Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Untuk Riky: THE WORD OF THE BUDDHA (01)  (Read 3017 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Untuk Riky: THE WORD OF THE BUDDHA (01)
« on: 03 June 2008, 04:51:09 AM »
Riky,

Berikut ini Ajaran Sang Buddha, langsung dari mulut Sang Buddha sendiri.

Semoga Riky, anakku, tercerahkan.

Salam,
hudoyo

THE WORD OF THE BUDDHA
OR
THE FOUR NOBLE TRUTHS

Thus has it been said by the Buddha, the Enlightened One:

It is through not understanding, not realizing four things, that I, Disciples, as well as you, had to wander so long through this round of rebirths. And what are these four things? They are:

(1) The Noble Truth of Suffering (dukkha);
(2) The Noble Truth of the Origin of Suffering (dukkhasamudaya);
(3) The Noble Truth of the Extinction of Suffering (dukkhanirodha);
(4) The Noble Truth of the Path that leads to the Extinction of Suffering (dukkha-nirodha-gaamini-pa.tipadaa).
Digha Nikaya, 16

As long as the absolutely true knowledge and insight as regards these Four Noble Truths was not quite clear in me, so long was I not sure that I had won that supreme Enlightenment which is unsurpassed in all the world with its heavenly beings, evil spirits and gods, amongst all the hosts of ascetics and priests, heavenly beings and men.

But as soon as the absolute true knowledge and insight as regards these Four Noble Truths had become perfectly clear in me, there arose in me the assurance that I had won that supreme Enlightenment unsurpassed.
Samyutta Nikaya, LVI. 11

And I discovered that profound truth, so difficult to perceive, difficult to understand, tranquilizing and sublime, which is not to be gained by mere reasoning, and is visible only to the wise.

The world, however, is given to pleasure, delighted with pleasure, enchanted with pleasure. Truly, such beings will hardly understand the law of conditionality, the Dependent Origination (pa.ticca-samuppaada) of everything; incomprehensible to them will also be the end of all formations, the forsaking of every substratum of rebirth, the fading away of craving, detachment, extinction, Nibbaana.

Yet there are beings whose eyes are only a little covered with dust: they will understand the truth.
Majjhima Nikaya, 26

<to be continued>
« Last Edit: 03 June 2008, 10:56:04 AM by hudoyo »

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Untuk Riky: UCAPAN SANG BUDDHA (01)
« Reply #1 on: 03 June 2008, 10:23:24 AM »
UCAPAN SANG BUDDHA:
EMPAT KEBENARAN MULIA

Demikianlah telah dikatakan oleh Sang Buddha, Sang Tathagata:

"Karena tidak memahami, tidak menyadari empat hal, para bhikkhu, saya dan kalian harus mengembara begitu lama melalui rangkaian kelahiran ini. Apakah empat hal itu? Itu adalah:

1. Kebenaran Mulia tentang Dukkha (dukkha);
2. Kebenaran Mulia tentang Penyebab Dukkha (dukkhasamudaya);
3. Kebenaran Mulia tentang Berakhirnya Dukkha (dukkhanirodha);
4. Kebenaran Mulia tentang Jalan Menuju Berakhirnya Dukkha (dukkha-nirodha-gaamini-pa.tipadaa )."
(Digha Nikaya, 16)

"Selama pengetahuan & pencerahan yang mutlak sejati berkaitan dengan Empat Kebenaran Mulia ini belum jelas bagi saya, selama itu pula saya tidak yakin bahwa saya telah mencapai Pencerahan Tertinggi, yang tiada taranya di seluruh alam semesta beserta para dewa, asura, makhluk halus lain, di antara kumpulan para petapa dan pendeta, makhluk angkasa dan manusia.

