Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana  (Read 41920 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline CHANGE

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 598
  • Reputasi: 63
Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« on: 05 March 2010, 11:06:01 AM »
Sharing mengenai artikel berbagai jenis dana, semoga bermanfaat.

Berdana merupakan suatu sifat kemuliaan yang sangat ditekankan dalam berbagai aliran Buddhisme. Berdana yang dilakukan dengan keyakinan, penuh hormat, secara tepat waktu, ikhlas dan tanpa merugikan diri sendiri ataupun pihak lain akan menghasilkan buah karma yang baik berupa kemakmuran, kekayaan, dan harta benda yang berlimpah, sebagaimana sabda Sang Buddha pada Anguttara Nikaya Vol. III, 48)

“Oh, para bhikhu, kelima hal ini adalah dana dari seorang yang baik. Apakah kelima hal itu ? Ia berdana dengan keyakinan ; ia berdana dengan hormat; ia berdana tepat pada waktunya; dengan hati ikhlas; dan ia berdana tanpa merugikan dirinya sendiri ataupun pihak lain.”

“Dengan memberikan dana dengan keyakinan dimanapun juga, dan jika buah dari dana tersebut masak, maka akan datanglah kemakmuran, kekayaan, dan harta benda yang berlimpah; serta ia akan elok dipandang, tampan/cantik, bagaikan keindahan bunga teratai yang mengagumkan.”

“Dengan berdana secara hormat dimanapun juga, dan jika buah dari dana tersebut masak, maka ia akan memperoleh kemakmuran , kekayaan, dan harta benda yang berlimpah; dan anak-istrinya, para pesuruh dan pegawainya akan mendengarkan kata-katanya dengan sabar dan patuh, serta akan melayaninya dengan hati yang penuh pengertian.”

“Dengan berdana secara tepat waktu dimanapun juga, dan jika buah dari dana tersebut masak, maka ia akan memperoleh kemakmuran, kekayaan, dan harta benda yang berlimpah; dan kebaikan akan datang kepadanya tepat pada waktunya dan berlimpah ruah.”

“Dengan berdana secara ikhlas dimanapun juga, dan jika buah dari dana tersebut masak, ia akan memperoleh kemakmuran, kekayaan, dan harta benda yang melimpah; dan pikirannya akan menikmati sepenuhnya kebahagiaan dari kelima panca inderanya.”

“Dengan berdana tanpa merugikan diri sendiri maupun pihak lain dimanapun juga, dan jika buah dari dana tersebut masak, ia akan memperoleh kemakmuran, kekayaan, dan harta benda yang berlimpah; dan tidak akan ada dari manapun juga sesuatu yang akan merugikan harta bendanya ; baik api atau air, pemerintah atau pencuri, atau ahli waris yang berwatak buruk.”

Berdana tidak hanya ditinjau dari sudut materi saja tetapi juga bisa dari pembicaraan yang ramah, senyuman yang tulus, budi pekerti yang menyenangkan, dan memberikan pengertian yang benar mengenai ajaran Sang Buddha.

“Memberi makanan, seseorang memberikan kekuatan; memberi pakaian, seseorang memberikan keindahan; memberi penerangan, seseorang memberikan penglihatan; memberi angkutan, seseorang memberikan kesenangan; memberi perlindungan, seseorang memberikan semuanya; tetapi seseorang yang mengajarkan Dharma, ajaran Sang Buddha yang istimewa, orang seperti itu memberikan makanan surgawi.” (Samyutta Nikaya, I, 32)

“Kedermawanan, perkataan yang ramah, melakukan hal yang baik untuk orang-orang lain, dan memperlakukan semua orang secara sama; bagi dunia, tali-tali simpati ini bagaikan penyambung roda kereta.” (Anguttara Nikaya, Vol. 32)

Tentunya dalam berdana secara materi kepada yang membutuhkan , haruslah sumber dana tersebut diperoleh dari usaha sendiri yang dihimpun secara benar.

“Dengan kekayaan yang dihimpun secara benar, yang diperoleh melalui usaha sendiri, ia membagikan makanan dan minuman kepada makhluk-makhluk yang membutuhkan.” (Itivuttaka, 66)

Untuk dapat menghimpun dana secara benar, maka kita haruslah giat dalam bekerja dan senantiasa mengumpulkan bekal secara benar sewaktu masih muda, sebagaimana sabda Sang Buddha:

“Mereka yang tidak menjalankan kehidupan suci serta tidak mengumpulkan bekal (kekayaan) selagi masih muda , akan merana seperti bangau tua yang berdiam di kolam yang tidak ada ikannya. Mereka yang tidak menjalankan kehidupan suci serta tidak mengumpulkan bekal (kekayaan) selagi masih muda, akan terbaring seperti busur panah yang rusak, menyesali masa lampaunya.” (Dhammapada, 155, 156).

