Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Ajahn Brahm dikucilkan karena melakukan penahbisan Bhikkhuni di Australia  (Read 54880 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.666
  • Reputasi: 189
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: Ajahn Brahm dikucilkan karena melakukan penahbisan Bhikkhuni di Australia
« Reply #75 on: 17 December 2009, 09:21:30 AM »
IMO

Secara hati nurani memang kasihan, dan ada kesetaraan hak wanita untuk menjadi bhikkhuni.

Hanya dan seharusnya dalam organisasi Sangha , anggota sangha mengikuti keputusan mufakat organisasi sangha tersebut. Kesolidan Sangha diperlukan daripada terlihat terpecah. Perbedaan pendapat wajar2 saja. Hanya dan seharusnya dicari jalan tengah.

Apalagi sesepuh2 itu patut dihormati. Hal ini memang dilema. Tetapi jika saja untuk menjaga vinaya secara ortodox dan munculnya aspirasi sangha bhikkhuni maka sebenarnya jalan tengah ini sudah ada. Sehingga bhikkhu ortodox merasa vinayanya terjaga , dan wanita pun bisa menjalankan sila kebhikhunian jika diinginkan. Dan ini sudah berlangsung di Thailand, Myanmar maupun Srilanka sekalipun .

Bhikkuni ataupun bhikkhu adalah atribut sarana berlatih, hanya yg perlu dipikirkan kedepan, apakah mungkin tanpa atribut kebhikkhunian, seorang yang menjalani sila kebhikkhunian dapat diperlakukan sama, misal memiliki monastry khusus wanita dan tetap dalam perlindungan sangha bhikkhu. Sebenarnya ini masalah koordinasi penggunaan atribut entah itu bhikkhuni, mae chee, atau sayalay dsb.

Pertanyaannya apakah pelanggaran vinaya penahbisan ini apakah dapat menghambat perkembangan batin seseorang atau tidak? Yang pasti kontroversi jawabannya ;D  Secara pribadi saya melihat alasan lineage terputus adalah klise. Kecuali sudah diteliti secara ilmiah ilmu sejarah dan Arahat melalui abinna menyatakan "ya lineagenya putus".

Saya sempat berpikir juga sebenarnya ajaran yang dipertahankan atau tradisi yang dipertahankan atau ego yg dipertahankan dengan mengatasnamakan vinaya?. Sebenarnya hanya masalah koordinasi dan kesaling pengertian saja. Hal ini sederhana hanya dibuat menjadi complicated.








« Last Edit: 17 December 2009, 09:28:08 AM by bond »
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline exam

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 533
  • Reputasi: 9
Re: Ajahn Brahm dikucilkan karena melakukan penahbisan Bhikkhuni di Australia
« Reply #76 on: 17 December 2009, 09:35:20 AM »
lepas jubah.. waw.. kok pembahasan nya sampai di sini, lepas jubah berarti jd perumah tangga, knp.. org langsung lihat tubuh sehat, baju bagus, kenapa ga kerja saja? tidak ada lagi dana dari umat, maka mau tidak mau mereka harus menghidupi dri mereka sendiri, dgn menjual dhamma atau apa pun

jubah itu salah satu attribut..yah betul, dalam cerita2 buddhist, jubah kuning salah satu tanda org suci/  org yg sedang melatih diri mencapai kesucian...
melepas itu, maka tidak ada bedanya dgn org biasa

Bro Ronald
jubah kuning salah satu tanda
tapi gak berjubah bukan berarti orang biasa lho
ada jaminan kalo gak kuliah gak bisa jadi lebih pinter ?
yg penting kan batin dan tindakannya
pertapa gak hrs berjubah, berkumpul bersama sangha dan punya "kartu sangha"

jangan lupa orang pinter sebelum ada universitas
bukan setelah ada universitas baru ada orang pinter

sebelum ada sekolah kedokteran, udah banyak "dokter"