Tetapi, begitu pengetahuan & pencerahan yang mutlak sejati berkaitan dengan Empat Kebenaran Mulia ini telah jelas bagi saya, muncullah dalam batin keyakinan bahwa saya telah mencapai Pencerahan Tertinggi, yang tiada taranya itu."
(Samyutta Nikaya, LVI. 11 )

"Dan saya menemukan kebenaran yang dalam itu, yang begitu sukar terlihat, sukar dipahami, yang menenangkan dan halus, yang tidak bisa dicapai hanya dengan pemikiran, dan hanya terlihat oleh mereka yang arif.

Tetapi, dunia ini menyenangi kenikmatan, bergembira dalam kenikmatan, terpukau oleh kenikmatan. Sesungguhnya, makhluk-makhluk seperti itu hampir tidak bisa memahami hukum saling-mengkondisikan, Kemunculan yang Saling Bergantungan (pa.ticca-samuppaada) dari segala sesuatu; mereka juga tidak bisa mengerti akhir dari segala bentukan, pelepasan setiap benih kelahiran kembali, memudarnya kehausan, pelepasan, kepadaman, Nibbaana.

Namun, ada makhluk-makhluk yang matanya hanya sedikit tertutup debu - mereka akan memahami kebenaran."
(Majjhima Nikaya, 26)

<bersambung>
« Last Edit: 03 June 2008, 10:34:42 AM by hudoyo »

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Untuk Riky: THE WORD OF THE BUDDHA (02)
« Reply #2 on: 03 June 2008, 10:47:02 AM »
THE FIRST TRUTH:
OR
I. THE NOBLE TRUTH OF SUFFERING


What, now, is the Noble Truth of Suffering?

Birth is suffering; Decay is suffering; Death is suffering; Sorrow, Lamentation, Pain, Grief, and Despair are suffering; not to get what one desires, is suffering; in short: the Five Groups of Existence are suffering.

What, now, is Birth? The birth of beings belonging to this or that order of beings, their being born, their conception and springing into existence, the manifestation of the Groups of Existence, the arising of sense activity: this is called birth.

And what is Decay? The decay of beings belonging to this or that order of beings; their becoming aged, frail, grey, and wrinkled; the failing of their vital force, the wearing out of the senses: this is called decay.

And what is Death? The departing and vanishing of beings out of this or that order of beings. their destruction, disappearance, death, the completion of their life-period, dissolution of the Groups of Existence, the discarding of the body: this is called death.

And what is Sorrow? The sorrow arising through this or that loss or misfortune which one encounters, the worrying oneself, the state of being alarmed, inward sorrow, inward woe: this is called sorrow.

And what is Lamentation? Whatsoever, through this or that loss or misfortune which befalls one, is wail and lament, wailing and lamenting, the state of woe and lamentation: this is called lamentation.

And what is Pain? The bodily pain and unpleasantness, the painful and unpleasant feeling produced by bodily impression: this is called pain.

And what is Grief? The mental pain and unpleasantness, the painful and unpleasant feeling produced by mental impression: this is called grief.

And what is Despair? Distress and despair arising through this or that loss or misfortune which one encounters: distressfulness, and desperation: this is called despair.

And what is the ‘Suffering of not getting what one desires’? To beings subject to birth there comes the desire; ‘O, that we were not subject to birth! O, that no new birth was before us!’ Subject to decay, disease, death, sorrow, lamentation, pain, grief, and despair, the desire comes to them: ‘O, that we were not subject to these things! O, that these things were not before us!’ But this cannot be got by mere desiring; and not to get what one desires, is suffering.
D.22

<to be continued>
« Last Edit: 03 June 2008, 10:57:36 AM by hudoyo »

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Untuk Riky: UCAPAN SANG BUDDHA (02)
« Reply #3 on: 03 June 2008, 11:23:56 AM »
KEBENARAN PERTAMA:
I. KEBENARAN MULIA TENTANG DUKKHA

"Nah, apakah Kebenaran Mulia tentang Dukkha?

Kelahiran adalah Dukkha; Kelapukan adalah Dukkha; Kematian adalah Dukkha; Kesedihan, Ratap Tangis, Kesakitan, Kesengsaraan dan Keputusasaan adalah Dukkha; tidak memperoleh apa yang diinginkan adalah Dukkha; singkatnya, Kelima Kelompok Kelekatan pada Eksistensi adalah Dukkha.