Dengan senantiasa berdana yang terbaik dalam segala hal maka akan terbina sifat kemuliaan yang tak terkira.
“Yang memberikan hal-hal yang baik akan memperoleh yang baik;

Yang memberikan hal-hal yang terbaik akan memperoleh yang terbaik;

Yang memberikan hal-hal yang terpilih akan menerima yang terpilih;

Yang memberikan hal-hal yang utama maka keutamaan akan dimenangkannya;

Ia yang memberikan yang terbaik, yang terpilih, yang utama

maka orang itu akan mempunyai kemuliaan dan umur panjang dimanapun juga ia berada.” (Anguttara Nikaya, vol . III, 44)

bersambung...
« Last Edit: 05 March 2010, 11:11:13 AM by CHANGE »

Offline CHANGE

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 598
  • Reputasi: 63
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #1 on: 05 March 2010, 11:11:48 AM »
Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana

Berikut ini dikutipkan jawaban-jawaban dari alm. Bhikkhu Ledi Sayadaw atas pertanyaan mengenai Dana sewaktu Beliau masih tinggal di daerah Chipagan, Burma yang didasarkan atas Tipitaka Pali, Atthakatha dan Tika.

1. Thavara Dana; Pemberian yang bersifat tahan lama, misalnya stupa, rumah peristirahatan, vihara, sekolah, jembatan, sumur, menara air, tanah, dsb.

2. Athavara Dana; Pemberian yang sifatnya tidak tahan lama, misalnya makanan, pakaian, dan uang. Athavara Dana yang diberikan terus menerus akan menghasilkan buah yang sama kuat dengan Thavara Dana.

3. Amisa Dana; Berdana dalam bentuk materi termasuk uang untuk membangun vihara.

4. Dhamma Dana; Berdana pengetahuan Buddhadharma, misalnya berdana buku-buku Buddhadharma, mencetak, menulis, menterjemahkan, menyunting, mengajar, memberi khotbah Dharma. Sang Buddha bersabda, “Danam Dhamma Danam Jinati” , yang artinya, “Dari semua pemberian, pemberian Dharma-lah yang tertinggi.” Dharma Dana menghasilkan kebijaksanaan dan pengetahuan.

5 Nicca Dana; Pemberian yang dilakukan secara teratur dan tetap. Seseorang tidak akan dilahirkan di alam Apaya (menderita) apabila dia melakukan Nicca Dana.

6.  Anicca Dana; Pemberian yang dilakukan kadang-kadang saja

7. Vatta Nissita Dana; Pemberian yang dilakukan untuk mengharapkan keuntungan-keuntungan yang bersifat duniawi. Keuntungan duniawi meliputi keinginan untuk dilahirkan di alam-alam dewa, dilahirkan sebagai anak orang kaya. Pemberian dana semacam ini cenderung akan memperpanjang Samsara (lingkaran kehidupan dan kematian).

8. Vivatta Nissita Dana; Pemberian dengan tujuan untuk membebaskan diri dari kesengsaraan [samsara] dengan tercapainya Kebebasan [Nibbana].

9. Puja Dana; Pemberian kepada orang-orang yang menjalankan sila dan orang-orang mulia. Atau orang yang mempunyai status lebih tinggi sebagai tanda hormat.

10. Anuggaha Dana; Pemberian kepada orang yang lebih rendah.

11. Sankhara Dana; Pemberian Dana setelah mendapat dorongan atau anjuran dari orang lain. Apabila berbuah akan menjadikan seseorang itu berpikir lamban dan bodoh.

12. Asankhara Dana; Pemberian yang dilakukan atas kehendak sendiri, tanpa dorongan dari orang lain. Apabila berbuah akan menjadikan seseorang itu cerdas dan pandai.

13. Jana Dana; Pemberian yang dilakukan dengan sepenuh pengertian akan akibat-akibatnya.

14. Ajana Dana; Pemberian yang dilakukan dengan tidak mengerti/mengetahui apa akibatnya.

15. Vatthu Dana; Pemberian barang materi.

16. Asankhara Dana; Pemberian berupa suatu kebebasan pada suatu makhluk dari bahaya atau dari kematian, misalnya membebaskan hewan-hewan dari kurungan (yang telah ditangkap), larangan untuk berburu di hutan, melatih/mematuhi Pancasila Buddhis, dan sebagainya.

17. Ajjhatika Dana; Pemberian berupa anggota badan, misalnya mata, badan jasmani, dan mengorbankan jiwa sendiri untuk kebaikan dan kebahagiaan orang lain. Termasuk dalam hal ini adalah melakukan donor darah.

