//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Berbagai Macam Versi 10 Tingkatan Bodhisattva  (Read 10062 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline GandalfTheElder

  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.480
  • Reputasi: 75
  • Gender: Male
  • Exactly who we are is just enough (C. Underwood)
Berbagai Macam Versi 10 Tingkatan Bodhisattva
« on: 02 November 2008, 08:00:11 AM »
Dalam Mahavastu [salah satu kitab tradisi Mahasanghika, abad 2 SM], Kasyapa dikisahkan meminta Katyayana untuk menjelaskan 10 tingkatan Bodhisattva:

1. Duraroha.
Pada tahap ini seorang Bodhisattva melatih kualitas dari pembebasan, welas asih, keyakinan, kerendahan hati, belajar semua sastra, kepahlawanan, semangat, meninggalkan keduniawian dan keteguhan.

2. Baddhamana
Para Bodhisattva pada tingkat ini tidak menyukai keberadaan dan mereka memiliki 20 ciri-ciri khusus yaitu baik hati, manis dan lain-lain

3. Pushpamandita.
Bodhisattva pada tingkat ini mengorbankan harta dan diri mereka untuk mendapatkan satu syair Dharma

4. Rucira.
Bodhisattva tidak lagi melakukan pelanggaran yang besar pada tahap in dan terlahir di alam para dewa tingkat tinggi.

5. Citravistara
Bodhisattva memandang semua keberadaan dibakar oleh api nafsu, kebencian dan kebodohan batin

6. Rupavati.
Tidak ada dua Buddha di satu tanah Buddha, namun ada Buddha dengan jumlah yang tidak terbatas di berbagai alam semesta

7. Durjaya.
Pikiran Bodhisattva pada saat ini sepenuhnya terkendali. Lewat welas asih mereka dapat menuju ke tingkatan berikutnya, di mana tiga tingkatan berikutnya berjalan seperti seorang pangeran ketika menjadi Cakravartin.

8. Jammanidesa.
Pada tingkatan ini Bodhisattva dipandang sebagai Buddha. Mereka fasih dalam ajaran dan merupakan guru-guru agung.

9. Yauvarajya.
Disebutkan nama-nama dari para Buddha [Bodhisattva yang dianggap sebagai Buddha]

10. Abhisheka.
Bodhisattva terlahir di Surga Tusita dan menunggu kelahiran di alam manusia sebagai Samyaksambuddha.

Dalam Pancavimsatisahasrika Prajnaparamita Sutra disebutkan tentang 10 tingkatan Bodhisattva yang terbagi dalam 5 kelompok:

1.Manusia Biasa
a) Pengetahuan Murni [suklavidarsana-bhumi] – kebijaksanaan awal tanpa meditasi
b) Keluarga [gotra-bhumi] – poin tolak ukur di mana seseorang mempraktekkan jalan Sravaka, Prateyka atau Bodhisattva.

2. Sravaka
a) Delapan manusia [astamaka bhumi] – kandidat Srotapanna
b) Pengetahuan [darsana-bhumi] – Srotapanna
c) Pelemahan (nafsu) [tanu-bhumi] -  Sakrdagamin
d) Pelepasan dari nafsu [vitaraga-bhumi] – Anagamin
e) Penyelesaian [krtavi-bhumi] - Arhat

3. Pratyekabuddha – [Pratyekabuddha-bhumi]
4. Bodhisattva – [Bodhisattva-bhumi]
5. Buddha – [Buddha-bhumi]

Jadi untuk menjadi seorang Bodhisattva seseorang harus mencapai tingkatan yang juga dicapai oleh Arhat dan Pratyekabuddha terlebih dahulu.

Sedangkan yang biasa dikenal orang adalah 10 tingkatan Bodhisattva dalam Dasabhumika Sutra dan Samdhinirmocana Sutra:

1. Pramudita
2. Vimala
3. Prabhakari
4. Arcismati
5. Sudurjaya
6. Abhimukhi
7. Duramgama
8. Acala
9. Sadhumati
10. Dharmamegha

Di tiap tingkatan selalu ada klesha yang harus dilenyapkan.

Arhat dan Pratyeka Buddha setara dengan tingkat ke-6 Bodhisattva (Abhimukhi).

 _/\_
The Siddha Wanderer
Theravada is my root. This is the body of my practice.... It [Tibetan Buddhism]has given me my Compassion practice. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice..True wisdom is simple and full of lightness and humor. Zen is my no-self (??). This is the soul of my practice.

Offline truth lover

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 392
  • Reputasi: 3
Re: Berbagai Macam Versi 10 Tingkatan Bodhisattva
« Reply #1 on: 06 November 2008, 08:37:11 AM »
mau bertanya mas Gandalf,
yang diatas nampaknya ada dua versi tingkatan Bodhisattva, yaitu versi Mahavasthu dan versi dasabhumika / samadhinirmocana sutra, boleh tahu apakah kedua versi ini sama? atau berbeda? bila berbeda, apa perbedaannya?

dikatakan setiap tingkatan ada kilesa yang harus dilenyapkan, kilesa apa saja yang harus dilenyapkan pada setiap tingkatan? terima kasih atas informasinya.

 _/\_
« Last Edit: 06 November 2008, 08:40:32 AM by truth lover »
The truth, and nothing but the truth...

Offline GandalfTheElder

  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.480
  • Reputasi: 75
  • Gender: Male
  • Exactly who we are is just enough (C. Underwood)
Re: Berbagai Macam Versi 10 Tingkatan Bodhisattva
« Reply #2 on: 16 November 2008, 02:31:16 PM »
Setahu saya, kedua versi tingkat Bodhisattva dalam Mahavastu dan Dasabhumika Sutra memang memiliki perbedaan.

Bisa dilihat perbedaannya ada pada:
1. Nama tiap tingkatan
2. Pencapaian yang dicapai di tiap tingkatan (ada juga yang sama, namun tentu saja secara keseluruhan berbeda)

Kalau ada waktu maka saya akan menerjemahkan penjelasan 10 tingkat Bodhisattva yang ada dalam teks Mahavastu.

Kilesa yang dilenyapkan dalam 10 tingkat (versi Dasabhumika) adalah [total ada 32 kilesa]:

1. Pramudita
a) Kemelakatan pada pribadi atau benda
b) Kekotoran batin yang mengarah pada tindakan salah

2. Vimala
a) Kesalahan dan pelanggaran minor
b) Ketidaktahuan mengenai akibat dari berbagai tindakan

3. Prabhakari
a) Keserakahan (nafsu)
b) Mengingat semua yang telah dipelajari

4. Arcismati
a) Kemelekatan pada pencapaian konsentrasi
b) Kemelekatan pada agama

5. Sudurjaya
a) Pikiran satu sisi yang menolak kehidupan dan kematian
b) Pikiran satu sisi menuju Nirvana

6. Abhimukhi
a) Memahami ketidakkekalan suatu fenomena dalam satu momen
b) Bentuk-bentuk pikiran permukaan yang aktif

7. Duramgama
a) Bentuk-bentuk pikiran inti yang aktif
b) Metode satu sisi mengenai kesadaran tanpa wujud

8. Acala
a) Usaha menuju kondisi tanpa wujud
b) Mengendalikan bentuk-bentuk

9. Sadhumati
a) Pengendalian kemampuan intelektual dan pengetahuan sempurna mengenai kebenaran yang tidak terbatas
b) Secara bebas membabarkan pengetahuan tentang pemahaman dan komunikasi yang khusus

10. Dharmamegha
a) Kekuatan mistik agung
b) Pembebasan menuju misteri inti

Pada tingkat ke-Buddhaan, maka seorang Bodhisattva telah menghapus avidya:
a) Memegang dalam-dalam objek pengetahuan secara ekstrim
b) Halangan-halangan inti yang ekstrim

Dengan demikian seorang Bodhisattva menjadi Samyaksambuddha.

 _/\_
The Siddha Wanderer


Theravada is my root. This is the body of my practice.... It [Tibetan Buddhism]has given me my Compassion practice. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice..True wisdom is simple and full of lightness and humor. Zen is my no-self (??). This is the soul of my practice.

Offline El Sol

  • Sebelumnya: El Sol
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.753
  • Reputasi: 6
  • Gender: Male
Re: Berbagai Macam Versi 10 Tingkatan Bodhisattva
« Reply #3 on: 16 November 2008, 02:39:20 PM »
Quote
Jadi untuk menjadi seorang Bodhisattva seseorang harus mencapai tingkatan yang juga dicapai oleh Arhat dan Pratyekabuddha terlebih dahulu.

maksudne??...

kalo dah jadi Arahat khan dah Nibbana..lol..



-_-"
« Last Edit: 16 November 2008, 02:41:29 PM by El Sol »

Offline truth lover

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 392
  • Reputasi: 3
Re: Berbagai Macam Versi 10 Tingkatan Bodhisattva
« Reply #4 on: 16 November 2008, 10:12:48 PM »
Setahu saya, kedua versi tingkat Bodhisattva dalam Mahavastu dan Dasabhumika Sutra memang memiliki perbedaan.

Bisa dilihat perbedaannya ada pada:
1. Nama tiap tingkatan
2. Pencapaian yang dicapai di tiap tingkatan (ada juga yang sama, namun tentu saja secara keseluruhan berbeda)

Kalau ada waktu maka saya akan menerjemahkan penjelasan 10 tingkat Bodhisattva yang ada dalam teks Mahavastu.

Kilesa yang dilenyapkan dalam 10 tingkat (versi Dasabhumika) adalah [total ada 32 kilesa]:

1. Pramudita
a) Kemelakatan pada pribadi atau benda
b) Kekotoran batin yang mengarah pada tindakan salah

2. Vimala
a) Kesalahan dan pelanggaran minor
b) Ketidaktahuan mengenai akibat dari berbagai tindakan

3. Prabhakari
a) Keserakahan (nafsu)
b) Mengingat semua yang telah dipelajari

4. Arcismati
a) Kemelekatan pada pencapaian konsentrasi
b) Kemelekatan pada agama

5. Sudurjaya
a) Pikiran satu sisi yang menolak kehidupan dan kematian
b) Pikiran satu sisi menuju Nirvana

6. Abhimukhi
a) Memahami ketidakkekalan suatu fenomena dalam satu momen
b) Bentuk-bentuk pikiran permukaan yang aktif

7. Duramgama
a) Bentuk-bentuk pikiran inti yang aktif
b) Metode satu sisi mengenai kesadaran tanpa wujud

8. Acala
a) Usaha menuju kondisi tanpa wujud
b) Mengendalikan bentuk-bentuk

9. Sadhumati
a) Pengendalian kemampuan intelektual dan pengetahuan sempurna mengenai kebenaran yang tidak terbatas
b) Secara bebas membabarkan pengetahuan tentang pemahaman dan komunikasi yang khusus

10. Dharmamegha
a) Kekuatan mistik agung
b) Pembebasan menuju misteri inti

Pada tingkat ke-Buddhaan, maka seorang Bodhisattva telah menghapus avidya:
a) Memegang dalam-dalam objek pengetahuan secara ekstrim
b) Halangan-halangan inti yang ekstrim

Dengan demikian seorang Bodhisattva menjadi Samyaksambuddha.

 _/\_
The Siddha Wanderer


Terima kasih atas keterangannya mas Gandalf, saya lebih mengerti.
Tapi sayang keterangan mengenai sepuluh kekotoran batin itu kurang jelas, contohnya no 1b,  kekotoran batin yang mengarah pada tingkatan salah itu apa kriterianya? selain itu saya juga tidak jelas 2a&b, 3 b dll

terlebih lagi yang no 10 kekuatan mistik agung dihilangkan apa dicapai? 6a. Memahami ketidakkekalan suatu fenomena dalam satu momen, apakah ini berarti kilesa..?