Apakah Kelahiran? - Kelahiran makhluk-makhluk jenis ini-itu, terlahirkan, dibuahi dan muncul dalam kehidupan, manifestasi dari Kelompok Kelekatan pada Eksistensi - inilah yang dinamakan kelahiran.

Apakah Kelapukan? - Kelapukan makhluk-makhluk jenis ini-itu, menjadi tua, renta, berubah dan keriput; lemahnya daya hidup mereka, ausnya indra - inilah yang dinamakan kelapukan.

Apakah Kematian? - Perginya dan lenyapnya makhluk-makhluk dari keberadaannya, kehancurannya, lenyapnya, berakhirnya jangka hidupnya, buyarnya Kelompok Kelekatan pada Eksistensi, tanggalnya tubuh ini - inilah yang dinamakan kematian.

Apakah Kesedihan? - Rasa sedih yang muncul karena kehilangan ini-itu, musibah yang dialami, kecemasan, ketakutan, kesedihan di dalam batin, kesengsaraan di dalam batin - inilah yang dinamakan kesedihan.

Apakah Ratap Tangis? - Bilamana, karena kehilangan atau kemalangan ini-itu, orang meratap dan menangis, keadaan sengsara dan meratap - inilah yang dinamakan ratap tangis.

Apakah Kesakitan? - Kesakitan dan ketidaknyamanan tubuh, rasa sakit dan rasa tidak nyaman yang dihasilkan oleh kesan tubuh - inilah yang dinamakan kesakitan.

Apakah Kesengsaraan? - Kesakitan & ketidaknyamanan batin, rasa sakit & rasa tidak nyaman yang dihasilkan oleh kesan batin - inilah yang dinamakan kesengsaraan.

Dan apakah Keputusasaan? - Rasa terancam dan putus asa karena kemalangan ini-itu yang dialami: sangat terancam dan putus asa - inilah yang dinamakan keputusasaan.

Apakah 'Dukkha karena tidak memperoleh apa yang diinginkan'? - Pada makhluk yang dikuasi kelahiran muncul keinginan, 'O, seandainya kita tidak dikuasai kelahiran! O, seandainya kita tidak lahir kembali!' - Dikuasai kelapukan, penyakit, kematian, kesedihan, ratap tangis, kesakitan, kesengsaraan dan keputusasaan, muncul keinginan, 'O, seandainya kita tidak dikuasai oleh hal-hal ini! O, seandainya hal-hal ini tidak menimpa kita!' - Tapi ini tidak bisa diperoleh hanya dengan menginginkannya; dan tidak memperoleh yang diinginkan adalah dukkha."
Digha Nikaya, 22

<bersambung>

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Untuk Riky: THE WORD OF THE BUDDHA (01)
« Reply #4 on: 03 June 2008, 06:33:36 PM »
jujur, saya merasa dalam neraka ketika membaca tulisan ini.................. :'( :'( :'(
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: Untuk Riky: THE WORD OF THE BUDDHA (01)
« Reply #5 on: 03 June 2008, 07:04:12 PM »
Rekan Tesla mulai memahami Ajaran Sang Buddha yang sesungguhnya ... Sang Buddha mengajarkan DUKKHA. ...

Kebenaran itu diajarkannya kepada segelintir manusia ... yang "sudah tipis debu yang menutupi matanya" ... sehingga mereka bisa melihat Kebenaran itu. ...

Tetapi selama kurun 2500 tahun setelah Sang Buddha meninggal ... dan Ajarannya berubah 180 derajat menjadi AGAMA Buddha ... fakta tentang dukkha itu berangsur menjadi kabur ... menjadi sekadar teori Dhamma yang tidak dimasukkan ke dalam hati ... dan jutaan umat Buddha --bukan lagi segelintir orang-- justru menghabiskan waktunya untuk mencari kehidupan yang "lebih baik" ... di dunia ini maupun di dunia yang akan datang ... lari dari dukkha. ...

