Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Sejarah FU DE ZHENG SHEN / Dewa Bumi  (Read 33906 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline purnama

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.309
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
Sejarah FU DE ZHENG SHEN / Dewa Bumi
« on: 19 November 2008, 11:06:16 AM »
Fu De Zheng Shen, secara umum disebut sebagai Tu Di Gong (Thouw Te Kong – Hokkian) adalah Dewa bumi. Karena merupakan salah satu dewa yang tertua usianya, maka beliau sering juga disebut sebagai Hou Tu.

Menurut para ahli sejarah, pemujaan terhadap Tu Di Gong sebetulnya berasal dari gabungan pemujaan-pemujaan terhadap Dewa-dewa Palawija seperti Xian Se, Tian Jun, Fang Shen, dan Shui Yong Shen, dewa-dewa penunggu tanah seperti pemujaan Bunda Bumi oleh kaisar purba.

Pemujaan terhadap Dewa Bumi ini sangat luas sekali wilayahnya. Di seluruh negeri, dapat dikatakan kelenteng Tu Di Gonglah yang paling banyak jumlahnya, ada yang besar, adapula yang kecil sekali dan sebetulnya tak layak disebut kelenteng. Umumnya keleteng pemujaan Tu Di Gong dinamakan Tu Di Miao atau Fu De Ci (Hok Tek Su – Hokkian). Kelenteng- kelenteng kecil umumnya terdapat di dusun-dusun, di tepi pematang sawah dah bahkan di halaman rumah. Karena kecilnya kelenteng ini, kadang-kadang untuk satu orang bersembahyang saja sulit. Bahkan di desa-desa terpencil yang melarat, pemujaan Tu Di Gong dilakukan di dalam sebuah jembangan air yang sudah pecah. Jembangan itu dibalik dan dari bagian dinding yang pecah ditempatkan sebuah arca Tu Di Gong, dan dianggap sebagai “kelenteng”. Sebab itu ada pemeo dikalangan rakyat yang mengatakan “you-wu zhu da – tang , mei wu zhu po – gang” yang berarti” kalau ada rumah tinggal didalam ruangan besar, kalau tak ada rumah jembangan pecah-pun jadi”. Kecuali kelenteng-kelenteng khusus, di kelenteng-kelenteng lain, biasanya disediakan juga altar pemuja Tu Di sebagai pelengkap.

Di semua tempat, Tu Di Gong biasanya di tampilkan dalam bentuk yang kurang lebih sama yaitu seorang tua, berambut dan berjenggot putih, dengan wajah tersenyum ramah. Pakaiannya bercorak seorang hartawan atau Yuan-wai (wan-gwe – hokkian), demikian juga topinya. Tapi ada juga di beberapa tempat yang menampilkan Tu Di dengan pakaian ala Cheng Huang Lao Ye (Dewata Pelindung Kota), dengan wajah putih, berambut dan jenggot hitam. Ada juga yang ditampilkan dengan berpasangan, yaitu Tu Di Gong di sebelah kiri, dan Tu Di Po (Nenek Tu Di) de siebelah kanan. Biasanya Tu Di selalu tampak menggenggam sebongkah uang emas di tangan kanannya. Tu Di Gong yang dipuja di dalam rumah umumnya tanpa pasangan. Adakalanya sang Dewa Bumi ditemani oleh seekor harimau. Harimau ini biasanya disebut Hu-jiang-jun(Houw Ciang Kun – hokkian), ia dianggap dapat membantu Tu Di mengusir roh-jahat dan menolong rakyat dari malapetaka.

Seperti juga Cheng Huang, Tu Di Gong mempunyai masa jabatan yang terbatas. Jabatan Tu Di Gong biasanya diduduki oleh orang-orang yang selama hidupnya banyak berbuat kebaikan dan berjasa bagi masayarakat. Setelah meninggal tokoh pujaan rakyat itu lalu diangkat sebagai Tu Di Gong. Sebab itu tiap tempat mempunyai Tu Di Gong tersendiri.

