//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Pembuktian dalam Buddhisme  (Read 137522 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Kalyanadhammo

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 114
  • Reputasi: 2
Pembuktian dalam Buddhisme
« on: 13 July 2007, 08:54:12 AM »
Karena belum dipecah saya lanjut.  ;D ;D ;D

 [at] morpheus
Dhamma ada dimana2 dan dapat dilihat dari sekeliling kita.
Coba gunakan logika anda maka anda akan paham.
Saya rasa anda salah memahami penjelasan saya soal pukul balas pukul.
Oleh karena itu dengarkan baik2.
Jika anda memukul seseorang seseorang maka kemungkinan besar orang tersebut akan memukul anda kembali.
Jika anda menanam bibit jagung maka anda akan mendapatkan jagung.
Sama seperti karma jika anda menanam sesuatu maka itu yang akan anda terima. Bukan pada kejadian ini hal ini hukum karma dapat dilihat dengan jelas. Anda tidak perlu memikirkan hal yang terlalu rumit sampai karma masa lampau, dll kerena kita masih belum mampu untuk melihat.
Soal dewa ada atau bukan itu tidak penting. Saya juga tidak peduli dewa itu ada atau tidak.
Tapi yang saya dengar meditasi samatha dapat mempunyai kemampuan untuk melihat dewa.
Kalau soal katakan itu pada sains ya tentu saja katakan saja mereka pasti akan mencoba untuk membuktikannya.
Ingat ketika orang mengatakan aura itu ada, tenaga dalam itu ada dan thai chi dapat menyembuhkan penyakit.
Lalu apa yang dilakukan orang sains. Mereka mencari orang2 tersebut dan melakukan penelitian dan sekarang sudah ada foto krilian yang sudah dapat memfoto aura, mendeteksi gelombang energi panas dari tenaga dalam dan Thai Chi dapat dijelaskan kenapa dapat menyembuhkan. Jadi katakan saja pada mereka dan mereka pasti akan berusaha membuktikannya. Mungkin saja nanti ada yang anda katakan itu menjadi kenyataan ada yang namanya teropong dewa, dll. ;D ;D
Kalau soal dengan rajin berdoa yang rajin dan khusuk memang jadi lebih tenang tapi karena konsentrasi dan itu tidak membuktikan Tuhan.

Kalau soal buku sd, smp, smu kenapa tidak dimasukan itu ada coba baca buku agama.  ;D ;D ;D

Saya katakan bukan ilmiah tapi analisa.
Untuk itu diperlukannya otak dan keinginan untuk mengunakannya.
Mari kita bicarakan kembali soal Bumi itu bulat.
Pada pertama ilmuwan itu melihat gejala alam dan melakukan analisa.
Apa pada saat itu ada buku yang membahas tentang bumi itu bulat, ada bukti ilmiah dan ada thesis doktornya?
Pada saat itu tidak ada sama sekali yang membahas bumi itu bulat hanya hasil hipotesa.
Kemudian baru ada beberapa orang yang membuktikannya.
Jadi dalam keyakinan buddhis.
Mendengar sesuatu => Analisa (ingat untuk ini tidak butuh lab hanya otak) => Mulai Percaya => Pembuktian => Yakin.
Dalam agama samawi dan banyak buddhis aliran lain melakukan pemotongan dari mendengar sesuatu => Yakin.
Jika anda mempunyai masalah misalkan rumah tangga anda tentu tidak akan mencari dokumen, thesis atau buku sd, smp, dan smu anda akan berpikir kenapa itu terjadi dan bagaiman cara menyelesaikannya.

Kalau soal rebirth sudah ada yang melakukan testing di barat dan dalam kasus2 riponche itu ada pembuktiannya.
Kalau soal Nibana tergantung pengertian anda soal Nibana. Kalau anda maksud alam surga lain tentu tidak bisa di analisa dan dibuktikan. Tapi dalam Theravada Nibana dikatakan adalah kondisi dimana pikiran tidak melekat.
Jadi jika anda berpikir jika anda menganalisa jika anda tidak melekat pada barang yang anda miliki dan barang itu hilang apa anda akan menderita tentu jika anda analisa anda akan tau.


Saya rasa anda berasal dari aliran lain yang mempunyai kepercayaan tanpa melakukan analisa terlebih dahulu.

regards.

