Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: AKUSALA CITTA  (Read 15531 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
AKUSALA CITTA
« on: 30 August 2008, 09:05:33 AM »
Akusala Citta

Akusala citta adalah kesadaran / pikiran yang mengandung akusala
hetu.
Di dalam Buddha Dhamma dikenal ada 6 hetu (akar), yaitu:
1. Kusala hetu 3: Alobha, Adosa, dan Amoha.
2. Akusala hetu 3: Lobha, Dosa, dan Moha.

Pengertian masing-masing hetu di dalam Paramattha Dhamma:
1. Alobha adalah sikap batin yang tidak melekat terhadap objek.
Catatan: sikap batin tidak melekat terhadap objek bukan berarti
menolak objek.
2. Adosa adalah sikap batin yang tidak menolak terhadap objek.
Catatan: sikap batin tidak menolak terhadap objek bukan berarti
melekat terhadap objek.
3. Amoha adalah sikap batin bijaksana / panna.
4. Lobha adalah sikap batin yang melekat terhadap objek.
5. Dosa adalah sikap batin yang menolak terhadap objek.
6. Moha adalah sikap batin yang tidak bijaksana, tak dapat
membedakan kusala dan akusala, tak dapat berpegang teguh pada objek
serta tak dapat menetapkan hati atas kebenaran.

Di dalam maha kusala citta, maha vipaka citta, dan maha kiriya citta,
telah dibahas mengenai peran kusala hetu, yaitu alobha, adosa, dan
amoha; dengan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Pada saat alobha muncul, pasti adosa juga muncul bersama
(kedua sikap batin ini muncul selalu muncul bersama di dalam citta
yang sama). Sebagai contoh: pada saat seorang sedang memaafkan
(adosa) pasti saat itu ia tidak melekat (alobha).
2. Pada saat alobha dan adosa muncul, belum tentu disertai
Amoha. Sebagai contoh: pada saat seorang sedang memaafkan (adosa) dan
tidak melekat (alobha) belum tentu berhubungan dengan pengetahuan
benar (belum tentu orang itu mengerti hakekat perbuatannya itu).
3. Pada saat pikiran / kesadaran tidak berhubungan dengan
pengetahuan benar, tidaklah berarti pikiran / kesadaran itu memiliki
pandangan keliru.

Di dalam akusala citta, maka hetu yang terlibat (akusala hetu)
berperan dengan prinsip-prinsip, sebagai berikut:
1. Pada saat lobha muncul, pasti dosa tidak muncul bersama.
2. Pada saat lobha muncul, pasti moha muncul bersama.
3. Pada saat dosa muncul, pasti moha muncul bersama

Jenis Akusala citta:
1. Lobha-mula-citta, yaitu kesadaran / pikiran akusala yang
dipimpin oleh lobha
2. Dosa-mula-citta, yaitu kesadaran / pikiran akusala yang
dipimpin oleh dosa
3. Moha-mula-citta, yaitu kesadaran / pikiran akusala yang
dipimpin oleh moha

Tulisan diambil dari

Dhamma Study Group Bogor

_/\_ :lotus:
« Last Edit: 30 August 2008, 09:18:21 AM by Lily W »
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: AKUSALA CITTA
« Reply #1 on: 30 August 2008, 09:47:47 AM »


Lobha Mula Citta terdiri :
1. Kesadaran yang muncul Spontan, disertai perasaan senang dan bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatasampayuttam, asankharikam)
2. Kesadaran yang muncul dengan ajakan, disertai perasaan senang dan bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatasampayuttam, sasankharikam)
3. Kesadaran yang muncul yang spontan, disertai perasaan senang dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatavippayuttam, asankharikam)
4. Kesadaran yang muncul dengan ajakan, disertai perasaan senang dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatavippayuttam, sasankharikam)
5. Kesadaran yang muncul spontan disertai perasaan netral dan bersekutu dengan pandangan salah (Upekkha-sahagatam, dittigatasampayuttam, asankharikam)
6. Kesadaran yang muncul dengan ajakan disertai perasaaan netral dan bersekutu dengan pandangan salah (Upekkha-sahagatam, dittigatasampayuttam, sasankharikam)
7. Kesadaran yang muncul spontan disertai perasaan netral dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Upekkha-sahagatam, dittigatavippayuttam, asankharikam)
8. Kesadaran yang muncul dengan ajakan disertai perasaan netral dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Upekha-sahagatam, dittigatavippayuttam, sasankharikam)

Dosa Mula Citta terdiri :
1. Kesadaran yang muncul spontan, disertai perasaan tidak menyenangkan dan bersekutu dengan keinginan jahat (Domanassa-sahagatam patighasampayuttam asankharikam)
2. Kesadaran yang muncul dengan ajakan, disertai perasaan tidak menyenangkan dan bersekutu dengan keinginan jahat (Domanassa-sahagatam patighasampayuttam sasankharikam)

Moha Mula Citta terdiri :
1. Kesadaran yang disertai perasaan netral dan bersekutu dengan keraguan skeptis (Upekkha-sahagatam, vicikicchasampayuttam)
2. Kesadaran yang disertai dengan perasaan netral dan bersekutu dengan kegelisahan (Upekkha-sahagatam, Uddhaccasampayuttam)

_/\_ :lotus:
« Last Edit: 26 July 2009, 11:26:28 PM by Lily W »
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Re: AKUSALA CITTA
« Reply #2 on: 30 August 2008, 10:00:06 AM »
_/\_ Gan En Sis Lily :) :lotus:
Smile Forever :)

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: AKUSALA CITTA
« Reply #3 on: 30 August 2008, 11:37:53 AM »
Kombinasi AKusala Cetasika di dalam Akusala Citta :

Terdapat 14 Akusala Cetasika (Faktor batin yang tidak bermanfaat) yang secara nyata bercampur di dalam kesadaran yang tidak bermanfaat (Akusala Citta).

Dari ke 14 Akusala Cetasika tersebut, ada 4 Akusala Cetasika (Mocatuka) yang umum terdapat pada semua jenis Akusala Citta yaitu :
1. Moha (kebodohan Batin)
2. Ahirika (tidak malu berbuat jahat)
3. Anottapa (tidak takut akan akibat perbuatan jahat)
4. Uddhacca (kegelisahan)


Pada Lobha Mula Citta terdiri dari 2 kelompok (yang dipimpin oleh lobha cetasika) yaitu :
1. Ditti cetasika (pandangan keliru) yang bersekutu dengan akusala cetasika umum (4). yaitu :
~Kesadaran yang muncul Spontan, disertai perasaan senang dan bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatasampayuttam, asankharikam)
~Kesadaran yang muncul dengan ajakan, disertai perasaan senang dan bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatasampayuttam, sasankharikam)
~Kesadaran yang muncul spontan disertai perasaan netral dan bersekutu dengan pandangan salah (Upekkha-sahagatam, dittigatasampayuttam, asankharikam)
~Kesadaran yang muncul dengan ajakan disertai perasaaan netral dan bersekutu dengan pandangan salah (Upekkha-sahagatam, dittigatasampayuttam, sasankharikam)

2. Mana cetasika (kesombongan) yang bersekutu dengan akusala cetasika umum (4). yaitu :
~Kesadaran yang muncul yang spontan, disertai perasaan senang dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatavippayuttam, asankharikam)
~Kesadaran yang muncul dengan ajakan, disertai perasaan senang dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatavippayuttam, sasankharikam)
~Kesadaran yang muncul spontan disertai perasaan netral dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Upekkha-sahagatam, dittigatavippayuttam, asankharikam)
~Kesadaran yang muncul dengan ajakan disertai perasaan netral dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Upekha-sahagatam, dittigatavippayuttam, sasankharikam)

Keterangan :
* Lobha dan Ditthi dapat bersekutu, karena apabila terdapat Ditthi pasti terdapat Lobha
* Lobha dan Mana dapat bersekutu, karena apabila terdapat Mana pasti terdapat Lobha
* Ditthi dan Mana tidak dapat bersekutu, karena keduanya memiliki sifat berbeda

Pada Dosa Mula Citta...
~Kesadaran yang muncul spontan, disertai perasaan tidak menyenangkan dan bersekutu dengan keinginan jahat (Domanassa-sahagatam patighasampayuttam asankharikam)
~Kesadaran yang muncul dengan ajakan, disertai perasaan tidak menyenangkan dan bersekutu dengan keinginan jahat (Domanassa-sahagatam patighasampayuttam sasankharikam)

akan ditemui 4 Faktor batin yang dipimpin oleh Dosa (Docatuka) yaitu
1. Dosa (Kebencian)
2. Issa (Iri hati)
3. Macchariya (Kikir)
4. Kukkucca (Khawatir)


Dosa dapat berfungsi sebagai faktor batin (cetasika) dan juga dapat berfungsi sebagai hetu (akar).
Pada saat Dosa di pandang sebagai faktor batin (cetasika), ia mirip seekor naga yang siap melompat ketika terbentur cambuk, sebab seseorang akan mengalami atau merasa terganggu atau tidak senang terhadap objek, dan Dosa ini memiliki sifat kejam.

Keterangan :
* Dosa dapat muncul dengan issa atau macchariya atau kukkucca
* Issa tidak dapat muncul bersama dengan Macchariya
* Kukkucca tidak dapat muncul bersama dengan Issa maupun Macchariya

Cetasika Malas (Thina) dan Lamban (Middha) bersekutu dengan 5 jenis Akusala Citta yang muncul dengan ajakan (Sasankharikam) adalah 4 buah Lobha Mula Citta dan 1 buah Dosa Mula Citta yaitu :
Lobha Mula Citta :
~Kesadaran yang muncul dengan ajakan, disertai perasaan senang dan bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatasampayuttam, sasankharikam)
~Kesadaran yang muncul dengan ajakan disertai perasaaan netral dan bersekutu dengan pandangan salah (Upekkha-sahagatam, dittigatasampayuttam, sasankharikam)
~Kesadaran yang muncul dengan ajakan, disertai perasaan senang dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatavippayuttam, sasankharikam)
~Kesadaran yang muncul dengan ajakan disertai perasaan netral dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Upekha-sahagatam, dittigatavippayuttam, sasankharikam)

Dosa Mula Citta:
~Kesadaran yang muncul dengan ajakan, disertai perasaan tidak menyenangkan dan bersekutu dengan keinginan jahat (Domanassa-sahagatam patighasampayuttam sasankharikam)

_/\_ :lotus:
« Last Edit: 30 August 2008, 11:44:54 AM by Lily W »
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline Ratna

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 13
  • Reputasi: 3
Re: AKUSALA CITTA
« Reply #4 on: 30 August 2008, 04:59:43 PM »
wah bagus bgt pengetahuan dsr ini...thnks yahh uda kasi dhamma yg berharga..

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: AKUSALA CITTA
« Reply #5 on: 01 September 2008, 09:21:17 AM »
anumodana ci lily  _/\_......... makin mahir aja dalam memahami akusala citta nih  ;)

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: AKUSALA CITTA
« Reply #6 on: 01 September 2008, 09:28:43 AM »
Bro Markos ...

Anumodana juga.... _/\_

Saya masih perlu banyak belajar dari Bro Markos dan senior lainnya... semoga Para senior bersedia membimbing saya.... sadhu3x...

_/\_ :lotus:
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: AKUSALA CITTA
« Reply #7 on: 01 September 2008, 09:44:16 AM »
Lobha Mula Citta terdiri :
1. Kesadaran yang muncul Spontan, disertai perasaan senang dan bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatasampayuttam, asankharikam)
2. Kesadaran yang muncul dengan ajakan, disertai perasaan senang dan bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatasampayuttam, sasankharikam)
3. Kesadaran yang muncul yang spontan, disertai perasaan senang dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatavippayuttam, asankharikam)
4. Kesadaran yang muncul dengan ajakan, disertai perasaan senang dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatavippayuttam, sasankharikam)
5. Kesadaran yang muncul spontan disertai perasaan netral dan bersekutu dengan pandangan salah (Upekkha-sahagatam, dittigatasampayuttam, asankharikam)
6. Kesadaran yang muncul dengan ajakan disertai perasaaan netral dan bersekutu dengan pandangan salah (Upekkha-sahagatam, dittigatasampayuttam, sasankharikam)
7. Kesadaran yang muncul spontan disertai perasaan netral dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Upekkha-sahagatam, dittigatavippayuttam, asankharikam)
8. Kesadaran yang muncul dengan ajakan disertai perasaan netral dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Upekha-sahagatam, dittigatavippayuttam, sasankharikam)

Dosa Mula Citta terdiri :
1. Kesadaran yang muncul spontan, disertai perasaan tidak menyenangkan dan bersekutu dengan keinginan jahat (Domanassa-sahagatam patighasampayuttam asankharikam)
2. Kesadaran yang muncul dengan ajakan, disertai perasaan tidak menyenangkan dan bersekutu dengan keinginan jahat (Domanassa-sahagatam patighasampayuttam sasankharikam)

Moha Mula Citta terdiri :
1. Kesadaran yang disertai perasaan netral dan bersekutu dengan keraguan skeptis (Upekkha-sahagatam, vicikicchasampayuttam)
2. Kesadaran yang disertai dengan perasaan netral dan bersekutu dengan kegelisahan (Upekkha-sahagatam, Uddhaccasampayuttam)

_/\_ :lotus:

Contoh :

Contoh dari kedua belas jenis kesadaran buruk atau akusala citta ini sebagai berikut:
   1]   Dengan penuh perasaan senang seorang anak kecil secara spontan mencuri sebuah apel, dengan berpikir bahwa tidak ada kejahatan di dalam perbuatannya.
   2]   Dengan ajakan (misal didorong oleh seseorang) seorang anak mencuri sebuah apel dengan senang hati, dan berpikir bahwa tak ada kejahatan di dalam perbuatannya.
   3 dan 4]
      Kedua contoh di atas juga berlaku bagi tipe kesadaran buruk (akusala citta) ke-3 dan ke-4, dengan perbedaan bahwa pencurian yang dilakukan tanpa bersekutu dengan pandangan salah; dengan kata lain, sepenuhnya mengetahui bahwa apa yang dilakukan tentu salah.
5, 6, 7, dan 8]
      Keempat jenis akusala citta ini mirip dengan empat akusala citta sebelumnya dengan perbedaan bahwa pencurian yang dilakukan disertai perasaan netral. Secara nyata akusala citta yang tidak bersekutu dengan pandangan salah bukan berarti memiliki pandangan benar.
   9]   Dengan penuh kebencian, seseorang membunuh orang lain tanpa rencana (dengan kata lain tanpa diajak seseorang atau sesuatu).
   10]   Dengan kebencian seseorang membunuh orang lain setelah dipertimbangkan/direncanakan (dengan kata lain, didorong oleh beberapa sebab atau hal atau oleh seseorang). Pembunuhan... Pembunuhan dilakukan dengan kebencian sebagai akarnya, apapun motif yang mendorong seseorang dalam membunuh. Apabila terdapat pembunuhan, maka pasti ada selalu keinginan buruk (patigha), yang juga tidak menyenangkan (domanassa). Dan, apabila ada ketidaksenangan batin, pasti selalu ada keinginan buruk dalam bentuk kasar maupun yang halus. Bahkan, yang disebut pembunuhan demi kasih sayang/mercy-killing (euthanasia), didorong oleh keinginan buruk (dosa), karena terdapat kebencian terhadap penderitaan.
   11]   Seseorang meragukan keberadaan Buddha, atau kebenaran Dhamma karena kebodohannya. Dalam hal ini ada 8 segi keraguan skeptis tersebut.
   12]   Seseorang gelisah pikirannya, tak dapat mengkonsentrasikan pikirannya kepada satu objek.


_/\_ :lotus:
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline Mr. Wei

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.074
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
Re: AKUSALA CITTA
« Reply #8 on: 01 September 2008, 09:48:20 AM »
minta daftar 14 akusala cetasika + penjelasannya donk (klo dulu dari ci lily ada tabelnya tapi gak ada penjelasannya)

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: AKUSALA CITTA
« Reply #9 on: 01 September 2008, 10:46:33 AM »
Bisa di print di link http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=422.0

Semoga bermanfaat...

_/\_ :lotus:
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline Mr. Wei

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.074
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
Re: AKUSALA CITTA
« Reply #10 on: 01 September 2008, 10:50:29 AM »
Oh iya, ada :))

thanx ci lily _/\_

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: AKUSALA CITTA
« Reply #11 on: 01 September 2008, 01:33:10 PM »
Lobha Mula Citta terdiri :
1. Kesadaran yang muncul Spontan, disertai perasaan senang dan bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatasampayuttam, asankharikam)
2. Kesadaran yang muncul dengan ajakan, disertai perasaan senang dan bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatasampayuttam, sasankharikam)
3. Kesadaran yang muncul yang spontan, disertai perasaan senang dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatavippayuttam, asankharikam)
4. Kesadaran yang muncul dengan ajakan, disertai perasaan senang dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatavippayuttam, sasankharikam)
5. Kesadaran yang muncul spontan disertai perasaan netral dan bersekutu dengan pandangan salah (Upekkha-sahagatam, dittigatasampayuttam, asankharikam)
6. Kesadaran yang muncul dengan ajakan disertai perasaaan netral dan bersekutu dengan pandangan salah (Upekkha-sahagatam, dittigatasampayuttam, sasankharikam)
7. Kesadaran yang muncul spontan disertai perasaan netral dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Upekkha-sahagatam, dittigatavippayuttam, asankharikam)
8. Kesadaran yang muncul dengan ajakan disertai perasaan netral dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Upekha-sahagatam, dittigatavippayuttam, sasankharikam)

Dosa Mula Citta terdiri :
1. Kesadaran yang muncul spontan, disertai perasaan tidak menyenangkan dan bersekutu dengan keinginan jahat (Domanassa-sahagatam patighasampayuttam asankharikam)
2. Kesadaran yang muncul dengan ajakan, disertai perasaan tidak menyenangkan dan bersekutu dengan keinginan jahat (Domanassa-sahagatam patighasampayuttam sasankharikam)

Moha Mula Citta terdiri :
1. Kesadaran yang disertai perasaan netral dan bersekutu dengan keraguan skeptis (Upekkha-sahagatam, vicikicchasampayuttam)
2. Kesadaran yang disertai dengan perasaan netral dan bersekutu dengan kegelisahan (Upekkha-sahagatam, Uddhaccasampayuttam)

_/\_ :lotus:

Contoh :

Contoh dari kedua belas jenis kesadaran buruk atau akusala citta ini sebagai berikut:
   1]   Dengan penuh perasaan senang seorang anak kecil secara spontan mencuri sebuah apel, dengan berpikir bahwa tidak ada kejahatan di dalam perbuatannya.
   2]   Dengan ajakan (misal didorong oleh seseorang) seorang anak mencuri sebuah apel dengan senang hati, dan berpikir bahwa tak ada kejahatan di dalam perbuatannya.
   3 dan 4]
      Kedua contoh di atas juga berlaku bagi tipe kesadaran buruk (akusala citta) ke-3 dan ke-4, dengan perbedaan bahwa pencurian yang dilakukan tanpa bersekutu dengan pandangan salah; dengan kata lain, sepenuhnya mengetahui bahwa apa yang dilakukan tentu salah.
5, 6, 7, dan 8]
      Keempat jenis akusala citta ini mirip dengan empat akusala citta sebelumnya dengan perbedaan bahwa pencurian yang dilakukan disertai perasaan netral. Secara nyata akusala citta yang tidak bersekutu dengan pandangan salah bukan berarti memiliki pandangan benar.
   9]   Dengan penuh kebencian, seseorang membunuh orang lain tanpa rencana (dengan kata lain tanpa diajak seseorang atau sesuatu).
   10]   Dengan kebencian seseorang membunuh orang lain setelah dipertimbangkan/direncanakan (dengan kata lain, didorong oleh beberapa sebab atau hal atau oleh seseorang). Pembunuhan... Pembunuhan dilakukan dengan kebencian sebagai akarnya, apapun motif yang mendorong seseorang dalam membunuh. Apabila terdapat pembunuhan, maka pasti ada selalu keinginan buruk (patigha), yang juga tidak menyenangkan (domanassa). Dan, apabila ada ketidaksenangan batin, pasti selalu ada keinginan buruk dalam bentuk kasar maupun yang halus. Bahkan, yang disebut pembunuhan demi kasih sayang/mercy-killing (euthanasia), didorong oleh keinginan buruk (dosa), karena terdapat kebencian terhadap penderitaan.
   11]   Seseorang meragukan keberadaan Buddha, atau kebenaran Dhamma karena kebodohannya. Dalam hal ini ada 8 segi keraguan skeptis tersebut.
   12]   Seseorang gelisah pikirannya, tak dapat mengkonsentrasikan pikirannya kepada satu objek.


_/\_ :lotus:


penjelasan yg sangat jelas dan baik............ ^:)^

anumodana atas sharingnya....... _/\_

Offline Tia

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 239
  • Reputasi: 11
  • Gender: Female
Re: AKUSALA CITTA
« Reply #12 on: 17 November 2008, 12:20:38 PM »
Lobha Mula Citta terdiri :
1. Kesadaran yang muncul Spontan, disertai perasaan senang dan bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatasampayuttam, asankharikam)
2. Kesadaran yang muncul dengan ajakan, disertai perasaan senang dan bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatasampayuttam, sasankharikam)
3. Kesadaran yang muncul yang spontan, disertai perasaan senang dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatavippayuttam, asankharikam)
4. Kesadaran yang muncul dengan ajakan, disertai perasaan senang dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatavippayuttam, sasankharikam)
5. Kesadaran yang muncul spontan disertai perasaan netral dan bersekutu dengan pandangan salah (Upekkha-sahagatam, dittigatasampayuttam, asankharikam)
6. Kesadaran yang muncul dengan ajakan disertai perasaaan netral dan bersekutu dengan pandangan salah (Upekkha-sahagatam, dittigatasampayuttam, sasankharikam)
7. Kesadaran yang muncul spontan disertai perasaan netral dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Upekkha-sahagatam, dittigatavippayuttam, asankharikam)
8. Kesadaran yang muncul dengan ajakan disertai perasaan netral dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Upekha-sahagatam, dittigatavippayuttam, sasankharikam)

Dosa Mula Citta terdiri :
1. Kesadaran yang muncul spontan, disertai perasaan tidak menyenangkan dan bersekutu dengan keinginan jahat (Domanassa-sahagatam patighasampayuttam asankharikam)
2. Kesadaran yang muncul dengan ajakan, disertai perasaan tidak menyenangkan dan bersekutu dengan keinginan jahat (Domanassa-sahagatam patighasampayuttam sasankharikam)

Moha Mula Citta terdiri :
1. Kesadaran yang disertai perasaan netral dan bersekutu dengan keraguan skeptis (Upekkha-sahagatam, vicikicchasampayuttam)
2. Kesadaran yang disertai dengan perasaan netral dan bersekutu dengan kegelisahan (Upekkha-sahagatam, Uddhaccasampayuttam)

_/\_ :lotus:

Contoh :

Contoh dari kedua belas jenis kesadaran buruk atau akusala citta ini sebagai berikut:
   1]   Dengan penuh perasaan senang seorang anak kecil secara spontan mencuri sebuah apel, dengan berpikir bahwa tidak ada kejahatan di dalam perbuatannya.
   2]   Dengan ajakan (misal didorong oleh seseorang) seorang anak mencuri sebuah apel dengan senang hati, dan berpikir bahwa tak ada kejahatan di dalam perbuatannya.
   3 dan 4]
      Kedua contoh di atas juga berlaku bagi tipe kesadaran buruk (akusala citta) ke-3 dan ke-4, dengan perbedaan bahwa pencurian yang dilakukan tanpa bersekutu dengan pandangan salah; dengan kata lain, sepenuhnya mengetahui bahwa apa yang dilakukan tentu salah.

5, 6, 7, dan 8]
      Keempat jenis akusala citta ini mirip dengan empat akusala citta sebelumnya dengan perbedaan bahwa pencurian yang dilakukan disertai perasaan netral. Secara nyata akusala citta yang tidak bersekutu dengan pandangan salah bukan berarti memiliki pandangan benar.

   9]   Dengan penuh kebencian, seseorang membunuh orang lain tanpa rencana (dengan kata lain tanpa diajak seseorang atau sesuatu).
   10]   Dengan kebencian seseorang membunuh orang lain setelah dipertimbangkan/direncanakan (dengan kata lain, didorong oleh beberapa sebab atau hal atau oleh seseorang). Pembunuhan... Pembunuhan dilakukan dengan kebencian sebagai akarnya, apapun motif yang mendorong seseorang dalam membunuh. Apabila terdapat pembunuhan, maka pasti ada selalu keinginan buruk (patigha), yang juga tidak menyenangkan (domanassa). Dan, apabila ada ketidaksenangan batin, pasti selalu ada keinginan buruk dalam bentuk kasar maupun yang halus. Bahkan, yang disebut pembunuhan demi kasih sayang/mercy-killing (euthanasia), didorong oleh keinginan buruk (dosa), karena terdapat kebencian terhadap penderitaan.
   11]   Seseorang meragukan keberadaan Buddha, atau kebenaran Dhamma karena kebodohannya. Dalam hal ini ada 8 segi keraguan skeptis tersebut.
   12]   Seseorang gelisah pikirannya, tak dapat mengkonsentrasikan pikirannya kepada satu objek.


_/\_ :lotus:


Ada yang bisa bantu kasih contoh yang lebih detail lagi tentang poin 3 s/d 8 ga?  ^-^
coz aku dapet tugas dari dosen nech...
buat masing2 contoh perbuatan yang berubungan dengan akusala citta,
sedangkan aku masih ga ngerti...  :'( :'(

Plase bantu yach...  ^:)^  ^:)^
Thanks.  _/\_
Hiasilah hari-harimu dengan senyum manis... ;)

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: AKUSALA CITTA
« Reply #13 on: 17 November 2008, 12:43:53 PM »
Lobha Mula Citta terdiri :
1. Kesadaran yang muncul Spontan, disertai perasaan senang dan bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatasampayuttam, asankharikam)
2. Kesadaran yang muncul dengan ajakan, disertai perasaan senang dan bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatasampayuttam, sasankharikam)
3. Kesadaran yang muncul yang spontan, disertai perasaan senang dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatavippayuttam, asankharikam)
4. Kesadaran yang muncul dengan ajakan, disertai perasaan senang dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatavippayuttam, sasankharikam)
5. Kesadaran yang muncul spontan disertai perasaan netral dan bersekutu dengan pandangan salah (Upekkha-sahagatam, dittigatasampayuttam, asankharikam)
6. Kesadaran yang muncul dengan ajakan disertai perasaaan netral dan bersekutu dengan pandangan salah (Upekkha-sahagatam, dittigatasampayuttam, sasankharikam)
7. Kesadaran yang muncul spontan disertai perasaan netral dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Upekkha-sahagatam, dittigatavippayuttam, asankharikam)
8. Kesadaran yang muncul dengan ajakan disertai perasaan netral dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Upekha-sahagatam, dittigatavippayuttam, sasankharikam)

Dosa Mula Citta terdiri :
1. Kesadaran yang muncul spontan, disertai perasaan tidak menyenangkan dan bersekutu dengan keinginan jahat (Domanassa-sahagatam patighasampayuttam asankharikam)
2. Kesadaran yang muncul dengan ajakan, disertai perasaan tidak menyenangkan dan bersekutu dengan keinginan jahat (Domanassa-sahagatam patighasampayuttam sasankharikam)

Moha Mula Citta terdiri :
1. Kesadaran yang disertai perasaan netral dan bersekutu dengan keraguan skeptis (Upekkha-sahagatam, vicikicchasampayuttam)
2. Kesadaran yang disertai dengan perasaan netral dan bersekutu dengan kegelisahan (Upekkha-sahagatam, Uddhaccasampayuttam)

_/\_ :lotus:

Contoh :

Contoh dari kedua belas jenis kesadaran buruk atau akusala citta ini sebagai berikut:
   1]   Dengan penuh perasaan senang seorang anak kecil secara spontan mencuri sebuah apel, dengan berpikir bahwa tidak ada kejahatan di dalam perbuatannya.
   2]   Dengan ajakan (misal didorong oleh seseorang) seorang anak mencuri sebuah apel dengan senang hati, dan berpikir bahwa tak ada kejahatan di dalam perbuatannya.
   3 dan 4]
      Kedua contoh di atas juga berlaku bagi tipe kesadaran buruk (akusala citta) ke-3 dan ke-4, dengan perbedaan bahwa pencurian yang dilakukan tanpa bersekutu dengan pandangan salah; dengan kata lain, sepenuhnya mengetahui bahwa apa yang dilakukan tentu salah.

5, 6, 7, dan 8]
      Keempat jenis akusala citta ini mirip dengan empat akusala citta sebelumnya dengan perbedaan bahwa pencurian yang dilakukan disertai perasaan netral. Secara nyata akusala citta yang tidak bersekutu dengan pandangan salah bukan berarti memiliki pandangan benar.

   9]   Dengan penuh kebencian, seseorang membunuh orang lain tanpa rencana (dengan kata lain tanpa diajak seseorang atau sesuatu).
   10]   Dengan kebencian seseorang membunuh orang lain setelah dipertimbangkan/direncanakan (dengan kata lain, didorong oleh beberapa sebab atau hal atau oleh seseorang). Pembunuhan... Pembunuhan dilakukan dengan kebencian sebagai akarnya, apapun motif yang mendorong seseorang dalam membunuh. Apabila terdapat pembunuhan, maka pasti ada selalu keinginan buruk (patigha), yang juga tidak menyenangkan (domanassa). Dan, apabila ada ketidaksenangan batin, pasti selalu ada keinginan buruk dalam bentuk kasar maupun yang halus. Bahkan, yang disebut pembunuhan demi kasih sayang/mercy-killing (euthanasia), didorong oleh keinginan buruk (dosa), karena terdapat kebencian terhadap penderitaan.
   11]   Seseorang meragukan keberadaan Buddha, atau kebenaran Dhamma karena kebodohannya. Dalam hal ini ada 8 segi keraguan skeptis tersebut.
   12]   Seseorang gelisah pikirannya, tak dapat mengkonsentrasikan pikirannya kepada satu objek.


_/\_ :lotus:


Ada yang bisa bantu kasih contoh yang lebih detail lagi tentang poin 3 s/d 8 ga?  ^-^
coz aku dapet tugas dari dosen nech...
buat masing2 contoh perbuatan yang berubungan dengan akusala citta,
sedangkan aku masih ga ngerti...  :'( :'(

Plase bantu yach...  ^:)^  ^:)^
Thanks.  _/\_

contoh :
3. Dengan spontan seorang anak mencuri sebuah apel dengan senang hati, dan berpikir bahwa ada kejahatan di dalam perbuatannya.
4. Dengan ajakan (misal didorong oleh seseorang) seorang anak mencuri sebuah apel dengan senang hati, dan berpikir bahwa ada kejahatan di dalam perbuatannya.
5. Dengan spontan seorang anak mencuri sebuah apel dengan perasaan netral, dan berpikir bahwa tidak ada kejahatan di dalam perbuatannya.
6. Dengan ajakan (misal didorong oleh seseorang) seorang anak mencuri sebuah apel dengan perasaan netral, dan berpikir bahwa tidak ada kejahatan di dalam perbuatannya.
7. Dengan spontan seorang anak mencuri sebuah apel dengan perasaan netral, dan berpikir bahwa ada kejahatan di dalam perbuatannya.
8. Dengan ajakan (misal didorong oleh seseorang) seorang anak mencuri sebuah apel dengan perasaan netral, dan berpikir bahwa ada kejahatan di dalam perbuatannya.

Semoga contoh itu bisa membantu Sis Tia...

Sis Tia...tolong perhatikan contoh yg di warna biru itu dan liat perbedaannya... ;D

_/\_ :lotus:
« Last Edit: 17 November 2008, 01:00:15 PM by Lily W »
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: AKUSALA CITTA
« Reply #14 on: 17 November 2008, 12:49:39 PM »
Lobha Mula Citta terdiri :
1. Kesadaran yang muncul Spontan, disertai perasaan senang dan bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatasampayuttam, asankharikam)
2. Kesadaran yang muncul dengan ajakan, disertai perasaan senang dan bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatasampayuttam, sasankharikam)
3. Kesadaran yang muncul yang spontan, disertai perasaan senang dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatavippayuttam, asankharikam)
4. Kesadaran yang muncul dengan ajakan, disertai perasaan senang dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Somanassa-sahagatam, dittigatavippayuttam, sasankharikam)
5. Kesadaran yang muncul spontan disertai perasaan netral dan bersekutu dengan pandangan salah (Upekkha-sahagatam, dittigatasampayuttam, asankharikam)
6. Kesadaran yang muncul dengan ajakan disertai perasaaan netral dan bersekutu dengan pandangan salah (Upekkha-sahagatam, dittigatasampayuttam, sasankharikam)
7. Kesadaran yang muncul spontan disertai perasaan netral dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Upekkha-sahagatam, dittigatavippayuttam, asankharikam)
8. Kesadaran yang muncul dengan ajakan disertai perasaan netral dan tidak bersekutu dengan pandangan salah (Upekha-sahagatam, dittigatavippayuttam, sasankharikam)
_/\_ :lotus:

Contoh :

Contoh dari kedua belas jenis kesadaran buruk atau akusala citta ini sebagai berikut:
   1]   Dengan penuh perasaan senang seorang anak kecil secara spontan mencuri sebuah apel, dengan berpikir bahwa tidak ada kejahatan di dalam perbuatannya.
   2]   Dengan ajakan (misal didorong oleh seseorang) seorang anak mencuri sebuah apel dengan senang hati, dan berpikir bahwa tak ada kejahatan di dalam perbuatannya.
   3 dan 4]
      Kedua contoh di atas juga berlaku bagi tipe kesadaran buruk (akusala citta) ke-3 dan ke-4, dengan perbedaan bahwa pencurian yang dilakukan tanpa bersekutu dengan pandangan salah; dengan kata lain, sepenuhnya mengetahui bahwa apa yang dilakukan tentu salah.

5, 6, 7, dan 8]
      Keempat jenis akusala citta ini mirip dengan empat akusala citta sebelumnya dengan perbedaan bahwa pencurian yang dilakukan disertai perasaan netral. Secara nyata akusala citta yang tidak bersekutu dengan pandangan salah bukan berarti memiliki pandangan benar.

_/\_ :lotus:


Ada yang bisa bantu kasih contoh yang lebih detail lagi tentang poin 3 s/d 8 ga?  ^-^
coz aku dapet tugas dari dosen nech...
buat masing2 contoh perbuatan yang berubungan dengan akusala citta,
sedangkan aku masih ga ngerti...  :'( :'(

Plase bantu yach...  ^:)^  ^:)^
Thanks.  _/\_

dear Tia,

Saya coba tambahkan untuk lihat secara kata kuncinya yaitu :
1. spontan/dengan ajakan
2. dgn perasaan menyenangkan/netral
3. bersekutu dengan pandangan salah/tidak bersekutu

kalo spontan, berarti secara otomatis akan melakukan krn sudah terbiasa
kalo dgn ajakan, berarti ada faktor eksternal yg mengajak melakukan perbuatan tersebut

dgn perasaan menyenangkan, berarti dia melakukan perbuatan itu dengan senang
kalau perasaan netral, berarti perbuatan itu dilakukan dengan perasaan yg datar2 saja

bersekutu dgn pandangan salah : tidak mengetahui bhw yg dilakukan itu salah
tidak bersekutu dengan pandangan salah : mengetahui bhw yg dilakukan itu salah

semoga bisa memperjelas yah :D