Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Stabilkan Harga Bahan Pokok, Pemerintah Luncurkan Toko Tani Indonesia  (Read 1401 times)

0 Members and 3 Guests are viewing this topic.

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
TEMPO.CO , Bandung - Kepala Bidang Harga Pangan, Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian Deshaliman mengatakan, pemerintah tengah melakukan uji coba pelaksanaan Toko Tani Indonesia (TTI) yang dipersiapkan menjadi sarana menstabilkan harga bahan kebutuhan pokok. “Uji coba ini sekalian mencari bentuknya, nanti 2016 rencananya akan dikembangkan,” kata dia selepas Rapat Koordinasi Dewan Ketahahanan Pangan Provinsi Jawa Barat di Bandung, Rabu, 30 September 2015.

Deshaliman mengatakan, TTI hasil kerjasama Kementerian Pertanian dan Perum Bulog itu dua bulan lalu mulai didirikan di sejumlah provinsi, diantaranya di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, serta Jawa Tengah. Sebulan ini Bulog mulai memasok bahan pangan pada TTI tersebut. TTI tersebut dirancang menjadi toko penyalur bahan pangan petani yang dibeli Bulog.

Menurut Deshaliman, komoditas bahan pangan yang dijual TTI itu masih sebatas beras, minyak, dan gula. Tahun depan akan ditambah daging sapi, bawang merah, serta cabai. “Selain komoditas pangan, bisa bahan pangan lain yang dianggap pemerintah daerah bisa mempengaruhi inflasi,” kata dia.

Deshaliman mengatakan, setiap toko boleh menawarkan diri menjadi TTI, menerima bahan pangan yang dipasok Bulog asal memenuhi sejumlah persyaratan. Penentuan toko yang lolos bekerjasama dengna pemerintah daerah. Hanya saja daerah untuk pendirian TTI itu masih diprioritaskan pada wilayah yang harga pangannya kerap bergejolak.

Menurut Deshaliman, lewat uji coba itu, Kemnterian Pertanian dan Bulog membenahi sejuamlah aturan termasuk pengawasan dan petunjuk pelaksanaan teknis pendirian TTI tersebut. Terakhir Menteri Pertanian baru menerbitkan Keputusan Menteri pada 14 Agustus 2015 lalu berisi penetapan tim stabillisasi harga pangan lewat Toko Tani Indonesia.

Kementerian Pertanian menargetkan pada tahun 2016 itu akan berdiri seribu TTi di seluruh Indonesia, di 34 provinsi. “Kita masih banyak belajar terus konsepnya. Mudah-mudahan bisa dimatangkan dan 2016 sudah jalan,” kata Deshaliman.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, TTI itu diharapkan bisa memberikan kemudhan bagi masyarakat untuk mendapat bahan pangan pokok. “Tahun 2015 ini yang pertama ada di tujuh lokasi tersebar di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Depo,dan Bogor. Tahun depan akan ditambah 46 lokasi di 10 kabupaten/kota,” kata dia selepas membua Rakor di Bandung, Rabu, 30 September 2015.

Iwa mengatakan, TTI akan menjual bahan pangan pokok dengan harga wajar. Bulog akan memasok TTI itu langsung ke petani dengan harga wajar. Dia berharap, harga penjualan bahan pokok TTI menjadi harga acuan untuk penjualan bahan pokok tersebut di pasarn. “Sehingga petani akan mendapat harga wajar, dan konsumen juga mendapat harga wajar,” kata dia.

Menurut Iwa, pemilihan empat daerah yang menjadi uji coba TTI itu juga sengaja karena laju inflasinya terhitung tinggi di Jawa Barat. “Khususnya di Bandugn, Depok, dan Bogor itu adalah daerah yang inflasinya relatif cukup tinggi. Khususnya inflasi yang kontribusinya dari harga beras,” kata dia.

bisnis.tempo.co/read/news/2015/10/01/090705349/stabilkan-harga-bahan-pokok-pemerintah-luncurkan-toko-tani

Bagus juga bila vihara vihara di indonesia bisa mendukung Toko Tani Indonesia (TTI) ini hingga masyarakat berada di sekitar vihara bisa mendapat bahan pokok dgn harga terjangkau. (Tentu saja setelah di pertimbangkan dgn baik dan matang apakah toko tani indonesia ini bisa dijalan kan atau tidak oleh pihak vihara)
« Last Edit: 01 October 2015, 03:25:00 AM by kullatiro »