Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Tolong saya  (Read 1801 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline sayamaujadilebihbaik

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 1
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Tolong saya
« on: 24 January 2018, 12:47:17 AM »
selamat malam
perkenalkan, saya adalah seorang yang terlahir bukan di keluarga buddist.
saya akui sedari kecil saya gemar menyiksa apalagi membunuh hewan,
tetapi sejak mengenal ajaran buddha sekitar 2 tahun dan baru setahun belakangan saya coba" cari tau lebih banyak.
dalam keseharian, saya mencoba menjadi orang yang lebih baik dari hari ke hari
tidak seperti dulu, minat membunuh hewan kecil (spt semut, kecoa, nyamuk) itu gk ada sama sekali.
tetapi saya merasa dalam diri saya ini tertanam kebencian & sifat jahat.

contohnya saja kemarin saya bermain" dengan anak anjing & lama kelamaan timbul rasa ingin menjahili
sampai" anak anjiing tersebut merasa kesakitan, parahnya lagi saya merasakan perasaan "puas" mendengar suara kesakitan hewan tsb.
anehnya tidak seperti dulu, tangan saya gemetar hebat saat menyiksa hewan dan muncul perasaan bersalah setelahnya.
saya ingin sekali menghilangkan sifat jahat di dalam diri saya, ini hal yang bener" kelewatan.
saya percaya akan hukum karma tetapi disisi lain saya dengan sengaja menjalankan perbuatan buruk.
menurut saya ini sangat penting sekali untuk kedepannya saya paling nggak gk punya "niat" jahat lagi
jadi, menurut para senior disini adakah kiranya hal yang dapat menghilangkan / mengalihkan sifat jahat di diri saya?
seorang relasi saya pernah menyarankan meditasi, dia berkata meditasi dapat menjernihkan pikiran?
tetapi saya gk tau cara meditasi yang benar, ataukah ada cara lain?

Saya berterimakasih sekali jika ada yang dapat membantu saran.

Offline Arya Karniawan

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 284
  • Reputasi: 16
  • Gender: Male
  • Hooaaammmm..... :3
Re: Tolong saya
« Reply #1 on: 24 January 2018, 12:56:48 AM »
Laksanakan Sila dengan baik, tetap memiliki pikiran tanpa kekejaman. :)
#Jhindra

Offline cumi polos

  • Sebelumnya: Teko
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.129
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
  • mohon transparansinya
Re: Tolong saya
« Reply #2 on: 24 January 2018, 05:23:46 AM »
sayamaujadilebihbaik
kalao dlm Buddhist...mengenal kata "JODOH"...}
jadi siapa/bagaimana anda bisa joint forum DC ini ?
cumpol rasa...yg mengenalkan..dst bisalah anda berterima kasih dulu !...

sehingga berkah...akan bertambah lagi...

mau dan ingin aja tidaklah cukup,....harus DILAKUKAN menjadi kenyataan
merryXmas n happyNewYYYY 2018

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Tolong saya
« Reply #3 on: 24 January 2018, 06:43:12 AM »
selamat malam
perkenalkan, saya adalah seorang yang terlahir bukan di keluarga buddist.
saya akui sedari kecil saya gemar menyiksa apalagi membunuh hewan,
tetapi sejak mengenal ajaran buddha sekitar 2 tahun dan baru setahun belakangan saya coba" cari tau lebih banyak.
dalam keseharian, saya mencoba menjadi orang yang lebih baik dari hari ke hari
tidak seperti dulu, minat membunuh hewan kecil (spt semut, kecoa, nyamuk) itu gk ada sama sekali.
tetapi saya merasa dalam diri saya ini tertanam kebencian & sifat jahat.

