Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: masalah keluarga  (Read 13288 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline mina

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 19
  • Reputasi: 1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
masalah keluarga
« on: 15 August 2014, 11:18:48 AM »
Halo... saya ingin masukan dari teman2... saya diminta ke pasar untuk membeli sayur. kadang disuru membeli ikan hidup(sekarat), kerang hidup, kepiting. Sy tidak bs menolak. Saya sangat shock wkt melihat ikan yg masi hidup langsung di sikat sisiknya n dipotong tp kepalanya masi bergerak. porsi makan untuk keluarga besar(lbh dr 10 org). Gmn sebaiknya yg hrs sy lakukan?

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: masalah keluarga
« Reply #1 on: 15 August 2014, 11:29:21 AM »
Hmmm... Kalo cari ikan yang memang udah mati, gak usah beli yang hidup?
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline mina

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 19
  • Reputasi: 1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: masalah keluarga
« Reply #2 on: 15 August 2014, 12:31:33 PM »
Jenis ikan itu hanya ada yg hidup/sekarat. Apa hrs ditunggu sampai mati dulu baru dibeli?

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Re: masalah keluarga
« Reply #3 on: 15 August 2014, 01:01:24 PM »
Halo... saya ingin masukan dari teman2... saya diminta ke pasar untuk membeli sayur. kadang disuru membeli ikan hidup(sekarat), kerang hidup, kepiting. Sy tidak bs menolak. Saya sangat shock wkt melihat ikan yg masi hidup langsung di sikat sisiknya n dipotong tp kepalanya masi bergerak. porsi makan untuk keluarga besar(lbh dr 10 org). Gmn sebaiknya yg hrs sy lakukan?

1. kamu merasa bersalah karena kamulah yang membeli ikan itu?

2. atau seperti yang dibold, kamu shock aja liat ikannya menderita? kalau yang ini, berarti solusinya: jangan dilihat. ;D
« Last Edit: 15 August 2014, 01:04:39 PM by dhammadinna »

Offline mina

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 19
  • Reputasi: 1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: masalah keluarga
« Reply #4 on: 15 August 2014, 01:05:03 PM »
kalau begitu jangan dilihat ;D

Tetap termasuk pembunuhan bukan? Gimana sebaiknya?

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Re: masalah keluarga
« Reply #5 on: 15 August 2014, 01:09:12 PM »
Tetap termasuk pembunuhan bukan? Gimana sebaiknya?

^ ^ ups.. saya ga tau kamu sudah balas (tadi saya edit postingan saya). Tapi ga apa, esensinya sama.

Bukan kamu yang membunuh ikan itu sih.. kamu tidak melakukan pembunuhan.

Btw, itu jenis ikan apa ya? kenapa hanya ada yang hidup?

Offline mina

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 19
  • Reputasi: 1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: masalah keluarga
« Reply #6 on: 15 August 2014, 01:20:51 PM »
^ ^ ups.. saya ga tau kamu sudah balas (tadi saya edit postingan saya). Tapi ga apa, esensinya sama.

Bukan kamu yang membunuh ikan itu sih.. kamu tidak melakukan pembunuhan.

Btw, itu jenis ikan apa ya? kenapa hanya ada yang hidup?

Tapi sy yg menyuruh tentu saya juga merasa bersalah. Apakah hal itu tidak bertentangan dgn agama buddha? Salah satu contoh ikan nila. Apalagi kalau sy diminta memasak kerang tsb. Sy sudah membunuh byk nyawa.

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: masalah keluarga
« Reply #7 on: 15 August 2014, 01:55:06 PM »
Saya pikir anda perlu memilah2 step by step kejadian untuk menjawab permasalahan anda.
Kalau diilustrasikan urutan kejadian seperti ini :
1. Ke pasar
2. Beli sayur
3. Beli ikan sekarat<= Tidak bisa menolak
4. Membunuh dan memasak ikan
5. Merasa bersalah dan tidak nyaman
6. Bagaimana baiknya ?

Point permasalahan anda sebenarnya bukanlah di nomor 5 dan 6, melainkan di nomor 3.
Jika anda bisa menolak, tentu otomatis no. 4 - 6 tidak akan terjadi bukan ?
Jadi dalam hal ini jika anda ingin menyelesaikan masalah anda, selesaikan di bagian root cause ;D daripada memusingkan di bagian akhir.

Intinya yang perlu anda tanyakan, apa yang harus anda lakukan agar tidak membeli ikan hidup. Kembali lagi pada hidup adalah pilihan.

- Apakah makan ikan/kerang itu suatu kewajiban / pilihan ?

