sehingga tidak ngawur dan simpang siur?
yg saya baca, Velamaka Sutta ini dimulai dengan : "...memberi makan binatang memberikan buah 100 X lipat, memberikan pada orang jahat berbuah 1000 X lipat, kepada orang Baik (= yang tidak melanggar Pancasila) berbuah 1000 X 1000 X 1000 X lipat...... dst "

Mungkin Bro Indra sebagai Pakar Sutta atau Wirajhana Eka bisa membantu?

Thanks

Note : Disini manggil nama orang ga' bisa diketik biru yach?
Kalo gitu gimana caranya biar orang yang dimaksud tau?

Velāma Sutta sbb:

http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/an/an09/an09.020.than.html


11. mengembangkan pikiran metta (metta citta)
12. perenungan terhadap persepsi ketidakkekalan (anicca sanna)
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline urban888

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 134
  • Reputasi: 2
  • Gender: Male
  • Kebetulan terjerumus ke DC
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #35 on: 28 March 2013, 12:32:14 PM »
Dhamma desana yg terbaik dr segala jenis dana termasuk contoh kasusnya pencapaian jhana2 dan keberhasilan seseorang dlm membimbing makhluk lain dlm melaksanakan kehidupan berdasarkan BDS  _/\_
Lebih baik punya 1 sahabat daripada 1000 teman lebih baik punya 1000 teman daripada 1 musuh

Offline Elin

  • DhammaCitta Press
  • KalyanaMitta
  • *
  • Posts: 4.376
  • Reputasi: 222
  • Gender: Female
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #36 on: 28 March 2013, 04:17:26 PM »
Note : Disini manggil nama orang ga' bisa diketik biru yach?
Kalo gitu gimana caranya biar orang yang dimaksud tau?

Apa maksudnya diketik biru? Begini? Elin Elin Elin
Supaya org yg dituju cepat menyadari, kirim PM ajaa..
Ksh tau thread yg dimaksud.. It's easy..

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #37 on: 28 March 2013, 08:56:57 PM »
Velāma Sutta sbb:

http://www.accesstoinsight.org/tipitaka/an/an09/an09.020.than.html


11. mengembangkan pikiran metta (metta citta)
12. perenungan terhadap persepsi ketidakkekalan (anicca sanna)


Terjemahan Indonesia dari buku KKSB:

[Sang Buddha berkata kepada Anāthapiṇḍika:] “Di masa lampau, perumah-tangga, ada seorang brahmana bernama Velāma. Ia memberikan persembahan besar sebagai berikut: delapan puluh empat ribu mangkuk emas penuh dengan perak; delapan puluh empat ribu mangkuk perak penuh dengan emas; delapan puluh empat ribu mangkuk perunggu penuh dengan emas dan perak; delapan puluh empat ribu gajah, sapi susu, pelayan, dan alas duduk, jutaan kain halus, dan makanan, minuman, salep, dan alas tidur dalam jumlah yang sangat banyak.

“Sebanyak persembahan yang diberikan oleh Brahmana Velāma, adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang memberi makan satu orang yang memiliki pandangan benar.  [22] Sebanyak persembahan yang diberikan oleh Brahmana Velāma, dan walaupun seseorang mampu memberi makan kepada seratus orang yang memiliki pandangan benar, adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang memberi makan satu orang yang-kembali-sekali. Sebanyak persembahan yang diberikan oleh Brahmana Velāma, dan walaupun seseorang mampu memberi makan kepada seratus orang yang-kembali-sekali adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang memberi makan satu orang yang-tidak-kembali. Sebanyak persembahan yang diberikan oleh Brahmana Velāma, dan walaupun seseorang mampu memberi makan kepada seratus orang yang-tidak-kembali adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang memberi makan satu orang Arahant. Sebanyak persembahan yang diberikan oleh Brahmana Velāma, dan walaupun seseorang mampu memberi makan kepada seratus orang Arahant adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang memberi makan satu orang paccekabuddha.  [23] Sebanyak persembahan yang diberikan oleh Brahmana Velāma, dan walaupun seseorang mampu memberi makan kepada seratus orang paccekabudha adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang memberi makan satu Buddha yang tercerahkan sempurna ... adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang memberi makan Saṅgha para bhikkhu yang dipimpin oleh Sang buddha dan membangun vihara untuk Saṅgha dari empat penjuru … adalah bahkan lebih berbuah jika, dengan pikiran penuh keyakinan, seseorang berlindung kepada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha, dan menjalankan lima aturan: menghindari perbuatan menghancurkan kehidupan, menghindari perbuatan mengambil apa yang tidak diberikan, menghindari melakukan hubungan seksual yang salah, menghindari kebohongan, dan menghindari minuman memabukkan. Sebanyak apapun semua ini, adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang mengembangkan pikiran cinta-kasih bahkan selama waktu yang diperlukan untuk menarik ambing susu sapi. Dan  sebanyak apapun semua ini, adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang mengembangkan persepsi ketidak-kekalan bahkan selama waktu yang diperlukan untuk menjentikkan jari.”
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline gryn tea

