Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Awam hanya bisa memahami Anatta sbg Kepercayaan/Iman belaka  (Read 43953 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.382
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: Awam hanya bisa memahami Anatta sbg Kepercayaan/Iman belaka
« Reply #75 on: 24 May 2010, 10:32:43 PM »
permainan kata yg tidak bermanfaat :)
There is no place like 127.0.0.1

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.237
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: Awam hanya bisa memahami Anatta sbg Kepercayaan/Iman belaka
« Reply #76 on: 24 May 2010, 10:34:01 PM »
permainan kata yg tidak bermanfaat :)

kalau tidak bermanfaat,jangan diteruskan "permainan kata yang kuno" itu.. :)
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Awam hanya bisa memahami Anatta sbg Kepercayaan/Iman belaka
« Reply #77 on: 24 May 2010, 10:34:50 PM »
ASTAGA!
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.237
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: Awam hanya bisa memahami Anatta sbg Kepercayaan/Iman belaka
« Reply #79 on: 24 May 2010, 10:41:31 PM »
BONAR!!!
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline Riky_dave

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.237
  • Reputasi: -14
  • Gender: Male
Re: Awam hanya bisa memahami Anatta sbg Kepercayaan/Iman belaka
« Reply #80 on: 24 May 2010, 10:42:09 PM »
Back To TopiC.. :D
Langkah pertama adalah langkah yg terakhir...

Offline Mr. pao

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 792
  • Reputasi: 29
  • KeperibadianMuYanGakuSuka
Re: Awam hanya bisa memahami Anatta sbg Kepercayaan/Iman belaka
« Reply #81 on: 24 May 2010, 10:43:03 PM »
Koq riky bisa bagi banyak tiori ke orang tapi koq gak bisa dalam ucapan mengandung cinta kasih?
kan mau membela kaum gay? koq bisa ucap yang manis2 mengenai gay, tapi sulit bersikap sopan masuk rumah orang?
koq banyak kata2 yang di selip selalu menyakiti kalo dibaca.

Jika ada yang menampar pipi kananku aku akan segera memberikan pipi kirinya telapak kananku, karena dengan demikian hutang karma kita akan segera selesai ditempat. ;D

Offline fabian c

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.095
  • Reputasi: 128
  • Gender: Male
  • 2 akibat pandangan salah: neraka atau rahim hewan
Re: Awam hanya bisa memahami Anatta sbg Kepercayaan/Iman belaka
« Reply #82 on: 24 May 2010, 10:51:24 PM »
Dikatakan bahwa orang yg meyakini bahwa pancakhanda bukan diri adalah dalam jalan pemasuk arus. Orang yg sudah melihat/mengalami itu adalah seorang pemasuk arus.
Disini menyakini = kepercayaan/iman belaka juga diperlukan ya?
dengan Sutta yg sama, bisa membuat orang memahami dan hancurlah tanha dan tidak melekat lagi
Ada kemungkinan dengan Sutta yang sama, membuat si pendengar makin tersesat ?
(cuman minta pendapat saja) :D

Ikut nimbrung juga ah.... :)
Bro Hasan yang baik, pengalaman anatta sudah diterangkan oleh penguasa jagad Dhammacitta yaitu tidak harus arahat karena pengalaman ini berkaitan dengan pengalaman lain yang merupakan satu kesatuan, yaitu pengalaman anicca dan pengalaman dukkha.

Banyak siswa meditasi Vipassana mengalami hal ini. Jadi pengalaman membuktikan secara langsung mengenai anicca, dukkha dan anatta ini.

Ajaran Buddha bukan mendasarkan ajarannya pada keyakinan atau iman.
Ajaran Sang Buddha mendasarkan Ajarannya pada pengalaman praktek, pengertian dan kebijaksanaan (practice, wisdom dan understanding)

Demikian pentingnya praktek dan pengalaman ini, sehingga mereka yang belum mengalami kebenaran tertinggi (Ultimate Truth/Nibbana) bahkan belum dianggap siswa yang sesungguhnya (belum sekha). Mereka yang belum mengalami Kebenaran Tertinggi masih dianggap umat awam, walau ia mampu menghafal Tipitaka (yang berjumlah 41 buku) beserta komentar dan subkomentar yang jumlahnya bahkan lebih banyak dari Tipitaka.