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.407
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: Pembuktian dalam Buddhisme
« Reply #1 on: 13 July 2007, 09:32:56 AM »
Topik ini merupakan pecahan dari diskusi thread ini

http://www.dhammacitta.org/forum/index.php/topic,68.0.html

Silahkan dilanjutkan.

 _/\_
There is no place like 127.0.0.1

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Re: Pembuktian dalam Buddhisme
« Reply #2 on: 13 July 2007, 09:58:46 AM »

bang kalyana, apa yg anda sebutkan di atas bukan sesuatu yg bisa diterima secara ilmiah ataupun bisa disebut sebagai "bukti". apakah anda pikir dunia sains bisa menerima jawaban "bisa anda buktikan sendiri kalo anda meditasi samatha", "coba pukul, nanti balas dipukul", dsb. itu kan sama aja jawaban orang samawi, "tuhan bisa anda buktikan sendiri. coba kamu berdoa yg rajin dan khusuk" ;D

kalo pengen disebut sebagai "ilmiah" ataupun "bukti", ada kriterianya seperti bisa terukur di lingkungan yg dikontrol secara konsisten. apakah ada karma yg bisa diukur dengan alat2 ukur? apakah karma bisa diliat dengan melakukan beberapa langkah di lab? apakah deva bisa diliat dengan x-ray ataupun alat2 ukur lainnya? apakah tavatimsa terfoto dari teropong hubble?
…………..
sekali lagi saya gak memperdebatkan prinsip buddhis mengenai ehipassiko, gak ada paksaan untuk menerima, dll. point saya cuman bahwa teori2 dan doktrin2 di agama buddha itu gak bisa dikatakan ilmiah ataupun faktual. bahas dan katakan saja itu adalah filosofis atau teologis.

Membahas mengenai science, ilmiah, bukti dan sebagainya ada baiknya membaca ulasan dari Bhante Brahmavamso tentang Buddhism The only real science
http://www.budsas.org/ebud/ebdha264.htm atau
http://www.bhagavant.com/home.php?link=naskah_dhamma_article&n_id=96
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.750
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: Pembuktian dalam Buddhisme
« Reply #3 on: 13 July 2007, 10:35:45 AM »
Dhamma ada dimana2 dan dapat dilihat dari sekeliling kita.
Coba gunakan logika anda maka anda akan paham.
Saya rasa anda salah memahami penjelasan saya soal pukul balas pukul.
Oleh karena itu dengarkan baik2.
Jika anda memukul seseorang seseorang maka kemungkinan besar orang tersebut akan memukul anda kembali.
Jika anda menanam bibit jagung maka anda akan mendapatkan jagung.
Sama seperti karma jika anda menanam sesuatu maka itu yang akan anda terima. Bukan pada kejadian ini hal ini hukum karma dapat dilihat dengan jelas. Anda tidak perlu memikirkan hal yang terlalu rumit sampai karma masa lampau, dll kerena kita masih belum mampu untuk melihat.
Soal dewa ada atau bukan itu tidak penting. Saya juga tidak peduli dewa itu ada atau tidak.
bang kalyana, yg anda sebut sebagai "logika" di atas tidak lain adalah belief ;D

saya mengerti anda mencoba menerangkan dasar pemikiran buddhis dan prinsip ehipassiko, tapi sasaran dan point saya bukan lah itu. point saya adalah buddhis gak perlu mengaku bahwa agamanya itu ilmiah atau lebih masuk akal. di mata sains, agama buddha itu sami mawon dengan agama lain, alias gak terbukti secara ilmiah / sains. buddhisme menyediakan solusi untuk masalah2 batiniah, bukan menyediakan solusi2, dokumen2 ataupun tesis2 ilmiah.

sekali lagi saya bilang kalo emang hukum karma itu bisa di reproduksi secara konsisten di dalam lingkungan yg terkontrol, maka hukum karma udah masuk buku fisika / ipa anak2 smp ama sma. kan terobosan besar tuh kalo bisa dibuktikan secara ilmiah? kenyataannya gak kan?