18.  Bahira Dana; Pemberian biasa, tidak berupa anggota tubuh sendiri.

19. Hina Dana; Pemberian yang dilakukan dengan harapan mendapat kemasyuran.

20. Majjhima Dana; Pemberian yang dilakukan dengan tujuan untuk dapat dilahirkan sebagai manusia yang kaya.

21. Panita Dana; Pemberian yang dilakukan dengan harapan untuk mencapai kebebasan [Nibbana].

22. Dasa Dana; Pemberian yang bernilai rendah, misalnya sesuatu yang biasa diberikan kepada seorang budak.

23. Sahaya Dana; Pemberian yang mempunyai tingkat yang sama dengan apa yang biasa digunakan seseorang yang sama kedudukannya, misalnya sesuatu yang diberikan kepada seorang teman.

24. Sami Dana; Pemberian yang bernilai tinggi, misalnya sesuatu yang bisa dipakai oleh para majikan atau raja-raja.

25. Loka Dana; Pemberian yang dilakukan karena tradisi setempat dalam arti takut dipandang rendah bila tidak ikut berdana.

26. Atta Dana; Pemberian yang dilakukan untuk menjaga kewibawaan/pangkat seseorang.

27. Dhamma Dana; Pemberian yang dilakukan karena ingin mempraktekkan ajaran agama.

28. Civara Dana; Pemberian jubah kepada bhikkhu.

29. Pindapatta Dana; Pemberian makanan kepada bhikkhu.

30. Bhesajja Dana; Pemberian makanan kepada bhikkhu.

31. Senasana Dana; Pemberian tempat tinggal atau kuti kepada bhikkhu. Sang Buddha bersabda, “Vihara Danam Sanghassa Aggam Buddhena Vannitam”, yang artinya, “Sebuah tempat tinggal bhikkhu yang diberikan kepada Sangha dipuji oleh Sang Buddha sebagai pemberian hadiah tertinggi.” Demikian juga, “Soca Sabbadado Hoti, Yo Dadati Upassayam”, yang artinya, “Seseorang yang mendirikan tempat tinggal bhikkhu sebagai hadiah kepada Sangha, sama nilainya dengan segala macam hadiah.”

32. Dakkhina Visuddhi Dana; Penggolongan ini didasarkan atas:
- Sifat si pemberi yang berbudi luhur atau menjalankan sila
- Sifat si pemberi yang tidak berbudi luhur atau tidak menjalan sila
- Sifat si penerima yang berbudi luhur atau menjalankan sila
- Sifat si penerima yang tidak berbudi luhur atau tidak menjalankan sila.
Jika pemberian dana tersebut dilakukan dimana kedua-duanya berbudi luhur, maka akan menghasilkan buah yang banyak. Jika salah satunya tidak berbudi luhur, maka buah yang diperolehnya hanya sedikit.

33. Sakkacca Dana; Pemberian dengan hati-hati, sopan, dan penuh hormat.

34. Asakkacca Dana; Pemberian tanpa sifat-sifat tersebut di atas. Misalnya memberikan makanan kepada hewan, tanpa memperhatikan segi-segi kebersihan dan sebagainya. Jika pemberian dana ini menghasilkan buah maka akan mendapatkan sikap yang kurang hormat atau kasar dari teman, anak atau pelayannya.

35. Sahatthika Dana; Pemberian dengan tangan sendiri atau secara pribadi.

36. Anatthika Dana; Pemberian dengan menggunakan perantara, misalnya dengan melalui seorang pelayan. Bila pemberian ini berbuah, kemungkinan akan menghasilkan buah yang disertai dengan tiadanya pengikut atau teman.

37. Agga Dana; Pemberian sesuatu yang baru dan terbaik.

38. Ucchita Dana; Pemberian berupa sesuatu yang bernilai rendah misalnya barang sisa. Jika si penerima Ucchita Dana menghargai dan menyukai pemberian ini, maka dana yang diberikan akan tetap membawa hasil yang besar, sejauh pemberian tersebut disertai kehendak [cetana] yang baik dan sikap pikiran yang hormat dan sungguh-sungguh [sakkaca], misalnya pemberian dari seorang yang kaya kepada seorang fakir miskin, ataupun pemberian kepada hewan-hewan peliharaan.

39. Dhammika Dana; Pemberian yang betul diberikan kepada seseorang atau lembaga yang dituju sejak dari semula.

40. Adhammika Dana; Pemberian yang sebenarnya akan diberikan kepada seseorang atau sesuatu lembaga, tetapi orang itu mengubah pikirannya dan memberikannya kepada orang lain atau lembaga lain.

