Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: [ASK] Kalium / Potassium  (Read 75625 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline rika

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 200
  • Reputasi: 11
  • Gender: Female
  • qiute....
[ASK] Kalium / Potassium
« on: 27 October 2008, 02:31:47 PM »
Mohon bantuan penjelasannya nh
Apa sih Kalium itu ?
Kmaren Om saya dinyatakan Dr bahwa kekurangan Kalium, untung saja ketahuan kalau terlambat sedikit bisa lumpuh.
Apa yg membuat kita kekurangan kalium dan apa yg bisa mengembalikan kalium itu di tubuh kita?

 _/\_
« Last Edit: 27 October 2008, 08:11:51 PM by FoxRockman »

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: KALIUM
« Reply #1 on: 27 October 2008, 02:41:42 PM »
Kalium Atur Keseimbangan Elektrolit Tubuh

Senin, 7 Juli 2008 | 22:03 WIB

KALIUM sangat penting bagi sistem saraf dan kontraksi otot, kata Dr. Samuel Oetoro, Sp.GK, MS, ahli nutrisi dari Semanggi Specialist Clinic. Kalium juga dimanfaatkan oleh sistem saraf otonom (SSO), yang merupakan pengendali detak jantung, fungsi otak, dan proses fisiologi penting lainnya.

Potasium ditemukan di hampir seluruh tubuh dalam bentuk elektrolit dan banyak terdapat pada saluran pencernaan. Sebagian besar kalium tersebut berada di dalam sel, sebagian lagi terdapat di luar sel. Mineral ini akan berpindah secara teratur dari dan keluar sel, tergantung kebutuhan tubuh.

Di dalam tubuh, kalium biasanya bekerja sama dengan sodium atau natrium (Na) dalam mengatur keseimbangan muatan elektrolit cairan tubuh. Keseimbangan ini dijaga dengan menyesuaikan jumlah asupan kalium dari makanan dan jumlah kalium yang dibuang.

Cukup mudah memperoleh kalium dari makanan sehari-hari. Kalium banyak ditemukan pada jeruk, pisang, kentang, alpukat, bayam, tomat, daging, susu, dan kacang-kacangan. Orang sakit yang kurang konsumsi makanan melalui mulut, tentunya asupan kalium akan berkurang pula.

Dalam keadaan normal, organ ginjal berperan menyesuaikan antara asupan dan jumlah kalium yang dibuang tubuh. Sebagian besar kalium dibuang melalui urin, walaupun ada juga yang keluar bersama tinja.

Penggunaan Pencahar
Dijelaskan Dr. Samuel, kadar kalium dalam darah orang normal 3,5-5 mEq/liter. Bila kurang dari itu dibilang kekurangan kalium atau dikenal dengan istilah hipokalemia. “Orang jarang kekurangan kalium,” kata Dr. Samuel.

Olahragawan membutuhkan asupan kalium lebih banyak karena banyak mengeluarkan keringat. Pengguna obat pencahar juga butuh asupan kalium lebih untuk menggantikan kalium yang keluar akibat proses diuretik. Sebaliknya, orang yang mempunyai penyakit diabetes dan gagal ginjal disarankan tidak mengasup kalium terlalu banyak. Ini karena tubuh mereka tidak dapat lagi secara normal memetabolisme mineral ini.

Ginjal yang normal dapat menahan kalium dengan baik. Jika konsentrasi kalium darah terlalu rendah, biasanya karena ginjal tidak berfungsi normal atau terlalu banyak kalium yang hilang melalui saluran pencernaan akibat diare, muntah, penggunaan obat pencahar dalam waktu lama, atau polip di usus besar.

Ginjal juga mengeluarkan banyak kalium pada orang yang mengonsumsi sejumlah besar kayu manis atau mengunyah tembakau. Kalium bisa hilang lewat air kemih karena beberapa alasan. Yang paling sering adalah akibat penggunaan obat diuretik yang menyebabkan ginjal membuang natrium, air, dan kalium dalam jumlah berlebihan.

Obat-obatan seperti insulin dan obat asma jenis albuterol, terbutalin, dan teofilin bisa meningkatkan perpindahan kalium ke dalam sel dan mengakibatkan hipokalemia. Namun, pemakaian obat-obatan ini jarang menjadi penyebab tunggal terjadinya hipokalemia.

Mudah lelah
Hipokalemia ringan biasanya tidak menyebabkan gejala sama sekali. Kondisi yang lebih berat dapat mengakibatkan kelemahan fungsi otot dan tubuh mudah lelah. Kelemahan otot biasanya terjadi pada otot kaki dan tangan, tetapi kadang juga mengenai otot mata, otot pernapasan, dan otot untuk menelan. Kedua keadaan terakhir ini dapat berakibat fatal. Kondisi lemah otot ini dialami Rianti, yang sering kram di kaki jika terlalu banyak beraktivitas. “Pernah sampai lumpuh,” kata gadis 24 tahun ini.

Oleh dokter ia disarankan banyak makan pisang. “Sekarang aku tak bisa jauh dari pisang,” ujarnya. Pada kondisi hipokalemia parah, sistem saraf juga mengalami gangguan dalam mengantarkan rangsangan. “Yang lebih parah, meskipun jarang terjadi, hipokalemia dapat menyebabkan masalah serius seperti detak jantung tak beraturan hingga berhentinya detak jantung,” imbuh Dr. Samuel.

Beberapa penelitian menyebutkan, orang yang kekurangan potasium lebih berisiko terkena penyakit hipertensi, yang merupakan faktor pemicu penyakit jantung dan stroke. Kurang asupan kalium mudah digantikan dengan mengonsumsi makanan sumber kalium atau garam kalium (kalium klorida) dengan cara ditelan (oral). Pengobatan oral ini lebih mudah, tetapi karena kalium dapat mengiritasi saluran pencernaan, hanya diberikan dalam dosis kecil. Pemberian 40-60 mEq dapat menaikkan kadar kalium sebesar 1-1,5 mEq/L, sedangkan 135-160 mEq dapat menaikkan kalium 2,5-3,5 mEq/L.

Pada hipokalemia berat, kalium bisa diberikan secara intravena. Hal ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan hanya di rumah sakit, untuk menghindari kenaikan kadar kalium yang terlalu tinggi. Konsentrasi kalium dalam darah orang dengan hipokalemia berat ini mesti diperiksa ulang secara periodik. Bila kondisi membaik, jenis pengobatan dapat diubah.

Michael

Sumber : http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/07/22035499/kalium.atur.keseimbangan.elektrolit.tubuh

_/\_ :lotus:
« Last Edit: 27 October 2008, 02:46:24 PM by Lily W »
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline Anestan

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.830
  • Reputasi: 106
  • Gender: Male
Re: KALIUM
« Reply #2 on: 27 October 2008, 02:42:39 PM »
keseimbangan garam
DEFINISI
garam adalah suatu senyawa kimia sederhana yang terdiri dari atom-atom yang membawa ion positif maupun ion negatif.
misalnya garam meja (natrium klorida) terdiri dari ion positif natrium dan ion negatif klorida.
natrium klorida membentuk kristal pada keadaan kering, tetapi seperti garam lainnya dalam tubuh, mudah dilarutkan dalam air.

jika garam larut dalam air, komponennya terpisah sebagai partikel yang disebut ion.
partikel ion terlarut ini dikenal sebagai elektrolit.
kadar (konsentrasi) setiap elektrolit dalam larutan dari garam terlarut dapat diukur dan biasanya dihitung dalam satuan miliekuivalen dalam setiap volume larutan (meq/l).

elektrolit terlarut dalam tiga bagian utama dari cairan tubuh:
- cairan dalam sel
- cairan dalam ruang di sekeliling sel
- darah (elektrolit terlarut dalam serum, yang merupakan bagian cair dari darah).
kadar normal elektrolit dalam cairan tersebut bervariasi.
beberapa sel ditemukan dalam konsentrasi tinggi di dalam sel dan dalam konsentrasi rendah di luar sel. elektrolit lainnya ditemukan dalam konsentrasi rendah di dalam sel dan dalam konsentrasi tinggi di luar sel.

untuk dapat berfungsi secara baik, tubuh harus menjaga konsentrasi elektrolit pada masing-masing bagian tubuh tersebut dalam rentang yang sangat terbatas.
hal itu dilakukan dengan cara memindahkan elektrolit ke dalam atau keluar sel.
ginjal menyaring elektrolit dalam darah dan membuang elektrolit secukupnya ke dalam air kemih untuk mempertahankan keseimbangan antara asupan dan pembuangan elektrolit harian.

konsentrasi elektrolit dapat diukur dalam contoh darah atau air kemih di laboratorium.
pengukuran konsentrasi elektrolit darah dilakukan untuk menemukan adanya kelainan atau untuk mengetahui respon terhadap pengobatan.

elektrolit yang paling sering terlibat dalam gangguan keseimbangan garam adalah natrium, kalium, kalsium, fosfat dan magnesium.
kadar klorida dan bikarbonat juga biasa diukur.
konsentrasi klorida darah biasanya sejalan dengan konsentrasi natrium darah dan bikarbonat terlibat pada gangguan keseimbangan asam basa.

# elektrolit utama dalam tubuh: ion positif
- natrium (na⊃+)
- kalium (k⊃+)
- kalsium (ca⊃++)
- magnesium (mg⊃++)
# ion negatif
- klorida (cl&sup-)
- fosfat (hpo4&sup- dan h2po4&sup-)
- bikarbonat (hco3&sup-).


pengaturan kadar natrium

hampir seluruh natrium tubuh berada dalam darah dan dalam cairan di sekeliling sel.
natrium tubuh berasal dari makanan dan minuman dan dibuang melalui air kemih dan keringat.
ginjal yang normal dapat mengatur natrium yang dibuang dalam air kemih, sehingga jumlah total natrium dalam tubuh sedikit bervariasi dari hari ke hari.

suatu gangguan keseimbangan antara asupan dan pengeluaran natrium akan mempengaruhi jumlah total natrium di dalam tubuh.
perubahan jumlah total natrium sangat berkaitan erat dengan perubahan jumlah cairan dalam tubuh.

kehilangan natrium tubuh tidak menyebabkan konsentrasi natrium darah menurun tetapi menyebabkan volume darah menurun.
jika volume darah menurun, tekanan daran akan turun, denyut jantung akan meningkat, pusing dan kadang-kadang terjadi syok.

sebaliknya, volume darah dapat meningkat jika terlalu banyak natrium di dalam tubuh.
cairan yang berlebihan akan terkumpul dalam ruang di sekeliling sel dan menyebabkan edema.
salah satu tanda dari adanya edema ini adalah pembengkakan kaki, poergelangan kaki dan tungkai bawah.

tubuh secara teratur memantau konsentrasi natrium darah dan volume darah.
jka kadar natrium terlalu tinggi, otak akan menimbulkan rasa haus dan mendorong kita untuk minum.

sensor dalam pembuluh darah dan ginjal akan mengetahui jika volume darah menurun dan memacu reaksi rantai yang berusaha untuk meningkatkan volume cairan dalam darah.
kelenjar adrenal mengeluarkan hormon aldosteron sehingga ginjal menahan natrium.
kelenjar hipofisa mengeluarkan hormon antidiuretik sehingga ginjal menahan air.
penahanan natrium dan air menyebabkan berkurangnya pengeluaran air kemih, yang pada akhirnya akan meningkatkan volume darah dan tekanan darah kembali ke normal.

jika sensor dalam pembuluh darah dan ginjal mengetahui adanya peningkatan tekanan darah dan sensor di jantung menemukan adanya peningkatan volume darah, maka ginjal dirangsang untuk mengeluarkan lebih banyak natrium dan air kemih, sehingga mengurangi volume darah.


pengaturan kadar kalium

kalium memiliki peranan penting dalam metabolisme sel serta dalam fungsi sel saraf dan otot.
sebagian besar kalium terdapat di dalam sel.

konsentrasi kalium yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menyebabkan masalah yang serius, seperti irama jantung yang abnormal atau henti jantung.
kalium yang disimpan di dalam sel membantu memelihara konsentrasi kalium dalam darah tetap konstan.

keseimbangan kalium dijaga dengan menyesuaikan jumlah asupan kalium dalam makanan dan jumlah kalium yang dibuang.
sebagian besar kalium dibuang melalui air kemih, walaupun ada beberapa yang dibuang melalui tinja.

dalam keadaan normal, ginjal menyesuaikan pembuangan kalium agar seimbang dengan asupan kalium melalui makanan.
beberapa obat dan keadaan tertentu menyebabkan kalium berpindah ke dalam atau keluar sel; dan hal ini mempengaruhi konsentrasi kalium dalam darah.

sumber kalium:
- tambahan kalium
- garam potasium
- pisang
- tomat
- jeruk
- melon
- kentang
- kacang-kacangan
- bayam dan sayuran berdaun hijau lainnya
- kacang-kacangan.


pengaturan kadar kalsium

kalsium penting untuk berbagai fungsi tubuh, termasuk kontraksi otot, konduksi saraf dan fungsi dari berbagai macam enzim.
sebagian besar kalsium tubuh disimpan dalam tulang, namun kalsium juga ditemukan di dalam sel dan darah.
tubuh mengendalikan dengan tepat jumlah kalsium dalam sel dan darah.

pemeliharaan konsentrasi kalsium yang normal dalam darah tergantung kepada:
- asupan lewat mulut sedikitnya 500-1.000 mgr/hari
- penyerapan dalam jumlah yang memadai dari saluran pencernaan
- pengeluaran kelebihan kalsium dalam air kemih.
kalsium dapat berpindah dari tulang ke dalam aliran darah sesuai kebutuhan, untuk mempertahankan konsentrasi kalsium darah.
pemindahan kalsium dari tulang dalam jumlah yang terlalu banyak, pada akhirnya dapat menyebabkan tulang menjadi lemah dan terjadi osteoporosis.

konsentrasi kalsium dalam darah diatur oleh 2 hormon:

   1. hormon paratiroid, dihasilkan oleh 4 kelenjar tiroid yang terletak disekitar kelenjar tiroid di leher.
      jika konsentrasi kalsium darah menurun, kelenjar paratiroid menghasilkan lebih banyak hormon paratiroid; jika konsentrasinya meningkat, kelenjar menghasilkan lebih sedikit hormon.
      hormon paratiroid merangsang saluran pencernaan untuk menyerap lebih banyak kalsium dan menyebabkan ginjal mengaktifkan vitamin d.
      selanjutnya vitamin d menambah kemampuan saluran pencernaan untuk menyerap kalsium.
      hormon paratiroid juga merangsang tulang untuk melepaskan kalsium ke dalam darah dan menyebabkan ginjal membuang lebih sedikit kalsium ke dalam urin.
   2. kalsitonin, merupakan hormon yang dihasilkan oleh sel-sel dari kelenjar paratiroid, tiroid dan kelenjar timus.
      fungsinya adalah menurunkan kadar kalsium darah dengan cara merangsang perpindahan kalsium ke dalam tulang.



pengaturan kadar fosfat

unsur fosfor dalam tubuh hampir seluruhnya terdapat dalam bentuk fosfat (1 atom fosfor dan 4 atom oksigen).

sebagian besar fosfat tubuh terdapat dalam tulang.
sisanya terutama terdapat di dalam sel, dimana fosfat terlibat dalam metabolisme energi dan juga digunakan sebagai zat pembangun molekul-molekul penting seperti dna.

fosfat dibuang dalam air kemih dan tinja.


pengaturan kadar magnesium

untuk dapat berfungsi sebagaimana mestinya, sejumlah besar enzim dalam tubuh bergantung kepada magnesium.
sebagian besar magnesium tubuh ditemukan dalam tulang; sangat sedikit ditemukan dalam darah.

jumlah magnesium terutama dipelihara dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi.
sebagian magnesium dibuang dalam air kemih, sebagian lainnya dibuang dalam tinja.

Informasi Penyebab,Gejala, Pengobatan, Diagnosis, Pencegahan dan lain lain hanya ada di medicastore.com

Offline rika

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 200
  • Reputasi: 11
  • Gender: Female
  • qiute....
Re: KALIUM
« Reply #3 on: 27 October 2008, 03:03:34 PM »
wah makacih nh infonya ce Lily n bro Anestan

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: KALIUM
« Reply #4 on: 27 October 2008, 03:06:59 PM »
Mungkin sis Rika bisa memberikan data klinis om-nya berapa kadar kalium, natrium dan calsium.
Karena ketiga unsur ini saling terkait. Dalam hal ini yang berkaitan dengan potensial aksi dan relaksasi adalah natrium dan kalium. Sedangkan Calsium itu berkaitan dengan kerja jantung..

