Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Kebenaran Objektif  (Read 23695 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Kebenaran Objektif
« on: 09 May 2011, 01:56:28 PM »
Thread ini, lanjutan dari pembahasan mengenai kebenaran relatif yang dibahas di sini >> http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=20155.0;message=346094

diawali dengan apa yang disampaikan oleh bro Upasaka :

Suatu "teori yang bisa diterima" itu sangat subjektif di tiap orang. Mengapa? Karena setiap orang punya pengalaman hidup yang berbeda sejak kecil sampai saat ini, sehingga semua informasi yang ditangkap indrianya akan dilogikai sesuai dengan persepsinya. Makanya kita bisa bertemu orang-orang yang sangat yakin dengan suatu teori, meskipun teori itu tidak masuk akal bagi orang lainnya.

di sini saya tidak mengerti, apa yang dimaksud bro Upasaka dengan "subjektif". Jadi, saya bertanya, Apa maksud dari "teori yang bisa diterima" dan maksud dari "subjektif" tersebut? dan apa makna dari "dilogikai sesuai dengan persepsinya" ? apakah pandangan tersebut bertentangan dengan pandangan bahwa "teori yang bisa diterima" itu harus objektif ?

Adapun menurut pendapat saya, teori yang benar harus diterima oleh setiap orang yang berpikiran waras. di dalam teori yang benar, tidak ada unsur subjektif. Jika suatu kebenaran yang objektif diingkari, tidak berarti kebenaran itu subjektif, tetapi orang yang mengingkari itu mungkin belum mengerti, enggan mengerti atau justru tidak waras.

Dengan mengemukakan pandangan saya pribadi, saya tidak bermaksud membantah atau berdebat, tapi bermaksud untuk belajar. Jadi, silahkan bro Upasaka dan yang lainnya untuk menanggapi!

Offline OBAMA

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 110
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Glory for Truth
Re: Kebenaran Objektif
« Reply #1 on: 09 May 2011, 02:15:05 PM »
Thread ini, lanjutan dari pembahasan mengenai kebenaran relatif yang dibahas di sini >> http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=20155.0;message=346094

diawali dengan apa yang disampaikan oleh bro Upasaka :

di sini saya tidak mengerti, apa yang dimaksud bro Upasaka dengan "subjektif". Jadi, saya bertanya, Apa maksud dari "teori yang bisa diterima" dan maksud dari "subjektif" tersebut? dan apa makna dari "dilogikai sesuai dengan persepsinya" ? apakah pandangan tersebut bertentangan dengan pandangan bahwa "teori yang bisa diterima" itu harus objektif ?

Adapun menurut pendapat saya, teori yang benar harus diterima oleh setiap orang yang berpikiran waras. di dalam teori yang benar, tidak ada unsur subjektif. Jika suatu kebenaran yang objektif diingkari, tidak berarti kebenaran itu subjektif, tetapi orang yang mengingkari itu mungkin belum mengerti, enggan mengerti atau justru tidak waras.

Dengan mengemukakan pandangan saya pribadi, saya tidak bermaksud membantah atau berdebat, tapi bermaksud untuk belajar. Jadi, silahkan bro Upasaka dan yang lainnya untuk menanggapi!

Kebenaran itu selalu objektif dan apa adanya tetapi persepsi yang membuat semua fenomena menjadi subjektif ataupun objektif.
My Greatest Teacher is Buddha

Offline Mahadeva

  • Sebelumnya: raynoism
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 602
  • Reputasi: 10
  • Gender: Male
Re: Kebenaran Objektif
« Reply #2 on: 09 May 2011, 02:21:06 PM »
kalau saya sih meyakini tidak ada kebenaran obyektif. relatif2 semuanya...saya baca bukunya stephen hawking yang terbaru, ilmuwan mencari konsep fisika yang bisa pas untuk diterapkan pada semua keadaan dan sampai sekarang tidak ketemu (mau cari theory of everything), jadi fisikawan sekarang berpendapat bahwa realita itu hanya bergantung model yang kita anut saja (model dependent reality), jadi theory yang diusung sekarang adalah M-theory.....

jadi hukum2 fisika berlaku pada suatu set kondisi belum tentu bisa berlaku pada kondisi lain..
lha hukum2 fisika saja relatif apalagi yang berbau spiritual, sosial, ekonomi..dsb..

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Kebenaran Objektif
« Reply #3 on: 09 May 2011, 02:25:15 PM »
kalau saya sih meyakini tidak ada kebenaran obyektif. relatif2 semuanya...saya baca bukunya stephen hawking yang terbaru, ilmuwan mencari konsep fisika yang bisa pas untuk diterapkan pada semua keadaan dan sampai sekarang tidak ketemu (mau cari theory of everything), jadi fisikawan sekarang berpendapat bahwa realita itu hanya bergantung model yang kita anut saja (model dependent reality), jadi theory yang diusung sekarang adalah M-theory.....

jadi hukum2 fisika berlaku pada suatu set kondisi belum tentu bisa berlaku pada kondisi lain..
lha hukum2 fisika saja relatif apalagi yang berbau spiritual, sosial, ekonomi..dsb..


apakah pernyataan anda juga berlaku untuk Empat Kebenaran Mulia?

Offline OBAMA

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 110
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Glory for Truth
Re: Kebenaran Objektif
« Reply #4 on: 09 May 2011, 02:26:21 PM »
kalau saya sih meyakini tidak ada kebenaran obyektif. relatif2 semuanya...saya baca bukunya stephen hawking yang terbaru, ilmuwan mencari konsep fisika yang bisa pas untuk diterapkan pada semua keadaan dan sampai sekarang tidak ketemu (mau cari theory of everything), jadi fisikawan sekarang berpendapat bahwa realita itu hanya bergantung model yang kita anut saja (model dependent reality), jadi theory yang diusung sekarang adalah M-theory.....

jadi hukum2 fisika berlaku pada suatu set kondisi belum tentu bisa berlaku pada kondisi lain..
lha hukum2 fisika saja relatif apalagi yang berbau spiritual, sosial, ekonomi..dsb..

Kebenaran itu objektif dan relatif itu saling berhubungan. Setiap fenomena bersifat relatif tergantung sebab dan akibat . Dan akibat selalu mengikuti sebab--Objektifitasnya. Contoh hukum kamma---objektif.

Kalau nibbana kata Bapa Buddha tidak lagi relatif tapi Mutlak--paramatha Dhamma dan asankatha Dhamma(dhamma yang tidak berkondisi).
« Last Edit: 09 May 2011, 02:30:06 PM by OBAMA »
My Greatest Teacher is Buddha

Offline Mahadeva

  • Sebelumnya: raynoism
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 602
  • Reputasi: 10
  • Gender: Male
Re: Kebenaran Objektif
« Reply #5 on: 09 May 2011, 02:29:58 PM »
apakah pernyataan anda juga berlaku untuk Empat Kebenaran Mulia?

menurut saya iya....

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Kebenaran Objektif
« Reply #6 on: 09 May 2011, 02:34:08 PM »
menurut saya iya....

jadi ketika dikatakan bahwa sumber dukkha adalah tanha dan avijja, anda punya versi kebenaran lain selain yg ini? bisa dijelaskan kebenaran lainnya itu? misalnya, sumber dukkha bukan tanha dan bukan avijja, tapi makanan.

Offline Mahadeva

  • Sebelumnya: raynoism
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 602
  • Reputasi: 10
  • Gender: Male
Re: Kebenaran Objektif
« Reply #7 on: 09 May 2011, 02:34:53 PM »
Kebenaran itu objektif dan relatif itu saling berhubungan. Setiap fenomena bersifat relatif tergantung sebab dan akibat . Dan akibat selalu mengikuti sebab--Objektifitasnya. Contoh hukum kamma---objektif.

Kalau nibbana kata Bapa Buddha tidak lagi relatif tapi Mutlak--paramatha Dhamma dan asankatha Dhamma(dhamma yang tidak berkondisi).

hukum karma juga relatif..semua hukum2 kayak bija niyama dan kawan2nya juga relatif...menurut saya lho ini...

Offline Mahadeva

  • Sebelumnya: raynoism
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 602
  • Reputasi: 10
  • Gender: Male
Re: Kebenaran Objektif
« Reply #8 on: 09 May 2011, 02:38:29 PM »
jadi ketika dikatakan bahwa sumber dukkha adalah tanha dan avijja, anda punya versi kebenaran lain selain yg ini? bisa dijelaskan kebenaran lainnya itu? misalnya, sumber dukkha bukan tanha dan bukan avijja, tapi makanan.

menurut saya sumber dukkha juga relatif...Buddha juga tidak pernah bilang kapan dukkha mulai ada di jagad raya ini....kalau kapannya saja tidak diketahui, meyakini sesuatu  adalah sumbernya juga tidak tepat...iya makanan juga dukkha. (makanan kuda?). disebut dukkha atau tidak dukkha juga relatif

