Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Siswi Rela Botak Untuk Amal Justru Dihukum Pihak Sekolah  (Read 2450 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline suli

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 715
  • Reputasi: 32
  • Gender: Female
Siswi Rela Botak Untuk Amal Justru Dihukum Pihak Sekolah
« on: 06 September 2013, 04:31:35 PM »
sebenarnya berita ini terjadi bbrp wkt yg lalu & masuk di berita TV Spore...but berhubung wkt itu beritanya berbahasa mandarin hehehe......aku cm bs nebak2 apa isi beritanya berdasarkan gambar aja ....tebakanku wkt itu 'anak2 sekolah (cewek) yg dihukum sampe digundulin kepalanya'  :o
eh ternyata salah bgt deh wkwkwkwk.....ternyata justru siswi2 ini sedang berbuat baik menyumbangkan rambutnya utk para penderita kanker.....
(anyway, yg bs berbahasa mandarin dgn lancar berbahagialah  :)) )

Siswi Rela Botak Untuk Amal Justru Dihukum Pihak Sekolah Selasa, 03 September 2013 09:30
 
 
  (c) edvantage.com Vemale.com - Kejadian ini cukup menyita perhatian sebulan yang lalu di Singapura. Dilansir oleh The Strait Times, lima orang siswi dari St Margaret's Secondary School mencukur habis rambut mereka untuk penderita kanker. Para penderita kanker biasanya kehilangan rambut karena pengobatan. Oleh karena itu, banyak dari mereka ingin memiliki rambut dengan bantuan rambut palsu.
 mitsueki.wordpress.com mitsueki.wordpress.comLima siswi ini merelakan rambut mereka habis untuk Hair for Hope, sebuah organisasi yang bergerak untuk anak-anak penderita kanker. Sayangnya, keputusan para siswi untuk botak justru mendapat hukuman dari pihak sekolah. Saat ada keinginan baik beramal mendapat hukuman, banyak protes dari masyarakat.
Tiga dari lima siswi yang beramal mendapat hukuman karena telah melanggar peraturan 'tampil punk, tidak feminin dan memiliki gaya rambut tidak rapi'. Pihak sekolah mengatakan bahwa tidak masalah jika siswinya menggunduli rambut demi amal, namun harus memakai wig jika sekolah. Dua siswi mematuhi aturan ini, tiga yang lain tidak.
 stasiareport.com stasiareport.comMarion Tan, kepala sekolah St Margaret's Secondary mengatakan, "Apakah bisa Anda bayangkan jika saya mengizinkan dan semua anak akan datang ke sekolah dengan kepala gundul? Terkadang ada beberapa siswa bandel yang memanfaatkan situasi seperti ini,".
Menanggapi hal ini, ada dua kubu. Ada pihak yang membela siswi yang dihukum. Seharusnya tidak masalah jika kepala mereka botak selama di sekolah, itu bisa memberi semangat siswi lain untuk ikut beramal dan membangun kesadaran berbagi dengan penderita kanker.
 Murid Victoria Junior College - Hair for HopeMurid Victoria Junior College - Hair for HopeAda juga pihak yang mengatakan beramal ya beramal, namun yang jadikan hal itu alasan untuk melanggar peraturan yang ada. Memakai wig selama di sekolah apa salahnya?
Peristiwa ini mau tidak mau tersebar ke seluruh dunia. Dari semua itu, hal positif yang muncul adalah banyak orang tahu tentang Hair for Hope. Sebuah hal yang membanggakan saat para siswi yang masih remaja dan mencintai rambut panjang mereka mau memangkas habis rambut mereka untuk para penderita kanker. (vem/yel)