Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: mau jadi manakah dari ke-tujuh jenis istri?  (Read 2252 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline marcedes

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.528
  • Reputasi: 70
  • Gender: Male
  • May All Being Happinesssssssss
mau jadi manakah dari ke-tujuh jenis istri?
« on: 03 April 2009, 06:47:25 PM »
Suatu ketika Yang Tercerahkan sedang membawakan kotbah di vihara Jetavana,di Savathi milik Saudagar Anathapindika. terdengar bentakan dan teriakan keras dari ruangan lain. Sang Guru menghentikan khotbahnya dan bertanya kepada Anāthapindika perihal sumber
keributan itu, yang terdengar seperti teriakan nyaring para nelayan.

Si perumahtangga menjawab bahwa sumbernya adalah menantu
perempuannya yang sedang membentak para pelayan.
Menantunya adalah orang yang pemarah, katanya, yang tidak
berperilaku semestinya terhadap suami ataupun mertuanya, yang
tidak berdana, tidak berkeyakinan, dan tidak percaya, yang selalu
menyebarkan konflik.

Hal yang aneh pun terjadi: Sang Buddha meminta agar
menantunya dipanggil. Ketika ia akhirnya muncul di hadapan
beliau, Sang Buddha bertanya kepadanya: ingin menjadi yang
manakah ia dari tujuh jenis istri. Ia menjawab bahwa ia tidak
memahami maksud beliau dan memohon penjelasan lebih lanjut.
Maka Yang Tercerahkan menjelaskan tujuh jenis istri kepadanya
dalam syair berikut:

“ Dengan pikiran yang membenci, dingin dan kejam,
Penuh nafsu terhadap pria lain, merendahkan suaminya,
Yang ingin membunuh orang yang telah meminangnya—
Istri demikian disebut pembantai.

Ketika suaminya mendapatkan kekayaan
Melalui keterampilan atau berdagang atau bertani
Ia berusaha untuk mencuri sedikit bagi dirinya
Istri demikian disebut pencuri.

Si rakus yang malas, suka bermalas-malasan
Keras, kejam, kasar dalam berbicara,
Seorang perempuan yang sewenang-wenang terhadap
bawahannya
Istri demikian disebut tiran.

Ia yang suka menolong dan baik hati,
Yang menjaga suaminya seperti seorang ibu terhadap
anaknya,
Yang berhati-hati melindungi kekayaan yang dikumpulkan
suaminya
Istri demikian disebut ibu.

Ia yang menghargai suaminya
Seperti adik menghargai kakaknya,
Yang dengan rendah hati menuruti keinginan suaminya—
Istri demikian disebut adik.

Ia yang bergembira dalam pandangan suaminya,
Seperti seorang teman menerima yang lainnya,
Dibesarkan dengan baik, bajik, taat
Istri demikian disebut teman.

Ia yang tanpa kemarahan, takut pada hukuman,
Yang terhadap suaminya bebas dari kebencian,
Yang dengan rendah hati menuruti keinginan suaminya
Istri demikian disebut pelayan.

Jenis-jenis istri yang disebut pembantai,
Pencuri dan istri seperti tiran,
Istri-istri demikian, dengan terurainya tubuh,
Akan terlahir di neraka yang dalam.

Tetapi istri seperti ibu, adik, teman
Dan istri yang dipanggil pelayan,
Mantap dalam kebajikan, tenang,
Dengan terurainya tubuh akan menuju surga.”
(AN 7:59)

Kemudian Sang Bhagavā langsung menanyainya: “Inilah,
Sujata, ketujuh jenis istri yang dapat dimiliki seorang pria. Yang
manakah dirimu?”
Dengan hati yang sangat tergerak, Sujata(menantu perempuan Anathapindika) menjawab
bahwa mulai saat ini ia akan berjuang untuk menjadi pelayan bagi
suaminya. Perkataan Yang Tercerahkan telah menunjukkan
kepadanya cara berperilaku sebagai seorang istri. Kemudian ia pun menjadi murid Sang Buddha yang taat, yang kepada Beliau
selamanya ia berterima kasih atas kebebasannya.
Ada penderitaan,tetapi tidak ada yang menderita
Ada jalan tetapi tidak ada yang menempuhnya
Ada Nibbana tetapi tidak ada yang mencapainya.

TALK LESS DO MOREEEEEE !!!