Dan lebih bagus lagi jika ada kadar Creatinin darah dan urine, sehingga saya pribadi bisa mengetahui bagaimana fungsi ginjal.

Kekurangan kalium bisa mengacaukan kerja SSP (di artikel disebut SSO) yang mana terdiri dari saraf simpatis dan parasimpatis sudah dijelaskan dengan sangat jelas.

Untuk ini, saya menyarankan, perbanyak konsumsi buah yang kaya kalium seperti pisang, atau yang disebutkan di atas, batasi jumlah asupan natrium dan calsium. Karena kekurangan kalium yang dibarengi dengan kelebihan natrium akan memperparah keadaan pasien, karena diprediksikan akan meningkatkan cetusan potensial aksi / kontraksi. Dan hal ini akan diperparah bila tingginya jumlah Calsium darah sehingga bisa menyebabkan kelumpuhan.

_/\_
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline rika

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 200
  • Reputasi: 11
  • Gender: Female
  • qiute....
Re: KALIUM
« Reply #5 on: 27 October 2008, 03:54:23 PM »
Oh ya Bro Fox kalo kelebihan kalsium memang bisa terjadi pengapuran yah

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: KALIUM
« Reply #6 on: 27 October 2008, 05:52:31 PM »
Oh ya Bro Fox kalo kelebihan kalsium memang bisa terjadi pengapuran yah
Bisa.. karena dalam hal ini, tulang dibaluti oleh jaringan pengikat berupa sendi dan otot. Jika kelebihan zat kapur dalam hal ini Calsium, maka akan menyebabkan pertumbuhan tulang yang berlebihan, akibatnya sendi dan otot yang membaluti tulang tersebut akan menjadi kaku dan keras juga, sehingga sakit ketika digerakan. Gejala ini bisa diperparah dengan kurangnya cairan sinovial atau yang dikenal dengan minyak sendi.

Efek lain dari kelebihan Calsium, pada ginjal, akan mengakibatkan pembentukan batu ginjal, dengan adanya oksalat. Dan pada pembuluh darah, akan membantu pembentukan plak dari kolesterol sehingga menyebabkan penyumbatan pembuluh darah yang dikenal dengan arterosklerosis dan juga meningkatkan kerja jantung (dalam hal ini Calsium juga berperan dalam peningkatan kerja jantung dengan adanya Channel Ca)
 


 
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline hans

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 1
  • Reputasi: 0
Re: [ASK] Kalium / Potassium
« Reply #7 on: 25 November 2008, 11:03:08 PM »
oh ya.. salam kenal smuanya..
saya masi newbie disini.
mo tanya ne. katanya tadi untuk penderita DM tidak bole diberi asupan kalium yg berlebihan.
jadi gmn dengan penderita Diabetes yang disertai dengan hipokalemia (menurut pemeriksaan Lab).
disatu pihak penderita sangat membutuhkan kalium. dipihak lain metabolisme dari kalium di dlm tubuhnya abnormal.
so gmn penanganannya?
apakah ada cara lain slain pemberian tablet kalium?
mohon bantuannya ya.
tq bgt..
 _/\_

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: [ASK] Kalium / Potassium
« Reply #8 on: 25 November 2008, 11:52:34 PM »
Kalium sebenarnya masih diperlukan oleh penderita diabetes. Karena kalium merupakan elektrolit yang penting dalam fungsinya seperti yang pernah saya jelaskan dalam cetusan polarisasi di saraf bersama-sama dengan Natrium. Namun sepengetahuan saya dibatasi jumlah dan tidak boleh berlebihan. Karena jika terjadi hiperkalemia itu akan memperberat kerja ginjal. Dan ditambah lagi pasien yang dengan riwayat diabetik akan memperparah fungsi ginjal karena kecenderungan untuk penderita diabetes akan mengalami nefropati diabetik.
Mengenai kelainan dalam metabolisme kalium dalam tubuh lebih sering terjadi pada penderita DM tipe 1.

Mengenai kekurangan kalium, memang harus diobati, karena sudah terjadi ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh, yang akan mempertinggi efek dari Natrium (padahal bisa jadi kadar Natrium masih normal), namun karena adanya pengaruh dari hipokalemia, maka bisa jadi menyebabkan parahnya hipertensi yang juga disebabkan akibat gula darah yang meningkat.

Diharapkan juga dari cukupnya asupan kalium setidaknya dapat membantu meningkatkan kepekaan hormon insulin terhadap glucose, sehingga transportasi glucose ke dalam sel menjadi lebih lancar dan tentunya metabolisme sel juga akan menjadi lebih lancar, dan implikasinya setidaknya akan menurunkan 'sedikit' kadar gula darah.

Jadi saran saya, bisa dilakukan pemberian asupan kalium melalui buah seperti pisang, tomat, atau timun.

Semoga bermanfaat _/\_

Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Gerry

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 2
  • Reputasi: 0
Re: [ASK] Kalium / Potassium
« Reply #9 on: 13 July 2009, 11:37:02 PM »
salam damai, maaf bila saya terkesan SKSD pada forum ini, saya tertarik dengan pembahasan ini, mengingat istri mengalami penyakit kekurangan kalium/hipokalemia, pada tanggal 28 Juni 2009 lalu, adalah yang terparah, dimana penyakit ini hampir saja merenggut nyawa-nya, dimana istri hingga mengalami gagal pernafasan, irama jantung yang tidak normal, dan kelumpuhan total anggota badan. Kadar kalium dalam darah 1.3, dengan tensi darah 240/210, koreksi yang dilakukan oleh team dokter untuk menaikkan kalium dalam darah istri sebesar 50 meq/l per 24 jam selama kurang lebih 5 hari yang di injeksi melalui pembuluh darah intravena melalui pangkal paha, setelah 5 hari di ruang ICU, 3 hari di ruang Intermediate, dan 2 hari di ruang perawatan biasa, diperbolehkan pulang dengan kadar kalium dalam darah 3.6. dari segi gizi saya rasa cukup (saya dan anak-anak memakan makanan yang sama dengan istri), istri tidak bekerja (hanya ibu rumah tangga saja), tidak mengkonsumsi obat untuk merangsang BAK/BAB, tidak ada riwayat hipertensi maupun hipokalemia sebelumnya, apakah ada yang mengetahui dan dapat memberitahukan referensi lain, selain yang ada di atas, sebab pada forum di www.kompas.com, ada yang memberikan statement, bahwa 2-3 sekali ia harus menerima koreksi kalium dalam darahnya.  saya sangat trauma melihat istri harus mempergunakan mesin bantu pernafasan, dan CPR yang dilakukan oleh team dokter dalam menyelamatkan nyawa istri saya (pada pukul 00:05 malam senin tersebut, istri sempat dinyatakan meninggal).

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: [ASK] Kalium / Potassium
« Reply #10 on: 15 July 2009, 05:45:20 AM »
Mohon maaf, baru sempat baca thread ini..
Turut bermudita citta, pada akhirnya istri Anda bisa kembali berkumpul bersama Anda dan keluarga.

Penyebabnya ada beragam, dari tensi yang Anda berikan 240/210 itu menyatakan bahwa terjadi kontraksi besar2an pada jantung yang dicetus oleh Natrium karena kurangnya kadar Kalium. Karena pada prinsipnya kadar Natrium dan Kalium saling menggantikan dengan perbandingan 3 Natrium : 2 Kalium. Jadi jika seseorang yang kekurangan Kalium akan menyebabkan Natriumnya tertahan dan mengalami polarisasi terus menerus. Singkat kata, gejala hipokalemia akan mirip dengan gejala hipernatremia.