Quote from: Kalyanadhammo
Ingat ketika orang mengatakan aura itu ada, tenaga dalam itu ada dan thai chi dapat menyembuhkan penyakit.
Lalu apa yang dilakukan orang sains. Mereka mencari orang2 tersebut dan melakukan penelitian dan sekarang sudah ada foto krilian yang sudah dapat memfoto aura, mendeteksi gelombang energi panas dari tenaga dalam dan Thai Chi dapat dijelaskan kenapa dapat menyembuhkan. Jadi katakan saja pada mereka dan mereka pasti akan berusaha membuktikannya. Mungkin saja nanti ada yang anda katakan itu menjadi kenyataan ada yang namanya teropong dewa, dll. ;D ;D
foto aura yg ada dipasaran hanyalah simulasi komputer. foto kirlian sampai sekarang masih diperdebatkan apakah benar2 merekam aura ataukah hanya uap air dan listrik dari tubuh. saat ini posisi sains masih tidak menerima yg anda sebut sebagai "bukti" itu.

sekarang kembali ke buddhis. jadi apakah ada jurnal ilmiah yg membuktikan belief yg ada di agama buddha? ;D

Quote from: Kalyanadhammo
Kalau soal dengan rajin berdoa yang rajin dan khusuk memang jadi lebih tenang tapi karena konsentrasi dan itu tidak membuktikan Tuhan.
anda betul, tapi demikian juga dengan "analisa" suatu musibah akibat karma. mungkin itu rasa bersalah, mungkin itu psikologis, mungkin kebetulan... tidak membuktikan adanya hukum karma. kita sebagai buddhis cuman percaya (bukan tahu) bahwa itu adalah hasil karma. apakah beda?

Quote from: Kalyanadhammo
Saya katakan bukan ilmiah tapi analisa.
saya gak mengecam analisa anda. emang pernah saya mengecam atau menjelek2kan belief agama buddha? point saya adalah yg anda sebut sebagai analisa itu tidak diterima secara ilmiah dan tidak punya bukti secara ilmiah, karenanya gak perlu kita merasa lebih ilmiah ataupun lebih masuk akal daripada belief lain. itu aja.

Quote from: Kalyanadhammo
Mari kita bicarakan kembali soal Bumi itu bulat.
Pada pertama ilmuwan itu melihat gejala alam dan melakukan analisa.
Apa pada saat itu ada buku yang membahas tentang bumi itu bulat, ada bukti ilmiah dan ada thesis doktornya?
ada dong. copernicus, kepler dan galileo mengeluarkan jurnal2 dan tulisan2 ilmiah mengenai bulatnya bumi dan heliocentris, ditambah catatan sejarah bikinan columbus, dan lain2nya. blom lagi alat2 ukur jaman sekarang sudah bisa membuktikan bumi bulat plus fotonya.

sekarang mari kembali ke belief agama buddha. apakah semua ada buktinya?

Quote from: Kalyanadhammo
Mendengar sesuatu => Analisa (ingat untuk ini tidak butuh lab hanya otak) => Mulai Percaya => Pembuktian => Yakin.
Dalam agama samawi dan banyak buddhis aliran lain melakukan pemotongan dari mendengar sesuatu => Yakin.
sekali lagi, saya tidak mempermasalahkan prinsip ehipassiko ataupun cara berpikir buddhis.
jangan salah mengerti dengan point saya sejak awal.

bisakah saya simpulkan dari tulisan anda di atas bahwa sampai saat ini belief agama buddha cuman bisa dianalisa (alias dipikir2in sendiri). blom ada buktinya, karenanya blom bisa dikatakan ilmiah. tul gak? ;D
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.750
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: Pembuktian dalam Buddhisme
« Reply #4 on: 13 July 2007, 10:44:31 AM »
Membahas mengenai science, ilmiah, bukti dan sebagainya ada baiknya membaca ulasan dari Bhante Brahmavamso tentang Buddhism The only real science
http://www.budsas.org/ebud/ebdha264.htm atau
http://www.bhagavant.com/home.php?link=naskah_dhamma_article&n_id=96
tentu saja saya ingat tulisan ajahn brahm  yg saya post sendiri di ffi beberapa tahun silam  ;)

tapi disini ajahn brahm bertolak dari anggapan bahwa kita tidak perlu pake belief2 yg tidak bisa dibuktikan. jadi kalo tavatimsa tidak bisa dibuktikan, maka gak perlu percaya bahkan perlu dichallange. saya bertolak dari prinsip yg sama. kalo memang itu tidak bisa dibuktikan, jangan malu2 menyebutnya sebagai belief, jangan pake kata2 ilmiah atau fakta.
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline El Sol

  • Sebelumnya: El Sol
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.753
  • Reputasi: 6
  • Gender: Male
Re: Pembuktian dalam Buddhisme
« Reply #5 on: 13 July 2007, 10:58:48 AM »
Quote from: Morpheus
tentu saja saya ingat tulisan ajahn brahm  yg saya post sendiri di ffi beberapa tahun silam  Wink

tapi disini ajahn brahm bertolak dari anggapan bahwa kita tidak perlu pake belief2 yg tidak bisa dibuktikan. jadi kalo tavatimsa tidak bisa dibuktikan, maka gak perlu percaya bahkan perlu dichallange. saya bertolak dari prinsip yg sama. kalo memang itu tidak bisa dibuktikan, jangan malu2 menyebutnya sebagai belief, jangan pake kata2 ilmiah atau fakta.
gw ganti Tavatimsa jadi Dewa ajah yak biar lebih gampang..

Dewa itu menurut loe ada gk? apakah berdasarkan belief? oh itu kalo loe emank iyah kale yak!! but kalo bagi gw Dewa itu dah gw buktikan! emank gw gk pernah liat sendiri kalo dewa itu ada...but gw pernah liat ada orang yg kemasukan Dewa..dan Science skarang mengenal kata "trance" itu memang skarang tidak bisa dibuktikan BUT, itu karena Science kita sekarang kurang maju!! Sang Buddha menurut gw lebih sempura dibandingkan SCIENCE! masih banyak hukum2 seperti Kamma dll masih tidak bisa diterima oleh SCIENCE..but itu bukan dikarenakan hukum2 tersebut bertolak belakang dengan science dan akal sehat..tapi hanya masih tidak bisa dibuktikan..gara2? science kita kurang maju! get it now?

belief itu kayak orang karesten ama orang2 selam..perang yg jelas2 gk bener tetep ajah dijalankan..karena Tuhan say so! itulah yg gw anggap sebagai BELIEF=BLIND FAITH

Offline Kalyanadhammo

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 114
  • Reputasi: 2
Re: Pembuktian dalam Buddhisme
« Reply #6 on: 13 July 2007, 11:28:50 AM »
Wah semakin memanas. Lanjut...  ;D ;D ;D

 [at] Morpheus
Tampaknya pengertian belief kita tidak sepaham.
Dalam Buddhis belief yang dimaksud adalah kepercayaan yang mempunyai dasar dan kepercayaan yang terbukti.
Jadi ada 2. jika belum terbukti harus ada dasarnya.
Kita kembali dalam konteks sutra yang pada topik sebelumnya. Anda mengatakan anda percaya sutra tersebut tapi apa dasar anda mempercayainya?
Jika hanya percaya begitu saja tanpa berdasar itu belief yang sama dengan agama samawi.
Jadi yang saya debatkan adalah belief yang anda yakini seperti agama samawi.  :)

Tentu anda sadar bahwa sains/ilmiah bukan hanya IPA (Fisika, IPA, Matematika, kimia, dll).
Dalam sains ada sosiologi, psikologi, tata negara, dll.
Apakah ada alat yang dapat membuktikan sosiologi, psikologi, tata negara, dll?
Tapi setelah melakukan pengamatan, meneliti barulah ditarik kesimpulan.
Sehingga ada ilmu2 diatas.
Apa anda katakan ilmu tersebut tidak valid dan tidak terbukti karena tidak ada alat yang membuktikannya?
Apakah anda mengatakan bahwa ilmu2 itu tidak diakui dalam masyarakat karena dari hasil penelitian itu terbukti.

Kembali soal Bumi.  ;D
Pada saat orang pertama kali menemukan teori tersebut dia tidak mempunyai bukti, dokumen bahkan dokumen tersebut dia sendiri yang membuatnya dan pada zaman dulu memang ada foto?  ;D
Tapi dia punya dasar.
Kalau seperti itu Buddhis juga ada dokumen yaitu tipitaka ;D
Mungkin sudah ada yang membuat thesis tentang agama Buddha. (Jurusan Teologi)
Jadi kenapa anda bilang tidak ada?

Foto Krilian menurut penelitian itu menangkap gelombang magnetik / listrik yang ada dalam tubuh.
Dan menterjemahkannya kedalam tubuh. Jadi dapat diketahui bahwa sebenarnya tubuh manusia memiliki gelombang2 dengan frekuensi yang berbeda.

Jika kita makan gorengan terus dan tidak makan yang bergizi hampir pasti anda pasti akan sakit.
Apakah anda dapat mengatakan bahwa jika kita makan gorengan setiap hari maka kita akan tambah sehat.
Jadi ada karma yang dapat dilihat secara langsung meskipun tidak semua

Jadi saya tidak mengatakan Buddhis agama sains & ilmiah atau buddhis tidak mempunyai belief.
Belief itu ada tapi harus ada dasar dari belief itu.
Kembali ke kasus sutta. pada sutta tersebut anda menyebutkan anda percaya sutra tersebut tapi anda tidak menyebutkan dasar dari analisa anda ini lah belief agama samawi yang membabi buta bukan belief seorang buddhis.
Kalau anda mengatakan anda tidak percaya adanya dewa karena tidak tidak ada dasarnya.
maka anda berpikir sebagai seorang Buddhis.
Jadi samakan pandangan dulu tentang apa yang dimaksud belief dan sains.  :)

regards.  _/\_

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.750
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: Pembuktian dalam Buddhisme
« Reply #7 on: 13 July 2007, 12:22:59 PM »
Dewa itu menurut loe ada gk? apakah berdasarkan belief? oh itu kalo loe emank iyah kale yak!! but kalo bagi gw Dewa itu dah gw buktikan! emank gw gk pernah liat sendiri kalo dewa itu ada...but gw pernah liat ada orang yg kemasukan Dewa..dan Science skarang mengenal kata "trance" itu memang skarang tidak bisa dibuktikan BUT, itu karena Science kita sekarang kurang maju!! Sang Buddha menurut gw lebih sempura dibandingkan SCIENCE! masih banyak hukum2 seperti Kamma dll masih tidak bisa diterima oleh SCIENCE..but itu bukan dikarenakan hukum2 tersebut bertolak belakang dengan science dan akal sehat..tapi hanya masih tidak bisa dibuktikan..gara2? science kita kurang maju! get it now?
bang sol, kayaknya ada yg perlu diluruskan dulu:
1. saya gak bilang buddhisme itu inferior atau lebih jelek ketimbang sains
2. saya cuman mengatakan kehebatan buddhisme itu gak perlu meminjam persetujuan sains dengan mengatakan agama buddha itu ilmiah lah, fakta lah atau ada bukti2 lah. buddhisme adalah problem solving buat batin.

yg saya mau lihat cukup hanyalah kejujuran seperti anda di atas yg mengakui bahwa belief2 itu "masih tidak bisa dibuktikan" ,karena memang blom bisa dibuktikan. itu aja...

belief itu kayak orang karesten ama orang2 selam..perang yg jelas2 gk bener tetep ajah dijalankan..karena Tuhan say so! itulah yg gw anggap sebagai BELIEF=BLIND FAITH
topiknya jadi lebar kalo dibawa ke sana...
definisi anda juga beda...
belief adalah kepercayaan... percaya sesuatu itu benar karena ada satu otoritas yg mengatakan itu benar... otoritas itu bisa buku, guru, orang tua, website, dll. saya yakin 99.999999% buddhis itu gak bener2 tahu adanya nibbana, tapi buddhis kan percaya nibbana. apakah itu bukan belief? cuman yg 0.000001% itu aja yg udah gak punya belief, melainkan tahu sendiri. tul gak? belief != tahu
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline El Sol

  • Sebelumnya: El Sol
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.753
  • Reputasi: 6
  • Gender: Male
Re: Pembuktian dalam Buddhisme
« Reply #8 on: 13 July 2007, 12:31:36 PM »
 [at] morpheus
ah..maaf salah tafsir yg loe tulis...^^

faith->experience it-> belief

bukankah begitu? definisi belief loe kayakne ketuker ama faith deh...

