Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: MARAH  (Read 1405 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.963
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
MARAH
« on: 17 March 2009, 05:26:54 AM »
Bro/Sis, kalau udah pernah di post, boleh delete
Terima kasih

MARAH
Oleh : YM. Bhikkhu Sri Pannyavaro Mahathera

Semua orang bisa marah dan untuk marah tidak dibutuhkan keahlian. Jadi, jangan heran kalau ada orang yang suka marah. Mungkin bisanya cuma marah, tidak punya keahlian lain. Lagipula, untuk marah tidak butuh modal, tidak perlu belajar, dan tidak dibutuhkan latihan.

Memang dengan marah kita bisa mencegah seseorang agar tidak melakukan
hal-hal yang tidak baik, tetapi marah tidak bisa membuat orang maju.
Untuk membuat seseorang maju diperlukan pengertian, pujian, kesabaran,
dan bukan kemarahan.
Kemarahan tidak bisa menghasilkan hal yang positif meskipun kemarahan bisa mencegah seseorang dari perbuatan yang negatif. Kalau kita memarahi anak kita, dengan kemarahan itu kita bisa mencegahnya melakukan perbuatan yang merugikan dirinya, tetapi anak  itu tidak akan menghargai kita. Dan kalau kita selalu memarahi anak kita, tidak memberinya cinta kasih yang didambakan, dia akan mencari cinta kasih diluar. Jangan salahkan anak kalau suatu ketika dia jatuh  kedalam cinta yang murahan.

Sebenarnya kita bisa menghindari marah. Karena kita punya akal.
Cobalah gunakan akal kita untuk menasehati seseorang agar ia tidak melakukan perbuatan yan merugikan. Untuk mencegah seseorang berbuat yang tidak baik, tidak harus dengan marah. Kita bisa memberinya pengertian tentang apa akibatnya jika perbuatan buruk itu dilakukan.

Kita bisa membujuknya untuk melakukan perbuatan lainnya yang baik agar
dia tidak melakukan perbuatan buruk itu. Kalaupun saat itu kita kehabisan akal dan kita harus segera menghentikan perbuatannya, kita tidak perlu marah dengan emosi yang meledak-ledak. Cukup sekedar untuk mencegah orang itu berbuat buruk saja, tidak perlu kita menjadi ikut terbakar.

Mengapa kita tidak boleh marah? Karena marah membuat orang kehilangan kesadaran. Orang yang marah mudah terpancing. Yang dimarahi belum tentu terpancing, tetapi yang marah sudah pasti panas hatinya. Seperti orang yang melempar tahi. Yang dilempar belum tentu kena, tetapi yang melempar: tangannya sendiri belum-belum sudah berbau busuk.

Ada orang bijak mengatakan, meski seseorang berlatih meditasi selama
bertahun-tahun, namun sekali saja dia marah, maka seluruh latihannya
akan dihancurkan oleh kemarahannya yang seketika itu.

 _/\_
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.