Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Merosotnya Jumalah Umat Buddha di Indonesia: Siapa yang perlu Bertanggungjawab?  (Read 38029 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.847
  • Reputasi: 268
Saya pernah ikut sebuah conference, yang ada theme song-nya.
judul lagu theme song-nya adalah: Buddhism rely on me (Fo Ciau Khau Wo)...wah, denger arti lagu itu betul-betul terharu. Itu maksudnya, kita gak usah nyalahin siapa-siapa en malah ribut sendiri tapi yang kita perlu lakukan adalah ACTION

Karena teringat satu hal, baru saja tadi pagi saya baca ulang tentang Dhammadayada Sutta. Di situ Buddha mengajarkan bagaimana kita menjadi pewaris dalam dhamma, bukan dalam hal materi. Jika Agama Buddha eksis, tapi umatnya melekat sama patung, merk, hafalan sila, teori rumit-rumit, menyalahkan ini-itu, ribut dengan aliran/agama lain, tapi tidak berusaha mengamalkan dhamma yang diajarkan sendiri, maka orang melihat hanya sebegitulah warisan dari Buddha. Hanya sebatas patung, tulisan dan pertengkaran.

Buat saya pribadi, tidak perlu mengkhawatirkan jumlah umat, tidak perlu khawatir macam-macam, mengharapkan orang lain atau instansi tertentu begini-begitu. Jadikanlah diri sendiri pewaris dhamma dengan mengamalkan dhamma itu sendiri. Dengan cara itulah Buddha-dhamma bertahan.

Offline gurkha

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 25
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Yang pasti secara kualitas menurun dan secara kuantitas bertambah.

ada data statistik pendukung?

Silakan anda cari di BPS (Badan Pusat Statistik)

Kalau mau berdiskusi, menjawablah dengan baik. Kalau memang tidak punya bukti pendukung atau referensi, katakanlah tidak punya, jangan menggunakan kata-kata seperti itu.

memangnya kenapa? apakah diskusi anda juga baik! kalau memang saya melihat maka saya katakan melihat. Apakah semua diskusi di sini memiliki data statistik arahat jaman Sang Buddha, jumlah bhikkhu yang ada dan tentang nibbana?. Hal sepele ini memang ada datanya. Kalau tidak cermat dan sok tahu tidak akan ketemu. Silakan anda bilang data itu tidak ada ha..ha. Contoh -contoh orang frustasi dalam diskusi. Malah ada yang penasaran. Inilah beberapa data contoh kualitas umat Buddha yg turun tepat disini baru  kita saksikan tanpa harus menunggu ke BPS ha..ha.  Kalau ada yang bertanya lalu saya katakan cari di tipitaka itupun tidak salah. Ketidakpuasan batin itulah bentuk dari kualitas batin itu sendiri yang terobsesi akan suatu jawaban. Akuilah apa adanya ha...ha

 [at]  johan

Karena anda sopan maka memang benar jawabannya ke BPS nanti dan pasti ketemu jawabannya.

Ok selanjutnya terserah anda-anda semua bagaimana melihat fenomena ini . C U guys

Offline sumedha

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 42
  • Reputasi: -1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Yang pasti secara kualitas menurun dan secara kuantitas bertambah.

ada data statistik pendukung?

Silakan anda cari di BPS (Badan Pusat Statistik)

Kalau mau berdiskusi, menjawablah dengan baik. Kalau memang tidak punya bukti pendukung atau referensi, katakanlah tidak punya, jangan menggunakan kata-kata seperti itu.