 _/\_

Nimbrung juga ah..Maksud Bro Fabian apa ya?Tidak perlu menjadi Arahat untuk "memahami" Anatta..Memahami apa maksudnya?
Bro Ricky yang baik, kulminasi dari pengalaman anatta adalah lenyapnya sakkaya ditthi (pandangan salah mengenai diri/adanya atta/roh yang kekal). Sakkaya ditthi lenyap pada pencapaian tingkat kesucian pertama. (Sotapanna).

Bro fabian yang baik,Sakkaya ditthi itu mencakup apa saja kah?Sakkaya ditthi mengatakan tentang "pandangan salah akan kepercayaan adanya roh yang kekal",apakah sakkaya ditthi menyentuh pada esensi anatta bahwa tubuh hanya terdiri dari gugusan-gugusan pembentuk saja?bahwa tubuh ini sesungguhnya menjijikan dan memiliki 9 lubang kotoran? :)

Bro riky yang baik, ringkasnya sakkaya ditthi adalah mempercayai segala sesuatu digerakkan oleh roh seperti dalam agama tetangga.

Pada meditator Vipassana, setelah melihat dan mengalami sendiri bahwa semua pandangan palsu mengenai roh disebabkan ketidak tahuan (avijja) bahwa, sebenarnya segala sesuatu yang muncul hanya proses yang timbul-lenyap, dan tiada substansi yang kekal, maka pandangan salah bahwa ada "aku atau roh" yang menggerakkan semua ini menjadi lenyap dengan sendirinya bila avijja lenyap disebabkan berhentinya proses yang menimbulkan kondisi-kondisi.

Pada meditator Vipassana tidak dikembangkan konsep kejijikan, yang berkembang dan menjadi matang adalah pengetahuan pengalaman mengenai tilakkhana. pengalaman semakin tajam dengan semakin kuatnya perhatian dan konsentrasi.


Quote
Quote
Pertanyaannya kurang tepat diterapkan bro, ada "degree" pengalaman anatta yang berbeda-beda pada setiap praktisi Vipassana, semakin tinggi pencapaian semakin jelas pengalaman anatta (tentunya juga pengalaman anicca dan dukkha karena ketiganya berkaitan) bagaimanakah pengalaman anatta? semakin mengalami berbagai macam fenomena semakin melihat ia bahwa tak ada aku, tak ada jiwa, tak ada roh, yang ada hanya bentuk-bentuk pikiran, perasaan, ingatan, kesadaran dll.

Menurut Bro fabian,sebagai praktisi meditasi,apakah pengalaman anatta itu mengalami suatu proses yang berkelanjutan?Kalau begitu,saya jadi bertanya-tanya tentang "pencapaian" instan murid-murid Buddha Gotama,dan pencapaian dari YM Ananda..Menurut saya malah sebaliknya bahwa,sesungguhnya pemahaman akan esensi itu muncul "begitu" saja.. :)
Tak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan, Sang Buddha mengajarkan hukum sebab dan akibat, jadi segala sesuatu pasti ada sebabnya.
Dalam Samyutta Nikaya (Samudda Sutta) Sang Buddha mengajarkan bahwa Dhamma yang beliau ajarkan tak ada yang seketika, semuanya terjadi melalui proses, bagai dasar laut yang semakin lama semakin dalam.

Quote
Quote
Vipassana adalah proses pematangan pengalaman terhadap ketiga karakteristik ini (tilakkhana), bila pada meditasi Vipassana pengalaman terhadap ketiga karakteristik tak berkembang ada dua kemungkinan, yaitu sang meditator belum siap Vipassana atau meditasi yang diikutinya bukan Vipassana.

 _/\_


Setahu saya vipasanna itu penyederhananya adalah kesadaran dalam gerak gerik,disebut sebagai "sati-sampajana"...Apakah perlu pematangan,apakah perlu pelatihan dan seterusnya? :)

May All Being Happy
Sati-Sampajanna adalah sikap batin dalam bermeditasi, sati-sampajanna akan bertambah kuat dengan latihan yang berkesinambungan. Tetapi Vipassana bukan hanya mengembangkan sati-sampajanna, ada faktor lainnnya yang perlu dikembangkan yaitu Satta Bhojangga, Pancabala dll...

Banyak orang dengan mudah mengatakan sati-sampajanna tanpa mereka tahu bagaimana menerapkan sati-sampajanna dalam meditasi. Saya yakin bro Riky pernah bermeditasi? Bolehkah saya tahu bagaimana cara bro Riky menerapkan sati-sampajanna?