41. Dhamma Dana; Pemberian berupa nasi, air, pakaian, dan sebagainya.

42. Adhamma Dana; Pemberian berupa minuman keras, senjata, mesiu, alat atau gambar (porno) yang dapat menimbulkan kekotoran batin, dan sebagainya, barang-barang yang berbahaya, yang mungkin menjadikan seseorang melanggar Panati atau Surameraya Sila. Pemberian dana semacam ini akan menghasilkan perbuatan yang tidak baik [akusala kamma]. Tetapi bila seseorang memberikan racun yang diberikan untuk tujuan menyembuhkan penyakit ataupun senjata dan mesiu tidak berbahaya untuk keperluan vihara, maka hal ini adalah perbuatan baik [kusala kamma].

43. Saparivara Dana; Pemberian yang disertai dengan tambahan-tambahan lain yang lengkap

44. Aparivara Dana; Pemberian yang tidak disertai dengan tambahan-tambahan lain

45. Savajja Dana; Pemberian yang disertai kekejaman atau pembunuhan makhluk hidup. Apabila pemberian dana ini menghasilkan buah, maka cenderung disertai dengan adanya bahaya-bahaya atau dapat pula hilangnya jiwa seseorang.

46. Anavajja Dana; Pemberian yang tidak disertai dengan kekejaman atau pembunuhan makhluk hidup.

Berbagai definisi mengenai jenis dana, mutu dana dan lain sebagainya yang terdapat dalam pengertian di masing-masing Buddhisme, pada dasarnya adalah sama yaitu haruslah dilakukan dengan hati yang penuh keikhlasan, bersuka-cita, penuh kerelaan tanpa mengharapkan imbalan apapun dan penuh hormat sebagaimana seorang bijaksana sehingga akan senantiasa hidup bahagia dalam kehidupan saat ini ataupun alam berikutnya.

Sang Buddha bersabda: “Di dunia ini ia berbahagia, di dunia sana ia berbahagia; pelaku kebajikan berbahagia di kedua dunia itu, ia akan berbahagia ketika berpikir, ‘aku telah berbuat kebajikan’, dan ia akan lebih berbahagia lagi ketika berada di alam bahagia.” (Dhammapada, 18).

Sang Buddha bersabda : “Sesungguhnya orang kikir tidak dapat pergi ke alam dewa. Orang bodoh tidak memuji kemurahan hati. Akan tetapi orang bijaksana senang dalam memberi, dan karenanya ia akan bergembira di alam berikutnya.” (Dhammapada , 177)

Semoga Bermanfaat

 _/\_
« Last Edit: 05 March 2010, 11:27:59 AM by CHANGE »

Offline chubby

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 374
  • Reputasi: 29
  • ponakan tercinta.....
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #2 on: 05 March 2010, 01:11:20 PM »
Mau tanya berdana yg tdk merugikan dr sendiri maksudnya gmna? Contohnya bagaimana? Kalo kt iklas berdana tentu tdk merugikan diri kita kan?
hy2 salam kenal ya semuanya

Offline Elin

  • DhammaCitta Press
  • KalyanaMitta
  • *
  • Posts: 4.377
  • Reputasi: 222
  • Gender: Female
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #3 on: 05 March 2010, 01:45:43 PM »
Elin tambahin nih, yang dulu pernah diuraikan juga oleh c'Lily di board ini...   :)
D A N A

Offline maya devi

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 159
  • Reputasi: 16
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #4 on: 05 March 2010, 01:46:06 PM »
 _/\_ Terima kasih sangat bermanfaat.

Bro Change, ini masukan saja ada baiknya diurutkan berdasarkan penggolongan menurut pasangan agar lebih mudah dalam mempelajarinya.

 :)

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.237
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #5 on: 05 March 2010, 01:56:42 PM »
:)
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #6 on: 05 March 2010, 02:11:13 PM »
Mau tanya berdana yg tdk merugikan dr sendiri maksudnya gmna? Contohnya bagaimana? Kalo kt iklas berdana tentu tdk merugikan diri kita kan?

gue rela mati asalkan engkau bahagia

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.237
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #7 on: 05 March 2010, 02:19:07 PM »
Mau tanya berdana yg tdk merugikan dr sendiri maksudnya gmna? Contohnya bagaimana? Kalo kt iklas berdana tentu tdk merugikan diri kita kan?

Nanya,soal Boddhisatta yang bunuh diri,gimana itu?

Anumodana ko _/\_
gue rela mati asalkan engkau bahagia
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #8 on: 05 March 2010, 02:24:04 PM »
Mau tanya berdana yg tdk merugikan dr sendiri maksudnya gmna? Contohnya bagaimana? Kalo kt iklas berdana tentu tdk merugikan diri kita kan?

Nanya,soal Boddhisatta yang bunuh diri,gimana itu?

Anumodana ko _/\_
gue rela mati asalkan engkau bahagia

yg saya sebutkan adalah praktik dana dalam hal makhluk biasa, praktik dana seorang Bodhisatta tentu berbeda, para Bodhisatta wajib mempraktikkan paramatha parami, yg artinya mrk bahkan rela mendanakan nyawanya kepada yg memerlukan.

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.237
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #9 on: 05 March 2010, 02:27:19 PM »
Mau tanya berdana yg tdk merugikan dr sendiri maksudnya gmna? Contohnya bagaimana? Kalo kt iklas berdana tentu tdk merugikan diri kita kan?

Nanya,soal Boddhisatta yang bunuh diri,gimana itu?

Anumodana ko _/\_
gue rela mati asalkan engkau bahagia

yg saya sebutkan adalah praktik dana dalam hal makhluk biasa, praktik dana seorang Bodhisatta tentu berbeda, para Bodhisatta wajib mempraktikkan paramatha parami, yg artinya mrk bahkan rela mendanakan nyawanya kepada yg memerlukan.

um...napa begitu ya?nanti buka RAPB lagi..

Anumodana _/\_
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...

Offline maya devi

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 159
  • Reputasi: 16
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #10 on: 06 March 2010, 02:11:13 PM »
setelah membaca dan mendengarkan dhammadesana mengenai manfaat berdana al:

mengapa ada orang yang sukses sejak usia muda?
 jawb: dia berdana di saat yang tepat.

mengapa ada orang yg kaya raya, mengapa org hidupnya pas2an, mengapa orang pada sejak muda hidup berkecukupan n masa tua susah?
 jawb: kaya raya- karena ketika berdana niat awalnya mis: 1.000 setelah bertemu dg sangha timbul
           keinginan berdana 1.500 dan akhirnya dia berdana 1.500.

           pas2an- ketika berdana niat awalnya mis: 1.000 setelah bertemu dg sangha tetap
           berdana 1.000.

           org yg sejak muda berkecukupan n masa tua susah- dia bahagia sebelum berdana tapi
           menyesal setelah berdana.

dimanakah saya bisa menemukan literatur mengenai cerita ini?
 _/\_
« Last Edit: 06 March 2010, 02:22:10 PM by maya devi »

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #11 on: 06 March 2010, 02:17:50 PM »
Aslinya dari sini: http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=1397.0
Dulu pernah diposting oleh bro hengki

Penggolongan Dana Menurut Pasangan Dua :

1. AMISA DANA dan DHAMMA DANA
- Amisa Dana : Pemberian dalam bentuk materi (termasuk uang)
- Dhamma Dana : Pemberian berupa pengetahuan Dhamma, misalnya : mengajar, memberikan ceramah, menulis, menerbitkan atau memberi Buku2 Dhamma.
Dari keduanya, Dhamma Dana memberikan hasil atau Vipaka yg lebih tinggi dan berguna. Karena "SABBA DANAM DHAMMA DANAM JINATI", artinya : dari semua pemberian, pemberian Dhamma-lah yang tertinggi. Amisa dana menghasilkan kemakmuran dan kesejahteraan materi. Dhamma Dana menghasilkan timbulnya kebijaksanaan dan pengetahuan.

2. SAKKACCA DANA dan ASAKKACCA DANA
- Sakkacca Dana : Pemberian dengan hati-hati, sopan, dan penuh hormat.
- Asakkacca Dana : Pemberian tanpa sifat2 tersebut di atas. Misalnya memberikan makanan kepada hewan, tanpa memperhatikan segi2 kebersihan dan sebagainya.
Jika Asakkacca Dana menghasilkan buah, maka seseorang akan mendapatkan sikap yang kurang hormat atau kasar dari teman2, anak2 atau pelayan2nya.

3. PUJA DANA dan ANUGGAHA DANA
- Puja Dana : Pemberian kepada orang2 yang menjalankan sila dan Orang2 Mulia. Atau orang yang mempunyai status lebih tinggi sebagai tanda hormat.
- Anuggaha Dana : Pemberian kepada orang yang lebih rendah.
Puja Dana menghasilkan buah yang lebih banyak dan tinggi. Anuggaha Dana jika dilakukan dengan tepat juga dapat membawa buah hasil yang besar. Seorang Boddhisatta, Raja Vessantara memberikan seorang anaknya kepada seorang Brahmana rendahan yang bernama Jujaka. Tapi karena cetana/kehendaknya demikian kuat, maka hasil yang diterimanya sangat besar.

4. SAHATTHIKA DANA dan ANATTHIKA DANA
- Sahatthika Dana : Pemberian dengan tangan sendiri atau secara pribadi.
- Anatthika Dana : Pemberian dengan menggunakan perantara, misalnya dengan melalui seorang pelayan.
Bila Anatthika Dana menghasilkan buah, mungkin disertai dengan tiadanya pengikut atau teman. Raja Rajanna dilahirkan di Alam Dewa Catumaharajika dengan menerima istana yang besar (atas dana yang dilakukan selama hidupnya sebagai manusia). Tetapi karena dana yang diberikan dilakukan melalui pelayannya, maka ia tinggal sendirian di dalam istana Dewa tersebut, tanpa adanya pelayan atau pendamping.