memangnya kenapa? apakah diskusi anda juga baik! kalau memang saya melihat maka saya katakan melihat. Apakah semua diskusi di sini memiliki data statistik arahat jaman Sang Buddha, jumlah bhikkhu yang ada dan tentang nibbana?. Hal sepele ini memang ada datanya. Kalau tidak cermat dan sok tahu tidak akan ketemu. Silakan anda bilang data itu tidak ada ha..ha. Contoh -contoh orang frustasi dalam diskusi. Malah ada yang penasaran. Inilah beberapa data contoh kualitas umat Buddha yg turun tepat disini baru  kita saksikan tanpa harus menunggu ke BPS ha..ha.  Kalau ada yang bertanya lalu saya katakan cari di tipitaka itupun tidak salah. Ketidakpuasan batin itulah bentuk dari kualitas batin itu sendiri yang terobsesi akan suatu jawaban. Akuilah apa adanya ha...ha

 [at]  johan

Karena anda sopan maka memang benar jawabannya ke BPS nanti dan pasti ketemu jawabannya.

Ok selanjutnya terserah anda-anda semua bagaimana melihat fenomena ini . C U guys

Bro Gurkha,

terlihat jelas di sini, andalah yg frustasi.
bacalah data valid yg diberikan Bro Upasaka pada reply #90. jelas bahwa secara kuantitas pun umat Buddha merosot berlawanan dengan statement anda bahwa secara kuantitas meningkat.
statistik mengenai Nibbana? di sinilah terlihat bahwa anda sudah frustasi.  ilmu statistik berhubungan dengan angka2, apakah anda menanyakan jumlah Nibbana? kalau jumlah Arahat mungkin masih bisa di-statistik-kan, tapi sayangnya itu OOT.

jika anda menenangkan diri sejenak mungkin anda akan bisa berdiskusi dengan lebih baik.
« Last Edit: 06 May 2010, 06:12:16 PM by sumedha »

Offline Mr. pao

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 792
  • Reputasi: 29
  • KeperibadianMuYanGakuSuka
Disaat seorang Pemuda memikir bagaimana menambah umat Buddha di Indonesia, Sang Guru menjawab :
"Jangan kamu kira umat Buddha banyak itu baik, makin banyak umat, masalah yang muncul akan semakin banyak"
Hal ini memberikan sebuah pemahaman kepada pemuda, lebih baik sidikit dan berkualitas ketimbang banyak tapi membawa nama buruk agama Buddha.
Jika ada yang menampar pipi kananku aku akan segera memberikan pipi kirinya telapak kananku, karena dengan demikian hutang karma kita akan segera selesai ditempat. ;D

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Disaat seorang Pemuda memikir bagaimana menambah umat Buddha di Indonesia, Sang Guru menjawab :
"Jangan kamu kira umat Buddha banyak itu baik, makin banyak umat, masalah yang muncul akan semakin banyak"
Hal ini memberikan sebuah pemahaman kepada pemuda, lebih baik sidikit dan berkualitas ketimbang banyak tapi membawa nama buruk agama Buddha.

siapakah sang guru tsb ?
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline andrew

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 568
  • Reputasi: 22
tercatat di badan sensus pada tahun 2000 merosot dari tahun 1990. Sebagian besar dipengaruhi karena disahkannya Agama Konghuchu, sehingga ada sebagian besar penganut Agama Buddha yang mencatat ulang agamanya menjadi Agama Konghuchu.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Agama_di_Indonesia



bukannya tahun 2000, agama konghucu belum disahkan ?



Setahu saya, sensus nasional diadakan setiap sepuluh tahun sekali. Karena itu saya agak bingung kalau Bro gurkha bisa memastikan bahwa jumlah umat Buddha merosot. Sebab saya sendiri tidak tahu bagaimana hasil statistik dari sensus tahun 2010 ini, sedangkan sensus saja belum selesai sampai detik ini.

Dan yang saya tahu juga, BPS tidak bisa mengadakan "sensus kualitas umat Buddha". Ini hal kedua yang agak membingungkan.   

saya baca komentar di blognya ratnakumaro...
 
katanya menurut data BPS umat buddha 11 juta... perkiraanku ini salah data deh...
3 juta aja kayaknya udah kebanyakan...

