Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: [ASK] KEBAIKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA  (Read 14434 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline williamhalim

  • Sebelumnya: willibordus
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.870
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #15 on: 19 July 2008, 05:13:33 PM »
Oh sungguh indah perkataan saudara San,saya setuju dengan anda...
Saya tahu dengan pasti,saya hanya ingin melihat "sutta" yang sering dipercaya oleh para penteori dgn "mati2an" bahwa Tipitaka itu adalah Mutlak dan diluar dari Tipitaka sering kali dikatakan salah...Dan saya ini sedang "membandingkan" antara pengalaman saya pribadi dengan sutta didalam Tipitaka.
:)

Salam,
Riky

Bisa di sharing disini, apa 'pengalaman anda' mengenai si AKU dan CINTA KASIH ini?  :)

::
Walaupun seseorang dapat menaklukkan beribu-ribu musuh dalam beribu kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri (Dhammapada 103)

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.237
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #16 on: 19 July 2008, 05:20:06 PM »
Waw..Memang benar bahwa padamnya aku adalah pencerminan CINTA KASIH,tapi banyak orang yang mengatakan tentang CINTA KASIH dlm SB,padahal mereka tidak tahu apa itu CINTA KASIH....Bagaimana mereka bisa berkata rasa apel itu apa,jika mereka belum pernah mencobanya?
Kemungkinanya cuma ada 2 yakni:
1.Menebak2 dari kata2 sutta/kata2 mereka sendiri.
2.Sudah mencobanya secara langsung..
Quote
Malah anda mengatakan 'Perbuatan Baik' dan 'Cinta kasih' adalah ilusi dari si AKU
Memang adalah ilusi...Kenapa harus saya bilang itu adalah REAL?
Coba anda buktikan bahwa itu adalah REAL?Kembali ke pernyataan saya diatas,cuma ada 2kemungkinan yang ada,mana kemungkinan yang ada pada anda?:)
Kalau saya sendiri berani berkata sampai saat ini semuanya adalah ILUSI dr AKU....

Salam,
Riky
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.237
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #17 on: 19 July 2008, 05:21:05 PM »
Quote
Bisa di sharing disini, apa 'pengalaman anda' mengenai si AKU dan CINTA KASIH ini?
Apa yang mesti dishare? :)

Salam,
Riky
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...

Offline williamhalim

  • Sebelumnya: willibordus
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.870
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #18 on: 21 July 2008, 10:25:31 AM »
Waw..Memang benar bahwa padamnya aku adalah pencerminan CINTA KASIH,tapi banyak orang yang mengatakan tentang CINTA KASIH dlm SB,padahal mereka tidak tahu apa itu CINTA KASIH....Bagaimana mereka bisa berkata rasa apel itu apa,jika mereka belum pernah mencobanya?
Kemungkinanya cuma ada 2 yakni:
1.Menebak2 dari kata2 sutta/kata2 mereka sendiri.
2.Sudah mencobanya secara langsung..
Quote
Malah anda mengatakan 'Perbuatan Baik' dan 'Cinta kasih' adalah ilusi dari si AKU
Memang adalah ilusi...Kenapa harus saya bilang itu adalah REAL?
Coba anda buktikan bahwa itu adalah REAL?Kembali ke pernyataan saya diatas,cuma ada 2kemungkinan yang ada,mana kemungkinan yang ada pada anda?:)
Kalau saya sendiri berani berkata sampai saat ini semuanya adalah ILUSI dr AKU....

Salam,
Riky

Dalam berdiskusi yg kita bahas adalah prinsip2/teori.
Soal bagaimana 'pengalaman/praktek' masing2, hanya dia lah yg tau.

Sy teringat ketika berdiskusi dengan non-buddhist, pertama2 membahas dari kitab suci masing2. si non-buddhist sangat mengedepankan 'teori ketuhanan'nya dengan memakai ayat2 alkitab, sungguh berapi-api, sy tanggapi dengan tenang, berdasarkan alkitabnya pula. akhirnya dia terpojok dengan alkitabnya, dan mulai mengeluarkan jurus "ah, alkitab ini kan tidak bisa dicerna secara logika" (padahal tadi pertama diskusi, basisnya adalah alkitab tsb)... baiklah sy terima saja.

