Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: "Saya adalah Arahatta" ?  (Read 13847 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: "Saya adalah Arahatta" ?
« Reply #30 on: 22 September 2010, 11:07:25 PM »
Pelanggaran terjadi jika dalam kondisi mengetahui (belum mencapai) dan mengatakan sudah mencapai. Sedangkan menurut Sang Buddha bukan pelanggaran bila tidak mengetahui. Dalam dan hanya dalam konteks ini, bila beliau tidak mengetahui dan berdasarkan ketidaktahuan lalu menilai diri berlebihan dan menyatakan pencapaian, maka bukan sebuah pelanggaran.


saya pernah membaca bahwa tidak mengetahui juga melanggar, hanya saja dalam kelompok pelanggaran ringan, selanjutnya anda tentu akan meminta rujukannya, saya tidak akan memberikan, silahkan baca sendiri Vinaya Pitaka

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: "Saya adalah Arahatta" ?
« Reply #31 on: 22 September 2010, 11:24:21 PM »
saya pernah membaca bahwa tidak mengetahui juga melanggar, hanya saja dalam kelompok pelanggaran ringan, selanjutnya anda tentu akan meminta rujukannya, saya tidak akan memberikan, silahkan baca sendiri Vinaya Pitaka

Seingat saya, itu melanggar Pacittiya.

Offline Jerry

  • Sebelumnya xuvie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.212
  • Reputasi: 124
  • Gender: Male
  • Suffering is optional.. Pain is inevitable..
Re: "Saya adalah Arahatta" ?
« Reply #32 on: 22 September 2010, 11:52:01 PM »
Kalau begitu jadi kontradiktif dengan perkataan Sang Buddha tentang "bukan pelanggaran jika tidak mengetahui" dong?

Pun andaikata benar demikian, tentulah pelanggaran demikian dikategorikan pelanggaran ringan.

Tambahan untuk Bang Kum:
Lebih lanjut, "tidak mengetahui juga melanggar" ini dalam konteks bagaimana? Apakah khusus atau menyeluruh? Jika menyeluruh, maka pernyataan "tidak mengetahui juga melanggar" pada akhirnya memberi setitik terang terhadap topik lalu mengenai apakah Bhante Ananda melanggar vinaya atau tidak berkenaan dengan ketidaktahuannya. :D

 [at] Bro Ups
Oya, vinaya yang ketemu di bagian Pacittiya hanya ini:
* Jika seorang Bhikkhu berdusta/berbohong maka ia melakukan Pacittiya.
appamadena sampadetha

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: "Saya adalah Arahatta" ?
« Reply #33 on: 22 September 2010, 11:55:54 PM »
Kalau begitu jadi kontradiktif dengan perkataan Sang Buddha tentang "bukan pelanggaran jika tidak mengetahui" dong?

Pun andaikata benar demikian, tentulah pelanggaran demikian dikategorikan pelanggaran ringan.

Tambahan untuk Bang Kum:
Lebih lanjut, "tidak mengetahui juga melanggar" ini dalam konteks bagaimana? Apakah khusus atau menyeluruh? Jika menyeluruh, maka pernyataan "tidak mengetahui juga melanggar" pada akhirnya memberi setitik terang terhadap topik lalu mengenai apakah Bhante Ananda melanggar vinaya atau tidak berkenaan dengan ketidaktahuannya. :D

 [at] Bro Ups
Oya, vinaya yang ketemu di bagian Pacittiya hanya ini:
* Jika seorang Bhikkhu berdusta/berbohong maka ia melakukan Pacittiya.

sesuai dengan topik Bro, jangan melebar

Offline Jerry

  • Sebelumnya xuvie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.212
  • Reputasi: 124
  • Gender: Male
  • Suffering is optional.. Pain is inevitable..
Re: "Saya adalah Arahatta" ?
« Reply #34 on: 22 September 2010, 11:56:50 PM »
Kalau begitu jadi kontradiktif dengan perkataan Sang Buddha tentang "bukan pelanggaran jika tidak mengetahui" dong?

Pun andaikata benar demikian, tentulah pelanggaran demikian dikategorikan pelanggaran ringan.