Tapi ada juga sebuah versi yang mengatakan bahwa Tu Di Gong sesungguhnya adalah seorang yang pernah hidup di jaman dinasti Zhou, pada masa pemerintahan kaisar Zhou Wu Wang, bernama Zhang Fu De, (lahir pada tahun 1134 SM). Sejak kecil Zhang Fu De sudah menunjukkan bakat sebagai orang yang pandai dan berhati mulia. Ia memangku jabatan sebagai menteri urusan pemungutan pajak kerajaan. Dalam mejalankan tugasnya ia selalu bertindak bijaksana tidak memberatkan rakyat, sehingga rakyat sangat mencintainya. Ia meninggal pada usia 102 tahun. Jabatannya digantikan oleh seorang yang bernama Wei Chao. Wei Chao adalah seorang tamak dan rakus lagi kejam. Dalam menarik pajak ia tidak mengenal kasihan, sehingga rakyat banyak sangat menderita. Akhirnya karena derita yang tak tertahankan, mereka banyak pergi meninggalkan kampung halamannya, sehingga sawah ladang banyak terbengkalai. Dalam hati mereka mendapatkan seorang bijaksana seperti Zhang Fu De yang telah marhum itu. (sebab itu kemudian merekan memuja Zhang Fu De (Thio Hok Tek – Hokkian )sebagai tempat memohon perlindungan. Dari nama Zhang Fu De inilah kemudian muncul gelar Fu De Zheng Shen yang dianggap sebagai Dewa Bumi.

Tu Di Gong bertugas menjaga agar kehidupan rakyat aman dan bahagia, juga mengingatkan mereka agar selalu berbuat kebaikan tugas lain adalah memeriksa dan mencatat kelakuan orang apakah yang bersangkutan sering berbuat yang bertentangan dengan ajaran Tian. Catatan yang dikumpulkan ini diserahkan kepada Cheng Huang sebagai bahan pemerikasaan apabila orang tersebut meninggal.

Kaum petani menganggap Tu Di Gong sebagai Dewa pelindungnya. kaum pedagang memandangnya sebagai roh suci yang memasok rejeki. Dan masarakat umum memandangnya sebagai pelindung keselamatan. sebab itulah perayaan dan sembahyang untuk Tu Di Gong paling banyak dilakukan dalam setahun. pada masa yang lalu,bayak kaum pedagang yang bersembahyang pada tiap tanggal 1 dan 16 Imlik tiap bulan. Sembahyang ini disebut ”zuoya” atau ”ya-fu”, dengan tujuan untuk memohon perlindungan dan rejeki dari sang Dewa. Upacara sembahyang pada tanggal 2 bulan 1 Imlik disebut ”tou-ya” (thou-ge – hokkian), tanggal 2 bulan 2 Imlik disebut sembahyang ”ya-li” untuk merayakan hari ulang tahun Tu Di, dan tanggal 16 bulan 12 Imlik disebut ”wei-ya” (atau penutup). Biasanya sembahyang ini diikuti dengan pertunjukan wayang dan tari-tarian. Sedangkan kaum tani karena menganggap hasil jerih payahnya itu adalah hasil lindungan dari sang Dewa Bumi, mereka memilih tanggal 15 bulan 3 Imlik yaitu yang lazim disebut hari raya Zhong-qiu untuk mengadakan sembahyang berterima kasih kepadanya karena hasil panennya baik. Perayaan Zhong-qiu ini sangat meriah tidak hanya didusun tapi juga di kota-kota.

Sumber : http://www.hoktekbio.com/ftcs.htm
============================================================ =====


Biasanya Dewa bumi diangap dewa yang mampu menyimpan uang dan dapat membantu manusia untuk mengatur pengeluaran keuangannya. Karena dalam sejarahnya Hok De Tjhen Sin pada kehidupan masa lampau merupakan pejabat yang bijaksana dapat mengatur hasil pertanian disimpan dalam lumbung ketika datang bencana Hok De Tjhen Sin mengeluarkannya hasil panen yang disimpan demi masyarakat banyak. Oleh karena itu Dewa ini sangat dipuja masyarakat tionghoa agar uang yang didapat agar disimpan dengan baik dan tidak digunakan secara boros dan juga tempat bertanya tempat usaha yang baik untuk kaum pedagang, .