5. THAVARA DANA dan ATHAVARA DANA
- Thavara Dana : Pemberian yang bersifat tahan lama, misalnya stupa, rumah peristirahatan, Vihara, sekolah, jembatan, sumur, menara air, tanah dan sebagainya.
- Athavara Dana : Pemberian yang sifatnya tidak tahan lama, misalnya makanan, pakaian dan uang.
Thavara Dana menghasilkan buah yang lebih kuat. Athavara Dana dapat menghasilkan buah yang sama kuat dengan Thavara Dana, bila Athavara Dana dilakukan dengan teratur dan terus menerus (dalam jangka waktu tertentu)

6. SAPARIVARA DANA dan APARIVARA DANA
- Saparivara Dana : Pemberian yang disertai dengan tambahan2 lain yang lengkap.
- Aparivara Dana : Pemberian yang tidak disertai dengan tambahan2 lain.
Pemberian nasi saja, adalah Aparivara Dana, bila disertai dengan lauk pauk dan kue2, termasuk Saparivara Dana. Sama juga halnya dengan pemberian roti saja, adalah Aparivara Dana. Sedangkan bila disertai dengan mentega atau selai adalah Saparivara Dana. Bila Aparivara menghasilkan buah, biasanya akan cenderung untuk tidak lengkap, misalnya seseorang menerima rumah, mungkin tidak ada dindingnya.

7. NICCA DANA dan ANICCA DANA
- Nicca Dana : Pemberian yang dilakukan secara teratur dan tetap.
- Anicca Dana : Pemberian yang dilakukan kadang2 saja.
Dalam Anggutara Nikaya dikatakan bahwa jika seorang melakukan Nicca dana dan Anicca Dana adalah seperti seorang Sotapanna. Dia tidak akan dilahirkan di alam Apaya/Neraka.

8. SANKHARA DANA dan ASANKHARA DANA
- Sankhara Dana : Pemberian Dana setelah mendapat dorongan atau anjuran dari orang lain.
- Asankhara Dana : Pemberian yang dilakukan atas kehendak sendiri, tanpa dorongan dari orang lain.
Sankhara Dana bila menghasilkan buah, akan menjadikan seseorang lamban berpikir dan bodoh, dan buahnya sendiri terbatas sekali.
Asankhara Dana bila menghasilkan buah, akan menjadikan seseorang cerdas dan pandai, buahnya tidak terbatas.
« Last Edit: 06 March 2010, 02:19:24 PM by gachapin »
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #12 on: 06 March 2010, 02:18:10 PM »
9. JANA DANA dan AJANA DANA
- Jana Dana : Pemberian yg dilakukan dgn penuh pengertian (mengerti akan akibat2nya).
- Ajana Dana : Pemberian yg dilakukan dgn tidak mengerti/mengetahui apa akibatnya.

Ajana Dana menghasilkan Dvihetuka Patisandhi. Mereka yg dilahirkan dgn Dvihetuka Patisandhi tidak banyak yg dapat mereka capai dalam kehidupan spiritual, sebab mereka tdk mempunyai Amoha (Kebijaksanaan). Jana Dana membawa ke arah Tihetuka Patisandhi. Mereka yg lahir dengan Tihetuka Patisandhi dapat mencapai tingkat Arahat dalam kehidupan sekarang ini.

10. VATTA NISSITA DANA dan VIVATTA NISSITA DANA
-Vatta Nissita Dana : Pemberian yg dilakukan utk mengharapkan keuntungan2 yang bersifat duniawi. Keuntungan duniawi meliputi keinginan untuk dilahirkan di Alam2 Dewa, dilahirkan sebagai anak orang kaya.
- Vivatta Nissita Dana : Pemberian dengan tujuan untuk membebaskan diri dari Samsara/ kesengsaraan dgn tercapainya Nibbana/Kebebasan.

Perbedaan antara Vatta Nissita Dana dengan Vivatta Nissita Dana ini merupakan keistimewaan dalam ajaran Agama Buddha. Vatta Nissita Dana tidak membentuk Paramita, sedangkan VIvatta Nissita Dana dapat membentuk Paramita, tetapi cenderung untuk memperpanjang Samsara (Roda perputaran hidup dan mati)

11. DHAMMA DANA dan ADHAMMA DANA
Istilah Dhamma di sini lain dengan istilah Dhamma dalam nomor 1. Dhamma disini berarti "sesuai dengan hukum alam (Dhamma)" atau "tidak melanggar hukum alam (Dhamma yang diajarkan oleh Sang Buddha)".
- Dhamma Dana : Pemberian berupa nasi, air, pakaian dan sebagainya.
- Adhamma Dana : Pemberian berupa minuman keras, senjata, mesiu, dan sebagainya barang2 yg berbahaya, yang mungkin menjadikan seseorang melanggar Panati atau Surameraya Sila.