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: Ajahn Brahm dikucilkan karena melakukan penahbisan Bhikkhuni di Australia
« Reply #77 on: 17 December 2009, 09:42:03 AM »
lepas jubah.. waw.. kok pembahasan nya sampai di sini, lepas jubah berarti jd perumah tangga, knp.. org langsung lihat tubuh sehat, baju bagus, kenapa ga kerja saja? tidak ada lagi dana dari umat, maka mau tidak mau mereka harus menghidupi dri mereka sendiri, dgn menjual dhamma atau apa pun

jubah itu salah satu attribut..yah betul, dalam cerita2 buddhist, jubah kuning salah satu tanda org suci/  org yg sedang melatih diri mencapai kesucian...
melepas itu, maka tidak ada bedanya dgn org biasa

Bro Ronald
jubah kuning salah satu tanda
tapi gak berjubah bukan berarti orang biasa lho
ada jaminan kalo gak kuliah gak bisa jadi lebih pinter ?
yg penting kan batin dan tindakannya
pertapa gak hrs berjubah, berkumpul bersama sangha dan punya "kartu sangha"

jangan lupa orang pinter sebelum ada universitas
bukan setelah ada universitas baru ada orang pinter

sebelum ada sekolah kedokteran, udah banyak "dokter"


Maksudnya, kalau ga pakai atribut "Sangha", memangnya ada yang mau dana makanan?
Kalau suruh cari duit sendiri, maka bagaimana latihannya? Akhirnya jadi sama saja dengan umat awam, bukan?


Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.666
  • Reputasi: 189
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: Ajahn Brahm dikucilkan karena melakukan penahbisan Bhikkhuni di Australia
« Reply #78 on: 17 December 2009, 09:50:53 AM »
 [at]  kainyn

Nah itu dia, apakah seorang wanita yg menjalankan sila kebhikhunian(tanpa atribut bhikkhuni) bisa mendapat perlakuan sama seperti sangha bhikkhu. ?
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline purnama

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.309
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
Re: Ajahn Brahm dikucilkan karena melakukan penahbisan Bhikkhuni di Australia
« Reply #79 on: 17 December 2009, 10:02:31 AM »
Kemarin saya baru ngobrol dengan salah satu bhikuni termuka aliran mahayana, kayak harus disampaikan satu hal, dalam lingkungan mahayana memang adanya perkumpulan Sangha bhikuni, tapi, tidak berdiri lepas atau sederajat, tapi masih dibawah ruang lingkup sangha Bhiku pria. Seperti beberapa prosesi upacara tertentu, sangha bhikuni itu dibelakang sangha bhiku pria bahkan masih dibelakang samanera pria.

Pada masa lampau sebelum didengungkannya emansipasi wanita, Pada dasarnnya Sangha Bhikuni itu masih dibawah Sangha pria, menurut peraturan vinaya, Saya rasa saya setuju dengan Gachapin satu hal bahwa peraturan sangha Wanita itu jauh lebih banyak daripada prianya.

Saya rasa saya sepandangan dengan bro luis, masalah vinaya sebenarnya garis besar sama setiap aliran, hanya ada penambahan -penambahan tertentu di setiap aliran memang itu ada apa adanya, saya rasa apa yang dilakukan ajahn bram itu sulit dipecahkan, karena adanya melihat kondisi sekarang yang memiliki peraturan kesamaan gender, didengungkan pada era sekarang.

Satu hal lagi saya berdiskusi sama teman saya satu hal, kesamaan gender bukan dari agama manapun, tapi dari pernyataan PBB, diagama manapun wanita posisinya rendah dari pria, hanya jaman sekarang dari perjuangan emansipasi didengungkan oleh PBB

Offline purnama

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.309
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
Re: Ajahn Brahm dikucilkan karena melakukan penahbisan Bhikkhuni di Australia
« Reply #80 on: 17 December 2009, 10:08:09 AM »
[at]  kainyn

Nah itu dia, apakah seorang wanita yg menjalankan sila kebhikhunian(tanpa atribut bhikkhuni) bisa mendapat perlakuan sama seperti sangha bhikkhu. ?

