Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: BUDDHADHARMA DAN PERKEMBANGAN HIDUP MANUSIA  (Read 2958 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
BUDDHADHARMA DAN PERKEMBANGAN HIDUP MANUSIA
« on: 15 August 2007, 03:49:02 PM »
BUDDHADHARMA DAN PERKEMBANGAN HIDUP MANUSIA
 
Revolusi ilmiah yg berkembang pada abad 17 di Barat berdampak terhadap pandangan pandangan dan konsepsi tentang manusia di dlm segala aspeknya, moral, pikiran, kesadaran dan kehidupannya tidak lagi dilihat sebagai sesuatu yg fatalis namun dipandang memiliki kemampuan untuk maju dan berkembang.
                Dalam psikologi misalnya, tumbuh pandangan tentang jiwa manusia sebagai bukan sesuatu yg tidak berubah, tetapi sebagai rangkaian dinamika atas pikiran yg sadar dan tidak sadar, yg memiliki kandungan simpanan emosional dan ingatan masa kecil, sebuah pandangan yg sejalan dengan ajaran Buddha tentang manusia yg terdiri dari nama dan rupa yg bersifat dinamik dan tentang kesadaran masa lalu yg menyimpan ingatan masa lalu sampai kepada kelahirannya yg terdahulu.
                Dalam Buddha Dhamma tumbuh pandangan bahwa kehidupan manusia itu tidaklah statis namun dinamis, mampu berkembang setinggi dan sesempurna mungkin. Pandangan ini sejalan dgn penemuan berbagai ilmu pengetahuan tentang manusia, dunia dan alam semesta yg bersifat dinamis, mengalami perubahan dan perkembangan.
                Dalam Buddha Dhamma yg melihat adanya kebebasan dan kemampuan manusia untuk berkembang itu sekurangnya terdapat tiga hokum yg sekiranya juga mencerminkan apa yg terdapat did lm pandangan ilmiah atau semangat ilmu pengetahuan tentang perkembangan yg terjadi dlm hidup manusia.
                Ketiga hokum yg bersifat dinamis itu adalah : Hukum Kontinuitas, Hukum Moral dan Hukum Sebab Akibat. Ketiga hokum dlm Buddha Dhamma yg sejalan dengan pandangan ilmiah ini melihat adanya kedinamikaan yg terjadi dlm dunia, alam semesta dan kehidupan manusia.
                Hukum Kontinuitas yg lebih popular dikenal sebagai Hukum Kelahiran Kembali menjamin kelangsungan antara bawah sadar atau dinamika kehidupan manusia dengan kematian fisik yg dialami manusia. Secara umum dikatakan hokum kontinuitas ini adalah kesadaran penyambung untuk kemudian dilahirkan kembali sebagai manusia.
                Kaum materialis mungkin menyangkal hokum kesinambungan hidup ini, karena memandang hanya materilah yg ada sedangkan kesadaran merupakan hasil sampingan dari unsure-unsur materi, dan karenanya setelah tubuh fisik lenyap, maka kesadaranpun turut lenyap.
                Namun dalam kacamata pandangan ilmiah segala apa yg terjadi itu juga tersimpan dlm kesadaran bawah sadar, dan karenanya dimungkinkanlah untuk kesadaran bawah sadar ini muncul kepermukaan kembali melalui kehadiran tubuh fisik dlm kelahiran kembali melalui kehadiran tubuh fisik dlm kelahiran berikutnya. Dalam Hipnoterapi, seringkali dlm kehidupan seseorang terlacak ingatan-ingatan masa lalunya yg memperlihatkan adanya kelahiran kembali itu.
                Hukum moral dalam pandangan Buddhis menyatakan bahwa tidak ada sesuatu perbuatan yg tidak mengalami akibatnya. Karenanya, manusia memiliki kehendak dan kebebasan untuk menentukan kehidupannya dan masa depannya.
                Manusia bukanlah penyerah terhadap nasibnya sendiri, namun dengan kekuatannya dlm menumbuhkan moralitasnya dia menjadi penentu dari kehidupannya sendiri. Untuk itulah segala disiplin religius diperlukan dan mendapatkan maknanya, karena masa depan kehidupan manusia ditentukan oleh segala tindakannya sesuai dengan bekerjanya hukum moralitas.
                Dengan begitu pula, hukum moral itu berkaitan dengan hukum sebab akibat atau hukum karma. Manusia, masyarakat dan alam semesta juga tidak luput dari hukum sebab akibat ini. Kehidupan manusia tidaklah telah tertentukan secara dogmatis, namun dalam kacamata hukum sebab akibat, manusia itu dapat berkembang setinggi dan sempurna mungkin dengan cara menumbuhkan sebab-sebab yg baik.
                Melalui hukum sebab akibat inilah, perkembangan manusia itu dimungkinkan dan manusia dapat mencapai spiritualitas yg setinggi-tingginya. Begitupula dlm kacamata hukum kontinuitas dan hukum moral memperlihatkan betapa pentingnya pencapaian spiritualitas dlm kehidupan manusia bagi masa depan kehidupannya.

 _/\_
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are