Mohon uraian lebih lanjut mas Gandalf, dari apa yang saya baca mengenai 10 kilesa yang dilenyapkan versi Mahavasthu saya agak bingung, mana yang kilesa mana yang pencapaian?

semoga mas Gandalf memberi keterangan lebih lanjut...

 _/\_
The truth, and nothing but the truth...

Offline SUGI THEN

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 304
  • Reputasi: 8
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Berbagai Macam Versi 10 Tingkatan Bodhisattva
« Reply #5 on: 18 April 2012, 12:18:53 AM »
{TINGKATAN SEORANG BODHISATTVA DALAM PANDANGAN MAHAYANA}

Dasabhumi merupakan tingkatan-tingkatan yang ditempuh oleh Bodhisatva melalui paramita menuju Samyak Sambodhi. Kesepuluh tingkat dasabhumi ini adalah:

1. Pramudita (kebahagiaan)
Ketika seorang Bodhisatva menyadari bahwa ia telah melaksanakan dana paramita dan juga telah menyadari kekosongan dari Sang Aku (pudgala nairatmya) dan juga kekosongan dari setiap dharma (dharma nairatmya).

2. Vimala (murni bersih)
Ketika seorang Bodhisatva telah terbebas dari karma-karma buruk dengan melaksanakan sila paramita dan telah mengukuhkan kusala-mula (akar baik). Pikirannya telah terbebas dari segala kemelekatan. Dengan giat melaksanakan dhyana samadhi.

3. Prabhakari (cemerlang)
Seorang Bodhisatva memancarkan cahaya di dalam ksanti paramita karena ia telah tidak memiliki rasa marah dan dendam. Ia juga telah melaksanakan keempat dhyana dan hasilnya serta memperoleh Panca Abhijna. Ia telah terlepas dari raga, dvesa dan moha.

4. Arismati (menyala berkobar-kobar)
Seorang Bodhisatva dengan melaksanakan virya paramita akan banyak membantu ia dalam kemajuan batin menuju bodhi (37 bodhipaksiya dharma).

5. Sudurjaya (tak terkalahkan)
Seorang Bodhisatva dengan melaksanakan dhyana paramita mengembangkan prajna dan merealisasikan aryasatya dan menembusi hakekat samvrti satya dan paramartha satya.

6. Abhimukti (menuju bodhi)
Seorang Bodhisatva pada tingkat tersebut menyelami arti dari pratitya samutpada. Prajna telah diperoleh berkat pengertian mengenai sunyata.

7. Durangama (berjalan jauh)
Dalam tingkat ini seorang Bodhisatva mengembangkan karuna, pengetahuan tentang panca skanda, menuju bodhi dan memiliki virya paramita. Dari sravakayana menuju Mahayana dengan upaya kausalya (usaha yang bijak dan sesuai) dan akhirnya bodhi.

8. Acala (teguh/kokoh)
Seorang Bodhisatva membuat kemajuan yang pasti dan mengetahui kapan ia menjadi Budha berkat vyakarana (petunjuk).

9. Sadhumati (pikiran baik)
Seorang Bodhisatva melengkapi perbuatannya di dalam bala paramita yaitu dengan dasabala (sepuluh kekuatan) Sang Budha. Sekarang ia memiliki kebijaksanaan sempurna dan siap membimbing setiap makhluk menuju Nirvana.

10. Dharmamegha (mega dharma)
Pada tingkat ini seorang Bodhisatva mencapai dhyana paramita dan pengetahuan sempurna. Ia telah sampai pada tingkat calon Budha. Ia juga telah menerimaabhiseka dari para Budha mengenai Kebuddhaan. Tubuh dharmakayanya sekarang telah sempurna dan ia dapat menunjukkan kemukjizatan. Dengan demikian selesailah karya seorang Bodhisatva dalam dasabhumi.

(Kutipan dari karya Prof. Nalinaksha Dutt "Mahayana Buddhism")