Offline Mr. pao

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 792
  • Reputasi: 29
  • KeperibadianMuYanGakuSuka
Disaat seorang Pemuda memikir bagaimana menambah umat Buddha di Indonesia, Sang Guru menjawab :
"Jangan kamu kira umat Buddha banyak itu baik, makin banyak umat, masalah yang muncul akan semakin banyak"
Hal ini memberikan sebuah pemahaman kepada pemuda, lebih baik sidikit dan berkualitas ketimbang banyak tapi membawa nama buruk agama Buddha.

siapakah sang guru tsb ?
Siapa Sang Guru tidak penting yang penting inti dari kata2 beliau.
Pemuda ini juga (mungkin) seperti teman2 yang ada disini, selalu berharap umat Buddha cepat2 bertambah banyak, ini merupakan suatu kebanggaan bagi umat Buddha, tetapi ketika masalah umat buddha muncul dimana-mana, umat Buddha yang banyak sudah tidak bisa kita banggakan lagi.
Percakapan ini tidak lebih dari 1/2 tahu.
Jika ada yang menampar pipi kananku aku akan segera memberikan pipi kirinya telapak kananku, karena dengan demikian hutang karma kita akan segera selesai ditempat. ;D

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
duh ribut gini untuk urusan sepele ingat aturan tidak tertulis sabar sabar yahh jangan sampai kepanasaan nanti overheating meludek lagi dah.

sebenarnya tidak hanya konghucu tapi ingat sebenarnya masyarakat kita lebih dekat dengan tridharma kenapa soalnya tidak repot tinggal tung tung cep (entah setahun sekali) lalu kembali ke kesibukan nya masing masing.

seperti hari ini ulang tahun ma co po di vihara dewi samudra (dijakarta) dimana tah anggota sangha nya atau setidak nya Pandita Buddha(romo)? bagaimana pun tuh vihara dewi samudra ada patung Buddha nya, dan sebelah kanan dalam ada khusus altar Buddha dan ruangan nya. 

bahkan tadi ada umat yang mau sembahyang tapi lagi kedatangan tamu tak di undang(biasa dateng bulan) tidak berani masuk kedalam vihara dewi samudra dan jadi nya bertanya ke pengurus yang lebih tua tapi tetap tidak masuk kedalam dan sembahyang.( tentu saja aku tutup mulut wong baru pertama kali dateng ke vihara dewi samudra ini, nanti sok pintar lagi coba kalau ada pandita nya kan bisa di terangkan yang sebenarnya)
« Last Edit: 06 May 2010, 07:36:49 PM by daimond »

Offline Mr.Jhonz

  • Sebelumnya: Chikennn
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.164
  • Reputasi: 148
  • Gender: Male
  • simple life
kalo di kampung halaman(kalimantan barat) agama buddha(baca;buddhism) sulit berkembang dikarenakan pendidikan mayoritas warga disana masih tertinggal,di sisi lain agama buddha adalah agama yg berdasarkan pemahaman/pengertian bukan cuma iman semata..nah,jadi untuk menyebarkan ajaran buddha disana mengalami kendala KOMUNIKASI,tahu sendiri kan,teory2 buddhism yg mengunakan bahasa2 mendalam,bahasa teknis,dan bahasa inggris.
IRONISnya,agama buddha di kalimantan barat menduduki posisi ke dua terbesar di kal-bar ;D <= berdasarkan data Ya :))
buddha; "berjuanglah dengan tekun dan perhatian murni"

Offline gurkha

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 25
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Yang pasti secara kualitas menurun dan secara kuantitas bertambah.

ada data statistik pendukung?

Silakan anda cari di BPS (Badan Pusat Statistik)

Kalau mau berdiskusi, menjawablah dengan baik. Kalau memang tidak punya bukti pendukung atau referensi, katakanlah tidak punya, jangan menggunakan kata-kata seperti itu.

memangnya kenapa? apakah diskusi anda juga baik! kalau memang saya melihat maka saya katakan melihat. Apakah semua diskusi di sini memiliki data statistik arahat jaman Sang Buddha, jumlah bhikkhu yang ada dan tentang nibbana?. Hal sepele ini memang ada datanya. Kalau tidak cermat dan sok tahu tidak akan ketemu. Silakan anda bilang data itu tidak ada ha..ha. Contoh -contoh orang frustasi dalam diskusi. Malah ada yang penasaran. Inilah beberapa data contoh kualitas umat Buddha yg turun tepat disini baru  kita saksikan tanpa harus menunggu ke BPS ha..ha.  Kalau ada yang bertanya lalu saya katakan cari di tipitaka itupun tidak salah. Ketidakpuasan batin itulah bentuk dari kualitas batin itu sendiri yang terobsesi akan suatu jawaban. Akuilah apa adanya ha...ha

 [at]  johan

Karena anda sopan maka memang benar jawabannya ke BPS nanti dan pasti ketemu jawabannya.

Ok selanjutnya terserah anda-anda semua bagaimana melihat fenomena ini . C U guys

Bro Gurkha,

terlihat jelas di sini, andalah yg frustasi.
bacalah data valid yg diberikan Bro Upasaka pada reply #90. jelas bahwa secara kuantitas pun umat Buddha merosot berlawanan dengan statement anda bahwa secara kuantitas meningkat.
statistik mengenai Nibbana? di sinilah terlihat bahwa anda sudah frustasi.  ilmu statistik berhubungan dengan angka2, apakah anda menanyakan jumlah Nibbana? kalau jumlah Arahat mungkin masih bisa di-statistik-kan, tapi sayangnya itu OOT.

jika anda menenangkan diri sejenak mungkin anda akan bisa berdiskusi dengan lebih baik.

Ada yang sewot dan ada yang sedang berbicara ya. ha..ha

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
sebenarnya kemerosotan agama Buddha ini sudah takdir gitu lohh yang sekarang melek tentang dhammacakapavatana sutta saja dapetnya kebanyakan dari bangku sekolah.

ketika bhante Ashin hidup kita bisa melihat banyak perubahan dari namanya kelenteng (tepekong)jadi bernama vihara sayang nya sebelum semua nya rampung menjadi satu di bawah payung Buddha telah terjadi perpecahan di dalam nya hingga timbul tindakan pemurniaan yang terlalu dini sekali, akibatnya munculah yang sekarang klita kenal sebagai tridharma, konfusiu dsb.  jadi ini namanya takdir.
« Last Edit: 06 May 2010, 07:59:46 PM by daimond »

Offline sumedha

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 42
  • Reputasi: -1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Yang pasti secara kualitas menurun dan secara kuantitas bertambah.

ada data statistik pendukung?

Silakan anda cari di BPS (Badan Pusat Statistik)

Kalau mau berdiskusi, menjawablah dengan baik. Kalau memang tidak punya bukti pendukung atau referensi, katakanlah tidak punya, jangan menggunakan kata-kata seperti itu.

memangnya kenapa? apakah diskusi anda juga baik! kalau memang saya melihat maka saya katakan melihat. Apakah semua diskusi di sini memiliki data statistik arahat jaman Sang Buddha, jumlah bhikkhu yang ada dan tentang nibbana?. Hal sepele ini memang ada datanya. Kalau tidak cermat dan sok tahu tidak akan ketemu. Silakan anda bilang data itu tidak ada ha..ha. Contoh -contoh orang frustasi dalam diskusi. Malah ada yang penasaran. Inilah beberapa data contoh kualitas umat Buddha yg turun tepat disini baru  kita saksikan tanpa harus menunggu ke BPS ha..ha.  Kalau ada yang bertanya lalu saya katakan cari di tipitaka itupun tidak salah. Ketidakpuasan batin itulah bentuk dari kualitas batin itu sendiri yang terobsesi akan suatu jawaban. Akuilah apa adanya ha...ha

 [at]  johan

Karena anda sopan maka memang benar jawabannya ke BPS nanti dan pasti ketemu jawabannya.