Kebanyakan didaerah Singapura, medan dan Malaysia. Dewa bumi sangatlah dipuja hampir disetiap jalan. ada tempat sembayang dewa bumi ini.Tu Ti Pa Kung menurut sejarah yang saya ketahui adalah adik dari Fu De Djen Sin dan dia merupakan dewa yang ada di dalam Buddha Mahayana; Tu Ti Pa Kung juga memiliki istri yang kita kenal sebagai Tu Ti Pa Po.

Dewa Bumi atau Fu De Djen Sin merupakan dewa yang dihargai oleh masyarakat Tionghoa terutama kaum pedagang. Sebenarnya Fu De Djen sin / dewa bumi kalo kita mau belajar dari beliau sangat baik terutama soal bagaimana cara mengelola hasil yang kita dapat dan disimpan; jika keperluan sangat mendadak hasil itu dapat kita gunakan.

Dalam Lingkungan Buddhis Mahayana dewa bumi atau Fu De Djen sin memiliki nama sansekerta. Nama sansekerta beliau adalah Amurva Bhumi Bodhisatvaya

[Updated on: , 02/18/08 01:17 PM ]

Offline Nilakantha

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 349
  • Reputasi: 11
  • Gender: Male
  • Namo Nan Hai Kuan Shi Yin Phu Sat
Re: Sejarah FU DE ZHENG SHEN / Dewa Bumi
« Reply #1 on: 19 November 2008, 06:13:33 PM »
Tu Di Gong


“ Engkau sendirilah yang harus berusaha, para Tathagata hanya menunjukkan ‘Jalan’ .”
                         ( Dhammapada 276 )

Offline Nilakantha

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 349
  • Reputasi: 11
  • Gender: Male
  • Namo Nan Hai Kuan Shi Yin Phu Sat
Re: Sejarah FU DE ZHENG SHEN / Dewa Bumi
« Reply #2 on: 19 November 2008, 06:17:42 PM »
Tu Di Po
“ Engkau sendirilah yang harus berusaha, para Tathagata hanya menunjukkan ‘Jalan’ .”
                         ( Dhammapada 276 )

Offline GandalfTheElder

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.480
  • Reputasi: 75
  • Gender: Male
  • Exactly who we are is just enough (C. Underwood)
Re: Sejarah FU DE ZHENG SHEN / Dewa Bumi
« Reply #3 on: 19 November 2008, 07:14:25 PM »
Fude Zhenshen adalah Dewa Taois, bukan Bodhisattva Buddhis.

Bahkan saya kira sebutan "Amurva Bhumi" Bodhisattva itu hanya karangan orang Buddhis Indonesia saja... selama ini saya tidak menemukan rujukan sutra yang memberikan sebutan demikian. Bahkan para Buddhis di luar negeri setahu saya juga tidak.

Dewa bumi dalam agama Buddha adalah Devi Prthivi, bukan Fude Zhenshen.

Saya pindahkan topik ini ya.....

 _/\_
The Siddha Wanderer
Theravada is my root. This is the body of my practice.... It [Tibetan Buddhism]has given me my Compassion practice. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice..True wisdom is simple and full of lightness and humor. Zen is my no-self (??). This is the soul of my practice.

Offline JackDaniel

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 824
  • Reputasi: 24
  • Gender: Male
Re: Sejarah FU DE ZHENG SHEN / Dewa Bumi
« Reply #4 on: 19 November 2008, 10:19:19 PM »
Fu De Zheng Shen bukannya Toa Pekong ??
"Karena pandangan yang salah orang bodoh menghina ajaran mulia, orang suci dan orang bijak. Ia akan menerima akibatnya yang buruk, seperti rumput kastha yang berbuah hanya untuk menghancurkan dirinya sendiri".