I have faith on Nibbana..bukan berarti gw believe 100% kalo Nibbana itu ada..maybe just 30% ato 50%...kalo blind faith dah langsung 100%..bener gk seh? CMIIW(correct me if i'm wrong)

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.750
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: Pembuktian dalam Buddhisme
« Reply #9 on: 13 July 2007, 12:41:58 PM »
Jika hanya percaya begitu saja tanpa berdasar itu belief yang sama dengan agama samawi.
Jadi yang saya debatkan adalah belief yang anda yakini seperti agama samawi.  :)
jadi apa dasarnya belief yg ada di buddhis?

Tentu anda sadar bahwa sains/ilmiah bukan hanya IPA (Fisika, IPA, Matematika, kimia, dll).
Dalam sains ada sosiologi, psikologi, tata negara, dll.
Apakah ada alat yang dapat membuktikan sosiologi, psikologi, tata negara, dll?
Tapi setelah melakukan pengamatan, meneliti barulah ditarik kesimpulan.
Sehingga ada ilmu2 diatas.
Apa anda katakan ilmu tersebut tidak valid dan tidak terbukti karena tidak ada alat yang membuktikannya?
Apakah anda mengatakan bahwa ilmu2 itu tidak diakui dalam masyarakat karena dari hasil penelitian itu terbukti.
lho, karena yg namanya tavatimsa, nibbana dan karma itu domainnya adalah fisika, maka tentu saja parameter2nya haruslah diukur secara fisik.

untuk hal2 yg domainnya sosial, juga harus dibuktikan dengan riset, sample, percobaan, statistik, dll.

sekarang kembali ke belief agama buddha, mana ukuran parameter2nya nibbana dan hukum karma?

tentu saja ada praktek2 buddhisme yg sudah terbukti, diukur secara ilmiah dengan riset dan sample yg teliti seperti meditasi bikin orang hepi: http://news.bbc.co.uk/2/hi/health/3047291.stm

tapi kita baru bisa mengklaim agama buddha itu masuk akal dan ilmiah kalo semua beliefnya sudah terbukti. kenyataannya nggak kan?

Kembali soal Bumi.  ;D
Pada saat orang pertama kali menemukan teori tersebut dia tidak mempunyai bukti, dokumen bahkan dokumen tersebut dia sendiri yang membuatnya dan pada zaman dulu memang ada foto?  ;D
Tapi dia punya dasar.
Kalau seperti itu Buddhis juga ada dokumen yaitu tipitaka ;D
Mungkin sudah ada yang membuat thesis tentang agama Buddha. (Jurusan Teologi)
Jadi kenapa anda bilang tidak ada?
wah, apa sih sebenernya tujuan sains membuat dokumen2 itu?
apakah sih kriterianya suatu teori itu dikatakan sains?

seperti yg saya bilang diawal2, kalo suatu teori itu dikatakan sains maka teori itu harus bisa diukur dan direproduksi di lingkungan yg terkontrol. seperti dokumen2nya galileo, copernicus atau colombus, 10 kali anda mengulangi hal yg sama seperti yg tertera di dokumennya, maka 10 kali anda akan mendapatkan efek yg sama. 10 kali anda berlayar mengikuti dokumennya columbus, maka 10 kali juga anda akan sampai ke tempat yg sama seperti yg ada di dokumennya columbus. 10 kali anda bikin susunan teorpong dengan beberapa lensa, maka 10 kali juga anda akan mendapatkan teropong yg sama.

nah, sekarang untuk hukum karma. apakah ada dokumennya kalo anda melakukan x, maka anda akan mendapatkan y yg sama. kalo dokumen itu bisa mereproduksi hal yg sama secara konsisten 10 kali, maka itu namanya ilmiah. tapi gak bisa kan? hukum karma itu gak tau kapan berbuahnya, gak tau seberapa besar efeknya. tul gak?

tanggapan saya mengenai yg lainnya adalah senada.

ps. kapan saya pernah bilang percaya sutra tadi?
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline Kalyanadhammo

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 114
  • Reputasi: 2
Re: Pembuktian dalam Buddhisme
« Reply #10 on: 13 July 2007, 01:17:34 PM »
Hmm, Lanjut...  ;D

Tentu saja pikiran sendiri, Masa orang lain.  :)
Bedanya jika seorang Buddhis disarankan untuk menganalisa dulu apa yang didapatnya.
Sedangkan dalam agama samawi jika dikatakan oleh kitab suci maka itu sudah mutlak.