Tidak mungkinkan bro, aliran budhis manapun, tidak bisa melakukan seperti itu. ada beberapa hal saya mesti beritahu, mungkin agak menjelimet :)

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.666
  • Reputasi: 189
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: Ajahn Brahm dikucilkan karena melakukan penahbisan Bhikkhuni di Australia
« Reply #81 on: 17 December 2009, 10:19:38 AM »
[at]  kainyn

Nah itu dia, apakah seorang wanita yg menjalankan sila kebhikhunian(tanpa atribut bhikkhuni) bisa mendapat perlakuan sama seperti sangha bhikkhu. ?

Tidak mungkinkan bro, aliran budhis manapun, tidak bisa melakukan seperti itu. ada beberapa hal saya mesti beritahu, mungkin agak menjelimet :)

Ya, saya mengerti memang masih dibawah sangha bhikkhu, yang saya maksudkan pernyataan diatas adalah mendapatkan haknya sebagai bhikkhuni  sehubungan tulisan kainyn, misal dapat dana makanan, tidak perlu cari duit sehingga menunjang latihan, sekalipun hasil latihan tidak bergantung pada hal2 itu tapi sedikit banyak menunjang.

Soalnya saya denger mae chee di Thailand mesti masak dan ada tabungan sendiri, karena adanya kemungkinan kondisi yg tidak memungkinkan menjadi bhikkhuni. Ini lah yg saya maksudkan haknya sebagai bhikkhuni .
« Last Edit: 17 December 2009, 10:25:58 AM by bond »
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: Ajahn Brahm dikucilkan karena melakukan penahbisan Bhikkhuni di Australia
« Reply #82 on: 17 December 2009, 10:30:30 AM »
[at]  kainyn

Nah itu dia, apakah seorang wanita yg menjalankan sila kebhikhunian(tanpa atribut bhikkhuni) bisa mendapat perlakuan sama seperti sangha bhikkhu. ?

Saya tidak begitu tahu tentang ini, tetapi apa saja "keuntungan" menjadi bhikkhuni ketimbang samaneri?

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.666
  • Reputasi: 189
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: Ajahn Brahm dikucilkan karena melakukan penahbisan Bhikkhuni di Australia
« Reply #83 on: 17 December 2009, 10:36:16 AM »
Kalau samaneri adalah calon bhikkhuni sama seperti samanera. Mungkin perbedaanya dari sisi banyaknya sila yg dijalankan CMIIW
« Last Edit: 17 December 2009, 10:39:59 AM by bond »
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline luis

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 118
  • Reputasi: 22
  • Gender: Male
Re: Ajahn Brahm dikucilkan karena melakukan penahbisan Bhikkhuni di Australia
« Reply #84 on: 17 December 2009, 11:01:06 AM »
Yup banyaknya sila yang dijalankan oleh seorang bhikkhuni (311 sila) membuat mereka lebih kondusif dalam praktik dibandingkan samaneri (10 sila) atau mae chee. Walaupun dalam praktiknya, tidak sedikit dari mereka yang silanya lebih sedikit tapi berhasil merealisasikan tujuan kehidupan sucinya di kehidupan sekarang juga.

Tapi setahu saya, dari faktor support juga berbeda antara bhikkhuni dan samaneri. Tapi detailnya saya kurang tahu, ada yang tahu? Garis besarnya sih, kalau diibaratkan sebagai scholarship (beasiswa), full bhikkhuni mendapatkan beasiswa penuh sehingga mereka dalam memfokuskan 100% pada praktiknya. Sementara untuk samaneri, juga mendapatkan beasiswa tapi tidak penuh.
Do not blame nor criticise anyone, as there is no one to blame in the first place.