Pembahasan mulai beralih ke Tipitaka, dia akhirnya tercengang sendiri dengan pertanyaannya dan jawaban saya. Setiap pertanyaannya akan membuka tabir baru yg semakin mendalam dari Ajaran Buddha. Semakin ditanya, maka jawaban akan semakin detil, ibaratnya teori2 Sang Buddha sangatlah kokoh konstruksinya. Akhirnya karena putus asa (terpojok), dia mulai mengeluarkan jurus yg sudah sy duga "Emangnya sudah kamu praktikkan semua teori2 tersebut?"... Inilah jurus curang paling canggih untuk menyelamatkan muka dari diskusi, yakni: tembaklah 'praktik lawan', karena semua juga tau, siapa sih yg sudah menjalankan praktik agamanya 100%?

------

 [at]  Riky Dave,

Anda mengatakan CINTA KASIH adalah ilusi dari si AKU
Sy (dan mungkin beberapa anggota yg lain) menjelaskan bahwa CINTA KASIH bukanlah produk si AKU, melainkan 'refleksi dari padamnya EGO/AKU'.

Anda meragukan CINTAKASIH dan kita2 disini menjelaskannya. Ketika sudah dijelaskan secara sistematis, anda malah mengklaim orang2 hanya berbicara apel tanpa pernah mencoba rasa apel tsb. Bagaimana anda bisa mengklaim begitu?

Kalau memang mereka belum mencoba rasa apel tsb, memangnya kenapa?
Kalau mereka sudah mencoba apel tsb, apa manfaatnya bagi anda?
Apakah anda akan percaya kepada mereka? Apakah anda semata-mata akan percaya sesuatu jika dikatakan oleh orang yg sudah memakan apel? Bagaimana dengan Kalama Sutta, yg mengingatkan kita agar jangan percaya begitu saja karena semata2 dikatakan oleh orang suci, melainkan harus membuktikannya sendiri dulu?

Bagaimana jika sebaliknya? Orang2 ini ternyata belum pernah memakan apel, tapi ternyata apa yg mereka katakan tentang CINTA KASIH setelah anda buktikan adalah BENAR. Apakah anda akan menjadi tidak percaya CINTA KASIH yg telah anda buktikan sendiri, karena dikatakan semata2 dikatakan oleh orang yg belum suci?

Jadi, tidak bermanfaat rasanya jika kita disini berdiskusi dengan merujuk siapa yg sudah makan apel dan siapa yg belum. Disini kita berdiskusi berdasarkan teori, pendapat masing2 yg dapat disetujui atau dibantah/dipertanyakan berlandaskan argumen kita masing2.

::

 
Walaupun seseorang dapat menaklukkan beribu-ribu musuh dalam beribu kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri (Dhammapada 103)

Offline williamhalim

  • Sebelumnya: willibordus
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.870
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #19 on: 21 July 2008, 10:28:52 AM »
Quote
Bisa di sharing disini, apa 'pengalaman anda' mengenai si AKU dan CINTA KASIH ini?
Apa yang mesti dishare? :)

Salam,
Riky

Ya, di share lah kenapa / berdasarkan apa Bro Riky sampai berpikiran bahwa CINTA KASIH adalah ILUSI DARI SI AKU.

Terus terang, sy berpendapat sebaliknya dan pendapat Bro Riky ini agak mengkhawatirkan sy.
Sedapat mungkin, sy akan share sejauh yg sy tau, tp sebelumnya sy ingin membaca kenapa Bro Riky bisa sampai berpikiran begitu. 

::

Walaupun seseorang dapat menaklukkan beribu-ribu musuh dalam beribu kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri (Dhammapada 103)

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #20 on: 21 July 2008, 06:38:26 PM »
Sedang proses AHA nya, meledak2 , naik turun :))
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.666
  • Reputasi: 189
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #21 on: 21 July 2008, 06:47:38 PM »
Berbicara ilusi aku, tetapi terjebak didalamnya ^-^
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #22 on: 22 July 2008, 08:57:38 AM »
Waw..Memang benar bahwa padamnya aku adalah pencerminan CINTA KASIH,

Terbalik. Padamnya "aku" bukan pencerminan dari cinta kasih, tapi cinta kasih adalah cerminan dari padamnya "aku".


