Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Mahapranidhana Puja 2, 23-31 Des 2015 - Bandung  (Read 2078 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline xenocross

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.185
  • Reputasi: 61
  • Gender: Male
Mahapranidhana Puja 2, 23-31 Des 2015 - Bandung
« on: 12 December 2015, 11:22:16 AM »
MAHAPRANIDHANA PUJA 2 - PENUHI TAHUN BARU DENGAN KEBAJIKAN



Kadam Choeling Indonesia mengundang Anda untuk melakukan suatu kegiatan yang luar biasa bermanfaat di akhir tahun 2015 ini. Mempertemukan dua tradisi Buddhis, yaitu Cina dan Tibet. Selama kurang lebih satu minggu, ratusan orang berkumpul dan bersama-sama melafalkan kitab Liang Huang Pao Can (Doa Pertobatan Kaisar Liang) serta puja Tibetan yang terdiri atas pujian kepada Arya Tara dan puja Enam Belas Arahat, ditutup dengan pelimpahan jasa kepada sanak keluarga baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal. Secara khusus, pelafalan Liang Huang Bao Can bermanfaat untuk mengikis tumpukan karma buruk yang akan menghambat kehidupan kita sekarang maupun kehidupan mendatang. Pujian kepada Arya Tara melindungi kita dari bahaya, menyembuhkan penyakit, dan memenuhi segala kebutuhan kita dalam perjalanan mencapai pencerahan. Puja Enam Belas Arahat mengingatkan kita pada kualitas keenambelas Arahat yang menerima instruksi Sang Buddha untuk meninggalkan sikap mementingkan diri sendiri dan menetap dalam samsara demi kebahagiaan semua makhluk.

Jangan lewatkan kesempatan mengumpulkan kebajikan dan purifikasi yang ekstensif di Mahapranidhana Puja 2015, 23-31 Desember 2015 di Villa Istana Bunga, Lembang, Bandung.  Pendaftaran dapat dilakukan dengan melalui link: http://www.kadamchoeling.or.id/pray4rpc
Info lebih lanjut:
retret [at] kadamchoeling.or.id
Frans (+62813 8008 8566)
Afriyandi (+62897 8797 017)

Sarwa Manggalam.

=======================================================
Tak terasa kini kita telah memasuki bulan Desember di tahun 2015. Kita akan segera meninggalkan tahun 2015 ini dan memulai tahun 2016 dengan segala semangat dan resolusi yang baru. Namun sebelum kita membuat resolusi kita harus melihat kembali apa saja yang telah dilakukan di tahun ini. Satu pertanyaan besar yang perlu benar-benar kita pikirkan adalah sudahkah saya melakukan hal yang bermakna di tahun ini?

Kita dapat mengatakan ‘Saya mencapai naik jabatan di pekerjaan saya, mendapatkan pekerjaan, lulus kuliah, jalan-jalan ke luar negeri, dsb.’ Benar, itu sebuah pencapaian, secara duniawi. Akan tetapi, apakah kita sudah melakukan hal bermakna secara spiritual? Apakah kita sudah mengumpulkan karma baik atau menghindari melakukan karma buruk?

Apakah saya melakukan donasi besar terhadap suatu vihara? Apakah saya membangun stupa? Apakah saya melakukan pengumpulan doa dan mantram? Apakah saya mengisi keseharian saya dengan aktivitas bajik?

Kita perlu merenungkan dengan sungguh-sungguh hal ini. Kemanakah bekal yang kita kumpulkan akan membawa kita di kehidupan mendatang?

Kita bisa mencoba melihat dari aktivitas keseharian kita di tahun 2015 ini. Apakah kita hanya melakukan aktivitas bajik yang menciptakan karma baik? Ataukah kita justru dipengaruhi kekotoran batin dan melakukan dalam karma buruk?

Dipengaruhi keyakinan, kita melakukan puja bakti kepada Buddha. Dipengaruhi kesabaran, kita tidak marah ketika orang yang menghina kita. Dipengaruhi kemurahan hari, kita memberi makan pengemis yang kelaparan atau berdonasi terhadap Sangha. Dipengaruhi semangat, kita menjalankan komitmen pengumpulan doa dan mantram atau mengumpulkan paramita. Dipengaruhi cinta kasih kepada semua mahkluk, kita memanfaatkan setiap momen dalam hidup kita untuk berjuang dalam jalan menuju pencerahan.

Dipengaruhi kebencian, kita mungkin membunuh nyamuk-nyamuk yang menggigit kita atau berniat menyakiti orang lain. Dipengaruhi keserakahan, kita mengambil tanpa ijin barang milik teman kita atau berniat mengambil uang orang tua kita. Dipengaruhi kemarahan, mengucapkan kata-kata kasar kepada orang tua atau orang yang memotong jalan kita ketika menyetir mobil. Dipengaruhi kemalasan, bergosip dan menghabiskan waktu untuk kata-kata tidak berguna atau menolak menolong orang yang meminta bantuan pada kita.

Setelah perenungan yang sungguh-sungguh, apabila kita menemukan bahwa kita lebih banyak mengumpulkan karma baik dalam keseharian kita, kita harus bermudita dan bersemangat mengumpulkan kebajikan. Namun apabila kita cenderung menemukan bahwa kita lebih banyak mengumpulkan karma buruk, kita harus segera melakukan sesuatu untuk memperbaikinya.

“Jangan pikir bahwa perbuatan buruk
Sekecil apapun tidak akan mengejarmu.
Sama seperti bejana besar dipenuhi
Oleh tetesan-tetesan air,
Begitu pula orang bodoh dipenuhi kesalahan
Yang dihimpun sedikit demi sedikit.”
~Udana-varga
« Last Edit: 18 December 2015, 12:00:17 AM by Elin »
Satu saat dari pikiran yang dikuasai amarah membakar kebaikan yang telah dikumpulkan selama berkalpa-kalpa.
~ Mahavairocana Sutra