12. DHAMMIKA DANA dan ADHAMMIKA DANA
- Dhammika Dana : Pemberian yang betul diberikan kepada seseorang atau Yayasan yg dituju sejak dari semula.
- Adhammika Dana : Pemberian yg sebetulnya akan diberikan kepada seseorang atau suatu Yayasan, tetapi orang itu merubah pikirannya dan memberikannya kepada orang lain atau Yayasan lain.

13. VATTHU DANA dan ABHAYA DANA
- Vatthu Dana : Pemberian barang materi.
- Abhaya Dana : Pemberian berupa suatu kebebasan pada suatu makhluk dari bahaya atau kematian, misalnya membebaskan hewan2 dari kurungan ( yang telah ditangkap), larangan untuk berburu di hutan, melatih/mematuhi Lima Sila (Pancasila) dan sebagainya.

14. AJJHATIKA DANA dan BAHIRA DANA
- Ajjhatika Dana : Pemberian berupa anggota badan, misalnya mata, badan jasmani dan mengorbankan jiwa sendiri untuk kebaikan dan kebahagiaan orang lain.
- Bahira Dana : Pemberian biasa, tidak berupa anggota tubuh sendiri.

Ada tiga macam Paramita/ Kesempurnaan :
a. Paramita biasa.
b. Upa Paramita, yaitu pemberian anggota tubuh, tetapi tidak memberikan jiwa seseorang.
c. Paramattha Paramita, yaitu pemberian jiwa/hidup seseorang.

15. SAVAJJA DANA dan ANAVAJJA DANA
- Savajja Dana : Pemberian yg disertai kekejaman atau pembunuhan makhluk hidup/ hewan.
- Anavajja Dana : Pemberian yang tidak disertai dengan kekejaman atau pembunuhan makhluk hidup.

Savajja Dana bila menghasilkan buah, cenderung disertai dengan adanya bahaya2, atau dapat pula hilangnya nyawa seseorang.
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #13 on: 06 March 2010, 02:18:24 PM »
16. AGGA DANA dan UCCHITA DANA
- Agga Dana : Pemberian sesuatu yg terbaik dan terutama.
- Ucchita Dana : Pemberian berupa sesuatu yg bernilai rendah/barang sisa.

Jika si penerima Ucchita Dana menghargai dan menyukai pemberian itu, maka Dana yg diberikan itu tetap akan membawa hasil yang besar. Yang paling penting adalah Cetana/Kehendak yg baik dan Sakkacca (Sikap pikiran yg hormat dan sungguh2) dari si pemberi, misalnya orang kaya memberi orang miskin, pemberian tersebut nampaknya nilainya rendah di mata si orang kaya, tetapi dalam pandangan si orang miskin, barang tersebut sangat dihargai. Demikian juga dengan pemberian kepada hewan2.

17. HINA DANA dan PANITA DANA
- Hina Dana : Pemberian yang bernilai rendah.
- Panita Dana : Pemberian yang bernilai tinggi.


Penggolongan Menurut Pasangan Tiga

1. HINA DANA, MAJJHIMA DANA dan PANITA DANA
- Hina Dana : Pemberian yang dilakukan dengan harapan mendapat kemasyhuran.
- Majjhima Dana : Pemberian yang dilakukan dengan tujuan untuk dapat dilahirkan sebagai manusia yang kaya.
- Panita Dana : Pemberian yg dilakukan dengan harapan untuk mencapai Kebebasan/Nibbana.

2. DASA DANA, SAHAYA DANA dan SAMI DANA
- Dasa Dana : Pemberian yang bernilai rendah, misalnya sesuatu yg biasa diberikan kepada seorang budak.
- Sahaya Dana : Pemberian yg mempunyai tingkat yang sama dengan apa yang biasa digunakan seseorang yang sama kedudukannya, misalnya sesuatu yg diberikan kepada seorang teman.
- Sami Dana : Pemberian yg bernilai tinggi, misalnya sesuatu yg biasa dipakai oleh para majikan atau raja2.

3. LOKA DANA, ATTA DANA dan DHAMMA DANA
- Loka Dana : Pemberian yg dilakukan karena tradisi setempat (takut dipandang rendah bila tidak ikut berdana).
- Atta Dana : Pemberian yg dilakukan untuk menjaga kewibawaan/pangkat seseorang.
- Dhamma Dana : Pemberian yg dilakukan karena ingin mempraktekkan ajaran Agama.