Intinya coba bro Gerry mengecek kembali hasil data klinis, apakah kadar Natrium agak tinggi ? kalau agak tinggi, bisa dikurangi sedikit makanan yang mengandung banyak garam Na, dan jika kadar Kalium masih rendah, Anda bisa mengkonsumsi suplemen penambah kalium, atau mengkonsumsi buah2 kaya akan Kalium seperti pisang
 
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Gerry

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 2
  • Reputasi: 0
Re: [ASK] Kalium / Potassium
« Reply #11 on: 19 July 2009, 03:34:44 AM »
terima kasih banyak atas masukannya, akan kami coba diskusikan kembali hal ini dengan dokter yang menangani kesehatan istri saya, karena mereka pun hingga saat ini tidak mengetahui secara persis penyebab istri kekurangan kalium. sekali lagi terima kasih atas masukannya.

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: [ASK] Kalium / Potassium
« Reply #12 on: 19 July 2009, 05:33:24 AM »
No problem bro..
Semoga istrinya lekas sembuh ya
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline taufiqur rahman

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 1
  • Reputasi: 0
Re: [ASK] Kalium / Potassium
« Reply #13 on: 19 December 2009, 01:19:00 AM »
saya jg pengen cerita tentang penyakit saya sendiri.....
saya adalah salah satu penderita kekurangan kalium....
yg saya alami mungkin sangat tragis....
saya klo sudah terserang penyakit ini sama sekali tdk menggerakkan seluruh badan saya....
saya hanya bs terbaring d tempat tidur.... untung berpindah posisi tidur harus d bantu oleh orang lain... organ tubuh yg bs berfungsi hanya mulut, hidung dan mata....
yg lain nya rata2 tdk bs d gerakkan...... dalam hal penyakit ini saya tdk boleh kecapean....
klo sdh kecapean maka saya akan terkena penyakit ini.....
saya skrng berumur 27 tahun.... saya pertama kali terkena penyakit ini ketika saya berumur 16 thn.... mulai parah ketika saya berumur 19 tahun... dalam 3 tahun saya sangat sering terserang penyakit ini..... miminal dalam satu bulan saya terserang penyakit ini 2 kali...
terkadang setiap minggu saya sakit.... pada waktu itu setiap saya sakit selalu dgn masa 2 hari...
jd dalam 2 hari itu saya tdk bs bergerak sama sekali..... saya pernah masuk rumah sakit d jogja tahun 2001... dan yg paling parah ketika saya masuk rumah sakit tahun 2002.... saya koma dan di ICU selama tiga hari... waktu itu dokter memvonis saya paling bagus hasil nya saya pakai kursi roda dan bs kemungkinan meninggal..... dalam 5 tahun ini tubuh saya mulai agak gemuk... sebelum nya tubuh saya cukup kurus..... untung lah dalam beberapa tahun terakhir ini penyakit itu mulai berkurang.... skrng tdk setiap bulan saya terserang sakit ini.....tp rata2 dalam 2 bulan slalu saya sakit...... tp terkadang bs saja jg dalam satu bulan saya bs sampe 2 kali terserang  sakit ini.... dalam garis keturunan keluarga saya memang ada yg mengidap penyakit seperti saya ini..... apakah ada yg bs kasih saya solusi supaya penyakit ini berkurang atau klo bs hilang dr tubuh saya.......
atas bantuan dan perhatiannya saya ucapkan terima kasih

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: [ASK] Kalium / Potassium
« Reply #14 on: 19 December 2009, 08:47:16 AM »
boleh saya minta data klinis hasil lab Anda  ? nanti coba saya jelaskan sepengetahuan saya.

cuma baru berupa dugaan, karena di keluarga juga ada mengidap penyakit yang sama, biasanya ada faktor genetika yang berperan. Namun jangan cemas karena masih bisa dikendalikan.

Untuk pengendaliannya, coba batasi konsumsi Natrium yang berlebihan (ini hanya berupa dugaan, karena saya tidak tahu hasil lab Anda), tapi seperti yang saya post sebelumnya, Natrium memiliki keterkaitan dengan Kalium dengan perbandingan 3 : 2. Pembatasan garam Natrium dapat menggunakan makanan2 yang rendah garam, atau pun menggunakan garam lososa (Low Sodium Salt).

Selain itu, Anda memang tidak boleh banyak aktivitas yang berat. Karena tubuh yang kekurangan kalium akan diperparah dengan keluar keringat yang berlebihan.
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl