Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Cara Yang Sesuai Untuk Penyebaran Dhamma  (Read 59732 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: Cara Yang Sesuai Untuk Penyebaran Dhamma
« Reply #300 on: 14 June 2011, 03:29:48 PM »
Apakah bro melihat saya mengetikkan bahwa isi-nya itu porno?? Saya tidak ada mengatakan isi-nya porno.
Bro tidak tahu yang namanya trik marketing? Sama seperti seminar motivasi yang sering dibuat orang. Atau pemasaran produk. Rata-rata menggunakan cara itu.

Contoh:
-Dapatkan sebuah berlian senilai 10jt rupiah gratis hanya dengan membeli sebuah roti.
-Ikuti seminar XXX bagaimana membeli sebuah rumah dengan gratis.

Apakah mereka berbohong? Tidak...tapi ada data yang digelapkan.Banyak yang tertarik ingin tahu? Banyak....

Apakah trik itu dipakai dengan menulis kata sedikit miring sehingga orang tertarik, tapi ternyata isinya berbeda.?Dengan mengetik kata bokep, dan karena pengunjung terbanyak maka jadi urutan yang teratas sehingga di klik orang. Ternyata isinya ajaran agama gaya baru.

Memang tiap pikiran orang beda, dan punya cara yang berbeda. Tapi bagi saya dhamma itu isi-nya memang indah. Jadi tidak perlu trik-trik begituan untuk mengenalkan dhamma kepada orang.

maaf sis jika saya salah, memang pengetahuan saya agak kurang , mohon di maklumi _/\_
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: Cara Yang Sesuai Untuk Penyebaran Dhamma
« Reply #301 on: 14 June 2011, 03:30:36 PM »
Apakah bro melihat saya mengetikkan bahwa isi-nya itu porno??
Bro tidak tahu yang namanya trik marketing? Sama seperti seminar motivasi yang sering dibuat orang. Atau pemasaran produk. Rata-rata menggunakan cara itu.

Contoh:
-Dapatkan sebuah berlian senilai 10jt rupiah gratis hanya dengan membeli sebuah roti.
-Ikuti seminar XXX bagaimana membeli sebuah rumah dengan gratis.

Apakah mereka berbohong? Tidak...tapi ada data yang digelapkan.Banyak yang tertarik ingin tahu? Banyak....

Apakah trik itu dipakai dengan menulis kata sedikit miring sehingga orang tertarik, tapi ternyata isinya berbeda.?Dengan mengetik kata bokep, dan karena pengunjung terbanyak maka jadi urutan yang teratas sehingga di klik orang. Ternyata isinya ajaran agama gaya baru.

Memang tiap pikiran orang beda, dan punya cara yang berbeda. Tapi bagi saya dhamma itu isi-nya memang indah. Jadi tidak perlu trik-trik begituan untuk mengenalkan dhamma kepada orang.


Yang di-bold itu, saya setuju sekali. Kalau yakin dengan keindahan dhamma, mengapa harus pakai embel-embel ini itu? Mengapa harus memancing keserakahan atau kebencian orang lain untuk menarik? Apakah dhamma sebegitu payahnya?


Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: Cara Yang Sesuai Untuk Penyebaran Dhamma
« Reply #302 on: 14 June 2011, 03:41:53 PM »
bener juga sis, dhamma sudah indah, tanpa di beri "label"apapun tetap indah  ;D
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: Cara Yang Sesuai Untuk Penyebaran Dhamma
« Reply #303 on: 14 June 2011, 03:47:52 PM »
Tulisan dari bro Traktor seperti "Lidah Lidah Celaka" menurut saya bagus. Judulnya menarik, isinya pun tidak ekstrem, dan memang membahas kenyataan apa adanya. Sungguh aneh kalau agama menyatakan niat baik seseorang bisa menjadi malapetaka hanya karena salah baca/lafal. Dengan begitu, berarti agama tidak punya manfaat dan lebih baik lakukan niat baik tanpa label agama, karena lebih aman.

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.219
  • Reputasi: 43
Re: Cara Yang Sesuai Untuk Penyebaran Dhamma
« Reply #304 on: 14 June 2011, 03:50:24 PM »
maaf sis jika saya salah, memang pengetahuan saya agak kurang , mohon di maklumi _/\_
Tidak ada yang salah bro. Tiap orang bebas dengan caranya masing-masing. Saya hanya memaparkan pandangan saya terhadap dhamma. Mungkin memang saya terlalu memegang prinsip. Bahkan terlalu melekat pada dhamma, sehingga menjadi ekstrem bagi beberapa orang yang menilai.

-Bagi orang yang berpandangan dhamma adalah sebuah produk untuk dikonsumsi batin, maka itu hal yang sangat wajar sekali dilakukan. Karena produk itu baru bisa disebut laris jika dikonsumsi banyak orang. Bermutu atau tidak-nya itu urusan kedua. Yang penting laris. Bukankah sesuatu yang menyenangkan jika yang kita miliki disukai dan dipuji banyak orang?
-Bagi orang yang berpandangan dhamma adalah suatu ajaran yang bernilai dan berharga. Sehingga butuh pemahaman. Maka dia tidak akan melakukan dengan cara memasarkan produk seperti itu. Karena dengan cara seperti itu baginya dhamma menjadi sesuatu yang rendah nilainya.

Dan orang akan berdalih itu hanya label, lihat isi-nya, itu menarik, yang penting niat dll.

Tapi mungkin memang sudah jaman-nya harus berubah.
Jika tidak ada hal-hal yang mengaburkan seperti ini maka dhamma akan terlalu lama bertahan. Makin lama dhamma bertahan maka akan makin lama muncul Sang Buddha yang baru. Ini salah satu cara berpikir positif bro. Dan itulah yang terjadi dengan mengambil yang positif saja.
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.219
  • Reputasi: 43
Re: Cara Yang Sesuai Untuk Penyebaran Dhamma
« Reply #305 on: 14 June 2011, 04:51:37 PM »
Tulisan dari bro Traktor seperti "Lidah Lidah Celaka" menurut saya bagus. Judulnya menarik, isinya pun tidak ekstrem, dan memang membahas kenyataan apa adanya. Sungguh aneh kalau agama menyatakan niat baik seseorang bisa menjadi malapetaka hanya karena salah baca/lafal. Dengan begitu, berarti agama tidak punya manfaat dan lebih baik lakukan niat baik tanpa label agama, karena lebih aman.

Bukan "YM" karena Kassapa di sini bukan sekadar Savaka, tapi seorang Samma Sambuddha.
Bro, boleh saya tahu kenapa saat kita berdiskusi tentang ghatikara, bro memberitahukan bahwa saya salah dalam menyebut panggilan Sang Buddha?

Dan untung juga saya tidak celaka karena salah sebut. :)

PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: Cara Yang Sesuai Untuk Penyebaran Dhamma
« Reply #306 on: 14 June 2011, 05:13:44 PM »
Bro, boleh saya tahu kenapa saat kita berdiskusi tentang ghatikara, bro memberitahukan bahwa saya salah dalam menyebut panggilan Sang Buddha?

Dan untung juga saya tidak celaka karena salah sebut. :)
Sebetulnya memanggil Buddha dengan "Yang Mulia" atau "Guru" tidak salah, tapi biasanya "YM" itu adalah ditujukan untuk para murid, saya pikir sis tertukar dengan salah satu dari banyak mahasavaka bernama Kassapa (Maha-kassapa, Kumara Kassapa, Kassapa bersaudara {Uruvela, Nadi, Gaya}) dan berpikir "Kassapa" dalam kisah Ghatikara itu bukan seorang Samma Sambuddha. Seandainya sis kepeleset lidah dan memanggil 'baddhut' Kassapa, juga tidak akan mendapat kamma buruk, karena tidak dilakukan dengan niat menghina.


Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.219
  • Reputasi: 43
Re: Cara Yang Sesuai Untuk Penyebaran Dhamma
« Reply #307 on: 14 June 2011, 05:30:15 PM »
Sebetulnya memanggil Buddha dengan "Yang Mulia" atau "Guru" tidak salah, tapi biasanya "YM" itu adalah ditujukan untuk para murid, saya pikir sis tertukar dengan salah satu dari banyak mahasavaka bernama Kassapa (Maha-kassapa, Kumara Kassapa, Kassapa bersaudara {Uruvela, Nadi, Gaya}) dan berpikir "Kassapa" dalam kisah Ghatikara itu bukan seorang Samma Sambuddha. Seandainya sis kepeleset lidah dan memanggil 'baddhut' Kassapa, juga tidak akan mendapat kamma buruk, karena tidak dilakukan dengan niat menghina.


Saat saya tulis itu saya tahu itu tentang Sang Buddha, cuma dalam tulisan lebih banyak saya tulis dengan YM. Karena saya memang tidak tahu bahwa panggilan YM itu hanya untuk para murid.

Tapi disaat bro memberitahu itu, saya tidak pernah terpikirkan bahwa salah sebut bisa celaka. Atau karena bro meralat saya maka yang memberitahu itu saya anggap sok suci atau merumit-rumitkan hal kecil. Kenapa begitu? Karena jika kita memang salah tidak ada salahnya diperbaiki. Sehingga jika saya bicara dengan orang lain, saya tidak memberikan hal yang salah kepada orang lain.

Oklah bagi saya sendiri mengerti bahwa yang saya maksud itu Sang Buddha, tapi orang lain yang tidak tahu akan berpikir itu sebagai murid. Jika saya tidak bisa menggunakan kata Pali, saya akan berusaha memaparkan dengan bahasa indonesia.
Jadi lidah itu tidak pernah membuat celaka. Karena lidah itu hanya organ tubuh. Tapi pikiran yang buat celaka.
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: Cara Yang Sesuai Untuk Penyebaran Dhamma
« Reply #308 on: 14 June 2011, 05:45:44 PM »
Saat saya tulis itu saya tahu itu tentang Sang Buddha, cuma dalam tulisan lebih banyak saya tulis dengan YM. Karena saya memang tidak tahu bahwa panggilan YM itu hanya untuk para murid.

Tapi disaat bro memberitahu itu, saya tidak pernah terpikirkan bahwa salah sebut bisa celaka. Atau karena bro meralat saya maka yang memberitahu itu saya anggap sok suci atau merumit-rumitkan hal kecil. Kenapa begitu? Karena jika kita memang salah tidak ada salahnya diperbaiki. Sehingga jika saya bicara dengan orang lain, saya tidak memberikan hal yang salah kepada orang lain.

Oklah bagi saya sendiri mengerti bahwa yang saya maksud itu Sang Buddha, tapi orang lain yang tidak tahu akan berpikir itu sebagai murid. Jika saya tidak bisa menggunakan kata Pali, saya akan berusaha memaparkan dengan bahasa indonesia.
Jadi lidah itu tidak pernah membuat celaka. Karena lidah itu hanya organ tubuh. Tapi pikiran yang buat celaka.
Betul, di samping saya juga tidak tahu apakah sis tahu atau tidak, saya pikir tidak ada salahnya menyinggung hal tersebut agar pembaca yang belum tahu, mungkin lebih bisa terarahkan.

Ya, setuju lagi, yang mencelakakan adalah niat buruknya, bukan perbuatannya (apalagi yang tidak disengaja).

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: Cara Yang Sesuai Untuk Penyebaran Dhamma
« Reply #309 on: 14 June 2011, 08:07:26 PM »
Sebetulnya memanggil Buddha dengan "Yang Mulia" atau "Guru" tidak salah, tapi biasanya "YM" itu adalah ditujukan untuk para murid, saya pikir sis tertukar dengan salah satu dari banyak mahasavaka bernama Kassapa (Maha-kassapa, Kumara Kassapa, Kassapa bersaudara {Uruvela, Nadi, Gaya}) dan berpikir "Kassapa" dalam kisah Ghatikara itu bukan seorang Samma Sambuddha. Seandainya sis kepeleset lidah dan memanggil 'baddhut' Kassapa, juga tidak akan mendapat kamma buruk, karena tidak dilakukan dengan niat menghina.

apa karma pun bisa berbuah di jaman sekarang ini bro jika menyebutkan dengan tidak pantas (walau tidak sengaja) seperti yang terjadi pada boddhisatva .. siapa ya  (:hammer: lupa melulu saya) yg menjadi pelacur gara2 mengumpat seorang arahat.  yang notabene seperti sang buddha sudah mencapai nibbana?

