//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.  (Read 381766 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #1275 on: 20 June 2011, 06:04:57 PM »
informasi-nya di JATAKA tidak jelas, terpaksa main tafsir-tafsiran
wkwkwkwkw

;D Persoalannya, semua binatang lain yang diceritakan di dalam Jataka tidak punya keistimewaannya (binatang wajar). Kecuali binatang-binatang yang konon merupakan kehidupan lampau dari Siddhattha Gotama, Ananda, Sariputta, Devadatta, dsb. ;D

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #1276 on: 20 June 2011, 06:16:11 PM »
;D Persoalannya, semua binatang lain yang diceritakan di dalam Jataka tidak punya keistimewaannya (binatang wajar). Kecuali binatang-binatang yang konon merupakan kehidupan lampau dari Siddhattha Gotama, Ananda, Sariputta, Devadatta, dsb. ;D

seperti-nya tidak ada secara tertulis bahwa binatang lain selain tumimbal lahir siddharta, ananda, sariputra, devadatta dll tidak bisa berbicara.
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.289
  • Reputasi: 42
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #1277 on: 20 June 2011, 06:23:12 PM »
seperti-nya tidak ada secara tertulis bahwa binatang lain selain tumimbal lahir siddharta, ananda, sariputra, devadatta dll tidak bisa berbicara.
Ada cerita 2 kelompok burung , yang satu pemimpin-nya siddhatta dan yang satu lagi pemimpin-nya devadatta. Apakah di jataka atau sutta? Saya pernah baca tapi lupa dimana.

Dalam cerita itu kelompok devadatta tertangkap karena kesombongan dan merasa diri lebih hebat dari antara satu burung dengan yang lain-nya.
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #1278 on: 20 June 2011, 06:23:17 PM »
seperti-nya tidak ada secara tertulis bahwa binatang lain selain tumimbal lahir siddharta, ananda, sariputra, devadatta dll tidak bisa berbicara.

Kalau kita baca dalam kisah Jataka yang lain, biasanya dikisahkan bahwa "suatu ketika Bodhisatta terlahir menjadi seekor xxx, dan Bodhisatta menjadi pemimpin dari sekumpulan xxx di Hutan Yyy...". Yang menjadi tokoh utama adalah Bodhisatta, dan binatang-binatang lainnya / figuran dikisahkan dengan karakter bodoh (misalnya: dimangsa binatang yang jahat, ditangkap oleh manusia jahat, dibunuh oleh petapa jahat, dll.).

Kisahnya seperti itu, wajar dong kalau konklusi mengarah kepada kesimpulan bahwa binatang lain (figuran) tidak bisa berbicara. ;D Mungkin ada yang bisa berbicara di kisah lain, tapi intinya binatang lain itu IQ-nya rendah. hehe...

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #1279 on: 20 June 2011, 06:25:10 PM »
Ada cerita 2 kelompok burung , yang satu pemimpin-nya siddhatta dan yang satu lagi pemimpin-nya devadatta. Apakah di jataka atau sutta? Saya pernah baca tapi lupa dimana.

Dalam cerita itu kelompok devadatta tertangkap karena kesombongan dan merasa diri lebih hebat dari antara satu burung dengan yang lain-nya.

Sudah pasti dari Jataka Atthakatha. Nah kan, apa saya bilang. ^-^ Kalau kita baca kisah-kisah Jataka, ada kesimpulan lain lagi yang bisa kita ambil...

Spoiler: ShowHide
Dunia sempit banget! Berapa kali lahir, mau jadi binatang apapun dan dimana pun, selalu ketemunya loe lagi loe lagi. :P

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.289
  • Reputasi: 42
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #1280 on: 20 June 2011, 06:30:32 PM »
Sudah pasti dari Jataka Atthakatha. Nah kan, apa saya bilang. ^-^ Kalau kita baca kisah-kisah Jataka, ada kesimpulan lain lagi yang bisa kita ambil...