Offline chingik

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 924
  • Reputasi: 44
Re: Ajahn Brahm dikucilkan karena melakukan penahbisan Bhikkhuni di Australia
« Reply #85 on: 17 December 2009, 11:11:03 AM »
[at]  kainyn

Nah itu dia, apakah seorang wanita yg menjalankan sila kebhikhunian(tanpa atribut bhikkhuni) bisa mendapat perlakuan sama seperti sangha bhikkhu. ?

Saya tidak begitu tahu tentang ini, tetapi apa saja "keuntungan" menjadi bhikkhuni ketimbang samaneri?

Membandingkan keuntungan antara samaneri dan bhikkhuni sepertinya terlalu absurd. Samaneri itu adalah tahapan yang harus dilalui sebelum menjadi Bhikkuni. Ibarat sebelum menjadi Mahasiswi , seseorang harus melewati ujian saringan. Tidak mungkin ujian saringan masuk dan menjadi mahasiswi dijadikan pembanding.
 

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: Ajahn Brahm dikucilkan karena melakukan penahbisan Bhikkhuni di Australia
« Reply #86 on: 17 December 2009, 11:17:26 AM »
Kalau samaneri adalah calon bhikkhuni sama seperti samanera. Mungkin perbedaanya dari sisi banyaknya sila yg dijalankan CMIIW

Kalau hanya itu saja, seharusnya tidak masalah bukan? Bukankah Samaneri (atau siapa pun) bebas menjalankan berapa banyak pun sila yang dia mau? Jadi mengapa harus memperjuangkan "kebhikkhunian"? Atau ada hal lainnya?




Membandingkan keuntungan antara samaneri dan bhikkhuni sepertinya terlalu absurd. Samaneri itu adalah tahapan yang harus dilalui sebelum menjadi Bhikkuni. Ibarat sebelum menjadi Mahasiswi , seseorang harus melewati ujian saringan. Tidak mungkin ujian saringan masuk dan menjadi mahasiswi dijadikan pembanding.

Lalu apa yang diperjuangkan? Status belaka?

Offline chingik

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 924
  • Reputasi: 44
Re: Ajahn Brahm dikucilkan karena melakukan penahbisan Bhikkhuni di Australia
« Reply #87 on: 17 December 2009, 11:38:04 AM »
Kalau samaneri adalah calon bhikkhuni sama seperti samanera. Mungkin perbedaanya dari sisi banyaknya sila yg dijalankan CMIIW

Kalau hanya itu saja, seharusnya tidak masalah bukan? Bukankah Samaneri (atau siapa pun) bebas menjalankan berapa banyak pun sila yang dia mau? Jadi mengapa harus memperjuangkan "kebhikkhunian"? Atau ada hal lainnya?




Membandingkan keuntungan antara samaneri dan bhikkhuni sepertinya terlalu absurd. Samaneri itu adalah tahapan yang harus dilalui sebelum menjadi Bhikkuni. Ibarat sebelum menjadi Mahasiswi , seseorang harus melewati ujian saringan. Tidak mungkin ujian saringan masuk dan menjadi mahasiswi dijadikan pembanding.

Lalu apa yang diperjuangkan? Status belaka?


Tergantung motivasi masing2.
Contohnya , anda ingin menjadi dokter, maka anda harus masuk ke instisusi dan belajar ilmu2nya. Mengapa lebih bagus dgn masuk ke institusinya? Karena di institusi ini menyediakan berbagai fasilitas yg memudahkannya utk menguasai ilmu pengobatan.  Selain itu ada dosen pembimbing.
TEtapi ada calon dokter yg juga hanya mengejar status, bukan tidak ada. 
Demikian jg dengan komunitas Sangha. Jadi bukan sama sekali tidak berguna dengan adanya Sangha dan para bhikkhu/ni nya.
Mungkin ada yg bilang mau menjadi Arahat tidak perlu harus menjadi bhikkhu (status), utk apa mengejar status. Silahkan, pilihan orang memang berbeda2, ada yg merasa harus masuk ke hutan baru bisa konsentrasi, ada yg merasa tidak perlu. Ada yg harus mengenakan jubah baru dapat berlatih dgn lebih tenang, semua ini bukan tidak ada manfaatnya sejauh motivasi nya benar.