Quote
...tapi banyak orang yang mengatakan tentang CINTA KASIH dlm SB,padahal mereka tidak tahu apa itu CINTA KASIH....

Kamu sendiri, tahu dari mana orang itu tidak tahu apa itu "cinta kasih"?
Tentunya 1 dari 2 pilihan yang kamu tawarkan:
1. Menebak2 dari kata2 mereka
2. Sudah mengetahui secara langsung (dengan cara baca pikiran mereka)

Setahu saya, Riky_dave paling gencar menentang sikap "menerka-nerka bathin orang", dan juga tidak pernah bicara Jhana ataupun kemampuan baca pikiran. Jadi kira2 dari mana pikiran itu bisa muncul?



Offline Umat Awam

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 773
  • Reputasi: 28
  • Gender: Male
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #23 on: 22 July 2008, 09:35:51 AM »
Itulah Riky, yang Telah merasa SADAR, yang merasa tidak lagi menebak batin orang.. ^-^
Yang menentang keras orang lain untuk menebak batin orang lain...  ::)  :whistle:

 ^:)^

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #24 on: 22 July 2008, 10:01:05 AM »
Sudah2, nanti disangka menghujat lagi :)) , nanti disangka bersekongkol :))
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.237
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #25 on: 22 July 2008, 09:07:35 PM »

Quote
Anda mengatakan CINTA KASIH adalah ilusi dari si AKU
Sy (dan mungkin beberapa anggota yg lain) menjelaskan bahwa CINTA KASIH bukanlah produk si AKU, melainkan 'refleksi dari padamnya EGO/AKU'.
>>Saya sampai sekarang ini tidak tahu bahwa "Cinta Kasih" itu adalah produknya "siapa"....Apakah produk "SANG AKU" atau "TANPA AKU" karena "Sang Aku" dan "Tanpa aku" itu serupa tapi tak sama...
Dan jika bermain secara "teori dan pendapat",saya berpendapat bahwa "Cinta Kasih" itu memang bukan produk dr "Sang AKU",tetapi saya yakin "SANG AKU" telah memproduksi lebih banyak "Cinta Palsu" dengan segala "kemunafikan" didalamnya...
Yang saya ragukan didalam semua teori yang dipaparkan oleh orang2 secara umum adalah "Cinta Kasih" definisi "Manusia" berdasarkan "tataran pikirannya" sendiri...
Apakah anda sanggup mendefinisikan "cinta kasih" itu apa?:)
Jika semua konsep "manusia" itu berdasarkan "tataran pikirannya" dijabarkan tentang "Cinta Kasih" yang seakan2 sangat "mulia dan baik" tetapi disana adalah kerjaan "aku",disana terdapat "kemunafikan" dan "pembohongan"...
ITU PENDAPAT SAYA,silakan anda SANGGAH jika anda merasa keberatan...:)

Quote
Anda meragukan CINTAKASIH dan kita2 disini menjelaskannya. Ketika sudah dijelaskan secara sistematis, anda malah mengklaim orang2 hanya berbicara apel tanpa pernah mencoba rasa apel tsb. Bagaimana anda bisa mengklaim begitu?
Justru karena anda mendeskripsikan "Cinta Kasih" itu secara sistematis,maka saya berkata"Anda hanya menebak2 rasa apel tanpa pernah mencicipinya"...^-^
Lihat kembali pernyataan anda sendiri :
"Sy (dan mungkin beberapa anggota yg lain) menjelaskan bahwa CINTA KASIH bukanlah produk si AKU, melainkan 'refleksi dari padamnya EGO/AKU'."
Dan lihat pernyataan saudara kainyn,"Padamnya "aku" bukan pencerminan dari cinta kasih, tapi cinta kasih adalah cerminan dari padamnya "aku". "
Saya lihat didalam pernyataan anda2 bahwa CINTA KASIH bukan Produk "AKU",cinta kasih mencerminkan bahwa ATTA sudah PADAM...
Sudah jelas bukan?Padamnya ATTA=NIBBANA,sekarang saya tanyakan kembali apakah anda dkk sudah merealisasikan NIBBANA?^-^
Kenapa anda bisa menjabarkanya secara sistematis dan demikian rupa hanya berdasarkan kata2 didalam Tipitaka yang bahwa anda sendiri belum tahu/membuktikan secara LANGSUNG KEBENARANNYA?^-^
Lantas kenapa saya harus bilang CINTA KASIH ADALAH REAL,ketika SAYA sendiri belum MEMBUKTIKAN KEBENARANNYA dengan MEREALISASIKAN NIBBANA?
Kenapa saya harus percaya terhadap sesuatu yang belum pernah saya BUKTIKAN?
Bukankah SB mengajurkan EHIPASSIKO atau mungkin SB mengajarkan HAPAL dan HAPAL??:)