Orang tidak lagi mencoba menyelami fakta dukkha sedalam-dalamnya ... alih-alih mencari "kebahagiaan" yang dijanjikan oleh konsep nibbana ... "nibbana kebahagiaan tertinggi" ... dipelopori oleh Ajahn Brahm. :)

Dengan demikian, maka AGAMA Buddha sekarang ini pada dasarnya tidak berbeda dengan agama-agama lain ... sangat jauh dan bertolak belakang dari apa yang diajarkan oleh Buddha Gautama 2500 tahun lalu. ...

Tidak heran bila Karl Marx mengatakan "agama adalah candu (narkoba) bagi masyarakat" ... memberikan kebahagiaan semu ... termasuk Agama Buddha ...

Sang Buddha berkata, "Sadarilah, hidup ini dukkha, badan & batin ini dukkha" ...

Jangan lari dari fakta dukkha kepada agama ... termasuk Agama Buddha ...

Salam,
hudoyo




Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.237
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: Untuk Riky: THE WORD OF THE BUDDHA (01)
« Reply #6 on: 03 June 2008, 07:56:37 PM »
KEBENARAN PERTAMA:
I. KEBENARAN MULIA TENTANG DUKKHA

"Nah, apakah Kebenaran Mulia tentang Dukkha?

Kelahiran adalah Dukkha; Kelapukan adalah Dukkha; Kematian adalah Dukkha; Kesedihan, Ratap Tangis, Kesakitan, Kesengsaraan dan Keputusasaan adalah Dukkha; tidak memperoleh apa yang diinginkan adalah Dukkha; singkatnya, Kelima Kelompok Kelekatan pada Eksistensi adalah Dukkha.
Apakah ketika Kelima kelompok Kelekatan musnah maka dukkha itu musnah??dan Disitulah Nibbana?Melihat segala sesuatu sebagaimananya?

Quote
Apakah Kelahiran? - Kelahiran makhluk-makhluk jenis ini-itu, terlahirkan, dibuahi dan muncul dalam kehidupan, manifestasi dari Kelompok Kelekatan pada Eksistensi - inilah yang dinamakan kelahiran.
Kelahiran adalah bagian dr Kelompok Kelekatan pada eksistensi?
Apa arti dr eksistensi?

Quote
Apakah Kelapukan? - Kelapukan makhluk-makhluk jenis ini-itu, menjadi tua, renta, berubah dan keriput; lemahnya daya hidup mereka, ausnya indra - inilah yang dinamakan kelapukan.
Ausnya indra?Maksudnya indra semakin melemahkah?

Quote
Apakah Kematian? - Perginya dan lenyapnya makhluk-makhluk dari keberadaannya, kehancurannya, lenyapnya, berakhirnya jangka hidupnya, buyarnya Kelompok Kelekatan pada Eksistensi, tanggalnya tubuh ini - inilah yang dinamakan kematian.
Buyarnya kelompok kelekatan pada eksistensi?Maksud lenyap dan timbul?Dan terulang kembali kelahiran(sesuai dengan kamma)?


Quote
Apakah Kesengsaraan? - Kesakitan & ketidaknyamanan batin, rasa sakit & rasa tidak nyaman yang dihasilkan oleh kesan batin - inilah yang dinamakan kesengsaraan.
Brati perasaan adalah fenomena?(Jika ada perasaan tdk enak,itu bukanlah sebuah tanda akan sebuah kejadian?Ini hanya fenomena yg muncul dan lenyap?)

Quote
Apakah 'Dukkha karena tidak memperoleh apa yang diinginkan'? - Pada makhluk yang dikuasi kelahiran muncul keinginan, 'O, seandainya kita tidak dikuasai kelahiran! O, seandainya kita tidak lahir kembali!' - Dikuasai kelapukan, penyakit, kematian, kesedihan, ratap tangis, kesakitan, kesengsaraan dan keputusasaan, muncul keinginan, 'O, seandainya kita tidak dikuasai oleh hal-hal ini! O, seandainya hal-hal ini tidak menimpa kita!' - Tapi ini tidak bisa diperoleh hanya dengan menginginkannya; dan tidak memperoleh yang diinginkan adalah dukkha."
Digha Nikaya, 22
Brati ketika "ingin" apa pun bentuknya seperti mengejar sebuah nibbana,mengejar segala sesuatu sama saja bohong?Kita hanya berputar2?Apakh diajarkan untuk mengamati?Dan melupakan segala sesuatu yg kita ketahui,segala sesuatu tentang pengetahuan,dll?
_/\_
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...

Offline Sol Capoeira

  • Sebelumnya: El Sol
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.746
  • Reputasi: 6
  • Gender: Male
Re: Untuk Riky: THE WORD OF THE BUDDHA (01)
« Reply #7 on: 03 June 2008, 08:01:06 PM »
Rekan Tesla mulai memahami Ajaran Sang Buddha yang sesungguhnya ... Sang Buddha mengajarkan DUKKHA. ...

Kebenaran itu diajarkannya kepada segelintir manusia ... yang "sudah tipis debu yang menutupi matanya" ... sehingga mereka bisa melihat Kebenaran itu. ...

Tetapi selama kurun 2500 tahun setelah Sang Buddha meninggal ... dan Ajarannya berubah 180 derajat menjadi AGAMA Buddha ... fakta tentang dukkha itu berangsur menjadi kabur ... menjadi sekadar teori Dhamma yang tidak dimasukkan ke dalam hati ... dan jutaan umat Buddha --bukan lagi segelintir orang-- justru menghabiskan waktunya untuk mencari kehidupan yang "lebih baik" ... di dunia ini maupun di dunia yang akan datang ... lari dari dukkha. ...

Orang tidak lagi mencoba menyelami fakta dukkha sedalam-dalamnya ... alih-alih mencari "kebahagiaan" yang dijanjikan oleh konsep nibbana ... "nibbana kebahagiaan tertinggi" ... dipelopori oleh Ajahn Brahm. :)

Dengan demikian, maka AGAMA Buddha sekarang ini pada dasarnya tidak berbeda dengan agama-agama lain ... sangat jauh dan bertolak belakang dari apa yang diajarkan oleh Buddha Gautama 2500 tahun lalu. ...

Tidak heran bila Karl Marx mengatakan "agama adalah candu (narkoba) bagi masyarakat" ... memberikan kebahagiaan semu ... termasuk Agama Buddha ...

Sang Buddha berkata, "Sadarilah, hidup ini dukkha, badan & batin ini dukkha" ...

Jangan lari dari fakta dukkha kepada agama ... termasuk Agama Buddha ...

Salam,
hudoyo





contohnya Vajrayana yg makin kabur tujuannya..

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Untuk Riky: THE WORD OF THE BUDDHA (01)
« Reply #8 on: 03 June 2008, 09:02:25 PM »
Tanpa kebijaksanaan ini, entah sampai kapan bathin saya di neraka avici.

Anumodana _/\_
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: Untuk Riky: UCAPAN SANG BUDDHA (02)
« Reply #9 on: 03 June 2008, 11:10:13 PM »
Apakah ketika Kelima kelompok Kelekatan musnah maka dukkha itu musnah??dan Disitulah Nibbana?Melihat segala sesuatu sebagaimananya?

Wah, kamu sudah melompat ke Kebenaran Ketiga (berakhirnya dukkha) ... :)

OK-lah, untuk memahami Kebenaran Ketiga, kita perlu tahu dulu Kebenaran Kedua (penyebab dukkha) ... Penyebab dukkha adalah kehausan (tanha) dilandasi oleh ketidaktahuan (avijja) ... dan itu menyebabkan kita melekat (upadana) kepada kelima kelompok (badan & batin, nama-rupa) ini.