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Kebenaran Objektif
« Reply #9 on: 09 May 2011, 02:41:33 PM »
menurut saya sumber dukkha juga relatif...Buddha juga tidak pernah bilang kapan dukkha mulai ada di jagad raya ini....kalau kapannya saja tidak diketahui, meyakini sesuatu  adalah sumbernya juga tidak tepat...iya makanan juga dukkha. (makanan kuda?). disebut dukkha atau tidak dukkha juga relatif

mari kita bahas secara bertahap, jangan melebar dulu, menurut anda apakah sumber dukkha yg lain itu? pertanyaan ini tidak ada hubungannya dengan kapan dukkha mulai ada di jagad raya ini. dukkha di sini adalah dukkha yg dialami oleh individu-individu seperti saya dan anda.

kemudian kebenaran yg lain, yaitu Kebenaran Mulia #3, lenyapnya Dukkha adalah padamnya tanha dan avijja (ie. Nibbana), apakah menurut anda ada lenyapnya dukkha yg lain pula? bisa dijelaskan?

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Kebenaran Objektif
« Reply #10 on: 09 May 2011, 02:42:02 PM »
Thread ini, lanjutan dari pembahasan mengenai kebenaran relatif yang dibahas di sini >> http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=20155.0;message=346094

diawali dengan apa yang disampaikan oleh bro Upasaka :

di sini saya tidak mengerti, apa yang dimaksud bro Upasaka dengan "subjektif". Jadi, saya bertanya, Apa maksud dari "teori yang bisa diterima" dan maksud dari "subjektif" tersebut? dan apa makna dari "dilogikai sesuai dengan persepsinya" ? apakah pandangan tersebut bertentangan dengan pandangan bahwa "teori yang bisa diterima" itu harus objektif ?

Adapun menurut pendapat saya, teori yang benar harus diterima oleh setiap orang yang berpikiran waras. di dalam teori yang benar, tidak ada unsur subjektif. Jika suatu kebenaran yang objektif diingkari, tidak berarti kebenaran itu subjektif, tetapi orang yang mengingkari itu mungkin belum mengerti, enggan mengerti atau justru tidak waras.

Dengan mengemukakan pandangan saya pribadi, saya tidak bermaksud membantah atau berdebat, tapi bermaksud untuk belajar. Jadi, silahkan bro Upasaka dan yang lainnya untuk menanggapi!

aku coba jawab ya

Suatu "teori yang bisa diterima" itu sangat subjektif di tiap orang

aku kasih contoh :
bagi si  A.. kebenaran bagi dia adalah klo kmu ga sholat ga puasa.. ga mungkin masuk surga (inilah teori yg dia terima dan dia anggap benar)
bagi si B kebenaran  bagi dia adalah, tampa perlu sholat dan puasa asalkan percaya pada suatu sosok maka akan masuk surga (ini teori yg dia anggap benar)
bagi si C, tak perlu percaya pada suatu mahluk, asalkan berbuat baik akan masuk surga (ini teori yg dia anggap benar)

saat si D bertanya pada ke 3 org itu dia menemukan bahwa..kebenaran utk masuk surga sangatlah subjektif, si A laen, si B laen, si C laen..semuanya tergantung individu

itu yg awal dolo

nah selanjutnya

Suatu "teori yang bisa diterima" itu sangat subjektif di tiap orang. Mengapa? Karena setiap orang punya pengalaman hidup yang berbeda sejak kecil sampai saat ini, sehingga semua informasi yang ditangkap indrianya akan dilogikai sesuai dengan persepsinya. Makanya kita bisa bertemu orang-orang yang sangat yakin dengan suatu teori, meskipun teori itu tidak masuk akal bagi orang lainnya.

nah di sebelumnya sudah ada cotoh ttg subjektif... skrg ttg presepsi dlm kehidupannya sehari2
aku kasih contoh :

bagi org yg pernah melihat hantu (pengalaman hidup), dia yakin bahwa hantu itu ada...tp dia hanya bisa menjelaskan secara teori kpd org laen...dan bisa saja bagi org laen ini tdk masuk akal (krn seumur hidupnya dia tdk pernah lihat hantu)

hmm.. gemana?
...

Offline Mahadeva

  • Sebelumnya: raynoism
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 602
  • Reputasi: 10
  • Gender: Male
Re: Kebenaran Objektif
« Reply #11 on: 09 May 2011, 02:48:10 PM »
mari kita bahas secara bertahap, jangan melebar dulu, menurut anda apakah sumber dukkha yg lain itu? pertanyaan ini tidak ada hubungannya dengan kapan dukkha mulai ada di jagad raya ini. dukkha di sini adalah dukkha yg dialami oleh individu-individu seperti saya dan anda.

kemudian kebenaran yg lain, yaitu Kebenaran Mulia #3, lenyapnya Dukkha adalah padamnya tanha dan avijja (ie. Nibbana), apakah menurut anda ada lenyapnya dukkha yg lain pula? bisa dijelaskan?

kalau begitu kapan dukkha muncul? menurut saya sendiri, sesuatu yang munculnya tidak dijelaskan oleh Buddha, akhirnya pun tidak begitu dibahas oleh Buddha.....bahkan menurut saya dukkha dan akhir dukkha itu cuma sekedar ilusi...

