Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: SN 4 - 37 Matugamasamyutta  (Read 1308 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Hendra Susanto

  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
SN 4 - 37 Matugamasamyutta
« on: 15 September 2010, 11:21:14 AM »
BAB III
37. Mātugāmasaṃyutta
Khotbah Berkelompok
tentang Perempuan

I. RANGKAIAN PENGULANGAN PERTAMA
(PEREMPUAN)

1 (1) Menarik dan Tidak Menarik (1)

“Para bhikkhu, jika seorang perempuan memiliki lima faktor maka ia sangat tidak menarik bagi seorang laki-laki. Apakah lima ini? Ia tidak cantik, tidak kaya, tidak bajik; ia malas; dan ia tidak dapat melahirkan anak. Jika seorang perempuan memiliki lima faktor ini maka ia sangat tidak menarik bagi seorang laki-laki.

“Para bhikkhu, jika seorang perempuan memiliki lima faktor maka ia sangat menarik bagi seorang laki-laki. Apakah lima ini? Ia cantik, kaya, dan bajik; ia cerdas dan rajin; ia dapat melahirkan anak. Jika seorang perempuan memiliki lima faktor ini maka ia sangat menarik bagi seorang laki-laki.“

2 (2) Menarik dan Tidak Menarik (2)
“Para bhikkhu, jika seorang laki-laki memiliki lima faktor maka ia sangat tidak menarik bagi seorang perempuan. Apakah lima ini? Ia tidak tampan, tidak kaya, tidak bajik; ia malas; dan ia tidak dapat menurunkan anak. [239] Jika seorang laki-laki memiliki lima faktor ini maka ia sangat tidak menarik bagi seorang perempuan.

“Para bhikkhu, jika seorang laki-laki memiliki lima faktor maka ia sangat menarik bagi seorang perempuan. Apakah lima ini? Ia tampan, kaya, dan bajik; ia cerdas dan rajin; ia dapat menurunkan anak. Jika seorang laki-laki memiliki lima faktor ini maka ia sangat menarik bagi seorang perempuan.“

(Sama seperti di atas.)

3 (3) Khusus
“Para bhikkhu, terdapat lima jenis penderitaan yang khusus bagi perempuan,262 yang dialami perempuan bukan laki-laki. Apakah lima ini?

“Di sini, para bhikkhu, bahkan ketika masih muda, seorang perempuan menetap bersama keluarga suaminya dan terpisah dari sanak-saudaranya. Ini adalah jenis penderitaan pertama yang khusus bagi perempuan….

“Seorang perempuan mengalami menstruasi. Ini adalah penderitaan jenis ke dua khusus bagi perempuan…

“Seorang perempuan akan hamil. Ini adalah penderitaan jenis ke tiga khusus pada perempuan….

“Seorang perempuan akan melahirkan anak. Ini adalah penderitaan jenis ke empat khusus bagi perempuan….

“Seorang perempuan harus melayani laki-laki. Ini adalah penderitaan jenis ke lima khusus bagi perempuan….

“Ini, para bhikkhu, adalah lima jenis penderitaan yang khusus bagi perempuan, yang dialami perempuan bukan laki-laki.”

4 (4) Tiga Kualitas

“Para bhikkhu, ketika seorang perempuan memiliki tiga kualitas, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, ia biasanya akan terlahir kembali di alam sengsara, di alam yang buruk, di alam rendah, di neraka. Apakah tiga ini? Di sini, para bhikkhu, pada pagi hari seorang perempuan berdiam di rumah dengan pikiran dikuasai oleh noda egoisme; pada siang hari ia berdiam di rumah dengan pikiran dikuasai oleh keirihatian; pada malam hari ia berdiam di rumah dengan pikiran dikuasai oleh nafsu indria. Ketika seorang perempuan memiliki tiga kualitas … ia biasanya akan terlahir kembali di alam sengsara … di neraka.”

(Anuruddha: (i) Sisi Gelap)

5 (5) Marah

Yang Mulia Anuruddha mendekati Sang Bhagavà … dan berkata kepada Beliau:263 “Di sini, Yang Mulia, dengan mata-dewa, yang murni melampaui mata manusia, aku melihat perempuan-perempuan, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di alam sengsara, di alam yang buruk, di alam rendah, di neraka. Ketika perempuan memiliki berapa banyak kualitaskah, Yang Mulia, ia terlahir kembali demikian?”

“Ketika, Anuruddha, seorang perempuan memiliki lima kualitas, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di alam sengsara, di alam yang buruk, di alam rendah, di neraka. Apakah lima ini?