Spoiler: ShowHide
Dunia sempit banget! Berapa kali lahir, mau jadi binatang apapun dan dimana pun, selalu ketemunya loe lagi loe lagi. :P

Jika dengan cara dan sudut pandang yang bro berikan saya pikir bukan cuma jataka yang tidak bisa diterima akal sehat. Bahkan isi sutta juga banyak yang bisa dicari tidak masuk akal sehat seperti yang bro ucapkan.

PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #1281 on: 20 June 2011, 06:32:31 PM »
Jika dengan cara dan sudut pandang yang bro berikan saya pikir bukan cuma jataka yang tidak bisa diterima akal sehat. Bahkan isi sutta juga banyak yang bisa dicari tidak masuk akal sehat seperti yang bro ucapkan.

Benar! Lalu apakah kamu cukup berani dan jujur pada diri sendiri setelah melihat ini semua?

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.289
  • Reputasi: 42
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #1282 on: 20 June 2011, 06:46:46 PM »
Benar! Lalu apakah kamu cukup berani dan jujur pada diri sendiri setelah melihat ini semua?
Berapa kalipun kamu menanyakan, saya akan tetap menjawab sama. Bahwa saya tidak menutup kemungkinan apapun jika memang saya belum tahu.

Saya tidak memberikan pelatihan bahasa manusia kepada anjing saya. Tapi kami bisa berkomunikasi. Sesama orang bisu kok bisa berkomunikasi.

-Sama seperti cerita tentang ular yang besar dan panjang yang bertapa , dan karena kita tidak bisa melihat buktinya lagi maka itu dikatakan dongeng.
-Sama seperti manusia yang bisa menjadi harimau jadi-jadian, tidak masuk akal dan omong kosong.
-Sama juga cerita manusia yang punya kekebalan yang kamu ceritakan bahwa hormon ini dan itu. Sayangnya itu tidak lengkap, karena belum termasuk penjelasan kok ada orang mempan dibacok? Hormon apa yang menyebabkan manusia itu kebal?
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Janindra d' Sihamuni

  • Sebelumnya: phrajonathan
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 567
  • Reputasi: 13
  • Gender: Male
  • Buddho,Dhammo,Sangho Pathithito Mayham
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #1283 on: 20 June 2011, 06:53:55 PM »
Tidak, Bro! Saya bukan menentang konsep Parami. Yang saya pertanyakan adalah: "Apakah benar kisah Jataka itu 100% real*?"

Spoiler: ShowHide
*Hewan bisa berbicara dan ber-IQ tinggi. :P

iya jujur,saya juga masih agak ragu dengan jataka,apakah semuanya itu reeal?Dan darimanakah kisah2 jataka tersebut berasal?
misalnya,ketika siddhattha menjadi burung puyuh dan ketika hutannya terbakar,Ia "mengucapkan" paritta yang sekarang dikenal sebagai vattaka paritta,dan dari mana kisah2 jataka tersebut diketahui,apakah ada orang yang sepanjang masa hidupnya selalu hidup bersama Siddhatha sehingga mengetahui secara pasti kisah2 jataka?
thanks.... ;D ;D ;D
bocah gitar!!! ;D ;D ;D 

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #1284 on: 20 June 2011, 07:03:08 PM »
iya jujur,saya juga masih agak ragu dengan jataka,apakah semuanya itu reeal?Dan darimanakah kisah2 jataka tersebut berasal?
misalnya,ketika siddhattha menjadi burung puyuh dan ketika hutannya terbakar,Ia "mengucapkan" paritta yang sekarang dikenal sebagai vattaka paritta,dan dari mana kisah2 jataka tersebut diketahui,apakah ada orang yang sepanjang masa hidupnya selalu hidup bersama Siddhatha sehingga mengetahui secara pasti kisah2 jataka?
thanks.... ;D ;D ;D

sama juga anda menanyakan darimana sutta2 tersebut apakah ada orang yang sepanjang masa hidupnya selalu hidup dengan sang buddha?

dan boleh juga dong kalau saya menanyakan sutta2 itu 100% omongan sang buddha atau bukan? apakah semuanya real?
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline Janindra d' Sihamuni

  • Sebelumnya: phrajonathan
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 567
  • Reputasi: 13
  • Gender: Male
  • Buddho,Dhammo,Sangho Pathithito Mayham
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #1285 on: 20 June 2011, 07:07:08 PM »
sama juga anda menanyakan darimana sutta2 tersebut apakah ada orang yang sepanjang masa hidupnya selalu hidup dengan sang buddha?

dan boleh juga dong kalau saya menanyakan sutta2 itu 100% omongan sang buddha atau bukan? apakah semuanya real?
ok,ada beberapa sutta baik pali maupun sanskrit yang bukan merupakan omongan asli buddha.
beberapa Sutta2 yang cukup terkenal,misalnya Karaniya Metta Sutta adalah asli omongan buddha (saat mengajari metta pada bikkhu yang bertapa di hutan)

[guru senior] dan ingatlah,segala sesuatu hanyalah ilusi belaka,dan tidak ada yang kekal.sesungguhnya segala yang terkondisi adalah ilusi [/guru senior]

thanks..... ;D ;D ;D
bocah gitar!!! ;D ;D ;D 

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #1286 on: 20 June 2011, 07:11:15 PM »
ok,ada beberapa sutta baik pali maupun sanskrit yang bukan merupakan omongan asli buddha.
beberapa Sutta2 yang cukup terkenal,misalnya Karaniya Metta Sutta adalah asli omongan buddha (saat mengajari metta pada bikkhu yang bertapa di hutan)

[guru senior] dan ingatlah,segala sesuatu hanyalah ilusi belaka,dan tidak ada yang kekal.sesungguhnya segala yang terkondisi adalah ilusi [/guru senior]

thanks..... ;D ;D ;D

apakah bisa menjamin 100% itu omongan asli buddha? apakah anda sudah membuktikan sendiri keasliannya atau hanya "katanya" ?
apa hubungannya ilusi dan keaslian?
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #1287 on: 20 June 2011, 11:14:34 PM »
cc panna , lain kali di translate ya... bagi2 dong pengetahuan dhammanya  ^-^
Kan udah ada translator sekarang. :))

sorry bro, saya baru baca pesannya. untuk selanjutnya jika bro ada postingan dan saya lama ga nanggapi mohon jangan salah paham, berarti saya bener2 ga online jadi ga tahu ada pesan utk saya. dan memang saya akan konsen utk tugas kampus dlu. sekali lagi sory ya bro.

sesuai pesannya bro ini silahkan dibaca :
Spoiler: ShowHide

tapi terjemahan ini kurang sempurna lho bro krn juga pake mbah google.... ^-^
[spoiler]
Sūkara
Sūkara [Sk. sūkara, mungkin sebagai  sū+kara; cp. Av. hū, babi, Gr. u (_s; Lat. sūs; Ags. sū=E. menabur] babi  jantan, babi Vin i.200; D i.5; A ii.42  (kukkuṭa+), 209; It 36; J i.197 (Muṇika); ii.419 (Sālūka); iii.287 (Cullatuṇḍila & Mahā -- tuṇḍila); Miln 118, 267; VbhA 11 (vara -- sayane sayāpita). -- f. sūkarī J ii.406 (baca vañjha ˚)..
   - Antaka semacam ikat pinggang Vin ii.136. - maŋsa daging babi  A iii.49 (sampanna - Kolaka). - Maddava adalah diterjemahkan oleh Franke (Digha trsln 222 sq) sebagai "daging lembut (lunak) babi hutan." Begitu juga Oldenberg (Reden des B. 1922, 100) & Fleet (J.R.A.S. 1906, 656 & 881). Scarcely with Rh. D. (Dial. ii.137, dengan catatan) sebagai "kuantitas dari cendawan" D ii.127; Ud 81 sq.; Miln 175. -- potaka babi yg masih muda J v.19. - sāli jenis padi liar J vi.531 (vl sukasāli).