contohnya saja kemarin saya bermain" dengan anak anjing & lama kelamaan timbul rasa ingin menjahili
sampai" anak anjiing tersebut merasa kesakitan, parahnya lagi saya merasakan perasaan "puas" mendengar suara kesakitan hewan tsb.
anehnya tidak seperti dulu, tangan saya gemetar hebat saat menyiksa hewan dan muncul perasaan bersalah setelahnya.
saya ingin sekali menghilangkan sifat jahat di dalam diri saya, ini hal yang bener" kelewatan.
saya percaya akan hukum karma tetapi disisi lain saya dengan sengaja menjalankan perbuatan buruk.
menurut saya ini sangat penting sekali untuk kedepannya saya paling nggak gk punya "niat" jahat lagi
jadi, menurut para senior disini adakah kiranya hal yang dapat menghilangkan / mengalihkan sifat jahat di diri saya?
seorang relasi saya pernah menyarankan meditasi, dia berkata meditasi dapat menjernihkan pikiran?
tetapi saya gk tau cara meditasi yang benar, ataukah ada cara lain?

Saya berterimakasih sekali jika ada yang dapat membantu saran.

Nasehat Sang Buddha kepada Rahula, putranya sendiri, dlm MN 61 ttg bagaimana merefleksikan suatu perbuatan ketika akan dilakukan, sedang dilakukan, dan telah dilakukan berikut dapat diterapkan utk kasus anda:

“Bagaimana menurutmu, Rāhula? Apakah gunanya cermin?”

“Untuk merefleksikan, Yang Mulia.”

“Demikian pula, Rāhula, suatu perbuatan melalui jasmani harus dilakukan setelah direfleksikan berulang-ulang; suatu perbuatan melalui ucapan harus dilakukan setelah direfleksikan berulang-ulang; suatu perbuatan melalui pikiran harus dilakukan setelah direfleksikan berulang-ulang.

“Rāhula, ketika engkau ingin melakukan suatu perbuatan melalui jasmani, engkau harus merefleksikan perbuatan jasmani yang sama itu sebagai berikut: ‘Apakah perbuatan yang ingin kulakukan melalui jasmani ini mengarah pada penderitaanku, atau pada penderitaan makhluk lain, atau pada penderitaan keduanya? Apakah ini adalah perbuatan jasmani dengan akibat yang menyakitkan, dengan hasil yang menyakitkan?’ Ketika engkau merefleksikan, jika engkau mengetahui: ‘Perbuatan yang ingin kulakukan melalui jasmani ini akan mengarah pada penderitaanku, atau pada penderitaan makhluk lain, atau pada penderitaan keduanya; ini adalah perbuatan jasmani tidak bermanfaat dengan akibat yang menyakitkan, dengan hasil yang menyakitkan,’ maka engkau tidak boleh melakukan perbuatan melalui jasmani itu.
Tetapi ketika engkau merefleksikan, jika engkau mengetahui: ‘Perbuatan yang ingin kulakukan melalui jasmani ini tidak akan mengarah pada penderitaanku, atau pada penderitaan makhluk lain, atau pada penderitaan keduanya; ini adalah perbuatan jasmani bermanfaat dengan akibat yang menyenangkan, dengan hasil yang menyenangkan,’ maka engkau boleh melakukan perbuatan melalui jasmani itu.

“Juga, Rāhula, ketika engkau sedang melakukan suatu perbuatan melalui jasmani, engkau harus merefleksikan perbuatan jasmani yang sama itu sebagai berikut: ‘Apakah perbuatan yang sedang kulakukan melalui jasmani ini mengarah pada penderitaanku, atau pada penderitaan makhluk lain, atau pada penderitaan keduanya? Apakah ini adalah perbuatan jasmani dengan akibat yang menyakitkan, dengan hasil yang menyakitkan?’ Ketika engkau merefleksikan, jika engkau mengetahui: ‘Perbuatan yang sedang kulakukan melalui jasmani ini mengarah pada penderitaanku, atau pada penderitaan makhluk lain, atau pada penderitaan keduanya; ini adalah perbuatan jasmani tidak bermanfaat dengan akibat yang menyakitkan, dengan hasil yang menyakitkan,’ maka engkau harus menghentikan perbuatan melalui jasmani itu.
Tetapi ketika engkau merefleksikan, jika engkau mengetahui: ‘Perbuatan yang sedang kulakukan melalui jasmani ini tidak mengarah pada penderitaanku, atau pada penderitaan makhluk lain, atau pada penderitaan keduanya; ini adalah perbuatan jasmani bermanfaat dengan akibat yang menyenangkan, dengan hasil yang menyenangkan,’ maka engkau boleh melanjutkan perbuatan melalui jasmani itu.

