Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: pacaran yg tidak melanggae sila ketiga itu bagaimana?  (Read 2573 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline FelixMargery

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 1
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Finding The Greatest way To Be a Good Boy
pacaran yg tidak melanggae sila ketiga itu bagaimana?
« on: 25 April 2017, 01:01:37 PM »
hey guys 😁😁

saya mo bertanya.. pcaran yg tidak melanggar sila ke tiga buddhis itu seperti apa dan bagaimana?

apakah peluk,  cipika, cipiki itu melanggar sila ketiga?

tidak melakukan asusila ini memiliki pengertian yg seperti apa?

mohon pencerahannya  _/\_ _/\_

Offline xenocross

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.185
  • Reputasi: 61
  • Gender: Male
Re: pacaran yg tidak melanggae sila ketiga itu bagaimana?
« Reply #1 on: 26 April 2017, 07:09:32 PM »
C. Sila Ketiga : menahan diri dari pemuasan nafsu seks dengan cara yang salah


a. Ada empat faktor untuk dapat disebut berzinah

1) Ada obyek yang tidak patut digauli

2) Mempunyai pikiran untuk menyetubuhi obyek tersebut

3) Berusaha menyetubuhi

4) Berhasil menyetubuhi, dalam arti berhasil memasukkan alat kemaluannya ke dalam salah satu dari tiga lubang (mulut, anus, atau liang peranakan) walau-pun hanya sedalam biji wijen



b. Obyek dari pelanggaran Sila Ketiga

1) Obyek yang menyebabkan pelanggaran Sila Ketiga oleh laki-laki

- Wanita yang telah menikah

- Wanita yang masih di bawah pengawasan atau asuhan keluarga

- Wanita yang menurut kebiasaan (adat istiadat) dilarang, yaitu :

    * Mereka dilarang karena tradisi keluarga, masih dalam satu garis keturun-an yang dekat

    * Mereka dilarang karena tradisi (peraturan) agama. Dalam tradisi Therava-da disebutkan : Upasika Atthasila, bhikkhuni di jaman dulu

    * Mereka dilarang karena hukum negara pada jaman dulu, misalnya selir raja

2) Obyek yang menyebabkan pelanggaran Sila Ketiga oleh wanita

- Laki-laki yang telah menikah

- Laki-laki yang berada di bawah peraturan agama, misalnya bhikkhu, sama-nera




kalau mau belajar lebih jauh lagi, bisa baca (bhs inggris) di
https://studybuddhism.com/en/advanced-studies/lam-rim/karma-advanced/buddhist-sexual-ethics-an-historical-perspective

https://studybuddhism.com/en/tibetan-buddhism/path-to-enlightenment/karma-rebirth/buddhist-sexual-ethics-main-issues

https://studybuddhism.com/en/tibetan-buddhism/path-to-enlightenment/karma-rebirth/buddhist-western-views-on-sex
Satu saat dari pikiran yang dikuasai amarah membakar kebaikan yang telah dikumpulkan selama berkalpa-kalpa.
~ Mahavairocana Sutra