trus ada versi lain:
(Click to show / hide)
http://www.budsas.org/ebud/ebsut006.htm

Terjemahan dari naskah bahasa Pali, "SUKARA-MADDAVA" tidak diterjemahkan dalam versi Inggris [1, 2, 3], meskipun Walshe menerjemahkan sebagai "babi yg nikmat" [2]. Namun, versi Vietnam mengandung kata "na ^ 'm" (jamur) dan "mo ^ c NHI ~." (Jamur hitam yg dapat dimakan) [4, 5, 6]. Dalam beberapa buku lain, yang saya lupa judul yang tepat, istilah "daging babi, daging babi hutan" digunakan. Menurut sarjana bahasa Pali banyak [1, 2]:
sukara: babi, babi hutan
maddava: halus, disukai, lembut, lunak
Jadi, sukara-maddava bisa berarti:
(1) bagian daging yg lunak dari babi atau babi hutan
(2) apa yang disukai oleh babi atau babi hutan, kemungkinan yang dapat disebut jamur atau cendawan, atau ubi atau umbi.
Dalam beberapa komentar lainnya, sukara-maddava juga disebut sebagai "tanaman obat" dalam pengobatan India klasik, atau sebagai "tunas bambu muda yg diinjak-injak oleh babi".
Semua skolar Buddhist/Bhikkhu saat ini setuju dengan arti "jamur atau cendawan", dan saya setuju dengan mereka. Menurut peraturan monastik, para bhikkhu tidak diperkenankan makan daging dari hewan yang khusus dibunuh untuk disajikan sbg makanan untuk mereka.  Sehingga arti sukara-maddava sebagai "daging babi / daging babi hutan" tidak tepat di sini.


Offline hendrako

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.244
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #1288 on: 21 June 2011, 06:23:53 AM »
Tidak, Bro! Saya bukan menentang konsep Parami. Yang saya pertanyakan adalah: "Apakah benar kisah Jataka itu 100% real*?"

Spoiler: ShowHide
*Hewan bisa berbicara dan ber-IQ tinggi. :P


Justru konsep Parami itu dijelaskan dengan kisah2 Jataka.

Manusia juga masih temasuk hewan (binatang berkaki dua), hanya kesombongan intelijenlah yang membuat manusia merasa beda dari hewan. Menurut info mahluk dewa males deket2 mahluk manusia karena bau.... menurut bayangan ane sama kek manusia yang males deket2 ama kambing yang dirasa bau dan "bodoh". Dan bentuk komunikasi antar mahluk Dewa, belajar dari topik pembahasan ini, bisa jadi bukan lewat bunyi seperti manusia, atau minimal bukan bahasa manusia, tapi tetap dijelaskan dengan bahasa manusia agar manusia bisa mengerti.

Mengikuti hukum perubahan, bentuk manusia (apabila masih ada) sejuta tahun yang akan datang tidak akan persis sama seperti yang kita lihat pada masa sekarang ini, termasuk faktor2 pendukungnya.

Anggaplah Jataka tidak 100% real, menurut anda berapa persen tingkat ke-real-an-nya? 0%?
yaa... gitu deh

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan kritis mengenai theravada menurut pandangan yg berbeda.
« Reply #1289 on: 21 June 2011, 07:35:47 AM »
Semua skolar Buddhist/Bhikkhu saat ini setuju dengan arti "jamur atau cendawan", dan saya setuju dengan mereka. Menurut peraturan monastik, para bhikkhu tidak diperkenankan makan daging dari hewan yang khusus dibunuh untuk disajikan sbg makanan untuk mereka.  Sehingga arti sukara-maddava sebagai "daging babi / daging babi hutan" tidak tepat di sini.

Kalau begitu Samaneri setuju bahwa Cunda memang sengaja mempersembahkan makanan beracun kepada Sang Buddha? Karena tidak mungkin Cunda tidak mengetahui bahwa jamur yg dipersembahkan itu beracun.