Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Merosotnya Jumalah Umat Buddha di Indonesia: Siapa yang perlu Bertanggungjawab?  (Read 39156 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Hendra Susanto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
hmm... ko saudara fabian makannya apa sich?? kok sakti bener haa??

Offline andrew

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 568
  • Reputasi: 22
^
 bro di tetangga ada penawaran cinta kas8ih tanpa batas loh dr tuhan nya :)) apapun salah mu kalau sudah tobat n menerima mr J anda masuk surga :))


:)

kata kata " apapun salahmu kalo sudah tobat n menerima mr J anda akan masuk surga"

ini mengingatkanku pada kata kata ajahn brahm :)

apapun yang kamu lakukan ... pintu hatiku selalu terbuka untukmu :)


memang keduanya berbicara tentang kasih...

tapi keduanya kemudian berkembang ke arah yang berbeda...

yang satu penekanannya menjadi dikasihi...
yang satu lagi penekanannya menjadi mengasihi ...:)


Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Beberapa waktu lalu, saya mendapt e-mail yang menyebutkan bahwa jumlah statistik umat Buddha telah merosot. Saya tidak ingat secara pasti jumlahnya. Yang menjadi pertanyaan:
1. Siapakah yang perlu bertanggungjawab atas kemerosotan itu?
2. Apakah sebab-sebab kemerosotan itu?
3. Apakah atau bagaimana caranya agar kita tetap dapat mempertahankan jumlah umat Buddha di Indonesia?
Thanks

1. umat Buddha yang merasa dirinya tercerahkan.
2. anicca
3. segala sesuatu yang berkondisi suatu saat akan lenyap dan muncul kembali.
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline andrew

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 568
  • Reputasi: 22


Kalau terlalu lebar membahas perihal ini juga ujung-ujungnya malah meruncingkan perbedaan pandangan antar aliran. Tapi hal ini sebenarnya menarik, karena dari perbedaan intepretasi ini pula; maka seseorang bisa beralih keyakinan.

yang saya alami setelah keluar melongok tradisi lain...  saya tidak merasakan suatu pertentangan... dimana satu tradisi dianggap benar dang yang lain salah...

saya lebih melihat setiap tradisi mempunyai penekanan yang berbeda, dari keseluruhan ajaran Buddha...
jadi bukannya yang satu memiliki kekurangan ...

saya tidak mengatakan theravada kurang... :) didalam theravada lengkap.... :) cuma mungkin dalam pembabaran cenderung lebih ditekankan pada satu sisi... misalnya theravada menekankan sisi arahat...
bukan berari threvada tidak ada jalan bodhisattva...    di theravada ada juga kan jalan bodhisattva...

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
lah  para anggota sangha mesti rajin melakukan penampakan di muka umum agar orang buddha ktp juga jadi tahu mana sih anggotta sangha yang sebenarnya dan ketika penampakan itu terjadi maka orang orang yang tidak mengerti itu mungkin akan bertanya tanya seperti apakah Budhisme yang saya anut.  Juga bisa menjadi buffer shock bagi agama lain dan umat nya.

Penampakan di muka umum seperti pindapata yang di lakukan sangha theravada pada tanggal 16 mei ini di kota (jakarta) dalam rangka hari tri suci waisak. Alangkah baiknya bila pindapatta tersebut di laksanakan tidak hanya oleh sangha theravada saja.
« Last Edit: 04 May 2010, 08:27:16 PM by daimond »

Offline fabian c

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.095
  • Reputasi: 128
  • Gender: Male
  • 2 akibat pandangan salah: neraka atau rahim hewan
hmm... ko saudara fabian makannya apa sich?? kok sakti bener haa??

Maksudnya...?   :hammer:   
Tiga hal ini, O para bhikkhu dilakukan secara rahasia, bukan secara terbuka.
Bercinta dengan wanita, mantra para Brahmana dan pandangan salah.

Tiga hal ini, O para Bhikkhu, bersinar secara terbuka, bukan secara rahasia.
Lingkaran rembulan, lingkaran matahari serta Dhamma dan Vinaya Sang Tathagata

Offline Mr. Wei

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.074
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
Pengaruh budaya instan dan praktis juga...