DHAMMAPADA, syair 164

Offline Sol Capoeira

  • Sebelumnya: El Sol
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.746
  • Reputasi: 6
  • Gender: Male
Re: Sejarah FU DE ZHENG SHEN / Dewa Bumi
« Reply #5 on: 19 November 2008, 10:41:24 PM »
kalo hokkien mah bukan Thouw Te Kong...

tapi

Te Cu kong ato Toa pek kong

ngawur!

Offline JackDaniel

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 824
  • Reputasi: 24
  • Gender: Male
Re: Sejarah FU DE ZHENG SHEN / Dewa Bumi
« Reply #6 on: 20 November 2008, 07:46:20 AM »
Seingat saya,waktu liat di altar toa pekong, kebetulan objeknya gambar. di gambrnya tertulis fu de zheng shen 福德正神
"Karena pandangan yang salah orang bodoh menghina ajaran mulia, orang suci dan orang bijak. Ia akan menerima akibatnya yang buruk, seperti rumput kastha yang berbuah hanya untuk menghancurkan dirinya sendiri".

DHAMMAPADA, syair 164

Offline Petrus

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 312
  • Reputasi: -26
  • Gender: Male
Re: Sejarah FU DE ZHENG SHEN / Dewa Bumi
« Reply #7 on: 20 November 2008, 08:03:43 AM »
Fude Zhenshen adalah Dewa Taois, bukan Bodhisattva Buddhis.

Bahkan saya kira sebutan "Amurva Bhumi" Bodhisattva itu hanya karangan orang Buddhis Indonesia saja... selama ini saya tidak menemukan rujukan sutra yang memberikan sebutan demikian. Bahkan para Buddhis di luar negeri setahu saya juga tidak.

Dewa bumi dalam agama Buddha adalah Devi Prthivi, bukan Fude Zhenshen.

Saya pindahkan topik ini ya.....

 _/\_
The Siddha Wanderer

sama dengan Devi Prthivi nya Hindu salah satu istri deva Vishnu ?
Apa fungsinya bagi manusia ?

 :-?

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: Sejarah FU DE ZHENG SHEN / Dewa Bumi
« Reply #8 on: 20 November 2008, 08:17:44 AM »
wew Petrus belajar agama Hindu juga? kayaknya kamu bukan Karesten ya
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline JackDaniel

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 824
  • Reputasi: 24
  • Gender: Male
Re: Sejarah FU DE ZHENG SHEN / Dewa Bumi
« Reply #9 on: 20 November 2008, 08:20:10 AM »
Fude Zhenshen adalah Dewa Taois, bukan Bodhisattva Buddhis.

Bahkan saya kira sebutan "Amurva Bhumi" Bodhisattva itu hanya karangan orang Buddhis Indonesia saja... selama ini saya tidak menemukan rujukan sutra yang memberikan sebutan demikian. Bahkan para Buddhis di luar negeri setahu saya juga tidak.

Dewa bumi dalam agama Buddha adalah Devi Prthivi, bukan Fude Zhenshen.

Saya pindahkan topik ini ya.....

 _/\_
The Siddha Wanderer

sama dengan Devi Prthivi nya Hindu salah satu istri deva Vishnu ?
Apa fungsinya bagi manusia ?

 :-?


sebagai penebus dosa ;D
"Karena pandangan yang salah orang bodoh menghina ajaran mulia, orang suci dan orang bijak. Ia akan menerima akibatnya yang buruk, seperti rumput kastha yang berbuah hanya untuk menghancurkan dirinya sendiri".

DHAMMAPADA, syair 164

Offline Petrus

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 312
  • Reputasi: -26
  • Gender: Male
Re: Sejarah FU DE ZHENG SHEN / Dewa Bumi
« Reply #10 on: 20 November 2008, 08:35:01 AM »
Fude Zhenshen adalah Dewa Taois, bukan Bodhisattva Buddhis.