Offline Lex Chan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.434
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
  • Love everybody, not every body...
Re: Ajahn Brahm dikucilkan karena melakukan penahbisan Bhikkhuni di Australia
« Reply #88 on: 17 December 2009, 11:43:34 AM »
Yup banyaknya sila yang dijalankan oleh seorang bhikkhuni (311 sila) membuat mereka lebih kondusif dalam praktik dibandingkan samaneri (10 sila) atau mae chee. Walaupun dalam praktiknya, tidak sedikit dari mereka yang silanya lebih sedikit tapi berhasil merealisasikan tujuan kehidupan sucinya di kehidupan sekarang juga.

Tapi setahu saya, dari faktor support juga berbeda antara bhikkhuni dan samaneri. Tapi detailnya saya kurang tahu, ada yang tahu? Garis besarnya sih, kalau diibaratkan sebagai scholarship (beasiswa), full bhikkhuni mendapatkan beasiswa penuh sehingga mereka dalam memfokuskan 100% pada praktiknya. Sementara untuk samaneri, juga mendapatkan beasiswa tapi tidak penuh.

setuju.. :jempol:
saya melihat bahwa "kebhikkhuan" dan "kebhikkhunian" memiliki makna lebih jauh daripada sekedar atribut. itu adalah komitmen kesungguhan hati untuk melatih diri.. walaupun ada yang kurang ber-sungguh2 dalam latihan, tetapi tidak sedikit juga yang mau ber-sungguh2. :)

sekali lagi, Buddha mengatakan bahwa 4 pilar Buddhasasana: bhikkhu, bhikkhuni, upasaka, upasika. ibarat meja yang mempunyai 4 kaki. tanpa salah satunya, pilar itu menjadi goyah. yah, walaupun Buddhasasana itu sendiri tidak kekal. pada akhirnya pilar2 itu akan runtuh. tapi kalau tidak ada keseriusan dalam menjaganya, nanti bisa runtuh lebih awal..
“Give the world the best you have and you may get hurt. Give the world your best anyway”
-Mother Teresa-

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: Ajahn Brahm dikucilkan karena melakukan penahbisan Bhikkhuni di Australia
« Reply #89 on: 17 December 2009, 11:49:17 AM »
Tergantung motivasi masing2.
Contohnya , anda ingin menjadi dokter, maka anda harus masuk ke instisusi dan belajar ilmu2nya. Mengapa lebih bagus dgn masuk ke institusinya? Karena di institusi ini menyediakan berbagai fasilitas yg memudahkannya utk menguasai ilmu pengobatan.  Selain itu ada dosen pembimbing.
TEtapi ada calon dokter yg juga hanya mengejar status, bukan tidak ada. 
Demikian jg dengan komunitas Sangha. Jadi bukan sama sekali tidak berguna dengan adanya Sangha dan para bhikkhu/ni nya.
Mungkin ada yg bilang mau menjadi Arahat tidak perlu harus menjadi bhikkhu (status), utk apa mengejar status. Silahkan, pilihan orang memang berbeda2, ada yg merasa harus masuk ke hutan baru bisa konsentrasi, ada yg merasa tidak perlu. Ada yg harus mengenakan jubah baru dapat berlatih dgn lebih tenang, semua ini bukan tidak ada manfaatnya sejauh motivasi nya benar.

Jadi calon mahasiswa dan mahasiswa, sudah jelas sekali ada perbedaan "keuntungan".
Misalnya calon mahasiswa jelas tidak bisa menggunakan fasilitas atau mengikuti kuliah sebagaimana layaknya mahasiswa.
Demikian juga calon dokter jelas tidak bisa praktek, sedangkan dokter bisa. Oleh karena "keuntungan"2 tersebut, maka seseorang tentu mengusahakannya.

Lalu apakah "keuntungan" menjadi bhikkhuni yang tidak bisa didapat dengan menjadi Samaneri?