Quote
Kalau memang mereka belum mencoba rasa apel tsb, memangnya kenapa?
Itu bukan urusan saya jika mereka sudah "mencoba" atau "belum sama sekali".Urusan saya hanya mempertanyakan segala sesuatu yang berlawanan dengan apa yang saya TAHU,saya tidak peduli apakah anda peduli dengan "pernyataan" saya atau tidak...Yang saya tahu dari setiap jawaban anda,saya bisa tahu apa JALAN TERBAIK untuk SAYA melebihi apapun yang saya dapatkan selama hidup 17thn didunia ini dengan "kebodohan" "keangkuhan" "kesombongan" "ketidaktahuan" "kemunafikan" dan "kebohongan"...

Quote
Kalau mereka sudah mencoba apel tsb, apa manfaatnya bagi anda?
Saya tidak peduli bahkan mereka sudah mencapai ARAHAT sekalipun,ingat yang ARAHAT itu mereka bukan saya,kenapa saya harus peduli?Mungkin ketika melihat mereka, saya hanya bernamaskara dan pergi begitu saja,atau mungkin menanyakan tentang pertanyaan2nya yang saya ragukan....Tetapi jika dia tidak bisa menjawab,itu bukan masalah bagi saya...Masalah saya hanya 1 Realisasikan NIBBANA,tiada yang LAIN untuk "Dipertentangkan" "Diperdebatkan" "Dipermasalahkan".

Quote
Apakah anda akan percaya kepada mereka? Apakah anda semata-mata akan percaya sesuatu jika dikatakan oleh orang yg sudah memakan apel? Bagaimana dengan Kalama Sutta, yg mengingatkan kita agar jangan percaya begitu saja karena semata2 dikatakan oleh orang suci, melainkan harus membuktikannya sendiri dulu?
Hahaha...Saudara willi anda sangat cerdas...Sayang sekali,anda menanyakan hal yang saya sendiri tanyakan...Justru karena saya tidak tahu kemudian saya mencari orang yang saya rasa lebih "tahu" dan mencocokan dengan "ketidaktahuan" saya,mencocokan dengan "kebenaran" melalui pengalaman2 pribadi saya...Jika "sesuai" maka dia adalah "penuntun" saya dan saya sendiri yang mulai mencari "jalan" itu dan "merealisasikan" dan orang tersebut akan saya jadikan "penuntun" semata ,tidak lebih juga tidak kurang.....:)

