Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: tanya kumpulan doa2 untuk anak2 di theravada  (Read 1068 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline hening

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 2
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
tanya kumpulan doa2 untuk anak2 di theravada
« on: 05 June 2016, 01:39:23 AM »
hi.. ada yg bisa bantu kumpulan doa2 anak2 theravada? contoh doa bangun tidur, sblm mkn, sblm belajar, sebelum tidur,dll?

Offline hening

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 2
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: tanya kumpulan doa2 untuk anak2 di theravada
« Reply #1 on: 05 June 2016, 01:40:25 AM »
untuk keperluan sekolah... kl ada info,pls di pm ya. thx sblmnya

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: tanya kumpulan doa2 untuk anak2 di theravada
« Reply #2 on: 05 June 2016, 11:26:36 AM »
Sebenarnya tidak ada doa/paritta khusus utk bangun tidur, makan, belajar, dan sebelum tidur dlm Buddhisme spt dlm ajaran tetangga. Sang Buddha tidak pernah mengajarkan untuk berdoa apakah untuk keselamatan ataupun keberhasilan:

Perumah tangga Anāthapiṇḍika mendatangi Sang Bhagavā, bersujud kepadanya, dan duduk di satu sisi. Kemudian Sang Bhagavā berkata kepadanya:

“Perumah tangga, ada lima hal ini yang diharapkan, diinginkan, disukai, dan jarang diperoleh di dunia ini. Apakah lima ini? Umur panjang, perumah tangga, adalah diharapkan, diinginkan, disukai, dan jarang diperoleh di dunia ini. Kecantikan … Kebahagiaan … Kemasyhuran … Alam surga adalah diharapkan, diinginkan, disukai, dan jarang diperoleh di dunia ini. Ini adalah kelima hal yang diharapkan, diinginkan, disukai, dan jarang diperoleh di dunia ini.[49]

“Kelima hal ini, perumah tangga, yang diharapkan, diinginkan, disukai, dan jarang diperoleh di dunia ini, Aku katakan, tidak dapat diperoleh melalui doa-doa atau aspirasi-aspirasi. Jika kelima hal ini yang diharapkan, diinginkan, disukai, dan jarang diperoleh di dunia ini dapat diperoleh melalui doa-doa [48]  atau aspirasi-aspirasi, siapakah yang akan kekurangan sesuatu?

(1) “Perumah tangga, siswa mulia yang menginginkan umur panjang seharusnya tidak berdoa demi umur panjang atau bersenang-senang di dalamnya atau [secara pasif] merindukannya.[50] Seorang siswa mulia yang menginginkan umur panjang harus mempraktikkan jalan yang mengarah pada umur panjang.[51] Karena ketika ia mempraktikkan jalan yang mengarah pada umur panjang, maka hal itu akan mengarah pada diperolehnya umur panjang, dan ia memperoleh umur panjang apakah surgawi atau pun manusiawi.

(2) “Perumah tangga, siswa mulia yang menginginkan kecantikan … (3) … yang menginginkan kebahagiaan … (4) … yang menginginkan kemasyhuran seharusnya tidak berdoa demi kemasyhuran atau bersenang-senang di dalamnya atau [secara pasif] merindukannya. Seorang siswa mulia yang menginginkan kemasyhuran harus mempraktikkan jalan yang mengarah pada kemasyhuran. Karena ketika ia mempraktikkan jalan yang mengarah pada kemasyhuran, maka hal itu akan mengarah pada diperolehnya kemasyhuran, dan ia memperoleh kemasyhuran apakah surgawi atau pun manusiawi.

(5) “Perumah tangga, siswa mulia yang menginginkan surga seharusnya tidak berdoa demi surga atau bersenang-senang di dalamnya atau [secara pasif] merindukannya. Seorang siswa mulia yang menginginkan surga harus mempraktikkan jalan yang mengarah menuju surga. Karena ketika ia mempraktikkan jalan yang mengarah menuju surga, maka hal itu akan mengarah pada diperolehnya surga, dan ia memperoleh surga.”[52]
 
Bagi seseorang yang menginginkan umur panjang, kecantikan, kemasyhuran,[53]
pengakuan, surga, keluarga-keluarga mulia,
dan kesenangan luhur
secara berturut-turut,
para bijaksana memuji kewaspadaan
dalam melakukan perbuatan-perbuatan berjasa. [49]
Dengan menjadi waspada, orang-orang bijaksana
aman dalam kedua jenis kebaikan:
kebaikan dalam kehidupan ini,
dan kebaikan dalam kehidupan mendatang.
Dengan memperoleh kebaikan,[54] yang teguh
disebut seorang yang memiliki kebijaksanaan.

(AN 5.43)

Jadi, daripada mengajarkan anak2 Buddhis dengan berbagai pengharapan dlm doa2, lebih baik mengajarkan bahwa jika berharap suatu kesuksesan, hal tsb hanya dapat terpenuhi dengan berusaha dan melakukan kebajikan.

"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: tanya kumpulan doa2 untuk anak2 di theravada
« Reply #3 on: 06 June 2016, 01:57:16 PM »
^ bener kata yang di atas. Ucapan perenungan atau meditasi aja, ga perlu doa-doa.
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days