Sejak kapan Buddhis masuk kedalam fisika?
Sains tampaknya lebih ke sains yang kedua yang saya sebutkan.

Misalkan anda menanam satu buah bibit jagung apakah anda dapat mengukur berapa jagung yang akan anda dapatkan? tentu tidak bukan ada faktor2 lain yang mempengaruhi jumlah jagung yang diperoleh.
Sama seperti hukum karma bukan? Ini membuktikan hukum seperti itu memang ada.

Banyak dalil2 ilmiah yang tidak terbukti dan bahkan ada yang salah. Jadi anda tidak dapat mengklaim bahwa jika suda terbukti baru masuk sains.
Ingat asal mula bumi, umur bumi. apakah sains tahu persis berapa umur bumi. Hanya menduga berdasarkan analisa2 yang ada.

Begitulah seharusnya berpikir. Segala sesuatu harus ditelaah dahulu baru kita boleh mempercayai atau tidak.

Sorry soal sutta itu kurang membaca.  ;D ;D
Yang saya tangkap dari pembicaraan anda soal belief.
Sepertinya belief yang tanpa ada dasar apapun.

regards.  _/\_

Offline Predator

  • Sebelumnya: Radi_muliawan
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 585
  • Reputasi: 34
  • Gender: Male
  • Idealis tapi realistis dan realistis walau idealis
Re: Pembuktian dalam Buddhisme
« Reply #11 on: 13 July 2007, 01:51:24 PM »
Untuk langsung membuktikan hukum kamma secara sederhana, kayaknya simpel deh.. ayo coba anda jitak teman anda dengan niat yg teramat sangat.. lalu liat respon apa yg terjadi disana
 ^-^

Ini bakal jadi riset yg nyata dan mudah :D
susah dan senang, sakit dan sehat selalu silih berganti

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Pembuktian dalam Buddhisme
« Reply #12 on: 13 July 2007, 03:34:47 PM »
Untuk langsung membuktikan hukum kamma secara sederhana, kayaknya simpel deh.. ayo coba anda jitak teman anda dengan niat yg teramat sangat.. lalu liat respon apa yg terjadi disana
 ^-^

Ini bakal jadi riset yg nyata dan mudah :D

Buset.. Ini Ehipassiko yang dengan dampak mengerikan..   >:D

Sama saja dengan kalau gak percaya racun serangga mematikan..   ???
coba saja minum  ~o)
dan lihat responnya..  :whistle:
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.404
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Pembuktian dalam Buddhisme
« Reply #13 on: 13 July 2007, 11:52:33 PM »
Quote
jadi apa dasarnya belief yg ada di buddhis?

Quote
tapi kita baru bisa mengklaim agama buddha itu masuk akal dan ilmiah kalo semua beliefnya sudah terbukti. kenyataannya nggak kan?

bukankah 4 kesunyataan mulia dapat dibuktikan??
bukankah Jalan mulia berunsur 8 dapat dibuktikan??


Quote
seperti yg saya bilang diawal2, kalo suatu teori itu dikatakan sains maka teori itu harus bisa diukur dan direproduksi di lingkungan yg terkontrol. seperti dokumen2nya galileo, copernicus atau colombus, 10 kali anda mengulangi hal yg sama seperti yg tertera di dokumennya, maka 10 kali anda akan mendapatkan efek yg sama. 10 kali anda berlayar mengikuti dokumennya columbus, maka 10 kali juga anda akan sampai ke tempat yg sama seperti yg ada di dokumennya columbus. 10 kali anda bikin susunan teorpong dengan beberapa lensa, maka 10 kali juga anda akan mendapatkan teropong yg sama.

Apabila anda melempar dadu 10 kali dengan cara yang sama apa akan keluar angka yang sama??
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline Hendra Susanto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: Pembuktian dalam Buddhisme
« Reply #14 on: 14 July 2007, 12:55:21 AM »
Untuk langsung membuktikan hukum kamma secara sederhana, kayaknya simpel deh.. ayo coba anda jitak teman anda dengan niat yg teramat sangat.. lalu liat respon apa yg terjadi disana
 ^-^

Ini bakal jadi riset yg nyata dan mudah :D

 =)) =)) =)) =))

 

anything