Di agama sebelah kan praktis, mau damai? Akui tuhanmu. Mau bahagia? Pujilah tuhanmu. Mau sejahtera selama-selamanya? Cintailah tuhanmu

Di agama kita, mau damai? Sejuta teori keluar, seabrek sutta dipaparkan. Mau bahagia? Sejuta teori filosofis keluar. Bahagia adalah tidak mengejar bahagia, bla bla bla. Mau sejahtera selama-lamanya? Hapuskanlah 'aku'.

Yang gw bingung, semua ke-ribed-an ini memang muncul dari Buddhanya langsung (karena ajaran Dhamma yang konon katanya begitu luhurnya) atau karena ulah manusia yang sok ribed? Nanya sedikit aja dijawabnya langsung berfilosofi-filosofi ria.

Seseorang yang sedang sedih, ketika berhadapan dengan seorang kristiani, maka ia akan mengatakan, "bersukacitalah, tuhan sebenarnya terus bersamamu. Cintailah dia maka engkau akan bahagia." Simple.

Tapi kalau berhadapan dengan yang buddhis, maka jawabannya, "Inilah dukkha, dukkha, dukkha. Maka itu hapuskanlah egomu, lepaskanlah keinginanmu, bla bla bla." Malah bikin makin nelangsa.

Offline Mr. pao

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 792
  • Reputasi: 29
  • KeperibadianMuYanGakuSuka
Pengaruh budaya instan dan praktis juga...

Di agama sebelah kan praktis, mau damai? Akui tuhanmu. Mau bahagia? Pujilah tuhanmu. Mau sejahtera selama-selamanya? Cintailah tuhanmu

Di agama kita, mau damai? Sejuta teori keluar, seabrek sutta dipaparkan. Mau bahagia? Sejuta teori filosofis keluar. Bahagia adalah tidak mengejar bahagia, bla bla bla. Mau sejahtera selama-lamanya? Hapuskanlah 'aku'.

Yang gw bingung, semua ke-ribed-an ini memang muncul dari Buddhanya langsung (karena ajaran Dhamma yang konon katanya begitu luhurnya) atau karena ulah manusia yang sok ribed? Nanya sedikit aja dijawabnya langsung berfilosofi-filosofi ria.

Seseorang yang sedang sedih, ketika berhadapan dengan seorang kristiani, maka ia akan mengatakan, "bersukacitalah, tuhan sebenarnya terus bersamamu. Cintailah dia maka engkau akan bahagia." Simple.

Tapi kalau berhadapan dengan yang buddhis, maka jawabannya, "Inilah dukkha, dukkha, dukkha. Maka itu hapuskanlah egomu, lepaskanlah keinginanmu, bla bla bla." Malah bikin makin nelangsa.

Kalo di Buddhisme, kebahagiaannya ditemukan dalam diri sendiri, tapi berbeda dengan tetangga, kalo  kebahagiaannya umat tetangga  justru condong didapatkan dari luar dirinya. Bahkan ada  tetangga bahagia apabila melihat umat bada agamanya menderita. Syukurlah pemikiran umat Buddha tidak demikian.

Saya melihat banyaknya tetangga kita dengan bersemangat mengunjungi si A untuk mengajak mereka bergabung pada kepercayaannya, dengan menawarkan bantuan tertentu. Bagi si A yang lagi down, bantuan yang mendadak datang tentu saja membuat si A simpati terhadap "kawan barunya." Disaat kawan barunya meminta untuk kesaksian di depan umum, "apakah anda merasa hidupnya ada perubahan setelah bergabung dengan keyakinan ini ?" Tentu saja si A tidak akan mengeluh didepan umum dan akan memberikan kalimat yang baik2 saja. Disini kawan2 yang mendengarnya akan merasa senang karena orang ini berbahagia atas pilihan agamanya. dan setelah mendengar kesaksian ini, mereka akan menyambung lidah, si A telah bergabung dan kini telah bahagia hidupnya. sehingga kesannya terdapat banyak keunggulan di agama ini. Apakah si A benar2 bahagia? Itu tidak masalah!!!  :)) :)) :))

Bagi Mr. Wei mengangap kalo nasihat dalam Buddhisme selalu memberikan filosofi dan nasihat kaku "ini lah dukkha, dukkha, dan dukkha" itu karena yang menasihati Mr. Wei itu orangnya kutu buku dan kurang pengalaman dalam memberikan nasihat. Tetapi, Hal ini sangat berbeda dengan mereka yang memahami dan mengerti masalah hidup dan kehidupan.

