Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: salut utk Spore  (Read 2672 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline suli

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 715
  • Reputasi: 32
  • Gender: Female
salut utk Spore
« on: 10 August 2015, 10:51:33 AM »
Cuma seukuran semut, Singapura jadi negara ekonomi terdepan dunia
Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro | Minggu, 9 Agustus 2015 09:10
0
0Share
203Tweet



Cuma seukuran semut, Singapura jadi negara ekonomi terdepan dunia   
Ilustrasi Singapura. ©AFP PHOTO

Merdeka.com - Singapura kini berdiri gagah sebagai salah satu negara dengan perekonomian paling maju di muka bumi, terkenal bersih dan memiliki lingkungan paling hijau. Negara itu mampu bersinar dan menjadi pasar yang terbuka lebar di tengah kawasan yang masih dibebani korupsi dan birokrasi yang berbelit-belit.

Hal ini dapat dicapai hanya dalam waktu 50 tahun. Waktu yang cukup singkat untuk membangun sebuah negara.

Luas wilayah Singapura terbilang amat kecil, yakni 589 kilometer persegi sungguh berbanding jauh dengan Indonesia yang mencapai 1.990.250 kilometer persegi. Apalagi ditambah dengan tak adanya sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan di sana, tentunya membuat Singapura tak dilirik kala baru berdiri pada 1965.

Keberhasilan Singapura tak lepas dari campur tangan perdana menteri pertama mereka, Lee Kuan Yew. Lepas dari Malaysia pada 1965, Singapura yang tak punya apa-apa rentan dengan cekcok antar etnis yang mendiami wilayah tersebut, China-Melayu-India.

Ketiga etnis ini memperebutkan kekuasaan atas wilayah lewat politik. Namun, dengan wawasan yang luas, Lee Kuan Yew mencoba menghentikan percekcokan antar suku ini.

Lee menanamkan ideologi kesejahteraan rakyat ketika dia memimpin negara dengan lambang singa tersebut. Ia melihat jika warga negara terpenuhi kebutuhan pokoknya, maka mereka akan fokus bekerja.

"Pada saat itu, fokus utama pemerintah adalah bagaimana mencari nafkah untuk menghidupi para warga Singapura. Lalu kami melakukan investasi di berbagai bidang," ujar Lee, seperti dikutip dari Channel News Asia.

Sebuah terobosan hebat yang dilakukan Lee pada masa kepemimpinannya adalah memberikan jaminan rumah bagi setiap warga Singapura. Hal ini dia lakukan semata-mata demi menyejahterakan masyarakatnya.

Hal kedua yang membuat perekonomian Singapura terus berkembang pesat adalah dengan tidak adanya korupsi. Mulai dari pemerintahan Lee Kuan Yew hingga Lee Hsien Loong kini, para koruptor yang ketahuan mengambil uang negara segera ditindak tegas.

Lee Kuan Yew sendiri menghalau keinginan korupsi para pejabat dengan meninggikan bayaran mereka. Hal ini dibuktikan dengan gaji Presiden Singapura lebih tinggi dibanding gaji presiden di negara lain.

Dia juga menciptakan lingkungan yang membuat warganya berkreasi sehingga memiliki usaha sendiri. Hal ini dimaksudkan agar sumber daya manusia yang mereka punya dapat semakin memajukan negaranya.

Tak ada pengecualian, Lee benar-benar membesut berbagai sektor yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa dan negaranya. Terlihat dari bagaimana Lee meningkatkan sektor infrastruktur tapi juga mengembangkan sumber daya manusianya sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi Singapura.

Ketiga ialah investor asing. Lee mampu menarik investor asing untuk menginvestasikan saham mereka di negara tersebut.

Terbukti dengan banyaknya investor asing diberbagai bidang seperti Google, Microsoft, dan Kellogg's membangun kantor mereka di sana. Singapura bahkan mengalahkan Tokyo untuk utusan investor asing.

Di bawah kepemimpinan Lee, banyak negara melihat bagaimaba Singapura mengalami keajaiban di bidang ekonomi. Sukses besar yang dicapai Singapura jelas dipicu oleh sumber daya manusia di sana.

Kini Singapura berada di urutan kedua setelah Jepang dalam menghasilkan pendapatan per kapita mereka, sebanyak 2.267 dolar Singapura. Jumlah ini mengalahkan China.

Singapura kini mampu menyejajarkan dirinya dengan negara-negara maju lainnya seperti Jepang dan Amerika. Para penduduknya kebanyakan merupakan produsen.

Hal inilah yang membedakan dengan Indonesia, dimana jumlah pengusaha hanya sekitar 1,6 persen dari jumlah penduduknya.