 
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: Cara Yang Sesuai Untuk Penyebaran Dhamma
« Reply #310 on: 15 June 2011, 08:56:35 AM »
apa karma pun bisa berbuah di jaman sekarang ini bro jika menyebutkan dengan tidak pantas (walau tidak sengaja) seperti yang terjadi pada boddhisatva .. siapa ya  (:hammer: lupa melulu saya) yg menjadi pelacur gara2 mengumpat seorang arahat.  yang notabene seperti sang buddha sudah mencapai nibbana?

 
Maksudnya masa lalu Ambapali yang mengumpat Arahat sebagai pelacur? Kalau hal tersebut, bukan 'tidak sengaja', karena memang didorong oleh kebencian.

Kalau soal begini juga saya kurang tahu, tapi kalau menurut spekulasi saya, karma itu bisa terjadi kalau objeknya tepat. Misalnya pada kenyataannya, seorang Buddha adalah seorang petapa sejati, tapi ada orang yang mungkin salah informasi, berpikir bahwa yang namanya Buddha adalah sesosok orang yang mengumpulkan duit dari umat, punya banyak villa pribadi atas namanya, lalu orang tersebut memaki: "Buddha itu petapa palsu!", maka saya rasa dia bukan menghina 'Buddha" dalam arti sebenarnya, hanya memaki satu sosok dalam pikirannya saja. Maka ia tidak akan menerima akibat dari memaki seorang Buddha, tapi hanya sekadar akibat dari memaki badut.


Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Cara Yang Sesuai Untuk Penyebaran Dhamma
« Reply #311 on: 15 June 2011, 09:09:26 AM »
[wendi ovj]hmm sepertinya aku merasakan sesuatu yg aneh[/wendi ovj]
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: Cara Yang Sesuai Untuk Penyebaran Dhamma
« Reply #312 on: 15 June 2011, 09:28:01 AM »
[wendi ovj]hmm sepertinya aku merasakan sesuatu yg aneh[/wendi ovj]
"Ah, hanya perasaan ade saja..."

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: Cara Yang Sesuai Untuk Penyebaran Dhamma
« Reply #313 on: 15 June 2011, 09:30:00 AM »
[wendi ovj]hmm sepertinya aku merasakan sesuatu yg aneh[/wendi ovj]

hidung  nya peka sekali bro ryu  ;D
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline William_phang

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.101
  • Reputasi: 62
membabarkan dhamma dalam nyanyian dan tarian
« Reply #314 on: 03 April 2012, 11:34:33 AM »
Ini sebenarnya saya pisahkan dg thread tribute to Buddha legacy....krn belum ada kesimpulan terus duah di lock...

Quote from: Billy S

Tanpa mengurangi rasa hormat sedikitpun Pak William,

AN 5.209

9. Gītassarasuttaṃ

209.[cūḷava. 249] ‘‘Pañcime , bhikkhave, ādīnavā āyatakena gītassarena dhammaṃ bhaṇantassa. Katame pañca? Attanāpi tasmiṃ sare sārajjati, parepi tasmiṃ sare sārajjanti, gahapatikāpi ujjhāyanti – ‘yatheva mayaṃ gāyāma, evamevaṃ kho samaṇā sakyaputtiyā gāyantī’ti, sarakuttimpi nikāmayamānassa samādhissa bhaṅgo hoti, pacchimā janatā diṭṭhānugatiṃ āpajjati. Ime kho, bhikkhave, pañca ādīnavā āyatakena gītassarena dhammaṃ bhaṇantassā’’ti. Navamaṃ.

Memang benar ini tertulis di gitassarasuttam..
Namun setahu saya, dan mohon dikoreksi alvin apabila saya salah,
Ini adalah drama musikal yang menceritakan tentang kehidupan seseorang, bagaimana perbuatan seseorang tersebut sesuai dengan dhamma, bukan pembabaran dhamma dengan tari-tarian.

Dan apabila saya diperbolehkan memberikan sanggahan, berarti apakah dengan ini anda maksud bhikkhu Girirakkhito Mahathera telah melanggar vinaya dengan menciptakan gita - gita vihara yang hampir seluruh vihara di Indonesia memutarnya (saya yakin seluruh umat Buddha di Indonesia pernah mendengar lagu ciptaan beliau) ?


mari kita lanjutkan diskusi kita disini....
« Last Edit: 03 April 2012, 11:43:15 AM by william_phang »