Ok selanjutnya terserah anda-anda semua bagaimana melihat fenomena ini . C U guys

Bro Gurkha,

terlihat jelas di sini, andalah yg frustasi.
bacalah data valid yg diberikan Bro Upasaka pada reply #90. jelas bahwa secara kuantitas pun umat Buddha merosot berlawanan dengan statement anda bahwa secara kuantitas meningkat.
statistik mengenai Nibbana? di sinilah terlihat bahwa anda sudah frustasi.  ilmu statistik berhubungan dengan angka2, apakah anda menanyakan jumlah Nibbana? kalau jumlah Arahat mungkin masih bisa di-statistik-kan, tapi sayangnya itu OOT.

jika anda menenangkan diri sejenak mungkin anda akan bisa berdiskusi dengan lebih baik.

Ada yang sewot dan ada yang sedang berbicara ya. ha..ha

tepatnya ... ada yg frustasi dan panik setengah mati

Offline Shining Moon

  • Sebelumnya: Yuri-chan, Yuliani Kurniawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.148
  • Reputasi: 131
tiap kebaktian tiap meditasi ujung2nya bilang semoga semua makhluk berbahagia. tapi baru diskusi gini udah keliatan sifatnya.
please lar.........
Life is beautiful, let's rock and roll..

Offline gurkha

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 25
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Yang pasti secara kualitas menurun dan secara kuantitas bertambah.

ada data statistik pendukung?

Silakan anda cari di BPS (Badan Pusat Statistik)

Kalau mau berdiskusi, menjawablah dengan baik. Kalau memang tidak punya bukti pendukung atau referensi, katakanlah tidak punya, jangan menggunakan kata-kata seperti itu.

memangnya kenapa? apakah diskusi anda juga baik! kalau memang saya melihat maka saya katakan melihat. Apakah semua diskusi di sini memiliki data statistik arahat jaman Sang Buddha, jumlah bhikkhu yang ada dan tentang nibbana?. Hal sepele ini memang ada datanya. Kalau tidak cermat dan sok tahu tidak akan ketemu. Silakan anda bilang data itu tidak ada ha..ha. Contoh -contoh orang frustasi dalam diskusi. Malah ada yang penasaran. Inilah beberapa data contoh kualitas umat Buddha yg turun tepat disini baru  kita saksikan tanpa harus menunggu ke BPS ha..ha.  Kalau ada yang bertanya lalu saya katakan cari di tipitaka itupun tidak salah. Ketidakpuasan batin itulah bentuk dari kualitas batin itu sendiri yang terobsesi akan suatu jawaban. Akuilah apa adanya ha...ha

 [at]  johan

Karena anda sopan maka memang benar jawabannya ke BPS nanti dan pasti ketemu jawabannya.

Ok selanjutnya terserah anda-anda semua bagaimana melihat fenomena ini . C U guys

Bro Gurkha,

terlihat jelas di sini, andalah yg frustasi.
bacalah data valid yg diberikan Bro Upasaka pada reply #90. jelas bahwa secara kuantitas pun umat Buddha merosot berlawanan dengan statement anda bahwa secara kuantitas meningkat.
statistik mengenai Nibbana? di sinilah terlihat bahwa anda sudah frustasi.  ilmu statistik berhubungan dengan angka2, apakah anda menanyakan jumlah Nibbana? kalau jumlah Arahat mungkin masih bisa di-statistik-kan, tapi sayangnya itu OOT.

jika anda menenangkan diri sejenak mungkin anda akan bisa berdiskusi dengan lebih baik.

Ada yang sewot dan ada yang sedang berbicara ya. ha..ha

tepatnya ... ada yg frustasi dan panik setengah mati

Tahu saja dan ternyata anda mengaku kalau itu adalah anda sendiri
« Last Edit: 06 May 2010, 08:02:34 PM by gurkha »

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
tidak boleh terlalu cepat nyamber nya memang listrik kali yahh, semuanya yang di atas mesti tunggu 3 posting orang lain sehabis wa.