Bahkan saya kira sebutan "Amurva Bhumi" Bodhisattva itu hanya karangan orang Buddhis Indonesia saja... selama ini saya tidak menemukan rujukan sutra yang memberikan sebutan demikian. Bahkan para Buddhis di luar negeri setahu saya juga tidak.

Dewa bumi dalam agama Buddha adalah Devi Prthivi, bukan Fude Zhenshen.

Saya pindahkan topik ini ya.....

 _/\_
The Siddha Wanderer

sama dengan Devi Prthivi nya Hindu salah satu istri deva Vishnu ?
Apa fungsinya bagi manusia ?

 :-?


sebagai penebus dosa ;D

kalo JackDaniel itu dewa Chi Kung  ?  :))

Offline Enlighted

  • Teman
  • **
  • Posts: 82
  • Reputasi: 2
Re: Sejarah FU DE ZHENG SHEN / Dewa Bumi
« Reply #11 on: 20 November 2008, 08:59:56 AM »
sebenarnya leluhur kita dulu itu sangat menghormati orang yang sudah berjasa pada zaman dulu. karena saking berjasanya orang itu maka diberi gelar dewa. leluhur chines menghormati mereka dengan cara tradisi sembahyang...... (mungkin karena dulu tidak ada camera atau sesuatu yang mengrecord, jadinya tetua kita melanjutkan ceritanya ke generasi dari ke generasi melalui sistem sembahyang). fungsinya bagi manusia yaitu mengenang cita-cita luhur orang sudah berjasa itu, bukan mengharapkan sesuatu.....

dari sisi lain melihat kita memuja patung/setan. padahal dari sisi aslinya mengenang sang orang berjasa....



Offline Reenzia

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.199
  • Reputasi: 50
  • Gender: Female
  • The Wisdom ~
Re: Sejarah FU DE ZHENG SHEN / Dewa Bumi
« Reply #12 on: 20 November 2008, 09:05:40 AM »
seiring perkembangan jaman dan orang-orang yang hanya tau melanjutkan tradisi seperti sembahyang saja membuat tujuan asli dari sembahyang itu pun jadi berubah

yg sebenarnya untuk mengenang jasa dan menghormati orang menjadi seperti meminta atau memohon sesuatu pada leluhur, menurut saya ada pengaruhnya juga karena ajaran lain yang biasa menganggap doa adalah meminta ini meminta itu, jadi dikirain sembahyang itu tujuannya juga sama, yaitu minta-minta...

_/\_

Offline Petrus

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 312
  • Reputasi: -26
  • Gender: Male
Re: Sejarah FU DE ZHENG SHEN / Dewa Bumi
« Reply #13 on: 20 November 2008, 09:13:02 AM »
manusia itu mahluk religius yang selalu rindu dan mencari siapa penciptanya dan untuk apa dia hidup. Karena tidak menemukan sesuatu, akhirnya menciptakan sesuatu untuk dihormati dan disembah, sekedar untuk melepaskan kerinduan mereka.

monyet tdk seperti itu  :)

Offline oddiezz

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 325
  • Reputasi: 12
  • Gender: Male
  • in vain
Re: Sejarah FU DE ZHENG SHEN / Dewa Bumi
« Reply #14 on: 20 November 2008, 09:37:16 AM »
manusia itu mahluk religius yang selalu rindu dan mencari siapa penciptanya dan untuk apa dia hidup. Karena tidak menemukan sesuatu, akhirnya menciptakan sesuatu untuk dihormati dan disembah, sekedar untuk melepaskan kerinduan mereka.

monyet tdk seperti itu  :)

nah ini....dalem deh..
berarti anda mengatakan yang tidak mencari penciptanya itu monyet...ckckck...sungguh mencerahkan..ato menyesatkan yah?
ato hanya melatih kesabaran ?
Eschew Obfuscation! Espouse Elucidation!