Quote
Bagaimana jika sebaliknya? Orang2 ini ternyata belum pernah memakan apel, tapi ternyata apa yg mereka katakan tentang CINTA KASIH setelah anda buktikan adalah BENAR. Apakah anda akan menjadi tidak percaya CINTA KASIH yg telah anda buktikan sendiri, karena dikatakan semata2 dikatakan oleh orang yg belum suci?
Ini adalah suatu pernyataan yang luar biasa selama saya berada di DC karena bagaimana orang yang belum mencicipi rasa apel bisa memberitahukan rasa apel(Kecuali dia hanya main tebak2an dan saya tidak cukup bodoh untuk mengikuti setiap "permainannya".Hidup adalah seperti permainan JUDI yakni MENANG KALAH , BENAR SALAH,ADIL TIDAK ADIL,dan selama saya hidup sekarang ini saya tidak ingin bermain "judi",jika anda ingin silakan saja toh itu bukan urusan saya.)?^-^
Anda salah,ketika saya sudah membuktikan CINTA KASIH maka saya sudah ARAHAT...^-^
Lihat kembali pernyataan anda diatas...:)
Siapapun yang mengatakannya saya tidak peduli...Apakah dia orang suci,apakah dia gelandangan,apakah dia pengemis,apakah dia pelacur,apakah dia koruptor,apakah dia bhikkhu,apakah dia penceramah...Bagi saya tidak penting,....Tapi saya yakin siapapun dia,dia tidak mungkin dapat mendeskripsikan CINTA KASIH itu apa bahkan seorang ARAHAT sekalipun...
Jadi setahu saya bahwa semua CINTA KASIH yang anda dan saya ketahui sampai saat ini adalah CIPTAAN AKU kecuali anda sudah merealisasikan NIBBANA...:)

Quote
Jadi, tidak bermanfaat rasanya jika kita disini berdiskusi dengan merujuk siapa yg sudah makan apel dan siapa yg belum. Disini kita berdiskusi berdasarkan teori, pendapat masing2 yg dapat disetujui atau dibantah/dipertanyakan berlandaskan argumen kita masing2.
Jika dengan argumen dan pendapat,saya mengundurkan diri dari diskusi ini,sebelum saya melekat pada "pandangan" saya...:)
Saya masih sangat hijau dalam masalah ini dan masih pemula,jadi saya tidak mau repot2 mengambil masalah dengan "debat kusir"...:)
Saya bukan ARAHAT dan jika saya ARAHAT sekalipun saya tidak akan repot2 untuk "mencerahkan" anda...:)
Seperti kata Dewi Lestari yang menggungah hati saya yang selama ini mencari "kata2" tersebut :
"Membahagiakan Keenan, keluarga, para penggemar, masyarakat, juga menjadi keinginan saya. Tapi saya pun tidak bisa selamanya mencegah mereka semua dari ketidakbahagiaan. Karena apa? Seseorang berbahagia karena dirinya sendiri. Kebahagiaan bukan mekanisme eksternal, tapi internal. Ilustrasinya begini, dua orang sama-sama dikasih apel, yang satu bahagia karena memang suka apel, yang lain kecewa karena sukanya durian. Berarti bukan apelnya yang bisa bikin bahagia, tapi reaksi hati seseoranglah yang menentukan. Yang tidak suka apel baru bisa bahagia kalau akhirnya dia bisa menerima bahwa yang diberikan kepadanya adalah apel dan bukan durian—sebagaimana yang dia inginkan. Alias menerima kenyataan. Saya tidak bisa membuat siapa pun berbahagia, sekalipun saya ingin berpikir demikian. Kenyatannya, hanya dirinya sendirilah yang bisa. Saya hanya bisa menolong dan memberikan apa yang orang tersebut butuhkan, SEJAUH yang saya bisa. Namun saya tidak memegang kendali apa pun atas kebahagiaannya."
"Kewajiban utama saya adalah menjadi manusia yang utuh agar saya bisa membagi keutuhan saya dengan dia. Dan keutuhan jiwa saya tidak saya letakkan dalam pernikahan, tidak juga pada siapa-siapa, melainkan pada diri saya sendiri. Saya hanya bisa bahagia untuk diri saya sendiri. Kalau ada yang lain merasa kecipratan, ya, syukur. Kalau tidak pun bukan urusan saya.
Maaf jika ada yang kurang berkenan dengan perkataan saya karena saya selalu berbicara secara "to the point" dan tanpa embel2 apapun...:)