“Ia tidak memiliki keyakinan, tidak tahu malu, tidak takut melakukan kesalahan, pemarah, tidak bijaksana. Ketika seorang perempuan memiliki lima kualitas ini, ia terlahir kembali di alam sengsara … di neraka.”

6 (6) – 13 (13) Dengki, dan seterusnya

“Ketika, Anuruddha, ketika seorang perempuan memiliki lima kualitas, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, ia biasanya akan terlahir kembali di alam sengsara, di alam yang buruk, di alam rendah, di neraka. Apakah lima ini?

“Ia hidup tanpa keyakinan, tidak tahu malu, tidak takut melakukan kesalahan, dengki, [iri hati … kikir … berperilaku buruk … tidak bermoral … tidak terpelajar … malas …berpikiran-kacau,]264 tidak bijaksana. Ketika seorang perempuan memiliki lima kualitas ini, ia terlahir kembali di alam sengsara … di neraka.”

14 (14) Lima

“Ketika, Anuruddha, ketika seorang perempuan memiliki lima kualitas, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, ia biasanya akan terlahir kembali di alam sengsara, di alam yang buruk, di alam rendah, di neraka. Apakah lima ini?

“Ia membunuh, mengambil apa yang tidak diberikan, melakukan hubungan seksual yang salah, berkata yang tidak benar, dan meminum anggur, minuman keras, dan minuman memabukkan yang menyebabkan kelengahan. Ketika seorang perempuan memiliki lima kualitas ini, ia terlahir kembali di alam sengsara … di neraka.”

Offline Hendra Susanto

  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: SN 4 - 37 Matugamasamyutta
« Reply #1 on: 15 September 2010, 11:24:13 AM »
II. RANGKAIAN PENGULANGAN KE DUA
(Anuruddha)

(Anuruddha: (ii) Sisi Cerah)

15 (1) Tanpa Kemarahan

Yang Mulia Anuruddha mendekati Sang Bhagavā … dan berkata kepada Beliau: “Di sini, Yang Mulia, dengan mata-dewa, yang murni melampaui mata manusia, aku melihat perempuan-perempuan, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di alam yang baik, di alam surga. Ketika perempuan memiliki berapa banyak kualitaskah, Yang Mulia, ia terlahir kembali demikian?”

“Ketika, Anuruddha, seorang perempuan memiliki lima kualitas, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di alam yang baik, di alam surga. Apakah lima ini?

“Ia memiliki keyakinan, ia tahu malu, ia takut melakukan kesalahan, ia tanpa kemarahan, ia bijaksana. Ketika seorang perempuan memiliki lima kualitas ini ia terlahir kembali di alam yang baik, di alam surga.”

16 (2) – 23 (9) Tanpa Kedengkian, dan Seterusnya

“Ketika, Anuruddha, seorang perempuan memiliki lima kualitas, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di alam yang baik, di alam surga. Apakah lima ini?

“Ia memiliki keyakinan, ia tahu malu, ia takut melakukan kesalahan, ia tanpa kedengkian, [tidak iri-hati … tidak kikir … tidak berperilaku buruk … bajik … terpelajar … bersemangat … penuh perhatian], bijaksana. Ketika seorang perempuan memiliki lima kualitas ini ia terlahir kembali di alam yang baik, di alam surga.”

24 (10) Lima Sīla

“Ketika, Anuruddha, seorang perempuan memiliki lima kualitas, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di alam yang baik, di alam surga. Apakah lima ini?

“Ia menghindari pembunuhan, menghindari mengambil apa yang tidak diberikan, menghindari hubungan seksual yang salah, menghindari ucapan salah, menghindari meminum anggur, minuman keras, dan minuman memabukkan yang menyebabkan kelengahan. Ketika, seorang perempuan memiliki lima kualitas ini, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di alam yang baik, di alam surga.”
« Last Edit: 15 September 2010, 11:30:07 AM by Hendra Susanto »

Offline Hendra Susanto

  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: SN 4 - 37 Matugamasamyutta
« Reply #2 on: 15 September 2010, 11:29:30 AM »
III. KEKUATAN-KEKUATAN

25 (1) Keyakinan

“Para bhikkhu, ada lima kekuatan pada seorang perempuan. Apakah lima ini? Kekuatan kecantikan, kekuatan kekayaan, kekuatan sanak-saudara, kekuatan anak-anak, kekuatan moralitas. Ini adalah lima kekuatan pada seorang perempuan. Jika seorang perempuan memiliki lima kekuatan ini, ia berdiam penuh keyakinan di rumah.”