Ada sebuah cerita :
Seorang pedagang kekayaannya ditipu habis oleh orang kepercayaannya, semua miliknya habis ditipu orang tersebut.  yang dia miliki hanya tinggal pakaian yang menempel di tubuhnya.
Dia pergi ke Bhikkhu meditasi dan menangisi nasibnya,
"habis sudah bhante, segala-galanya sudah habis, tidak ada sisa apapun bagi saya............"
Bhikkhu ini dengan tenang balik menanya:
"Saudara masih hidup?" "Ya bhante"
"saudara masih sehat?" "masih sehat bhante"
"NAH, IITULAH SEGALA-GALANYA"

Nasihat ini membuka pikiran dan harapan bagi si pedagang dan menghapus "dukkha" yang di hati serta memberikan semangat hidupnya kembali, tidak perlu filosofi dan sutta yang panjang lebar koq.  ;D ;D ;D
Jika ada yang menampar pipi kananku aku akan segera memberikan pipi kirinya telapak kananku, karena dengan demikian hutang karma kita akan segera selesai ditempat. ;D

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
yang saya alami setelah keluar melongok tradisi lain...  saya tidak merasakan suatu pertentangan... dimana satu tradisi dianggap benar dang yang lain salah...

saya lebih melihat setiap tradisi mempunyai penekanan yang berbeda, dari keseluruhan ajaran Buddha...
jadi bukannya yang satu memiliki kekurangan ...

saya tidak mengatakan theravada kurang... :) didalam theravada lengkap.... :) cuma mungkin dalam pembabaran cenderung lebih ditekankan pada satu sisi... misalnya theravada menekankan sisi arahat...
bukan berari threvada tidak ada jalan bodhisattva...    di theravada ada juga kan jalan bodhisattva...

Saya juga tidak bermaksud menyatakan tradisi ini lebih, tradisi itu kurang. Sejauh ini saya berusaha realistis. Semakin lama saya mendalami inti ajaran di aliran Buddhisme masing-masing, yang saya temukan adalah makin kontrasnya perbedaan pandangan di antara masing-masing. Di saat banyak orang yang berusaha mendengungkan persamaan dan simbiosis mutualisme (saling melengkapi) di antara aliran Buddhis, saya justru dengan konsisten melihat bahwa setiap aliran Buddhisme adalah tidak sama.

Namun saya tidak ingin makin meruncingkan perbedaan ini sehingga terjadi konflik psikis apalagi fisik.:)

Kembali ke topik permasalahan, bahwa dikatakan jumlah umat Buddha di Indonesia merosot; saya agak ragu dengan kesimpulan ini. Soalnya kalau kita lihat di lingkungan Indonesia, yang disebut sebagai Agama Buddha adalah sangat banyak; sedangkan dalam dunia internasional, yang diakui sebagai Buddhisme hanyalah tiga aliran mainstream. Selain itu, sejak masa pemerintahan Gus Dur sebagai Presiden Republik Indonesia, kepercayaan Konghuchu sudah diakui sebagai agama yang sah. Hal ini mungkin memberi pengaruh signifikan bagi masyarakat Indonesia yang semula tercatat sebagai umat dari Agama Buddha untuk dicatat ulang sebagai umat dari Agama Konghuchu.

Offline gurkha

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 25
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Yang pasti secara kualitas menurun dan secara kuantitas bertambah.

Offline sumedha

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 42
  • Reputasi: -1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Yang pasti secara kualitas menurun dan secara kuantitas bertambah.

ada data statistik pendukung?

Offline Johsun

  • Sebelumnya Jhonson
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.503
  • Reputasi: -3
  • Gender: Male
  • ??
umat buddha scra ktp? atau umat buddha scra moral?
CMIIW.FMIIW.

Offline andrew

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 568
  • Reputasi: 22
yang saya alami setelah keluar melongok tradisi lain...  saya tidak merasakan suatu pertentangan... dimana satu tradisi dianggap benar dang yang lain salah...

saya lebih melihat setiap tradisi mempunyai penekanan yang berbeda, dari keseluruhan ajaran Buddha...
jadi bukannya yang satu memiliki kekurangan ...

saya tidak mengatakan theravada kurang... :) didalam theravada lengkap.... :) cuma mungkin dalam pembabaran cenderung lebih ditekankan pada satu sisi... misalnya theravada menekankan sisi arahat...
bukan berari threvada tidak ada jalan bodhisattva...    di theravada ada juga kan jalan bodhisattva...

Saya juga tidak bermaksud menyatakan tradisi ini lebih, tradisi itu kurang. Sejauh ini saya berusaha realistis. Semakin lama saya mendalami inti ajaran di aliran Buddhisme masing-masing, yang saya temukan adalah makin kontrasnya perbedaan pandangan di antara masing-masing. Di saat banyak orang yang berusaha mendengungkan persamaan dan simbiosis mutualisme (saling melengkapi) di antara aliran Buddhis, saya justru dengan konsisten melihat bahwa setiap aliran Buddhisme adalah tidak sama.

Namun saya tidak ingin makin meruncingkan perbedaan ini sehingga terjadi konflik psikis apalagi fisik.:)


ketika saya melihat yang tampak dipermukaan... berbagai aliran agama buddha terlihat kontras...
baik dalam hal pernak pernik ritualnya...  atau kisah -kisah sutra/ sutta nya...
kadang terlihat bertolak belakang..

tapi ketika saya masuk ke intinya... semuanya menjadi sama...

semuanya bertujuan meluluhlantakan ego


ya... semisal ego kita ini seperti sebuah kota... yang dikelilingi dengan tembok benteng yang kuat...

ajaran Buddha secara keseluruhan adalah strategi lengkap untuk menaklukan kota ini...

sedangkan tiap aliran mempunyai penekanan yang berbeda...

ada yang menekankan menggempur benteng di bagian utara... ada yang menekankan menggempur benteng di bagian selatan... dan sebagainya...

setiap aliran mempunyai penekanan dalam metode/strategi yang berbeda...

tapi tujuan intinya sama...  menaklukan kota ego yang dikelilingi benteng yang kuat...

Offline Nevada

  • Sebelumnya: Upasaka
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.445
  • Reputasi: 234
ketika saya melihat yang tampak dipermukaan... berbagai aliran agama buddha terlihat kontras...
baik dalam hal pernak pernik ritualnya...  atau kisah -kisah sutra/ sutta nya...
kadang terlihat bertolak belakang..

tapi ketika saya masuk ke intinya... semuanya menjadi sama...

semuanya bertujuan meluluhlantakan ego


ya... semisal ego kita ini seperti sebuah kota... yang dikelilingi dengan tembok benteng yang kuat...

ajaran Buddha secara keseluruhan adalah strategi lengkap untuk menaklukan kota ini...

sedangkan tiap aliran mempunyai penekanan yang berbeda...

ada yang menekankan menggempur benteng di bagian utara... ada yang menekankan menggempur benteng di bagian selatan... dan sebagainya...

setiap aliran mempunyai penekanan dalam metode/strategi yang berbeda...

tapi tujuan intinya sama...  menaklukan kota ego yang dikelilingi benteng yang kuat...


:)

Ada pendapat mengenai tiga pertanyaan yang diajukan oleh TS?

Offline gurkha

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 25
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Yang pasti secara kualitas menurun dan secara kuantitas bertambah.

ada data statistik pendukung?

Silakan anda cari di BPS (Badan Pusat Statistik)