//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: kabut asap  (Read 28092 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Rico Tsiau

  • Kebetulan terjoin ke DC
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.976
  • Reputasi: 117
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: kabut asap
« Reply #45 on: 29 June 2013, 10:21:09 AM »
Biasanya tunggul kayu tsb dilubangi dulu pada saat menjelang musim kemarau.  Setelah kering, api unggun dibuat didalam lubang kayu tsb, agar tunggul kayu dapat terbakar sampai habis; memang masih tersisa akar akar yang sdh putus dari pokok, tetapi kalau dikedalaman lebih dari setengah meter, tidak terlalu mengganggu penanaman bibit pohon perkebunan.  Yg jadi masalah adalah untuk membakar tunggul sebesar itu perlu waktu berminggu minggu, dan biasanya ditinggal begitu saja oleh pembakar, sehingga jika api sdh habis membakar tunggul kayu dan merembet ke gambut yg sdh kering; terjadilah kebakaran dengan asap yg banyak.

Dan kalau yg kemaruk di pedalaman Riau, hidup tanpa listrik, tanpa air bersih, dirumah gubuk, lalu dibayar membersihkan lahan 5jt per ha, maka jelas jawabnya; 'emang gua pikirin mereka yg enak tinggal di kota besar Singapur, Batam dll; hari hari biasanya memangnya eloe pernah inget same gue'

dari komen ini saya rasa om Mokau Kaucu sudah paham benar mengenai landclearing untuk lahan perkebunan.  ^:)^

ya, tidak perlu merambat ke batang kayu kering lain untuk terjadi pembakaran yang lebih luas. dalam kondisi kering, gambut adalah bahan bakar yang paling susah untuk di padamkan. pengalaman teman dalam memadamkan lahan gambut, ketika yakin telah mematikan titik api namun secara ajaib muncul di titik lain nun jauh disono. katanya sekam api merambat dibawah permukaan lahan gambut ini kemudian muncul di titik lain.

hah.. mengenai emang gue pikirin, ini memang salah satu sumber masalah utama dalam kebakaran lahan di Riau. tidak hanya terjadi dengan terorganisir (dalam konteks perusahaan besar) namun lebih sering dijumpai masyarakat sekitar yang melakukan praktek ini. bakarrrr... habisin gambut dan tunggul kayu sialan ini...  ??? wong saya mau nanam kelapa sawit kok  :)) lagian kan yang saya bakar adalah lahan saya, suka-suka saya donk.. ini nih saya tunjukin SKGRnya.. klo perlu SHM.

:hammer:

Offline Rico Tsiau

  • Kebetulan terjoin ke DC
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.976
  • Reputasi: 117
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: kabut asap
« Reply #46 on: 29 June 2013, 10:25:26 AM »
bagaimana dengan biotehnologi?

serangga pemakan kayu "Rayap" atau sejenis nya?

mahal..
lebih enak dan murah pake bakar. lebih cepat juga nampak hasilnya.
so lebih efektif dan lebih efisien pake bakar

 :)) :)) :))

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: kabut asap
« Reply #47 on: 29 June 2013, 01:55:14 PM »
Biasanya tunggul kayu tsb dilubangi dulu pada saat menjelang musim kemarau.  Setelah kering, api unggun dibuat didalam lubang kayu tsb, agar tunggul kayu dapat terbakar sampai habis; memang masih tersisa akar akar yang sdh putus dari pokok, tetapi kalau dikedalaman lebih dari setengah meter, tidak terlalu mengganggu penanaman bibit pohon perkebunan.  Yg jadi masalah adalah untuk membakar tunggul sebesar itu perlu waktu berminggu minggu, dan biasanya ditinggal begitu saja oleh pembakar, sehingga jika api sdh habis membakar tunggul kayu dan merembet ke gambut yg sdh kering; terjadilah kebakaran dengan asap yg banyak.

Dan kalau yg kemaruk di pedalaman Riau, hidup tanpa listrik, tanpa air bersih, dirumah gubuk, lalu dibayar membersihkan lahan 5jt per ha, maka jelas jawabnya; 'emang gua pikirin mereka yg enak tinggal di kota besar Singapur, Batam dll; hari hari biasanya memangnya eloe pernah inget same gue'



yg hidup di pedalaman --- 'emg gw pikirin' cuma pion.

tapi yg ngasih 5jt itu otak pelakunya...
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline Mokau Kaucu

  • Sebelumnya: dtgvajra
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.293
  • Reputasi: 81
Re: kabut asap
« Reply #48 on: 29 June 2013, 02:21:43 PM »
dari komen ini saya rasa om Mokau Kaucu sudah paham benar mengenai landclearing untuk lahan perkebunan.  ^:)^




 ;D  Cuma pernah lihat di pedalaman KalBar.




~Life is suffering, why should we make it more?~

Offline Mokau Kaucu

  • Sebelumnya: dtgvajra
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.293
  • Reputasi: 81
Re: kabut asap
« Reply #49 on: 29 June 2013, 02:23:57 PM »
yg hidup di pedalaman --- 'emg gw pikirin' cuma pion.

tapi yg ngasih 5jt itu otak pelakunya...



Tapi yg ditangkap aparat, yang terima 5 juta.
, karena tertangkap basah kering, saat berada di lahan yang terbakar.
 :( :( :(

~Life is suffering, why should we make it more?~

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Re: kabut asap
« Reply #50 on: 19 July 2013, 08:04:47 AM »
gak ada :)
secara jika terkena ISPA, itu disebabkan karena partikel asapnya walau infeksi bisa dicegah dengan kekebalan tubuh, tapi partikel asapnya tetap bercokol di dalam paru dan mengendap.

Kalau hirup polusi kendaraan, asap rokok, atau asap-asap lainnya di jalan raya, itu ada partikel yang nempel/mengendap di paru-paru juga?

Bagaimana cara membersihkannya?

Offline suli

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 715
  • Reputasi: 32
  • Gender: Female
Re: kabut asap
« Reply #51 on: 24 July 2013, 03:20:22 PM »
Titik Api di Riau Meningkat Lagi Menjadi 173 Titik Sebelumnya ada 165 titik api yang menyebabkan kabut asap di Riau. ddd Rabu, 24 Juli 2013, 15:01                Eko Priliawito                  Kebakaran hutan di Pelalawan Riau height=372 Kebakaran hutan di Pelalawan Riau (Antara/ FB Anggoro)   BERITA TERKAIT    Menteri Kehutanan: Kebakaran Lahan di Riau Meningkat                         VIVAnews - Jumlah titik api (hot spot) di Riau terus mengalami kenaikan. Dari pantauan satelit NOAA-18 menunjukkan ada 173 titik. Sebelumnya ada 165 titik api dan menyebabkan kabut asap kembali menyelimuti Riau.

Titik api tersebar di Rokan Hilir 48 titik, Pelalawan 22 titik, Siak 19 titik, Bengkalis 18 titik, Rokan Hulu 17 titik, Kampar 13 titik, Kepulauan Meranti 10 titik, Kuantan Singingi 10 titik, Kota Dumai 9 titik, Indragiri Hulu 9 titik, Indragiri Hilir 6 titik, Dumai ada 4 titik.

Pada Rabu pagi, jarak pandang di Bandara Pekanbaru bahkan hanya 70 m dan di Dumai 800 m. Kondisi ini menyebabkan gangguan kedatangan dan keberangkatan pesawat dari dan ke Pekanbaru.

Kondisi kualitas udara juga mulai menurun. Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau melaporkan, ISPU yang diukur pada sekitar jam 08.00 WIB di beberapa kota adalah Rumbai 619 psi, Minas 247 psi, Duri Camp 164 psi, dan Duri Field 292 psi. Artinya sudah tidak sehat. Bahkan ISPU di Malaysia juga mengalami kenaikan.

Guna mengantisipasi bencana asap, dikerahkan dua pesawat Hercules C-130 dan 4 pesawat Casa untuk operasi teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan. Operasi water bombing terus dilaksanakan dengan 3 helikopter Bolco BNPB, dan 1 helikopter Sikorsky yang mampu mengangkut air 4.500 liter untuk dijatuhkan di titik api di Riau.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, puncak kebakaran lahan dan hutan akan terjadi pada Agustus hingga Oktober, baik di Sumatera dan Kalimantan. Kebanyakan kebakaran terjadi akibat dibakar.