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.203
  • Reputasi: 34
  • Gender: Female
  • SABBE SANKHARA ANICCA
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #38 on: 28 March 2013, 09:18:48 PM »
Terjemahan Indonesia dari buku KKSB:

[Sang Buddha berkata kepada Anāthapiṇḍika:] “Di masa lampau, perumah-tangga, ada seorang brahmana bernama Velāma. Ia memberikan persembahan besar sebagai berikut: delapan puluh empat ribu mangkuk emas penuh dengan perak; delapan puluh empat ribu mangkuk perak penuh dengan emas; delapan puluh empat ribu mangkuk perunggu penuh dengan emas dan perak; delapan puluh empat ribu gajah, sapi susu, pelayan, dan alas duduk, jutaan kain halus, dan makanan, minuman, salep, dan alas tidur dalam jumlah yang sangat banyak.



“Sebanyak persembahan yang diberikan oleh Brahmana Velāma, adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang memberi makan satu orang yang memiliki pandangan benar.  [22] Sebanyak persembahan yang diberikan oleh Brahmana Velāma, dan walaupun seseorang mampu memberi makan kepada seratus orang yang memiliki pandangan benar, adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang memberi makan satu orang yang-kembali-sekali. Sebanyak persembahan yang diberikan oleh Brahmana Velāma, dan walaupun seseorang mampu memberi makan kepada seratus orang yang-kembali-sekali adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang memberi makan satu orang yang-tidak-kembali. Sebanyak persembahan yang diberikan oleh Brahmana Velāma, dan walaupun seseorang mampu memberi makan kepada seratus orang yang-tidak-kembali adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang memberi makan satu orang Arahant. Sebanyak persembahan yang diberikan oleh Brahmana Velāma, dan walaupun seseorang mampu memberi makan kepada seratus orang Arahant adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang memberi makan satu orang paccekabuddha.  [23] Sebanyak persembahan yang diberikan oleh Brahmana Velāma, dan walaupun seseorang mampu memberi makan kepada seratus orang paccekabudha adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang memberi makan satu Buddha yang tercerahkan sempurna ... adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang memberi makan Saṅgha para bhikkhu yang dipimpin oleh Sang buddha dan membangun vihara untuk Saṅgha dari empat penjuru … adalah bahkan lebih berbuah jika, dengan pikiran penuh keyakinan, seseorang berlindung kepada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha, dan menjalankan lima aturan: menghindari perbuatan menghancurkan kehidupan, menghindari perbuatan mengambil apa yang tidak diberikan, menghindari melakukan hubungan seksual yang salah, menghindari kebohongan, dan menghindari minuman memabukkan. Sebanyak apapun semua ini, adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang mengembangkan pikiran cinta-kasih bahkan selama waktu yang diperlukan untuk menarik ambing susu sapi. Dan  sebanyak apapun semua ini, adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang mengembangkan persepsi ketidak-kekalan bahkan selama waktu yang diperlukan untuk menjentikkan jari.”

Post di grup fb jg dunk

Cpddd
Bagaikan sekuntum bunga yang indah tetapi tidak berbau harum; demikian pula akan tdk b'manfaat kata-kata mutiara yg diucapkan oleh org yg tdk melaksanakannya

Offline sanjiva

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.091
  • Reputasi: 101
  • Gender: Male
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #39 on: 30 March 2013, 07:19:34 AM »
Terjemahan Indonesia dari buku KKSB:

[Sang Buddha berkata kepada Anāthapiṇḍika:] “Di masa lampau, perumah-tangga, ada seorang brahmana bernama Velāma. Ia memberikan persembahan besar sebagai berikut: delapan puluh empat ribu mangkuk emas penuh dengan perak; delapan puluh empat ribu mangkuk perak penuh dengan emas; delapan puluh empat ribu mangkuk perunggu penuh dengan emas dan perak; delapan puluh empat ribu gajah, sapi susu, pelayan, dan alas duduk, jutaan kain halus, dan makanan, minuman, salep, dan alas tidur dalam jumlah yang sangat banyak.

“Sebanyak persembahan yang diberikan oleh Brahmana Velāma, adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang memberi makan satu orang yang memiliki pandangan benar.  [22] Sebanyak persembahan yang diberikan oleh Brahmana Velāma, dan walaupun seseorang mampu memberi makan kepada seratus orang yang memiliki pandangan benar, adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang memberi makan satu orang yang-kembali-sekali. Sebanyak persembahan yang diberikan oleh Brahmana Velāma, dan walaupun seseorang mampu memberi makan kepada seratus orang yang-kembali-sekali adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang memberi makan satu orang yang-tidak-kembali. Sebanyak persembahan yang diberikan oleh Brahmana Velāma, dan walaupun seseorang mampu memberi makan kepada seratus orang yang-tidak-kembali adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang memberi makan satu orang Arahant. Sebanyak persembahan yang diberikan oleh Brahmana Velāma, dan walaupun seseorang mampu memberi makan kepada seratus orang Arahant adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang memberi makan satu orang paccekabuddha.  [23] Sebanyak persembahan yang diberikan oleh Brahmana Velāma, dan walaupun seseorang mampu memberi makan kepada seratus orang paccekabudha adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang memberi makan satu Buddha yang tercerahkan sempurna ... adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang memberi makan Saṅgha para bhikkhu yang dipimpin oleh Sang buddha dan membangun vihara untuk Saṅgha dari empat penjuru … adalah bahkan lebih berbuah jika, dengan pikiran penuh keyakinan, seseorang berlindung kepada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha, dan menjalankan lima aturan: menghindari perbuatan menghancurkan kehidupan, menghindari perbuatan mengambil apa yang tidak diberikan, menghindari melakukan hubungan seksual yang salah, menghindari kebohongan, dan menghindari minuman memabukkan. Sebanyak apapun semua ini, adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang mengembangkan pikiran cinta-kasih bahkan selama waktu yang diperlukan untuk menarik ambing susu sapi. Dan  sebanyak apapun semua ini, adalah bahkan lebih berbuah jika seseorang mengembangkan persepsi ketidak-kekalan bahkan selama waktu yang diperlukan untuk menjentikkan jari.”

Arti kata 'lebih berbuah' dalam konteks di atas apa ya?
Apakah lebih berpahala, lebih berguna, lebih tinggi, lebih lekas, lebih besar, atau apa.
«   Ignorance is bliss, but the truth will set you free   »

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #40 on: 30 March 2013, 07:26:56 AM »
Arti kata 'lebih berbuah' dalam konteks di atas apa ya?
Apakah lebih berpahala, lebih berguna, lebih tinggi, lebih lekas, lebih besar, atau apa.

Harus lihat teks Pali-nya dulu, mungkin di sini "buah" = "phala" (manfaat/hasil dari suatu perbuatan), jadi "lebih berbuah" = lebih bermanfaat hasil perbuatan tsb bagi kemajuan spiritual seseorang. IMO
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.847
  • Reputasi: 268
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #41 on: 30 March 2013, 11:57:24 AM »
Harus lihat teks Pali-nya dulu, mungkin di sini "buah" = "phala" (manfaat/hasil dari suatu perbuatan), jadi "lebih berbuah" = lebih bermanfaat hasil perbuatan tsb bagi kemajuan spiritual seseorang. IMO
Palinya "idaṃ tato mahapphalataraṃ", buah-besar(berlimpah) melampaui hal ini lebih jauh.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.963
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #42 on: 30 March 2013, 12:28:31 PM »
Arti kata 'lebih berbuah' dalam konteks di atas apa ya?
Apakah lebih berpahala, lebih berguna, lebih tinggi, lebih lekas, lebih besar, atau apa.

IMO, hasilnya melampaui adhittana/tekad yang ditanamkan
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline sanjiva

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.091
  • Reputasi: 101
  • Gender: Male
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #43 on: 30 March 2013, 12:30:42 PM »
Kalau dari source Inggrisnya tertulis apa?
«   Ignorance is bliss, but the truth will set you free   »

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #44 on: 30 March 2013, 06:16:33 PM »
Kalau dari source Inggrisnya tertulis apa?

Kalo ini tanya om Indra, itu kan terjemahan beliau ;D
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa