Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: [ASK] KEBAIKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA  (Read 14435 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Umat Awam

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 773
  • Reputasi: 28
  • Gender: Male
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #30 on: 23 July 2008, 08:06:02 AM »

Quote
Anda mengatakan CINTA KASIH adalah ilusi dari si AKU
Sy (dan mungkin beberapa anggota yg lain) menjelaskan bahwa CINTA KASIH bukanlah produk si AKU, melainkan 'refleksi dari padamnya EGO/AKU'.
>>Saya sampai sekarang ini tidak tahu bahwa "Cinta Kasih" itu adalah produknya "siapa"....Apakah produk "SANG AKU" atau "TANPA AKU" karena "Sang Aku" dan "Tanpa aku" itu serupa tapi tak sama...
Dan jika bermain secara "teori dan pendapat",saya berpendapat bahwa "Cinta Kasih" itu memang bukan produk dr "Sang AKU",tetapi saya yakin "SANG AKU" telah memproduksi lebih banyak "Cinta Palsu" dengan segala "kemunafikan" didalamnya...
Yang saya ragukan didalam semua teori yang dipaparkan oleh orang2 secara umum adalah "Cinta Kasih" definisi "Manusia" berdasarkan "tataran pikirannya" sendiri...
Apakah anda sanggup mendefinisikan "cinta kasih" itu apa?:)
Jika semua konsep "manusia" itu berdasarkan "tataran pikirannya" dijabarkan tentang "Cinta Kasih" yang seakan2 sangat "mulia dan baik" tetapi disana adalah kerjaan "aku",disana terdapat "kemunafikan" dan "pembohongan"...
ITU PENDAPAT SAYA,silakan anda SANGGAH jika anda merasa keberatan...:)

 :)) :)) :))

wew.. maksudnya apa yach??  ???
Pertama dikatakan :


Quote
Memang adalah ilusi...Kenapa harus saya bilang itu adalah REAL?
Coba anda buktikan bahwa itu adalah REAL?Kembali ke pernyataan saya diatas,cuma ada 2kemungkinan yang ada,mana kemungkinan yang ada pada anda?Smiley
Kalau saya sendiri berani berkata sampai saat ini semuanya adalah ILUSI dr AKU....

Salam,
Riky

Lalu muncul kalimat, yang sy bold biru... Ckckckck....  :whistle:
Ada2 aja manusia jaman sekarang...  ::)

Quote
Anda meragukan CINTAKASIH dan kita2 disini menjelaskannya. Ketika sudah dijelaskan secara sistematis, anda malah mengklaim orang2 hanya berbicara apel tanpa pernah mencoba rasa apel tsb. Bagaimana anda bisa mengklaim begitu?
Justru karena anda mendeskripsikan "Cinta Kasih" itu secara sistematis,maka saya berkata"Anda hanya menebak2 rasa apel tanpa pernah mencicipinya"...^-^
Lihat kembali pernyataan anda sendiri :
"Sy (dan mungkin beberapa anggota yg lain) menjelaskan bahwa CINTA KASIH bukanlah produk si AKU, melainkan 'refleksi dari padamnya EGO/AKU'."
Dan lihat pernyataan saudara kainyn,"Padamnya "aku" bukan pencerminan dari cinta kasih, tapi cinta kasih adalah cerminan dari padamnya "aku". "
Saya lihat didalam pernyataan anda2 bahwa CINTA KASIH bukan Produk "AKU",cinta kasih mencerminkan bahwa ATTA sudah PADAM...
Sudah jelas bukan?Padamnya ATTA=NIBBANA,sekarang saya tanyakan kembali apakah anda dkk sudah merealisasikan NIBBANA?^-^
Kenapa anda bisa menjabarkanya secara sistematis dan demikian rupa hanya berdasarkan kata2 didalam Tipitaka yang bahwa anda sendiri belum tahu/membuktikan secara LANGSUNG KEBENARANNYA?^-^
Lantas kenapa saya harus bilang CINTA KASIH ADALAH REAL,ketika SAYA sendiri belum MEMBUKTIKAN KEBENARANNYA dengan MEREALISASIKAN NIBBANA?
Kenapa saya harus percaya terhadap sesuatu yang belum pernah saya BUKTIKAN?
Bukankah SB mengajurkan EHIPASSIKO atau mungkin SB mengajarkan HAPAL dan HAPAL??:)

Lalu apakah Bro Riky udah merealisasi Nibbana, hingga udah tahu pasti bahwa Cinta kasih itu bukan produk si AKU dan Juga Ilusi dari AKU ? ??? Saya jadi binun sendiri.. maklum umat awam sih..  :(

Quote
Kalau memang mereka belum mencoba rasa apel tsb, memangnya kenapa?
Itu bukan urusan saya jika mereka sudah "mencoba" atau "belum sama sekali".Urusan saya hanya mempertanyakan segala sesuatu yang berlawanan dengan apa yang saya TAHU,saya tidak peduli apakah anda peduli dengan "pernyataan" saya atau tidak...Yang saya tahu dari setiap jawaban anda,saya bisa tahu apa JALAN TERBAIK untuk SAYA melebihi apapun yang saya dapatkan selama hidup 17thn didunia ini dengan "kebodohan" "keangkuhan" "kesombongan" "ketidaktahuan" "kemunafikan" dan "kebohongan"...

Quote
Kalau mereka sudah mencoba apel tsb, apa manfaatnya bagi anda?
Saya tidak peduli bahkan mereka sudah mencapai ARAHAT sekalipun,ingat yang ARAHAT itu mereka bukan saya,kenapa saya harus peduli?Mungkin ketika melihat mereka, saya hanya bernamaskara dan pergi begitu saja,atau mungkin menanyakan tentang pertanyaan2nya yang saya ragukan....Tetapi jika dia tidak bisa menjawab,itu bukan masalah bagi saya...Masalah saya hanya 1 Realisasikan NIBBANA,tiada yang LAIN untuk "Dipertentangkan" "Diperdebatkan" "Dipermasalahkan".

Owh... ohw.......

Quote
Apakah anda akan percaya kepada mereka? Apakah anda semata-mata akan percaya sesuatu jika dikatakan oleh orang yg sudah memakan apel? Bagaimana dengan Kalama Sutta, yg mengingatkan kita agar jangan percaya begitu saja karena semata2 dikatakan oleh orang suci, melainkan harus membuktikannya sendiri dulu?
Hahaha...Saudara willi anda sangat cerdas...Sayang sekali,anda menanyakan hal yang saya sendiri tanyakan...Justru karena saya tidak tahu kemudian saya mencari orang yang saya rasa lebih "tahu" dan mencocokan dengan "ketidaktahuan" saya,mencocokan dengan "kebenaran" melalui pengalaman2 pribadi saya...Jika "sesuai" maka dia adalah "penuntun" saya dan saya sendiri yang mulai mencari "jalan" itu dan "merealisasikan" dan orang tersebut akan saya jadikan "penuntun" semata ,tidak lebih juga tidak kurang.....:)

Quote
Bagaimana jika sebaliknya? Orang2 ini ternyata belum pernah memakan apel, tapi ternyata apa yg mereka katakan tentang CINTA KASIH setelah anda buktikan adalah BENAR. Apakah anda akan menjadi tidak percaya CINTA KASIH yg telah anda buktikan sendiri, karena dikatakan semata2 dikatakan oleh orang yg belum suci?
Ini adalah suatu pernyataan yang luar biasa selama saya berada di DC karena bagaimana orang yang belum mencicipi rasa apel bisa memberitahukan rasa apel(Kecuali dia hanya main tebak2an dan saya tidak cukup bodoh untuk mengikuti setiap "permainannya".Hidup adalah seperti permainan JUDI yakni MENANG KALAH , BENAR SALAH,ADIL TIDAK ADIL,dan selama saya hidup sekarang ini saya tidak ingin bermain "judi",jika anda ingin silakan saja toh itu bukan urusan saya.)?^-^
Anda salah,ketika saya sudah membuktikan CINTA KASIH maka saya sudah ARAHAT...^-^
Lihat kembali pernyataan anda diatas...:)
Siapapun yang mengatakannya saya tidak peduli...Apakah dia orang suci,apakah dia gelandangan,apakah dia pengemis,apakah dia pelacur,apakah dia koruptor,apakah dia bhikkhu,apakah dia penceramah...Bagi saya tidak penting,....Tapi saya yakin siapapun dia,dia tidak mungkin dapat mendeskripsikan CINTA KASIH itu apa bahkan seorang ARAHAT sekalipun...
Jadi setahu saya bahwa semua CINTA KASIH yang anda dan saya ketahui sampai saat ini adalah CIPTAAN AKU kecuali anda sudah merealisasikan NIBBANA...:)

