Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Samsara  (Read 362 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline D1C1

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 127
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Samsara
« on: 19 February 2018, 06:13:50 PM »
Alo temen2,

Dikatakan panjangnya samsara itu tak terhitung, kita udah berkelana di enam alam kehidupan tak terhitung banyaknya.
Juga dikatakan kita pernah lahir jadi dewa, manusia, asura, peta dan lain2.

Tapi apakah kita pernah menjadi/mengalami apapun yg dialami orang lain di dunia ini? Di dunia ini kan ada orang cacat, orang lepra, orang kaya, banci, dll. Kita pernah jadi itu semua?

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Samsara
« Reply #1 on: 20 February 2018, 07:27:05 PM »
Alo temen2,

Dikatakan panjangnya samsara itu tak terhitung, kita udah berkelana di enam alam kehidupan tak terhitung banyaknya.
Juga dikatakan kita pernah lahir jadi dewa, manusia, asura, peta dan lain2.

Tapi apakah kita pernah menjadi/mengalami apapun yg dialami orang lain di dunia ini? Di dunia ini kan ada orang cacat, orang lepra, orang kaya, banci, dll. Kita pernah jadi itu semua?

Pernah, dikatakan dlm Anamatagga Saṃyutta sbb:

Tulang-belulang yang ditinggalkan oleh seseorang yang berkelana dan mengembara dalam saṃsāra ini akan membentuk gundukan sebesar Gunung Vepulla ini, jika ada seseorang yang mengumpulkannya dan apa yang dikumpulkan itu tidak akan musnah.

Air mata yang telah kalian teteskan ketika kalian berkelana dan mengembara dalam perjalanan panjang ini, menangis dan meratap karena berkumpul dengan yang tidak menyenangkan dan berpisah dari yang menyenangkan adalah lebih banyak daripada air di empat samudra raya.

Sejak lama kalian telah mengalami kematian ibu, kematian ayah, kematian saudara laki-laki, kematian saudara perempuan, kematian putra, kematian putri, kehilangan sanak-saudara, kehilangan kekayaan, kehilangan karena penyakit; ketika mengalami ini, menangis dan meratap karena berkumpul dengan yang tidak menyenangkan dan berpisah dari yang menyenangkan, tetesan air mata yang telah kalian teteskan adalah lebih banyak daripada air di empat samudra raya.

Air susu ibu yang telah kalian minum ketika kalian berkelana dan mengembara dalam perjalanan panjang ini adalah lebih banyak daripada air di empat samudra raya.

Darah yang telah kalian teteskan ketika kalian berkelana dan mengembara dalam perjalanan panjang ini adalah lebih banyak daripada air di empat samudra raya.

Dalam waktu yang lama kalian telah menjadi sapi, kerbau, domba, kambing, rusa, ayam, dan babi, dan ketika kalian disembelih, darah yang kalian teteskan adalah lebih banyak daripada air di empat samudra raya.

Dalam waktu yang lama kalian telah ditangkap sebagai pencuri, penyamun, dan pemerkosa, dan ketika kalian dipenggal, darah yang kalian teteskan adalah lebih banyak daripada air di empat samudra raya.

Sejak lama kalian telah mengalami penderitaan, kesedihan, dan bencana, dan meramaikan pekuburan. Cukup untuk mengalami kekecewaan terhadap segala bentukan, cukup untuk menjadi bosan terhadapnya, cukup untuk terbebaskan darinya.


~ Paraphrased from SN 15 Anamatagga Saṃyutta
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa