Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Sutra Mahayana bernama Pertanyaan Avalokiteśvara Mengenai Tujuh Kualitas  (Read 1614 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline xenocross

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.185
  • Reputasi: 61
  • Gender: Male
PERTANYAAN AVALOKITEŚVARA MENGENAI TUJUH KUALITAS
སྤྱན་རས་གཟིགས་དབང་ཕྱུག་གིས་ཞུས་པ་ཆོས་བདུན་པ།
The Inquiry of Avalokiteśvara
on the Seven Qualities
Avalokiteśvaraparipṛcchā
saptadharmaka
འཕགས་པ་སྤྱན་རས་གཟིགས་དབང་ཕྱུག་གིས་ཞུས་པ་ཆོས་བདུན་པ་ཞེས་བྱ་བ་
ཐེག་པ་ཆེན་པོའི་མདོ།
’phags pa spyan ras gzigs dbang phyug gis zhus pa chos bdun
pa zhes bya ba theg pa chen po’i mdo




Sutra Mahayana  bernama Pertanyaan Avalokiteśvara Mengenai Tujuh Kualitas

Hormat kepada Begawan Manjusri Yang Selalu Muda

Demikian yang telah kudengar. Yang Terberkahi sedang berdiam di Rājagṛha di Puncak Gunung Nasar bersama dengan sekumpulan besar 1250 bhiksu dan sejumlah besar bodhisattva mahāsattva . Pada waktu itu, Yang Mulia Avalokiteśvara bodhisattva mahāsattva bangkit dari tempat duduknya, mengatur jubah atasnya pada satu bahu, dan menempatkan lutut kanannya di tengah bunga teratai.

Merangkapkan tangan dengan hormat kepada Yang Terberkahi, dia bertanya kepada Buddha, “Yang Terberkahi, dalam berapa kualitas seharusnya bodhisattva berlatih, setelah dia membangkitkan bodhicitta (batin altruistik yang bertujuan mencapai pencerahan)?

Yang Terberkahi menjawab pertanyaan Yang Mulia Avalokiteśvara bodhisattva mahāsattva dengan kata-kata berikut.

“Putra dari Keluarga, bodhisattva seharusnya berlatih dalam tujuh kualitas setelah membangkitkan bodhicitta. Apakah tujuh itu? Mereka adalah sebagai berikut.

(1) Dia seharusnya tidak mengalami kenikmatan seksual bahkan dalam pikiran, apalagi bersatunya dua organ seksual

(2) Dia seharusnya tidak berteman dengan orang yang tidak bajik bahkan dalam mimpi.

(3) Dengan pikiran bebas seperti burung, dia seharusnya sepenuhnya tanpa menggenggam

(4) Dengan penguasaan dalam keahlian dan kebijaksanaan, dia seharusnya  tanpa kesombongan dan tanpa anggapan bahwa konsepsi “AKU” adalah nyata.

(5) Dia seharusnya meninggalkan konsepsi keberadaan dan tiada-keberadaan dan kokoh dalam pembebasan dari kekosongan

(6) Dia seharusnya tidak bersenang-senang dalam saṃsāra melalui pemahaman konseptual yang tidak otentik, [karena] saṃsāra adalah seperti ilusi magis atau mimpi

(7) Dan dia seharusnya menahan diri dari menyangkal hukum sebab dan akibat. “

“Putra dari Keluarga, seorang bodhisattva yang baru saja membangkitkan bodhicitta seharusnya  berlatih dalam tujuh kualitas ini.”
Ketika Yang Terberkahi telah bersabda, Yang Mulia Avalokiteśvara bodhisattva mahāsattva, bersama dengan para bhiksu dan bodhisattva, bersukacita dan memuji sabda Yang Terberkahi.

Demikianlah Sutra Mahayana bernama “Pertanyaan AvalokiteśvaraMengenai Tujuh Kualitas” telah selesai

=======00========
Diterjemahkan dan disunting [dari bahasa sanskerta ke bahasa tibet] oleh Guru India Dīpaṃkaraśrījñāna dan bhiksu penerjemah Gewai Lodrö

The Noble Mahāyāna Sūtra “The Inquiry of Avalokiteśvara on the Seven Qualities”
Āryāvalokiteśvaraparipṛcchāsaptadharmakanāmamahāyānasūtra

Sutra Mahayana bernama Pertanyaan Arya Avalokiteśvara Mengenai Tujuh Kualitas

Toh 150, Degé Kangyur, vol. 57 (mdo sde, ba), folios 331a–331

Diterjemahkan ke bahasa inggris oleh the University of Calgary
Buddhist Studies team
Published by 84000 (2014)
www.84000.co

Diterjemahkan ke bahasa indonesia oleh xenocross.
Satu saat dari pikiran yang dikuasai amarah membakar kebaikan yang telah dikumpulkan selama berkalpa-kalpa.
~ Mahavairocana Sutra