Really Confused..... ??? ::)

Quote
Jadi, tidak bermanfaat rasanya jika kita disini berdiskusi dengan merujuk siapa yg sudah makan apel dan siapa yg belum. Disini kita berdiskusi berdasarkan teori, pendapat masing2 yg dapat disetujui atau dibantah/dipertanyakan berlandaskan argumen kita masing2.
Jika dengan argumen dan pendapat,saya mengundurkan diri dari diskusi ini,sebelum saya melekat pada "pandangan" saya...:)
Saya masih sangat hijau dalam masalah ini dan masih pemula,jadi saya tidak mau repot2 mengambil masalah dengan "debat kusir"...:)
Saya bukan ARAHAT dan jika saya ARAHAT sekalipun saya tidak akan repot2 untuk "mencerahkan" anda...:)
Seperti kata Dewi Lestari yang menggungah hati saya yang selama ini mencari "kata2" tersebut :
"Membahagiakan Keenan, keluarga, para penggemar, masyarakat, juga menjadi keinginan saya. Tapi saya pun tidak bisa selamanya mencegah mereka semua dari ketidakbahagiaan. Karena apa? Seseorang berbahagia karena dirinya sendiri. Kebahagiaan bukan mekanisme eksternal, tapi internal. Ilustrasinya begini, dua orang sama-sama dikasih apel, yang satu bahagia karena memang suka apel, yang lain kecewa karena sukanya durian. Berarti bukan apelnya yang bisa bikin bahagia, tapi reaksi hati seseoranglah yang menentukan. Yang tidak suka apel baru bisa bahagia kalau akhirnya dia bisa menerima bahwa yang diberikan kepadanya adalah apel dan bukan durian—sebagaimana yang dia inginkan. Alias menerima kenyataan. Saya tidak bisa membuat siapa pun berbahagia, sekalipun saya ingin berpikir demikian. Kenyatannya, hanya dirinya sendirilah yang bisa. Saya hanya bisa menolong dan memberikan apa yang orang tersebut butuhkan, SEJAUH yang saya bisa. Namun saya tidak memegang kendali apa pun atas kebahagiaannya."
"Kewajiban utama saya adalah menjadi manusia yang utuh agar saya bisa membagi keutuhan saya dengan dia. Dan keutuhan jiwa saya tidak saya letakkan dalam pernikahan, tidak juga pada siapa-siapa, melainkan pada diri saya sendiri. Saya hanya bisa bahagia untuk diri saya sendiri. Kalau ada yang lain merasa kecipratan, ya, syukur. Kalau tidak pun bukan urusan saya.
Maaf jika ada yang kurang berkenan dengan perkataan saya karena saya selalu berbicara secara "to the point" dan tanpa embel2 apapun...:)

Salam,
Riky


Memank Teori selalu lebih tinggi dari pencapaian itu sendiri.....  :-?
 ^:)^ ^:)^ ^:)^

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #31 on: 23 July 2008, 08:30:46 AM »
MOD muncul lagi?walah walah

 [at]  riky Dave,
mirip copy cat Pak Hudoyo tapi sayang ga sempurna
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #32 on: 23 July 2008, 08:31:28 AM »
Quote
Kamu sendiri, tahu dari mana orang itu tidak tahu apa itu "cinta kasih"?
Tentunya 1 dari 2 pilihan yang kamu tawarkan:
1. Menebak2 dari kata2 mereka
2. Sudah mengetahui secara langsung (dengan cara baca pikiran mereka)
Pertama2 yang harus saya TEGASKAN DAN TEKANKAN adalah saya tidak pernah menulis yang anda sebutkan sebagai "pilihan yang saya tawarkan"
Lihat apa yang saya tulis:
Quote
Kemungkinanya cuma ada 2 yakni:
1.Menebak2 dari kata2 sutta/kata2 mereka sendiri.
2.Sudah mencobanya secara langsung..
Dr 1 dan 2 yang saya tawarkan mungkin beda dengan yang anda deskripsikan/tuliskan...
1.>>Saya mengatakan mereka melihat dr sutta,mencaploknya lalu dituliskan disini hanya dengan "pengertian" mereka semata mungkin tanpa "pemahaman" apa yang mereka tuliskan...Atau bisa jadi mereka menerka2 arti sutta2 tsb dengan kata2 mereka sendiri...
2.>>Saya mengatakan bahwa sudah "terjun langsung" dan "memprakteknya",saya tidak pernah berkata sedikitpun tentang jhana yang anda maksudkan bahkan kekuatan2(Membaca pikiran) yang anda katakan disana...
Sekarang giliran anda untuk menjelaskan apa definisi anda dengan tulisan anda tsb yang mengatakan bahwa itu "tawaran saya?":)
Quote
Setahu saya, Riky_dave paling gencar menentang sikap "menerka-nerka bathin orang", dan juga tidak pernah bicara Jhana ataupun kemampuan baca pikiran. Jadi kira2 dari mana pikiran itu bisa muncul?
Lihat kembali apa definisi anda tentang pernyataan saya dan jangan mengubah kata2 yang saya lontarkan dengan persepsi anda sendiri...:)

Salam,
Riky


Wah, jadi ke mana2 yah?! Maaf, Riky_dave, ga jadi diskusi deh. Jika yang begitu mudah dimengerti aja dikupas menjadi rumit di mata yang "telah tersadarkan", saya pasti tidak mampu membahas yang lebih rumit dari itu.


Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #33 on: 23 July 2008, 08:49:25 AM »
MOD muncul lagi?walah walah

 [at]  riky Dave,
mirip copy cat Pak Hudoyo tapi sayang ga sempurna

iye nih maen2 aja nih Mod, thanks yah Mod yang waktu itu hehehehe
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline williamhalim

  • Sebelumnya: willibordus
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.870
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #34 on: 23 July 2008, 09:00:21 AM »
>>Saya sampai sekarang ini tidak tahu bahwa "Cinta Kasih" itu adalah produknya "siapa"....Apakah produk "SANG AKU" atau "TANPA AKU" karena "Sang Aku" dan "Tanpa aku" itu serupa tapi tak sama...

Anda 'tidak tau' dan telah dijelaskan oleh orang2... Jadi, masalahnya apa sebenarnya sekarang?

Quote
Dan jika bermain secara "teori dan pendapat",saya berpendapat bahwa "Cinta Kasih" itu memang bukan produk dr "Sang AKU",tetapi saya yakin "SANG AKU" telah memproduksi lebih banyak "Cinta Palsu" dengan segala "kemunafikan" didalamnya...

Harap dibedakan antara CINTA KASIH (murni/METTA) dan CINTA NAFSU, CINTA PALSU, dsbnya.
Pertama anda membahas CINTA KASIH, begitu dijelaskan, anda beralih ke CINTA PALSU.
DIskusi begini menjadi tidak beraturan. Anda mantapkan dulu mau bahas yg mana: CINTA KASIH atau CINTA PALSU/BERAHI/KEMELEKATAN?

Quote
Yang saya ragukan didalam semua teori yang dipaparkan oleh orang2 secara umum adalah "Cinta Kasih" definisi "Manusia" berdasarkan "tataran pikirannya" sendiri...
Apakah anda sanggup mendefinisikan "cinta kasih" itu apa?:)

Anda tidak teliti / mungkin lupa, kan sudah saya defenisikan CINTA KASIH itu di postingan atas :)

Quote
Saya lihat didalam pernyataan anda2 bahwa CINTA KASIH bukan Produk "AKU",cinta kasih mencerminkan bahwa ATTA sudah PADAM...
Sudah jelas bukan?Padamnya ATTA=NIBBANA,sekarang saya tanyakan kembali apakah anda dkk sudah merealisasikan NIBBANA?^-^

Dalam pembahasan begini apa yg saya tulis adalah berdasarkan pengetahuan sy, baik yg didapat dari buku, perenungan ataupun implementasi.