26 (2) Setelah Memenangkan

“Para bhikkhu, ada lima kekuatan pada seorang perempuan … (seperti di atas) … Jika seorang perempuan memiliki lima kekuatan ini, ia berdiam di rumah setelah memenangkan suaminya.”

27 (3) Di Bawah Kendalinya

“Para bhikkhu, ada lima kekuatan pada seorang perempuan … (seperti di atas) … Jika seorang perempuan memiliki lima kekuatan ini, ia berdiam dengan suami di bawah kendalinya.”

28 (4) Satu

“Para bhikkhu, ketika seorang laki-laki memiliki satu kekuatan, ia berdiam dengan seorang perempuan di bawah kendalinya. Apakah satu kekuatan itu? Kekuatan kekuasaan. Ketika seorang perempuan telah dikuasai oleh kekuatan kekuasaan, bahkan kekuatan kecantikan tidak dapat menyelematkannya, juga tidak kekuatan kekayaan, juga tidak kekuatan sanak saudara, juga tidak kekuatan anak-anak, juga tidak kekuatan moralitas.”

29 (5) Sehubungan dengan Itu

“Para bhikkhu, ada lima kekuatan pada seorang perempuan. Apakah lima ini? Kekuatan kecantikan, kekuatan kekayaan, kekuatan sanak saudara, kekuatan anak-anak, kekuatan moralitas.

“Jika, para bhikkhu, seorang perempuan memiliki kekuatan kecantikan tetapi tidak memiliki kekuatan kekayaan, maka ia kurang sehubungan dengan itu. Tetapi jika ia memiliki kekuatan kecantikan dan kekuatan kekayaan juga, maka ia lengkap sehubungan dengan itu.

“Jika, para bhikkhu, seorang perempuan memiliki kekuatan kecantikan dan kekuatan kekayaan, tetapi tidak memiliki kekuatan sanak saudara, maka ia kurang sehubungan dengan itu. Tetapi jika ia memiliki kekuatan kecantikan dan kekayaan, dan kekuatan sanak-saudara juga, maka ia lengkap sehubungan dengan itu.

“Jika, para bhikkhu, seorang perempuan memiliki kekuatan kecantikan dan kekayaan, dan sanak saudara, tetapi tidak memiliki kekuatan anak-anak, maka ia kurang sehubungan dengan itu. Tetapi jika ia memiliki kekuatan kecantikan, kekayaan sanak-saudara dan kekuatan anak-anak juga, maka ia lengkap sehubungan dengan itu.

“Jika, para bhikkhu, seorang perempuan memiliki kekuatan kecantikan dan kekayaan, dan sanak-saudara, dan anak-anak, tetapi tidak memiliki kekuatan moralitas, maka ia kurang sehubungan dengan itu. Tetapi jika ia memiliki kekuatan kecantikan, kekayaan sanak-saudara dan anak-anak, dan kekuatan moralitas juga, maka ia lengkap sehubungan dengan itu.

“Ini adalah lima kekuatan seorang perempuan.”

30 (6) Mereka Mengusir

“Para bhikkhu, ada lima kekuatan pada seorang perempuan … kekuatan moralitas.

“Jika, para bhikkhu, seorang perempuan memiliki kekuatan kecantikan tetapi tidak memiliki kekuatan moralitas, mereka mengusirnya; mereka tidak menerimanya di dalam keluarga.

“Jika, para bhikkhu, seorang perempuan memiliki kekuatan kecantikan dan kekayaan, tetapi tidak memiliki kekuatan moralitas, mereka mengusirnya; mereka tidak menerimanya di dalam keluarga.

“Jika, para bhikkhu, seorang perempuan memiliki kekuatan kecantikan, kekayaan, dan sanak-saudara, tetapi tidak memiliki kekuatan moralitas, mereka mengusirnya; mereka tidak menerimanya di dalam keluarga.

“Jika, para bhikkhu, seorang perempuan memiliki kekuatan kecantikan, kekayaan, sanak-saudara, dan anak-anak, tetapi tidak memiliki kekuatan moralitas, mereka mengusirnya; mereka tidak menerimanya di dalam keluarga.

“Jika, para bhikkhu, seorang perempuan memiliki kekuatan moralitas tetapi tidak memiliki kekuatan kecantikan, mereka menerimanya di dalam keluarga; mereka tidak mengusirnya.

“Jika, para bhikkhu, seorang perempuan memiliki kekuatan moralitas tetapi tidak memiliki kekuatan kekayaan, mereka menerimanya di dalam keluarga; mereka tidak mengusirnya.

“Jika, para bhikkhu, seorang perempuan memiliki kekuatan moralitas tetapi tidak memiliki kekuatan sanak-saudara, mereka menerimanya di dalam keluarga; mereka tidak mengusirnya
.
“Jika, para bhikkhu, seorang perempuan memiliki kekuatan moralitas tetapi tidak memiliki kekuatan anak-anak, mereka menerimanya di dalam keluarga; mereka tidak mengusirnya.

“Ini adalah lima kekuatan seorang perempuan.”

31 (7) Sebab

“Para bhikkhu, ada lima kekuatan pada seorang perempuan … kekuatan moralitas.

“Para bhikkhu, bukan karena kekuatan kecantikan, atau kekuatan kekayaan, atau kekuatan sanak-saudara, atau kekuatan anak-anak, ketika hancurnya jasmani, setelah kematian, seorang perempuan terlahir kembali di alam yang baik, di alam surga. Adalah karena kekuatan moralitas bahwa seorang perempuan terlahir kembali di alam yang baik, di alam surga.
“Ini adalah lima kekuatan seorang perempuan.”

32 ( 8 ) Situasi

“Para bhikkhu, ada lima situasi yang sulit diperoleh bagi seorang perempuan yang tidak pernah melakukan kebajikan. Apakah lima ini?

“Dia akan berharap: ‘Semoga aku terlahir dalam sebuah keluarga yang layak!’ Ini adalah situasi pertama yang sulit diperoleh bagi seorang perempuan yang tidak pernah melakukan kebajikan.

“Dia akan berharap: ‘Setelah terlahir dalam keluarga yang layak … semoga aku menikah dengan seseorang dari keluarga yang layak!’ Ini adalah situasi ke dua….

“Dia akan berharap: ‘Setelah terlahir dalam keluarga yang layak dan setelah menikah dengan seseorang dari keluarga yang layak, semoga aku berdiam di rumah tanpa saingan!’269 Ini adalah situasi ke tiga….

“Dia akan berharap: ‘Setelah terlahir dalam keluarga yang layak … berdiam di rumah tanpa saingan, semoga aku melahirkan anak-anak!’ Ini adalah situasi ke empat….

“Dia akan berharap: ‘Setelah terlahir dalam keluarga yang layak … setelah aku melahirkan anak-anak, semoga aku berdiam dengan suami di bawah kendaliku!’ Ini adalah situasi ke lima….

“Ini adalah ada lima situasi yang sulit diperoleh bagi seorang perempuan yang tidak pernah melakukan kebajikan.

“Para bhikkhu, ada lima situasi yang mudah diperoleh bagi seorang perempuan yang pernah melakukan kebajikan. Apakah lima ini?


“Dia akan berharap: ‘Semoga aku terlahir dalam sebuah keluarga yang layak!’ Ini adalah situasi pertama….

“Dia akan berharap: ‘Setelah terlahir dalam keluarga yang layak … setelah aku melahirkan anak-anak, semoga aku berdiam dengan suami di bawah kendaliku!’ Ini adalah situasi ke lima….

“Ini adalah ada lima situasi yang mudah diperoleh bagi seorang perempuan yang pernah melakukan kebajikan.”

33 (9) Percaya Diri

“Para bhikkhu, jika seorang perempuan memiliki lima kualitas ia berdiam dengan penuh percaya diri di rumah. Apakah lima ini? Ia menghindari pembunuhan, menghindari mengambil apa yang tidak diberikan, menghindari hubungan seksual yang salah, menghindari ucapan salah, menghindari meminum anggur, minuman keras, dan minuman memabukkan yang menyebabkan kelengahan. Ketika, seorang perempuan memiliki lima kualitas ia berdiam dengan penuh percaya diri di rumah.”

34 (10) Pertumbuhan

“Para bhikkhu, tumbuh dalam lima bidang pertumbuhan, seorang siswa mulia perempuan tumbuh dalam pertumbuhan mulia, dan ia mendapatkan intisari, mendapatkan yang terbaik, dari kehidupan jasmani ini. Apakah lima ini? Ia tumbuh dalam keyakinan, dalam moralitas, dalam pembelajaran, dalam kedermawanan, dan dalam kebijaksanaan. Tumbuh dalam lima bidang pertumbuhan, seorang siswa mulia perempuan tumbuh dalam pertumbuhan mulia, dan ia mendapatkan intisari, mendapatkan yang terbaik, dari kehidupan jasmani ini.

“Ketika ia tumbuh di sini dalam keyakinan dan moralitas,
Dalam kebijaksanaan, kedermawanan, dan pembelajaran,
Siswa mulia perempuan yang bermoral
Mendapatkan intisarinya di sini untuk dirinya sendiri.”
« Last Edit: 15 September 2010, 11:32:24 AM by Hendra Susanto »