“Juga, Rāhula, setelah engkau melakukan suatu perbuatan melalui jasmani, engkau harus merefleksikan perbuatan jasmani yang sama itu sebagai berikut: ‘Apakah perbuatan yang telah kulakukan melalui jasmani ini mengarah pada penderitaanku, atau pada penderitaan makhluk lain, atau pada penderitaan keduanya? Apakah ini adalah perbuatan jasmani dengan akibat yang menyakitkan, dengan hasil yang menyakitkan?’ Ketika engkau merefleksikan, jika engkau mengetahui: ‘Perbuatan yang telah kulakukan melalui jasmani ini mengarah pada penderitaanku, atau pada penderitaan makhluk lain, atau pada penderitaan keduanya; ini adalah perbuatan jasmani tidak bermanfaat dengan akibat yang menyakitkan, dengan hasil yang menyakitkan,’ maka engkau harus mengakui perbuatan melalui jasmani itu, mengungkapkannya, dan menceritakannya kepada guru atau temanmu yang bijaksana dalam kehidupan suci. Setelah mengakuinya, mengungkapkannya, dan menceritakannya, engkau harus menjalani pengendalian di masa depan. Tetapi ketika engkau merefleksikan, jika engkau mengetahui: ‘Perbuatan yang telah kulakukan melalui jasmani ini tidak mengarah pada penderitaanku, atau pada penderitaan makhluk lain, atau pada penderitaan keduanya; ini adalah perbuatan jasmani bermanfaat dengan akibat yang menyenangkan, dengan hasil yang menyenangkan,’ maka engkau dapat berdiam dengan bahagia dan gembira, berlatih siang dan malam dalam kondisi-kondisi bermanfaat.

[Hal yang sama juga dilakukan ketika ingin melakukan, sedang melakukan, dan setelah melakukan perbuatan melalui ucapan dan pikiran]
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline cumi polos

  • Sebelumnya: Teko
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.129
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
  • mohon transparansinya
Re: Tolong saya
« Reply #4 on: 24 January 2018, 07:25:49 AM »


manfaat memiliki angjing...antaralain...:
1 mendptkan kasih goyang2 buntut...keceriaan dari sambutan yg hangat ...terutaba bagi yg jomblo...nahh
2 memberikan keamanan tambahan ...bila ada yg ingin mendekat atao masuk kedalam rumah...
3 dgn latihan dpt sebagai binatang yg dpt mendeteksi kangker tahan pertama...(lebih dini n akurat dari alat2 medis)
4 dpt menjadi teman jalan pagi anda...karna anjing2 malam mampir gak tidur...jadi bangun jam5 pagi dia udah menungguin anda....
5 dst dst dan banyak lagi...
merryXmas n happyNewYYYY 2018

Offline DeNova

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.065
  • Reputasi: 106
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Tolong saya
« Reply #5 on: 24 January 2018, 07:31:54 PM »


manfaat memiliki angjing...antaralain...:
1 mendptkan kasih goyang2 buntut...keceriaan dari sambutan yg hangat ...terutaba bagi yg jomblo...nahh
2 memberikan keamanan tambahan ...bila ada yg ingin mendekat atao masuk kedalam rumah...
3 dgn latihan dpt sebagai binatang yg dpt mendeteksi kangker tahan pertama...(lebih dini n akurat dari alat2 medis)
4 dpt menjadi teman jalan pagi anda...karna anjing2 malam mampir gak tidur...jadi bangun jam5 pagi dia udah menungguin anda....
5 dst dst dan banyak lagi...

