Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: kebijaksanaan dalam membunuh  (Read 50124 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: kebijaksanaan dalam membunuh
« Reply #30 on: 17 June 2011, 11:31:39 AM »
sangat terpaksa ? misalnya ketika akan dibunuh... balik membunuh... wkwkwkwkwk

Misalnya wabah aides aegypti. Terlalu munafik jika kita bilang "kita harus menyemprot aides aegypti dengan pikiran cinta kasih, bukan dengan obat pembasmi nyamuk". ;D

Offline zeo

  • Teman
  • **
  • Posts: 51
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • never say never smile forever
Re: kebijaksanaan dalam membunuh
« Reply #31 on: 17 June 2011, 11:33:08 AM »
bagaimana jika kasusnya seperti ini:
#ada seseorang yg tahu bahwa badannya penuh dengan kuman, kemudian ia mandi dan membunuh kuman tersebut (dia tidak memiliki niat membunuh kuman namun dia mengetahui bahwa ada kuman tak kasat mata di tubuhnnya, tubuhnnya gatalgatal)
#ada seseorang yg merebus air untuk memasak, dia tahu di air tersebut ada mikroorganisme, dan dia jg tidak memiliki niat membunuh (hny ingin rebus air), disini intinnya mengetahui ada makhluk hidup tak kasat mata, namun tak ada niat untuk membunhuh, hny sekedar tahu
mohon koreksi and pencerahannya brobro & sissis :D
« Last Edit: 17 June 2011, 11:55:34 AM by zeo »
menjadi seperti secercah cahaya di kegelapan

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: kebijaksanaan dalam membunuh
« Reply #32 on: 17 June 2011, 11:36:58 AM »
jadi yang membunuh nyamuk, kalian aman dari kemungkinan membunuh bodhisatta (calon sammasambuddha) karena bodhisatta mahasatta tidak akan terlahirkan menjadi binatang yang lebih kecil dari ukuran burung puyuh. wkwkwkwkwkwk

wah kok lantas dijadiin celah nih.... :P

tapi beneran kok bro, ada tuh parittanya kalo ga salah sacca kiriya gatha (berjanji tidak mau memakan makanan bernyawa, itulah yg dijadikan senjata oleh kaum VEGIE)

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: kebijaksanaan dalam membunuh
« Reply #33 on: 17 June 2011, 11:37:09 AM »
Misalnya wabah aides aegypti. Terlalu munafik jika kita bilang "kita harus menyemprot aides aegypti dengan pikiran cinta kasih, bukan dengan obat pembasmi nyamuk". ;D

"pinjam pisau orang membunuh" aja bro (petugas dinas kesehatan) wkwkwkwkwk... Hidup di tempat yang sesuai adalah BERKAH UTAMA (JAYA MANGGALA)

VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: kebijaksanaan dalam membunuh
« Reply #34 on: 17 June 2011, 11:38:25 AM »
bagaimana jika kasusnya seperti ini:
#ada seseorang yg tahu bahwa badannya penuh dengan kuman, kemudian ia mandi dan membunuh kuman tersebut (dia tidak memiliki niat membunuh kuman namun dia mengetahui bahwa ada kuman tak kasat mata di tubuhnnya, tubuhnnya gatalgatal)
#ada seseorang yg merebus air untuk memasak, dia tahu di air tersebut ada mikroorganisme, dan dia jg tidak memiliki niat membunuh (hny ingin rebus air), disini intinnya mengetahui ada makhluk hidup tak kasat mata, namun tak ada niat untuk membunhuh, hny sekedar tahu
mohon koreksi and pencerahannya brobro  :D

saya pengin kasih tanggapan tapi ga jadi, karena sy bukan termasuk..... :P

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: kebijaksanaan dalam membunuh
« Reply #35 on: 17 June 2011, 11:43:12 AM »
jadi yang membunuh nyamuk, kalian aman dari kemungkinan membunuh bodhisatta (calon sammasambuddha) karena bodhisatta mahasatta tidak akan terlahirkan menjadi binatang yang lebih kecil dari ukuran burung puyuh. wkwkwkwkwkwk

Mau cerita yang lebih provokatif?

Spoiler: ShowHide
Ada kisah dimana seorang suami sedang makan ikan goreng di ruang makan. Di sampingnya, ada istrinya yang sedang memasak sayuran. Di sebelah ruang makan, ada seekor anjing yang sedang dirantai dan menggonggong. Tahu apa tafsiran para master vegetarian yang beraji-mumpung menjadi ahli penerawangan kehidupan lampau? Buka spoiler berikut ini!

[spoiler]Suami itu pada kehidupan lampaunya punya seorang istri, dan istri itu terlahir kembali menjadi seekor ikan yang digoreng dan dimakan oleh sang suami pada kehidupan sekarang. Istri yang sedang memasak adalah musuh besar sang suami di kehidupan lampau. Dan anjing yang dirantai adalah ayah dari sang suami di kehidupan lampau. Betapa tidak berbudinya suami itu:
- istri di kehidupan lampau digoreng dan dimakan
- ayah di kehidupan lampau dirantai
- musuh di kehidupan lampau malah dicintai dan disayang

=)) Menurut saya, ini adalah kisah paling konyol seputar vegetarian. Lucunya, ada banyak orang yang terharu dan percaya oleh perumpamaan ini!


[/spoiler]

Offline Janindra d' Sihamuni

  • Sebelumnya: phrajonathan
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 567
  • Reputasi: 13
  • Gender: Male
  • Buddho,Dhammo,Sangho Pathithito Mayham
Re: kebijaksanaan dalam membunuh
« Reply #36 on: 17 June 2011, 11:43:32 AM »
"pinjam pisau orang membunuh" aja bro (petugas dinas kesehatan) wkwkwkwkwk... Hidup di tempat yang sesuai adalah BERKAH UTAMA (JAYA MANGGALA)

itu syair kemenangan koko,mustinya manggala Sutta...hhehehe  ;D ;D ;D
ok,hidup di tempat sesuai adalah berkah utama,misalnya.kita hidup di daerah perumahan elite,trus tanpa disangka ulat bulu datang menyerang,apakah kita harus berpindah2? tanpa memedulikan si ulat bulu,misalne aja,ulat bulu masuk di kamar kita,tengah malam lagi..apakah mau repot2 telepon petugas kesehatan? hehehe just my suggestion.... ;D ;D ;D
bocah gitar!!! ;D ;D ;D 

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: kebijaksanaan dalam membunuh
« Reply #37 on: 17 June 2011, 11:44:41 AM »
"pinjam pisau orang membunuh" aja bro (petugas dinas kesehatan) wkwkwkwkwk... Hidup di tempat yang sesuai adalah BERKAH UTAMA (JAYA MANGGALA)

Saya tidak membunuh nyamuk, tapi saya menyetujui tindakan pembasmian itu. Namun jika mengutip kesimpulan di suatu kisah Jataka, "sedikit saja jika kita berbahagia atas kematian makhluk lain, maka kita akan mendapatkan buah kamma buruk yang jauh lebih berat daripada kematian makhluk itu". ;D Wah, saya jadi agak waswas nih. LOL.

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: kebijaksanaan dalam membunuh
« Reply #38 on: 17 June 2011, 11:47:54 AM »
Mau cerita yang lebih provokatif?

Spoiler: ShowHide
Ada kisah dimana seorang suami sedang makan ikan goreng di ruang makan. Di sampingnya, ada istrinya yang sedang memasak sayuran. Di sebelah ruang makan, ada seekor anjing yang sedang dirantai dan menggonggong. Tahu apa tafsiran para master vegetarian yang beraji-mumpung menjadi ahli penerawangan kehidupan lampau? Buka spoiler berikut ini!

[spoiler]Suami itu pada kehidupan lampaunya punya seorang istri, dan istri itu terlahir kembali menjadi seekor ikan yang digoreng dan dimakan oleh sang suami pada kehidupan sekarang. Istri yang sedang memasak adalah musuh besar sang suami di kehidupan lampau. Dan anjing yang dirantai adalah ayah dari sang suami di kehidupan lampau. Betapa tidak berbudinya suami itu:
- istri di kehidupan lampau digoreng dan dimakan
- ayah di kehidupan lampau dirantai
- musuh di kehidupan lampau malah dicintai dan disayang

=)) Menurut saya, ini adalah kisah paling konyol seputar vegetarian. Lucunya, ada banyak orang yang terharu dan percaya oleh perumpamaan ini!


[/spoiler]

tapi bro, kisah ayah yg menjadi anjingnya itu ada lho di sutta, kalo ga salah Toddeyya namanya, setelah dia mengetahui ayahnya menjadi anjingnya lantas dia tinggalkan semua hartanya dan menjadi bhikkhu dan mencapai arahat. kalo kisah ini memang ada di sutta bro.

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: kebijaksanaan dalam membunuh
« Reply #39 on: 17 June 2011, 11:55:01 AM »
tapi bro, kisah ayah yg menjadi anjingnya itu ada lho di sutta, kalo ga salah Toddeyya namanya, setelah dia mengetahui ayahnya menjadi anjingnya lantas dia tinggalkan semua hartanya dan menjadi bhikkhu dan mencapai arahat. kalo kisah ini memang ada di sutta bro.

Saya tidak menyanggah kemungkinan bahwa keluarga di masa lampau kita justru menjadi makhluk yang kita "siksa" di kehidupan sekarang. ;D Saya hanya ingin menyentil orang lain bahwa: "bisa saja musuh kita di masa lampau yang justru menjadi makhluk yang kita siksa di kehidupan sekarang".

Spoiler: ShowHide
Mengenai kisah di Sutta, pesan yang hendak disampaikan adalah hargai semua kehidupan, karena jika kamu percaya konsep kelahiran kembali; maka semua makhluk sebenarnya mungkin saja pernah menjadi saudara kamu.

Offline zeo

  • Teman
  • **
  • Posts: 51
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • never say never smile forever
Re: kebijaksanaan dalam membunuh
« Reply #40 on: 17 June 2011, 11:56:27 AM »
saya pengin kasih tanggapan tapi ga jadi, karena sy bukan termasuk..... :P

sis jg bole kasi tanggapan kok  :))  ^:)^
menjadi seperti secercah cahaya di kegelapan

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: kebijaksanaan dalam membunuh
« Reply #41 on: 17 June 2011, 12:00:16 PM »
Saya tidak menyanggah kemungkinan bahwa keluarga di masa lampau kita justru menjadi makhluk yang kita "siksa" di kehidupan sekarang. ;D Saya hanya ingin menyentil orang lain bahwa: "bisa saja musuh kita di masa lampau yang justru menjadi makhluk yang kita siksa di kehidupan sekarang".

Spoiler: ShowHide
Mengenai kisah di Sutta, pesan yang hendak disampaikan adalah hargai semua kehidupan, karena jika kamu percaya konsep kelahiran kembali; maka semua makhluk sebenarnya mungkin saja pernah menjadi saudara kamu.


itulah sebabnya sis M14ka amat mencintai chow2 nya sapa tahu dulu itu suami dia....hihihi... ^-^

memang tidak tertutup kemungkinan suami/istri kita dulu adalah musuh/orang yg kita sakiti, saya pernah posting ttg Therigatha yg mengisahkan kisah hidup bhikkhuni Issidasi. beliau harus mengalami 3 kali menikah dan semuanya gagal karena mereka semua adalah orang2 yg dulu dia sakiti dlm kehidupan lampaunya (dulu dia pria play boy).

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: kebijaksanaan dalam membunuh
« Reply #42 on: 17 June 2011, 12:02:15 PM »
sis jg bole kasi tanggapan kok  :))  ^:)^

Bro zeo, coba buka spoiler berikut ini...

Spoiler: ShowHide

 pannadevi
Samaneri
KalyanaMitta

Thank You
-Given: 902
-Receive: 520
Posts: 1.886
Reputasi: 97
[Baik] [Buruk]
Gender:

[spoiler]Mohon manggil beliau lebih sopan, takutnya kepala Bro terpecah menjadi 6 bagian. j/k ;D



[/spoiler]

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: kebijaksanaan dalam membunuh
« Reply #43 on: 17 June 2011, 12:06:18 PM »
itulah sebabnya sis M14ka amat mencintai chow2 nya sapa tahu dulu itu suami dia....hihihi... ^-^

memang tidak tertutup kemungkinan suami/istri kita dulu adalah musuh/orang yg kita sakiti, saya pernah posting ttg Therigatha yg mengisahkan kisah hidup bhikkhuni Issidasi. beliau harus mengalami 3 kali menikah dan semuanya gagal karena mereka semua adalah orang2 yg dulu dia sakiti dlm kehidupan lampaunya (dulu dia pria play boy).

;D Jujur saja, saya tidak terlalu memercayai konsep "ini akibat kamma di kehidupan lampau" pada banyak kasus. Saya sampai saat ini melihat bahwa masalah yang muncul di hidup ini adalah masalah yang muncul karena kesalahan di hidup ini. Kecuali pada kasus kelahiran di keluarga mana dan kondisi fisik saat lahir; itu yang mungkin bisa merujuk pada konsep "kamma kehidupan lampau".

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: kebijaksanaan dalam membunuh
« Reply #44 on: 17 June 2011, 12:06:30 PM »
sis jg bole kasi tanggapan kok  :))  ^:)^


boleh ya? ya deh....thanks.

kalo ga mau melakukan pelanggaran itu semua, hiduplah dalam ruang kedap udara, gunakan baju astronot, tanamlah sayuran/buah2an diruang kedap udara agar tidak kena kuman, jagalah kontak selalu bebas dari kuman, setiap orang musti dicuci hama ketika masuk dalam rumah kedap udara anda dan disiapkan pula baju2 mrk yg sejenis dg anda, selamat hidup dalam bayang2 ketakutan bro.

Sang Buddha tidak pernah mengajarkan hal EKSTRIM demikian. yang penting adalah CARA BERPIKIR kita...agar kita meningkatkan kebijaksanaan bukan melakukan pekerjaan ekstrim yg menyeret kita ke hal2 tidak berguna spt ini, malah menghambat perkembangan spirituil kita. apakah lantas anda menjadi ARAHAT ketika anda hidup dlm baju astronot dan ruang kedap udara?