Semoga bisa mendapatkan esensi dari apa yang saya sampaikan ;D
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline mina

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 19
  • Reputasi: 1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: masalah keluarga
« Reply #8 on: 15 August 2014, 02:17:06 PM »
Saya pikir anda perlu memilah2 step by step kejadian untuk menjawab permasalahan anda.
Kalau diilustrasikan urutan kejadian seperti ini :
1. Ke pasar
2. Beli sayur
3. Beli ikan sekarat<= Tidak bisa menolak
4. Membunuh dan memasak ikan
5. Merasa bersalah dan tidak nyaman
6. Bagaimana baiknya ?

Point permasalahan anda sebenarnya bukanlah di nomor 5 dan 6, melainkan di nomor 3.
Jika anda bisa menolak, tentu otomatis no. 4 - 6 tidak akan terjadi bukan ?
Jadi dalam hal ini jika anda ingin menyelesaikan masalah anda, selesaikan di bagian root cause ;D daripada memusingkan di bagian akhir.

Intinya yang perlu anda tanyakan, apa yang harus anda lakukan agar tidak membeli ikan hidup. Kembali lagi pada hidup adalah pilihan.

- Apakah makan ikan/kerang itu suatu kewajiban / pilihan ?

Semoga bisa mendapatkan esensi dari apa yang saya sampaikan ;D

Tapi apakah kalau menolak bisa dianggap tidak berbakti karena tidak mau membantu, karena sayasy sudah secara halus mengatakan ikannya masih hidup, np ga beli yg mati saja, tp diblg ga da yg mati. Yg ikan itu enak dsb.

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.388
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: masalah keluarga
« Reply #9 on: 15 August 2014, 02:27:22 PM »
Sepertinya ini belum masuk sampe idealisme ato soal sīla.

Cuma masalah bahwa shock melihat ikan yg dibeli itu masih hidup dan dibersihkan. Ada 2 option
1. mengatakan bahwa tidak bisa/tega utk membeli ikan hidup itu jadi next tidak beli, jadi suruh orang lain saja yg beli jangan kamu.
2. membiasakan dengan kondisi itu, maksudnya perasaan tega/tidak teganya yg dibiasakan.
There is no place like 127.0.0.1

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: masalah keluarga
« Reply #10 on: 15 August 2014, 02:35:48 PM »
Tapi apakah kalau menolak bisa dianggap tidak berbakti karena tidak mau membantu, karena sayasy sudah secara halus mengatakan ikannya masih hidup, np ga beli yg mati saja, tp diblg ga da yg mati. Yg ikan itu enak dsb.
Saya bisa mengerti sedikit banyaknya posisi anda. Sebenarnya postingan saya tadi bertujuan untuk membuka "problem" yang sebenarnya. Dan bisa anda lihat bukan, problem sebenarnya ada di faktor external anda, yaitu orang lain (dalam hal ini keluarga, ortu dsb). ;D ;D

Jadi sebenarnya pertanyaan yang lebih tepat adalah bagaimana cara menyadarkan orang tua / keluarga agar mengikuti ajaran Buddhisme dalam hal ini supaya tidak melanggar sila 1.

Dan jawabannya sebenarnya kembali lagi ke individu masing2. Ada orang tua yang mengerti ada juga orang tua yang tidak mau mengerti. Di sini letak rumitnya. Kalau saya pribadi saya lebih melihat ke "prioritas".

Berbakti pada orang tua / keluarga merupakah hal yang wajib. Jadi memakan ikan/kerang terkadang tidak bisa dihindarkan jika orang tua belum mengerti. Kita tidak punya power dalam hal ini. Daripada memicu pertengkaran dengan orang tua, lebih baik kita mengalah.

Tetapi bukan berarti ini kita hanya berbakti "buta" kepada orang tua.

Hal ini juga perlu kita lihat, misalnya tiap hari keluarga Anda memasak ikan / kerang yang masih hidup, saya pikir ada baiknya anda mengatakan sesekali kita mengganti menu. Masih banyak menu yang berupa daging dari hewan yang sudah mati, yang bisa anda tawarkan sebagai solusi kepada orang tua anda.

Intinya, di sinilah letak kita berusaha mencari win win solution (baca: kompromi) yang tentu berlandaskan pada prioritas. Dalam case ini kita harus sadari tidak mungkin kita bisa menerapkan idealisme anda mengenai Buddhisme. Dan ini murni pendapat pribadi dari orang awam yang tidak mengerti Buddhisme ;D

Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline stephen chow

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.055
  • Reputasi: 37
  • Gender: Male
Re: masalah keluarga
« Reply #11 on: 15 August 2014, 07:00:27 PM »
yg di jelaskan bro forte sudah bagus solusinya..

sering2 nasehati orang tua jangan bunuh mahkluk hidup karena tidak baik bisa dapat kamma buruk, tawari menu lain yg tidak ada pembunuhan.. semoga perlahan2 orang tua kamu bisa mengerti..

btw soal ikan banyak yg jual ikan mati kok, biasa saya beli ikan di pasar sudah pada mati, yg hidup malah tidak ada..  ;D
Menjadi Baik adalah moralitas sejati..
Berbuat Baik adalah mungkin sekadar jalan menuju tujuan..
Y.M. Dr. H. Saddhatissa..

Offline mina

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 19
  • Reputasi: 1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: masalah keluarga
« Reply #12 on: 15 August 2014, 11:59:31 PM »
masalahnya mmg sy tidak bs menolak, juga tidak enak menasehati mertua, sy tdk ingin membunuh... jd ap yg hrs sy lakukan y?

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: masalah keluarga
« Reply #13 on: 16 August 2014, 07:42:51 AM »
masalahnya mmg sy tidak bs menolak, juga tidak enak menasehati mertua, sy tdk ingin membunuh... jd ap yg hrs sy lakukan y?
tiap keluarga pasti memiliki masalah keluarga sendiri.. Hal yang dialami sist itu sangat biasa dan lazim terjadi. Solusinya adalah mengutarakan apa yang menjadi kendala sist.. Namun apa daya terkadang merasa gak enakan dll itu hal yang wajar.

Solusi lain sebenarnya anda bisa ngomong dengan suami anda apa yang menjadi kendala. Dan cobalah berdua mencari solusinya, bagaimana pun juga suami anda "idealnya" lebih mengerti temperamen orang tuanya bukan, dan bisa menyampaikan kepada orang tuanya dengan halus dan gak bawa2 nama sist.

Dan ide lain, tidak perlu membawa sila-silaan tidak ingin membunuh dll, itu bukan "alasan" yang tepat. Manusia cenderung lebih "menghargai" jika hal itu "berguna" baginya..

Coba bandingkan statement ini :

Ma.. jangan beli dan makan kerang terus.. saya kan tidak suka membunuh.
Ma.. jangan beli dan makan kerang terus.. saya baca di internet.. kalau makan terlalu banyak seafood tidak baik untuk kesehatan. Saya tidak mau mama sakit karena kebanyakan makan seafood..

Kira2 mana yang lebih didengarin oleh mertua anda ? ;D
« Last Edit: 16 August 2014, 07:46:05 AM by Forte »
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline mina

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 19
  • Reputasi: 1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: masalah keluarga
« Reply #14 on: 16 August 2014, 08:24:33 AM »
tiap keluarga pasti memiliki masalah keluarga sendiri.. Hal yang dialami sist itu sangat biasa dan lazim terjadi. Solusinya adalah mengutarakan apa yang menjadi kendala sist.. Namun apa daya terkadang merasa gak enakan dll itu hal yang wajar.

Solusi lain sebenarnya anda bisa ngomong dengan suami anda apa yang menjadi kendala. Dan cobalah berdua mencari solusinya, bagaimana pun juga suami anda "idealnya" lebih mengerti temperamen orang tuanya bukan, dan bisa menyampaikan kepada orang tuanya dengan halus dan gak bawa2 nama sist.

Dan ide lain, tidak perlu membawa sila-silaan tidak ingin membunuh dll, itu bukan "alasan" yang tepat. Manusia cenderung lebih "menghargai" jika hal itu "berguna" baginya..

Coba bandingkan statement ini :

Ma.. jangan beli dan makan kerang terus.. saya kan tidak suka membunuh.
Ma.. jangan beli dan makan kerang terus.. saya baca di internet.. kalau makan terlalu banyak seafood tidak baik untuk kesehatan. Saya tidak mau mama sakit karena kebanyakan makan seafood..

Kira2 mana yang lebih didengarin oleh mertua anda ? ;D

sy sdh blg ke suami, suami mengerti sy tp jg tidak berani menasehati ortu. Bagi mereka membunuh nyamuk n lalat masih hal biasa.. Terus terang sy gak suka ke pasar krn byk pembunuhan, ayam hidup, kepala babi, ikan sekarat, dll... Apakah sebaiknya sy juga tidak memakan ikan, kerang tsb?  Nanti diblg cuma mau makan saja, gak mau bantu.