Jadi, bila ketidaktahuan itu lenyap ... kehausan itu berakhir ... kelekatan pada badan & batin itu patah ... itulah kepadaman (nibbana), akhir dari dukkha, lenyapnya aku/atta ... Karena aku lenyap ... maka kita melihat apa adanya. ... Tapi INGAT, ini cuma teori bagi kita sekarang!


Quote
Kelahiran adalah bagian dr Kelompok Kelekatan pada eksistensi?
Apa arti dr eksistensi?

Maksudnya, kelima kelompok kelekatan itu muncul, mewujud dengan kelahiran lebih dulu ...

Eksistensi adalah rasa ada ... rasa ada itu selalu sebagai individu ... Riky eksis berarti Riky ada sebagai individu ... tidak bisa lain...


Quote
Ausnya indra?Maksudnya indra semakin melemahkah?

Betul.


Quote
Buyarnya kelompok kelekatan pada eksistensi? Maksud lenyap dan timbul? Dan terulang kembali kelahiran(sesuai dengan kamma)?

Di sini Sang Buddha menekankan kematian (marana). ... Tentang kelahiran kembali, sesuai dengan kamma, itu tidak banyak dibahas oleh Sang Buddha ...

INGAT: Sang Buddha mengajarkan pembebasan dari eksistensi, pembebasan dari kelahiran kembali ... Sang Buddha tidak terlalu banyak bicara tentang kamma & kelahiran kembali ... Bahkan Sang Buddha bilang, kamma & buah kamma seharusnya tidak dipikir-pikir (acinteyya)

Lihat bagaimana kebanyakan umat Buddha telah menyimpang dari ajaran Sang Buddha sendiri ... mereka justru senang bicara tentang kamma dan kelahiran kembali ... dan hampir tidak pernah bicara tentang kepadaman (nibbana). ...


Quote
Brati perasaan adalah fenomena?(Jika ada perasaan tdk enak,itu bukanlah sebuah tanda akan sebuah kejadian?Ini hanya fenomena yg muncul dan lenyap?)

Perasaan adalah fenomena batin ... Tentu ada faktor-faktor lain sebagai penyebabnya ... perasaaan senang, susah ... Tapi betul, itu adalah fenomena batin yang muncul dan lenyap kembali. ...


Quote
Brati ketika "ingin" apa pun bentuknya seperti mengejar sebuah nibbana,mengejar segala sesuatu sama saja bohong?Kita hanya berputar2?Apakh diajarkan untuk mengamati?Dan melupakan segala sesuatu yg kita ketahui,segala sesuatu tentang pengetahuan,dll?
_/\_

Maksudnya 'sama saja bohong' apa? ... Kalau yang dimaksud adalah dukkha, memang betul ...

Oleh karena itu, jika Riky ingin menyelami kenyataan yang diajarkan oleh Sang Buddha dengan meditasi, janganlah berpikir tentang nibbana, ... karena itu cuma konsep yang tidak berguna ... tapi sadari dukkha dan penyebab dukkha ini ... nanti dengan sendirinya lenyapnya dukkha akan muncul ... jangan dikejar, karena yang mengejar adalah si aku/pikiran lagi ...

OK ... kembali praktik, ya, Riky ... :)

Salam,
hudoyo

« Last Edit: 04 June 2008, 04:58:00 AM by hudoyo »

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.237
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: Untuk Riky: THE WORD OF THE BUDDHA (01)
« Reply #10 on: 04 June 2008, 12:28:24 PM »
Benar2 tercerahkan...
Mohon bimbingannya lebih lanjut...
Khusus tentang pengarahan tentang meditasi yg lebih lanjut...
_/\_
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...

Offline Mr. Wei

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.074
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
Re: Untuk Riky: THE WORD OF THE BUDDHA (01)
« Reply #11 on: 18 June 2008, 11:20:53 PM »
Saya baru baca thread ini...
Mantep
_/\_