Pertanyaan2 semacam: "Anda berbicara begitu, apakah anda sudah merealisasi Nibbana?"
adalah pertanyaan dari orang yg sudah terpojok dalam berdiskusi, ketika setelah tidak ada lagi argumen yg bisa dipertahankan, maka akan berbalik menyerang 'praktik' lawan diskusi, karena semua juga tau: siapa sih diantara manusia di dunia ini yg sudah praktik 100%? Maka serang aja praktik-nya, beres sudah.

Kalau memang Bro Riky hanya ingin berdiskusi dengan orang yg sudah merealisasi Nibbana, sangat tidak tepat melempar opini/pertanyaan disini. :)

Quote
Kenapa anda bisa menjabarkanya secara sistematis dan demikian rupa hanya berdasarkan kata2 didalam Tipitaka yang bahwa anda sendiri belum tahu/membuktikan secara LANGSUNG KEBENARANNYA?^-^

Apakah sy menjabarkan CINTA KASIH tsb berdasarkan Tipitaka? sy termasuk orang yg JARANG membaca Tipitaka loh...   :-[ Seperti yg telah sy bilang, Kita tidak pernah tau, orang tsb menulis beradasarkan pengalamannya / tidak, maka tidak akan bermanfaat menanyakan praktik seseorang.

Quote
Quote
Kalau memang mereka belum mencoba rasa apel tsb, memangnya kenapa?
Itu bukan urusan saya jika mereka sudah "mencoba" atau "belum sama sekali".Urusan saya hanya mempertanyakan segala sesuatu yang berlawanan dengan apa yang saya TAHU,saya tidak peduli apakah anda peduli dengan "pernyataan" saya atau tidak...Yang saya tahu dari setiap jawaban anda,saya bisa tahu apa JALAN TERBAIK untuk SAYA melebihi apapun yang saya dapatkan selama hidup 17thn didunia ini dengan "kebodohan" "keangkuhan" "kesombongan" "ketidaktahuan" "kemunafikan" dan "kebohongan"...

AKU yg HALUS lebih susah untuk dideteksi, Bro....
Memerlukan cermin yg lebih jernih...
Kemarahan meledak2 gampang untuk dideteksi, itu namanya: Aku yg Kasar.
Keangkuhan dan kekesalan yg lebih halus, agak sulit untuk dideteksi, ini namanya Aku yg Halus.
Sy yakin, anda telah lebih baik dibanding dulu, tapi mohon untuk bersabar dan merenung lebih dalam lagi...

Quote
Quote
Kalau mereka sudah mencoba apel tsb, apa manfaatnya bagi anda?
Saya tidak peduli bahkan mereka sudah mencapai ARAHAT sekalipun,ingat yang ARAHAT itu mereka bukan saya,kenapa saya harus peduli?Mungkin ketika melihat mereka, saya hanya bernamaskara dan pergi begitu saja,atau mungkin menanyakan tentang pertanyaan2nya yang saya ragukan....Tetapi jika dia tidak bisa menjawab,itu bukan masalah bagi saya...Masalah saya hanya 1 Realisasikan NIBBANA,tiada yang LAIN untuk "Dipertentangkan" "Diperdebatkan" "Dipermasalahkan".

Tampaknya kata2 anda yg sy bold tebal tsb tidak sejalan dengan apa yg anda praktikkan di forum ini :) Sy pikir anda telah memperdebatkan dan mempermasalahkan makna Cinta Kasih, siapa yg makan apel, dan praktik anggota di forum ini (sudah Nibbana/belum?)

Quote
Hahaha...Saudara willi anda sangat cerdas...Sayang sekali,anda menanyakan hal yang saya sendiri tanyakan...Justru karena saya tidak tahu kemudian saya mencari orang yang saya rasa lebih "tahu" dan mencocokan dengan "ketidaktahuan" saya,mencocokan dengan "kebenaran" melalui pengalaman2 pribadi saya...Jika "sesuai" maka dia adalah "penuntun" saya dan saya sendiri yang mulai mencari "jalan" itu dan "merealisasikan" dan orang tersebut akan saya jadikan "penuntun" semata ,tidak lebih juga tidak kurang.....:)

Oh rupanya anda hanya mencari jawaban yg SESUAI dengan anda, pantaslah...

Quote
Anda salah,ketika saya sudah membuktikan CINTA KASIH maka saya sudah ARAHAT...^-^
Lihat kembali pernyataan anda diatas...:)

Maaf Bro Riky, kali ini sy agak tegas terhadap pernyataan anda yg satu ini: ANDA SALAH.
Untuk dapat mempraktikkan Cinta Kasih, seseorang tidak harus menjadi Arahat.

Ini sangat penting anda (dan kita semua) pahami, karena kalau salah pengertian seperti anda, maka orang2 akan menolak melaksanakan Cinta Kasih, yg mana akan merugikan mereka sendiri.

Logikanya sederhana saja: Apakah Sang Buddha telah mencapai Arahat ketika Beliau mempraktikkan Cinta Kasih kepada manusia dan binatang pada saat beliau menyempurnakan Parami-nya?

Quote
Siapapun yang mengatakannya saya tidak peduli...Apakah dia orang suci,apakah dia gelandangan,apakah dia pengemis,apakah dia pelacur,apakah dia koruptor,apakah dia bhikkhu,apakah dia penceramah...Bagi saya tidak penting,....Tapi saya yakin siapapun dia,dia tidak mungkin dapat mendeskripsikan CINTA KASIH itu apa bahkan seorang ARAHAT sekalipun...
Jadi setahu saya bahwa semua CINTA KASIH yang anda dan saya ketahui sampai saat ini adalah CIPTAAN AKU kecuali anda sudah merealisasikan NIBBANA...:)

No komen dulu deh, kalo mo ditangapi nanti terlalu panjang dan tidak fokus lagi... :)

Quote
Maaf jika ada yang kurang berkenan dengan perkataan saya karena saya selalu berbicara secara "to the point" dan tanpa embel2 apapun...:)

Tidak ada yg tidak berkenan, karena disini kita berdiskusi 'pendapat' kita kan?
Santai aja, Bro...

::
« Last Edit: 23 July 2008, 09:11:49 AM by willibordus »
Walaupun seseorang dapat menaklukkan beribu-ribu musuh dalam beribu kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri (Dhammapada 103)

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #35 on: 23 July 2008, 09:08:49 AM »
 [at]  Riky_Dave
sori menulis disini sekali lagi, saya ingin bertanya apakah orang yang mendapat,mempraktekkan 'aha' itu sendiri dari ucapan,perbuatan,dan pikiran itu masih dipenuhi dengan tulisan-tulisan memancing emosi peserta yaph, bukankah setelah mengenal 'aha' itu sendiri,seseorang mulai menjaga kewaspadaan akan ucapan,pikiran dan perbuatan sehingga ia tidak dicap menuliskan pemikiran tapi kok membawa pertentangan bagi yang lain.
Saya menilai semua tulisan kamu disini mungkin bijaksana tapi apakah orang bijaksana itu arogan? berdebat tapi gaya Hit & Run? atau anda terjebak sendiri oleh rasa 'aha' itu sendiri?

Maaf kalau menyinggung dan bila anda tersinggung berarti anda masih terjerat dalam kemelekatan 'aha' itu sendiri, dan saya sudahi pembicaraan dengan anda karena layaknya sebuah tong besar yang ingin meniru bunyi drum.
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline HokBen

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.525
  • Reputasi: 100
  • Gender: Male
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #36 on: 23 July 2008, 09:27:45 AM »

Quote
Anda salah,ketika saya sudah membuktikan CINTA KASIH maka saya sudah ARAHAT...^-^
Lihat kembali pernyataan anda diatas...:)

Maaf Bro Riky, kali ini sy agak tegas terhadap pernyataan anda yg satu ini: ANDA SALAH.
Untuk dapat mempraktikkan Cinta Kasih, seseorang tidak harus menjadi Arahat.

Ini sangat penting anda (dan kita semua) pahami, karena kalau salah pengertian seperti anda, maka orang2 akan menolak melaksanakan Cinta Kasih, yg mana akan merugikan mereka sendiri.

Logikanya sederhana saja: Apakah Sang Buddha telah mencapai Arahat ketika Beliau mempraktikkan Cinta Kasih kepada manusia dan binatang pada saat beliau menyempurnakan Parami-nya?


nambahin dikit aja yah....

apakah orang tua kita harus jadi arahat untuk mencintai anaknya sepenuh hati?
blon pernah ngerasain jauh dari ortu yah...
kalo udah pernah ngerasain kost, jauh dari keluarga, baru ntar nyadar rasanya cinta kasih dan kasih sayang keluarga..

jadi kangen ama keluarga di palembang nh....  :)

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #37 on: 23 July 2008, 09:50:07 AM »
BTW, "AHA" & "YAPH" ini apa yah?

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #38 on: 23 July 2008, 09:52:45 AM »
BTW, "AHA" & "YAPH" ini apa yah?

Ketika kamu meditasi atau merealisasi sesuatu tiba2 muncul bola lampu dan kamu teriak "AHA!" :P

Jawab pertanyaan saya
Apakah orang yang "AHA" itu arogan dan tidak bisa menjaga ucapan,pikiran dan perbuatannya sehingga tampak ia sebagai orang yang ingin benar?
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline Hendra Susanto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #39 on: 23 July 2008, 10:02:42 AM »
BTW, "AHA" & "YAPH" ini apa yah?

Ketika kamu meditasi atau merealisasi sesuatu tiba2 muncul bola lampu dan kamu teriak "AHA!" :P

Jawab pertanyaan saya
Apakah orang yang "AHA" itu arogan dan tidak bisa menjaga ucapan,pikiran dan perbuatannya sehingga tampak ia sebagai orang yang ingin benar?

gw meditasi gak ada tuch "AHA" bearti boleh juga nech dicobain medhonya ehh metodenya...

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #40 on: 23 July 2008, 10:03:25 AM »
BTW, "AHA" & "YAPH" ini apa yah?

Ketika kamu meditasi atau merealisasi sesuatu tiba2 muncul bola lampu dan kamu teriak "AHA!" :P

Jawab pertanyaan saya
Apakah orang yang "AHA" itu arogan dan tidak bisa menjaga ucapan,pikiran dan perbuatannya sehingga tampak ia sebagai orang yang ingin benar?

Oh, itu maksudnya. Jadi penasaran karena ryu juga ada sebut itu. Thanx, nyanadhana!

Quote
Jawab pertanyaan saya
Apakah orang yang "AHA" itu arogan dan tidak bisa menjaga ucapan,pikiran dan perbuatannya sehingga tampak ia sebagai orang yang ingin benar?

Kalo menurut saya, tidak.
Lagipula tidak penting sama sekali mengatakan sudah "AHA" ato belum. Kalau bisa menjaga pikiran, ucapan dan perbuatan, tanpa omong besarpun orang tahu dia sudah "AHA". Tapi itu hanya opini saja, karena saya sendiri belum "AHA".  ;D



Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #41 on: 23 July 2008, 10:12:23 AM »
Tong ingin berbunyi seperti Drum tapi ia tetap sebuah tong....ia ingin berbunyi seperti drum tapi dia lupa melapisi kepalanya dengan kulit sapi agar dia berbunyi seperti drum.

Tong "AHA" dan Drum "AHA" , dua-duanya berdebuk namun melodi dan ritmenya belum ketemu meskipun si tong telah melapisi kepalanya dengan kulit sapi.
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.666
  • Reputasi: 189
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #42 on: 23 July 2008, 10:38:23 AM »
Kalo CINTA LAURA bagaimana? :whistle:
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline williamhalim

  • Sebelumnya: willibordus
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.870
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #43 on: 23 July 2008, 10:49:39 AM »
Kalo CINTA LAURA bagaimana? :whistle:

jujur aja: type-ku

tapi mesti disadari itu Lobha

Jadi, tidak mo dipikirin lebih jauh... nanti makin melekat

wakakakaka

::
Walaupun seseorang dapat menaklukkan beribu-ribu musuh dalam beribu kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri (Dhammapada 103)

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #44 on: 23 July 2008, 10:50:41 AM »
bisa monyong ama OOT:hammer:
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.