Salam,
Riky

Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.237
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #26 on: 22 July 2008, 09:24:24 PM »
Quote
Kamu sendiri, tahu dari mana orang itu tidak tahu apa itu "cinta kasih"?
Tentunya 1 dari 2 pilihan yang kamu tawarkan:
1. Menebak2 dari kata2 mereka
2. Sudah mengetahui secara langsung (dengan cara baca pikiran mereka)
Pertama2 yang harus saya TEGASKAN DAN TEKANKAN adalah saya tidak pernah menulis yang anda sebutkan sebagai "pilihan yang saya tawarkan"
Lihat apa yang saya tulis:
Quote
Kemungkinanya cuma ada 2 yakni:
1.Menebak2 dari kata2 sutta/kata2 mereka sendiri.
2.Sudah mencobanya secara langsung..
Dr 1 dan 2 yang saya tawarkan mungkin beda dengan yang anda deskripsikan/tuliskan...
1.>>Saya mengatakan mereka melihat dr sutta,mencaploknya lalu dituliskan disini hanya dengan "pengertian" mereka semata mungkin tanpa "pemahaman" apa yang mereka tuliskan...Atau bisa jadi mereka menerka2 arti sutta2 tsb dengan kata2 mereka sendiri...
2.>>Saya mengatakan bahwa sudah "terjun langsung" dan "memprakteknya",saya tidak pernah berkata sedikitpun tentang jhana yang anda maksudkan bahkan kekuatan2(Membaca pikiran) yang anda katakan disana...
Sekarang giliran anda untuk menjelaskan apa definisi anda dengan tulisan anda tsb yang mengatakan bahwa itu "tawaran saya?":)
Quote
Setahu saya, Riky_dave paling gencar menentang sikap "menerka-nerka bathin orang", dan juga tidak pernah bicara Jhana ataupun kemampuan baca pikiran. Jadi kira2 dari mana pikiran itu bisa muncul?
Lihat kembali apa definisi anda tentang pernyataan saya dan jangan mengubah kata2 yang saya lontarkan dengan persepsi anda sendiri...:)

Salam,
Riky
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...

Offline Sukma Kemenyan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.840
  • Reputasi: 109
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #27 on: 22 July 2008, 09:49:14 PM »
Quote
Apakah anda akan percaya kepada mereka? Apakah anda semata-mata akan percaya sesuatu jika dikatakan oleh orang yg sudah memakan apel? Bagaimana dengan Kalama Sutta, yg mengingatkan kita agar jangan percaya begitu saja karena semata2 dikatakan oleh orang suci, melainkan harus membuktikannya sendiri dulu?
Hahaha...Saudara willi anda sangat cerdas...Sayang sekali,anda menanyakan hal yang saya sendiri tanyakan...

Justru karena saya tidak tahu,
kemudian saya mencari orang yang saya rasa lebih "tahu" dan mencocokan dengan "ketidaktahuan" saya,
mencocokan dengan "kebenaran" melalui pengalaman2 pribadi saya...

Jika "sesuai" maka dia adalah "penuntun" saya dan saya sendiri yang mulai mencari "jalan" itu dan "merealisasikan" dan orang tersebut akan saya jadikan "penuntun" semata ,tidak lebih juga tidak kurang.....:)
Aneh... bukankah sudah ada Siddartha yg tertuang dalam Tipitaka ?

Mencari `Kebaikan` dalam Tipitaka ?
Wah... saya pribadi ga ngerti Tipitaka, ngeliad bentuk real-nya aja ga pernah

akan tetapi, Kebaikan bukan Cinta Kasih, ini dua hal yang berbeda...

Apa itu Cinta Kasih ?
Masih ingatkah anda pada Kasih Ibu ?

Saya tidak pernah merasakan Apel yang anda maksud,
Namun saya yakin pernah merasakan bentuk Apel lainnya (dalam bentuk Kasih seorang Ibu terhadap anak)

 _/\_

Offline Sukma Kemenyan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.840
  • Reputasi: 109
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #28 on: 22 July 2008, 09:54:20 PM »
Berbicara ilusi aku, tetapi terjebak didalamnya ^-^
Akhirnya saya bisa mengerti,
Mengapa Buddhagosa (VisuddhiMagga) menyarankan Meditator untuk memilih objek sesuai dengan carita

Offline Mod

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 49
  • Reputasi: -997
Re: [ASK] KEBAIKKAN DALAM TIPITAKA/TRIPITAKA
« Reply #29 on: 22 July 2008, 09:58:21 PM »
Baik - Jahat, Cantik - Buruk
Dunia Dualisme...

Apakah siddartha ingin kita terjebak dalam dualisme ?