 _/\_
Tiga hal ini, O para bhikkhu dilakukan secara rahasia, bukan secara terbuka.
Bercinta dengan wanita, mantra para Brahmana dan pandangan salah.

Tiga hal ini, O para Bhikkhu, bersinar secara terbuka, bukan secara rahasia.
Lingkaran rembulan, lingkaran matahari serta Dhamma dan Vinaya Sang Tathagata

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Awam hanya bisa memahami Anatta sbg Kepercayaan/Iman belaka
« Reply #83 on: 24 May 2010, 10:53:15 PM »
Wah,ricuh jg akhirnya.... Sebaiknya di-close aja thread ini, daripada tambah ricuh lagi.
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Awam hanya bisa memahami Anatta sbg Kepercayaan/Iman belaka
« Reply #84 on: 24 May 2010, 10:58:31 PM »
epriting ander kontrol
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline Mr. pao

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 792
  • Reputasi: 29
  • KeperibadianMuYanGakuSuka
Re: Awam hanya bisa memahami Anatta sbg Kepercayaan/Iman belaka
« Reply #85 on: 24 May 2010, 11:02:40 PM »
 :o :o :o
« Last Edit: 24 May 2010, 11:17:51 PM by Mr. pao »
Jika ada yang menampar pipi kananku aku akan segera memberikan pipi kirinya telapak kananku, karena dengan demikian hutang karma kita akan segera selesai ditempat. ;D

Offline Mr. pao

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 792
  • Reputasi: 29
  • KeperibadianMuYanGakuSuka
Re: Awam hanya bisa memahami Anatta sbg Kepercayaan/Iman belaka
« Reply #86 on: 24 May 2010, 11:03:22 PM »
huh............... komentar riky yang pedas..............
« Last Edit: 24 May 2010, 11:19:22 PM by Mr. pao »
Jika ada yang menampar pipi kananku aku akan segera memberikan pipi kirinya telapak kananku, karena dengan demikian hutang karma kita akan segera selesai ditempat. ;D

Offline Jerry

  • Sebelumnya xuvie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.212
  • Reputasi: 124
  • Gender: Male
  • Suffering is optional.. Pain is inevitable..
Re: Awam hanya bisa memahami Anatta sbg Kepercayaan/Iman belaka
« Reply #87 on: 24 May 2010, 11:07:15 PM »
Saya rasa kita cuman bisa menghimbau, selanjutnya terserah pada pihak yang lain. Jika sebuah diskusi tidak dapat diteruskan tanpa ada kesediaan dari pihak lawan diskusi, maka yang terbaik adalah berdiam diri. Tidak ada yang didapat dari perdebatan tanpa pangkal ujung. Jadi, saya mundur saja dari diskusi yang terakhir saya ikuti. Pada teman2 sedhamma, mari jangan memancing omongan2 tidak perlu lainnya. Kasihan nanti nama DC yg terbawa2 oleh ulah kita. Makasih. :)
appamadena sampadetha

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Awam hanya bisa memahami Anatta sbg Kepercayaan/Iman belaka
« Reply #88 on: 24 May 2010, 11:16:20 PM »
LOCK!!! =)) (sudah berapa hari ya kaga bilang ini =)) )
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline fabian c

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.095
  • Reputasi: 128
  • Gender: Male
  • 2 akibat pandangan salah: neraka atau rahim hewan
Re: Awam hanya bisa memahami Anatta sbg Kepercayaan/Iman belaka
« Reply #89 on: 24 May 2010, 11:24:38 PM »
tidak harus arahat untuk merasakan pengalaman anatta

tapi semua arahat pasti paham anatta

jangan diubah...merasakan atau memahami..itu beda..

pertanyaan,apakah seseorang yang bukan arahatta bisa memahami esensi dari Anatta?

ehm mgkn tlg bro riky bisa melihat secara buddhism dimana vedana ada dalam setiap citta yah

karena ini yang seringkali rancu dimana merasakan dalam artian mengikuti apa yang menyenangkan/menolak apa yg tidak menyenangkan disamakan dengan vedana dalam artian sabbacitta sadharana cetasika

ini yang sering membuat diskusi jadi ga nyambung karena sudut pandang awam, dijadikan landasan utk diskusi buddhism

kembali ke pernyataan "pengalaman" bukan "paham anatta" loh, jadi tlg ini dibedakan loh........

Quote
Bro Hasan yang baik, pengalaman anatta sudah diterangkan oleh penguasa jagad Dhammacitta yaitu tidak harus arahat karena pengalaman ini berkaitan dengan pengalaman lain yang merupakan satu kesatuan, yaitu pengalaman anicca dan pengalaman dukkha.

Banyak siswa meditasi Vipassana mengalami hal ini. Jadi pengalaman membuktikan secara langsung mengenai anicca, dukkha dan anatta ini.

Saya tahu bahwa ada fenomena "anicca" "dukkha" dan "anatta",dan rasanya Anda juga tahu bahwa walau sudah "mengetahui" fenomena tersebut,toh banyak yang belum terbebaskan atau merealisasikan "nibbana" seperti yang direalisasikan oleh Buddha Gotama sendiri..

Bro Riky yang baik, memang benar tahu fenomena anicca, dukkha dan anatta tidak membawa seseorang pada kebebasan, karena untuk tahu kita tak perlu memiliki pra kondisi yang diperlukan misalnya perhatian dan konsentrasi (sati dan samadhi). Hanya dengan mengalami membawa seseorang pada kebebasan, dan untuk mengalami seseorang harus memiliki pra kondisi yang diperlukan, yaitu perhatian dan konsentrasi yang cukup. Pernyataan bro Riky bahwa banyak yang belum terbebaskan (belum merealisasikan Nibbana) memang benar, tetapi yang terbebaskan (sudah merealisasi) juga sangat banyak.

permasalahannya adalah isi substansinya sama yaitu "dukkha",tetapi kemudian muncul permasalahan lainnya adalah "esensi" dukkha itu sendiri.. :)

Lihat kisah "kisagotami",kisah "bhikkhuni utama" Buddha,kisah YM Ananda,kisah YM Cula,disana akan terlihat bahwa mereka semua "mengalaminya" sendiri tentang "dukkha" dan "padamnya dukkha",sedangkan kebanyakan orang saat ini?Mereka tahu dukkha itu apa,tetapi hanya sebatas "pengetahuan tentang dukkha",bukan "pengalaman tentang dukkha",apakah itu tidak dikategorikan sebagai "iman" belaka?

Saya tidak paham sama sekali soal yang Bro Fabian sebutkan sebagai "konsentrasi" dan "perhatian",yang saya tahu adalah soal "aha"..
Hmm menarik sekali jadi bro Riky belum pernah mengalami dukkha? Selalu mengalami sukha?
Aneh juga bro Riky tak tahu perhatian tetapi tahu sati... menurut bro Riky sati itu apa?
apa artinya aha..?

Quote
Quote
Saya setuju percaya tidak membawa pada esensi dukkha,dan padamnya dukkha, melainkan pengalaman langsung (direct experience) yang akan membawa kita pada esensi dukkha,dan padamnya dukkha.
Tetapi percaya merupakan langkah awal yang akan memotivasi kita untuk mengalami sendiri esensi dukkha,dan padamnya dukkha.
Tilakkhana (anicca, dukkha dan anatta) adalah teori bagi yang belum pernah mengalami dan merupakan pengalaman langsung bagi mereka yang pernah mengalami.

Kalau Bro Fabian setuju,mari kita duduk disini dengan santai,dan berkata bahwa sesungguhnya semua kepercayaan kita saat ini adalah kepercayaan berdasarkan persepsi kita masing-masing,bukan kepercayaan yang sesungguhnya,bukan merupakan Saddha yang dimaksud oleh Bhagava...setuju?

Quote
Semoga saya tidak menjadi sombong, semoga saya tidak menjadi angkuh semoga saya semakin dekat pada Dhamma dan tujuan akhir, semoga saya  tidak semakin menjauh dari Dhamma dan tujuan akhir.

 _/\_

Sadhu.. :)

Saya memang lagi duduk santai kok bro...  kepercayaan bro Riky berdasarkan persepsi dan kepercayaan. Apa yang saya alami bukan persepsi dan kepercayaan, apa yang saya alami juga dialami oleh banyak meditator lain. Saddha yang saya miliki adalah saddha yang dimaksud oleh Sang Bhagava bro  :)

 _/\_
« Last Edit: 24 May 2010, 11:26:27 PM by fabian c »
Tiga hal ini, O para bhikkhu dilakukan secara rahasia, bukan secara terbuka.
Bercinta dengan wanita, mantra para Brahmana dan pandangan salah.

Tiga hal ini, O para Bhikkhu, bersinar secara terbuka, bukan secara rahasia.
Lingkaran rembulan, lingkaran matahari serta Dhamma dan Vinaya Sang Tathagata