Penggolongan Menurut Pasangan Empat

1. CATTU PACCAYA DANA
Penggolongan ini meliputi empat macam kebutuhan seorang Bhikkhu :
- Civara Dana : Pemberian Jubah kepada Bhikkhu.
- Pindapatta Dana : Pemberian Makanan kepada Bhikkhu.
- Bhesajja Dana : Pemberian Obat2an kepada Bhikkhu.
- Senasana Dana : Pemberian Tempat Tinggal atau Kuti kepada Bhikkhu.

Senasana Dana memberikan buah jasa yang paling tinggi. VIHARA DANAM SANGHASSA AGGAM BUDDHENA VANNITAM. Artinya : Sebuah tempat tinggal Bhikkhu yg diberikan kepada Sangha dipuji oleh Sang Buddha sebagai pemberian hadiah tertinggi. SOCA SABBADADO HOTI, YO DADATI UPASSAYAM, yang berarti : seseorang yang mendirikan tempat tinggal Bhikkhu sebagai hadiah kepada Sangha, sama nilainya dengan segala macam hadiah.

2. DAKKHINA VISUDDHI DANA
Penggolongan ini didasarkan atas :
- Sifat si pemberi yang berbudi luhur (menjalankan Sila).
- Sifat si pemberi yang tidak berbudi luhur (tidak menjalankan Sila).
- Sifat si penerima yang berbudi luhur (menjalankan Sila).
- Sifat si penerima yang tidak berbudi luhur (tidak menjalankan Sila).

Bila keduanya berbudi luhur, pemberian tadi akan menghasilkan buah yang banyak, jika salah satunya tidak berbudi luhur, hasil yang diperolehnya hanya sedikit.
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline CHANGE

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 598
  • Reputasi: 63
Re: Sekilas Mengenai Berbagai Jenis Dana
« Reply #14 on: 08 March 2010, 04:32:06 PM »
Thank’s Bro Gacaphin, atas informasinya yang telah melengkapinya.

Saya  ketemu satu buku tentang “Memahami Tentang Dana” yang juga mencantumkan seperti yang baru Bro Gacaphin posting, dan saya coba tambahkan bagian dari buku tersebut untuk melengkapi saja

SYARAT DANA AGAR MEMPEROLEH MANFAAT TERBAIK

Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya ( seperti yang di posting bro Gacaphin ), pahala dari dana tidak tergantung kepada berapa besar yang kita berikan, tidak ada jaminan bahwa memberi dana yang besar, otomatis membawa pahala yang besar.

Kisah dibawah ini membuktikan hal tersebut.

 Syair 224 (XVII:4. Kisah Pertanyaan Maha Moggallana Thera)

Ketika itu Maha Moggallana Thera mengunjungi alam surga dan menjumpai banyak dewa yang tinggal di tempat mewah. Beliau bertanya kepada mereka, perbuatan baik apa yang menyebabkan mereka terlahir di alam surga, dan mereka pun memberikan jawaban yang berbeda-beda. Dewa yang satu mengatakan ia terlahir di alam surga bukan karena ia banyak berdana atau sering mendengarkan Dhamma, tetapi hanya karena ia selalu berbicara benar. Dewa kedua adalah dewa wanita yang terlahir di alam surga karena ia tidak pernah marah pada tuannya dan tidak memiliki maksud buruk padanya meskipun tuannya sering memukul dan menyiksanya. Dengan meredam kemarahan dan menghindari kebencian, ia terlahir di alam surga. Selanjutnya, ada yang terlahir di alam surga karena sedikit berdana seperti mendanakan sebatang gula tebu, buah, atau beberapa sayuran kepada seorang bhikkhu atau pada orang lain.

Setelah kembali dari alam surga, Maha Moggallana Thera bertanya kepada Sang Buddha, apakah mungkin meraih banyak keuntungan hanya dengan bicara benar, atau mengendalikan perbuatan atau dengan memberikan sedikit barang seperti buah dan sayuran.

Sang Buddha menjawab, "Anak-Ku, mengapa kau bertanya hal itu ? Apakah kamu tidak melihat dan mendengar sendiri apa yang dewa-dewa itu katakan ? Seharusnya engkau tidak meragukannya. Sedikit perbuatan baik pasti akan membawa seseorang terlahir di alam surga."

Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 224 berikut :

Hendaknya orang berbicara benar, hendaknya orang tidak marah, hendaknya orang memberi walaupun sedikit kepada mereka yang membutuhkan. Dengan tiga cara ini, orang dapat pergi ke hadapan para dewa.

Lalu apa yang menjadi dasar atau ukuran dana yang diberikan bermanfaat besar, sedang, kecil atau tidak sama sekali. Hal ini tergantung dari :

1.   NIAT DIDALAM BERBUAT JASA.
2.   TEPAT SASARAN.
3.   PENERIMA DANA.

bersambung...