Tambahan untuk Bang Kum:
Lebih lanjut, "tidak mengetahui juga melanggar" ini dalam konteks bagaimana? Apakah khusus atau menyeluruh? Jika menyeluruh, maka pernyataan "tidak mengetahui juga melanggar" pada akhirnya memberi setitik terang terhadap topik lalu mengenai apakah Bhante Ananda melanggar vinaya atau tidak berkenaan dengan ketidaktahuannya. :D

 [at] Bro Ups
Oya, vinaya yang ketemu di bagian Pacittiya hanya ini:
* Jika seorang Bhikkhu berdusta/berbohong maka ia melakukan Pacittiya.

sesuai dengan topik Bro, jangan melebar
Iya Bang.. Cuman sedikit flashback. Keq di pelem2 kan suka ada flashbacknya. ;D
appamadena sampadetha

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: "Saya adalah Arahatta" ?
« Reply #35 on: 22 September 2010, 11:57:29 PM »
Jer, kasusnya beda sama YM Ananda. ini tentang pengumuman pencapaian kesucian.
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: "Saya adalah Arahatta" ?
« Reply #36 on: 23 September 2010, 12:01:53 AM »
Kalau begitu jadi kontradiktif dengan perkataan Sang Buddha tentang "bukan pelanggaran jika tidak mengetahui" dong?

Pun andaikata benar demikian, tentulah pelanggaran demikian dikategorikan pelanggaran ringan.

Tambahan untuk Bang Kum:
Lebih lanjut, "tidak mengetahui juga melanggar" ini dalam konteks bagaimana? Apakah khusus atau menyeluruh? Jika menyeluruh, maka pernyataan "tidak mengetahui juga melanggar" pada akhirnya memberi setitik terang terhadap topik lalu mengenai apakah Bhante Ananda melanggar vinaya atau tidak berkenaan dengan ketidaktahuannya. :D

 [at] Bro Ups
Oya, vinaya yang ketemu di bagian Pacittiya hanya ini:
* Jika seorang Bhikkhu berdusta/berbohong maka ia melakukan Pacittiya.

sesuai dengan topik Bro, jangan melebar
Iya Bang.. Cuman sedikit flashback. Keq di pelem2 kan suka ada flashbacknya. ;D

dasar bolot, maksudnya yg disbeut pelanggaran itu khusus untuk kasus ini, gak berlaku general

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: "Saya adalah Arahatta" ?
« Reply #37 on: 23 September 2010, 01:26:26 AM »
[at] Bro Ups
Oya, vinaya yang ketemu di bagian Pacittiya hanya ini:
* Jika seorang Bhikkhu berdusta/berbohong maka ia melakukan Pacittiya.

Sebelumnya, saya tertarik untuk membaca referensi yang menyatakan bahwa "Buddha mengatakan bahwa bukanlah sebuah pelanggaran jika seorang bhikkhu yang tidak mengetahui secara pasti sampai di mana pencapaiannya justru mengumumkan pencapaiannya sendiri". Bisa dibagikan di sini, Bro?

Offline Jerry

  • Sebelumnya xuvie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.212
  • Reputasi: 124
  • Gender: Male
  • Suffering is optional.. Pain is inevitable..
Re: "Saya adalah Arahatta" ?
« Reply #38 on: 23 September 2010, 01:40:25 AM »
Kalau begitu jadi kontradiktif dengan perkataan Sang Buddha tentang "bukan pelanggaran jika tidak mengetahui" dong?

Pun andaikata benar demikian, tentulah pelanggaran demikian dikategorikan pelanggaran ringan.

Tambahan untuk Bang Kum:
Lebih lanjut, "tidak mengetahui juga melanggar" ini dalam konteks bagaimana? Apakah khusus atau menyeluruh? Jika menyeluruh, maka pernyataan "tidak mengetahui juga melanggar" pada akhirnya memberi setitik terang terhadap topik lalu mengenai apakah Bhante Ananda melanggar vinaya atau tidak berkenaan dengan ketidaktahuannya. :D

 [at] Bro Ups
Oya, vinaya yang ketemu di bagian Pacittiya hanya ini:
* Jika seorang Bhikkhu berdusta/berbohong maka ia melakukan Pacittiya.

sesuai dengan topik Bro, jangan melebar
Iya Bang.. Cuman sedikit flashback. Keq di pelem2 kan suka ada flashbacknya. ;D

dasar bolot, maksudnya yg disbeut pelanggaran itu khusus untuk kasus ini, gak berlaku general
Makanya ditanya khusus ini atau menyeluruh (general). Kaga dijawab.. Tau2 bolot. Gw seberangkan ntar Ko.. >:D
appamadena sampadetha

Offline Jerry

  • Sebelumnya xuvie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.212
  • Reputasi: 124
  • Gender: Male
  • Suffering is optional.. Pain is inevitable..
Re: "Saya adalah Arahatta" ?
« Reply #39 on: 23 September 2010, 01:44:16 AM »
[at] Bro Ups
Oya, vinaya yang ketemu di bagian Pacittiya hanya ini:
* Jika seorang Bhikkhu berdusta/berbohong maka ia melakukan Pacittiya.

Sebelumnya, saya tertarik untuk membaca referensi yang menyatakan bahwa "Buddha mengatakan bahwa bukanlah sebuah pelanggaran jika seorang bhikkhu yang tidak mengetahui secara pasti sampai di mana pencapaiannya justru mengumumkan pencapaiannya sendiri". Bisa dibagikan di sini, Bro?
Bukan langsung sih Bro.. Dari penarikan kesimpulan. Yang pertama adalah Sutta soal Sang Buddha menyatakan bahwa ada yang menyatakan karena mengetahui, ada yang menyatakan pencapaian karena tidak tahu. Kemudian yang kedua di mana Buddha mengatakan bukan pelanggaran jika tidak tahu. Di sini saya interpretasikan ke dalam hal pencapaian kesucian pula.

Tapi kemudian itu udah disangkal oleh Om Kar dan Kum Bang. Jadi udah ga valid lar pernyataan saya. Kalo emang dalam vinaya dikatakan seperti yang dikatakan kedua sepuh, berarti ya pengumuman pencapaian biarpun tidak tahu, tetap salah dan melanggar.

be happy
_/\_
appamadena sampadetha

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: "Saya adalah Arahatta" ?
« Reply #40 on: 23 September 2010, 07:23:48 AM »
dalam CULAGOSINGA SUTTA :
3 orang bhikkhu menceritakan pencapaiannya pada buddha.
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
Re: "Saya adalah Arahatta" ?
« Reply #41 on: 23 September 2010, 08:07:44 AM »
Bukan langsung sih Bro.. Dari penarikan kesimpulan. Yang pertama adalah Sutta soal Sang Buddha menyatakan bahwa ada yang menyatakan karena mengetahui, ada yang menyatakan pencapaian karena tidak tahu. Kemudian yang kedua di mana Buddha mengatakan bukan pelanggaran jika tidak tahu. Di sini saya interpretasikan ke dalam hal pencapaian kesucian pula.

Tapi kemudian itu udah disangkal oleh Om Kar dan Kum Bang. Jadi udah ga valid lar pernyataan saya. Kalo emang dalam vinaya dikatakan seperti yang dikatakan kedua sepuh, berarti ya pengumuman pencapaian biarpun tidak tahu, tetap salah dan melanggar.

be happy
_/\_

Oh, begitu... Untuk lebih jelas, musti menunggu komentar dari orang yang mengetahui Vinaya ini secara pasti.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: "Saya adalah Arahatta" ?
« Reply #42 on: 23 September 2010, 08:36:22 AM »
Pārājika
----------
4. Should any bhikkhu, without direct knowledge, claim a superior human state, a truly noble distinction of knowledge and vision, as present in himself, saying, "Thus do I know; thus do I see," such that regardless of whether or not he is cross-examined on a later occasion, he — being remorseful and desirous of purification — might say, "Friends, not knowing, I said I know; not seeing, I said I see — vainly, falsely, idly," unless it was from over-estimation, he also is defeated and no longer in affiliation.

Pācittiya
----------

8. Should any bhikkhu report (his own) superior human state, when it is factual, to an unordained person, it is to be confessed.

The factors for the full offense here are two:
1) Effort: One reports one's actual attainment of a superior human state
2) Object: to an unordained person, i.e., any human being who is not a bhikkhu or bhikkhunī.

The commentaries add an extra factor here — result — but this is based on the same misunderstanding that led them to add the same factor to Parajika 4.

-------------------
Sumber: Buddhist Monastic Code I, ATI

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.237
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: "Saya adalah Arahatta" ?
« Reply #43 on: 23 September 2010, 08:47:45 AM »
Quote
Pelanggaran terjadi jika dalam kondisi mengetahui (belum mencapai) dan mengatakan sudah mencapai. Sedangkan menurut Sang Buddha bukan pelanggaran bila tidak mengetahui. Dalam dan hanya dalam konteks ini, bila beliau tidak mengetahui dan berdasarkan ketidaktahuan lalu menilai diri berlebihan dan menyatakan pencapaian, maka bukan sebuah pelanggaran.

Jadi,kalau boleh tahu,apa yang mendasari seorang Bhikkhu mempublikasikan dirinya sebagai seorang Arahatta?Adakah itu disebut menilai dirinya terlalu berlebihan atau bahasa gaulnya "sombong" "angkuh" sama seperta Devadatta atau Bahiya atau yang lainnya?

Jadi menurut Anda,apakah menilai diri terlalu berlebihan,kemudian mempublikasikannya,bisa dikatakan perlanggaran karena "berdusta"?

dan poin terakhir,bagaimana mungkin "seorang Arahatta" tidak tahu dia adalah Arahatta atau bukan,sehingga terjadi kerancuan seperti ini,bahkan mengeluarkan sebuah buku..?

adakah gunanya mengatakan diri sebagai Arahatta?

apakah Ven Ajahn Mun,Ven Ajahn Chah pernah melakukan ini ?

Quote
"Tetapi, yang kemudian menjadi poin penyelidikan kita adalah soal beliau mengumumkan pencapaiannya pada umat awam. Ini pun harus diselidiki terlebih dulu. Apabila memang beliau sebelumnya tidak pernah tahu bahwa yang dilakukan oleh beliau adalah pelanggaran, maka pengumuman tersebut bukanlah pelanggaran. Tetapi, apabila setelahnya telah mengetahui isi vinaya dan beliau masih bersikukuh menegaskan berulang-ulang di hadapan umat awam, maka itu sebuah pelanggaran."

Ok,saya menerima penjelasan ini,bagaimana kalau Beliau benar,bahwa dia benar-benar seorang Arahatta?dan pertanyaan berikutnya adalah "Mengapa seorang Murid Buddha,mempublikasikan dirinya sebagai Arahatta?"[tentu bukan untuk mencari sensasi mengejar popularitas seperti artis-artis bukan?]

dan sekali lagi,"Apakah pernah ada murid Sang Buddha,pada zaman Buddha pernah menyatakan dirinya sebagai "Arahatta" didepan orang banyak?"

Jika ya,pada sutta bagian mana,dan tolong disharekan agar kami semua memahami untuk membedakan "seorang Arahatta" dan "bukan Arahatta" secara menyeluruh atau secara sekilas,sehingga kami bisa terbebas dari keragu-raguan kami terhadap seorang Bhikkhu yang menyatakan dirinya sebagai Arahatta,seperti yang diketahui berpikiran buruk terhadap seorang Arahatta akan mengundang "kamma buruk yang berat"..

Quote
Pertanyaan lebih lanjutnya:
Apakah beliau telah mengetahui isi vinaya dan kemudian mengumumkannya? Ataukah beliau sebelumnya belum mengetahui? Apakah setelah mengetahui isi vinaya beliau masih mengumumkan kearahatannya kepada umat awam?

Apakah seorang Arahatta masih memerlukan untuk membaca Vinaya?Apakah seorang Arahatta masih belum terbebaskan secara penuh dari segala kilesa?Apakah seorang Arahatta masih perlu melakukan sesuatu tindakan[Kiriya] merujuk kepada Vinaya?

Dari pendapat saya,saya malah kira "arahatta" seperti seekor ikan,yang dilepaskan ke dalam samudra,maka dimana pun dia berenang,semuanya adalah lautan kesadaran tanpa dicemari.. :)

Quote
Hal-hal inilah yang lebih dulu harus diselidiki terlebih dulu sebelum menjudge pengumuman pencapaian sebagai salah atau tidak salah.

Maaf,kalau boleh saya tahu,pada kalimat mana dari tulisan-tulisan saya,yang menjudge Bhikkhu tersebut "salah" atau "tidak salah"?

Quote
Jika tidak salah, maka Sang Buddha masih membekali kita dengan Sutta yang mengajarkan untuk menyelidiki dan menanyakan Dhamma secara langsung kepada mereka yang mengaku arahanta, serta dengan jalan, metode bagaimana beliau telah mencapai kearahantaan itu. Jika seandainya beliau bisa menjawab semua hal, maka kualitas kearahatannya boleh diterima boleh juga ngga. Sebaliknya jika seandainya beliau tidak bisa menjawab, menghindar, berputar-putar, atau juga menuduh telah diserang maka tentu saja kualitas kearahantaannya harus diragukan.

Jika seseorang yang pintar,menguasai Tipitaka secara benar dan tekstual,tidak diragukan lagi dia bisa menjawab "semua" pertanyaan yang diajukan oleh "umat awam",tetapi apakah itu menunjukan "kearahattannya"?


« Last Edit: 23 September 2010, 09:00:56 AM by Riky_dave »
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.237
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: "Saya adalah Arahatta" ?
« Reply #44 on: 23 September 2010, 08:50:54 AM »
dalam CULAGOSINGA SUTTA :
3 orang bhikkhu menceritakan pencapaiannya pada buddha.

kepada "Buddha",ada kepada umat awam tidak bro Ryu? :)
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...