Masalah penanganan bencana di Indonesia dibahas dalam rapat koordinasi tingkat menteri sudah dilakukan pada Selasa, 22 Juli 2013, dan dipimpin Menkokesra.

Meningkatnya hotspot di Riau menjadi salah satu bahasan yang harus segera diatasi. Mengingat dampak asap telah berpengaruh pada penurunan kualitas udara.

Sementara dari pantauan BMKG, siklon tropis di utara khatulistiwa masih mengancam hingga September 2013. Puncaknya pada Agustus 2013 yang paling banyak terjadi siklon tropis.

Siklon tropis adalah fenomena atmsofer berperan membentuk pola cuaca sekitarnya. Adanya siklon tropis tersebut akan menarik semua massa udara dan asap sehingga dapat melintasi Singapura dan Malaysia seperti kejadian pada Juni 2013. (eh)


oh not again.... :( :(       

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: kabut asap
« Reply #52 on: 24 July 2013, 10:32:49 PM »
iya nih. asap sudah mulai kembali. diperparah di sini tiap hari ada pemadaman listrik.
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline suli

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 715
  • Reputasi: 32
  • Gender: Female
Re: kabut asap
« Reply #53 on: 25 July 2013, 11:52:22 AM »
iya nih. asap sudah mulai kembali. diperparah di sini tiap hari ada pemadaman listrik.

iya Bro hr ini ga ada matahari (tp ga hujan)......disana pemadaman listrik ya, duh jgn sampe menular kesini deh  :'(

Offline west

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 39
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • ..........
Re: kabut asap
« Reply #54 on: 14 August 2013, 09:07:47 PM »
 :( :(  cuaca makin panas aja,hutan udah ngga ada,andai aku orang kaya... :( :(

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: kabut asap
« Reply #55 on: 02 September 2013, 08:40:14 AM »
apa asap bisa sebabkan muntah2?
curiga nih gara2 asap...
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: kabut asap
« Reply #56 on: 02 September 2013, 10:05:45 AM »
jogja, sala3, smrg & solo  ;D

ane sedang memikirkan mo pindah aja nih...

tapi takut ga bisa survive (scr duit) di kota lain
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline cumi polos

  • Sebelumnya: Teko
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.130
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
  • mohon transparansinya
Re: kabut asap
« Reply #57 on: 02 September 2013, 05:05:11 PM »
apakah pencegahan kebakaran hutan dpt diantisipasi dgn membuat got/kali besar diantaranya...
jadi kalao kebakar tidak merembet ke yg lain...?

bagaimana juga dgn early warning systemnya....kan panas api dpt dideteksi dgn radar...nahhh
merryXmas n happyNewYYYY 2018

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: kabut asap
« Reply #58 on: 03 September 2013, 06:30:27 AM »
apakah pencegahan kebakaran hutan dpt diantisipasi dgn membuat got/kali besar diantaranya...
jadi kalao kebakar tidak merembet ke yg lain...?

bagaimana juga dgn early warning systemnya....kan panas api dpt dideteksi dgn radar...nahhh
kayaknya cost nya akan besar kalau ingin membuat got / kali ya.
dan problem utama ada di orang sebenarnya. Lebih fokus pada business dibanding lingkungan.
Problem kabut asap ini udah dari jaman gw sekolah 98 dan sampai saat ini belum solve.
Saya pikir pokok utamanya perlunya semacam regulasi yang mengatur punishment u/ praktek pembukaan lahan dengan cara pembakaran.
Pekanbaru sudah cukup banyak masalah. Bukan masalah asap saja, yang paling menyebalkan ya masalah listrik, sampai ada sindiran PLN, Perusahaan Lilin Negara. Pemerintah Riau mungkin perlu "import" orang2 seperti Jokowi Ahok ya, yang berani bertindak di luar "biasanya" dalam membuat dan menjalankan regulasi.


Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

 

anything