Offline OBAMA

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 110
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Glory for Truth
Re: Kebenaran Objektif
« Reply #12 on: 09 May 2011, 02:48:43 PM »
hukum karma juga relatif..semua hukum2 kayak bija niyama dan kawan2nya juga relatif...menurut saya lho ini...

Relatifnya dari sebab-sebab yang muncul sehingga dikuti oleh akibat. Tetapi dikatakan objektif yakni akibat-akibat yang muncul dari setiap sebab tidak mungkin melenceng dari hukum semesta dan adanya intervensi dari manapun. Dan hal ini bersifat kompleks. Oleh karena itu daku katakan objektif dan relatif saling berhubungan. Dan relatif hilang saat memasuki nibbana.
Jadi kebenaran relatif tidak mungkin berdiri sendiri jika tidak ada objektifitasnya.

« Last Edit: 09 May 2011, 02:52:09 PM by OBAMA »
My Greatest Teacher is Buddha

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: Kebenaran Objektif
« Reply #13 on: 09 May 2011, 02:50:46 PM »
Thread ini, lanjutan dari pembahasan mengenai kebenaran relatif yang dibahas di sini >> http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=20155.0;message=346094

diawali dengan apa yang disampaikan oleh bro Upasaka :

di sini saya tidak mengerti, apa yang dimaksud bro Upasaka dengan "subjektif". Jadi, saya bertanya, Apa maksud dari "teori yang bisa diterima" dan maksud dari "subjektif" tersebut? dan apa makna dari "dilogikai sesuai dengan persepsinya" ? apakah pandangan tersebut bertentangan dengan pandangan bahwa "teori yang bisa diterima" itu harus objektif ?

Adapun menurut pendapat saya, teori yang benar harus diterima oleh setiap orang yang berpikiran waras. di dalam teori yang benar, tidak ada unsur subjektif. Jika suatu kebenaran yang objektif diingkari, tidak berarti kebenaran itu subjektif, tetapi orang yang mengingkari itu mungkin belum mengerti, enggan mengerti atau justru tidak waras.

Dengan mengemukakan pandangan saya pribadi, saya tidak bermaksud membantah atau berdebat, tapi bermaksud untuk belajar. Jadi, silahkan bro Upasaka dan yang lainnya untuk menanggapi!

Sebelum membahas sampai kebenaran yang objektif atau subjektif, mari kita batasi pembahasan hanya sampai pada "dasar sebuah teori atau pendapat dapat diterima". Sebuah teori atau pendapat, hanyalah sebuah produk pikiran yang berusaha menjelaskan suatu proses atau fakta. Kemukakanlah teori atau pendapat Anda, dan saya serta teman-teman lainnya akan mengemukakan teori dan pendapat masing-masing. Coba periksa:
  • berapa banyak teori atau pendapat yang sejalan?
  • berapa banyak teori atau pendapat yang tidak sejalan?
  • berapa banyak teori atau pendapat yang sejalan, namun diskusi justru malah ricuh?
  • berapa banyak teori atau pendapat yang tidak sejalan, namun diskusi justru tidak ricuh?

Coba perhatikan bagaimana cara kerja pikiran manusia hingga bisa menghadirkan 4 poin di atas. Pendapat Anda di postingan selanjutnya akan saya hargai!
« Last Edit: 09 May 2011, 02:56:54 PM by upasaka »

Offline Mahadeva

  • Sebelumnya: raynoism
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 602
  • Reputasi: 10
  • Gender: Male
Re: Kebenaran Objektif
« Reply #14 on: 09 May 2011, 02:52:03 PM »
Relatifnya dari sebab-sebab yang muncul sehingga dikuti oleh akibat. Tetapi dikatakan objektif yakni akibat-akibat yang muncul dari setiap sebab tidak mungkin melenceng dan adanya intervensi apapun. Dan hal ini bersifat kompleks. Oleh karena itu daku katakan objektif dan relatif saling berhubungan. Dan relatif hilang saat memasuk nibbana.
Jadi kebenaran relatif tidak mungkin berdiri sendiri jika tidak ada objektifitasnya.



hmm....relatif dengan yang relatif semuanya berinteraksi membangun seakan2 ada yang obyektif.....relatif tidk hilang karena sesungguhnya memang ga pernah ada

cuman ilusi semua....he2