Lucunyaaa :x :-[ :x

Buat TS,  IMO perenungan yg dilakukan momod seniya bagus buat direnungkan...  Saya pernah baca bawa sebelum bertindak dan berucap tentang sesuatu seseorg harus menyaring niatnya 3 kali, manfaatnya buat kita dan org lain... Lebih lanjut kalau ada kelas meditasi cobalah,  kadang sayapun kalau lagi galau meditasi koq _/\_
Life is must learning,  trying and never giving up to all problem that come to our life.
If life give you one hundred reason to beat you down then find one thousand reason to revive again and again.

Offline roman

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 32
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Tolong saya
« Reply #6 on: 25 January 2018, 03:25:37 AM »
Lucunyaaa :x :-[ :x

Buat TS,  IMO perenungan yg dilakukan momod seniya bagus buat direnungkan...  Saya pernah baca bawa sebelum bertindak dan berucap tentang sesuatu seseorg harus menyaring niatnya 3 kali, manfaatnya buat kita dan org lain... Lebih lanjut kalau ada kelas meditasi cobalah, 

kadang sayapun kalau lagi galau meditasi koq _/\_


 jika tidak galau tidak medita si.bagus sekali.nasehat yg sangat baik.
jika tidak sakit tidak perlu mencari obat. very good.




Offline Sugiharto

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 21
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Tolong saya
« Reply #7 on: 25 January 2018, 09:46:57 AM »

tetapi saya merasa dalam diri saya ini tertanam kebencian & sifat jahat.

contohnya saja kemarin saya bermain" dengan anak anjing & lama kelamaan timbul rasa ingin menjahili
sampai" anak anjiing tersebut merasa kesakitan, parahnya lagi saya merasakan perasaan "puas" mendengar suara kesakitan hewan tsb.
anehnya tidak seperti dulu, tangan saya gemetar hebat saat menyiksa hewan dan muncul perasaan bersalah setelahnya.
saya ingin sekali menghilangkan sifat jahat di dalam diri saya, ini hal yang bener" kelewatan.



Hi,

menurut pendapat saya, anda sudah ada kemajuan dalam menghendalikan sifat tersebut ( bold ), mengenai keinginan anda untuk meditasi, bisa lihat jadwal di vihara, umumnya mereka ada jadwal untuk lakukan meditasi bersama.

semoga bermanfaat  _/\_ _/\_ _/\_

Offline siapa

  • Teman
  • **
  • Posts: 69
  • Reputasi: -2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Tolong saya
« Reply #8 on: 25 January 2018, 05:27:33 PM »

Coba ganti makhluk yang suka disiksa menjadi : Harimau, singa dewasa atau buaya dewasa. 

Pasti langsung berhenti kebiasaan jeleknya.


Offline Ariyasacca

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 14
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Semoga semua makhluk berbahagia
Re: Tolong saya
« Reply #9 on: 17 April 2018, 04:54:58 PM »
Halo, saya juga tidak dilahirkan di dalam keluarga Buddhis, dan KTP saya juga tidak tertera "Buddha" (setidaknya belum). Saya juga waktu kecil suka semena-mena sama hewan peliharaan.

Individu yang suka menyiksa hewan biasanya memiliki masalah amarah (anger), kekuasaan (power), dan kendali (control). Contohnya, jika seorang anak menjadi target bully di sekolah, dia bisa melampiaskannya kepada hewan peliharaan. Begitu juga dengan anak yang tidak dipedulikan/dianggap, anak yang merasa tidak punya kendali akan hidupnya. Kecenderungan ini akan kuat jika di dalam keluarga tidak diayomi untuk berempati dan welas asih.

Masalah ini adalah masalah psikologi yang rumit. Saya sendiri seiring dengan bertambahnya usia menjadi sadar bahwa itu adalah perbuatan yang tidak baik. Tapi jika Anda masih memiliki masalah ini sampai dewasa, ada baiknya berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Ini disebut Intentional Animal Torture and Cruelty, yang bisa jadi indikasi sadisme.

Meditasi akan menolong untuk  relaksasi dan refleksi diri, tapi saya sangat menyarankan untuk berkonsultasi kepada profesional. Semoga sukses!